Indonesia Traverse

Acara

JAKARTA FASHION WEEK 2016

Warna-warna cerah, desain yang berani dan pesta fesyen besar akan menyala di salah satu sudut di Jakarta dalam Jakarta Fashion Week 2016 (JFW 2016). Ini adalah festival mode terbesar dan paling spektakuler di Indonesia yang akan berlangsung pada 25-30 Oktober 2015 di Senayan City, Jakarta.

Memasuki tahun ke-8, JFW 2016 akan menampilkan kolaborasi kreatif dari 10-15 desainer Indonesia bersama desainer top Thailand, Korea Selatan, Inggris, Australia dan Timur Tengah. Menyoroti tren fesyen tahun depan, JFW 2016 menekankan kerja sama internasional yang diharapkan menjadi sumber inspirasi baik untuk Indonesia maupun desainer internasional.

Salah satu kreasi yang akan dipamerkan selama acara adalah tekstil yang dibuat oleh sejumlah mahasiswa fesyen dari London yang khusus datang ke Kota Pekalongan untuk mempelajari pembuatan Batik. Selain itu, tren hijab yang masih ramai di dunia fesyen akan tetap menjadi sorotan pada JFW tahun ini.

Akan ikut bagian 250 desainer menampilkan kreasi mereka selama 7 hari. Nama-nama desainer tersebut diantaranya adalah: Albert Yanuar, Billy Tjong, Carmanita, Danar Hadi, Errin Ugaru, Itang Yunasz, Jeffry Tan, Mel Ahyar, Obin, Stella Rissa, Tex Saverio, dan lainnya.

JFW sendiri telah diselenggarakan sejak 2008 dan menjadi pekan mode tahunan pertama di Indonesia. JFW telah menjadi platform acara-acara serupa yang juga melahirkan inovasi desain yang elegan dan mewah. Ruang lingkup JFW secara luas mencakup profesional industri, editor, pembeli, fotografer, stylist dan model yang mampu menjangkau masyarakat nasional serta internasional. Dengan menaiknya pamor JFW sebagai acara fesyen yang paling berpengaruh di Asia Tenggara maka diharapkan fesyen Indonesia siap memasuki pasar global.

 

Acara

WAKATOBI WONDERFUL FESTIVAL AND EXPO: WAKATOBI WAVE 2015

Siapkan jadwal Anda untuk menyambangi salah satu tujuan wisata bahari favorit di Tanah Air, yaitu Wakatobi. Pada 22-28 November 2015 akan dihelat Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) 2015 dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya bahari.

Panitia penyelenggara mengupayakan acara ini akan menjadi festival budaya bahari terbesar yang pernah diselenggarakan. Beberapa kesenian siap ditampilkan seperti lengko, kandadio dan kansoda’a, tari kolosal, serta liwo raksasa “Pesona Wakatobi Indonesia.”

Selain itu, ada pula kegiatan pendukung berupa lomba Foto Pesona Budaya dan Alam Pesisir Wakatobi, Pameran Foto Pesona Budaya dan Alam Pesisir Wakatobi, Balapan Bodi Batang (Perahu Bermotor), Parade Parahu Hias, Pagelaran Seni Musik Tradisonal, dan penampilan artis Ibukota.

Wakatobi Wave 2015 akan ditutup dengan kegiatan olah raga bahari berupa triathlon yang dimulai dari lomba lari pesisir, berenang dan panjang tiang perahu di atas laut.

Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) 2015bdihelat atas kerjasama antara Kementerian Pariwisata RI dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Acara ini diharapkan mampu mendukung pencapaian  kunjungan wisatawan mancanegera yang ditargetkan sebanyak 12 juta wisman pada tahun 2015. Selain itu, juga demi menggerakkan perekonomian masyarakat setempat karena pembelanjaan wisatawan yang langsung kepada masyarakat setempat.

Kabupaten Wakatobi merupakan salah satu dari 18 Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama Wakatobi merupakan akronim dari nama empat pulau besar dan berpenghuni di Wakatobi meliputi Wangi-Wangi (Wa), Kaledupa (Ka), Tomia (To) dan Binongko (Bi). Wilayah Kabupaten Wakatobi didominasi oleh laut mencapai 97% dan daratannya hanya seluas 3% dari total luas wilayah ± 19.200 km2 sehingga potensi sumberdaya alam unggulannya adalah kelautan, perikanan dan sektor pariwisata bahari. Daerah yang paling banyak dikunjungi adalah Pulau Hoga yang memiliki keindahan alam baik darat maupun bawah lautnya.

Selain keindahan bawah laut Wakatobi juga sangat kaya dengan kekhasan budaya masyarakat lokal.  Meskipun Wakatobi merupakan daerah baru namun untuk bisa sampai di Wakatobi bukan hal yang sulit. Moda transportasi udara telah tersedia di daerah ini yang melayani penerbangan setiap hari dengan jalur Makassar-Kendari-Wakatobi. Tersedia pula sarana transporasi laut yang dapat ditempuh baik dari jalur Kendari-Wakatobi maupun Baubau-Wakatobi.

Acara

UBUD WRITERS AND READERS FESTIVAL 2015: “17,000 ISLANDS OF IMAGINATION

Setelah menarik  lebih dari 26.000 orang pecinta sastra di tahun 2014 silam, kini Ubud Writers and Readers Festival atau UWRF hadir dengan mengusung tema “17,000 Islands of Imagination” dan akan menampilkan kekayaan keragaman di Indonesia mulai dari budaya dan seni dengan berbagai macam ide dan acara yang menarik.

UWRF kali ini akan berlangsung mulai dari 28 Oktober sampai dengan 1 Oktober 2015 dan sesi utama festival akan berlangsung di Taman Baca, Restauran Indus dan Museum Neka, semua berada di Jalan Raya Sanggingan Ubud.

Selama lima hari tersebut akan diadakan diskusi panel, workshop, peluncuran buku, dan pemutaran film. Tidak hanya untuk pecinta buku,UWRF juga menyediakan acara kreatif dan artistik seperti mengenal desain bunga Bali, menggambar batik, Tur Ubud dengan bersepeda, tur kuliner dan program dapur yang akan menampilkan resep dari salah satu suku sunda tertua di Indonesia, dan lain-lain.

Tercatat 165 penulis dari 25 negara yang berbeda akan hadir diantaranya adalah penulis Internasional Mohsin Ahmad dengan bukunya yang berjudul How to get Filthy Rich in Rising Asia, kemudian penulis best seller memoir Pearl of China Anchee Min, penulis cerita pendek The Boat yaitu Nam Le, dan pendiri dari Lonely Planet, Tony dan Maureen Wheeler serta beberapa penulis lain yaitu Christina Lamb, Michael Chabon, Mpho Tutu, Raditya Dika, Ayu Utami, Teju Cole, Anuradha Roy, dan masih banyak lagi lainnya.

Festival ini juga mengundang pengacara Andreas Harsono, Novelis Indonesia Eka Kurniawan, aktivis hak asasi manusia dari Timor Leste, Galuh Wandita, Filmmaker Nia Dinata serta Founder ASEAN Literary Festival, Okky Madasari.

Acara yang diadakan rutin setiap tahun ini telah menjadi event budaya dan sastra terbesar dan paling terkenal di Asia Tenggara yang diprakarsai oleh Janet De Neefe sebagai proyek recovery setelah tragedi Bom Bali 2002 silam. Saat ini, Ubud Writers and Readers Festival telah menjadi wadah bagi festival kelas dunia, tempat berbagi ide dan membahas isu global.

Informasi lebih lanjut:

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2015
Jl. Raya Sanggingan, Ubud, Bali , Indonesia 80571
Phone/Fax:+62 361 977 408
Email: info@ubudwritersfestival.com

Acara

HADIRI RANGKAIAN EVENT SPEKTAKULER: FESTIVAL SULAWESI SELATAN

Memasuki bulan November, Provinsi Sulawesi Selatan akan menghadirkan tidak hanya satu event saja namun tiga event spektakuler sekaligus  yaitu : Lovely Toraja, The Celebes Travel Mart dan Ekspedisi Pulau Takabonerate. Semua event akan dihadirkan untuk menarik wisatawan dan turut mempromosikan Sulawesi Selatan sebagai tujuan utama wisata yang menawarkan pemandangan pegunungan hingga kehidupan bawah laut serta kota dengan keanekaragaman budaya , tradisi , dan berbagai cita rasa kuliner dalam satu provinsi.

Serangkaian event ini akan dimulai dengan Lovely Toraja pada 9 November 2015 mendatang. Sebelumnya event ini dikenal dengan sebutan ‘Lovely December’ ( sejak digelar rutin pada Desember). ’Lovely Toraja’ adalah event spesial kebudayaan yang akan dipusatkan di Toraja Utara, di area pegunungan yang indah di Sulawesi Selatan. Mengusung tema ‘Toraja Goes To The World Cultural Heritage’, event budaya ini akan menampilkan karnaval budaya, festival kuliner, festival lagu tradisional, permainan tradisional, upacara pemakaman tradisional ‘Rambu Solo’, kompetisi blog, serta Turnamen Golf di Lembah Padi, Kabupaten Gowa.

Rangkaian Event akan dilanjutkan dengan Celebes Travel Mart, pameran pariwisata terbesar di Indonesia bagian timur, yang diselenggarakan seminggu setelah ‘Lovely Toraja’. Diperkirakan event ini dapat menarik ratusan peserta dari berbagai stakeholder wisata termasuk agen travel, penerbangan, hotel, dan lainnya. Pameran wisata ini akan berlokasi di Makassar, ibukota dari Sulawesi Selatan mulai tanggal 17 hingga 20 November 2015.

Celebes Travel Mart bertujuan untuk mempertemukan penjual dan pembeli dari tingkat nasional hingga internasional. Event ini diharapkan dapat menarik minimal 40 konsumen domestik dan 20 konsumen internasional serta menargetkan total transaksi sebesar Rp25 Miliar. Pameran wisata ini akan menampilkan produk – produk pariwisata dan business to business(B2B) meeting, dan program lainnya.

Di akhir bulan, Anda akan diundang untuk mengikuti Ekspedisi Pulau Takabonerate, petualangan wisata yang menarik dan menantang untuk menjelajahi Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Selayar, di ujung Sulawesi Selatan. Taman Nasional Takabonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia dan memiliki luas sekira 500 kilometer persegi dan dinobatkan sebagai salah satu tempat menyelam terbaik di Indonesia, peringkat kedua setelah Raja Ampat di Papua. ( Karang atol adalah terumbu karang  berbentuk cincin yang mengelilingi badan air yang dikenal sebagai laguna).

Ekspedisi Pulau Takabonerate bertujuan untuk mengenalkan kemegahan bawah laut. Selain diving, event ini memiliki berbagai aktivitas unggulan seperti pembersihan pantai, festival kuliner dan permainan tradisional. Event ini akan dilaksanakan pada 29 November 2015.

Acara

FESTIVAL BUDAYA BANDA NAIRA 2015 DI MALUKU TENGAH

Kabupaten Maluku Tengah menggelar Festival Budaya Banda Naira 2015 pada 9-10 November 2015 untuk menarik wisatawan. Beragam acara mulai dari aneka lomba, pesta kuliner, hingga pesta rakyat akan menyemarakkan festival ini. Beberapa lomba yang digelar diantaranya adalah: lomba memancing, lomba klompen raksasa, lomba empang, lomba perahu belang dan lomba foto bawah laut.

Agenda Kegiatan Festival Akbar Budaya Banda Neira 2015

Senin 9 November 2015

08.45                : Upacara pembukaan

09.00 – 12.00        : Lomba Memancing

13.30 – selesai      : lomba klompen raksasa

15.00 – selesai      : lomba empang

Selasa 10 November 2015

10.00 – 13.00       : Lomba perahu belang dan foto bawah laut

15.00 – selesai     : kuliner

19.30 – selesai     : upacara penutupan sekaligus pengumuman hasil lomba

Perahu Belang adalah ikon festival akbar ini karena memiliki ikatan historis. Perahu Belang adalah kapal yang didayung oleh 30-40 orang. Belang merupakan perahu tradisional Kepulauan Maluku, biasa disebut juga dengan Kora-Kora.

Belang merupakan kapal dari Maluku yang bisa mencapai Skandinavia. Kapal ini identik dengan bangsa Swedia, Norwegia, Finlandia dan Denmark yang memakai rumbai kepala dan ekor naga di belakang perahu, serta memakai seram. Perahu Belang sejak dahulu digunakan oleh para kapitan untuk menjaga keamanan Pulau Banda.

Kepulauan Banda sendiri terletak 132 km di tenggara Ambon. Ini adalah anugerah terindah yang dimiliki Kabupaten Maluku Tengah. Dengan terumbu karang beraneka warna serta kehidupan laut yang eksotis, Banda adalah surga bagi penyelam dari seluruh belahan dunia. Mereka sengaja datang untuk menikmati keindahan beberapa diving spot di daerah tersebut.

Pulau Banda hanya bagian kecil dari gugusan pulau yang terdiri dari tiga pulau besar dan tujuh pulau yang lebih kecil. Pulau-pulau ini terletak di Laut Banda dimana kedalaman airnya mencapai 6.500 meter. Saat ini, Banda ibarat marterpiecebagi para penyelam dan pelaut kapal pesiar dari seluruh dunia dengan keindahan alam yang menakjubkan.

Acara

BOROBUDUR INTERNATIONAL 10K DAN HALF MARATHON 2015

Belasan ribu pelari dalam dan luar negeri akan berkompetisi menjadi yang tercepat dalam ajang Borobudur International 10K dan Half Marathon 2015. Lomba ini akan berlangsung pada 15 November di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Melalui lomba ini diharapkan peserta mendapat pengalaman baru yang mengesankan selama mereka berada di sana. Dengan demikian mereka mau kembali lagi dan ini merupakan kesempatan yang baik.

Kategori yang dilombakan antara lain 10 K terdiri dari elite internasional, elite nasional, TNI/Polri, umum dan pelajar. Pada nomor half marathon 21 km, peserta dikategorikan menjadi elite internasional, elite nasional dan umum.Ini adalah pertama kalinya digelar nomor half marathon dimana tengah diusahakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah agar mendapatkan sertifikasi untuk nomor full marathon dari IAAF.

Borobudur International 10K dan Half Marathon 2015 dirangkai dengan beberapa acara lainnya, seperti Pemilihan Mas dan Mbak Jawa Tengah pada 13 November di Gedung Tri Bakti Magelang, Tour de Borobudur pada 14 November dengan garis start di Mako Brimob Srondol Semarang dan finish di Pelataran Candi Borobudur, serta Borobudur Jazz Festivalpada 14 November di Taman Lumbini Candi Borobudur.

Candi Borobudur sendiri merupakan andi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa. Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui sekaligus memuji Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di Candi ini ada 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya serta setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

Penyelenggaraan Borobudur International 10K dan Half Marathon 2015 merupakan batu lompatan Borobudur Marathon 2016. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai ajang kompetisi para atlet lari tingkat nasional dan internasional yang pertama kali diselenggarakan pada 1990 dengan nama Bob Hasan 10K.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Oktober melalui sistem offline maupun online. Hingga hari ini tercatat ada 11.325 pelari yang sudah mendaftarkan diri untuk nomor 10 K dengan total hadiah yang diperebutkan adalah 16 milyar. Untuk pendaftaran silahkan kunjungi website www.borobudur10k.info dan www.borobudur10k.id untuk online, sedangkan pendaftaran offline bisa melalui:

Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah

Jl. Ki Mangunsarkoko 12 Semarang.

Tlp. Kuncoro (085869810727) dan Nicko Ardhi (081329771796)

Sekertariat Panitia

Jl. Pondok Mertoyudan 57, Kota Magelang

Tlp. Nina (082134560910)

Kantor Disdikpora Kota Magelang

Jl. Soekarno-Hatta 59 Mungkid Kab. Magelang

Tlp. Tito (081328834149)

Acara

FESTIVAL OTANAHA EXPO 2015 DI GORONTALO

Gorontalo menggelar sebuah event menarik bertajuk Festival Otonaha Expo 2015 yang akan berlangsung pada 25 – 30 November 2015. Festival seni dan budaya ini akan diadakan di Pelataran Benteng Otanaha dan Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Acara festival akan dibuka Rabu, 25 November 2015, pukul 15.00 WITA yang akan dihadiri 17 daerah se-Indonesia Timur, dan perserta yang berasal dari perguruan tinggi di Indonesia.

Festival Otanaha di November ini selayaknya gong yang mempromosikan pariwisata Kota Gorontalo untuk meluaskan gaungnya kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Aacara ini juga diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat sekitar dan juga merangsang perbaikan infrastruktur kawasan wisata, khususnya Benteng Otanaha sebagai cagar budaya yang patut dilestarikan.

Festival Otanaha digelar di kawasan Benteng Otanaha karena karena situs bersejarah tersebut merupakan destinasi wisata yang menjadi ikon Kota Gorontalo. Selain itu, benteng ini juga merupakan penggalan kisah heroik masyarakat Gorontalo melawan penjajahan.

Bukan hanya cerita historis dapat Anda peroleh saat mengunjunginya tetapi juga rasa kagum karena keunikannya. Benteng ini dibangun dengan campuran kapur dan putih telur burung maleo sebagai bahan perekatnya. Dulunya benteng ini merupakan tempat pertahanan raja-raja Gorontalo dari serangan musuh.

Dari atas benteng yang menghadap laut ini wisatawan dapat menikmati pemandangan Danau Limboto yang cantik dan terkenal sebagai spot fotografi yang menarik. Diperkirakan dahul, Gorontalo dan Danau Limboto adalah suatu genangan air yang terhubung ke laut dan dahulu memungkinkan kapal-kapal besar dapat bersandar masuk ke wilayah yang sekarang semakin dangkal.

Untuk menuju Gorontalo tersedia penerbangan dari beberapa kota besar di Tanah Air. Akses menuju lokasi benteng ini dapat dimulai dari Bandar Jalaludin Isimu sekira 20 km. Jarak Benteng Otanaha dari Kota Gorontalo sekitar 8 km. Untuk sampai ke lokasi, Anda dapat menyewa bentor (becak motor) karena tidak tersedia kendaraan umum dengan waktu tempuh sekitar 20 menit

Acara

BORNEO EXTRAVAGANZA 2015 HADIR DI BANDUNG

Acara dua tahunan sekali, Borneo Extravaganza akan kembali hadir dan kali ini akan diselenggarakan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada 27-29 November 2015. Tahun tersebut acara akan mengambil tempat di Bandung Indah Plaza, salah satu mall tertua dan terpadat di Kota Bandung. Pameran akan berlangsung pukul 12.00 – 14.00 WIB kemudian dilanjutkan pukul 19.00 – 21.00 WIB.

Borneo Extravaganza sendiri merupakan event dua tahun sekali yang diselenggarakan sejak 2004. Penyelenggaraan Borneo Extravaganza tahun depan akan diselenggarakan rutin menjadi tahunan dan masih sama untuk mempromosikan pariwisata di Pulau Kalimantan (Borneo) ke kota-kota lain di Tanah Air.

Acara ini berupaya meningkatkan citra Pulau Kalimantan serta mewadahi Pemda se-Kalimantan untuk berpromosi secara terpadu sekaligus menyebarkan informasi tentang daya tarik pariwisata Pulau Kalimantan.

Dalam jumpa pers, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Raseno Arya, mengutarakan bahwa acara Borneo Extravaganza 2015 diharapkan mampu mempromosikan berbagai tujuan wisata dari berbagai provinsi di Pulau Kalimantan.

Acara Borneo Extravaganza 2015 akan diisi beraneka pertunjukan seni budaya berupa atraksi budaya suku Dayak, budaya Tionghoa, tarian khas Melayu, obat tradisional, serta pameran kerajinan khas Kalimantan. Akan ada pula pameran batu permata dari Martapura. Seperti perhelatan sebelumnya, Borneo Extravaganza 2015 juga akan menghadirkan sekira 17 peserta pameran dari Pemerintah daerah se-Kalimantan, biro perjalanan wisata yang menawarkan berbagai paket perjalanan wisata Kalimantan, serta hasil kerajinan tangan daerah tentunya.

Penyelenggaraan Borneo Extravaganza sebelumnya terbukti dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata ke provinsi di Pulau Kalimantan. Peningkatan khususnya dialami Provinsi Kalimantan Timur dimana jumlah wisman dan wisnus sejak 2013-2014 mencapai 1 juta orang seiring jumlah tujuan wisatanya yang juga meningkat hingga 425 destinasi. Peningkatan pendapatan daerah Kaltim dari sektor pariwisata pada 2013 mencapai Rp327,99 miliar atau naik 22,35%.