Festival Komodo 2018

Pada 5-10 Maret 2018 ada suguhan acara yang sayang dilewatkan saat Anda menyambangi Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Pulau Flores, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival Komodo 2018 kembali dihelat dengan serangkaian kegiatan menarik seperti parade komodo, lomba fotografi, voli pantai, lomba perahu dayung, pertunjukkan komodo, lokakarya, pameran kerajinan tangan, pertunjukkan seni, dan hiburan lainnya. Kegiatan yang masuk dalam 100 kalender wisata skala internasional ini juga akan melibatkan seluruh masyarakat Manggarai Barat, pihak Pemda, dan Dispar setempat.

Penyelenggaraan Festival Komodo 2018 merupakan bagian dari promosi wisata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara ke kawasan Indonesia Timur. Festival ini mengejar target 500 ribu kunjungan pada tahun 2019, dari 90 ribu kunjungan sejak 2015 ke kawasan ini. Tidak hanya itu, Festival Komodo pun diharapkan mampu menggaungkan Pulau Komodo sebagai bagian dari tujuh keajaiban dunia.

Festival Komodo 2018 tidak hanya dimeriahkan parade komodo dan pertunjukkan seni saja tetapi ada pula petualangan alam dimana Anda dapat menikmati sajian kultural sekaligus bisa berwisata bahari. Anda berkesempatan mengunjungi Desa Adat Papagarang di antara Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca. Selain itu, Anda juga dapat menjelajahi desa nelayan tradisional suku Bajo dan Sape yang memiliki tradisi berlayar di Nusantara. Di bagian pesisir barat desa juga terdapat dugong atau duyung. Pastikan juga menjelajahi keunikan pulau berpasir berbentuk angka sembilan atau disebut Pulau Sembilan. Keunikan dari pulau berpasir ini ada pada laguna di tengah pulau yang dihuni ubur-ubur.

Pemerintah telah  menetapkan Taman Nasional Komodo di kawasan Labuan Bajo sebagai sebagai salah satu destinasi wisata prioritas dan menjadi fokus promosi wisata. TN Komodo membentang di areal seluas 1.817 km² termasuk darat dan laut dengan pulau-pulau yang sebagian besar savanah dihuni oleh satwa-satwa endemik termasuk komodo. Biawak raksasa komodo (Varanus commodoensis) sendiri merupakan hewan sisa zaman purba yang masih hidup di dunia dan hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Komodo. Habitat kadal raksasa ini masih terjaga karena dapat hidup berdampingan dengan penduduk setempat.

TNK meliputi Pulau komodo, Rinca dan Padar. Selain karena keberadaan komodo yang langka tersebut, bentang alam kawasan ini, baik di darat maupun laut serta bawah lautnya juga sangat memesona sehingga menjadi daya tarik yang lain lagi. Bawah lautnya memiliki kekayaan biota mengagumkan dan menjadi salah satu pilihan tempat menyelam yang indah.

Tersedia penerbangan setiap hari dari dan untuk tujuan Labuan Bajo dari Jakarta dan Bali. Selain itu, terdapat penerbangan dua kali seminggu dari Kupang. Perahu motor yang menghubungkan antarpulau dari Sape di Nusa Tenggara Barat juga tersedia setiap harinya bila cuaca memungkinkan, atau kapal PELNI dari Bali dan Lombok berhenti di sini setiap dua minggu.

Untuk menuju Labuan Bajo dimana berada Taman Nasional Komodo maka Anda dapat arahkan penerbangan ke Labuan Bajo dari Jakarta dan Bali. Selain itu, terdapat penerbangan dua kali seminggu dari Kupang. Perahu motor yang menghubungkan antarpulau dari Sape di Nusa Tenggara Barat juga tersedia setiap harinya bila cuaca memungkinkan, atau kapal PELNI dari Bali dan Lombok berhenti di sini setiap dua minggu. Tansportasi darat dari Timur yaitu di dataran utama Flores seperti, Ruteng, Bajawa, Ende, dan Maumere juga tersedia. Jika Anda tertarik untuk melakukan perjalanan jauh di Flores, Anda dapat mulai dari Maumere ke barat seperti, Moni, Kelimutu, Ende, Bena, Bajawa, Ruteng, dan terakhir Labuan Bajo (Pulau Komodo) atau dengan perjalanan pulang pergi.

[ssba]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *