Category Archives: Inderawi

Gastronomi, Inderawi

Tugu Kunstkring Paleis: Meretas Kenangan Cara Makan Rijsttafel

Nostalgia dan rindu suasana kolonial Hindia Belanda seakan terobati saat menginjakkan kaki di Tugu Kunstkring Paleis. Berlokasi di Jalan Teuku Umar No.1, Jakarta Pusat, tempat ini dibangun sejak 1914 silam. Bangunannya yang tetap artistik dan dijaga utuh walaupun sudah melewati proses renovasi sanggup meretas kenangan yang menggugah.

Pada masa kolonial Belanda, Tugu Kunstkring Paleis pernah berfungsi sebagai pusat seni, kemudian beralih menjadi Kantor Pusat Imigrasi selama bertahun-tahun. Setelah kegiatan imigrasi pindah lokasi, kini Tugu Kunstkring Paleis disulap menjadi restoran mewah yang dikombinasikan dengan galeri seni eksklusif.

Sambil menyantap perpaduan kuliner Betawi, peranakan China dan Eurasia, Anda bisa melihat sebuah lukisan besar yang menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro pada 1825-1830 oleh Konial Belanda. Tembok dimana lukisan diletakkan juga dihiasi berbagai benda bersejarah dari dua kerajaan, yaitu Keraton Solo dan Mangkunagaran di Jawa Tengah. Benda tersebut diberikan oleh Oei Thiog Ham, konglomerat berdarah Cina-Indonesia.

Di bagian kiri bangunan terdapat Suzie Wong Lounge yang menawarkan nuansa tahun 60-an. Di sini Anda bisa menikmati sajian high tea yang otentik. Naik ke lantai dua, terdapat galeri seni kontemporer yang memiliki berbagai koleksi tas, aksesoris dan perhiasan. Ada juga toko souvenir yang menjual barang-barang kuno.

Ciri khas utama dari Restoran Tugu Kunstkring Paleis adalah tradisi rjsttafel yang tetap dipertahankan. Rijsttafel merupakan cara makan berurutan dengan pilihan menu Nusantara yang kerap digunakan oleh orang Belanda dan Eropa di Batavia saat itu. Sajian diawali dengan makanan pembuka (appetizer), lalu makanan utama dan diakhiri dengan makanan penutup.

Ketika rijsttafel dihidangkan, pengunjung akan dihadiahkan suasana unik melalui alunan musik tradisional Betawi beserta para penari nan anggun. Ketika pertunjukan berlangsung, pelayan pria akan membawa keranjang beras yang besar. Parade ditutup dengan munculnya pelayan wanita yang membawa satu demi satu hidangan ke meja pengunjung.

Hidangan favorit di sini adalah nasi uduk yang dibungkus dengan daun pisang, sup lidah sapi dan daging cincang yang disajikan dengan batang kelapa manis. Anda juga bisa menyicipi tempe lombok ijo serta ayam setan yang dibumbui paprika hijau, tomat dan mustard hijau. Sebagai makanan pembuka, pilihlah kue onde-onde khas Betawi atau es selendang mayang sebagai hidangan penutup.

Gastronomi, Inderawi

Dapuraya: Sepenuhnya Citarasa Negeri Sendiri

Apabila Anda mengharapkan sebuah tempat kuliner dengan citarasa negeri sendiri di tengah Ibukota Jakarta maka salah satu plihannya perlu Anda arahkan ke Dapuraya. Restoran yang berlokasi di lantai LG Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan ini berupa foodcourt yang menyediakan kuliner tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.

Atmosfer yang ditawarkan di tempat ini benar-benar otentik khas Indonesia. Dekorasi berupa meja dan kursi yang terbuat dari kayu, lengkap dengan ornamen pendukung seperti sangkar burung yang diletakkan di atap-atap, juga foto-foto Jakarta tempo dulu yang bisa dilihat pada tembok foodcourt ini. Ini adalah tempat menyantap kuliner Indonesia yang nyaman.

Dengan konsep street food branded, Dapuraya menyajikan makanan tradisional yang terkenal dan tentunya berkualitas baik. Anda bisa menemukan nasi goreng kebon sirih, sate hadori bandung, empal gentong cirebon, toge goreng bogor, cakalang, bubur manado, ayam woku, palu butung makassar, nasi langgi, timbel, ketupat sayur padang, soto sulung madura, nasi kebuli, sop kaki kambing dudung roxy, sate padang mak sukur, serta berbagai minuman tradisional pilihan seperti tek poci, wedang ronde, es tebu dan masih banyak lagi.

Dapuraya dibangun pada 12 Desember 2012 dan terus melakukan ekspansi hingga 2013. Kini Anda bisa menikmati Dapuraya I dan Dapuraya II yang berkapasitas 850 orang di atas lahan seluas 4500 meter persegi. Setidaknya ada 110 tenant yang menyediakan makanan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10-40 ribu.

Tenant-tenant yang berada di Dapuraya berasal dari restoran hingga pedagang kaki lima sekalipun. Tak heran jika di dalam area tersebut, Anda pun bisa menemukan gerobak pikul serta gerobak dorong yang sangat dekoratif. Makanan seperti kue putu, kolak durian dan kerak telor disajikan langsung dari gerobak tersebut.

Pihak manajemen terlebih dahulu melakukan food test untuk mengetahui keunikan makanan yang akan masuk ke sini. Para tenant harus memiliki hidangan yang membuat pengunjung bisa kembali lagi ke Dapuraya. Prinsip sederhana itu efektif membuat Dapuraya selalu ramai akan pengunjung.

Saat weekday, biasanya yang datang adalah eksekutif muda yang berkantor di sekitar kawasan Blok M. Ketika weekend, Dapuraya dipenuhi oleh pengunjung yang membawa keluarganya. Tak jarang turis Asia dan Eropa pun mampir untuk menyicipi makanan khas Indonesia, mayoritas berasal dari Cina, Jepang, maupun Korea.

Sesekali Dapuraya menyelenggarakan acara yang menarik untuk pengunjungnya, seperti Festival Makan Enak-Enak yang pernah diselenggarakan pada 2013 untuk menjadikan kuliner Indonesia lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Acara, Inderawi

Indonesia Craft Batik Gift Show 2018

Mengulang kesuksesan  penyelenggaraan tahun lalu, pameran Indonesia Craft Batik Gift Show (ICBGS) kembali akan digelar tahun ini di Hall A Jakarta Convention Center pada 7-11 Maret 2018. Pameran ICBGS 2018 yang menampilkan produk batik dan kerajinan dari seluruh Indonesia diharapkan akan menjadi surga belanja bagi para pecinta dan pengguna kerajian dan souvernir unggulan dari Nusantara.

Tim 100 event, Calendar of Event Kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan, Kemenpar memberi apresiasi penyelenggaraan pameran Indonesia Craft Batik Gift Show yang memasuki tahun kedua. “Event pameran batik selain sebagai momentum untuk memasyarakat dan melestarikan batik yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia, juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk melakukan wisata belanja,” kata Tazbir didampingi John Simbi selaku ketua pelaksana dan Sukat Swito dari Mistindo Connexion sebagai penyelenggara pameran ICBGS, saat Jumpa Pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Kamis pagi (1/3/2018).

Tazbir menjelaskan, pameran batik, craft, dan gift mempunyai arti penting dalam meningkatkan nilai ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global, di mana daya saing ekonomi kreatif Indonesia saat ini menurut World Economic Forum (WEF) berada di ranking 34 dunia. Industri kreatif kelompok kerajian, menurut Tazbir, sebagai kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga perajin yang berawal dari desain hingga proses penyelesaiannya. “Event pameran ini sebagai salah satu upaya untuk memamerkan karya perajin sekaligus menjadi distribusi atau tempat belanja bagi para pecinta dan pengguna produk batik, craft, dan gift unggulan dari seluruh Indonesia,” kata Tazbir.

Menurut Budi Sukat Swito dari Mistindo Connexion, penyelenggaraan pameran ICBGS 2018 merupakan pengembangan inovasi baru dari pemeran kreatif yang pernah diselenggarakan sebelumnya seperti; Adiwasta, Katumbiri dan Islamic Fashion dan Produk. “Penyelenggaraan pameran ICBGS memasuki tahun ke-2 dengan mengangkat tema ‘Melalui Craft, Batik, dan Gift Show 2018 Kita Tingkatkan Kreatifitas dan Produktifitas dalam Rangka Persaingan Dunia Global’,” kata Budi Sukat Swito.
Penyelenggaran pameran ICBGS 2018, menurut Budi Sukat Swito, mendapat dukungan dari berbagai pihak antara lain; Bekraf, Kemenpar, Kemen BUMN, Kemen UMKM, Kemendag, para pengusaha/pengrajin, para sponsor, media, dan masyarakat umum terutama para pecinta dan pengguna craft, batik, dan gift Nusantara.

Event ICBGS 2018 akan menampilkan berbagai produk craft, batik, dan gift unggulan dari Nusantara dalam 200 stand pameran. Selama pameran berlangsung juga diselenggarakan fashion show, talkshow, costum and hair competition, workshop, beauty class make up by Wardah, serta pertunjukan musik. Pengunjung pameran ICBGS 2018 tidak dipungut biaya atau gratis dan berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Inderawi, Kepulauan Riau

Kain Cual: Tenunan Cantik khas Anambas

Saat Anda menyambangi Anambas di Provinsi Kepulauan Riau maka janganlah lupa membeli kain cual. Kain cual merupakan tenunan cantik halus berwarna cerah serupa dengan di Bangka Belitung, kain songket Palembang dan Samba namun yang membedakan adalah motifnya. Cual di Anambas berasal dari singkatan ‘belacu dijual‘ dan merupakan cikal bakal kain tenun songket yang diperjualbelikan di Pulau Siantan.

Keahlian menenun kain cual di Anambas diajarkan pertama kalinya oleh Hj. Halimah sejak 1863, di Kampung Teluk Encau yang sekarang menjadi bagian dari Kecamatan Siantan Timur di Pulau Siantan. Beliau berasal dari Siam, datang bersama suami beserta keluarganya yang ketika itu ingin berlayar ke Sambas, Kalimantan Barat. Mereka akhirnya memilih menetap di Pulau Siantan sampai beberapa waktu lamanya karena kapal yang ditumpangi rusak. Di Teluk Encau, Hj. Halimah menjadi guru mengaji bagi anak-anak usia SD, juga mengajarkan perempuan di sana menenun kain cual.

Kain cual Anambas begitu istimewa karena kehalusan, keindahan, serta kemewahan motifnya. Kain ini dipakai selain sebagai kain biasa yang digunakan untuk keperluan pribadi, juga dikenakan bangsawan khususnya saat hari perayaan maupun pernikahan.

Bahan kain cual terbuat dari kapas atau katun untuk benang kain dari Siantan, pewarna dari kayu samak, bahan benang dibuat dari benang belacu dan benang emas yang didatangkan dari Sambas. Begitu juga dengan alat tenun pertama kali didatangkan dari Sambas.

Kain cual yang sempat beberapa waktu lama hampir punah ketenarannya karena berkurangnya wanita yang pandai menenun. Kini kain cual sedang dihidupkan lagi sebagai warisan budaya khas Anambas. Dimulai sekira tahun 2010 lalu,  Ibu Yeni Fatria selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sampai saat ini giat mengangkat kembali citra kain cual sekaligus sebagai upaya pelestarian.

Saat Anda menyambanginya maka dapat menggali informasi keberadaan orang–orang yang mempunyai kemampuan menenun, serta ibu-ibu yang masih menyimpan kain cual berusia ratusan tahun. Pemilik kain cual lawas tersebut mengkhawatirkan kondisi kain yang mudah rapuh, apalagi sangat berharga sehingga tidak boleh dipinjamkan.

Sebagai solusinya, sebagai langkah awal misi mereka,  kain tersebut difoto inci per inci dan hasilnya dikirimkan ke Palembang (Sumatera Selatan) untuk dibuatkan kain tenun dengan mutu yang sama. Kemudian dimodifikasi ulang setelah ditenun menjadi kain batik di Pekalongan (Jawa Tengah), dan muncul dalam bentuk batik tulis dan cap.

Pembuatan di luar daerah ini dikarenakan belum tersedia alat tenun, cap, maupun alat cetak yang memadai untuk produksi kain cual di Kepulauan Anambas. Hasilnya, dari delapan motif asli kain cual, terdapat lima motif yang telah dipantenkan dan diberi nama Bunga Pucuk Rebung, Padang Terbakar, Tudung Saji, Bulan Purnama, dan Sampan Berlayar. Menyusul motif lainnya akan segera dipatenkan juga.

Warisan budaya dan keindahan motif yang tertuang dalam kain cual  tenunan asli dapat Anda hargai senilai Rp2.000.000,- sampai Rp4.000.000,-.  Sedangkan untuk kain cual cap atau print seharga Rp150.000,-. Anda bisa membelinya di kantor Dekranasda di depan Gedung DPRD Kabupaten Anambas di Kota Tarempa.

Inderawi, Sumatera Barat

Kerajinan Tangan Khas Minangkabau

Warna kain yang cerah dan motif rumit dianyam dengan cantik oleh tangan-tangan trampil orang Minangkabau. Sumatra Barat memiliki reputasi yang cemerlang dan sudah terkenal di seluruh Nusantara sebagai tempat kerajinan tangan yang indah ini.

Kain Minangkabau dikenal dengan nama kain songket. Kain tenun songket menggunakan benang emas dan perak untuk menciptakan pola pada bahan sutra atau katun. Pola tersebut terinspirasi dari alam seperti motif bunga dan pemandangan gunung.

Minangkabau juga terkenal dengan bordirnya yang cantik. Kain ini mencerminkan pengaruh cina. Pakaian pernikahan Minang contohnya, kaya akan bordir pada bahan satin warna merah dan hitam dengan gaya dan tradisi China. Wisatawan yang datang ke Minangkabau bahkan secara khusus datang untuk berburu pakaian dan dekorasi penikahan Minangkabau ini. Kain indah berbordir sarong dan selendang merupakan suvenir sempurna untuk Anda bawa pulang saat berkunjung ke Sumatra Barat.

Minangkabau juga terkenal dengan peraknya. Perhiasaan Filigree dirancang dan dibuat dengan keterampilan khusus di sini. Ada banyak desa di sekitar Bukittinggi mendalami kerajinan perak ini dan Anda bisa membeli beberapa kerajinan perak yang menarik hati.

Apabila Anda tertarik untuk belajar kerajinan Sumatera Barat atau ingin berbelanja beberapa souvenir maka datanglah ke Pandai Sikat, sebuah kota yang terkenal dengan tenun songket dan ukiran kayu. Nama Pandai Sikat diterjemahkan secara harfiah sebagai ‘pengrajin pintar‘. Desa kecil ini terletak 13 km dari Bukittinggi dan dapat dicapai dengan opelet (bus lokal) dari terminal bus Aur Kuning.

Inderawi, Sumatera Barat

Tenun Songket Silungkang: Buah Tangan Keterampilan Minangkabau yang Indah

Tenun songket asal Silungkang terkenal memiliki kualitas tinggi, bukan hanya kilau benang emas beragam motif unik tetapi juga fungsi sosial sebagai alat kelengkapan busana tradisional. Lebih jauh, terkandung nilai filosofis kehidupan orang Minang dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tentang kesakralan, keindahan, ketekunan, ketelitian, dan juga kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin terwujud helaian tenun songket yang indah itu.

Inilah salah satu karya terbaik yang dihadirkan budaya Minangkabau. Ketika Anda usai mengarungi keindahan Danau Singkarak, Danau Maninjau, atau pun Danau Kembar di Sumatera Barat maka pastikan menyusuri jejak sejarah pertambangan di Sawahlunto. Di kota yang terkungkung gunung dan bukit bak kuali itu akhiri plesirnya dengan menyambangi Silungkang, lokasinya persis di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Sawahlunto-Solok.

Tentunya ada yang istimewa di Silungkang. Di sinilah tempat tenun songket terindah di Nusantara dibina helai demi helai benangnya menjadi sebuah lembaran kain yang amat indah. Meski hanya sebuah nagari atau desa namun nama Silungkang terkenal hingga di Asia Tenggara dan bahkan wisatawan peminat kain songket dari Eropa. Desa yang luasnya sekira 4.800 hektar tersebut penduduknya sejak dahulu sudah memiliki keahlian menenun kain songket yang mereka pelajari saat berdagang ke Siam (Thailand) abad ke-12. Di sana mereka belajar dari penduduk Siam untuk kemudian mengembangkannya sendiri di kampung halaman dengan corak yang lebih unik dan  perpaduan dua atau tiga jenis benang dalam satu motif.

Songket Silungkang tenunan dasarnya berciri warna merah tua, hijau tua, atau biru tua. Motif ragam hiasnya dibentuk dengan benang mas, perak, juga benang berwarna lainnya. Ada dua macam kain songket, yaitu: pertama, kain songket ragam hias benang berwarna mas; dan kedua, kain songket ragam hias bukan dari benang berwarna emas.

Kain songket motif benang mas selain jumlahnya relatif terbatas dan harganya mahal, juga dipakai saat acara tertentu seperti perkawinan, batagak gala (penobatan penghulu), dan penyambutan tamu penting. Sementara itu, kain songket bukan dari benang berwarna emas untuk memenuhi pasaran umum dan bukan busana tradisional sehingga cukup berragam seperti untuk bahan kemeja, selendang, taplak, dan lainnya.

Kain songket silungkang dibentuk dari bahan dasarnya benang tenun yang disebut benang lusi atau lungsin dengan satuan ukurannya disebut palu. Hiasannya songketnya sendiri menggunakan benang makao atau benang pakan dengan satuan ukuran disebut pak. Benang lusi dan makao tersebut memiliki dasar yang berbeda baik pada warna, ukuran, maupun bahan seratnya. Dari perbedaan itulah yang kemudian melahirkan ragam hias kain songket yang menonjol dan terlihat karena berbeda dengan tenun latarnya.

Peralatan untuk membuat tenun songket silungkang persis seperti tenun di Pandai Sikek. Alat utamanya adalah seperangkat alat tenun yang dibuat sendiri, yaitu meliputi: panta, alat gulungan untuk benang dasar tenunan, sisia, alat untuk merentang dan memperoleh benang tenunan, pancukia, alat untuk membuat motif songket, dan turak, alat untuk memasukkan benang lain ke benang dasar. Selain itu, ada pula alatan tambahan berupa alat bantu yang digunakan sebelum dan sesudah proses pembuatan songket, yaitu ani dan alat penggulung kain hasil tenunan yang berbentuk kayu bulat dengan panjang sekitar 1 meter dan berdiameter 5 cm.

Pembuatan tenun songket silungkang melalui dua tahapan, yaitu menenun kain dasar dengan konstruksi tenunan rata atau polos, kemudian yang kedua menenun bagian ragam hias yang merupakan bagian tambahan dari benang pakan. Lama tidaknya pembuatan suatu tenun songket ini bergantung pada jenis tenunan yang dibuat, ukurannya, juga kehalusan dan kerumitan motifnya. Semakin halus dan rumit motif songketnya maka semakin lama pengerjaannya. Pembuatan sarung dan atau kain tersebut memerlukan waktu kurang lebih satu bulan. Setiap harinya seorang pengrajin rata-rata hanya dapat menyelesaikan kain sepanjang 5-10 cm.

Tenun silungkang umumnya jenis bertabur, yaitu songket yang hiasannya tidak memenuhi bidang kain, dengan dasar songket ada yang polos dan ada yang kotak-kotak. Motif tenun silungkang ini terinspirasi dari alam sekitar seperti pucuak rabuang yang paling terkenal di samping ada motif bunga, motif burung, sirangkak, balah katupek, dan lainnya. Motif bentukannya lebih sederhana bila dibandingkan dengan tenun songket Pandai sikek dan tidak rumit dalam pengerjaannya sehingga dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun demikian justru kesederhanaan itulah yang membuat kain songket silungkang begitu memikat dan banyak digemari bahkan hingga ke Malaysia dan Brunei.

Kini para pengrajin kain songket silungkang memadukan teknik ikat dengan teknik songket dengan berbagai variasi motif. Bahan yang digunakan pun saat ini selain benang katun juga benang sutera dengan hiasan benang makau atau benang katun berwarna. Produksi turunan kain songket pun semakin beragam, yaitu berupa: baju wanita, sprey, baju kursi, bantal permadani, selendang, serber, kain lap dapur, sapu tangan, bahan kemeja, tussor (bahan tenun diagonal), gambar dinding, taplak meja, permadani bergambar, dan taplak meja polos.

Bahkan, kini bukan hanya kain songket silungkang yang mereka produksi tetapi juga alat tenunnya, benang, konstruksi tenunan, sampai proses pewarnaannya. Silungkang bahkan menjadi daerah pemasok benang tenun yang telah dicelup atau diwarnai untuk kebutuhan pengrajin tenun di Sumatera Barat.

Untuk berbelanja kain silungkang Anda dapat mampir ke Jalan Lintas Sumatera ruas Sawahlunto-Solok. Di sana berjejer butik, toko dan juga pabrik kain tenun khas silungkang. Salah satunya adalah Toko Tenun dan Songket Silungkang di Dusun Lubuk Nan Gadang Silungkang III, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto.

