Category Archives: Sumatera

Alam, Lampung

Pantai Walur: Rekreasi Pantai Bersama Keluarga

 

Sekilas

Dapatkan kesenangan rekreasi bersama keluarga di Pantai Walur, Lampung Barat. Di sini Anda dapat menikmati lanskap alam pantai yang menawan. Dengan bermain pasir atau berenang maka sudah cukup memuaskan Anda dan keluarga di sini.

Pantai Walur memiliki pasir putih dan garis pantai yang landai. Keindahan pasir putihnya diselingi hamparan rumput hijau yang tumbuh subur. Semakin lengkaplah keindahannya dengan lentera dari mercu suar. Di sekitarnya juga terdapat kompleks tempat tinggal pegawainya.

Pantai Walur mempunyai ladang rumput luas yang ditumbuhi oleh pohon kelapa, membuat suasana di pantai ini menjadi nyaman cocok untuk wisata keluarga.

 

Kegiatan

Saat hari biasa hanya ada beberapa perahu ditambatkan di pohon-pohon di pinggir laut. Tapi Saat hari libur, pantai ini cukup ramai wisatawan. Terutama itu saat hari raya Idul Fitri, pantai ini merupakan salah satu favorit di samping Pantai Labuhan Jukung.  Pantai Walur adalah tempat rekreasi yang tepat untuk keluarga.

Di sini Anda dapat memancing di perairan yang segar dan bersih airnya. Ombaknya yang tidak terlalu besar memastikan keamanan untuk anak-anak bermain di pesisirnya bermain pasir atau mengumpulkan karang mati. Ikan hias dan binatang karang merupakan pemandangan yang menawan di tempat ini.

Akomodasi

Temukan beberapa akomodasi di sekitaran Lampung Barat berikut ini.

Hotel Karang Nyimbur

 Jl. Raya Biha Pss. Selatan

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 8 kamar

Alam Zandino Caltagi

 Jl. Raya Pantai Way Redak Walur Krui

Hotel melati I dengan jumlah kamar sebanyak 3 kamar

Hotel Ombak Indah

 Jl. Raya Biha Pss. Selatan

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 6 kamar

Hotel Sindalapai

 Jl. Raden Intan No. 001 P.Liwa 21750

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 8 kamar

Hotel Sederhana

 Jl. Raya Pasar Fajar Bulan – Fajar Bulan

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 10 kamar

Hotel Gunung Putri

 Jl. Raya Sumber Jaya – Sumber Jaya

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 8 kamar

Hotel Rindu Alam

 Jl. Raya Pasar Fajar Bulan – Fajar Bulan

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 18 kamar

Hotel Selalau

 Jl. Raya Pasar Krui – Krui

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 6 kamar

Hotel stabas

 Jl. Pasar Krui – Krui

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 6 kamar

Hotel Jember

 Jl. Raya Pasar Liwa (0728) 21012

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 23 kamar

Hotel Sempana Lima

 Jl. Raya Pasar Krui – Krui

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 11 kamar

Hotel Dwi Putri

 Jl. Raya Pasar Krui – Krui

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 14 kamar

Hotel Saridjo

 Jl. Raya Way Mengaku – Liwa

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 10 kamar

Hotel Dana Insani

 Jl. Raya Pasar Liwa (0728) 21309

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 7 kamar

Hotel Pasegi

 Jl. Raya Sebarus G. Sugih (0728) 21252

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 18 kama

Hotel Permata

 Jl. Raya Way Mengaku – Liwa (0728) 21022

Hotel Melati II dengan jumlah kamar sebanyak 25 kamar

Tersedia pula losmen apabila Anda memerlukan akomodasi yang lebih sederhana seperti berikut ini.

Losmen Pajar Bulan

 Jl. Raya Pasar Fajar Bulan – Fajar Bulan

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 8 kamar

Losmen gembira

 Jl. Pasar Krui – Krui

Hotel Melati I dengan jumlah kamar sebanyak 12 kamar

Transportasi

Rangkaian Pantai Labuhan Jukung, Way Redak, dan Walur mempunyai jalan aspal tersendiri di pesisir pantai yang menghubungkan ketiganya. Jalan ini berada dekat dengan laut, terpisah dari jalan raya yang agak jauh, dan Pantai Walur adalah pantai terakhir yang dilewati jalan raya ini.

Temukan lokasinya di Desa Walur, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Barat. Jarak Pantai Walur dari pusat kota Krui sekitar 5 km. Apabila Anda menempuhnya melalui jalan raya masa sedikit terasa jauh tetapi jika ditempuh melalui jalan pantai maka terasa dekat. Sebelum tiba di Pantai Walur maka Anda akan tiba di Pantai Labuhan Jukung. Selanjutnya tinggal melanjutkan perjalanan sedikit menelusuri jalan pantai sehingga tiba di Pantai Walur.

 

 

Tips

  • Waktu yang terbaik untuk Anda mengunjungi Pantai Walur adalah di pagi hari, saat cuacanya masih sejuk. Di siang hari cuaca bisa jadi panas menyengat.

 

Budaya, Lampung

Menara Siger: Ikon Lampung Sekaligus Tempat Wisata Seni dan Budaya

Sekilas

Lampung tidak hanya identik dengan gajah atau Way Kambas. Sebagian orang juga mungkin mengkaitkannya Gunung Krakatau yang terkenal itu. Akan tetapi, ada bangunan cantik yang mewakili budaya Lampung yaitu Menara Siger. Bangunan ini berada di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Bangunan indah berwarna kuning itu juga merupakan titik nol jalan lintas Sumatera dimana Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dari timur. Bangunannya berdiri cantik di atas bukit dekat Pelabuhan Bakauheni yang sangat strategis sebagai tempat transit dan wisata.

Menara Siger bukan monumen masa lalu melainkan simbol bangunan masa depan representasi fenomena masyarakat Lampung.

Menaranya yang berwarna kuning cerah dapat dilihat dari jauh ketika kapal akan berlabuh di Pelabuhan Bakauheni. Bahkan Anda dapat melihatnya baik pagi hari maupun gelap malam karena ada lampu sorot yang sekaligus dijadikan menara lampu oleh kapal-kapal yang akan merapat di Bakauheni.

Menara Siger ini terus dikenali para pecinta pelancong dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Bentuk bangunannya sangat unik yaitu berbentuk mahkota pengantin wanita adat khas Lampung. Tempat ini juga rutin menampilkan berbagai jenis kegiatan dan pertunjukkan kesenian. Bahkan di malam Minggu menampikan seni budaya dari Jawa, Batak, Lampung, Sunda dan Banten.

Menara Siger bukan hanya menjadi ikon pariwisata Lampung tetapi menjadi simbol keagamaan, seni dan budaya, juga pendidikan.

Menara Siger diresmikan pada 1 Mei 2008 oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dirancang oleh arsitek terkenal Ir. Ansori Djausal tahun 2005 di atas bukit di Bakauheni. Bentuk bangunannya terinspirasi oleh ciri khas Lampung, yaitu mahkota siger.

Mahkota Siger biasanya dikenakan wanita Lampung pada upacara-upacara adat dan merupakan suatu simbol kehormatan. Bentuk menara ini sangat kompleks dan tidak mudah saat pendirikan awalnya.

Arsitektur bangunan Menara Siger juga memasukan bentuk asli tradisional Lampung lainnya yaitu paguk di bagian kiri kanan menara sebagai perlambang perahu. Di puncak menara terdapat payung tiga warna yaitu putih, kuning, dan merah sebagai simbol tatanan sosial masyarakat Lampung. Menara yang mengusung adat budaya Lampung sekaligus landmark kawasan Bakauheni. Dimensi Menara Siger memiliki tinggi 32 meter, panjang 50 meter, lebar 10 meter, serta lantai 5 tingkat.

 

 

Kegiatan

Pengunjung dari wilayah lain di Sumatera sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Jawa biasanya menyempatkan diri untuk masuk ke Menara Siger dan beristirahat sejenak sebelum menyebrang di Pelabuhan Bakauheni. Ruang di dalam Menara Singer difungsikan sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata Lampung.

Di zona wisata seluas 150 hektar ini tersedia juga ruangan tempat Anda untuk melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Pastikan Anda berfoto dengan latar belakangnya gedungnya dan memahami falsafah tatanan masyarakat Lampung yang diantaranya terbuka hati  menerima tamu (nemui nyimah) dan suka berkenalan sekaligus pandai bergaul (nengah nyappur).

 

Berkeliling

Untuk berkeliling di Lampung manfaatkan kendaraan sewaan atau DAMRI dengan jurusan sebagai berikut.

  • Teluk Betung – Tanjung Karang
  • Rajabasa – Hanura
  • Rajabasa – Metro
  • Rajabasa -Tanjung Karang
  • Korpri -Tanjung Karang

 

 

Akomodasi

Kalianda Resort berada sekitar 45 km dari Bandar Lampung ke Bakauheni. Anda dapat menemukannya di sebelah kanan jalan atau arah sebaliknya 40 km dari Bakauheni di sebelah kiri jalan.

Mini Hotel

Jalan Raya Bakauheni No. 52, Lampung.

Telp. +62-721-31-603

Hotel Amarta Agung Indah

Jalan Trans Sumatera, Tarahan

Telp. +62-721-31556

Hotel Bintang Selatan

Jalan Indra Bangsawan, Kalianda

+62-727-322003

Hotel Beringin

Jalan Kesuma Bangsa, Kalianda

Telp. +62-727-322008

Hotel Branti Indah

Jalan Trans Sumatera – Branti

Hotel Fajar

Jalan Trans Sumatera, Kalianda

Telp. +62-727-322397

Hotel Mutiara

Jalan Trans Sumatera, Tarahan

Telp. +62-721-32801

Hotel Pasir Putih

Jalan Trans Sumatera, Tarahan, Kecamaan Katibung

Hotel Sudi Mampir

Jalan Veteran, Kalianda

Telp. +62-727-3222243

Hotel Villa Mas

Jalan Trans Sumatera, Branti

Hotel Way Urang

Jalan Indra Bangsawan, Kalianda

Telp. +62-727-322206

Krakatoa Nirwana Resort berlokasi di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Telp 0727 32290. Sebuah tempat yang nyaman untuk bersantai dengan fasilitas sangat lengkap seperti villa, kolam renang, tropical cafe. Di sini Anda dapat berolahraga di pantai atau hanya sekedar bermain pasir.

 

Apabila Anda ingin menjelajah Krakatau maka dapat memanfaatkan penginapan di Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Untuk pemesanan lebih baik Anda menghubungi  pengelolanya yaitu Bapak Hayun 0813 6992 3312; 0828 7013 757. Villa Pulau Sebesi Indah tersebut  adalah milik Pemerintah Kapubaten Lampung Selatan dan disewakan dengan harga sekitar Rp300.000,- per malam belum termasuk makan.

 

Kuliner

Yozaa Cafe berlokasi  di Jalan pangeran Antasari, Bukit Kencana, menyediakan suasananya itu romantis outdoor. Makanan andalannya adalah chicken cordon blue dan minumnya nut-nut.

 

Coba kunjungi juga Kafe Yayang di Jalan Cut Nyak Dien. Tersedia ayam goreng dan bakar,  beragam jenis ikan goreng dan bakar, rendang, pepes, belut, asam pade,  dan lainnya.

Pilihan lain adalah Dawiel Cafe di Tanjung Karang dengan sup kimlo yang lezat dan mie ayamnya.

 

Transportasi

Beberapa maskapai penerbangan melayani penerbangan dari Soekarno-Hatta, Jakarta ke Raden Inten, Tanjung Karang, Lampung, yaitu Sriwijaya, Merpati, Batavia, dan Garuda. Lama perjalanan adalah 45 menit dengan tarif pada hari biasa berkisar Rp300,000,-.

Tersedia kapal cepat dan kapal fery dari Pelabuhan Merak, Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Dari Merak, kapal cepat ke Bakauheni berlayar antara pukul 06.00 atau 06.30 hingga pukul 17.00 atau 17.30 dengan tarifnya Rp30.000,-. Lama berlayar selama 40-45 menit. Tarif Kapal Ferry adalah Rp11.500,- ada tambahan Rp8.000,- apabila Anda ingin pindah ke executive room. Lama perjalanan kapal ferry sekitar 2 – 3 Jam.

Terminal Kalideres atau Terminal Kampung Rambutan, Pelabuhan Merak (Bus Ekonomi) melayani rute masuk ke Lampung Selatan dengan tarif Rp15.000,- hingga Rp18.000,-. Lama perjalanan sekitar 1.5 jam

Bus DAMRI dari Stasiun Gambir juga melayani perjalanan ke Lampung dengan tarif bervariasi tergantung fasilitasnya. DAMRI Gambir – Bandar lampung. Berangkat jam 8.00 – 10.00 dan 20.00 – 22.00. Untuk kelas bisnis: Rp115.000,-  dan eksekutif Rp150.000,-.

Dari Bogor juga tersedia DAMRI jurusan Bogor-Bandar lampung. Berangkat pukul 19.00, dengan tarif Rp160.000,-. Pool-nya dapat Anda temukan dekat Botani Square.

Travel juga banyak tersedia, jadwal berangkat biasanya pukul 8 pagi dan 8 malam tergantung area jemputan. Kisaran harga Rp170.000,- plus biaya penjemputan.

Budaya, Lampung

Mahkota Siger: Simbol Kebanggaan Lampung

Lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya, begitu pepatah menyebutkan. Di Bali setiap perkantoran atau rumah umumnya dihiasi gapura berbentuk pura. Nah, di Lampung beda dan unik karena setiap bangunan publik akan memajang mahkota siger. Apa itu mahkota siger? Ayo teruskan membaca sehingga Anda semakin sayang dan bangga pada budaya Nusantara.

Mahkota siger adalah mahkota yang dikenakan pengantin perempuan  Lampung. Mirip dengan yang ada di tanah Minang dimana disebut dengan nama suntiang. Perbedaanya pada siger memiliki jumlah tanduk atau pucuk kecil sebanyak 7 buah.

Menurut foklor setempat bahwa 7 pucuk di mahkotanya berasal dari 7 gunung di Lampung yang menjadi tempat asal usul leluhur atau nenek moyang masyarakat Lampung. Lokasi awal itu yang membuat masyarakatnya membentuk kelompok masing-masing.

Ada pula yang mengasumsikan asal usul mahkota siger dikaitkan dengan Balaputra Dewa, Raja Sekala yang disebut Selopun yaitu sebuah daerah di Lampung yang menjadi rumah situs Batu Brak bekas pemukiman dari batu. Balaputra Dewa membuat siger sebagai miniatur Borobudur untuk istrinya Pramodya Wardhani, putri Samaratungga. Belum pasti apakah ini juga terkait dengan mahkota Kerajaan Sekala yang dipakai Pramodya Wardani istri sang raja tetapi hikayat dan refleksinya sungguh luar biasa.

Meski ada pendapat yang berbeda tentang asal usul simbolis dari siger tetapi tetap jelasnya mahkota ini dijadikan kebanggaan masyarakat Lampung dan disematkan di setiap sudut kota. Siger adalah simbol kedudukan sekaligus visi masyarakatnya dimana dalam sejarahnya  termahsyur sebagai penghasil lada hitam.

Siger tidak merepresentasikan sistem kekeluargaan masyarakat Lampung karena bukan matrilineal tetapi patrilineal. Siger dipilih seolah Lampung lebih bernuansa feminine ketimbang daerah-daerah lain yang mengusung sifat maskulin dengan alat perang atau senjata tradisional sebagai simbol kebanggaannya.

Diyakini bahwa sifat seorang wanita dengan mahkota siger lebih diutamakan dalam memimpin masyarakat dan bergaul dengan tetamu. Rasa sayang,menghormati, mengayomi, dan mendidik adalah nilai-nilai dari feminisme yang direfleksikan dalam kehidupan masyarakat Lampung.

Menara Siger

Bila Jakarta memiliki Monas, Bandung memilik Gedung Sate, atau Bali memiliki Garuda Wisnu Kencana, maka Lampung menyambut tamunya dengan Menara Siger di Bukit Bakaheuni. Saat menginjakkan kaki di bumi lada hitam, Lampung, dari kapal feri di Bakaheuni maka Anda akan melihat  Menara Siger.

Banyak pelancong di negeri ini menyematkan predikat titik nol jalur lintas Sumatera kepada Monumen Siger. Pada kenyataannya, jalur lintas Sumatera atau trans Sumatera memang berakhir atau berawal tepat di bawah kaki bukit Bakaheuni di mana Monumen ini menerawang jauh ke cakrawala Selat Sunda dan bumi Lampung dari atasnya.

Di puncak tanduk bagian tengah Menara Siger, terdapat payung berundak tiga berwarna putih, kuning, dan merah yang melambangkan tatanan kemasyarakatan Lampung. Di dalam bangunan yang menopang mahkota raksasa ini, terdapat prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan masyarakat Lampung.

Menara Siger digagas oleh Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, dengan bantuan arsitek, Ir. Anshori Djausal MT. Bangunan dengan bentuk siger berwarna kuning keemasan ini menjulang tinggi sekitar 32 meter di atas bukit gamping yang menjulang 110 di atas permukaan laut. Proyek pembangunan ini memerlukan dana sekitar Rp 7 miliar, walau informasi lain menyebutkan Rp 15 miliar.

Dengan teknik pembangunan menggunakan sistem ferrocement, bangunan ini diyakini tahan terpaan angin dan guncangan gempa. Pengembangan mahkota siger tidak menggunakan semen curah cor, untuk mengurangi beban, namun dengan jaringan kawat menyerupai jaring laba-laba yang akan tetap kuat sebagai struktur bangunan.

Sempatkanlah berdiri di hadapan mahkota ini dan yakinkan Anda memahami falsafah tatanan masyarakat Lampung yang diantaranya terbuka hati  menerima tamu (nemui nyimah) dan suka berkenalan serta pandai bergaul (nengah nyappur). Bahasa daerah Lampung ini berasal dari bahasa perpaduan Sansekerta, Arab, dan Melayu dengan menggunakan turunan huruf pallawa yang disebut huruf kaganga. Menara Siger adalah lambang perpaduan teknologi, budaya, dan juga kepariwisataan Provinsi Lampung.

Alam, Lampung

Kedashyatan Erupsi Krakatau: Letusan Besar pada 535 M dan 1883

Letusan Gunung Krakatau Purba 535 M

Pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda. Gunung ini kemudian meletus dahsyat dan menyisakan sebuah kawah besar (kaldera). Gunung yang meletus tersebut merupakan induk dari Gunung Krakatau yang kemudian meletus tahun 1883 dan menjadikannya salah satu letusan gunung terdasyat di muka bumi.

Letusan gunung di Selat Sunda ini pernah tercatat dalam sebuah teks Jawa Kuno berjudul “Pustaka Raja Parwa” tahun 416 Masehi. Keterangan ini diperkuat pernyataan dua pakar geologi asal Belanda yaitu Verbeek (1885) dan Berend George Escher (1919, 1948). Keduanya lama bekerja di Indonesia dan melakukan penyelidikan tentang sejarah letusan Krakatau. B.G. Escher menyetujui bahwa yang dimaksud teks kuno Jawa tersebut adalah sebuah gunung yang kemudian dikenal sebagai Krakatau Purba yang pernah meletus.

Teks Jawa kuno “Pustaka Raja Parwa” menceritakan bagaimana dahsyatnya letusan gunung purba ini.

“Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkannya, Pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan Pulau Sumatera ”

Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat Krakatau Purba hancur dan menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi kawahnya kemudian dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung.

Ledakan Krakatau Purba diperkirakan para ahli berlangsung 10 hari dengan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter. Tidak hanya itu, bencana ini juga menurunkan temperatur bumi sebesar 5-10 derajat dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun dan menimbulkan penyakit sampar bubonic (Bubonic plague) karena temperatur bumi yang mendingin. Bahkan penyakit sampar ini juga secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi saat itu.

Letusan gunung ini juga diperkirakan ikut andil terjadinya abad kegelapan di muka bumi dan berakhirnya peradaban Persia purba, beralihnya bentuk Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar peradaban Maya, peradaban Tikal, serta peradaban Nazca di Amerika Selatan.

Catatan penelitian Krakatau Purba dari Berend George Escher dan Verbeek juga didukung beragam dokumen sejarah dari Nusantara, Siria, dan Cina tentang sebuah bencana yang sangat dahsyat terjadi di abad 5 atau 6 Masehi dan mengakibatkan Abad Kegelapan di seluruh dunia. Ice Cores di Antarktika dan Greenland juga mencatat jejak ion sulfate vulkanik berumur 535-540 M dan diperkirakan kiriman bencana dahyat Gunung Purna Krakatau.

Kedashyatan Erupsi Krakatau 1883

Gunung Krakatau sebelumnya pernah meletus tahun 1680 dan menghasilkan lava andesitik asam. Berikutnya tahun 1880, Gunung Perbuwatan di Pulau ini kembali aktif mengeluarkan lava tanpa letusan. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883.

Setelah 200 tahun tertidur, kemudian terjadi letusan kecil di Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal akan terjadinya lanjutan sebuah letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul letusan kecil beruntun hingga puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883 dan tidak akan dilupakan penduduk Pulau Jawa dan Sumatera, bahkan penghuni Bumi.

Bumi dan manusia menjadi saksi, Senin, 27 Agustus 1883, tepat pukul 10.20 meletuslah Krakatau. Kekuatannya sangat dahsyat dan mengerikan. Para ahli menyebut bahwa saat itu letusannya setara dengan  13.000 kali kekuatan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Keesokan harinya sampai waktu yang cukup lama, penduduk Batavia (Jakarta) dan Lampung tidak lagi melihat sinar Matahari karena tertutup kabut asap yang amat tebal.

Letusan Krakatau menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan, serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang lalu membuat cekungan selebar 7 km sedalam 250 meter. Sekitar 23 km² bagian pulau ini termasuk Gunung Perbuwatan dan Gunung Danan surut ke dalam kaldera. Ketinggian asli Gunung Danan saat itu sekitar 450 meter kemudian runtuh sampai kedalaman 250 m di bawah permukaan laut.

Suara ledakan dan gemuruh letusan Krakatau telah terdengar sampai radius lebih dari 4600 km hingga terdengar sepanjang Samudera Hindia, dari Pulau Rodriguez dan Sri Lanka di barat, hingga ke Australia di timur. Letusan tersebut masih tercatat sebagai suara letusan paling keras yang pernah terdengar di bumi.

“Simon Winchester, ahli geologi dari Universitas Oxford Inggris sekaligus penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan Krakatau adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.”

Letusan Krakatau melemparkan batuan apung dan abu vulkanik bervolume 18 kilometer kubik. Debu vulkanisnya menyembur hingga 80 km. Hamburan benda-benda bumi berterbangan ke udara lalu jatuh di dataran Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Bahkan benda vulkanik juga telah tiba hingga ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru.

Ribuan orang di Pulau Sumatera tewas akibat debu panasnya dan mega tsunami. Gelombang laut raksasa itu naik setinggi 40 meter lalu menghancurkan pemukiman desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tidak hanya tsunami yang terjadi tetapi juga diikuti longsoran bawah laut.

“The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.”

Korban tewas resmi yang dicatat pemerintah Hindia Belanda adalah 36.417 jiwa, meskipun beberapa sumber memperkirakan lebih dari 120.000 jiwa.  Korban yang tewas berasal dari 295 kampung di kawasan pantai mulai dari Serang hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan serta ke Sumatera Selatan. Di Ujung Kulon, tsunami masuk sampai 15 km ke arah barat. Gelombang tsunami juga merambat hingga ke Hawaii, pantai barat Amerika Tengah, dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu km. Ada laporan yang didokumentasikan dimana tengkorak manusia mengambang di atas rakit di Samudra Hindia sampai satu tahun setelah letusan.

Dampak gabungan dari aliran piroklastik, abu vulkanik, dan mega tsunami telah mengakibatkan salah satu bencana terbesar di muka bumi. Kedashyatan letusan Krakatau tidak sebesar letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora yang juga masih di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru, dan Gunung Katmal di Alaska. Akan tetapi, populasi manusia di sekitaran Krakatau saat itu sudah cukup padat dan bencana ini juga terekam oleh perkembangan sains dan teknologi yang berkembang saat itu. Letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Namun, ahli geologi saat itu belum mampu memberikan penjelasan mengenai penyebab letusannya.

“Peneliti dari University of North Dakota menyebut ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern.”

Letusan Krakatau telah menyebabkan perubahan iklim global bumi. Dunia menjadi merasakan siang harinya gelap selama 2 ½  hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Sinar Matahari redup tertutup kabut asap selama hampir setahun berikutnya. Hantaran debu vulkanik ini bahkan tampak di langit Norwegia di Eropa hingga ke New York di Amerika Serikat.

Gunung Anak Krakatau

Setelah letusannya Krakatau 1883, dua pertiga dari pulau Krakatau runtuh tenggelam ke dasar laut lalu tiba-tiba 44 tahun setelahnya yaitu pada 1927, sebuah pulau baru muncul di lokasi yang sama dan sesekali mengeluarkan semburan lava. Pulau baru itu disebut Anak Krakatau.

Anak Krakatau menyeruak ke permukaan bumi dari kawasan kaldera purba tersebut. Gunung ini pun ternyata masih aktif dan terus bertambah tingginya sekitar 20 inci per bulan. Dalam setahun menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki.  Catatan lain menyebutkan penambahan tingginya sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung  maka dalam waktu  25 tahun penambahan tingginya mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya.

Penyebab bertambah tingginya gunung ini disebabkan material yang keluar dari perut gunung baru tersebut. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Profesor Ueda Nakayama, seorang ahli gunung api dari Jepang, menyatakan bahwa Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu dimana wisatawan dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkannya.

“Tidak ada teori yang masuk akal tentang kapan Anak Krakatau akan kembali meletus.”

Alam, Lampung

Cagar Alam Kepulauan Krakatau : Warisan Alam Gunung Purba Krakatau

Sekilas

Sejarah mencatat sebuah becana besar tahun 1883 ketika Gunung Krakatau meletus dahsyat dan memengaruhi kondisi iklim dunia. Bencana ini pula telah membentuk gugusan pulau vulkanik yang sekarang dikenal sebagai Kepulauan Krakatau, yaitu meliputi Rakata atau Krakatau Besar, Panjang atau Krakatau Kecil, Sertung, dan Anak Krakatau.

Warisan alam yang luar biasa ini terletak di Selat Sunda di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Secara administratif, Krakatau terletak di dalam kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, provinsi Lampung. Informasi mengenai aksesibilitas dapat ditemukan di transportasi.

Kepulauan Krakatau saat ini dianggap sebagai laboratorium alam raksasa, meliputi lahan seluas 13.735,10 hektar, terdiri dari 11,200 hektar laut, dan 2.535,10 hektar darat.

Kepulauan Krakatau memiliki lahan geologi, biologi dan vulkanologi yang penting untuk penelitian. Bagi wisatawan, pemandangan dan aktivitas vilkanik yang luar biasa dari pulau-pulau yang ada adalah tempat yang layak untuk dijelajahi. Mengenai syarat dan prosedur untuk memasuki cagar alam ini dapat anda temukan di tips.

Berjalan kaki di gunung api yang masih aktif ini pasti menjadi salah satu sensasi tersendiri. Anda bisa menyaksikan Gunung Anak Krakatau yang secara alami terbentuk tahun 1927 ini masih sering mengeluarkan lava dan material lain yang terus bertambah setiap tahunya.

Lingkungan laut di sekitar pulau ini juga menawarkan daya tarik tersendiri karena memiliki tidak kurang dari 50 spesies ikan dan terumbu karangnya yang belum terjamah.

Kepulauan sekitar Krakatau sempat dinyatakan pemerintah Hindia Belanda sebagai Cagar alam sejak 1919 dengan luas area 2.405,10 hektar. Kepulauan Krakatau kemudian dimasukkan ke Taman Nasional Ujung Kulon tahun 1984. Tahun 1990, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan memindahkan Cagar Alam Kepulauan Krakatau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau Kantor Konservasi Sumber Daya Alam Lampung. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan integritas kawasan ini sebagai sebuah kawasan konservasi yang penting bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Listen

Read phonetically

Pada tahun 1991, UNESCO mengakui Taman Nasional Ujung Kulon dan Cagar Alam Kepulauan Krakatau sebagai Warisan Alam Dunia.

Untuk informasi lebih lanjut saat berkunjung ke Cagar Alam Pulau Krakatau, silakan hubungi intansi berikut.

Balai KSDA Lampung

Jl. Z. A. Pagar Alam IB – Bandar Lampung

Telp/Fax. (0721) 703882

Email: bksdalpg@yahoo.com and bksdalpg@gmail.com

Website: http://www.krakatau.or.id/

Tips

Anda yang berkunjung ke sini harus mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) sebelum memasuki kawasan cagar alam Krakatau. SIMAKSI Krakatau hanya bisa didapatkan di Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Lampung). Untuk informasi lebih lanjut mengenai SIMAKSI Anda dapat menghubungi:

Mr. Ari Rakatama

Phone:  +62 721 703882 or +62 813 69455403

Email:  ari_raka@yahoo.com

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk medapatkan SIMAKSI:

Tujuan Penelitian :

Surat Permohonan

Fotokopi KTP Pemohon / Paspor

Daftar Nama dan Kewarganegaraan Semua Pengunjung

Penelitian / Proposal survei

Tujuan Pendidikan:

Surat Permohonan

Fotokopi KTP Pemohon

Daftar Nama dan Kewarganegaraan Semua Pengunjung

Seluruh persyaratan disampaikan kepada BKSDA Lampung setidaknya tujuh hari sebelum memasuki cagar alam ini. Persyaratan lainnya akan ditentukan kemudian setelah mempelajari kegiatan proposal, sesuai dengan peraturan.

Transportasi

Kepulauan Krakatau dapat diakses dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Dari Sumatra akses utama adalah dari Bandar Lampung, ibu kota Lampung, sedangkan dari Jawa, dapat diakses dari ibu kota Jakarta dan melalui Provinsi Banten.

Dari Bandar Lampung

Dari Bandar Lampung Anda dapat menggunakan bus dari Terminal Rajabasa atau Panjang ke arah Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan dengan lama perjalanan selama kurang lebih 45 menit. Di sana Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum mini bus selama sekitar 10 menit menuju Desa Canti. Kemudian lanjutkan perjalanan menuju dermaga kemudian menyewa kapal cepat (Jetfoil) atau kapal motor biasa. Jika Anda menggunakan kapal cepat maka memerlukan waktu sekitar 90 menit untuk sampai ke cagar alam Kepulauan Krakatau. Sementara menggunakan perahu motor biasa, perjalanan sekitar 150 menit.

Dari Jakarta

Cara Tercepat dari Jakarta adalah dengan menyewa Jetfoil atau kapal pesiar dari pelabuhan Tanjung Priok langsung ke Kepulauan Krakatau. Anda juga dapat mengambil rute angkutan umum dengan menggunakan bus dari Terminal Kalideres menuju  Pelabuhan Merak di Provinsi Banten sekitar 1,5 jam. Dari Pelabuhan Merak Anda menggunakan feri menyeberangi Selat Sunda ke Pelabuhan Bakauheni di Sumatera. Tergantung pada kondisi cuaca dan lalu lintas, perjalanan feri akan memakan waktu sekitar 1 sampai 2 jam. Dari Pelabuhan Bakauheni Anda dapat menyewa sebuah transportasi publik ke Pelabuhan Tanjung Bom. Dari Tanjung Bom Anda dapat menemukan menyewa perahu ke Pulau Sabesi sebagai titik transit sebelum menuju Pulau Krakatau. Dari pulau Sabesi ke kepulauan Krakatau  memakan waktu  sekitar 2 jam naik perahu.

Akomodasi

Akomodasi utama hanya dapat ditemukan di dalam kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu fasilitas yang sudah dikenal adalah Krakatoa Nirwana Resort. Di sini, selain menawarkan fasilitas menginap dan kegiatan, resor juga dapat mengatur perjalanan ke cagar alam krakatau. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan dicari hotel. Akomodasi lain yang tersedia di Kalianda adalah sebagai berikut:

Hotel Amarta Agung Indah

Jalan Trans Sumatera, Tarahan

Telepon :  +62 721 31556

Zcvzc Hotel Beringin

Alamat: Jalan Kesuma Bangsa, Kalianda

Telepon: +62 727 322008

Hotel Bintang Selatan

Jalan Indra Bangsawan, Kalianda

Telepon: +62-727-322003

Hotel Fajar

Jalan Trans Sumatera, Kalianda

Telepon: +62-727-322397

Hotel Kalianda

Jalan Indra Bangsawan, Kalianda

Telepon: +62 727 322092

Hotel Mini II

Jalan Trans Sumatera, Tarahan

Telepon: +62 721 264052

Hotel Way Urang

Jalan Indra Bangsawan, Kalianda

Telepon:  +62-727-322206

Di dekat Pulau Sebesi, perhentian terakhir sebelum kepulauan Krakatau, terdapat beberapa cottage nyaman dan vila yang menawarkan pemandangan sempurna Gunung Krakatau. Jika Anda berencana untuk menginap di dalam cagar alamnya maka Anda dapat menghubungi manajemen bersangkutan yang ada di Pulau Sertung untuk mengatur jadwalnya.

Kuliner

Di kawasan Cagar Alam, tidak ada restoran atau warung makan, jadi anda harus menyiapkan makanan sendiri dan keperluan lainnya sebelum keberangkatan Anda ke lokasi. Logistik dapat dikumpulkan di Kalianda atau di Pulau Sebesi.

Kegiatan

Anda juga dapat menjelajahi koleksi unik flora yang terdiri dari 206 jenis jamur, 13 jenis lichenes, 61 tumbuhan paku, dan sekitar 257 jenis spermatophyta. Anda juga bisa menemukan beberapa hewan mendiami dataran pulau-pulau vulkanik termasuk ular, kadal, penyu laut, kelelawar, dan lain-lain.

Berikut adalah kegiatan lain yang dapat Anda lakukan di sekitar kompleks cagar alam ini:

Sertung Island, di sini selain mengagumi pemandangan yang menakjubkan, Anda dapat berenang, menyelam, dan berselancar.

Rakata, Anda dapat melakukan aktivitas panjat dinding sebagai tambahan variasi kegiatan.

Panjang, berlokasi di barat daya pulau dimana Anda dapat menemukan sebuah terumbu karang yang masih alami bersama dengan koleksi indah ikan dan kehidupan laut lainnya.

Listen

Read phonetically

Anak Krakatau, daya tarik utama dari seluruh cagar alam ini adalah Anak Krakatau. Menawarkan sensasi tersendiri bagi ilmuwan dan wisatawan. Selain penelitian ilmiah dan pengamatan, Anda juga bisa menginjakkan kaki di daerah tersebut dan merasakan pasir vulkanik panas.

Lampung, Modern

Bandar Lampung: Pintu Gerbang Selatan Sumatera

Sekilas

Bertengger di perbukitan yang menghadap ke Teluk Lampung, Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi Lampung sekaligus kota terbesar di provinsi paling selatan Pulau Sumatera.

Bandar Lampung menjadi pusat penghubung dan pintu masuk ke Sumatera dari pulau Jawa. Sebagai pulau terbesar keempat di Sumatera, Bandar Lampung memainkan peranan penting dalam pengembangan dan kegiatan ekonomi di pulau Sumatera. Terletak sekitar 165 km barat laut Jakarta, Bandar Lampung adalah titik awal sebelum melakukan perjalanan ke Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, sisa-sisa letusan Gunung Krakatau, dan atraksi lainnya yang banyak ditemukan di seluruh provinsi Lampung.

Menyebutnya sebagai pintu gerbang Sumatera tidaklah berlebihan. Posisi Bandar Lampung strategis karena dekat Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Intenasional Raden Inten II di Lampung selatan, ini membuat kota ini menjadi titik pusat yang terjangkau baik oleh kapal maupun pesawat.

Dari arah selatan, Bandar Lampung merupakan kota besar pertama yang teletak di jalan raya antarprovinsi yang disebut Trans Sumatera. Jalan raya ini menuju ke arah utara dan barat Sumatera, meliputi total jarak sekitar 2.200 km. Perjalanan darat melalui jalan ini menawarkan kenikmatan dan pengalaman tersendiri, karena Anda akan menemukan beberapa pemandangan terbaik dan mengesankan. Listen

Read phonetically

Bandar Lampung adalah sebuah kota yang merupakan hasil penggabungan dari dua kota yang terpisah yaitu, Tanjung Karang yang merupakan daerah perbukitan dan Teluk Betung di pantai Teluk Lampung. Pada tahun 1990, dua kota ini bersama dengan daerah Panjang dijadikan kota terpadu.

Sejarah mencatat selama letusan Gunung Karakatau purba yang dasyat tahun 1883, kota Teluk Betung luluh lantah. Letusan Gunung Krakatau ini memakan korban jiwa total 36.000, hampir setengah dari mereka adalah warga Teluk Betung. Untuk mengingat letusan dasyat ini, sebuah monumen dibangun berupa rambu laut dari baja Pelabuhan Teluk Betung yang terhempas oleh gelombang Tsunami akibat letusan Gunung Krakatau. Monumen ini terletak di jalan Veteran, menunjukkan  bagaimana kekuatan letusan Gunung Krakatau purba telah menghempaskan baja seberat setengah ton bisa terhempas jauh dari pantai.

Sebagai tujuan wisata, Bandar Lampung banyak menawarkan destinasi yang mengesankan, dari kemegahan alam, warisan budaya, sampai berbagai rekreasi. Di Teluk Lampung, 20 km sebelah selatan pusat kota, pengunjung bisa menikmati pantai yang tenang dan pasir putih lembut di Pantai Pasir Putih. Masih di daerah Teluk Betung, Taman Nasional Bumi Kedaton menawarkan suasana pedesaan dengan semilirnya angin dan suara aliran sungai yang menenangkan.

Apabila Anda yang ingin menjelajahi lebih banyak mengenai sejarah Lampung maka Museum Sang Bumi Ruwa Jurai menyimpan koleksi dan warisan sejarah provinsi Lampung. Di Kampung Ulok Gading dan Kampung Kedamaian ada rumah-rumah tradisional Lampung, lengkap dengan semua perabotannya, benda pusaka, serta aksesoris tradisional lainnya.

Kegiatan

Destinasi utama di sini adalah pusat pelatihan gajah di Way Kambas dan pemandangan Gunung Krakatau di Lampung Selatan. Akan tetapi, ada beberapa tempat menarik lainnya di Bandar Lampung yang patut di kunjungi seperti di bawah ini.

Pasar Seni

Terletak di Lapangan Enggal di dalam kompleks olahraga Saburai, pasar seni ini merupakan tempat dimana pecinta dan pelaku seni berkumpul. Terdapat sebuah panggung terbuka yang digunakan sebagai arena untuk pertunjukan kesenian. Ada juga toko yang menjual berbagai macam karya seni dan sovenir.

Kampung Ulok Gading and Kampung Kedamaian

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang provinsi Lampung, Anda dapat mengunjungi tempat ini. Anda dapat mengamati keaslian rumah tradisional Lampung mulai dari arsitekturnya, furniture, hingga dekorasinya.

Museum Sang Bumi Ruwa Jurai

Melangkah ke dalam sejarah Lampung dan menyaksikan berbagai koleksi dan jejak sejarah provinsi Lampung dari tahun ke tahun. Museum rumah ini menyimpan koleksi berupa karya seni, keramik dari Cina dan Siam, mata uang kuno dan banyak yang lainnya. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional.

Monumen Krakatau

Melihat saksi dasyatnya kekuatan letusan Gunung Krakatau purba pada tahun 1883 tepat di pusat kota Bandar Lampung. Erupsi gunung berapi tersebut mendorong baja seberat 500 kg yang berada di dasar laut ke daratan tepatnya sampai ke kantor kolonial Belanda.

Berkeliling

Berkeliling di Bandar Lampung terbilang mudah dan relatif murah karena Bandar Lampung merupakan kota kecil. Bepergian di antara dua area Tanjung Karang ke Teluk Betung hanya memakan waktu sekitar 30-40 menit dengan mobil. Jika Anda berbaur dengan masyarakat lokal maka Anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang warnanya berbeda sesuai rutenya. Ketika Anda sudah dekat dengan tujuan, jangan lupa untuk berteriak “stop kiri” untuk meminta supir menghentikan mobil. Untuk perjalanan yang lebih cepat, Anda bisa menggunakan taksi atau ojek.

Akomodasi

Bandar Lampung mempunyai akomodasi yang lengkap mulai dari penginapan murah sampai hotel berbintang. Berikut ini beberapa hotel yang bisa menjadi referensi Anda ketika berkunjung ke Bandar Lampung:

Hotel Marcopolo

Jl. Dr. Susilo No. 4 Bandar Lampung

Telepon:  +62 721 262511

Fax:  +62 721 254419

Hotel Kartika

Jl. KH.A. Dahlan No. 96 Bandar Lampung

Telepon:  +62 721 487994

Fax:  +62 721 485413

Hotel Hartono

Jl. Kesehatan No. 7 Bandar Lampung

Telepon: +62 721 262525

Fax:  +62 721 267929

Hotel Nusa Indah

Jl. Raden Intan No. 132 Bandar Lampung

Telepon:  +62 0721 265242

Fax: +62 721 264820

Untuk informasi lebih lanjut mengenai referensi hotel di bandar lampung silakan klik cari hotel

Kuliner

Kuliner Lampung mirip dengan kuliner asal Palembang, sebagian besar kuliner Lampung berupa menu ikan atau makanan laut. Jika Anda berkunjung ke Bandar Lampung maka cobalah beberapa menu olahan ikan pindang. Pindang adalah ikan yang dimasak dengan cara tertentu dengan tambahan rasa asam dan sedikit rasa manis hampir mirip dengan tom yam Thailand. Makanan lezat yang paling khas dari Lampung adalah ikan yang disajikan dengan saus durian disebut Seruit.  Kuliner ini dapat ditemukan di seluruh banyak restoran di kota Bandar Lampung. Berikut adalah beberapa referensi restoran yang dapat Anda temukan di Lampung.

Restoran Bukit Randu ( Taman Kencana)

Jl. Kamboja No. 1–2A – Bandar Lampung
Telp +62 721 2566680- 81 Fax. +62 721 252838

Restoran Garuda ( Talam Gangsa )

Jl. Kartini No. 31 – Bandar Lampung

Restoran Naga Mas ( Talam Gangsa )

Jl. Yos Sudarso No. 272 Teluk Betung – Bandar Lampung
Telp +62 721 483992, 470701

Restoran Moro Seneng

Jl. P. Diponegoro 164 – Bandar Lampung
Telp +62 721 484386

 

Rumah Makan Begadang II

Jl. Diponegoro – Bandar Lampung
Telp +62 721 253201

 

Berbelanja

 

Bandar Lampung menawarkan kain tapis sebagai sovenir utama untuk oleh-oleh Anda. Kain Tapis adalah kain dari sutra, katun, atau serat nanas, dikombinasikan dengan benang emas atau perak, Kain Tapis ini diproduksi dengan menggunakan teknik khusus tradisional dan telah diturunkan antargenerasi.

Meskipun batik identik dari Jawa namun Lampung juga memiliki kain yang diakui dunia internasional. Batik lampung memiliki motif unik yang membedakan diri batik lainya di Indonesia. Selain dari kain tapis, batik lampung juga ditemukan di kain palepai, tampan dan tabitin.

Untuk camilan dan makanan ringan, Anda dapat mencoba kerupuk pisang, lempok, kemplang dan banyak lainnya. Makanan ringan dan sovenir Lampung dapat ditemukan di banyak toko-toko cenderamata yang tersebar di sekitar kota.

Transportasi

Udara:

Bandar lampung dapat diakses melalui perjalanan udara dari bandara internasional Radin Inten II di Brantin Raya, Kabupaten Lampung Selatana. Bandara ini awalnya dibangun untuk penerbangan domestik, tapi tahun 2008 bandara ini resmi dijadikan bandara internasional. Di sini melayani pesawat besar seperti Boeing 737-200, Boeing 737-300, Boeing 737-400, Boeing 737-500, Boeing 737-800, dan Airbus A320. Penerbangan dari dan ke Lampung dilayani oleh maskapai penerbangan berikut.

Garuda Indonesia (Jakarta)

Merpati Nusantara Airlines (Jakarta)

Sriwijaya Air (Jakarta)

Batavia Air (Jakarta,Batam)

Saudi Arabian Airlines (Jeddah) Hajj Embarkation

Kereta:

Bandar Lampung cukup beruntung karena menjadi salah satu dari dua kota besar di Sumatera yang secara penuh dilayani kereta api. Rute kereta api menghubungkan Bandar Lampung dengan Palembang, ibu kota Sumatera Selatan, tarifnya sebesar Rp80.000,00 untuk kelas eksekutif. Kereta ini beroperasi setiap hari mulai jam 08.30 pagi dan 09.00 malam dari stasiun Tanjung Karang.

 

Angkutan Umum

Terminal bus Raja Basa merupakan terminal utama kota. Sebagai salah satu terminal tersibuk di Sumatera, terminal Raja Basa merupakan destinasi bus-bus yang berasal dari Jakarta dan kota-kota lainya di Jawa. Terminal ini juga menghubungkan Bandar Lampung dengan kota-kota besar lainya di Pulau Sumatera, seperti Palembang, Medan, Pekanbaru dan kota lainya. Beberapa terminal lainya yang bisa mengantarkan Anda ke beberapa destinasi di Bandar Lampung antara lain:

  • Terminal Sukaraja
  • Terminal Kemling
  • Terminal Panjang
  • Terminal Pasar bawah

 

Alam, Lampung

Teluk Kiluan: Parade Lumba-Lumba di Teluk Tropis yang Indah

Menyaksikan parade lumba-lumba di lautan lepas tentu beda rasa dan sensasinya apabila dibandingkan menyaksikan atraksinya di Gelanggang Samudera Ancol. Apalagi jika jumlah lumba-lumba yang ditemui dapat mencapai puluhan dan dapat disaksikan dari dekat. Rasakan sendiri keseruannya saat menyaksikan mamalia laut cerdas ini melompat-lompat riang di dekat perahu bercadik yang Anda tumpangi.

Keindahan atraksi sekelompok lumba-lumba di alam bebas dapat Anda saksikan langsung di sebuah teluk yang mewakili tipikal keindahan teluk tropis Nusantara di Lampung. Tepatnya lokasi tersebut berada di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Di Teluk Kiluan pemandangan lumba-umba yang berparade itu dilatari langit biru dan air laut jernih, serta tentunya pulau dan batuan karang di bibir pantainya.

Teluk Kiluan merupakan jalur migrasi dua jenis lumba-lumba, yaitu lumba-lumba mulut botol (Tursiops truncatus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris). Jumlah hewan menakjubkan tersebut yang melintas di teluk ini diperkirakan mencapai ribuan. Konon, jumlah lumba-lumba yang melintasi Teluk Kiluan adalah jumlah terbesar di dunia.

Teluk Kiluan dapat dikatakan sebagai destinasi wisata baru di Lampung bagian selatan. Berjarak sekira 80 km dari Kota Bandar Lampung, teluk yang indah dan tenang tersebut tidak hanya menarik wisatawan lokal tetapi juga mancanegara. Padahal, sepuluh tahun yang lalu, Teluk Kiluan belum dikenal oleh masyarakat luas. Namanya pun bahkan mungkin asing bagi penduduk Lampung sendiri.

Beberapa wisatawan menyebutkan bahwa atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan lebih eksotis dibandingkan dengan atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali dimana hanya terdapat satu jenis saja lumba-lumba yang melintas di sana. Atraksi lumba-lumba di teluk ini hampir dapat disaksikan setiap hari, tentunya dengan mengingat faktor cuaca.  Tidak perlu susah mencari lumba-lumba, sebab lumba-lumba ini biasanya akan mendekati perahu seolah ingin unjuk kebolehan dan menyambut kedatangan tamu dengan bersahabat.

Hanya butuh waktu sekira 45 menit dari pesisir pantai untuk berperahu ke Laut Kiluan demi menyaksikan atraksi lumba-lumba. Perahu sewaan yang biasa digunakan adalah jenis perahu ketinting yang biasa disebut jukung oleh masyarakat lokal. Perahu bercadik berukuran kecil ini hanya boleh ditumpangi maksimal 3 orang ditambah 1 orang pemandu yang juga merangkap sebagai tukang perahu.

 

Kegiatan

Menyaksikan atraksi lumba-lumba adalah daya tarik utama Teluk Kiluan. Dengan menyewa perahu cadik (jukung) seharga Rp250.000,00 hingga Rp300.000,-, Anda sudah akan bisa melihat dari dekat tarian dan lompatan puluhan bahkan ratusan lumba-lumba yang bersahabat. Mereka senang melompat dan berenang di sisi perahu yang datang, seolah ingin menyambut kedatangan perahu.

Keistimewaan lainnya, Teluk Kiluan menyuguhkan pemandangan memesona. Menikmati alam pantai tropis di pantai sekitar teluk adalah kegiatan rekreasi yang menarik untuk dilakukan baik bersama kerabat maupun sahabat. Sebagian besar pantai di kawasan Lampung memang terkenal akan pesona pantainya yang berpasir putih bersih. Air laut di teluk ini juga masih jernih dan bersih dengan warna biru toska. Anda dapat berenang atau snorkeling tak jauh dari garis pantai.  Meski tidak menyimpan keindahan taman laut penuh terumbu karang, banyak terdapat ikan-ikan laut cantik yang dapat dilihat.

Keindahan alam di teluk ini yang sayang bila dilewatkan adalah pesona Matahari tenggelam. Jangan lupa mengabadikannya dengan kamera Anda. Besar kemungkinan momen terbaik untuk menangkap Matahari tenggelam yang sempurna di teluk ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja.

Berkeliling di sekitar kawasan teluk dengan perahu sewaan juga menarik dilakukan. Apalagi masih di tengah teluk, terdapat sebuah pulau yang dinamakan Pulau Kiluan. Untuk informasi lebih lengkap tentang pulau ini dapat dibaca di bagian “Berkeliling”.

Untuk event berkala, Kiluan Fishing Week dapat masuk dalam agenda wisata Anda. Kegiatan ini biasanya berlangsung pada Agustus.

Transportasi

Berjarak sekira 80 km dari Kota Bandar Lampung, perjalanan menuju Teluk Kiluan dapat ditempuh sekira 3-4 jam. Kondisi jalan di beberapa ruas memang masih kurang memadai dan berkelok serta berbukit. Oleh karenanya, tidak disarankan menggunakan mobil sedan menuju Teluk Kiluan dan sebaiknya perjalanan dijawdalkan pada musim kemarau (bukan musim hujan).

Meski kondisi jalan kurang memadai namun pemandangan sepanjang jalan adalah hiburan bagi Anda yang merindukan suasana alam pedesaan yang asri. Bentangan sawah di kiri-kanan jalan yang menghijau tentu menyejukkan mata. Udara bersih dapat Anda nikmati sepuas-puasnya. Bukit-bukit yang gagah di kejauhan serta pepohonan menambah keharmonisan alam tanah yang dulu terkenal sebagai “Bumi Lada” ini.

Saat mendekati lokasi wisata, pemandangan rumah penduduk multietnis akan menjadi gambaran menarik untuk diingat atau diabadikan. Pura Hindu sederhana tampak di beberapa halaman rumah penduduk yang merupakan warga transmigran dari Bali. Selain etnis Bali, hidup pula dengan rukun berdampingan etnis lain, seperti Jawa, Sunda, Bugis, dan lainnya. Lampung memang terkenal sebagai lokasi transmigran yang digagas pemerintah puluhan tahun lalu.

Apabila Anda sudah tiba atau datang dari arah Pelabuhan Bakahueni, menumpanglah bus jurusan Rajabasa (AC: Rp20.000,-; ekonomi: Rp15.000,-). Anda dapat pula naik travel dengan tarif sekira Rp35.000,-. Waktu tempuh menuju Bandar Lampung adalah sekira 2 jam perjalanan. Setibanya di Bandar Lampung (Kali Balok) naiklah travel tujuan Kiluan dengan tarif Rp.45.000,-. Perjalanan memakan waktu sekira 3-4 jam.

Untuk menyaksikan lumba-lumba, biaya sewa perahu adalah Rp250.000,-/perahu, untuk 3 orang. Durasi perjalanan/sewa perahu biasanya sekira 2-3 jam. Waktu yang tepat untuk bertemu dengan lumba-lumba adalah antara pukul 6 -9 pagi.

Apabila ingin menyeberang dari Teluk Kiluan menuju Pulau Kiluan dengan menumpang jukung, biaya yang dikeluarkan adalah Rp15.000,- per orang. Jarak tempuh menuju Pulau Kiluan sekira 15 menit.

 

Akomodasi

Di Teluk Kiluan terdapat beberapa homestay  sederhana namun tetap nyaman. Tarif per malam sekira Rp150.000,- per kamar dan dapat ditempati 5-6 orang.

Di Pulau Kelapa (Pulau Kiluan) hanya terdapat sebuah homestay sederhana dan minim fasilitas. Homestay ini memiliki 4 kamar dengan harga sewa semalam Rp.150.000,- per kamar  yang bisa ditempati oleh 5-6 orang.

