Indonesia Traverse

Acara

GEBYAR DIRGANTARA YOGYAKARTA 2015

Dalam rangka memperingati 70 tahun Hari Jadi Sekolah Penerbang TNI AU. Sekolah Penerbang TNI AU bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY akan menyelenggarakan Gebyar Dirgantara Yogyakarta pada 19-20 Desember 2015, bertempat di Area Pangkalan TNI AU Adi Sutjipto, Yogyakarta. Kegiatan ini akan diikuti oleh penerbang dari seluruh provinsi di Indonesia.

Gebyar Dirgantara Yogyakarta 2015 diselenggarakan guna lebih memperkenalkan potensi penerbangan kepada masyarakat, serta sebagai daya tarik wisata DIY sebagai kota pariwisata terkemuka di Indonesia dan di tingkat internasional.

Saksikan berbagai agenda kegiatan seperti Jupiter Aerobatic Team, fly pass pesawat latih TNI AU, fly pass Pesawat FASI, terjun payung, static show pesawat tempur, helikopter dan pesawat latih TNI-AU FASI, Drumband Akademi Angkatan Udara, Jupiter Runway For Run (4000 peserta), otomotif gathering, bazaar otomotif dan sebagainya. Jupiter Fun Run sendiri akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Desember di area runway Lanud Adisucipto. Selain itu, diselenggarakan lomba Disc Jokie (DJ) pada saat Jupiter beraksi.

Sebanyak 57 pesawat milik TNI AU dan 3.000 personel TNI AU siap beraksi dalam acara yang baru pertama kali digelar ini. Di antaranya pesawat tempur T50, F16 dan pesawat Sukhoi. Masyarakat umum juga bisa mengikuti joyflight menggunakan pesawat CN 295 bagi masyarakat umum. Pesawat ini akan terbang melintasi area militer Yogyakarta.

Sekolah Penerbang TNI AU adalah satuan pendidikan di bawah Komando Pendidikan Angkatan Udara yang berada di Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Sesuai catatan sejarah, sekolah ini didirikan pada 15 November 1945 dan merupakan pendidikan militer tertua. Seiring perjalanan sejarah tersebut Sekolah Penerbang TNI AU telah banyak melahirkan para penerbang militer pengawal dirgantara.

Acara

PERINGATAN HARI NUSANTARA DI LAMPULO ACEH

Hari Nusantara merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957). Secara geopolitik dan geoekonomi peringatan tersebut memiliki arti yang sangat penting karena merupakan proklamasi kesatuan aset kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga menjadi simbol kesatuan wilayah dan kedaulatan laut Nusantara.

Rencananya acara akan berlangsung pada 13 Desember 2015 di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Rangkaian kegiatan pengisi acaranya meliputi beberapa seminar seperti Peringatan Hari Kelautan Dunia (World Ocean Day) Seminar dengan tema “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” dan Seminar Nasional mengenai Hukum Laut di 3 Perguruan Tinggi.

Akan ada juga seminar dan pameran dari 9 perguruan tinggi, meliputi: Universitas Papua (Manokwari) untuk wilayah Papua, Universitas Nusa Cendana (Kupang) untuk wilayah Nusa Tenggara, Universitas Hasanuddin (Makassar) untuk wilayah Sulawesi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya) untuk wilayah Jawa, Universitas Tanjung Pura (Pontianak) untuk wilayah Kalimantan serta Universitas Maritim Raja Ali Haji (Tanjung Pinang), Universitas Andalas (Padang), Universitas Sumatera Utara (Medan) dan Universitas Syiah Kuala (Banda Aceh).

Selain itu, ada pula atraksi seni budaya, parade, aneka lomba olahraga bahari, serta lomba masak (serba ikan). Hari Nusantara juga akan diisi dengan pameran Fishery Marine Expo, Nusantara Expo, dan Openship. Berbagai kegiatan sosial juga digelar seperti bakti sosial (donor darah, operasi katarak, operasi bibir sumbing, pengobatan gratis, bedah rumah, bersih pantai dan laut, penanaman pohon, pembangunan desa nelayan, dan penambahan listrik.

Tahun ini, Peringatan Hari Nusantara mengangkat tema “Kekayaan Energi dan Sumber Daya Mineral untuk Pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia Guna Mewujudkan Kejayaan dan Kemakmuran Bangsa”. Peringatan Hari Nusantara diharapkan dapat menjadi pendukung dalam program mewujudkan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan gerakan pembangunan infrastruktur energi di seluruh pesisir Indonesia.

Pembangunan infrastruktur tersebut akan diprioritaskan kepada pengembangan model pembangunan di tujuh lokasi yang terbagi dalam tiga cluster industri maritim, yaitu: Wilayah Barat (Aceh Jaya, Kuala Tanjung Barat dan Pulau Enggano), Wilayah Tengah (Lombok Tengah NTB dan Kupang NTT) serta Wilayah Timur (Minahasa Selatan dan Morotai). Terpilihnya Lampulo sebagai lokasi puncak acara juga diharapkan mampu menambah fasilitas infrastruktur di kompleks Pelabuhan Perikanan Lampulo.

Acara

SABANG MARINE FESTIVAL 2015

Akhir tahun ini liburan Anda perlu memasukan Sabang di Pulau Weh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dalam daftarnya. Itu karena selain Aceh menjadi lokasi puncak perayaan Hari Nusantara, juga di Pulau Weh menggelar Sabang Marine Festival 2015. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 12-15 Desember 2015 dengan menghadirkan para pelayar mancanegara. Beragam rangkaian acara akan hadir seperti cerita anak bangsa dan pagelaran seni budaya. Anda juga bisa menyaksikan lomba mancing, karnaval budaya, perlombaan masyarakat, pagelaran budaya, serta pertunjukan barongsai.

Kegiatan Sabang Marine Festival digelar untuk memperkenalkan potensi kelautan dan keindahan Sabang pada dunia internasional. Akan diperkenalkan pula dermaga “Marina Lhok Weng” kepada komunitas pelayar dunia yang menampung sekitar 100 yacht. Dengan marina tersebut ditargetkan ke depan, Sabang dapat menjadi lokasi tujuan utama para pelayar atau wisata yacht sehingga menambah angka kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia. Sabang Marine Festival juga diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan Negara RI, membuka peluang investasi di sektor pariwisata, serta meningkatkan peningkatan devisa negara dan membuka lapangan kerja pada masyarakat pencari kerja sektor pariwisata.

Sabang Marine Festival digagas oleh Badan Pengembangan Kawasan Sabang (BPKS) didukung Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Provinsi Aceh, serta Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Event ini juga disokong beberapa institusi vertikal yang ada di Sabang seperti Imigrasi, Bea Cukai, Angkatan Laut, Karantina, Polres Sabang dan lainnya.

Sabang merupakan kota di Pulau Weh yang kemudian lebih popular daripada nama pulau induknya sendiri. Sabang menjadi kota pelabuhan dan pintu gerbang Indonesia di ujung barat dan paling utara di Indonesia. Pelabuhannya diminati wisatawan mancanegara, hal ini terlihat banyak kapal pesiar (cruise) internasional yang singgah di Pelabuhan Sabang untuk melihat keindahan taman laut di seputar Pulau Weh.

Sabang merupakan telah lama menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang menawarkan surga bagi para penyelam. Di sini Anda dapat menikmati alam bawah lautnya untuk bertemu ratusan spesies ikan dan kekayaan terumbu karang alami. Selain bahari, di Sabang ada pula gunung serta hutan yang masih alami dan terjaga menunggu dikunjungi. Di Sabang dapat pula ditelusuri benteng-benteng peninggalan kolonial yang menghadap ke laut lepas. Bahkan, karena banyaknya benteng di Sabang membuatnya dikenal dengan sebutan “Kota Seribu Benteng”.

Kota Sabang di Pulau Weh dapat dijangkau dengan kapal feri dari Pelabuhan Ulee Lhue di Kota Banda Aceh sekira 14 mil laut. Tersedia dua armada kapal cepat dengan waktu tempuh 45 menit dan feri biasa dengan waktu tempuh 90 menit. Untuk terbang ke Banda Aceh dapat menggunakan Garuda Indonesia dari Jakarta maupun Medan yang terbang pulang pergi dua kali sehari. Untuk akomodasi di Sabang ada beragam dapat dipilih seperti di Sumur Tiga, Sabang Hill, Pantai Gapang, atau nikmati rumah-rumah penginapan yang ada di sisi tebing tepat di atas bibir Pantai Iboih.

Acara

PERINGATAN HARI NUSANTARA DI LAMPULO ACEH

Sebuah event olahraga dibungkus pariwisata hadir di NTT dengan tajuk Tour de Timor Indonesia. Acara ini akan berlangsung pada 16-19 Desember 2015 berupa wisata minat khusus bersepeda (touring dan racing) dengan mengambil start di Atambua ke Kefamenanu, Soe, dan berakhir di Kupang.

Deputi Biang Pengembangan Pemasaran pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengutarakan bahwa acara ini merupakan yang pertama dan pembuka demi event berikutnya di tahun 2016 dengan perluasan area dari Dili ke Kupang, lalu melanjutkan ke Larantuka dan berakhir di Labuan Bajo.

Tour de Timor (TdT) 2015 diharapkan menjadi event yang mampu mempromosikan berbagai tujuan wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta menggerakan pembangunan. Event serupa sejenis telah sukses digelar seperti Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Tour de Bintan, Tour de Siak, Bintan Triathlon, hingga Jakarta Marathon.

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengutarakan bahwa NTT ke depan akan menjadi ‘etalase mini market kepariwisataan Indonesia’  dengan menetapkan branding kepariwisataan baru bagi NTT, yaitu “New Tourism Territory”.

Tour de Timor Indonesia 2015 menjaid event hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah Provinsi NTT, Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia, dan DHXPLORE (EO) dengan menduplikasi kesuksesan event serupa di Tour de Singkarak dan Tour de Ijen.

Mendukung Tour de Timor Indonesia 2015 dihadirkan pula paket balap sepeda bersama Dwi Holiday dan DHXplore. Peserta harus berusia 17-55 tahun dan sehat. Paket ini seharga Rp3.950.000,- (dua orang) dan Rp4.850.000,- (sendiri). Paket ini meliputi akomodasi selama 5 malam dengan makan 3 kali sehari, transportasi di Kupang, kit dan sertifikat, wisata Kota Kupang, dan asuransi.

Peserta juga berkesempatan mengikuti lomba kategori Timor Criterium dengan total hadiah Rp80 juta.

Informasi dan keterangan terkait pendaftaran.

Sekretariat Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur

Jl. Frans Seda No. 72, Kupang, Indonesia

Telp. 0380 826384

Email: dhxplore@gmail.com

081316555769

CP: 082147089888 (Marloan) dan 081337229049

Link Terkait

Acara

SAWAHLUNTO MULTIKULTURAL FESTIVAL 2015

Semarak Sawahlunto Multikultural Festival akan memeriahkan HUT Kota Sawahlunto ke-127 di Provinsi Sumatera Barat. Acara tersebut berlangsung pada 24 November higga 1 Desember 2015 dengan menghadirkan pelbagai perlombaan dan pertunjukan kesenian tradisional multibudaya Sawahlunto dari beberapa daerah di Indonesia dan mancanegara.
Pembukaan acara festival diadakan pada Rabu sore (24/11) hingga puncaknya Selasa (1/12). Festival ini digelar setiap tahunnya sebagai sarana untuk meningkatkan pariwisata di Sawahlunto sebagai tujuan wisata sejarah bernuansa tambang dan budaya warganya yang multietnis.
Beraneka lomba turut memeriahkan Sawahlunto Multicultural Festival seperti tari antarnagari, fotografi, dan busana daerah. Sedangkan pementasan seni antardaerah akan dimeriahkan pertunjukan seni budaya tradisional dari Sumatera Barat.
Beberapa daerah di Sumatera Barat juga turut serta seperti Pesisir Selatan, Agam, dan Bukittinggi. Selain itu, ada pula pertunjukan seni budaya dari Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Utara. Bahkan, turut serta pula pertunjukan dari provinsi dari Pulau Jawa seperti wayang dan reog ponorogo.
Acara lainnya yang tidak kalah menarik adalah Sawahlunto International Music Festival (SimFes). SimFes merupakan festival keragaman musik etnik dari perbagai negara dan siap menarik pengunjung dari dalam dan luar negeri.
Tentunya acara festival ini sangat menarik dengan latar belakang kota Sawahlunto yang dikenal sebagai salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Kota tambang yang sempat mati ini dulunya adalah lokasi pertambangan batubara terbesar di Nusantara pada masa Hindia Belanda.

Selain festival seni budaya, juga diadakan festival olahraga dan hobi yang diprakarasai oleh SKPD Sawahlunto bersama dengan komunitas-komunitas hobi. Kegiatan pesta olahraga dan hobi tersebut diantaranya terdiri dari Sawahlunto Trail Adventure, Sawahlunto Night Run, Sawahlunto Paradigling Competition, Fun Fly Paradigling, Sawahlunto Mountain Bike, Sepak Bola Wisata, Sawahlunto Derby, Tabligh Akbar, Sawahlunto Binaraga dan Body Contest, Festival Burung Berkicau, dan Sawahlunto Fun Dog Race.