Inderawi, Sumatera Barat

Batu Sungai Dareh: Giok Sumatera dari Dharmasraya

Nusantara memiliki beragam batu mulia yang tersohor popularitasnya di dunia. Selain batu bacan dari Pulau Bacan di Maluku Utara, satu lagi yang kian menggema namanya adalah batu sungai dareh dari Dharmasraya. Batu sungai dareh dikenal juga sebagai batu lumut atau giok sumatera yang deposit terbanyaknya berasal dari Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat.

Batu sungai dareh ini kabarnya banyak dikenakan di jari para pengusaha, pejabat daerah dan pusat, dan juga para politisi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mendagri Gamawan Fauzi adalah salah satunya. Bahkan, kabarnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga sempat mengenakan batu Sungai Dareh di jari manis kanannya sebagai hadiah dari Presiden SBY saat berkunjung ke Indonesia.

Keistimewaan batu sungai dareh adalah volume kekerasan batu ini mencapai 7 scala Moch sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor batu permata. Aura batu sungai dareh diyakini memancarkan nilai positif bagi yang memakainya. Oleh karena itu, harga jual batu sungai dareh terbilang cukup tinggi setelah dibentuk menjadi cincin atau kalung, khususnya bagi mereka pengkoleksi batu mulia.

Batu sungai dareh sebenarnya telah beredar di pasaran sejak 50 tahun lalu namun dalam waktu 10 tahun terakhir popularitasnya terus naik sehingga harganya pun ikut melambung. Batu ini diketahui telah tersebar hingga ke pulau Jawa, Pulau Kalimatan dan juga ke Medan dan Pekanbaru.

Harga jual batu sungai dareh untuk ukuran 2 hingga 40 gram berkisar dari Rp100 ribu sampai jutaan rupiah. Warna batu sungai dareh setidaknya ada 68 warna. Jenis yang sangat populer adalah kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub.

Untuk mendapatkan batu sungai dareh Anda dapat datang ke pengrajin batu di Pulau Punjung. Batu ini biasa dijadikan oleh-oleh atau cenderamata khas dari Dharmasraya. Salah satunya di Simpang Tiga Pasar Lama Pulau Punjung, Harmadi Tanjung.

Akan menarik pula apabila Anda menyambangi beberapa tempat pengrajin batu gosok sungai dareh. Anda dapat mengetahui bagaimana proses batu sungai dareh diambil dari dasar sungai lalu dipotong sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan, kemudian dihaluskan dan siap dijadikan permata pada kalung ataupun cincin.

Sungai Dareh sendiri berada di Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Sungai Dareh dan Pulau Punjung dipisahkan oleh Sungai Batanghari dimana dulunya memiliki air sangat jernih namun kini airnya berubah menjadi kecoklatan akibat kandungan limbah logam dan mercury dari penambang emas, juga karena andil pembuangan dari limbah sawit dan karet yang bermuara ke Sungai Batanghari.

Sungai Dareh bukanlah Sungai Batanghari, menurut cerita rakyat bahwa Sungai Dareh adalah berasal dari aliran air Rawang Laweh yang apabila turun hujan mampu menghanyutkan kerbau. Oleh karena itu, masyarakat sekitar kemudian membuat aliran ke Sungai Batang Hari dan digunakan pula untuk mengairi sawah. Sebelumnya, masyarakat setempat kesulitan menyebrangi sungai ini karena derasnya aliran air tersebut namun kini sudah dibangun jembatan untuk menghubungkan Pulau Punjung ke Sungai Dareh

Inderawi, Sumatera Barat

Batangeh: Spa Tradisional ala Minangkabau

Indonesia sejak dahulu merupakan negara yang masyarakatnya dikenal memiliki beragam jenis cara dan produk perawatan tubuh tradisional yang semuanya berasal dari rempah-rempah alami. Ragam jenis jamu serta ramuan tradisional itu banyak ditemukan di berbagai tempat di negeri ini dimana berbeda wilayah maka berbeda pula tumbuhan yang digunakannya. Namun demikian, rupanya pemanfaatan cara dan produk perawatan tubuh tradisional tersebut kini tergeser oleh produk perawatan tubuh dan spa dari luar.

Setidaknya ada sembilan spa tradisional Nusantara yang mewakili keragaman karakteristik budayanya dimana memiliki keunggulan khasiatnya masing-masing. Beberapa yang sudah mulai kembali dikenalkan diantaranya adalah: Batangeh dari Minang, Oukup dari Sumatera Utara, Tangas dari Betawi, Bakera spa dari Minahasa, Tellu Sullapa Eppa dari Bugis, Lulur Jawa dari Jawa, Bali Spa dari Bali, Batimung dari Banjar, Kalimantan Selatan, serta Soo so dari Madura.

Salah satu kearifan lokal terkait perawatan tubuh tradisional dapat ditemukan seperti yang dilakukan masyarakat Minangkabau. Wanita Minang kerap menjaga kecantikan dan kesehatan tubuh mereka dengan cara mandi sauna yang disebut batengeh spa atau bertangas yang artinya mandi uap. Fungsinya adalah untuk perawatan dan pengobatan. Jenisnya ada dua yaitu batangeh kering dan basah.

Alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah: periuk tanah, tikar pandan, kain sarung, bangku, tungku, bunga, daun, akar, biji, dan kulit kayu. Sementara itu, untuk bahan yang digunakan batangeh umumnya bagian tumbuhan yang mengandung minyak astiri, seperti sereh wangi, pandan, sirih, gambelu, usa harum, dan kenanga.

Wanita Minang seperti calon pengantin, ibu-ibu, wanita yang baru melahirkan, serta orang yang baru sembuh dari penyakit menahun biasanya memanfaatkan batengeh atau bertangas ini. Dengan perawatan tradisional tersebut tubuh mereka akan segar dan harum sepanjang hari. Wanita yang baru melahirkan memanfaatkan batangeh untuk menghilangkan bau anyir dan mengembalikan fungsi rahim. Orang yang baru sembuh dari penyakit menahun pun menerapkannya untuk menghilangkan bau badan yang masih tersisa selama sakit juga untuk mengembalikan kesegaran tubuh. Selain itu, rupanya batangeh juga dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti reumatik, penyakit kulit, sinusitis dan lainnya.

Berikut ini ragam batengeh atau bertangas yang dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Minang di Sumatera Barat.

 

Payakumbuh

Di Payakumbuh, batengeh diracik dari daun jambak, karisiak daun pisang buah, sarai dan siriah. Ada juga yang memadukan sarai, pandan, urekusa, asam kesturi dan gambelu. Semua ramuan berfungsi untuk menghilangkan bau badan, merapatkan vagina dan pori-pori.

 

Solok

Berbeda lagi dengan di Solok, segenggam daun kunyit dan batang sereh digunakan untuk mengobati wasir. Ada pula batengeh yang menggunakan racikan cuka dan batu bata untuk pengobatan sesudah melahirkan. Caranya, bakar batu bata sampai merah,  masukkan ke dalam panci kemudian siram dengan cuka. Pasien duduk di atasnya, lalu tutup dengan kain sarung hingga panasnya hilang. Pengobatan ini dilakukan 2-3 kali sehari.

 

Pagaruyung

Spa ala Pagaruyung diperuntukkan calon pengantin. Ramuan yang dipadukan berasal dari serai wangi, akar wangi, daun nilam, cengkeh, pandan, adas manis, daun jeruk purut, kulit jeruk purut dan air perasan jeruk purut.

Batusangkar

Sementara itu di Batusangkar, ramuan dari kunyik bolai, jariangau, sipadeh, kunik, daun galundi dan siringan-ringan digunakan untuk menangani stroke. Air ramuan dimanfaatkan sebagai air mandi selama 10 hari.

 

Padang

Kali ini batengeh bermanfaat untuk menyembuhkan rematik, bahan yang diperlukan antara lain jariangau, daun jua, daun ringan-ringan dan daun sebelah ujuang pisang lidi. Ada juga ramuan yang berfungsi menghilangkan stres, racikannya terdiri dari jariangau, siriah dan capo. Proses batengeh dilengkapi dengan zikir.

Gastronomi, Inderawi, Sumatera Barat

Masakan Padang: Cita Rasa yang Berempah

Masakan Padang (baca: lebih dikenal masakan Padang) adalah nama kuliner Nusantara yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Kuliner ini umumnya bercita rasa pedas, jadi jika Anda menyukai makanan pedas maka kuliner ini adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Masakan minang sangat terkenal di seluruh Indonesia bahkan di dunia.

Tiap kota di Indonesia umumnya ada restoran Masakan Padang seakan menunjukan betapa populernya masakan ini di Indonesia. Anda bisa dengan mudah mengenali restoran Masakan Padang karena cirinya makanan akan dipajang langsung dalam etalase kaca. Anda tinggal memilih menu yang menarik selera kemudian menikmati kelezatan makanan tersebut.

Masakan Padang sering mengunakan daging ayam, daging sapi, telur, daun singkong, sayur kol, dipadu racikan sambal sebagai menu utamanya. Masakan Padang mempunyai sambal khusus yang disebut sambal ijo. Beberapa menu yang terkenal dari Padang antara lain: rendang, soto padang, sate padang, dendeng, gulai gajebo, dan gulai kepala ikan kakap disertai sambal balado. Hal yang paling menyenangkan menikmati Masakan Padang adalah menebak-nebak bumbu rahasia apa yang digunakan. Kuliner Padang terkenal dengan cita rasanya yang berempah.

Cara penyajian Masakan Padang sangat unik dimana pelayannya akan membawa 20 piring menu makanan ke meja Anda. Ini menjadi akrobatik yang menyenangkan dengan makanan tersaji dan bertumpuk 2 tingkat. Anda memilih menu mana yang sesuai selera dan hanya perlu membayar makanan yang Anda makan saja.

Masakan Padang dianggap sebagai simbol komunitas karena menjadi tempat berkumpul keluarga untuk makan bersama-sama. Masyarakat Padang memiliki budaya menyelesaikan masalah dengan berkumpul dan makan-makan, mulai anak, cucu sampai kakek nenek datang bersamaan. Di satu sisi ini adalah pendidikan atau mewariskan tradisi mengenalkan masakan padang kepada generasi muda. Ini akan menjadi kebiasaan untuk menjamin keberadaan Masakan Padang.

Masih banyak rumah makan Padang yang sampai saat ini tetap mendatangkan bahan dan bumbunya langsung dari ranah Minang. Untuk mempertahankan cita rasa makanannya yang khas, biasanya kokinya juga langsung didatangkan dari Sumatera Barat atau setidaknya mereka meminta bantuan sesama orang Sumatera Barat untuk menjaga kualitas masakan.

