Category Archives: Berita

Alam, Berita

Festival 3 Gunung di Lembata

Festival tiga gunung menjadi daya tarik yang sayang untuk dilewatkan bilamana Anda menyambangi Pulau Lembata yang menakjubkan. Perhelatan tersebut akan berlangsung pada 27 Oktober hingga 3 November 2018. Festival 3 Gunung diarahkan untuk mengenalkan 3 gunung utama di pulau tersebut, yaitu: Gunung Ile Batutara, Ile Lewotolok, dan Ile Werun, kemudian acaranya akan melibatkan seluruh masyarakat dari tiga gunung tersebut. Dalam Festival 3 Gunung terdapat sedikitnya 20 aktifitvas terangkai.

Gunung Batu Tara yang terdapat di tengah laut yang memiliki keunikan mengeluarkan lahar panas hampir setiap saat sehingga ketika di malam hari semburan lahar ini tampak sangat menakjubkan. Gunung Batutara yang merupakan bagian dari Pulau Komba itu, hanya berjarak sekitar 70 km timur laut dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Pulau gunung api itu terletak di sebelah utara Laut Flores dengan ketinggian sekitar 748 m (2.454 kaki) dari permukaan laut. Ile Batutara sempat dinobatkan sebagai destinasi wisata terunik dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2017.

Gunung kedua yang tak kalah menarik adalah Gunung Ile Lewotolok. Gunung ini terletak di Ileape dengan topografi yang cocok untuk melakukan tracking. Hal menarik adalah gunung ini memiliki luas kawah yang luar biasa besarnya. Gunung (Ile) Lewotolok terkenal memiliki kawah di puncak yang berpasir putih dengan luas menyerupai lapangan yang bisa digunakan untuk bermain sepak bola.

Gunung ketiga yang akan dipopulerkan Pemda barisan pegunungan di Atadei yang dinamakan Ile Werung. Ile Werung dikenal juga dengan nama Ile Adowajo. Kawasan perbukitan dan pucak Ile werung memilki pemadangan eksotis sampai ke bibir pantainya.

Kabupaten Lembata sendiri memiliki luas 4.620,285 km² meliputi luas daratan 1.266,390 km² dan luas lautan mencapai 3.353, 895 km². Sekira 137 desa dalam 7 kecamatan di pulau ini mayoritas sudah terhubungkan oleh jalan meski kondisinya belum baik. Sekira 55, 66 % geografis Lembata berupa pesisir yang menempel di sisi bukit dan 37.60 % wilayah pegunungan. Lembata dahulu disebut Pulau Lomblen namun sejak tahun 1967 diganti dengan sebutan Lembata berdasarkan sejarah asal masyarakatnya dari Pulau Lepanbatan.

Untuk menarik wisatawan datang berkunjung, Pemda Lembata tengah mempersiapkan beberapa destinasi unggulan seperti Kota Lewoleba, Bukit Wolorpass, Desa Lemagute, Desa Amakaka, Gunung Ile Lewotolok, Desa Jontona, Teluk Waienga, Pasar Tradisional dan Desa Nelayan Lamalera. Atraksi yang paling terkenal di Lembata adalah penangkapan ikan paus dengan cara tradisional, yakni ditombak. Tradisi turun-temurun ini dilakukan oleh masyakarat Desa Nelayan Lamalera. The World Wildlife Fund (WWF) telah melakukan survei dan menyatakan bahwa perburuan tidak mengancam populasi biota laut. Ikan paus jenis sperma yang ditangkap di Lamalera rata-rata sebanyak 21 ekor per tahun, jauh dari total populasi ikan tersebut di dunia yakni sekira 360 ribu ekor, sehingga kelestarian tidak terganggu.

Untuk menuju Pulau Lembata yang terletak sekira 190 km di sebelah utara Kupang, Ibu kota Nusa Tenggara Timur. Kota terbesar di Pulau Lembata ialah Lewoleba di bagian selatan pulau yang merupakan ibu kota Kabupaten Lembata. Karena terpisah secara geografis, menuju Lewoleba hanya dapat ditempuh melalui udara dengan Bandar Udara Wonopito atau dengan melalui laut. Penerbangan menuju Maumere menjadi penerbangan terakhir sebelum dilanjutkan oleh perjalanan laut di Larantuka. Jadi, Anda harus menuju Larantuka dari Maumere dengan menggunakan bus kota. Dari Larantuka Flores, kapal laut berlayar setiap hari ke Lewoleba atau ada pula yang berlayar langsung ke Lamalera seminggu sekali.

Berita

Garuda Buka Rute Denpasar-Mumbai

Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengoperasikan penerbangan langsung Denpasar- Mumbai vv sebagai bagian dari komitmen pengembangan jaringan yang dilaksanakan perusahaan. Pembukaan rute yang resmi beroperasi pada 23 Apil 2018 tersebut juga diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna jasa yang akan bepergian menuju Mumbai dari Denpasar sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan India untuk mengunjungi Indonesia.

Peresmian rute penerbangan Denpasar – Mumbai vv tersebut diresmikan secara simbolis oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury bersama-sama dengan Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya dalam kegiatan simbolis penyambutan penerbangan perdana Mumbai – Denpasar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pada kesempatan tersebut turut hadir pemangku kepentingan lain dari layanan kebandarudaraan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (24/4).

Pada kesempatan tersebut, Pahala mengungkapkan bahwa pembukaan rute Denpasar – Mumbai tesebut merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk memperluas jaringan internasionalnya khususnya di kawasan Asia Selatan – terlebih mengingat bahwa jumlah wisatawan India sepanjang tahun 2017 tumbuh sebesar sebesar 28,8% secara nasional.

“Pembukaan rute baru ini juga merupakan upaya Garuda Indonesia untuk mendukung program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan India. Dibukanya rute penerbangan Jakarta – Mumbai tersebut juga diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan India melalui pengembangan basis konektivitas kedua negara yang dapat mendukung peningkatkan aktivitas perekonomian, pariwisata, serta sosial budaya – terlebih mengingat bahwa Bali memiliki kesamaan latar belakang budaya dan keagamaan.

Penerbangan Denpasar – Mumbai akan dilayani 2 (dua) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Senin dan Kamis yang akan dilayani oleh pesawat Airbus A330-200. Jadwal keberangkatan dari Denpasar akan dilayani pada pukul 15.40 WITA, dan akan tiba di Mumbai pada pukul 20.25 LT (local time). Sementara penerbangan Mumbai – Denpasar juga akan dilayani 2 (dua) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Jadwal keberangkatan dari Mumbai akan dilayani pada pukul 21.50 LT dan akan tiba di Denpasar pada pukul 07.55 WITA.

Kedua rute baru tersebut akan dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 dengan konfigurasi 36 kelas business dan 186 kelas ekonomi yang berkapasitas 222 penumpang. Penerbangan Garuda Indonesia dari Mumbai, India menuju Denpasar juga akan menjadi “hub” untuk rute-rute domestik lainnya, diantaranya kota Yogyakarta, Ujung Pandang (Makassar), Menado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lainnya yang saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah.

“Bandara Internasional Mumbai – Chhatrapati Shivaji International Airport (CSIA) merupakan salah satu bandara dengan tingkat trafik penerbangan tertinggi di India. Dengan kapasitas penumpang yang mencapai lebih dari 32 juta penumpang setiap tahunnya, Chhatrapati Shivaji International Airport melayani lebih dari 90 destinasi penerbangan di seluruh dunia. Kami optimistis dengan potensi trafik di Bandara Internasional Mumbai tersebut, kami dapat semakin memaksimalkan pasar Garuda Indonesia”, tutup Pahala.

Garuda Indonesia saat ini melayani lebih dari 90 destinasi di seluruh dunia dan berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah penerbangan mencapai 600 penerbangan per hari. Saat ini Garuda Indonesia Group mengoperasikan sebanyak 202 armada (dengan rata-rata usia 5 tahun). Garuda Indonesia memberikan pelayanan terbaik melalui konsep “Garuda Indonesia Experience” yang mengedepankan keramahtamahan dan kekayaan budaya Indonesia.

Berita

Seaplane dan Aerodrome akan Dukung Nomadic Tourism di Indonesia

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara saat ini tengah menyiapkan aturan dan standart terkait pengoperasian pesawat amphibi (seaplane) di Indonesia. Aturan dan standart tersebut di antaranya akan berisi tentang aerodrome (pelabuhan udara) pesawat amphibi baik di pantai maupun di sungai serta jenis-jenis pesawat amphibi yang bisa beroperasi. Penyiapan aturan tersebut dilakukan agar transportasi udara di Indonesia bisa mencapai daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau kecil sehingga terbuka dari keterisolasian serta untuk menunjang pariwisata, terutama nomadic tourism.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai garis pantai yang sangat panjang baik itu di pulau besar maupun pulau kecil. Selain itu kita juga punya sungai-sungai yang besar dan panjang. Jaman dulu, sungai dan laut menjadi sarana transportasi bagi penduduk di pulau-pulau kecil dan pedalaman untuk menuju kota. Namun hambatannya banyak seperti misalnya ombak di laut yang besar atau kalau di sungai itu terjadi pendangkalan sehingga kapal tidak bisa berlayar. Untuk itu kita siapkan transportasi udara dengan pesawat amphibi ini yang lebih cepat dan sedikit hambatannya,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Menurut Agus, penyiapan aerodrome di perairan lebih murah biayanya dibandingkan dengan di darat. Selain itu pencarian lokasinya juga relatif lebih mudah dan tidak banyak hambatan (obstacle) geografis dibanding di daratan yang lebih susah karena membutuhkan lahan datar yang luas dengan obstacle yang minim.

“Kita sedang siapkan regulasinya dengan mengacu pada Annex Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) terutama annex 14 tentang aerodromes serta UU no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 74 tahun 2013 tentang CASR 139 Aerodromes,” ujar Agus lagi

Selain itu, peraturan baru ini akan berkaitan tentang tata cara operasional dan jenis-jenis pesawat amphibi yang bisa beroperasi. Hal ini mengingat ada keinginan dari PT Dirgantara Indonesia selaku pabrik pembuat pesawat di Indonesia untuk melengkapi pesawat yang saat ini sedang dikembangkan yaitu N219 dengan perlengkapan-perlengkapan amphibi.

“Jadi nanti aturannya lengkap, terkait dengan operasional serta bisnis penerbangannya dan juga terkait dengan industri pesawatnya. Selama ini, kita masih memakai aturan-aturan dan kriteria yang dikembangkan oleh masing-masing produsen pesawat tersebut. Dengan peraturan baru ini nantinya akan menjadi jaminan bagi operator untuk pengoperasian pesawat-pesawat amphibi di Indonesia dengan selamat, aman dan nyaman,” lanjut Agus.

Agus mengharapkan aturan ini segera terwujud secepatnya sehingga ke depannya angkutan udara amphibi (perairan) ini bisa menjadi transportasi massal di Indonesia. Dan diharapkan angkutan amphibi ini bisa lebih menunjang pariwisata serta membuka keterisolasian daerah dan pulau-pulau kecil yang terpencil yang tidak mempunyai bandar udara. Dengan demikian harga tiketnya menjadi lebih murah serta bisa dinikmati lebih banyak masyarakat terutama yang di pedalaman. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selalu berupaya untuk memberikan pelayanan kepada kepentingan konektivitas transportasi tidak hanya udara tetapi juga antarmoda agar instruksi Presiden Jokowi untuk memperkuat konektivitas makin cepat terealisasi.

Saat ini pesawat-pesawat amphibi yang beroperasi semakin banyak di Indonesia. Selain itu juga sudah ada maskapai yang mengujicoba pengoperasian pesawat amphibi di Indonesia, terutama berkaitan dengan pariwisata ke pulau-pulau kecil nan eksotik. Dengan kondisi yang demikian, Agus Santoso yakin bahwa angkutan amphibi akan berkembang pesat di Indonesia.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata sedang menyiapkan pariwisata nomadic (nomadic tourism) di 4 destinasi prioritas sebagai percontohan yaitu Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika dan Borobudur. Salah satu sifat pariwisata jenis ini adalah sarana amenitas atau akomodasinya bisa dipindah-pindah. Aksesibilitasnya yang sangat penting adalah seaplane yang bisa membawa wisatawan dari pulau ke pulau di Indonesia dengan lebih mudah dan cepat.

Berita, Budaya

Wayang Ajen Meriahkan HUT ke-15 Kota Banjar

Memeringati Hari Ulang Tahun ke-15 Kota Banjar, wayang ajen tampil menghibur warga di Lapang Bakti, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (17/3), Acara tersebut merupakan dukungan penuh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) melalui branding Pesona Indonesia. Wayang Ajen tampil membawakan seni pertunjukan berbasis media digital. Acara tersebut juga dihadiri Puti Soekarno dari anggota Komisi X DPR RI yang sangat memberikan perhatian pada kemajuan pariwisata budaya Kota Banjar.

Menurut Nana Suryana Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar, perayaan puncak HUT ke-15 Kota Banjar dibagi menjadi dua segmen. Pertama bertajuk Wisata Edukasi Anak Banjar Gemar Wayang, dihelat mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Segmen kedua, Semarak Wayang Ajen yang digelar malam hari mulai pukul 20.00 WIB.

Nana menjelaskan bahwa, wayang Ajen adalah salah satu wayang kebanggaan tanah air yang telah diapresiasi di 51 negara. Wayang Ajen selalu menyuguhkan tampilan yang menghibur. Dan tentu saja sarat dengan nilai-nilai budaya.

“Wayang Ajen adalah kelompok seni wayang yang sudah dikenal. Karenanya, kami berkolaborasi dengan Wayang Ajen untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya melalui seni pertunjukan, dan mengangkat pariwisata Banjar,” ujar Nana Rabu (15/3).

Kata Nana, Wayang Ajen dikenal dengan suguhan yang menghadirkan tafsir baru. Juga mampu membaca tradisi dengan cara-cara modern sehingga menjadi sesuatu yang berbeda. Wayang Ajen Merekonstruksi suatu peristiwa yang disesuaikan dengan format kekinian.

Wayang Ajen mengkolaborasikan wayang golek, multimedia, komposisi musik, dan seni lainnya dalam sebuah pertunjukan. Wayang ini juga didukung penataan artistik panggung, keserasian tata cahaya, serta kostum yang harmonis, layaknya sebuah konser yang diminati anak muda.

Deputi Pemasaran Nusantara I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, berharap suguhan Wayang Ajen dapat meningkatkan promosi wisata di Kota Banjar dan Jawa Barat. Dengan jarak yang relatif dekat dari Jakarta, menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu destinasi utama wisatawan, terutama nusantara.

“Dengan demikian minat wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat semakin tinggi. Yuk ke Kota Banjar, nikmati suguhan budayanya. Nikmati ragam wisata lainnya,” ujar Pitana didampingi Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional II Sumarni. .

Menurut Pitana, warga Jawa Barat sudah tidak asing dengan pertunjukan Wayang Jaman Now ini. Wayang Ajen tidak hanya berisi aksi panggung. Wayang ini juga memuat pesan-pesan penting dalam upaya mengembangkan pariwisata Indonesia.

“Wayang Ajen juga menyajikan kearifan lokal yang dikemas dalam atraksi menarik. Sehingga, pesan moral tersampaikan secara apik dan jelas oleh Dalang,” kata Pitana.

HUT Kota Banjar adalah momen tepat untuk mengenalkan Wayang Ajen pada anak-anak sekolah. Sebab, ada kegiatan Wisata Edukasi Anak Banjar Gemar Wayang. Event ini akan mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus sejak dini.

“Wayang bisa menjadi media penyampai pesan moral yang dahsyat melalui ceritanya. Pesan cerita yang ditampilkan sangat bagus. Penuh makna dan mengandung filosofi hidup yang sesungguhnya,” jelas Pitana yang juga diamini Sumarni.

Dijelaskannya, Wayang Ajen selalu berbeda dalam setiap penampilannya. Karena, Wayang Ajen selalu update permasalahan kekinian.

“Dan akan mengusung ide-ide kreatif Pak Menteri Pariwisata. Termasuk sosialisasi arahan Menpar terkait langkah-langkah percepatan kemajuan pariwisata Indonesia,” tuturnya.

Sumarni menambahkan, pesan moral Menpar akan diolah dalam bentuk pertunjukan yang menarik. Dan pastinya disesuaikan dengan Wayang Ajen yang kekinian. “Kita juga akan sosialisasikan gagasan Pak Menteri saat pra rakornas lalu ke masyarakat,” terangnya.

Dalang Wawan Ajen yang akan menjadi bintang di acara tersebut mengatakan, salah satu hal yang juga akan disampaikan adalah pentingnya membangun kesadaran kerukunan, kebersamaan, saling menghormati. Juga menghargai terutama perbedaan pandangan dan pendapat menjelang Pilkada serentak.

“Jadikanlah Pilkada sebagai momentum terciptanya demokrasi yang harmonis, demi pemulian moral bangsa yang bisa ditunjukan kepada dunia. Betapa hebatnya bangsa Indonesia, semoga Wayang bisa menyampaikan hal ini dengan baik,” ujarnya.

Kritik sosial tidak akan lupa untuk disampaikan. Terutama terhadap kasus OTT calon-calon kepala daerah. “Ini adalah celah bencana ahlak dan moral calon pemimpin. Bagaimana kalau mereka terpilih? Korupsi akan merajalela,” paparnya.

Kritik sosial lainnya adalah semakin maraknya peredaran narkoba dan temuan sabu-sabu yang berjumlah besar. “Narkoba tersebut banyak mengalir dari luar negeri lewat jalur perairan. Ini yang akan menghancurkan mental generasi muda bangsa,” ungkap Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Wayang Ajen bisa diterima semua kalangan. Baik orang tua maupun anak muda masa kini. Sehingga, wayang menjadi seni tontonan yang penuh tuntunan.

“Wayang Ajen mengkolaborasikan atraksi kesenian daerah dengan digital. Kami ingin menarik anak muda untuk melihatnya. Ada banyak hal yang bisa didapat dari sini,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya Arief Yahya meminta semua pihak menjaga budaya dan alam. Menurutnya, setiap daerah harus terus mengedepankan konsep 3A untuk mengembangkan pariwisata. Atraksi, amenitas, maupun akses harus terus digenjot. inovasi juga harus dilakukan. Perbanyak kalender event dan acara serta sebarkan secara go digital.

“Semakin meningkatnya pariwisata di satu daerah, akan meningkatkan kunjungan wisata. Sehingga, akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Target jumlah kunjungan wisatawan nasional pun akan terdongkrak, sehingga menjadikan pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional kian terwujud,” ujar Arief Yahya.

Berita, Ecotourism

Industri Pariwisata Bali Desak Penegakan Hukum Bagi Pencemar Lingkungan

Pelaku industri pariwisata di Bali bereaksi menanggapi seringnya Bali mendapat kiriman sampah laut sehingga menyebabkan pencemaran dari darat hingga bawah laut. Mereka satu suara meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan hukum.

“Aturan tegas harus diberikan agar menjaga lingkungan menjadi sebuah kebiasaan. Semuanya harus diedukasi, tidak hanya di hilir. Mulai dari hulu juga diberikan edukasi. Karena, jika di hilirnya saja, semua akan sia-sia,” kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Ketut Ardana di Denpasar, Jumat (9/3).

Ardana langsung melakukan benchmark ke Singapura. Ia menegaskan, Singapura merupakan salah satu negara yang ketat menerapkan aturan hukum bagi warganya. Termasuk wisatawan yang membuang sampah sembarangan. Mereka yang tertangkap membuang sampah, akan berurusan dengan aparat hukum. Termasuk harus membayar denda dengan nominal yang tidak sedikit.

“Oleh karena kebijakan itu, lingkungan di negara tetangga tersebut terbilang bersih. Karena, ketentuannya dipatuhi oleh warga dan wisatawan,” sambungnya.

Menurut Ketut Ardana, aturan tegas bisa membuat wisatawan takut membuang sampah sembarangan. Tetapi jika si wisatawan kembali ke daerah asalnya, ia tidak lagi menerapkan itu.

“Kemungkinan karena penegakan hukum masih lemah. Kami harap ada konsistensi kebijakan mengendalikan penggunaan plastik, karena terbilang efektif menurunkan plastik,” ucapnya.

Di Bali, Ardana berharap desa adat membuat awig-awig. Atau aturan adat yang dapat mengatur sampah plastik. Tapi, peraturan hukum soal pencemaran juga harus diterapkan. Harapan tersebut diungkapkan Ardana setelah beredar video sampah plastik berserakan di bawah laut Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Menurutnya, video itu seakan menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat.

Kawasan bawah laut merupakan lokasi favorit penyelam mancanegara. Karena punya daya tarik terumbu karang dan ikan manta. “Itu merupakan teguran keras bagi semua pihak, apalagi ini terjadi di Bali,” ujar Ardana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun ikut angkat bicara. Menurutnya, sampah sudah menjadi musuh pariwisata. Dan hal ini, sangat berpengaruh pada indeks daya saing pariwisata Indonesia. Menteri Arief mengajak masyarakat berperan aktif untuk memerangi sampah. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, merupakan bukti konkrit untuk membantu pemerintah.

“Permasalahan sampah selalu menjadi musuh besar pariwisata. Ini harus kita perangi bersama. Pariwisata saat ini telah terbukti menjadi core ekonomi bangsa. Maka selayaknya seluruh masyarakat juga ikut menjaganya. Jika lingkungan bersih wisatawan akan nyaman. Jika wisatawan nyaman maka perekonomian masyarakat akan terdongkrak,” kata Menpar Arief Yahya.

Berita

Wonderful Indonesia Raih Brand of The Year Indonesia 2018

Wonderful Indonesia-Pesona Indonesia (WI-PI) dinobatkan sebagai Brand of The Year Indonesia 2018 oleh Philip Kotler Center for ASEAN Marketing. Brand yang diusung Kementerian Pariwisata tersebut menjadi yang terbaik setelah melalui penilaian ketat, tahap kalibrasi, serta dikurasi teliti. Penghargaan diserahkan saat awarding night WOW Brand Festive Day 2018 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc., pada Kamis (8/3) di Ballroom Raffles Hotel Jakarta, Ciputra World.

WOW Brand Festive Day sendiri sudah tiga kali terselenggara dimana tahun ini tema yang diangkat adalah “Brand 4.0 : From Wow to Now The Omni Way!.

“Khusus penghargaan Brand of The Year Indonesia, hanya ada satu penghargaan. Sedangkan penghargaan-penghargaan kategori lain dalam awarding night WOW Brand Festive Day, bisa lebih dari satu,” ujar Founder and Chairman MarkPlus Inc, dan salah satu Tri-Founder Philip, Kotler Center for ASEAN Marketing, Hermawan Kartajaya di Jakarta, Selasa (6/3).

Penghargaan tersebut bukan hanya mengacu pada keberhasilan WI-PI di dunia internasional. Dampak luar biasa yang berhasil disumbang, juga menjadi perhitungan seperti tampilnya sektor pariwisata sebagai kontributor kedua perekonomian Indonesia di tahun 2017. Pencapaian seperti ini menurut Hermawan barangkali akan susah ditandingi oleh brand lain di masa depan.

Melalui brand WI-PI, pariwisata menempati peringkat kedua sebagai penyumbang devisa. Sebagai salah satu sektor unggulan Indonesia, pariwisata berhasil mendatangkan 14,04 juta wisatawan mancanegara tahun 2017. Kunjungan wisman ke Indonesia di tahun 2017 adalah suatu capaian yang acceptable. Terlebih, dipenghujung 2017 terjadi force majeur. Yaitu erupsi Gunung Agung di Bali.

Namun Kemenpar berhasil menjaga brand WI-PI dari erupsi Gunung Agung. Salah satu cara yang dilakukan Kemenpar adalah pengembangan destinasi digital di daerah. Termasuk juga keberhasilan Bali menjadi Best Destination dalam TripAdvisor Traveller’s Choice Award 2017.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik keberhasilan WI-PI meraih Brand of The Year Indonesia 2018. Menurutnya, penghargaan ini sangat penting bagi Kemenpar. Karena, hal ini menyangkut 3C. Yakni Confidence, Credibility, dan Calibration.

“Award akan menaikkan tingkat kepercayaan (confidence level) kita. Penghargaan pada dasarnya adalah sebuah legitimasi atau pengakuan. Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence kita akan naik. Banyak sekali orang yang menyatakan bahwa penghargaan ini meningkatkan self confidence,” katanya.

Menurutnya, jika dikomunikasikan dengan baik, award yang diperoleh dapat menjadi marketing yang paling efektif untuk image. Dijelaskannya, membentuk persepsi melalui positive referal sangat efektif namun tentunya harus diikuti dengan kinerja yang baik pula.

“Kita tidak perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang kita miliki. Orang lainlah yang menyatakannya. Nigel Botterill – pemenang BT Entrepreneur Award – menyatakan “It provides instant credibility! People will remember long after the award is presented,” jelasnya.

Berita

Flores, Toraja, Wakatobi, dan Tanjung Puting Berpromosi di ITB Berlin 2018

Destinasi Flores, Toraja, Wakatobi, dan Tanjung Puting kembali hadir di pameran pariwisata terbesar, ITB (Internationale Tourismus-Börse) Berlin, Jerman pada 7-11 Maret 2018. ITB Berlin memberi kesempatan bagi para exhibitor Indonesia untuk bertemu dan berinteraksi dengan buyer dan pelaku pasar wisata internasional.

ITB Berlin 2017 berhasil mencatat rata-rata nilai transaksi yang diperoleh exhibitor hingga mencapai 6 Milyar Euro dengan tingkat kepuasan mencapai 92%. Ini membuktikan ITB Berlin adalah ajang yang sangat strategis untuk promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia di dunia internasional maupun even Business to Business (B to B), khususnya untuk kawasan Eropa.

Girda Safitri, Manajer Pemasaran Flores Destination Management Organization (DMO), membenarkan hal ini, “Partisipasi Flores DMO bertujuan untuk memperkuat promosi terhadap pasar Eropa, termasuk Britania Raya, Jerman dan kawasan Nordik.” Flores DMO juga menghadiri promosi Indonesia Roadshow 2018 – UK di Manchester, Bristol, Gatwick, dan London.

Berbagai potensi pariwisata baru yang ada di tiap destinasi, khususnya produk pariwisata berbasis masyarakat (Community-based Tourism) menjadi salah satu materi promosi yang diangkat keempat destinasi unggulan tersebut pada tahun ini. Rute penerbangan baru yang langsung menghubungkan Jakarta menuju Labuan Bajo, serta peluncuran paket wisata trekking Adat Trails yang menghubungkan berbagai desa adat di Ngada, Flores diharapkan semakin mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai angka 20 juta di tahun 2019.

Mengusung pemberdayaan masyarakat lokal, destinasi Wakatobi dan destinasi Tanjung Puting turut gencar mempromosikan desa wisata yang telah siap menerima tamu dengan berbagai paket budaya, alam, dan petualangan yang ada. “Destinasi Wakatobi terus berusaha melakukan diversifikasi produk selain wisata bahari, serta memberikan informasi terbaru, termasuk adanya akses transportasi baru menuju Wakatobi,” jelas Mursiati dari Wakatobi IWG Networks.

Hal ini juga dipertegas oleh Arif Nugroho, mewakili Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP) Tanjung Puting “Selain melihat kehidupan orangutan dengan lebih dekat, wisatawan dapat menambah agenda kunjungan dengan hidup bersama masyarakat asli Dayak. Diharapkan Tanjung Puting dapat terus dikenal hingga menjadi salah satu destinasi terbaik di dunia.”

Tidak mau ketinggalan, destinasi Toraja juga menyediakan berbagai paket wisata menarik baru termasuk wisata petualangan alam, antara lain cycling, white water rafting, culinary class, hingga kelas membuat batik asli Toraja. “Kami ingin menonjolkan keunikan lain dari Toraja bagi wisatawan. Ini diharapkan dapat mengurangi kesan bahwa Toraja hanya memiliki wisata yang berkaitan dengan upacara kematian semata. Toraja akan hadir sebagai bagian dari paket pariwisata yang lengkap di Provinsi Sulawesi Selatan,” jelas Yohan Tangke Salu, ketua PHRI Toraja Utara dan wakil ketua Toraja Destination Management Organisation (DMO). Setelah ITB Berlin, Yohan mewakili keempat destinasi akan menghadiri business meeting di Den Haag, Netherland dan juga International Tourism Fair Place2Go di Zagreb, Kroasia.

Setelah berhasil meraih peringkat pertama kategori “Best Exhibitor” untuk Kawasan Asia/Australia/Oceania pada ITB Berlin 2017 lalu, delegasi Indonesia berharap dapat mempertahankan prestasi serupa di tahun 2018 ini. Keempat destinasi dampingan Swisscontact WISATA ini akan bergabung di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata di stan Wonderful Indonesia, Hall 26A, Messe Berlin GmbH.

Berita

Indonesia Sasar Wisman India lewat Misi Penjualan Greater Bali

Indonesia melakukan promosi pariwisata di India lewat Misi Penjualan Greater Bali yang digelar di Ruang Galaxy, The Park Hotel Kolkata, pada 26 Februari 2018. Sekira 18 seller dan 125 buyer ambil bagian dengan konsep  B2B (Business to Business)  mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan India. Delegasi Indonesia dihadiri Perwakilan KBRI New Delhi Irvan Fachrizal, dan Kabid Pemasaran II Regional III Area II Pupung Fadhillah Thariq, dan Konsul Kehormatan (Konhor) RI di Kolkata Mahesh Saharia.

“India memang pasar yang penting bagi Indonesia. Potensinya besar di sini. Kami sangat gembira karena respons masyarakat India, khususnya di Kolkata, sangat bagus,” ungkap Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Selasa (27/2).

Misi Penjualan Greater Bali diawali dengan briefing. Pengunjung diberikan pemahaman mengenai pariwisata Indonesia. Pemaparan disampaikan disampaikan Dispar Provinsi Bali Dewa Ayu Laksmiadi, dan Perwakilan BTH I Made Sunarsa.

Keduanya menyampaikan update terakhir pariwisata Bali. Juga berbagai upaya recovery Bali pascaerupsi Gunung Agung.

“Proses audiensi sangat interaktif. Mereka antusias menyimak pemaparan informasi yang diberikan. Lalu merespon dengan beberapa pertanyaan. Secara umum mereka cukup puas dengan berbagai penjelasan yang diberikan oleh tim,” jelas Pitana lagi.

Suasana kemudian dicairkan dengan Tari Cendrawasih. Tarian ini direspons luar biasa oleh pengunjung. Mereka seolah tidak mau melewatkan atraksi ini. Tidak sedikit pengunjung langsung mengabadikan momen tersebut dengan kamera handphone.

B2B meeting sendiri dilakukan secara free flow. Para sellers duduk rapi di tempat yang sudah disediakan dalam formasi u-shape. Nuansa destinasi Bali lengap dengan ornamennya menambah marak suasana. buyers pun bebas memilih dan mendatangi sellers yang dikehendaki.

“Kami melakukan persiapan matang. Bagaimanapun, kesan baik harus ditanamkan kepada publik India. Secara khusus mereka puas dengan pelayanan informasi yang diberikan. Mereka juga siap memasarkan dan menyebarkannya kepada publik India,” tuturnya.

15 Menit jelang penutupan, dilakukan pengundian doorprize. Suasana pun berubah menjadi sangat meriah. Undian dilakukan 3 kali. Hadiahnya menarik. Yaitu paket menginap dan makan di restoran India di Bali.

Paket ini dipersembahkan Varatrip untuk dua orang. Satu paket utama lainnya berupa tiket PP Kalkota-Bali. Tiket perjalanan ini siberikan oleh Thai Airways. Hadiah utama simenangkan oleh Vanessa Mehra dari Aapyan Leisure & Holiday Pty. Ltd.

“Kami menutup audiensi ini dengan jamuan makan bersama. Sambil makan tetap dihibur dengan tarian Pesona Dewata. Kami senang karena mereka sangat menikmati hidangan khas nusantara. Semoga dengan kesan yang bagus, arus kunjungan wisatawan Indonesia semakin bagus,” ungkap Pitana.

Arus wisatawan India memang istimewa. Sepanjang 2017, ada 485.314 wisatawan India yang berkunjung ke Bali. Jumlah itu naik 30% dari tahun sebelumnya. 2016 jumlah kunjungan wisatawan India ‘hanya’ 376.802 orang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pasar India sangat potensial. Pertumbuhannya juga signifikan.

“India pertumbuhannya sangat positif. Hampir 500 ribu wisman. Kalau dibagi jumlah tahun kalender, per harinya lebih dari 1.000 orang. Jumlah itu sama saja untuk 3 flight pesawat. Potensi inilah yang kami bidik. Dengan kondisi yang sangat kondusif, jumlah itu akan terus tumbuh tahun ini,” tutur Arief.

Dari rentang Januari hingga Nobember 2017, pertumbuhan wisatawan India menempati urutan 5. Negeri berjuluk Bollywood itu menjadi salah satu target utama tahun ini.

Jumlah wisatawan India Bollywood memang tertinggal dari Tiongkok. 2017, Wisatawan Tirai Bambu yang mengunjungi Indonesia mencapai 1,9 juta orang.

Hanya saja, kemampuan spending keduanya terpaut tipis. Pertumbuhan Bollywood lebih baik dari pasar Australia. Negeri Kanguru ternyata minus 0,02%. Singapura juga hanya tumbuh 1,12%. Malaysia juga hanya tumbuh 0,39%.

“India itu sizenya besar. Kondisi ini memang harus dimaksimalkan. Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menarik kunjungan wisman lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Berita, Modern

Gedung Transit Oriented Development (TOD) Bandara Soekarno-Hatta Mulai Beroperasi

Antusiasme pengguna jasa dan pekerja yang melintas di gedung transit oriented development (TOD) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dari arah Tangerang sangat tinggi. Didasari data penumpang, PT Angkasa Pura II (Persero) memutuskan untuk melakukan soft opening gedung TOD pada Senin 26 Februari 2018. Data PT Angkasa Pura II (Persero) diketahui terjadi lonjakan yang signifikan terhadap area parkir kendaraan roda dua.

Sebelumnya sekitar 3.100/hari motor, kini dua kali lipat.  Setiap harinya saat ini tercatat rata-rata mencapai 6.200 kendaraan roda dua. Hal itu menjadi bukti kehadiran proyek kawasan transit terpadu atau TOD telah memberikan kemudahan.

“Kami melihat animo pengguna jasa dan pekerja di Bandara dari arah Tangerang begitu besar.  Karena selain memberikan kemudahan, konsep yang terintegrasi dengan transportasi lain ini memang mirip dengan gaya hidup di negara berkembang,” terang Erwin Revianto, Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (25/2/2018).

TOD berguna untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik yang dapat menunjang transfer penumpang dengan shuttle bus gratis ke stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Setelah melewati masa uji coba area parkir gratis berakhir pada 1 Maret 2018. Untuk penyempurnaan layanan, pada 26 Februari 2018 pengoperasian gedung TOD telah dapat dinikmati masyarakat.

“Flownya, pengguna jasa yang akan berangkat akan menggunakan tangga eskalator. Sedangkan yang datang menggunakan tangga manual disisi barat. Untuk pengguna jasa disabilitas, kami telah persiapkan lift,” jelas Erwin.

Gedung TOD dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari signate, ATM center, kios yang berisi berbagai macam makanan minuman, minimarket, musala, toilet, lift serta dua tangga eskalator dan dua tangga manual. Area gedung yang bersih dengan luas bangunan mencapai 1.127 m2 tersebut, nantinya akan dilengkapi dengan berbagai kebutuhan para pengguna jasa.

“Kami terus mengevaluasi kebutuhan penumpang. Terutama kebutuhan shuttle bus dengan mempertimbangkan waktu sibuk, dimana pada jam sibuk akan ditambah armada shuttle bus. Tentunya dengan menempatkan aparat keamanan di lokasi,” terangnya.

Berita, Budaya

50.000 Wisawatan Hadir di Pembukaan PBTY 2018

Pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018, Sabtu (24/2), sukses mendatangkan wisatawan. Tidak kurang dari 50.000 wisatawan menyaksikan rangkaian pembukaan yang digelar di Jalan Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton.

“Berdasarkan data yang masuk ke kita, jumlah wisatawan yang hadir pada pembukaan ini mencapai 50.000 orang. Pengunjung sudah ramai sejak sore,” tutur Ketua Umum PBTY, Tri Kirana Muslidatun.

Istri Walikota Yogyakarta itu menambahkan, jumlah 50.000 wisatawan itu adalah gabungan dari rangkaian acara pembukaan.

“Pembukaan PBTY 2018 ini ada rangkaiannya. Mulai dari persiapan di Abu Bakar Ali, karnaval, hingga berbagai atraksi di Alun-alun Utara. Juga kunjungan wisatawan di Kampung Ketandan,” tuturnya.

Menurut Tri Kirana, jumlah tersebut sesuai target. “50.000 itu baru hari pertama ya, baru pembukaan. Tapi setiap hari PBTY ini selalu menghadirkan 10.000 wisatawan. Dan jumlah itu rutin sejak awal pelaksanaan,” terangnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengatakan kegiatan ini membuktikan jika Yogyakarta masih toleran.

“Ini bukti Yogyakarta masih ada toleransi. Kegiatan ini menjadi bukti jika kita masih solid. Dan semoga PBTY membuat kita semakin kuat,” tutur Sultan saat membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Meski menjadi bagian dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh, budaya nusantara ditampilkan dalam kegiatan itu. Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah aksi grup tari Praginagong Yogyakarta.

8 Penari Praginagong menggabungkan berbagai tarian nusantara dalam pementasannya. Mulai dari Aceh, Medan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga Papua.

Namun, atraksi yang paling ditunggu masyarakat Yogyakarta adalah drumband Gita Dirgantara milik Akademi Angkatan Udara. Drumband ini menampilkan banyak formasi dengan sangat enerjik. Diantaranya membuat formasi menara dari drum.

Sebelum pesta kembang api menutup rangkaian acara, tampil naga sepanjang 150 meter. Aksi naga tersebut dibawakan secara bergantian oleh 200 orang. Naga ini telah tercatat dalam MURI.

Menurut Kabid Pemasaran Area I (Jawa) Wawan Gunawan, perlu keseriusan untuk menggarap event ini agar menjadi event pariwisata.

“Tentunya dengan mengedepankan kriteria-kriteria yang dibutuhkan dalam mengemas sebuah event. Hal itu dimaksudkan agar event tersebut bisa menjadi skala nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Menurutnya, Menteri Pariwisata sering menyampaikan perlunya kurator atau maestro yang mumpuni di bidangnya. “Jadi, koreografi, musik, kostum, pola penyajian, dan struktur pertunjukan mempunyai kualitas yang baik,” tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji suksesnya pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018. Namun, Menteri Arief mengingatkan pentingnya brand management dalam pariwisata. Seperti yang dilakukan Bali

“Ada yang berpendapat bahwa dengan segala yang dipunya dan brand yang sudah mendunia, Bali tidak perlu dipromosikan. Mereka menganggap brand Bali sudah hebat, bahkan jauh lebih hebat dari Indonesia, karena itu tak perlu dipromosikan lagi,”tuturnya.

Tapi, Menteri Arief mengingatkan jika promosi adalah wajib dalam brand management.

“Kalau kita bicara tentang brand management, maka promosi adalah wajib hukumnya. Bali adalah produk yang baik, yang jika dipromosikan dengan sangat baik maka akan menjadi yang terbaik. Membangun brand adalah proses yang memerlukan waktu jangka panjang, tidak bisa ujug-ujug produk kita menjadi terkenal dengan instan,” terangnya.

Dijelaskannya, memupuk kekuatan brand harus dilakukan secara terus-menerus. Tak peduli apakah sebuah brand sudah hebat atau belum.

“Kalau brand-nya masih baru, maka promosi yang kita lakukan haruslah extra effort. Kalau brand-nya sudah kuat, bahkan sudah menjadi pemimpin pasar sekalipun, kita tetap harus terus-menerus mempromosikannya agar tak diungguli pesaing,” terangnya.

Digelar di 3 Lokasi

Kemeriahan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018, benar-benar terasa. Dalam pelaksanaan ke-13 ini, PBTY digelar di tiga tempat. Tiga lokasi tersebut adalah Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Event yang berlangsung 24 Februari hingga 2 Maret, diisi dengan berbagai acara. Diantaranya food bazaar, fortune teller, konsultasi feng shui/hong shui, atraksi barongsai, wayang PoTay Hee, kirab budaya, dan masih banyak lagi.

Namun, event yang menjadi perayaan Imlek ini menghadirkan sejumlah hal baru. Mulai dari ondel-ondel hingga taman lampion.

“Gendawangan atau ondel-ondel adalah hal baru di PBTY 2018,” ujar Gutama Fantoni, staf humas dan publikasi PBTY.

Hal baru lainnya adalah lampion. Tema yang diangkat di taman ini adalah Imlek Light Festival. Taman lampion bisa dijumpai di Jalan Ketandan, selama PBTY berlangsung.

“Taman lampion digelar di lahan yang belum dimanfaatkan, yaitu bekas Hotel Ketandan. Kami nego biar bisa dipinjamkan. Jadi, mengisi halaman 2.000 meter persegi,” katanya.

Fantoni menjanjikan pengunjung taman lampion nantinya bisa swafoto mulai senja hingga tengah malam di sana. Lokasi loket penjualan tiket berada di timur taman.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan, mendukung kegiatan ini.

“Event ini bagus untuk melestarikan perayaan Imlek, terutama untuk mereka yang merayakan,” tutur Pitana.

Menurutnya, event ini sangat tepat untuk menjaga dan melestarikan budaya Tionghoa. “Ini membuktikan budaya Tionghoa bagian dari kekuatan bangsa,” katanya.

Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa, Wawan Gunawan menambahkan, pelaksanaan PBTY sangat kompak.

“Sebenarnya, PBTY sudah berjalan dari tahun ke tahun. Juga dilakukan oleh komunitas yang sangat kompak. Buktinya, dalam penyelenggaraanya sudah cukup dengan biaya mereka sendiri,” tutur Wawan.

“Namun mereka mengharapkan acara ini masuk dalam calender of event nasional Pariwisata. Kemenpar sudah dua tahun berturut-turut mendukung promosi kegiatan ini. Acaranya sendiri sudah besar karena melibatkan jumlah komunitas yang sangat besar, dipromosikan Kemenpar sehingga menjadi semakin besar,” sambungnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan dukungannya untuk event ini. Menurutnya, PBTY tidak akan sukses tanpa komitmen kepala daerah.

“Komitmen Gubernur, Bupati, dan Walikota itu menentukan 50% kesuksesan daerah dalam membangun sektor pariwisata,” jelasnya.

Dijelaskannya, Indonesia Incorporated selalu menjadi mantra yang magis ketika bicara pembangunan sektor pariwisata.

“Tanpa kolaborasi dan sinergi pentahelix antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media, pariwisata kita hanya akan berjalan di tempat. Dukungan penuh seluruh stakeholder tersebut akan memberikan akselerasi yang luar biasa pada pariwisata kita. Diperlukan dukungan dan komitmen penuh terutama para CEO atau leader dari berbagai pemangku kepentingan tersebut untuk memajukan pariwisata,” tuturnya.