Pada acara puncak akan diadakan kegiatan “makan bajamba”, yaitu acara makan bersama yang dibagi-bagi dalam kelompok yang terdiri dari 3-7 orang duduk melingkar. Di setiap kelompoknya tersedia satu dulang yang terdiri dari tumpukan piring berisi nasi dan lauknya. Acara makan bajamba ini akan diawali dengan berbagai kesenian Minang, dan pembacaan ayat-ayat suci Alquran, serta acara berbalas pantun adat.

Kota Sawahlunto begitu unik dengan peninggalan historis penambangan batubara dan keberadaan warganya yang multietnik. Identitas keragaman multibudaya yang ada di kota itulah yang kemudian diangkat dan dituangkan dalam Sawahlunto Multicultural Festival setiap tahunnya.

Acara

Festival Danau Ranau ke-XX

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, akan menyelenggarakan Festival Danau Ranau ke-XX pada 27-29 November 2015 di Ponton dan Banding Agung. Ini adalah sebuah pertunjukan budaya yang menampilkan seni tari dan lagu daerah serta peragaan visualisasi kepariwisataan daerah yang mampu menambah nilai dan promosi pariwisata.

Festival Danau Ranau ke-XX bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, mempresentasikan potensi wisata, sebagai wadah informasi promosi dan pemasaran bagi pengelola obyek wisata, meningkatkan kreatifitas para insan pariwisata, juga untuk meningkatkan dan menggairahkan apresiasi masyarakat agar lebih mencintai budaya sendiri.

Beragam seni tari dan lagu daerah akan dilombakan untuk memperebutkan hadiah uang tunai, tropi, piagam dan hadiah hiburan lainnya. Kegiatan ini juga akan menjadi acara yang atraktif dan interaktif agar tercipta suasana yang dinamis, dengan melibatkan 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan serta 19 kecamatan se-kabupaten OKU.

Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Sumatra. Danau ini terbentuk akibat gempa bumi yang dahsyat dan letusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tanaman termasuk semak belukar yang secara lokal dikenal sebagai Ranau, tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa gunung menjadi Gunung Seminung, yang berdiri menjulang di samping danau yang memiliki air bersih ini.

Danau ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat di Propinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan di Sumatera Selatan. Untuk menuju ke sini, dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, pengunjung bisa menyewa mobil ke Danau Ranau. Jika Anda ingin mengunakan kendaraan umum, Anda bisa mengunakan bus atau jenis transportasi lokal lainnya di Baturaja, namun transportasi umum di Sumatera Selatan biasanya beroperasi hanya ketika pasar buka, yaitu setiap hari Rabu.

Acara

FESTIVAL KARST 2015 DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSAURUNG

Kawasan Karst Maros-Pangkep (KKMP) di Provinsi Sulawesi Selatan merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia dengan keunikan guanya. Bersiaplah menikmati keunikan itu dalam Festival Karst 2015 yang diselenggarakan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaurung (TN Babul) pada 16 November, bertepatan dengan Hari Konferensi Warisan Dunia.

Acara dimulai dengan berkemah di kawasan karst, kemudian dilanjutkan dengan penayangan video pemecahan rekor MURI untuk ekspedisi gua terpanjang di Indonesia yaitu Gua Salukang Kallang sepanjang 12.463 km, juga penelusuran gua terdalam di Indonesia yang mengkolaborasikan 14 gua dengan total kedalaman 1.682 meter. Seluruh ekspedisi ini dilakukan di TN Babul.

Pemecahan rekor ditujukan agar gua terpanjang ini terpublikasi sebagai destinasi wisatawan nusantara maupun mancanegara, juga agar kawasan karst sebagai warisan dunia dan pembinaan generasi muda akan petualangan minat khusus terpublikasi. Dalam acara ini, akan dideklarasikan penyelamatan KKMP sebagai warisan dunia. Festival Karst 2015 pun sekaligus meresmikan skyline bridge dan flying fox terpanjang di Sulawesi.

Gugusan KKMP diakui sebagai yang terindah dan terluas kedua di dunia setelah Tiongkok dengan luas 40 hektar. Lansekap uniknya terbentuk dari pegunungan batu gamping yang tinggi menjulang. Ini adalah surga bagi petualang. Tidak hanya memanjakan mata, adrenalin pemanjat tebing ditantang untuk menaklukkannya. Selain itu, di kawasan ini pun terdapat ratusan gua yang siap menantang penggemar caving.

Begitu berharga nilai sejarah gua-gua di sini karena terdapat ratusan gua yang beberapa diantaranya merupakan situs peninggalan sejarah. Barang-barang yang ditemukan di gua-gua tersebut diantaranya gerabah, perkakas dari batu, mata panah, cangkang kerang, bahkan lukisan prasejarah di dinding gua.

KKMP terletak di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Lama perjalanan dari Makassar ke Maros adalah 30 menit dan rutenya sudah didukung oleh jalan tol.

 

Acara

FESTIVAL BUDAYA MELANESIA MERAYAKAN KERAGAMAN BUDAYA DUNIA MELANESIA

Untuk pertama kalinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah acara “Festival Budaya Melanesia” yang dijadwalkan berlangsung pada 26 – 30 Oktober 2015 di Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan festival budaya yang meriah dengan mengambil tema: ‘Merayakan Keragaman Budaya Dunia Melanesia’.

Festival ini akan diikuti tujuh negara, yaitu: Timor Leste, Vanuatu, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Fiji, Papua Nugini, dan Indonesia. Secara garis besar acara festival ini berupa konferensi budaya yang membahas karakteristik budaya dan bahasa Melanesia, sejarah migrasi Melanesia, dan kontribusi budaya Melanesia dalam perkembangan ekonomi, serta pemutaran film dari peserta.

Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menghadirkan kebudayaan dan perwakilan dari Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur. Kemudian, sejumlah kabupaten termasuk Malaka, Belu, Alor, Lembata, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo akan diikutsertakan dalam festival ini.

Festival Budaya Melanesia adalah tindak lanjut penerimaan Indonesia sebagai anggota Melanesia Spearhead Group (MSG). Festival ini bertujuan sebagai bentuk promosi dengan saling mengapresiasikan budaya satu sama lain, serta adat dan tradisi; memperkuat rasa persaudaraan, solidaritas dan harmoni di kalangan masyarakat, serta memperkaya program serupa yang diselenggarakan oleh MSG.

Setiap empat tahun, MSG mengadakan ‘Festival Seni dan Budaya Melanesia’. Tahun lalu, diadakan 5 festival di Papua Nugini yang bertemakan “Merayakan Keragaman Budaya”. Acara yang berlangsung selama dua minggu ini digagas sejak tahun 1998 oleh MSG dalam rangka melestarikan serta mempromosikan budaya tradisional dan kontemporer Melanesia. Melanesia memiliki hubungan yang dekat dengan roh leluhur, tanah, dan lingkungan mereka yang ditekankan sangat kuat melalui kostum berwarna warni serta lagu dan tarian yang energik.

Melanesia merupakan sub-wilayah di kawasan Oceania yang membentang dari barat Samudera Pasifik ke Laut Arafura, dan ke arah timur Fiji. Wilayah ini terdiri sebagian besar pulau-pulau yang  berada di utara dan timur laut benua Australia. Nama Melanesia pertama kali digunakan oleh Jules Dumont d’Urville pada tahun 1832 yang menunjukkan sebuah pengelompokan etnis dan letak geografis pulau-pulau yang berbeda dari Polinesia dan Mikronesia. Dengan kata lain, Melanesia orang yang menghuni pasifik selatan yang bermigrasi sejak ribuan tahun lalu. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah menunjuk Nusa Tenggara Timur sebagai pusat studi Melanesia di Indonesia.

Acara

FESTIVAL BATU MULIA DAN PERHIASAN (FBMPI) 2015

Anda peminat atau pencinta batu mulia? Sisihkan waktu menghadiri acara Festival Batu Mulia dan Perhiasan (FBMPI) 2015 yang akan berlangsung pada  23 hingga 25 Oktober di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Berbagai jenis batu mulia Nusantara akan mengisi ratusan stand seperti dari Aceh, Sumetra Barat, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Jabar, Jatim, Sulteng, Malut, Kalsel, Kalteng, Papua, dan lainnya

Acara ini akan diikuti 165 peserta yang terdiri dari produsen, distributor dan pedagang batu mulia dan perhiasan, produsen mesin prosesing batu mulia dan perhiasan, produsen kemasan dan box batu mulia dan perhiasan, serta produsen mutiara dan produk terkait. Selain itu, terlibat pula mitra binaan BUMN/BUMD, desainer perhiasan, juga organisasi terkait batu mulia dan perhiasan.

Selama pameran berlangsung Anda juga dapat mengikuti workshop batu mulia dan kulit di Ruang Perpustakaan TMII, lomba gosok gemstone, dan talkshow tren gemstone Indonesia. Selama pameran berlangsung, akan ada penilaian lomba batu mulia dengan kriteria penilaian mulai dari desain, mohs, dan makna dari batu tersebut.

Potensi dan sejarah panjang keberadaan batu mulia di Indonesia telah memukau dunia selama berabad-abad. Hampir di seluruh provinsi di Tanah Air memiliki aset khas batu mulia masing-masing. Bahkan, saat ini pusat batu akik di kawasan Rawa Bening, Jakarta, selalu menjadi pusat kunjungan penggemar batu mulia dari manca negara, seperti dari Malaysia, Brunei, dan dari negara-negara di Afrika.

Beberapa provinsi di Indonesia yang terkenal dengan potensi batu mulia diantaranya adalah: Nangroe Aceh Darussalam dengan jenis giok nefrit flourit, aventurin, kuarsa merah jambu, serpenti, kristal kuarsa, dan idokras). Kemudian di Riau ada jenis intan, di Sumatera Barat  ada kecubung ungu, garnet, serpenti, dan idokars.

Sementara itu, di Sulawesi Tengah ada jenis jasper dan serpenti, serta Banten ada jenis opal, geode, akik, dan fosil. Kemudian di Jawa Barat terkenal dengan batu sabun, pancawarna, kalsedon ungu, krisopras, krisokola, dan opal biru. Jawa Tengah (giok jawa, heliotrop, dan tektit), sedangkan Jawa Timur terkenal dengan karnelian, kalsedon, dan Geode.

Festival Batu Mulia dan Perhiasan (FBMPI) 2015 digelar untuk menjadi daya tarik minat khusus bagi wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Event ini terselenggara berkat kerja sama BPPI bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata serta melibatkan Badan Promosi Pariwisata Daerah seluruh Indonesia, National and International Tourisme Board, airlines, biro konvensi, perusahaan penyedia tur, travel dan MICE, sekolah pariwisata, hotel, asosiasi di bdang pariwiasata dan ekonomi kreatif, destination management company (DMC), serta pelaku industri ekonomi kreatif seperti fashion, UKM produk kulit dan batik, dan kerajinan.

 

Acara

KARAPAN SAPI MADURA 2015 DI PAMEKASAN PULAU MADURA

Tahun ini Karapan Sapi Madura 2015 dimeriahkan kembali dengan Grand Final Festival Sapi Sonok yang diselenggarakan pada 25 Oktober di Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur.

Mulai dari Agustus lalu, acara kualifikasi Piala Presiden ini telah diselenggarakan di beberapa kabupaten di seluruh Pulau Madura seperti Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

Sapi yang dilombakan dalam karapan merupakan sapi jantan, sedangkan dalam kontes sapi sonok adalah sapi betina. Festival Sonok Sapi merupakan bagian yang unik dari perayaan Karapan Sapi Madura 2015. Dalam Festival Sonok Sapi, hewan tersebut dihias cantik dengan aksesoris gemerlapan.

Untuk mempersiapkan sepasang sapi sonok, biasanya pemilik sapi harus merogoh kocek lebih dalam. Sebab, aksesoris yang dibutuhkan seperti mahkota perak atau sepuhan emas memiliki harga yang melambung. Ada pula yang melengkapinya dengan rompi manik-manik dan rangkaian bunga melati. Karapan sapi merupakan perlombaan pacuan sapi dari Madura, acara ini diselenggarakan setiap tahun dan diwarisi secara turun-temurun. Ini adalah simbol kebanggaan bagi masyarakat Madura karena sapi yang digunakan untuk pertandingan pun merupakan sapi-sapi berkualitas baik dengan perlakuan yang istimewa pula.

Dalam perayaan karapan sapi ini, para pemilik sapi akan memperebutkan hadiah taruhan. Perayaan besar karapan sapi diselenggarakan sekali dalam setahun untuk Piala Presiden, sedangkan untuk Piala Bupati sebanyak dua kali dalam setahun. Acara ini tidak hanya suguhan menarik bagi penonton karena menyaksikan adu ketangkasan sapi namun juga perlombaan yang dinanti-nanti para fotografer karena mengandung nilai artistik tinggi. Panjang rute lintasan karapan sapi antara 180-200 meter namun dapat ditempuh dalam waktu 14-18 detik. Bayangkan betapa cepatnya sapi-sapi tersebut berlari