Daftar rumah makan Masakan Padang di Kota Padang:

Rumah Makan Anis

Jl. Jenderal Sudirmman

Rumah Makan Si Midun

Jl. Veteran

  1. Karya Indah Jaya

Jl. Niaga No. 138

Rumah  Makan

Jl. Kelok Kuranji RT 01/03 Kuranji

Restoran Selamat

Jl.Pasar raya No. 7

  1. M. Yamin

Jl. M. Yamin No. 46

  1. Simpang Raya

Jl. Bagindo Aziz Chan No. 24

Rumah Makan Nasi Kapau

Jl. Hamka 23-A Padang25171

Rumah Makan Padi Rimbun

Jl. Andalas Raya 9-A Padang25126

Rumah Makan Pak Datuk

Jl .Sutan Syahrir 197 Padang27118

Tips

Menu pilihan yang tepat bagi vegetarian adalah tempe atau tahu yang disajikan dengan sambal. Telur juga menjadi salah satu menu utama masakan padang.

Masakan Padang menyajikan menu-menu yang tidak biasa, seperti hati, paru-paru dan otak ayam, jadi apabila Anda kurang nyaman menyantap menu tersebut maka Anda bisa bertanya pada pelayan untuk memastikannya.

Gastronomi, Inderawi, Jawa Barat

Panduan Kuliner di Bandung: Seribu Satu Menu Sejuta Rasa

Sekilas

Seribu satu menu sejuta rasa”. Itulah kekayaan kuliner yang dimiliki Kota Kembang. Banyak orang mengunjungi Bandung untuk memanjakan lidah mereka. Selera makan Anda akan dibuai manja dengan apa yang ditawarkan kota ini. Berbagai jenis makanan dan tempat makan tersebar di berbagai sudut kota dalam balutan udara nan sejuk. Mulailah petualangan dengan tidak ragu mencicipi jajanan di pinggir hingga yang mewah di restoran berkelas. Pastinya Anda akan dapat menemukan banyak kuliner yang disukai di kota ini.

Sebagai suku yang dominan di Kota Bandung, orang Sunda merasa makanannya hambar apabila tanpa disertai sambal. Jika Anda ingin mencicipi masanan Sunda yang lebih nikmat maka cobalah nasi timbel, yaitu nasi yang digulung terbungkus daun pisang dengan sambal dadakan yang dimakan bersama ayam digoreng atau dibakar.  Makanan ini disertai pula dengan gepuk, yakni daging yang dicampur bumbu-bumbu khas cita rasa Sunda lalu direbus hingga empuk dan digoreng. Melengkapinya ada tempe, tahu, ikan asin,  sayur asam, dan lalapan mentah yang ditambah pepesan seperti pepes ikan, pepes ayam atau pepes jamur. Orang Sunda suka sekali memakan sayuran. Kerap kali mereka memakan sayuran segar mentah  atau sebelumnya telah disebut sebagai lalapan seperti mentimun, tomat, daun ketumbar, terong, kol, selada, dan sebagainya. Lalapan biasanya disertai dengan sambal yang nikmat.

Orang Sunda terutama Bandung memiliki makanan khasnya, yaitu batagor dan baso tahu. Batagor Riri yang terkenal dapat Anda temukan di sekitar Jalan Burangrang patut masuk dalam daftar perburuan kuliner di Bandung. Di sekitarnya dapat ditemui Martabak San Fransisco, Baso Tahu Saboga, Ayam Goreng Suharti, dan lainnya. Bagi Anda yang menyukai makanan manis pastinya akan menyukai pisang bolen yaitu patiseri buatan sendiri berisi pisang dan keju. Sebagai variasi, Anda juga dapat menikmati brownies kukus Amanda yang terkenal. Beranikan juga mencicipi keripik singkong pedas dalam beragam tingkatannya (level 1-10). Beberapa yang terkenal adalah Keripik Mas Icih dan Karuhun.

Es cendol Elizabeth yang legendaris siap melepaskan dahaga Anda. Ada juga bandrek dan bajigur, yaitu minuman yang cocok untuk menghangatkan tubuh Anda saat merasakan udara dingin Bandung di malam hari. Bandung juga menawarkan berbagai macam produk susu seperti yoghurt. Pada dasarnya ada dua jenis yoghurt di Bandung yaitu yoghurt yang sedikit cair dan yoghurt yang kental (gaya Perancis). Anda dapat menemukan yoghurt dengan rasa yang bervariasi di Jalan Cisangkuy dekat Museum Geologi atau di BMC sekitaran persimpangan Jalan Aceh-Wastukancana.

Hot snack ala Bandung begitu beragam dan banyak dijual di pinggir jalan. Ada gehu berupa tahu berisi sayuran dan dibalut adonan terigu lalu digoreng. Serupa beda isi ada pisang goreng, molen bala-bala, tempe goreng, combro, ubi goreng, nanas goreng, rarauan, serta cireng yaitu tepung kanji yang digoreng berisi bumbu kacang, juga patut Anda coba dan sangat mudah menemukannya di kota ini. Kudapan tersebut biasanya banyak dijual di gerobak pinggir jalan ditemani cabe, bumbu kacang, atau saus sambal.

Pilihan kudapan tradisional ada awug, yaitu makanan tradisional berupa tepung yang dicampur kelapa dan gula merah. Makanan ini juga seringnya sepaket bersama klepon, putu mayang, jiwel, dan lainnya. Anda juga mungkin tertarik untuk mencicipi nangka goreng, nanas goreng, peuyeum goreng di sekitar Jalan Cendana, Bengawan dekat Taman Pramuka. Ketan bakar dan jagung bakar atau rebus juga patut dicicipi kelezatannya dan banyak dijual di Lembang.

