OJK Berikan Ruang Luas bagi Industri Pariwista

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan ruang luas ke sektor industri pariwisata dan berbagai komoditas ekspor dan substitusi impor. Hal ini dilakukan untuk mengerek perekonomian Indonesia yang kian hari kian meningkat.

Dengan begitu diharapkan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan masif dapat segera dinikmati oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Dan secara luas dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

“Jalan tol dan bandara sudah banyak yang jadi seperti bandara Kulonprogo, tinggal bagaimana mengarahkan pembangunan di daerah-daerah sekitarnya bisa lebih cepat. Kami akan memberikan ruang yang lebih luas ke sektor pariwisata dan berbagai komoditas ekspor dan substitusi impor,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Rabu (5/6).

Menurut Wimboh, penyaluran kredit yang lebih fokus ke sektor pariwisata diharapkan dapat mempercepat penambahan devisa. Selain itu juga menghemat cadangan dolar dan mempercepat pembentukan lapangan kerja. Selain itu dapat menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.

“Kalau memang pengusaha perlu berbagai kemudahan, kami siap melakukan itu demi mempercepat multiplier effect dan pengembangan infastruktur. Sehabis Lebaran harus cepat digarap,” paparnya.

Akibat masifnya pembangunan infrastruktur mendukung sektor pariwisata pun telah membuat perekonomian Indonesia dalam kondisi yang sangat baik. Salah satu indokatornya dengan dinaikkannya peringkat utang Indonesia menjadi BBB dengan prospek stabil oleh Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P). S&P menaikkan peringkat kredit Indonesia sebesar satu tingkat menjadi BBB dari BBB-. Selain itu, peringkat utang Indonesia jangka pendek dikerek menjadi A-2 dari A-3.

“Level daya saing kita di dunia juga naik lebih tinggi 11 peringkat. Ini bisa dimanfaatkan ke depan untuk mendapatkan kepercayaan investor masuk ke Indonesia,” kata Wimboh.

Memang tak dapat dipungkiri, industri pariwisata semakin jadi idola di Indonesia. Pariwisata diyakini menjadi sektor yang semakin seksi. Pasalnya pariwisata dianggap punya keunggulan mengingat mayoritas berada di sektor jasa. Selain itu, pariwisata merupakan komoditas yang paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat.

Apalagi sektor ini telah ditetapkan sebagai core ekonomi bangsa oleh Presiden Joko Widodo. Pariwisa¬ta merupakan industri pendukung yang sangat potensial dalam mem¬perbaiki stuktur ekonomi dan dapat meningkatkan kemandirian daya saing daerah.

“Namun, sesungguhnya nilai ekonominya tidak ha¬nya dinikmati satu sektor. Dengan meningkatnya jum¬lah wisatawan, naik pula konsumsi mereka sehingga akan semakin besar dampak ekonomi banyak sektor. Ini sangat jeli dilihat oleh Presiden Joko Widodo. Makanya saat seluruh infrastruktur digenjot untuk mendukung pariwisata. DNA perekonomian kita sudah jelas pariwisata,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya.