Category Archives: Budaya

Budaya, Jawa Tengah

Borobudur: Keajaiban Warisan  Sejarah Indonesia

Sekilas

Inilah candi Buddha terbesar di dunia yang berdiri megah ibarat puzzle raksasa. Tersusun dari 2 juta balok batu vulkanik, dipahat sedemikian rupa sehingga saling mengunci satu dengan yang lain. Candi Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir, bedanya, Borobudur memiliki pola kepunden berundak.

Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

Candi Borobudur memiliki luas 123×123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Bentuk candi ini beraksitektur Gupta yang mencerminkan pengaruh India. Setelah berkunjung ke sini Anda akan memahami mengapa Borobudur memiliki daya tarik bagi pengunjung dan merupakan ikon warisan budaya Indonesia.

Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui sekaligus memuji Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di Candi ini ada 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya serta setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarah umat Budha dari China, India, Tibet, dan Kamboja. Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.

Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa namun sebenarnya masih ada 160 panel yang sengaja ditimbun di bagian paling bawah, berisi adegan Sutra Karmawibhangga (hukum sebab-akibat). Ada pula yang menyatakan bahwa penimbunan bagian bawah tersebut untuk menguatkan bagian pondasi yang sejak awal ditemukan sudah sangat rusak.

Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma dengan 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi. Saat itu sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Pada awalnya, candi ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan. J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur. Sebagian sejarawan juga ada yang menyatakan bahwa nama Borobudur ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Vihara Buddha Uhr” yang artinya  “Biara Buddha di Bukit”.

Candi ini berada di Jawa Tengah, di puncak bukit menghadap ke sawah yang subur di antara bukit-bukit yang renggang. Cakupan wilayahnya sangat besar, yakni berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur ternyata dibangun di atas sebuah danau purba. Dulu, kawasan tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sungai. Karena tertimbun endapan lahar kemudian menjadi dataran. Pada akhir abad ke VIII, Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra lantas membangun Candi Borobudur yang dipimpin arsitek bernama Gunadharma hinggga selesainya tahun 746 Saka atau 824 Masehi.

Luas bangunan Candi Borobudur ialah 15.129 m²  yang tersusun dari 55.000 m³ batu, terdiri dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 x 10 x 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya mencapai 3 km. Candi ini memiliki 10 tingkat, dimana tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. Bagian paling atas di tingkat ke-10 terdapat stupa besar berdiameter 9,90 m, dengan tinggi 7 m.

Arsitektur dan bangunan batu candi ini sungguh tiada bandingannya. Candi ini dibangun tanpa menggunakan semen. Strukturnya seperti sebuah kesatuan deretan lego yang saling mengukuhkan dan  dibuat bersamaan tanpa lem sedikitpun.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Keberadaan Borobudur sebenarnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18 dimana sebelumnya tertimbun material Gunung Merapi.

Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983. Candi ini tetap kuat meski selama sepuluh abad tak terpelihara.

Tahun 1970-an Pemerintah Indonesia dan UNESCO bekerja sama untuk mengembalikan keagungan Borobudur. Perbaikan yang dilakukan memakan waktu delapan tahun sampai dengan selesai dan saat ini Borobudur adalah salah satu keajaiban dan harta Indonesia dan dunia yang berharga.

Berbagai disiplin ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp tahun 1911,  Prof. Dr. C. Coremans tahun 1956, dan Prof.Ir. Roosseno tahun 1971. Kita patut menghargai usaha mereka memimpin pemugaran candi mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi tidaklah mudah. Tahun 1991 akhirnya Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur dihiasi dengan ukiran-ukiran batu pada reliefnya yang mewakili gambaran dari kehidupan Budha. Para arkeolog menyatakan bahwa candi Borobudur memiliki 1.460 rangkaian  relief di sepanjang tembok dan anjungan. Relief ini terlengkap dan terbesar di dunia sehingga nilai seninya tak tertandingi.  Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. Cerita dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbangnya.

Monumen ini adalah tempat suci dan tempat berziarah kaum Budha. Tingkat sepuluh candi melambangkan tiga divisi sistem kosmik agama Budha. Ketika Anda memulai perjalanan mereka melewati dasar candi untuk menuju ke atas, mereka akan melewati tiga tingkatan dari kosmologi  Budhis dan hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semesta yang menurut ajaran Budha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: (1) Kamadhatu atau dunia keinginan; (2) Rupadhatu atau dunia berbentuk; dan (3) Arupadhatu atau dunia tak berbentuk.

Seluruh monumen itu sendiri menyerupai stupa raksasa, namun dilihat dari atas membentuk sebuah mandala. Stupa besar di puncak candi berada 40 meter di atas tanah. Kubah utama ini dikelilingi oleh 72 patung Budha yang berada di dalam stupa yang berlubang.

 

 

Kegiatan

Untuk lebih memahami tentang Candi Borobudur dan tampilan batunya secara lebih terperinci maka Anda dapat mengikuti tur atau menyewa pemandu wisata resmi.

Jelajahilah keseluruhan relief di Borobudur yang mencerminkan ajaran Budha Mahayana dimana semakin ke atas semakin menyimbolkan tingkat kesempurnaan. Bagian paling bawah atau Kamadhatu menggambarkan perilaku penuh angkara murka dan hawa nafsu yang menyebabkan seseorang masuk neraka jahanam. Bagian tengah meliputi empat tingkat dinamakan Rapadhatu, tempat manusia dibebaskan dari nafsu dan hal-hal duniawi. Sementara bagian teratas termasuk tiga teras melingkar yang mengarah ke pusat kubah disebut Arupadhatu atau tempat para dewa bersemayam (nirwana).

Sebenarnya ada relief Karmawibhangga yang tertimbun di tanah dan menggambarkan perbuatan mansia yang mengikuti hawa nafsunya, seperti bergosip, membunuh, menyiksa, dan memerkosa. Bahkan ada juga adegan-adegan seks dalam berbagai posisi. Sejumlah pendapat menyebutkan bahwa relief tersebut ditimbun karena dianggap kurang pantas dipertontonkan tetapi ada pula yang berpendapat penutupan ini semata-mata demi kestabilan posisi candi agar tidak amblas.

Tahun 1885, arkeolog JW Yzerman sempat mendokumentasikan dan merekam relief ini kemudian dibukukan tahun 1931. Buku aslinya kini ada di Museum Nasional, Jakarta. Sedangkan klise aslinya disimpan di Museum Tropen, Amsterdam mengingat statusnya milik Pemerintah Belanda sementara Pemerintah Indonesia memiliki replika seluruh foto tersebut.

Sekitar tahun 1890-1891, bagian yang tertutup itu dibuka seluruhnya oleh fotografer Kasiyan Chepas untuk dipotret satu per satu. Batu bervolume 13000 meter kubik ini diangkat, lalu dikembalikan lagi ke posisi semula.  Hingga hari ini, bagian itu ditimbun tanah sehingga tidak bisa dilihat. Ada tiga panel di bagian tenggara candi yang terbuka diduga karena proses penutupan kembali yang tak sempurna.

Bila Anda telah mencapai puncak candi maka beristirahatlah dan nikmati pemandangan indahnya. Di bagian atas Borobudur Anda akan menemukan ruang kosong yang merupakan simbol  kesempurnaan. Selama Anda di bagian puncaknya, nikmatilah pemandangan gunung yang hijau dan lebat di sekitarnya, dan rasakanlah hembusan angin yang lembut. Anda bebas untuk mengambil sebanyak mungkin objek foto indah yang Anda inginkan.

Listen

Read phonetically

Kepercayaan masyarakat lokal menyebutkan bahwa jika Anda telah berada di puncak candi dan memiliki satu keinginan sungguh-sungguh, lalu tangan Anda menjangkau dan menyentuh sosok Sang Buddha di dalamnya, maka permintaan Anda akan terwujud.

Listen

Read phonetically

Anda dapat mencatat beberapa cerita menarik dari ukiran dari relief candi ini karena ada banyak cerita menarik di dalamnya. Pastikan pemandu wisata Anda menceritakan rentetan cerita yang terdapat dalam ukiran  batu. Jika Anda seorang penulis atau penyair mungkin ada cerita yang dapat menginspirasi Anda.

Hal menarik lainnya dari Borobudur adalah bukit Manoreh di selatan. Jika Anda melihatnya dengan seksama nampak garis kontur bukit-bukit berbentuk seperti orang tidur seolah Borobudur tampak berdiri tegak di samping “orang tidur”.

Candi Borobudur memiliki 100 talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah) sebagai saluran air sekaligus untuk menambah keindahan candi. Dahulu, air hujan yang mengalir melalui makara akan terlihat seperti air mancur.

Museum Samudera Raksa akan memberitahu Anda tentang sejarah perdagangan Indonesia dan Afrika di zaman kuno dan bagaimana upaya modern untuk menciptakan kembali rute perjalanan ini.

Di Museum Karmawibhangga tersedia sumber informasi lengkap tentang tempat megah ini.

Saat Anda berwisata ke Candi Borobudur, kali ini mengapa tidak untuk mengejar keindahan Matahari terbitnya.

Akomodasi

Karena Borobudur hanya satu jam perjalanan dari Yogyakarta, banyak pengunjung memilih untuk tinggal di sini, di mana terdapat berbagai macam hotel sederhana dan hotel berbintang. Silahkan lihat Travel Directory kami untuk mencari hotel di DI Yogyakarta.

Bagi pengunjung yang ingin tinggal sedekat mungkin dengan candi Borobudur maka ada pilihan akomodasi lainnya. Hotel Amanjiwo adalah sebuah bangunan megah dan merupakan objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Hotel mewah ini memiliki kamar eksklusif dengan kolam renang pribadi. Hotel ini terletak hanya sejauh 3 km ke selatan Amanjiwo.

Alternatif lain ada hotel yang bertengger di dekat dataran tinggi yang indah Magelang. Hotel-hotel di Magelang sekitar 20 km sebelah utara Candi Borobudur. Salah satu hotel yang paling mengesankan di daerah ini adalah Losari Coffee Plantation, menawarkan akomodasi bergaya vila yang berandanya menghadap ke pemandangan gunung berapi yang indah.

Plataran Borobudur Resort and Spa

Dusin Tanjungan, Borobudur,

Magelang, Jawa Tengah

www.plataranborobudur.com

Merupakan salah satu resort dan spa terbaik di kawasan Borobudur. Menyediakan layanan private spa, javanese lulur, kemiri message, purification ritual.

Makanan di restorannya menyajikan kuliner nikmat mulai dari Bouillabaise Marseille, yaitu berupa makanan Perancis olahan ikan segar dicampur saus rouille, aioli dan crispi garlic.

Hotel ini menyediakan paket wisata Sunrise di Borobudur termasuk breakfast, Sunset afternoon tea, hingga moonlight romantic dinner. Sementara villa yang disewakan mulai dr Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

 

Kuliner

Yogyakarta adalah tempat terdekat dari Candi Borobudur dan distrik makanan terbaik untuk mencicipi makanan khas lokal yang lezat. Gudeg adalah salah satunya. Hidangan ini terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional, kadang dengan telur, ayam, dan kerupuk kulit sapi. Kebanyakan restoran tradisional di Yogyakarta menjual makanan khas Yogyakarta ini.

Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat mengetahui lebih banyak dengan membaca Yogyakarta  Dining Guide.

Sekar Kedaton

www.sekar-kedhaton.com

Jalan Tegal Gendu No. 28, Kotagede, Yogyakarta 55173

Telp: (074) 386 868

Jalan Raya Borobudur Km 2,5 Mungkid, Magelang 56551, Jawa Tengah

Telp: (0293) 5580 508

Merupakan salah satu restoran terbesar di Yogyakarta dimana Anda dapat menikmati suasana khas Jawa termasuk dekorasi etnik Jawa dan iringan musik gamelan beserta wayang kulit. Tempat ini menyajikan menu buffet, barbeque, dan stall. Cicipi soto ayam bandengan, timlo soup, atau ayam panggang miroso yang nikmat. Restoran ini memiliki pelayan yang mampu berbicara dalam beberapa bahasa asing, keramahan dan kehangatan seyum sapa mereka akan membuat Anda merasa nyaman dan santai, lalu pulang dengan senyum dan perut kenyang.

Yogyakarta adalah tempat terbaik untuk mencicipi makanan khas lokal yang lezat. Gudeg adalah salah satunya. Hidangan ini terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional, yang biasanya disajikan dengan pelengkapnya yaitu telur pindang, ayam, dan kerecek kerupuk kulit sapi. Kebanyakan restoran tradisional di Yogyakarta menjual makanan khas Yogyakarta ini.

Untuk informasi lebih lanjut lihat Panduan Kuliner Yogyakarta.

Listen

Read phonetically

Berkeliling

Di sini Anda dapat menyewa pemandu wisata resmi berpengalaman dengan harga sekitar Rp 50.000. Jangan sampai Anda melewatkan pengalaman unik saat Anda mengunjungi candi besar ini tanpa belajar tentang sejarah dan pesan penting yang ditangkap pada relief candi.

Apabila Anda membawa anak-anak, jangan lewatkan area rumput hijau besar sekitar lokasi Borobudur.

Anda bisa mengelilingi kompleks Taman Wisata Candi Borobudur menggunakan kereta mini atau yang biasa dikenal dengan nama kereta kelinci. Kendaraan ini biasanya menjadi favorit anak-anak. Tarif kereta kelinci: Rp5.000,00 per orang sekali putaran.

Apabila Anda datang dalam rombongan maka seewalah Andong. Andong dapat dijumpai dengan mudah di terminal maupun pasar Borobudur. Andong wisata juga ada di dalam kompleks candi dan bisa digunakan untuk berkeliling mengitari candi. Tarif andong keliling desa: Rp75.000,00 dengan rute: Dusun Klipoh – Desa Tanjungsari – Dusun Jowahan – Desa Wanurejo). Tarif andong keliling candi: Rp30.000,00 untuk 4 orang sekali putaran.

Penyewaan sepeda tersebar di berbagai tempat seperti hotel-hotel tempat Anda menginap maupun di kawasan taman Candi Borobudur. Dengan bersepeda maka Anda dapat menyusuri kawasan Borobudur yang masih asri dan memiliki udara yang segar menggunakan sepeda akan menjadi pilihan yang menyenangkan. Tarif sewa sepeda onthel: Rp 20.000 / 10 jam. Tarif sewa sepeda biasa: Rp 25.000 / 10 jam. Tarif sewa sepeda di areal candi: Rp 10.000. Tarif sewa sepeda tandem di areal candi: Rp 15.000.

 

Transportasi

Borobudur berjarak hanya satu jam dari Yogyakarta. Cara termudah untuk sampai ke sana adalah dengan bergabung tur atau menyewa mobil atau motor di hotel atau penginapan anda

Selama perjalanan Anda ke Borobudur, nikmati udara sejuk dan segar kota Magelang dengan pohon besar yang rindang berjajar. Borobudur sendiri berdiri tinggi dengan latar belakang spektakuler pegunungan Manoreh yang mengelilinginya.

Memasuki kompleks candi ini mudah dan sebagian besar pengunjung memilih untuk berkeliling dengan berjalan kaki. Anda juga bisa mengambil tur sehari dari Wonosobo ke Borobudur dengan kendaraan wisata yang berasal dari Semarang atau Yogyakarta.

Tips

  • Festival Waisak diselenggarakan sekali setahun bulan Mei saat purnama. Dalam festival ini banyak peziarah dan pengunjung datang untuk merayakan kelahiran, kematian, dan pencerahan Budha.
  • Kenakan pakaian sopan ringan dan nyaman.
  • Sewa pemandu wisata resmi, sehingga Anda akan mendapatkan informasi yang lebih baik.
  • Selama musim panas, Anda sebaiknya memakai topi atau payung yang disewa sekitar Rp2.000,00
  • Apabila belum paham dengan kondisi serta lokasi sekitarannya maka lebih baik naik ojek saja.
  • Anda dapat menyewa motor selama di Borobudur karena akan mempermudah dan memperluas ruang gerak. Anda bisa berkeliling ke tempat-tempat yang jauh semisal Bukit Punthuk Setumbu atau Puncak Suroloyo. Tarif sewa sepeda motor: Rp 50.000 – Rp 70.000 / 12 jam. Telp: +62 81915524153

Anda dapat menghubungi agen perjalanan untuk mengorganisir kebutuhan dan mendapatkan tur yang menarik, berikut ini yang direkomendasikan:

Campa Tour

No. Telepon: 081263679350

Email: info@campatour.com

Berbelanja

Tidak jauh setelah Anda meninggalkan Candi Borobudur, sudah ada pedagang yang menjajakan barang dagangannya meskipun tempat itu bukan tempat yang resmi untuk berjualan souvenir. Cendera mata yang dijual adalah hasil kerajinan tangan daerah setempat seperti hiasan patung, replika Candi Borobudur ataupun Prambanan, tas batik, kaos oblong, pernak-pernik berupa gelang, kalung, ikat rambut, dan lain-lain. Barang-barang tersebut dijual dengan harga sangat bervariasi. Misalnya, untuk sebuah hiasan replika Candi Borobudur seharga Rp20.000,00 tetapi dengan kemampuan tawar-menawar maka Anda akan mendapatkan harga yang wajar.

Acara, Budaya

Mahakarya Borobudur 2018: “Indonesia Berkain”

Mengulang kesuksesan acara ini di tahun sebelumnya, Mahakarya Borobudur kembali digelar dimana tahun ini mengambil tema “Indonesia Berkain”. Perhelatan tersebut berlangsung di area Lumbini Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada 18 April 2018. Acara ini digelar sebagai usaha untuk senantiasa menjaga kelestarian dan kecintaan akan pariwisata Candi Borobudur.

Mahakarya Borobudur merupakan annual event yang mengambil inspirasi dari Candi Borobudur yang kaya akan seni budaya dan sisi kehidupan. Candi Borobudur sendiri merupakan situs warisan dunia yang telah dicatat secara resmi oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation) sebagai “World Cultural Heritage Site”.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Edi Setijono menjelaskan bahwa merupakan annual event yang mengambil inspirasi dari Candi Borobudur yang kaya akan seni budaya dan sisi kehidupan. Mahakarya Borobudur kali ini diselenggarakan bekerjasama dan bersinergi dengan salah satu BUMN yang peduli terhadap warisan budaya Indonesia yaitu Bank BRI yang selalu berkomitmen mendukung perkembangan industri kreatif nasional, terutama yang berbasis pada nilai-nilai seni dan budaya Indonesia.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani menjelaskan bahwa Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain merupakan bentuk dukungan Bank BRI terhadap sektor pariwisata Indonesia. Candi Borobudur sudah menjadi warisan budaya dunia dan tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara dan event ini merupakan wujud dukungan Bank BRI untuk dapat terus menjaga kelestarian Candi Borobudur sekaligus memajukan sektor pariwisata di Indonesia” jelas Handayani. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang hadir dalam event kali ini, diharapkan akan meningkatkan perekonomian di sekitar Candi Borobudur.

TWC dan Bank BRI berharap acara “Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain” dapat menarik banyak wisatawan domestik maupun mancangera. Selain itu, melalui acara ini juga diharapkan sektor pariwisata Indonesia khususnya Candi Borobudur dapat semakin berkembang dan menguatkan posisinya sebagai destinasi wisata warisan dunia yang ada di Indonesia.

Selain itu, untuk dapat semakin memajukan wisata Candi Borobudur, Bank BRI juga telah mengembangkan desa wisata dengan membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Lokasi Balkondes ini cukup strategis yaitu di sekitar wilayah Candi Borobudur. Balkondes merupakan interconnecting tourism system berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa juga memberdayakan dan mengembangkan SDM berbasis Wisata. Balkondes juga diarahkan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar wilayah Candi Borobudur sekaligus melestarikan budayanya.

Art Director Mahakarya Borobudur 2018, Musa Widyatmodjo menyampaikan bahwa budaya berkain sudah ada sejak dulu dengan beragam jenis pemakaian dan variasinya. Warisan tersebut menurutnya harus terus diwariskan kepada generasi muda. Warisan itu harus diwariskan. Kalau Indonesia berkain pada zaman dulu, orang zaman dulu memang menciptakan kain untuk berkain tetapi orang zaman sekarang memotong kain batik untuk dijadikan busana.

 

Berita, Budaya

Wayang Ajen Meriahkan HUT ke-15 Kota Banjar

Memeringati Hari Ulang Tahun ke-15 Kota Banjar, wayang ajen tampil menghibur warga di Lapang Bakti, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (17/3), Acara tersebut merupakan dukungan penuh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) melalui branding Pesona Indonesia. Wayang Ajen tampil membawakan seni pertunjukan berbasis media digital. Acara tersebut juga dihadiri Puti Soekarno dari anggota Komisi X DPR RI yang sangat memberikan perhatian pada kemajuan pariwisata budaya Kota Banjar.

Menurut Nana Suryana Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar, perayaan puncak HUT ke-15 Kota Banjar dibagi menjadi dua segmen. Pertama bertajuk Wisata Edukasi Anak Banjar Gemar Wayang, dihelat mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Segmen kedua, Semarak Wayang Ajen yang digelar malam hari mulai pukul 20.00 WIB.

Nana menjelaskan bahwa, wayang Ajen adalah salah satu wayang kebanggaan tanah air yang telah diapresiasi di 51 negara. Wayang Ajen selalu menyuguhkan tampilan yang menghibur. Dan tentu saja sarat dengan nilai-nilai budaya.

“Wayang Ajen adalah kelompok seni wayang yang sudah dikenal. Karenanya, kami berkolaborasi dengan Wayang Ajen untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya melalui seni pertunjukan, dan mengangkat pariwisata Banjar,” ujar Nana Rabu (15/3).

Kata Nana, Wayang Ajen dikenal dengan suguhan yang menghadirkan tafsir baru. Juga mampu membaca tradisi dengan cara-cara modern sehingga menjadi sesuatu yang berbeda. Wayang Ajen Merekonstruksi suatu peristiwa yang disesuaikan dengan format kekinian.

Wayang Ajen mengkolaborasikan wayang golek, multimedia, komposisi musik, dan seni lainnya dalam sebuah pertunjukan. Wayang ini juga didukung penataan artistik panggung, keserasian tata cahaya, serta kostum yang harmonis, layaknya sebuah konser yang diminati anak muda.

Deputi Pemasaran Nusantara I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, berharap suguhan Wayang Ajen dapat meningkatkan promosi wisata di Kota Banjar dan Jawa Barat. Dengan jarak yang relatif dekat dari Jakarta, menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu destinasi utama wisatawan, terutama nusantara.

“Dengan demikian minat wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat semakin tinggi. Yuk ke Kota Banjar, nikmati suguhan budayanya. Nikmati ragam wisata lainnya,” ujar Pitana didampingi Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional II Sumarni. .

Menurut Pitana, warga Jawa Barat sudah tidak asing dengan pertunjukan Wayang Jaman Now ini. Wayang Ajen tidak hanya berisi aksi panggung. Wayang ini juga memuat pesan-pesan penting dalam upaya mengembangkan pariwisata Indonesia.

“Wayang Ajen juga menyajikan kearifan lokal yang dikemas dalam atraksi menarik. Sehingga, pesan moral tersampaikan secara apik dan jelas oleh Dalang,” kata Pitana.

HUT Kota Banjar adalah momen tepat untuk mengenalkan Wayang Ajen pada anak-anak sekolah. Sebab, ada kegiatan Wisata Edukasi Anak Banjar Gemar Wayang. Event ini akan mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus sejak dini.

“Wayang bisa menjadi media penyampai pesan moral yang dahsyat melalui ceritanya. Pesan cerita yang ditampilkan sangat bagus. Penuh makna dan mengandung filosofi hidup yang sesungguhnya,” jelas Pitana yang juga diamini Sumarni.

Dijelaskannya, Wayang Ajen selalu berbeda dalam setiap penampilannya. Karena, Wayang Ajen selalu update permasalahan kekinian.

“Dan akan mengusung ide-ide kreatif Pak Menteri Pariwisata. Termasuk sosialisasi arahan Menpar terkait langkah-langkah percepatan kemajuan pariwisata Indonesia,” tuturnya.

Sumarni menambahkan, pesan moral Menpar akan diolah dalam bentuk pertunjukan yang menarik. Dan pastinya disesuaikan dengan Wayang Ajen yang kekinian. “Kita juga akan sosialisasikan gagasan Pak Menteri saat pra rakornas lalu ke masyarakat,” terangnya.

Dalang Wawan Ajen yang akan menjadi bintang di acara tersebut mengatakan, salah satu hal yang juga akan disampaikan adalah pentingnya membangun kesadaran kerukunan, kebersamaan, saling menghormati. Juga menghargai terutama perbedaan pandangan dan pendapat menjelang Pilkada serentak.

“Jadikanlah Pilkada sebagai momentum terciptanya demokrasi yang harmonis, demi pemulian moral bangsa yang bisa ditunjukan kepada dunia. Betapa hebatnya bangsa Indonesia, semoga Wayang bisa menyampaikan hal ini dengan baik,” ujarnya.

Kritik sosial tidak akan lupa untuk disampaikan. Terutama terhadap kasus OTT calon-calon kepala daerah. “Ini adalah celah bencana ahlak dan moral calon pemimpin. Bagaimana kalau mereka terpilih? Korupsi akan merajalela,” paparnya.

Kritik sosial lainnya adalah semakin maraknya peredaran narkoba dan temuan sabu-sabu yang berjumlah besar. “Narkoba tersebut banyak mengalir dari luar negeri lewat jalur perairan. Ini yang akan menghancurkan mental generasi muda bangsa,” ungkap Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Wayang Ajen bisa diterima semua kalangan. Baik orang tua maupun anak muda masa kini. Sehingga, wayang menjadi seni tontonan yang penuh tuntunan.

“Wayang Ajen mengkolaborasikan atraksi kesenian daerah dengan digital. Kami ingin menarik anak muda untuk melihatnya. Ada banyak hal yang bisa didapat dari sini,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya Arief Yahya meminta semua pihak menjaga budaya dan alam. Menurutnya, setiap daerah harus terus mengedepankan konsep 3A untuk mengembangkan pariwisata. Atraksi, amenitas, maupun akses harus terus digenjot. inovasi juga harus dilakukan. Perbanyak kalender event dan acara serta sebarkan secara go digital.

“Semakin meningkatnya pariwisata di satu daerah, akan meningkatkan kunjungan wisata. Sehingga, akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Target jumlah kunjungan wisatawan nasional pun akan terdongkrak, sehingga menjadikan pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional kian terwujud,” ujar Arief Yahya.

Budaya, Jakarta

Tradisi Mudik Hari Raya Idul Fitri: Tips Penting Menyertainya Bersama Peta Jalur Mudik

 

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam, menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momentum untuk melakukan tradisi pulang kampung atau yang lazim disebut mudik. Fenomena mudik yang terjadi di Indonesia merupakan hal unik dan tidak ditemukan di negara lain terutama jumlah masif pemudiknya dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelahnya.

Saat mudiklah maka berbondong-bondong perantau  yang bekerja di ibu kota pulang ke kampung halamannya. Berikutnya ibu kota akan terlihat lengang, tidak seperti biasanya yang dipadat dan ramai.

Kata mudik berasal dari kata udik yang artinya desa; dusun; kampung, dan pengertian lain yang maknanya adalah lawan dari kota. Mudik berarti pulang ke udik atau pulang ke kampung halaman bersamaan dengan datangnya hari Idul Fitri atau Lebaran.

Tradisi mudik merupakan kebiasaan yang masih belum tergantikan meski dengan adanya teknologi telekomunikasi seperti handphone untuk mengucapkan selamat hari Idul Fitri. Mudik merupakan kesempatan untuk bertemu sanak keluarga dan sekaligus merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Ada beberapa alasan mengapa masyarakat Indonesia sulit meninggalkan tradisi mudik. Pertama, mudik merupakan jalan mencari berkah dengan bersilaturahmi kepada orang tua, kerabat, dan tetangga. Kedua, sebagai pengingat asal usul daerah bagi mereka yang merantau. Ketiga, tradisi mudik bagi perantau di ibu kota adalah saat untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya. Selain itu, juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang telah lama ditinggal untuk ikut merasakan keberhasilannya dalam merantau. Keempat, mudik adalah terapi psikologis memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata setelah setahun sibuk dalam rutinitas pekerjaan sehingga saat masuk kerja kembali memiliki semangat baru.

Awalnya mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa bahkan sejak sebelum masa Kerajaan Majapahit. Tradisi petani ini saat pulang ke desanya adalah membersihkan pekuburan makam leluhurnya. Tradisi tersebut bertujuan agar perantau diberi keselamatan dalam mencari rezeki dan keluarga yang ditinggalkan aman dan tenteram. Tradisi pulang ke kampung halaman setahun sekali ini terus bertahan apalagi dengan adanya Idul Fitri atau Lebaran. Itulah sebabnya, mengapa kebanyakan masyarakat Jawa yang mudik selalu menyempatkan diri berziarah dan membersihkan kuburan keluarga dan leluhurnya yang telah meninggal.

Tips

Kegiatan mudik identik dengan kemacetan dalam perjalanan. Saat itu orang-orang biasanya akan mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik seperti pencurian dan kecelakaan. Untuk itu, Indonesia Travel memberikan unutk Anda beberapa tips selama mudik.

  • Pastikan Anda meninggalkan rumah dengan aman, baik itu mengunci rumah dan tidak menyimpan kuncinya di tempat tersembunyi di depan rumah. Apabila memungkinkan titipkan kunci dan rumah kepada tetangga atau satpam dengan menyertakan nomor telepon Anda.
  • Sudah banyak orang menitipkan barang-barang berharga mereka ke Penggadaian dan menebusnya setelah kembali pulang. Tindakan ini bisa jadi sangat tepat.
  • Akan lebih baik Anda tidak pergi mudik sendirian, selain faktor keamanan, juga penting untuk mendapatkan rekan seperjalanan yang dapat saling menjaga.
  • Sangat penting untuk Anda menyiapkan fisik dengan minum multivitamin. Kondisi tubuh pengemudi yang kelelahan dan kelalaian menjadi rata-rata penyebab kecelakaan di jalan raya. Bawalah juga obat luka luar atau obat gosok untuk mengilangkan rasa pegal selama perjalanan.
  • Hindari mengenakan perhiasan berlebihan yang menarik perhatian. Bawalah uang tunai secukupnya dan simpan terpecah di beberapa tempat. Tidak perlu membawa uang tunai berlebih karena ATM banyak dijumpai di daerah.
  • Apabila Anda pergi dengan moda umum maka pesanlah tiket jauh hari sebelumnya. Selain untuk menghindari antrean karcis juga berjaga-jaga dari kehabisan tiket. Mengapa tidak memanfaatkan pemesanan tiket online. Perhatikan juga kemungkinan perubahan jadwalnya.
  • Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi maka pastikan bahwa kendaraan tersebut telah di-service Lakukan pengecekan sebelum berangkat terutama pada rem, tekanan ban dan kondisi ban, accu, karburator, busi, serta lampu kendaraan. Jangan lupa membawa perlengkapan bengkel sederhana, kartu identitas, serta peta jalur mudik (Jawa dan Sumatera). Pelajari rute perjalanan dan rute alternatif jika perlu.
  • Apabila Anda menjadi bagian sebuah komunitas tertentu maka tempelkan stiker penanda di belakang kendaraan. Bisa jadi di perjalanan Anda berkenalan dengan teman baru?
  • Anda yang mudik dengan kendaraan bermotor maka wajib menggunakan helm, sepatu, jaket, dan sarung tangan. Lebih aman membawa barang secukupnya saja dan tidak melebihi kapasitas. Sangat tidak disarankan membawa koper. Saat perjalanan lebih aman untuk pergi bergerombol menyatu dalam kelompok sekitar 3-10 motor. Apabila Anda lelah maka jangan paksakan diri, beristirahatlah di dekat pos polisi. Tentukan istirahat secara berkala dalam rentang maksimal 2 jam sekali. Jangan konsumsi obat yang menyebabkan kantuk.
  • Pastikan motor Anda telah masuk bengkel sebelum berangkat agar mesin dan lainnya prima. Jangan lupa membawa surat kendaraan, jas hujan, dan perkakas darurat. Siapkan juga nomor-nomor penting di handphone Anda terkait panggilan darurat, seperti kerabat, kantor polisi, hingga rumah sakit di rute yang dilintasi.
  • Pilih waktu yang tepat untuk berkendara motor, misalnya subuh. Perjalanan di pagi hari lebih baik daripada malam hari yang biasanya diserang rasa kantuk.
  • Pastikan Anda memilih hari arus balik bukan pada saat puncak arus balik. Aturlah juga waktu saat tiba di rumah bukan tengah malam. Usahakan pagi atau siang hari. Jadwalkan juga hari kembali dari mudik bukan sehari sebelum masuk kerja tetapi minimal dua hari sebelum masuk kerja kembali.
  • Bawa oleh-oleh semampu Anda untuk tetangga atau satpam yang telah membantu menjaga rumah. Mengapa tidak mengundang mereka untuk menikmati oleh-oleh khas kudapan atau makanan khas dari tujuan mudik.
  • travel menyediakan ragam informasi menarik tentang destinasi dan atraksi wisata yang layang dikunjungi. Temukan di dalamnya panduan bagi Anda untuk berkeliling, mencicipi kuliner, transportasi, serta tips terkait.

Kuliner

Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) merupakan salah satu jalur mudik yang ramai dilalui. Nah, untuk menemani perjalanan Anda maka berikut ini referensi daftar tampat makan sepanjang Pantura.

Serang-Banten


  1. Bandulu Indah Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 20

  1. Bulan Biru Restoran

Serang

  1. Cafe De Paris Restoran

Jl. Anyer Cigading, Serang

Telp           : 0254-9201849

Total Chair         : 34

  1. California Fried Chicken Restoran

Serang

Total Chair         : 40

  1. Dana Raya Merak Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 20

  1. Dynasti Restoran

Jl. Raya Cilegon, Serang

Telp           : 0254-991894

Total Chair         : 141

  1. Harum Cilegon Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 141

  1. Kedalingan Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 20

  1. Kembang Sari Cibaru Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 30

  • Kentucky Fried Chicken Restoran

Serang

Total Chair         : 20

  • Mamayu Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 50

  • Medi Baso Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 40

  • Mekar Raya Merak Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 40

  • New Saiki Resto

Jl. Raya Cilegon, Serang

Telp           : 0254-92941

Total Chair         : 160

  • Pondok Ciparay Rumah Makan

Serang

  • Redbum Restoran

Jl. Anyer Cigading, Serang

Telp           : 0254-601135

Total Chair         : 40

  • Roda Group Restoran

Serang

Total Chair         : 20

  • Sampurna A. Yani Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 30

  • Sate Cilegon I & II Rumah Makan

Serang

  • Sederhana Yumaga Rumah Makan

Total Chair         : 30

  • Simpang Raya I & II Restoran

Serang

Total Chair         : 60

  • Suka Menanti Rumah Makan

Serang

  • Sundae Restoran

Jl. Raya Cilegon

Telp           : 0254-91949

Total Chair         : 40

  • Texas Fried Chicken Restoran

Serang

  • Tokyo Restoran

Serang

  • Top Ten Restoran

Jl. Raya Cilegon, Serang

Total Chair         : 80

  • Tunggal Cirebon Rumah Makan

Serang

  • Yosinomi Japanese Restoran

Jl. Anyer Cigading, Serang

Telp           : 0254-92875

Total Chair         : 60

Tangerang


  1. Aneka Baru Restoran

Jl. Atang Sanjaya Banda, Tangerang

  1. Aroma Rumah Makan

Kodya Tangerang

  1. Ayam Goreng Ibu Kokom Rumah Makan

Jl. KH. Hasyim Ashari

Cipandah, Tangerang

  1. Ayam Kalasan Rumah Makan

Jl. Husein Sastranegara No. 182

Benda, Tangerang

  1. Bunga Kapas Restoran

Kodya Tangerang

  1. Kelapa Kuning Restoran

Jl. Kanjeng Dalem N0. 4, Tangerang

  1. Lautan Kencana Restoran

Kodya Tangerang

  1. Lembur Kuring Rumah Makan

Jl. Tol Sudirman, Tangerang

  1. Model & Singing Hall Restoran

Kodya Tangerang

  • Pizza Hut

Jl. Daan Mogot, Tangerang

  • Pondok Laut Restoran

Jl. Bahrudin, Tangerang

  • Pondok Selera I Restoran

Jl. Bahrudin, Tangerang

  • Pondok Selera II Restoran

Jl. Gatot Subroto Km. 3

No. 66, Tangerang

  • Putri Sunda Cipondoh Retsoran

Jl. Hasyim Ashari No. 23, Tangerang

  • Remaja Kuring Restoran

Jl. Gatot Subroto, Tangerang

  • Sederhana Rumah Makan

Jl. Kisamaun, Tangerang

  • Selera Kuring Pujalidane Restoran

Jl. Perintis Kemerdekaan, Tangerang

  • Sinar Jaya Rumah Makan

Jl. Kisamun No. 1, Tangerang

  • Tajak Restoran

Kodya Tangerang

  • Terminal 2001 Restoran & Bar

Jl. Daan Mogot, Tangerang

Kabupaten Tangerang


  1. 3-M Rumah Makan

Jl. Raya Pantai Dadap, Kosambi

Kab. Tangerang

  1. Dadap Indah Rumah Makan

Jl. Raya Pantai Dadap, Kosambi

Kab. Tangerang

  1. Damai Indah Golf Restoran

Jl. Desa Lengkong Wetan, Serpong

Kab. Tangerang

  1. Delly Joy
    Pertokoan Mitra Perum II

Kab. Tangerang

  1. Grand Sentul Rumah Makan

Desa Sentul, Kab. Tangerang

  1. Paman Billy Restoran

Pamulang Plaza. Kab. Tangerang

  1. Pondok Jagung Rumah Makan

Kp. Pripang, Kab. Tangerang

  1. Sanur Indah Rumah Makan

Jl. Raya Pantai Dadap, Kosambi

Kab. Tangerang

  1. Sari Kuning Rumah Makan

Ruko Blok C1/Iv BSD, Kab. Tangerang

  • Sate Kambing Muda Pondok

Jl. Raya Pondok Ranji No. 11

Kab. Tangerang

  • Serba Nikmat Rumah Makan

Jl. Ir. Pantai Dedap, Kosambi

Kab. Tangerang

  • Situ Gintung Rumah Makan

Jl. Ir. H. Juanda Gintung Ciputat

Kab. Tangerang

  • Sumur Bandung Rumah Makan

Jl. Raya Serang-Sumur Bandung

Kab. Tangerang

  • Takara Golf Restoran

Tiga Raksa, Kab. Tangerang

  • Wendy’s Hamburger Restoran

Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-3

Kab. Tangerang

  • Yatsuka Restoran

Cikupa, Kab. Tangerang

Kawarang

  1. Dukuh Rumah Makan

Jl. Ir. H. Juanda Karawang

Telp : (0267) 402013

Total Chair : 64

  1. Grand Omega Rumah Makan

Jl. Jend. A. Yani, Karawang

Telp : (0267) 403212

  1. Ikan Mas Rest

Jl. Suroto Kunto, Warung Bambu, Karawang

Telp : (0267) 401447

Total Chair : 32

  1. Mutiara Rest

Jl. Tuparev No. 28

Telp : (0267) 202447

Total Chair : 40

Lamongan


  1. Kita II Restoran

Jl. Plaosan Babat (Sebelah Selatan Terminal Bus)

Lamongan

Total Chair         : 50

  1. Koliotik Restoran

Jl. LEtjen Suprapto No. 29, Lamongan

Total Chair         : 39

  1. Mira Restoran

Jl. Simpang Tiga Babat No. 100 Lamongan

Telp           : +62 322 41296

Total Chair         : 44

  1. Raharjo Restoran

Jl. Raya Kobalan Pelangn, Lamongan

Telp           : +62 322 41280

Total Chair         : 60


 

Tuban

  1. Anang III Restoran

Jl. Dr. Ponodan, Plumpang, Tuban

Total Chair         : 200

  1. Laut Indah Restoran

Jl. Raya Semarang Km. 6/6 Tuban

Telp           : +62 356 22049

Total Chair         : 100

  1. Mina Restoran

Jl. Raya Pakah Tuban

Total Chair         : 80

  1. Pangestune Restoran
  2. Raya Semarang No. 2, Tuban

Telp           : +62 356 21454

Total Chair         : 90

  1. Pondok Asih Restoran

Jl. Raya Pakah Tuban

Total Chair         : 100

  1. Taman Sari Restoran

Jl. Raya Semarang Km. 3/4 Tuban

Telp           : +62 356 21209

Total Chair         : 200

 

Cirebon

  1. Nasi Jamblang Mang Dul

Jl. Dr Cipto Mangunkusumo 4 Gunung Sari

  1. Nasi Lengko H Barno

Jl. Pagongan 15B

Telp (0231) 210064

  1. Empal Gentong mang Darma

Jl. Slamet Riyadi krucuk samping BTN

Telp (0231) 245069

  1. Manisan Sinta

Jl. Lemahwungkuk no 37

  1. Emping

Jl. Raya Gunung Jati menuju arah Indramayu

  1. Mangga Gedong

Jl. Kebon Cai

  1. RM H. Mul seafood

Jl. Dr Cipto Mangunkusumo – Kalibaru

  1. Mie Koclok “Pak Kurdi”

Jl. Penggiringan no 2

  1. Pusat Oleh-Oleh Sumber Jaya

Jl. Siliwangi no 229-231

depan pasar pagi

Brebes

  1. Telur asin Setuju Jaya

Jl Pemuda 231

  1. Sate Suharjo

Jl Ahmad Yani no 31

Telp (0238) 671797

  1. Sate kambing H Moel

Jl Raya Kaligangsa Wetan

Telp (0283) 671763

Tegal

  1. Kupat bongkok

Jl. Slamet Riyadi

  1. Kupat Glabed

Mal Pacific – Tegal

  1. Warung makan Pian (nasi lengko)

Jl. Kol Sugiarto 25

  1. Tahu Murni dan RM nata jaya

Jl. Raya Dampyak 19-21

Telp (0283) 35188

  1. Pia Argasari

Jl Gurami 15

  1. Sate Pak Kumis

Jl Dr Cipto Mangunkusumo 282

Telp (0283) 310303

Pemalang

  1. Soto Grombyang

Pasar Anyar, dekat stasiun KA pemalang

  1. Sate Loso pak Mulu

Jl. Urip Sumoharjo 124

  1. Resto Pring Sewu (gurame)

Jl. Raya Tegal Pemalang km 7

Telp (0283)

 

Pekalongan

  1. Garang asem dan nasi Megono H Masduki

Jl. Alun alun 78

  1. Soto Tauto ibu Bawon atau Soto PPIP

Jl. Dr Wahidin gg 12A

  1. Nasi Uwet H Zarkazi

Jl. Sulawesi 1C

  1. Sop Buntut bu Leman

Jl. Dr Wahidin no 91

Telp (0285) 433606

  1. RM Kartika Sari

Jl Raya Tegal sari no 38/39

Telp (0285) 391385

  1. Warung Pecel Barokah

Jl. Raya 4 Wiradesa

Telp (0285) 420025

  1. Rumah Makan Bu Nani menyediakan aneka seafood

 

Comal

  • RM Prima

Jl. Ahmad Yani 31-33A

Kendal

  1. Sup Buntut Tina

Jl. Raya barat kendal

Telp (0294) 381304

  1. RM Salsabil II

Jl. Raya Brangsong

Telp (0294) 5790999

Jepara

  • RM Pondok Rasa

Jl. Pahlawan 2

Kudus

  1. RM Sari Rasa

Jl. AKBP Agil Kusumadya 20

Telp (0291) 442218

  1. Lontong Sayur Tuyuhan

Desa Tuyuhan, Lasem

  1. Satai Serepeh

Pusat kota Rembang

  1. Soto Kerbau Karso-Karsi

Jl.  AKBP Agil Kusumadya

  1. Jenang Kudus

Jl.  Sunan Muria

Jl.  RM Sosrokartono

Jl.  Dr Ramelan

Jl.  Masjid, Kudus Wetan

  1. Pindang Kudus Mapan

Jl. Tanjung, kudus

  1. Satai Kerbau Semsaka gang empat

Jl. Nuri, Kudus

  1. Opor Sunggingan

Jl. Nitisemito kios 10-12

Rembang

  • Sirop Kawista cap Dewa

Jl. Utama – Rembang

Pati

  • Nasi Gandul HA Warsimin

Jl. Kiai Pupus

Telp (0295) 382639

Tuban

  1. Sate & Becek Menthok

Jl. Majapahit, belakang RS Median Mulia

 

  1. Mbak Yatmi

Depan Mesjid Raya

  1. RM Pangestune

Jl. Semarang No.1

 

Lamongan

  • Depot Asih Jaya (soto ayam Gagrak Lamongan)

Jl. Panglima Sudirman 75

Telp (0322) 315853

 

Gresik

  1. Nasi Krawu Mbak Su

Jl. HOS Cokroaminoto, Gg 1 no 32

  1. Warung kopi pak Abdul Rochim

Jl. KH Wahid Hasyim III/2

  1. RM Bandeng Pak Elan

Jl. Veteran 69

Telp (031)

Budaya, Jakarta

Ondel-Ondel: Keindahan Manekin Raksasa Khas Betawi

Inilah salah satu atraksi budaya Betawi yang dapat Anda lihat di Jakarta. Ya, Ondel-Ondel merupakan pertunjukan khas masyarakat Betawi yang sering tampil dalam berbagai perayaan seperti pesta panen, penyambutan tamu, serta berbagai perayaan resmi lainnya. Arak-arakan Ondel-ondel telah melengkapi penghias wajah ibu kota Jakarta.

Ondel-ondel adalah manekin raksasa yang tingginya bisa mencapai sekitar 2,5 meter dengan lebarnya sekitar 3 kaki. Ondel-ondel ini mengenakan pakaian berwarna-warni dan riasan wajah tebal, juga bergam ornamen di kepalanya. Berperan sebagai subjek pengendali ondel-ondel adalah seorang pria yang berjalan dan menari bersama musik khas Betawi.

Ondel-ondel dibuat secara tradisional dari bilah-bilah bambu dan diberi pakaian dengan perhiasan layaknya pengantin. Hampir semua bahan pembuatannya alami berasal dari sekitaran kampung di Betawi. Termasuk juga pewarnanya merah, kuning, dan warna-warna cerah lainnya dibuat dengan bahan alami. Bagian wajah ondel-ondel berupa topeng atau kedok dengan rambut dibuat dari ijuk. Salah satu tempat untuk Anda melihat pembuatan ondel-ondel khas Betawi adalah di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat.

 

Ondel-ondel ditampilkan berpasangan laki-laki dan perempuan yang diibaratkan seperti suami istri. Ondel-ondel laki-laki wajahnya dicat merah, diberi kumis melintang, jenggot, alis tebal, cambang, dan kadang dibuatkan caling. Sementara itu, ondel-ondel perempuan wajahnya dicat putih atau kuning. Diberi rias gincu, bulu mata lentik, dan alis lancip. Kadang-kadang dibuatkan tai lalat. Kadang juga tampil ondel-ondel anak-anak. Ondel-ondel tersebut memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya. Oleh karena itu, Ondel-ondel dapat dikatakan sebagai dayang desa.

Bahan pakaian ondel-ondel masing-masing 10 meter. Pakaian ondel-ondel laki-laki berwarna gelap dengan jenisnya pakaian pangsi. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembang-kembang dengan jenisnya baju kurung.

Nyok kite nonton ondelondel, nyok kite ngarak ondelondel. Ondelondel ade anaknye anaknye nandak gel igelan”. Itulah sepenggal lirik lagu “ Ondel-Ondel” yang terkenal dan sangat identik dengan keberadaan masyarakatnya Betawi.

Budaya manekin dengan iringan musik seperti ondel-ondel ini mendapat pengaruh Hindu sebagai lambang dewa-dewa penyelamat. Awalnya permainan ini digunakan untuk pemujaan arwah nenek moyang atau tokoh yang dihormati. Namun, saat ini ondel-ondel lebih berfungsi media hiburan, seperti pada pesta panen, penyambutan tamu, atau pesta khitanan. Manekin raksasa ini juga pernah dikenal di Jawa Barat dengan sebutan badawang, di Jawa Tengah disebut barongan buncis, dan di Bali lebih dikenal dengan nama barong landung.

Ondel-ondel Betawi dibuat dengan tujuan untuk mengusir roh jahat dan penyakit. Ondel-ondel pun awalnya kental dengan sisi magis dimana penari ondel-ondel harus memberikan sesajen berupa rokok, kopi, air kelapa, atau pun telur ayam kampung sebagai sesaji kepada leluhur sebelum memulai arak-arakan. Cara memberi minuman tai sesajen kepada ondel-ondel adalah dengan menaruhkannya dalam kerangka tubuh ondel-ondel. Apabila sesajen ini tidak dipenuhi maka ondel-ondel pun diyakini tidak akan maksimal beraksi. Akan tetapi, saat ini masyarakat Betawi lebih memanfaatkan ondel-ondel sebagai perangkat budaya untuk menyemarakan pesta atau untuk acara peresmian khusus. Setidaknya beragam kegiatan itu telah berjasa mempertahankan tradisi unik ini di tengah deru modernitas kota metropolitan.

Ondel-ondel tidak akan berjalan tanpa iringan musik khas Betawi yaitu musik tehyan. Jenis musik tradisional ini mendapatkan pengaruh dari pengaruh China. Kadang-kadang, sekelompok orang bermain tanjidor, yaitu alat musik yang berasal dari istilah Portugis untuk sekelompok orang yang bermain musik, tangedores. Ada juga ondel-ondel yang menggunakan musik gendang pencak Betawi, musik ningnong, gambang kromong, dan rebana ketimprung.

Musik khas Betawi akan menyertai ondel-ondel ketika mereka tampil dalam sebuah parade. Setiap kelompok dari berbagai kampung di Betawi akan memainkan jenis musik yang berbeda, tergantung pengaruh yang diresapinya. Oleh karena itu, ondel-ondel bisa sangat beragam jenisnya. Beberapa hadir dengan tehyan, beberapa dengan gambang kromong, sementara yang lainnya tampil dengan warna tanjidor.

Saat ini ada beberapa kelompok ondel-ondel yang aktif melestarikan budaya yang cantik ini, yaitu ondel-ondel pimpinan Gejen (Kampung Setu), ondel-ondel Beringin Sakti pimpinan Yasin (Rawasari). Adapula ondel-ondel pimpinan Lamoh (Kalideres) yang diiringi bende, ningnong dan rebana ketimpring.

Anda juga dapat melihat ondel-ondel dengan mengunjungi Dunia Fantasi. Di sana memamerkan beberapa pasang ondel-ondel dimana biasanya bersama badut yang menghibur pengunjung. Dalam pementasannya ondel-ondel tersebut diiringi alat musik berupa kendang, kenong dan terompet.

Musik Betawi lahir dari beragam budaya sesuai lokasinya yang dekat dengan pelabuhan. Pengaruh China memengaruhi suara dan jenis musiknya. Pengaruh Portugis memainkan peran dalam memberikan ansambel merdu. Pengaruh budaya Islam dari Timur Tengah juga terlihat dalam irama dalam setiap elemen pertunjukan. Semua itu berpadu bersama budaya lokal dan menjadikan musik tradisional Betawi begitu khas melantunkan intrumen yang harmonis.

Betawi sendiri merupakan nama dari sebuah kota sekaligus nama kelompok etnis. Sebelum VOC datang, kelompok etnis Betawi lahir dari perkawinan multikultural seperti Jawa, Sunda, Arab, Cina, Bali, Bugis, Makassar, Melayu, dan Ambon.

Kata betawi berasal dari nama betavia atau batavia, yaitu sebuah nama lama untuk Jakarta. Istilah batavia berasal dari bahasa Belanda dan Jerman, yaitu Batavieren, adalah salh satu suku nenek moyang orang Belanda yang bermigrasi ke Belanda (Rijndelta) dari bagian barat Jerman. Suku ini tinggal di kota tembok kuno di tepi Sungai Maas.

Semua gubernur VOC di Nusantara menggunakan nama Batavia untuk kota pelabuhan ini, termasuk juga pendirinya yaitu Jan Pietersz Coen. Ia sebenarnya ingin memberi nama kota pelabuhan ini sebagai Nieuw Hoorn dengan alasan karena ia lahir di Hoorn, Belanda utara. Akan tetapi, karena harus mematuhi perintah pusat dari Kerajaan Belanda maka ia menamainya Batavia.

Kota Batavia sendiri saat itu bersifat tertutup. Tidak ada penduduk setempat yang diizinkan tinggal di dalam kota karena dibatasi oleh benteng. Akan tetapi, beberapa kelompok etnis seperti Coromandel  (tentara bayaran Jepang), orang Banda dan Banten (orang Sunda sebagai penduduk lokal Sunda Kelapa) pernah tinggal di dalam kota tersebut.

Budaya, Jakarta

Cingkrik Goning: Pencak Silat Khas Betawi di Taman Mini Indonesia Indah

 

Jejak masa lalu masyarakat kota Jakarta lekat dengan budaya pencak silat betawi. Pencak silat telah mewarnai kehidupan masyarakat betawi yang saat itu dikenal juga dengan nama maen pukulan. Masyarakat Betawi khususnya laki-laki seakan wajib mempelajarinya beriringan dengan menimba ilmu agama Islam.

 

Betawi terkenal dengan tokoh-tokoh silatnya dan juga aliran jurusnya seperti Cingkrik, Gie Sau, Beksi, Kelabang Nyebrang, Merak Ngigel, Naga Ngerem dan banyak lainnya..

Silat betawi terkenal dengan aliran silatnya yang beragam sesuai asal kampung atau daerah perkembangan aliranya. Karena itu pula masyarakat betawi sering menyebut kelompok mereka berdasarkan tempat tinggalnya, seperti Orang Rawabelong, Orang Kemayoran, atau Orang Senen. Perubahan penamaan berdasarkan daerah ini baru bergeser tahun 1923 sejak Moh Husni Thamrin dan tokoh masyarakat betawi mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi sebagai sebuah kelompok etnis sosial yang lebih luas dan dikenal dengan nama orang Betawi.

Hampir di setiap kampung di Betawi terdapat jagoan silat, mereka menjaga kampung dan disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. Jagoan kampung ini menggunakan ilmu beladiri untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi kezaliman. Keberadaan mereka sangat di hormati masyarakat Betawi, terlebih karena dekat dengan ulama dan mengayomi masyarakat.

Ada beragam aliran silat Betawi yang sekarang masih dikembangkan warisan turun-temurun. Keragaman aliran silat betawi turut diwarnai silat dari daerah lain seperti silat aliran Sahbandar, Kuntao (China) dan beberapa aliran silat dari Sunda.

Saat ini salah satu aliran silat betawi yang khas dan dikenal dengan cukup khas sebagai silat betawi pada umumnya adalah silat cingkrik. Silat cingkrik telah masuk ke berbagai pelosok kampung Betawi dan memiliki banyak turunan alirannya, selain juga aliran silat beksi yang tersebar luas.

Anda dapat menemukan atraksi dan keindahan gerakan aliran silat cingkrik setiap Sabtu pagi di aula Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Ada ruangan terbuka seluas 10×10 meter persegi yang ditapaki oleh kaki-kaki pesilat Betawi yang lincah. Padepokan ini dipimpin Tubagus Bambang Sudrajat yang dikenal sebagai guru besar aliran silat betawi cingkrik goning. Guru besar silat ini belajar silat sejak usia 11 tahun dan di usia 30 tahun ia mengajarkan ilmu warisan leluhur ini sebagai pesan dari leluhurnya.

Cingkrik goning adalah aliran silat yang yang mengandalkan kelenturan dan kecepatan. Aliran silat ini merupakan silat yang murni menggunakan teknik fisik dan tidak ada hitungan satu, dua, tiga seperti bela diri lain, tetapi hanya ada hitungan satu, yaitu ‘lawan sudah harus jatuh’.  Aliran cingkrik goning selalu berusaha untuk masuk dan mengunci lawan dengan tidak banyak berlama-lama bertukar pukulan atau tendangan.

Keahlian bela diri aliran cingkrik goning diidentikan dengan kisah Si Pitung, seorang tokoh jagoan Betawi tempo dulu.

Gerakan utama dalam silat ini menggunakan satu kaki untuk melompat. Karena gerakan ini orang Betawi kemudian menyebutnya jejingkrikan dan kemudian disebut jingkrik atau cingkrik. Aliran cingkrik pertama kali dikembangkan oleh Ainin bin Urim yang biasa dipanggil Engkong Goning (1895-1975) di Rawa Belong, Kebon Jeruk dan Jembatan Dua. Engkong Goning yg merupakan pejuang dari wilayah Kedoya. Ilmunya kemudian diturunkan kepada Usup Utay, yang kemudian menurunkan kepada mantunya yaitu Tubagus Bambang Sudrajat yang kini memimpin padepokan silat di TMII.

Saat ini aliran cingkrik terbagi dua yaitu cingkrik sinan dan cingkrik goning.  Perbedaan di antara keduanya adalah cingkrik sinan menggunakan ilmu kontak sementara cingkrik goning hanya mengandalkan kelincahan fisik.

Silat Betawi umumnya menonjolkan serangan tangan dan kaki yang sangat cepat..

Cingkrik goning mengaplikasi sistem tingkatan dimana yang tertinggi adalah sabuk merah dengan lima strip. Untuk mencapai tingkatan tersebut memakan waktu maksimal 7 tahun dimana seseorang harus menguasai 4 tahapan. Pertama, menguasai 12 jurus dasar cingkrik goning. Kedua, belajar sambut. Ketiga, mempelajari 12 jurus dasar yaitu 80 bantingan khas cingkrik goning. Keempat, adalah jual beli atau bertarung.

Jadi, sekarang saatnya Anda melihat atau memberanikan diri datang ke TMII untuk bersentuhan dengan kelincahan aliran silat Betawi ini. Mempelajari ilmu bela diri silat betawi akan membawa Anda mempelajari kandungan filosofi dan teknik yang tidak kalah mengagumkan dengan ilmu bela diri lainnya dari luar.

Budaya, Jakarta

Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal:  Menikmati  Beragam Karya Islam Nusantara

Sekilas

Di Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal Anda dapat melihat Al-Quran berukuran raksasa bersanding dengan Al-Quran sebesar ibu jari. Di sinilah Anda temukan Budaya Nusantara terlampir lewat beragam karya seni yang indah.

Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal memiliki kesatuan utuh dengan perannya masing-masing. Bertujuan untuk meningkatkan kecintaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Quran. Diresmikan 20 April 1997 oleh Presiden Soeharto sebagai tonggak perkembangan dan kebesaran Islam di Indonesia sekaligus menyiarkan kegemilangan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Nikmatilah berbagai koleksi karya seni dan budaya Nusantara bernafaskan Islam yang khas. Anda dapat melihat manuskrip keagamaan selain Al-Quran, juga berbagai karya arsitektur, benda arkeologis, benda tradisi, seni tradisional, juga seni rupa kontemporer. Ada juga benda-benda seni kerajinan tangan, seperti keramik, songket, bordir, kulit dan interior dengan sentuhan Islam ikut melengkapi seluruh koleksi di museum ini. Ada juga bangunan mini dan foto masjid-masjid Indonesia, dibangun dengan arsitektur yang khas dan tidak dimiliki daerah lain. Misalnya saja Masjid Baiturrahman, Nangroe Aceh Darussalam yang dibangun abad ke-17 Masehi, Masjid Demak, Masjid Kudus, Masjid Sultan Ternate, dan tentu saja Masjid Istiqlal. Jadi bayangkan begitu banyak warisan peradaban Islam Nusantara tersaji di tempat ini tanpa harus mengelilingi Indonesia.

Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal menempati area seluas 20.013 meter persegi, berupa gedung 4 lantai di kawasan gerbang utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menghadirkan pesona untuk direnungkan. Karya-karya unggulan para ulama dan intelektual muslim Nusantara sejak abad ke-17 sampai abad ke-20 terpampang sebagai karya bernilai  historis  tinggi.

Bayt Al-Quran merefleksikan fungsi Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia sementara Museum Istiqlal merupakan perwujudan pelaksanaan petunjuk-Nya dalam kehidupan dan budaya umat Islam Indonesia. Kedua tempat ini bukan sekadar tempat untuk menyimpan dan memamerkan Al-Quran dari berbagai tempat di Indonesia, melainkan juga wadah kajian dan pengembangan ilmu berkaitan Al-Quran dan budaya Islam

Sejak tahun 2007, Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal secara struktural berada dalam organisasi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Badan litbang dan Diklat Departemen Agama RI. Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal menampilkan Islam sebagai pemersatu Indonesia dari berbagai etnik, ajaran, dan kebudayaan Islam Indonesia yang berkualitas dan kreatif dalam upaya untuk memantapkan jati diri bangsa Indonesia.  Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal juga menampilkan wajah Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia dengan menampilan kajian sejarah perkembangan ajaran Islam dan implementasinya dalam budaya yang bersifat terbuka, otentik, toleran, progresif dan kosmopolitan.  Tempat ini diharapkan sebagai pemicu untuk pengkajian ajaran dan kebudayaan Islam di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara.

 

Kegiatan

Kehadiran Anda akan disambut sentuhan arsitektur islami yang tampak dari luar berupa ukiran kaligrafi Arab terpampang di gedung bagian depan dan sebuah menara berdiri menyapa saat Anda datang. Tempat ini berdiri di atas lahan seluas 20.013 meter persegi, terbagi menjadi dua, yakni ruang Bayt Al-Quran (memajang mushaf-mushaf Al-Quran dari berbagai daerah) dan ruang Istiqlal (menampilkan sejarah perkembangan dan penyebaran agama Islam melalui budaya di Indonesia).

Mulailah penjelajahan Anda dengan  melihat seni kaligrafi dari ayat-ayat Al-Quran yang sangat mengagumkan. Di sepanjang lorong museum, Anda  juga akan melihat puluhan mushaf-mushaf Al-Quran tulisan tangan dari ukuran terbesar hingga ukuran paling kecil, panjangnya tidak lebih dari ukuran ibu jari. Sementara, tahun pembuatannya tertera dari pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Perbedaan dari puluhan mushaf tersebut terlihat dari gaya penulisannya yang tidak terlepas hasil serapan budaya tempat mushaf itu dibuat. Seperti corak iluminasi dan karakter kaligrafi terbentuk berdasarkan kondisi zaman dan kreatifitas  daerah masing-masing.

Amatilah Mushaf Istiqlal, Mushaf Wonosobo, merupakan mushaf paling besar, hasil karya dua santri Pondok Pesantren Al-Asy’ariah Wonosobo, Mushaf Kuno Nusantara, Mushaf Sundawi, Mushaf Jakarta, Mushaf Cirebon, Mushaf Kerajaan Bima, Mushaf Pusaka RI, dan masih banyak lagi. Tak hanya mushaf dari dalam negeri, ruang pamer Bayt Al-Quran juga memajang beragam karya seni mushaf dari dalam dan luar negeri, termasuk Mushaf Malaysia yang menampilkan iluminasi ragam khas Malaysia.

Lihat juga Al-Quran Braille, khusus bagi mereka penyandang tuna netra, Al-Quran terjemahan bahasa daerah, serta Al-Quran berstandar Indonesia. Ada juga peti-peti dengan ukiran indah untuk menyimpan mushaf-mushaf dari bahan kayu jati dan kuningan. Sesuai perkembangan teknologi, Al-Quran juga dikemas dalam bentuk perangkat elektronik dan digital, seperti kaset, CD, VCD, DVD, serta telepon genggam .

Museum Istiqlal menyajikan koleksi karya seni budaya bangsa Indonesia yang bernafaskan Islam, antara lain berupa manuskrip keagamaan selain Al-Qur’an, karya arsitektur, benda arkeologis, benda tradisi, dan seni rupa kontemporer. Di ruang ruang pamer Istiqlal, Anda bisa mengetahui peradaban budaya bangsa Indonesia bernafaskan Islam. Koleksinya antara lain, manuskrip islami, lukisan kaligrafi, batu nisan, prasasti maklumat, naskah kuno, seni tradisional dan kontemporer.

Ada naskah-naskah kuno yang berisi kajian Islam berbagai bidang ilmu agama seperti tafsir, hadis, ilmu kalam, fikih, sastra, bahasa, hingga sejarah. Naskah-naskah tersebut berasal dari Aceh, Banten, Jawa, Madura, Nusa Tenggara Barat, dan lain-lain.

Anda dapat melihat arsitektur Islami di Indonesia disajikan dalam media foto, maket, miniatur maupun denah. Amati bagaimana bangunan masjid dari yang megah hingga yang bersahaja, semuanya mempunyai keunikan tersendiri. Ada juga lembaga pendidikan seperti pesantren dan madrasah, serta rumah adat. Karya arsitektur yang unik dan khas dari berbagai daerah seperti Aceh, Jawa, Riau, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, hingga Maluku.

Benda-benda arkeologis Islam yang dipamerkan merupakan hasil temuan dari situs-situs penting awal mula Islam di Indonesia. Di sini disajikan replika batu nisan dari Aceh, Mojokerto dan Gresik. Batu nisan bernilai seni tinggi itu tidak hanya berfungsi sebagai penanda makam, tetapi juga merupakan prasasti yang menceritakan sejarah, riwayat kerajaan, serta masyarakatnya pada masa lalu.

Benda-benda tradisi bernilai Islami yang ada biasanya dipakai untuk keperluan khusus yang berhubungan dengan upacara-upacara adat, seperti perkawinan, kelahiran anak, khitanan, panen raya, dan upacara tradisional lainnya. Terdiri atas berbagai macam media, dari ukiran kayu, keramik, tenun, tekstil, hingga senjata tradisional. Pada umumnya dihiasi kaligrafi Arab berisi kalimat syahadat, ayat kursi, basmalah, dan lain-lain.

Tersaji juga beragam seni rupa islami kontemporer di Indonesia yang berkembang sejak tahun 1970-an hingga saat ini. Karya tersebut sebagian besar berupa kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an sebagai cerminan dari kondisi sosial dan budaya masyarakat masa kini dari sudut pandang seniman Muslim. Di sini disajikan karya perupa Muslim Indonesia dalam bentuk dua dan tiga dimensi, seperti lukisan di atas kanvas, lukisan kaca, tapestry, lukisan batik dan patung kaligrafi.

Jadi, dengan kelengkapan dan keunikannya maka Musem Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal adalah tempat yang patut dijadikan rekomendasi wisata religi Anda.

 

Akomodasi

Di dalam kawasan Taman Mini ada desa wisata dengan fasilitas ruang pertemuan, bungalo dan asrama yang disebut Graha Wisata Remaja, tempat yang ideal untuk backpacker. Berada di sisi jalan menuju restoran kecil, stasiun kereta gantung, kolam dan beberapa museum, terminal bus antar jemput, bus akan membawa Anda ke tempat wisata lain di dalam taman ini.

Berikut beberapa akomodasi terdekat yang dapat Anda capai sekitar Taman Mini Indonesia Indah atau Jakarta Timur. Tentu Anda bisa saja tinggal di hotel yang ada di Jakarta, karena Taman Mini hanya 1  jam dari kota.

Grand Menteng

Jl. Matraman Raya No, 21 Jakarta Timur 13150

Telp. 021 – 850 9672 Fax. 021 – 858 3961

Nirwana

Jl. Otto Iskandardinata Raya No.  14 Jakarta Timur

Telp. 021 – 819 1708 Fax. 021 – 819 1351

Alia Matraman

Jl. Matraman Raya No. 224 Jakarta Timur

Telp. 021 – 850 7777 Fax. 021 – 850 242

Mega Matra

Jl. Matraman Raya No. 115 Jakarta Timur

Telp. 021 – 856 6344/856 6355 Fax. 021 – 856 6337

Rensa

Jl. Duren Sawit No. !06 Jakarta Timur

Telp. 021 – 862 9826

Hotel Melati

Rio

Jl. Otto Iskandardinata Timur II No. 7

Telp. 021 – 851 5708

Putra Jaya

Jl. Cipinang Lontar No. 9

Telp. 021 – 819 5119

Bumi Putra

Jl. Bekasi Timur I No. 5

Telp. 021 – 819 2668

Mega Bayu

Jl. Otto Iskandardinata II No. 67c

Atika

Jl. Raya Penggilingan  No. 41

Telp. 021 – 460 3535

Sukabumi

Jl. Matraman Raya No. 136

Telp. 021 – 858 360

Win Syariah

Jl. Raden Inten II No. 57

  1. Karsa Garini

Jl. Protokol Halim Perdana Kusuma

Telp. 021 – 800 4440

Hotel Melati II

Sindanglaya

Jl. Bekasi I No. 10

Telp. 021 – 856 9554

Sukabumi Indah

Jl. Cipinang Cempadak II No. 2

Telp. 021 – 819 1454

Shinta

Jl. Pisangan Lama I No. 2

Telp. 021 – 489 4775

Fatrasari

Jl. Raya Bekasi KM. 19

Telp. 021 – 460 9350

Saleh

Jl. Utan Kayu No. 56

Telp. 021 – 858 3056

New Idola

Jl. Pramuka Raya No. 26

Telp. 021 – 850 3232

Pemuda Jaya

Jl. Pemuda No. 16

Telp. 021 – 472 0434

 

Berbelanja

TMII menjual beragam suvenir untuk mengingatkan perjalanan Anda di TMII. Berbagai macam kaos, topi, kartu pos banyak tersedia di sini.

 

Kuliner

Lihat Kuliner di Taman Mini Indonesia Indah.

Nikmatilah beragam cita rasa menggugah selera di sekitaran Jakarta Timur, berikut ini dafatar restauran dan rumah makan yang dapat Anda pilih.

Gudeg Bu Darmo

Jl. Matraman Raya No. 43

Lapo Siagian

Jl. Pramuka Raya No. 33

Lima Satu

Jl. Cipinang Raya No. 51

Intisari

Jl. Otista Raya No. 3

Kafe Laponta

Jl. Raya Bogor No. 18

Ayam Bakar Wong Solo

Jl. Raya Kalimalang Kav. DKI

Ayam Goreng Halim

Jl. Pegambiran No. 5

Ayam Goreng Ibu Haji

Jl. Bekasi Timur No. 20 Rawa Bunga

Ayam Goreng Ny. Suharti

Jl. Pemuda No. 3 A

Jl. Dewi Sartika

Bakmi Golek

Jl. Dewi Sartika No. 44 A

Jl. Kalimalang No. 14

Bakmi Pegambiran

Jl. Pegambiran No. 44

Bakso Charles

Jl. Pegambiran No. 4 C

Cafe Larisha

Jl. Jambore No. 1 (Jambore Junction)

Cahaya Timur

  1. Pegambiran No. 24

California Fried Chicken

Jl. Mayjen Sutoyo No. 76 (PGC)

Jl. Raya Bekasi KM. 21

Cana Dian 2 For I Pizza

  1. Jatinegara Timur No. 123

Cwie Mie Malang

Jl. Raya Jatiwaringin No. 53

Es Teler 77

Jl. Radin Inten II No. 211

Kentucky Fried Chicken

Jl. Pendidikan (Graha Cijantung)

Jl. Pemuda No. 3 (Arion Mall Lt. 2)

Jl. Pahlawan Revolusi (Hero Pondok Bambu)

Hoka Hoka Bento

Jl. Mayjen Sutoyo No. 76 (PGC)

Jl. Raya Taman Mini (Tamini Square)

Jl. Pendidikan (Graha Cijantung)

 

Transportasi

Taman Mini Indonesia Indah berada sekitar 25 kilometer dari Jakarta Pusat atau sekitar lima kilometer dari Bandara Halim Perdana Kusuma dan dicapai melalui jalan tol Jakarta. Anda juga dapat mencapainya  dengan transportasi umum,  taksi atau sewa mobil agar perjalanan lebih nyaman. Lokasinya beralamat di Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah I Jakarta. Ada banyak alat transportasi menuju Taman Mini Indonesia Indah dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan.

Dengan angkutan umum:

  • Metro Mini T. 45 (Pulogadung-PT.II TMII)
  • Angkot KWK S. 15 A (Ragunan – PT II TMII.)
  • Angkot KWK T. 01 (Cililitan – Bambu Apus)
  • Angkot KWK T. 02 (Cililitan – Cipayung)
  • Angkot KWK T. 05 (Cililitan – Setu)
  • Angkot KWK P. 15 (Cililitan – Cilangkap)
  • Angkot KWK K. 40 (Bekasi-Kmp. Rambutan)
  • Angkot KWK S. 19 (Depok – Pinang Ranti)
  • Bus Gandeng PPD BT. 03 (Grogol – TMII)

Stasiun Jatinegara

Stasiun Jatinegara melayani perjalanan dari Jakarta dengan tujuan Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Cirebon, Malang, Jombang, Cilacap, dan Kutoarjo. Untuk informasi bisa menghubungi nomor telp. 021 – 819 2318. Stasiun kereta api Jatinegara adalah salah satu stasiun yang tetap dipertahankan bentuk asli bangunan utamanya dengan desain konstruksi zaman Belanda.

 

Bus Dan Taxi

Bus

Big Bird

  1. Raya Pondok Gede No. 17 A

Hiba Utama

Jl. Raya Bekasi Timur KM. 17

Telp. 021 – 809 3954

Kramat Jati

Jl. Raya Bogor No. 1 Cililitan

Telp. 021 – 809 3954

Primajasa

Jl. Mayjen Sutoyo No. 32

Telp. 021 – 800 9545

Taxi

Blue Bird 021 – 794 1234

Silver Bird 021 – 798 1234

Limousine 021 – 794 4444

Steady Safe  021 – 619 8989

Express 021 – 727 90051

Gamya 021 – 840 3838

Kosti Jaya 021 – 780 1333

Royal City 021 – 850 0888

Dian 021 – 580 1607

Citra 021 – 718 7233

Taxi Cab 021 – 877 55555

Angkutan Umum berupa Terminal Bus

Pulo Gadung

Jl. Raya Bekasi Timur Pulo Gadung

Telp. 021 – 489 3742

Rawamangun

Jl. Perserikatan Pulo Gadung

Telp. 021 – 489 7455

Kampung Melayu

Jl. Jatinegara Barat Jatinegara

Telp. 021 – 819 1963

Kampung Rambutan

Jl. Letjen. TB. Simatupang Ciracas

Telp. 021 – 840 0062

 

 

Berkeliling

Taman Mini memiliki berbagai macam alat transportasi seperti kereta cepat, kereta gantung dan bus antar jemput  untuk membawa Anda melewati dan berkeliling daerah ini. Lihat Berkeliling dan Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah.

Jelas ada beragam tempat dan kegiatan dapat Anda lakukan di TMII. Bangunan atau arsitektur tradisional beragam suku bangsa di Indonesia diwujudkan dalam bentuk Anjungan Daerah yang mewakili tiap provinsi di Indonesia. Selain itu beragam museum terdapat di sini dapat Anda kunjungi.

Di luar TMII ada tempat khas daerah ini yang dapat Anda kunjungi, salah satunya adalah Pusat Batu Aji di Gems Center Rawabening, Jatinegara. Tempat ini telah direnovasi dan diresmikan Mei 2010 sekaligus menjadi ikon wisata belanja Jakarta Timur dan semakin nyaman bagi pengunjungnya. Dapatkan kerajinan dari batu akik sebagai souvenir Jakarta untuk dijadikan oleh-oleh. Sebagai obyek wisata tematik, tempat ini sudah popular di kalangan pengunjung yang memiliki hobi batu aji maupun pedagang yang ingin menjual kembali di negaranya. Biasanya pengunjung dari Taiwan menyukai batu bacan dari Ternate, pengunjung dari Timur Tengah menyukai batu akik kembang, dan yang dari Jepang menyukai batu kalimaya dari Banten. Apa pilihan Anda itu bergantung selera tetapi meski tidak membli pun dengan cukup melihat-lihat sudah memuaskan rasa penasaran Anda terhadap keindahan batu-batu alam ini.

Apabila Anda menyukai tanaman maka kunjungilah Taman Anggrek Indonesia Permai Berada di Jalan Raya Taman Mini. Tempat ini diresmikan tanggal 20 April 1993 dengan luas 1,5 hektar sebagai wahana wisata khususnya tanaman anggrek dan telah banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Terdapat sarana pendukung pengembangan agrowisata tanaman anggrek, sarana dan prasarana yang meliputi pusat peragaan anggrek, pusat pemasaran anggrek Indonesia dan tanaman hias, objek agrowisata dan rekreasi, gedung pusat penelitian dan pengembangan anggrek, gedung pusat informasi peranggrekkan dan bursa tanaman anggrek. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor telepon 021 – 840 4025/840 4111 faksimil 021 – 840 4024.

Tips                                                                                                                                                                                               

Lihat Tips di Taman Mini Indonesia Indah.

  • Informasi lebih lengkap:

Museum Istiqlal Bait Alqur’an

Jl. Raya Taman Mini Pintu 1 Ceger

Telp              : (021) 8409214, 8409210

Fax                 : (021) 8400709

Budaya, Jakarta

Pangeran Jayakarta dan Perlawanannya pada VOC

Siapa sebenarnya Pangeran Jayakarta? Adakah cerita di balik sosoknya yang lekat dengan nama Jakarta? Bagaimana pula perjuangannya saat menghadapi VOC?

Pangeran Jayakarta atau nama lainnya Pangeran Akhmad Jakerta adalah putra dari Pangeran Sungerasa Jayawikarta yang berasal dari Kesultanan Banten. Sumber sejarah lain menyebutkan bahwa ia adalah putra dari Ratu Bagus Angke atau Pangeran Hasanuddin, yaitu menantu Fatahillah.

Pangeran Jayakarta mewarisi kekuasaan atas pelabuhan ini dari dari Fatahillah yang berhasil merebutnya pada Februari 1527 dari Kerajaan Pajajaran yang bersekutu dengan Portugis. Fatahillah kemudian mengganti namanya dari Sunda Kelapa menjadi Jayakerta atau Jayakarta. Nama itulah yang perlahan berubah menjadi Jakerta atau Jakarta pada 22 Juni 1527 dan sekarang dijadikan sebagai hari jadi Kota Jakarta. Pangeran Jayakarta menjadi penguasa kota Pelabuhan Jayakarta sekaligus wakil Kesultanan Banten.

Pangeran Jayakarta memimpin pelabuhan ini sebagai bandar yang ramai disinggahi kapal dagang Eropa dan Asia saat itu. Di saat yang sama sebuah perusahaan dagang asal Belanda, yaitu VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) secara perlahan ingin menguasainya. VOC sendiri sebelumnya sudah menguasai perdagangan rempah-rempah Nusantara yang berpusat di Maluku.

VOC kemudian membeli tanah seluas 1,5 hektar di sisi timur muara Kali Ciliwung. Catatan sejarah pada November 1610 menjelaskan bahwa Kapten Jacques L’Hermite membayar sebesar 2.700 florin atau 1.200 real kepada Pangeran Jayakarta. Inilah pertama kali VOC berhasil membangun sebuah gudang permanen pertamanya yang terbuat dari kayu dan batu dan diberi nama Nassau Huis. Bukan hanya Belanda yang tertarik dengan pelabuhan ini, Inggris pun saat itu mendirikan benteng di sisi barat muara Kali Ciliwung.

Di tanah yang luasnya tidak seberapa itu kemudian VOC memonopoli perdagangan sehingga menimbulkan perselisihan dengan Pangeran Jayakarta. Bahkan, saat VOC dipimpin Jan Pieterzoon Coen, kemudian dibangun gedung kembaran Nassau Huis yang bernama Mauritius Huis. Di antara kedua gedung tersebut kemudian dibangun tembok berbentuk benteng segi empat dengan tinggi sekira 6 meter dilengkapi meriam di setiap sudutnya. Konflik pun semakin meruncing dari persaingan dagang ke perebutan pelabuhan strategis perdagangan. Pecahlah perang pertama di sini dimana pasukan Pangeran Jayakarta yang dibantu Kesultanan Banten berhasil mengalahkan VOC. Jan Pieterszoon Coen dan pasukan VOC kemudian mundur sejenak ke Ambon untuk mempersiapkan serangan balik dengan jumlah pasukan yang lebih besar.

Konflik dalam waktu yang sama bukan saja dengan VOC, nyatanya di kawasan ini juga pecah perang antara Kesultanan Banten dengan Inggris. Pasukan Inggris berhasil diusir dari Jayakarta. Akan tetapi, baru saja perang usai, tiba-tiba pasukan VOC kembali ke sini dengan pasukan lebih besar dari Ambon. Jan Pieterszoon Coen memimpin pasukan dengan misi balas dendam bersemboyankan “Despereet Niet” atau “Jangan Putus Asa”.  Kesultanan Banten dan Pasukan Jayakarta yang baru saja berperang dengan Inggris mengalami kelelahan sehingga berhasil dipukul mundur dari pelabuhan ini ke arah tenggara.

Dengan kemenangan tersebut, VOC kemudian menguasai hampir seluruh kawasan Pelabuhan Jayakarta (Sunda Kelapa). VOC membumihanguskan kawasan ini beserta seluruh isinya termasuk Keraton Jayakarta. Sejarah mencatat pada 12 Maret 1619, Jan Pieterszoon Coen kemudian mengubah nama Jayakarta menjadi Koninkrijk Jacatra (Kerajaan Jakarta) dan membangun kota baru yang dikelilingi benteng dengan nama Batavia tepat di atas reruntuhan Jayakarta.

VOC membangun sebuah kota berbudaya Eropa yang mirip seperti Kota Amsterdam di Belanda. VOC juga melakukan pengusiran terhadap orang-orang Banten, Cirebon dan Demak dari wilayah sekitar kota. Perlahan tapi pasti dari sinilah kemudian VOC menguasai seluruh Nusantara dengan benteng-benteng baru yang melindunginya di Kepulauan Seribu. (Baca juga artikel: Jejak Sejarah VOC dan Hindia Belanda yang Menggetarkan Hati di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu)

Mundurnya pasukan Pangeran Jayakarta ke arah tenggara Jayakarta bukan berarti selesai peperangan. Ketika diajak berdamai oleh VOC pun ia menolak, bahkan bersama pasukannya justru gencar menyerang pelabuhan ini dari berbagai sisi. Perang 9 tahun itu menyisakan beberapa cerita heroik dari keturunan Pangeran Jayakarta dan pasukannya. Salah satunya adalah saat Panglima Perang Syekh Badar Alwi Alidrus terdesak di daerah Mangga Dua kemudian ditangkap dan dikuliti tentara VOC atas perintah Jan Pieterszoon Coen. Pangeran Jayakarta  juga terdesak di daerah ini namun berhasil meloloskan diri dengan melepas jubah dan sorbannya yang dibuang ke sebuah sumur dan pasukan VOC mengiranya tewas. Mereka kemudian menghentikan pengejaran dan menimbun sumur dengan tanah. Sumur yang berlokasi di Jalan Pangeran Jayakarta tersebut dikenal sebagai Keramat Pangeran Jayakarta.

Pangeran Jayakarta memutuskan untuk mundur ke selatan bersama pasukannya hingga tiba di hutan jati sekitar tepian Kali Sunter. Sejak tahun 1619 daerah tersebut dikenal sebagai Jatinegara Kaum. Kata jati bermakna setia dan kata negara bermakna pemerintahan, makna jatinegara diartikan sebagai pemerintahan yang sejati. Dengan nama ini, Pangeran Jayakarta berusaha membuktikan bahwa pemerintahannya masih berjalan meskipun Jayakarta telah direbut oleh Belanda dan diubah menjadi Batavia. Dari sini juga Pangeran Jayakarta dan pengikutnya bergerilya sehingga membuat Batavia tidak pernah aman selama 80 tahun.

Pangeran Jayakarta juga membangun sebuah masjid di Kali Sunter tahun 1620 untuk menggalang kekuatannya kembali. Masjid tersebut dinamai Masjid As-Salafiyah (bermakna tertua). Masyarakat sekitar sempat menyebutnya sebagai Masjid Pangeran Jayakarta. Di masjid inilah para pengikut setia Pangeran Jayakarta baik itu ulama, tokoh masyarakat, maupun jawara sering berkumpul untuk menyusun strategi perjuangan melawan Belanda sekaligus melakukan dakwah Islam.

Tahun 1940 Pangeran Jayakarta wafat dan dimakamkan dekat Masjid As-Salafiah (kawasan Jatinegera Kaum, Jakarta Timur) bersama keluarga dan pengikutnya. Menurut cerita bahwa makam terakhir bangsawan Banten itu pernah dirahasiakan keberadaannya hingga tiga abad. Makam Pangeran Jayakarta baru diumumkan tahun 1965 bertepatan dengan HUT DKI ke-429, pada masa Gubernur Henk Ngantung.

Makam Pangeran Jayakarta sempat dipugar beberapa kali, yaitu pertama kali tahun 1700 oleh Pangeran Sageri. Pemugaran kedua tahun 1842 oleh Aria Tubagus Kosim. Pemugaran ketiga tahun 1969 oleh Gubernur DKI H. Ali Sadikin, dimana dibangun dua lantai dengan menara baru. Pemugaran keempat tahun 1992 oleh Gubernur DKI H. Suryadi Soedirdja. Kini Makam Pangeran Jayakarta banyak diziarahi pengunjung terutama bulan Juni menjelang Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

Apabila Anda ingin menyusuri kisah Pangeran Jayakarta dan VOC maka sambangi juga Jalan Pangeran Jayakarta. Di kawasan ini ada beberapa jejak VOC dimana pada abad ke-17 jalanan tersebut merupakan kawasan elit. Salah satu Gubernur Jenderal Belanda, yaitu Van den Parra pernah mendirikan rumah peristirahatan megah di sini.

Di Jalan Pangeran Jayakarta dapat Anda temukan juga Masjid Mangga Dua yang lokasinya tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Jakarta Kota. Masjid ini dibangun tahun 18S7 oleh Sayyid Abubakar Bin Sayyid Aluwi Bahsan Jamalullail, yaitu keturunan Husein bin Ali bin Abi Thalib (menantu Nabi Muhammad Saww yang menikah dengan putrinya Fatimah Azzahra). Sayyid Abubakar Bin Sayyid Ali Bin Abi Thalib dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam di kawasan ini. Masjid yang berusia ratusan tahun tersebut tidak banyak berubah hanya perbaikan di sana sini dan perawatan secara berkala. Di masjid ini dapat Anda temukan makam Sayyid Abubakar Bin Sayyid Ali Bin Abi Thalib dan enam sahabatnya yang sering diziarahi pengunjung. Ada pula beberapa makam ulama dari Hadramaut, makam Sultan Bone, dan para habib dari keluarga Jamalullail.

Budaya, Jakarta

Museum Seni Rupa dan Keramik: Menilik Beragam Koleksi Benda Seni Berharga Indonesia  

 

Sekilas

Berlokasi di kawasan Kota Tua Batavia tepatnya di seberang Museum Sejarah Jakarta dapat Anda temukan Museum Seni Rupa dan Keramik yang merupakan pusat pelestarian seni rupa bertaraf internasional. Museum ini menyimpan, merawat, mengamankan, meneliti, dan memperagakan beragam koleksi keramik dan karya seni rupa dari berbagai masa bukan saja dari Indonesia tetapi juga dari mancanegara.

Museum Seni Rupa dan Keramik menyimpan beragam karya seni rupa dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti patung, grafis, totem kayu, sketsa, dan batik lukis. Di sini dapat Anda lihat sekira 350 buah lukisan dan 1350 buah keramik. Museum ini sangat tepat untuk Anda yang ingin mengamati koleksi keramik Nusantara, Asia, dan Eropa. Mengapa tidak Anda belajar untuk membuat keramik di sini karena Museum Seni Rupa dan Keramik menyediakan waktu khusus bagi pengunjung yang ingin mempelajarinya secara langsung.

Bangunan Museum Seni Rupa dan Keramik sendiri cukup menarik yaitu berbentuk atrium yang memiliki bangunan induk bercat putih nan megah. Ada dua buah bangunan sayap berlantai dua melengkapinya dimana masing-masing dipisahkan dua taman yang luas. Untuk menghubungkan kedua bangunan sayap tersebut ada sebuah koridor di bagian belakang. Dari halaman depan gedung museum ini dapat Anda lihat langsung Museum Sejarah Jakarta.

 

Bangunan Museum Seni Rupa dan Keramik sendiri bercorak Eropa yang anggun menghiasi Kota Tua Batavia. Anda akan melihat pilar-pilar tinggi kokoh mendandani gedung megahnya. Awalnya bangunan tersebut merupakan Kantor Dewan Kehakiman di Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Gedung tersebut didirikan pada 21 Januari 1870 dengan arsiteknya adalah Jhr. W H.F.H. Raders.  Beberapa kali, gedung tersebut beralih fungsi, pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia sempat digunakan sebagai asrama militer. Tahun 1967 menjadi kantor Walikota Jakarta Barat. Tahun 1986 hingga 1975 digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Gedung ini baru diresmikan sebagai gedung Balai Seni Rupa pada 20 Agustus 1976. Berikutnya ditambahkan koleksi keramik sehingga terdapat dua museum di bangunan ini yaitu Museum Seni Rupa dan Museum Keramik, akhirnya nama museum ini disatukan menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Museum Seni Rupa dan Keramik buka Selasa hingga Minggu pukul 09.00 – 15.00 WIB, dan tutup pada hari Senin atau Hari Besar. Untuk harga tiket masuk perorangan adalah Rp2.000,- (Dewasa), dan Rp1.000,- (Mahasiswa), serta Rp600,- (Anak-anak/pelajar). Untuk rombongan minimal 20 orang dengan harga tiket adalah: Rp1.500,- (Dewasa), Rp750,- (Mahasiswa), dan Rp500,- (Anak-anak). Apabila Anda ingin datang secara berkelompok maka disarankan menghubungi terlebih dahulu.

 

Kegiatan

Begitu masuk museum ini maka Anda akan dihadapkan pada ruang lobi yang besar dan sebuah prasasti peresmian museum. Ada juga dua buah patung setengah badan, yaitu Patung Raden Saleh Syarif Bustaman (perintis seni rupa Indonesia modern) dan di sebelah kirinya adalah Patung Data S. Sudjojono (Bapak Seni Lukis Modern Indonesia).

Penjelajahan museum ini akan Anda awali dengan sajian beragam keramik yang tertata rapi di dalam lemari kaca. Menurut keterangannya, keramik tersebut dikategorikan sebagai Benda Muatan Kapal Tenggelam. Tidak itu saja, Anda dapat mengamati beragam koleksi keramik dari berbagai daerah di Nusantara dan negara lain di museum ini. Jumlah koleksi keramiknya cukup banyak dengan beragam bentuk, seperti guci, botol, teko, piring, dan mangkuk. Keramik tersebut ditampilkan di dalam lemari kaca maupun dipajang di luar yang terdiri dari berbagai bentuk, ciri, karakteristik, fungsi, dan gaya. Keramik dari berbagai daerah di Nusantara yang tersimpan di sini di antaranya berasal dari: Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung. Purwakarta, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok, dan berbagai daerah lainnya. Salah satu koleksi keramik yang cukup menarik adalah yang berasal dari Majapahit (abad ke-14) dimana menunjukkan ciri dan keistimewaan dengan nilai sejarah penting. Adapun keramik dari mancanegara yang dapat Anda lihat adalah berasal dari negara China (terutama pada masa Dinasti Ming dan Ching), Vietnam, Thailand, Belanda, Jerman, Timur Tengah. Koleksi keramik dari Eropa yang tersimpan di museum ini umumnya berasal dari abad ke-16 hingga awal abad ke-20.

 

Museum Seni Rupa dan Keramik juga menyimpan beberapa lukisan terkenal, yaitu: “Pengantin Cianjur” karya Hendra Gunawan, lukisan “Bupati Cianjur” karya Raden Saleh, lukisan “Ibu Menyusui” karya Dullah, lukisan “Laskar Tritura” Karya S. Sudjojono, sert lukisan “Potret diri” karya Affandi. Apabila Anda ingin melihat lebih banyak koleksi lukisan di museum ini maka susuri ruangan khususnya yang memajang lukisan sesuai masanya, yaitu: Ruang Masa Raden Saleh (karya periode 1880-1890), Ruang Masa Hindia Jelita (karya periode 1920-an), Ruang Persagi (karya periode 1930-an), Ruang Masa Pendudukan Jepang (karya periode 1942-1945), Ruang Pendirian Sanggar (karya periode 1945-1950), Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme (karya periode 1950-an), dan Ruang Seni Rupa Baru Indonesia (karya periode 1960-hingga sekarang).

 

Temukan juga beragam koleksi patung dari seniman modern Indonesia, seperti: G. Sidharta, Oesman Effendi, Popo Iskandar, Achmad Sadali, Amri Yahya, AS Budiman, Barli, Sudjana Kerton, Srihadi S, Fajkar Sidik, Kusnadi, Rusli, Nashar, Zaini, Amang Rahman, Suprapto, Irsan, Mulyadi W, Abas Alibasyah, dan banyak seniman lainnya.

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki sebuah Perpustakaan dimana Anda dapat membaca beragam koleksi buku seni rupa penting dan menarik yang dapat menjadi referensi.

Berkeliling

Ketika berada di Kota Tua maka jangan hanya menyambangi Museum Seni Rupa dan Keramik. Langkahkan kaki Anda lebih jauh untuk berkeliling atau dengan menyewa sepeda onthel. Jangan lupakan juga kamera kesayangan Anda karena kawasan ini memiliki banyak bangunan khas Eropa yang cantik diabadikan dengan kamera. Nah, berikut ini beberapa tempat menarik yang dapat Anda sambangi di seputar Kawasan Kota Tua.

  • Pelabuhan Sunda Kelapa
  • Museum Wayang (Gedung Gereja Batavia)
  • Museum Sejarah Jakarta (Gedung Stadhuis Batavia)
  • Stasiun Jakarta Kota (Stasiun Beos)
  • Museum Bahari
  • Museum Bank Mandiri
  • Glodok dan Pinangsia Area (Jakarta Chinatown)
  • Pasar Ikan
  • Menara Syahbandar
  • Masjid Luar Batang
  • Kota Intan
  • Kali Besar
  • Cafe Batavia
  • Toko Merah
  • Bank Chartered
  • Kuil Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti)
  • Gedung Chandranaya
  • Gedung Arsip
  • Museum Bank Indonesia
  • Petak Sembilan

 

 

Akomodasi

Di Jakarta tentunya Anda dapat menemukan beragam jenis hotel dengan berbagai harga. Beberapa hotel yang dapat menjadi pilihan seperti Sahid Hotel Jakarta, Le Meridian Hotel, Intercontinental Hotel, Sari Pan Pacific, Nikko Hotel Jakarta, Grand Hyatt Hotel, Alila Hotel, Sultan Hotel Jakarta, dan Mandarin Oriental Jakarta. Jika anggaran Anda cukup terbatas maka bisa memilih penginapan terjangkau namun nyaman.

Berikut ini beberapa akomodasi yang dapat menjadi pilihan di seputaran Kota Tua Batavia dimana Museum Seni Rupa dan Keramik masuk dalam kawasannya.

The Batavia Hotel

Jl. Kali Besar Barat 44-46. Jakarta 11230

Telp: 62 21 690 4118, 690 7926.

Fax : 62 21 690 4092, 692 4044

Email : info@batavia-hotel.com

Website: http://www.batavia-hotel.com/inside/index.php

Alma Hotel

Jl. KS Tubun 10A, Jakarta

Telp :021 9777 4848; 021 9777 4949

Email: info@hargahotel.com

Website: http://alma.hargahotel.com/

Apabila Anda mencari akomodasi di seputaran Jakarta Utara maka berikut referensinya.

Pondok Sunter Indah

Jl. Gaya Motor III

Telp (021) 651-0862

Pondok Thirta Cottage

Jl. Raya Pluit Samudra

Telp. (021) 661-1291

Wisma Podomoro

Jl. Sunter Agung Utara Raya

Telp (021) 686-899

Pondok Impian

Jl. RE Martadinata

Telp. (021) 690-8924

Griya Permai

Jl. Jembatan Tiga

Telp (021) 660-0215

Apabila Anda mencari akomodasi di seputaran Jakarta Barat maka berikut referensinya.

Pondok Mitra Kencana Lestari

Jl. Prof. Dr. Latumeten

Telp (021) 568-2581

Transit Tomang

Jl. Kedoya Raya

Telp (021) 580-2127

Gerbang Utama

Jl. Terusan Arjuna

Telp (021) 565-9431

Grogol Hotel

Jl. Daan Mogot 2

Telp (021) 568-1434

Grogol Inn

Jl. Daan Mogot 79

Telp (021) 567-3523

 

Kuliner

Di Kota Kua Batavia dapat Anda sambangi Cafe Batavia yang terletak di Taman Fatahillah. Cafe ini menyuguhkan suasana klasik dengan iringan musik tempo dulu. Makanan yang tersedia bercita rasa Barat, Asia, ataupun Indonesia, dengan menu andalan adalah Batavia’s MeatSeafood Grill, dan Lobster Thermidor.

Cafe Gazebo menjadi pilihan lain yang menjajakan makanan tradisional ala kaki lima, seperti sate, es buah, gado-gado, soto, dan makanan tradisional lainnya.

Cafe VOC Galangan berlokasi di seberang Museum Bahari dengan interior asli yang tidak banyak berubah sejak tahun 1628 dimana awalnya berupa bengkel untuk kapal berukuran kecil. Cafe ini dibuka pada 5 Desember 1999 yang menyediakan berbagai macam menu makanan Indonesia seperti sop buntut, ayam syahbandar, dan nasi goreng galangan.

Restoran Raja Kuring berlokasi di Jalan Kakap, Jakarta Utara. Arsitekturnya didominasi kayu sehingga menhadirkan suasana tempo dulu yang terasa kental. Di sini tersaji beragam menu makanan China dan Indonesia, yaitu: bebek peking panggang, ayam kung pauw, cap cai, kailan, karedok, dan sop buntut.

 

Belanja

Museum Seni Rupa dan Keramik menyediakan toko yang menjual souvenir menarik untuk pengunjung. Beberapa diantaranya adalah: patung, kerajinan, kartu pos, buku seni rupa, sketsa, kipas, dan lainnya.

Apabila Anda memang berhasrat berbelanja di Jakarta untuk membeli beragam barang mulai dari elektronik, pakaian, souvenir, bahan pakaian, hingga makanan dan otomotif, maka dapat menuju kawasan Mangga Dua. Tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit wisata belanja paling atraktif bukan hanya di Jakarta tetapi juga di Indonesia.

 

 

Transportasi

Museum ini beralamat di Jalan Pos Kota No 2, Jakarta Barat. Lokasinya mudah Anda temukan karena bersebrangan dengan Museum Sejarah Jakarta di jantung Kawasan Kota  Tua Batavia. Anda dapat menuju lokasi ini dengan kendaraan dari berbagai sudut Kota Jakarta.

Untuk kendaraan umum dapat menggunakan bus Trans Jakarta dari blok-M (koridor 1), kemudian turun di akhir terminal kota. Lanjutkan perjalanan dari terminal tersebut dengan berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua, lalu dengan mudah Anda dapat menemukan Museum Seni Rupa dan Keramik. Anda dapat juga menggunakan kendaraan umum bus patas 79 (kampong Rambutan-Kota) atau menggunakan Mikrolet M-12 (Pasar Senen-Kota), Mikrolet M-08 (Tanah Abang-Kota), atau Kopaja 86 (Grogol-Kota).

Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi menuju Kota Tua Batavia maka disarankan pada Sabtu atau Minggu, sebab pada hari kerja jalurnya cukup padat.

 

Tips

Museum Seni Rupa dan Keramik menyediakan tempat pelatihan membuat gerabah. Peserta dapat berlatih teknik pinching (pijit), cetak, dan roda putar. Di sini disedikan pula oven untuk pembakaran gerabah.

Museum Seni Rupa dan Keramik setiap tahunnya rutin menggelar kegiatan meliputi penyuluhan permuseuman, pameran temporer, dan partisipasi kegiatan di luar museum.

Museum Seni Rupa dan Keramik dilengkapi berbagai fasilitas umum seperti musholla, toilet, lahan parkir yang cukup luas, ruang pertemuan, ruang terbuka, serta taman yang dapat dimanfaatkan untuk acara-acara pameran temporer, pernikahan, seminar, lomba, dan fasilitas lainnya.

Museum Seni Rupa Dan Keramik

Jl. Pos Kota 2, Jakarta Barat

Telp. (021) 6926090; 692-6090; 692-6092 ‎

 

Budaya, Jakarta

Museum Fatahillah: Mengarungi Sejarah Panjang Jakarta di Kota Tua Batavia

Sekilas

Museum Fatahillah dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Museum ini merupakan museum terbesar di Jakarta yang menempati area seluas 13.388 m² dan berada di kawasan Kota Tua Batavia. Lokasi persisnya terletak di Jalan Taman Fatahillah Jakarta No. 2, Jakarta Barat.

Di museum ini Anda dapat menelusuri jejak sejarah Jakarta dari masa prasejarah hingga berdirinya kota Jayakarta tahun 1527. Teruntai pula rangkaian sejarah dari masa Kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Museum Fatahillah menempati dua gedung panjang di area Kota Tua Batavia dimana dulunya adalah Gedung Balaikota (Stadhuis). Gedung tersebut dibangun tahun 1707 atas perintah Gubernur Jenderal Joanvan Hoon dan baru selesai tahun 1712. Setelah mengalami beberapa perubahan fungsi, gedung ini ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974.

Arsitektur bangunannya dari abad ke-17 bergaya barok klasik, memiliki 3 lantai dengani kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama gedungnya memiliki penunjuk arah mata angin. Di hadapan gedungnya ada pekarangan dengan susunan konblok dan sebuah kolam.

Museum Fatahillah Jakarta saat ini menyimpan sekira 25.000 benda koleksi mulai dari masa prasejarah hingga koleksi abad ini.  Di sini dapat Anda temukan Prasasti Ciaruteun yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Ada juga Meriam si Jagur, Patung Dewa Hermes dimana dahulu bagi pedagang Eropa itu sebagai dewa keberuntungan dan perlindungan, Mimbar Masjid Kampung Baru, penjara bawah tanah dimana Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830) pernah ditahan. Ada juga air mancur di tengah taman yang dulunya menjadi sumber mata air Balaikota.

Di sini Anda juga dapat melihat mebel antik dari abad ke-17 hingga 19 yang merupakan perpaduan gaya Eropa, China, dan Indonesia. Ada juga koleksi keramik, gerabah, serta batu prasasti. Tersimpan pula beragam koleksi kebudayaan Betawi di sini.

Museum Fatahillah memiliki fasilitas perpustakaan yang meyimpan 1200 koleksi judul buku. Buku-buku tersebut sebagian besar merupakan peninggalan masa kolonial. Banyak diantaranya berbahasa Belanda, Melayu, Inggris, dan Arab. Salah satu yang tertua adalah Alkitab berangka tahun 1702.

Museum Fatahillah diperlengkapi pula dengan cafe bernuansa Jakarta tempo doeloe, souvenir shop, musholla, ruang pertemuan dan pameran, serta taman. Waktu Buka Museum Fatahillah Jakarta adalah Selasa hingga Minggu pukul 09.00 – 15.00 WIB. Hari Senin dan hari besar tutup.

Kegiatan

Seperti kegiatan wisata museum umumnya, Anda yang datang ke sini dapat mengetahui informasi mengenai perjalanan panjang sejarah Kota Jakarta dalam nuansa bangunan dan lingkungan kota tua.

Anda juga bisa berkeliling di kawasan Kota Tua Batavia dengan  menyewa sepeda onthel. Puaskan berkeliling sembari menikmati indahnya arsitektur yang terselip di antara hiruk pikuk gedung mondern Kota Jakarta.

Di sekitar Museum Fatahillah dapat Anda temukan beberapa museum lainnya seperti Museum Wayang, Museum Keramik, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri. Jadi, dapat dikatakan kawasan Kota Tua Batavia ini adalah lokasi sempurna untuk berwisata museum secara sekaligus.

Setelah Anda puas menyusuri ruang demi ruang  dan mengamati setiap benda koleksi museum maka berikutnya Anda dapat berjalan-jalan ke Stasiun Kereta Api Jakarta kota yang letaknya tidak jauh dari Museum Fatahillah. Stasiun ini dikenal sebagai Stasiun Beos dan merupakan stasiun kereta api yang berusia cukup tua di Jakarta dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai cagar budaya.

Museum Sejarah Jakarta memiliki sebuah penjara bawah tanah yang dahulu  digunakan untuk memenjarakan wanita dalam jumlah yang banyak. Penjara ini memiliki atap yang sangat pendek dan gelap. Ada juga penjara bagi laki-laki di bagian depan. Saat itu, penjara berukuran 3 X 3 meter tersebut diperuntukan bagi orang Tionghoa yang dianggap memberontak terhadap VOC. Penjara ini dahulu diisi sekira 100 orang dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Kuliner

Di kawasan Kota Tua Batavia ada banyak penjaja jajanan lokal seperti es potong, kerak telor, dan rujak bebek. Cobalah nikmati sembari duduk santai di depan museum ini atau di antara pepohonan dan air mancur di tengah taman yang dulunya menjadi sumber mata air Balaikota.

Cafe Batavia terletak di Taman Fatahillah menyuguhkan nuansa klasik dan iringan musik tempo dulu. Makanan yang tersedia bercita rasa Barat, China, ataupun Indonesia dengan menu andalan adalah Batavia’s Meat,  Seafood Grill, dan Lobster Thermidor. Menu makanan China yang tersedia adalah seperti bebek peking, ayam cabe keriting, ikan kerapu yang dimasak oleh chef asal Hongkong.

Kafe Gazebo menjajakan makanan tradisional ala kaki lima, seperti sate, es buah, gado-gado, soto, dan makanan tradisional lainnya.  Aneka hidangan tersebut harganya berkisar antara Rp50.000,- hingga Rp150.00,-.

Cafe VOC Galangan berlokasi di seberang Museum Bahari dengan interior asli yang tidak banyak berubah sejak dahulu. Dibangun tahun 1628, awalnya bangunan tersebut digunakan  sebagai bengkel kapal berukuran kecil. Pada 5 Desember 1999, cafe ini dibuka yang menyediakan berbagai macam menu makanan Indonesia seperti sop buntut, ayam syahbandar dan nasi goreng galangan.

Restoran Raja Kuring berlokasi di Jalan Kakap, Jakarta Utara. Arsitekturnya didominasi kayu sehingga menhadirkan suasana tempo dulu yang terasa kental. Di sini tersaji beragam menu makanan China dan Indonesia, yaitu: bebek peking panggang, ayam kung pauw, cap cai, kailan, karedok, sop buntut.

Berkeliling

Manfaatka penyewaan sepeda ontel yang banyak tersedia di kawasan ini untuk menyambangi beberapa tempat menarik seperti Jembatan Intan, Pasar Ikan, ataupun Pelabuhan Sunda Kelapa. Sepeda onthel dapat Anda sewa dengan harga Rp20.000,- hingga Rp30.000,-.

Akomodasi

Berikut ini beberapa akomodasi yang dapat menjadi pilihan di seputaran Kota Tua.

The Batavia Hotel

Jl. Kali Besar Barat 44-46. Jakarta 11230

Telp: 62 21 690 4118, 690 7926.

Fax : 62 21 690 4092, 692 4044

Email : info@batavia-hotel.com

Website: http://www.batavia-hotel.com/inside/index.php

Alma Hotel

Jl. KS Tubun 10A, Jakarta

Telp :021 9777 4848; 021 9777 4949

Email: info@hargahotel.com

Website: http://alma.hargahotel.com/

Apabila Anda mencari akomodasi di seputaran Jakarta Utara maka berikut referensinya.

Pondok Sunter Indah

Jl. Gaya Motor III

Telp (021) 651-0862

Pondok Thirta Cottage

Jl. Raya Pluit Samudra

Telp. (021) 661-1291

Wisma Podomoro

Jl. Sunter Agung Utara Raya

Telp (021) 686-899

Pondok Impian

Jl. RE Martadinata

Telp. (021) 690-8924

Griya Permai

Jl. Jembatan Tiga

Telp (021) 660-0215

Apabila Anda mencari akomodasi di seputaran Jakarta Barat maka berikut referensinya.

Pondok Mitra Kencana Lestari

Jl. Prof. Dr. Latumeten

Telp (021) 568-2581

Transit Tomang

Jl. Kedoya Raya

Telp (021) 580-2127

Gerbang Utama

Jl. Terusan Arjuna

Telp (021) 565-9431

Grogol Hotel

Jl. Daan Mogot 2

Telp (021) 568-1434

Grogol Inn

Jl. Daan Mogot 79

Telp (021) 567-3523

Transportasi

Lokasi Museum Fatahillah berada di jantung Kawasan Kota  Tua dan dapat diakses dengan kendaraan dari berbagai sudut kota Jakarta. Anda dapat menggunakan bus Transjakarta dari blok-M (koridor 1), kemudian turun di akhir terminal kota. Dari terminal tersebut lanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua.

Pilihan lain Anda dapat menggunakan kendaraan umum bus patas 79 (kampong Rambutan-Kota). Dapat pula menggunakan Mikrolet M-12 (Pasar Senen-Kota), Mikrolet M-08 (Tanah Abang-Kota), atau Kopaja 86 (Grogol-Kota).

Tips

  • Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi menuju Kota Tua Batavia maka disarankan pada Sabtu atau Minggu, sebab pada hari kerja jalurnya cukup padat.
  • Pengambilan foto dan video untuk berbagai keperluan harus melalui izin petugas museum.
  • Apabila Anda ingin datang secara berkelompok maka disarankan menghubungi terlebih dahulu.

Museum Sejarah Jakarta

Jl. Taman Fatahillahh No. 1 Jakarta Barat

Telp (62-21) 6929101, 6901483

Fax. (62-21) 6902387

email: musejak@indosat.net.id