Mie Bakso adalah salah satu makanan yang hampir semua orang Indonesia menyukainya dan makanan mudah ditemukan di Bandung. Hampir di setiap daerah di kota Bandung tersedia jenis makanan yang segar selagi panas ini. Mulai dari mie bakso yang diracik dengan saos dan kecap, sampai mie bakso yamin pisah, lengkap dengan siomay dan ceker atau kaki ayam yang menggugah selera.

Nasi goreng, meskipun bukan asli makanan dari Jawa Barat tetapi telah menjadi salah satu makanan favorit di Bandung. Nasi digoreng dengan bumbu dasar bawang, cabe merah, dan tomat ini kadang ada yang dicampur daging ayam, sapi, ikan asin, atau kambing bercampur dengan telur dan aneka sayuran serta kerupuk dan acar. Anda juga patut mencoba cakue, makanan yang terbuat dari adonan terigu yang digoreng dimakan disertai saus. Makanan ini sering dijual bersama dengan odading yaitu semacam roti goreng berbentuk seperti bantal yang rasanya manis.

Di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Bandung, Anda akan menemukan berbagai macam restoran khas lain seperti restoran khas Padang, Jawa, China,Thailand,  Jepang, Korea, Eropa, India, serta masih banyak lagi yang lainnya. Untuk mencicipi nasi timbel dan makanan khas Sunda lainnya, serta western food, Anda dapat mengunjungi beberapa restoran di bawah ini yang menjual makanan super lezat.

   BUMBU DESA

   Jalan Pasirkaliki 160, Bandung

   Jalan Laswi 1, Bandung

   Makanan tradisional khas Sunda dengan restoran yang didekor suasana pedesaan.

   BALE GAZEEBO

   Jalan Surapati 49

   Restoran yang besar, dimana Anda bisa makan secara lesehan atau dengan meja biasa.

   SINDANG RERET

   Jalan Raya Cikole Km 22 di luar kota, menuj arah Lembang.

   Jalan Raya Propinsi Ciwidey, Kabupaten Bandung

   Jalan Surapati 53

   Salah satu restoran yang paling terkenal di Bandung dari dulu.

   SAUNG KABAYAN

   Jalan Dr. Junjunan 107, Bandung

   Restoran yang menyediakan masakan khas Sunda yang sudah dimodernisasi.

SIERRA

Jalan Bukit Pakar Timur No.33 Bandung; (022) 2512240; www.sierracafe-lounge.com

Restoran yang mulai terkenal 6 tahun yang lalu ini memiliki menu makanan beragam terutama western food-nya. Tidak hanya itu, restoran ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah pada malam hari terutama melihat city light Bandung memesona. Menu andalan di sini antara lain Rib’s Eye Steak dan blueberry juice yang segar menggoda.

NEO CALISTA

Bukit Pakar Timur Dago IV Kav B1 Bandung; (022) 2513355; www.neocalista.com

Selasa-Kamis (16.00-23.00) Jumat-Minggu (11.00-00.00)

Restoran dekat dengan Sierra ini terbilang baru karena baru beberapa tahun. Akan tetapi, sudah banyak dikunjungi terutama pada malam Minggu. Restoran ini menawarkan menu western food yang lezat dan tentu saja pemandangan kota Bandung yang indah. Menu andalan di sini adalah “Calista” Roast Turkey, daging kalkun yang gurih dan empuk lengkap dengan gravy dan stuffing yang lezat.

 

LISUNG RESTO & CAFÉ

Jalan Dago Pakar Timur No.111 Bandung; (022) 91279383.

Restoran dengan suasana etnik klasik ini sangat ramai terutama pada malam Minggu. Menu khas di sini adalah Nasi Panggang Lisung berupa nasi yang dipanggang bersama jamur, ati, sayur, dan disuguhkan bersama ayam, tahu, tempe goreng dan kerupuk. Karena porsinya lumayan besar, Anda dijamin kenyang. Minuman di sini pun tak kalah menariknya, mulai dari Kopi Coklat, sampai Nice Dream (cokelat, oreo dan ice cream).

 

ODEUM

ODEUM Building 1st floor, Paris Van Java Mall, Jl. Sukajadi Bandung; (022) 82063554; Secret Garden Restaurant Senin-Kamis & Minggu (16.00-00.00) Jumat & Sabtu (16.00-03.00); Mansion Club Rabu-Sabtu (22.00-habis); Pure Lounge Selasa-Kamis & MInggu (09.00-02.00) Jumat & Sabtu (09.00-habis). Restoran ini terdiri dari 3 venue yang menyajikan suasana dan hiburan yang berbeda bagi setiap pengunjungnya.

SUKI GARDEN

Lembah Pakar Timur No.28 Dago

Bandung; (022) 2531052

Restoran Jepang  all you can eat yang berada tepat  di atas restoran The Valley ini menyediakan jenis makanan Jepang yang beraneka ragam mulai dari sushi, yakiniku, dan shabu-shabu serta dessert yang sangat beragam dibanding restoran Jepang all you can eat yang lain. Dengan harga Rp98.200,00 sudah termasuk pajak, Anda dijamin akan merasa puas dan kenyang setelah menikmati hidangan ala Jepang yang sehat nan lezat ini.

 

WAROENG SOERABI ENHAII

Jl. Dr. Setiabudi No.186 Bandung; (081394212666)

Senin-Jumat & Minggu (12.00-02.00), Sabtu (12.00-03.00).