 

 

Berkeliling

Pulau Kelapa atau dikenal pula sebagai Pulau Kiluan adalah destinasi lain di Teluk Kiluan yang kerap menjadi tujuan utama lainnya saat datang ke teluk tersebut. Di pulau yang  luasnya hanya sekira 6 hektar ini, Anda dapat menikmati keindahan sebuah pulau kecil di tengah teluk.

Perjalanan menuju pulau ini hanya memakan waktu 10-15 menit dengan menumpang jukung dari Desa Kiluan Negeri. Tarif kapal adalah Rp15.000,- per orang. Rasakan sensasi damai, tenang, dan indah melingkupi Anda setibanya di pulau kecil ini. Pantainya berpasir putih bersih, gradasi air laut berwarna biru toska hingga biru gelap saja sudah meneduhkan mata. Belum lagi fakta bahwa pulau ini juga terkenal sejuk oleh kerimbunan pepohonan tropis.

Tips

Waktu terbaik mengunjungi Teluk Kiluan adalah saat musim kemarau, yaitu di kisaran bulan April hingga September. Apabila musim hujan, dikhawatirkan kondisi jalan belum memadai dan akan menghambat perjalanan Anda.

Ada yang beberapa kali mengunjungi Kiluan tidak berhasil menyaksikan lumba-lumba. Oleh karenanya, akan lebih baik apabila Anda menghubungi pengelola homestay di Kiluan untuk bertanya tentang cuaca dan kemungkinan adanya lumba-lumba di sana.

Perjalanan menuju Teluk Kiluan cukup menantang. Bagi Anda yang sering mabuk perjalanan disarankan membawa obat-obatan, terutama obat anti mabuk perjalanan.

Bawalah bekal makan dan minum yang cukup sebab tak banyak warung atau toko yang dapat ditemui di kawasan Teluk Kiluan.

Jangan lupa menggunakan sunblock untuk melindungi kulit Anda dari sengatan Matahari.

Bawalah pakaian ganti saat “menyambangi” lumba-lumba. Bawa pula dry pack untuk melindungi benda-benda berharga Anda, seperti kamera, HP, lensa dan benda lainnya.

Jukung adalah perahu cadik yang sangat kecil dengan lebar hanya sekira 45 cm dan panjang 2.5 m. Bagi Anda yang tidak bisa berenang dan sedikit takut untuk “berburu” lumba-lumba dengan jukung, disarankan membawa live vest jacket sendiri.

Budaya, Lampung

Tari Sembah Sigeh Penguten: Tari Penyambutan Tamu di Lampung

 

Tari sembah adalah tari tradisional dari Provinsi Lampung. Tarian ini biasanya ditampilkan saat menyambut kedatangan tamu istimewa pada acara adat atau pun acara lainnya. Tujuannya adalah memberi penghormatan kepada tamu tersebut. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap dipertunjukkan dalam upacara adat pernikahan masyarakat Lampung. Fungsinya selain untuk hiburan juga bentuk penyambutan bagi tetamu yang hadir di acara tersebut.

Tari sembah berasal dari suku Pepadun. Mengingat banyaknya ragam tari sembah maka kini telah dibakukan namanya menjadi Tari Sigeh Penguten.

Penarinya beberapa orang sambil berdiri, duduk, dengan gerak seperti menyembah. Seorang penari utama di akhir penampilan tarian biasanya akan membawa kotak atau wadah sirih yang terbuat dari kuningan lalu disodorkan kepada tamu agung. Biasanya di wadah tersebut, tersimpan sirih, permen atau lainnya. Sang tamu diperkenankan mengambil permen dari wadah tersebut sebagai simbol penyambutan.

Sebagai sebuah tarian daerah, tari sembah sigeh penguten sangat menonjolkan ciri budaya adat istiadat Lampung, salah satunya bisa dilihat dari segi busana penari. Busana yang dikenakan adalah busana adat khas Lampung, lengkap dengan siger—mahkota yang biasa dikenakan oleh pengantin perempuan Lampung. Siger atau mahkota terbuat seluruhnya dari kuningan. Bentuknya seperti tanduk lebar dan pipih; bagian atasnya berlekuk ruji tajam berjumlah sembilan buah. Di setiap puncak lekukan diberi hiasan bunga cemara dari kuningan.

Pakaian penari biasanya baju kurung bewarna putih (sesapur) yang pada sisi bagian bawahnya terdapat hiasan berbentuk koin berwarna perak atau emas yang digantung secara berangkai (rumbai ringgit). Untuk bagian bawah, penari mengenakan kain tapis, yaitu kain tradisional khas Lampung berupa sarung yang bersulam benang emas dengan ragam motif yang juga khas Lampung.

Sementara itu, atribut lain yang dikenakan penari adalah ikat pinggang dari uang ringgit Belanda bergambar Ratu Wihelmina, disebut dengan pending. Di atas pending, dikenakan lagi bulu serti, yaitu ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berlapis kain merah. Pada bagian atas ikat pinggang ini tampak kuningan yang dijahit sebagai penghias ikat piggang.

Tanggai adalah hiasan yang berbentuk seperti kuku berwarna keemasan yang dikenakan di jari penari. Tanggai dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai kuku. Tanggai inilah yang makin memberi kesan lentik pada jari-jari penari saat mereka melakukan gerakan yang memang banyak mengaplikasikan gerak tangan dan jari.

Mulan temanggal dan buah jukum adalah hiasan yang dikenakan di leher seperti halnya kalung. Mulan temanggal terbuat dari lempeng kuningan, sementara buah jukum berbentuk serupa buah-buah kecil di atas kain yang dirangkai dengan benang menjadi untaian bunga.

Gelang burung adalah gelang yang dikenakan pada lengan kiri dan kanan, tepatnya di bawah bahu. Berbentuk seperti burung bersayap, gelang ini juga terbuat dari bahan kuningan. Gelang lain yang juga menjadi aksesoris penari Tari Sembah Sigeh Penguten adalah gelang kana dan gelang arab. Gelang kana ini pun terbuat dari kuningan berukir yang dikenakan bersama-sama gelang arab pada lengan atas dan bawah.

Alam, Lampung

Taman Nasional Way Kambas: Bermain Bersama Gajah Sumatera di Penangkarannya

Sekilas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berlokasi di ujung selatan Pulau Sumatera, 110 km dari Kota Bandar Lampung. Tempat ini merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang menempati  lahan seluas 1.300 km² berupa dataran rendah di sekitar Sungai Way Kambas, pantai timur Lampung. Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985.

TNWK menjadi rumah sekaligus pusat pelatihan dan taman bermain gajah sumatera. Di lebatnya taman nasional ini, ada sekitar 200 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) yang menjadikan hutan ini sebagai rumah mereka. Lokasinya terletak 9 km dari pintu masuk taman Plang Ijo. Pusat pelatihan gajah ini didirikan untuk  melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.

Di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas, Anda dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu  atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.

Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui sebagai gajah asia dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah Asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah Afrika. Gajah Sumatera merupakan gajah terkecil dari gajah-gajah yang ada di  Asia dengan ketinggian bahu berkisar antara 2 dan 3,2 m. Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di 8 propinsi di Pulau Sumatera. Namun, karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.

Di TNWK ada pula badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) yang dilindungi di habitat aslinya dalam kawasan Sumatera Rhino Sanctuary (SRS). Di tempat tersebut badak-badak dikenalkan dengan alam sekitarnya dengan harapan penangkaran yang dilakukan berjalan sukses. Pusat penangkaran ini didirikan tahun 1995, meliputi lahan seluas 100 hektar yang dijadikan tempat  pelestarian, penelitian dan pendidikan.

Di tempat penangkaran tersebut terdapat lima badak sumatera, masing-masing diberi nama Rosa, Ratu, Bina, Torgamba, dan Andalas  yang bertindak sebagai duta untuk badak-badak liar lainya. Mereka juga dijadikan sebagai spesimen untuk pendidikan dan pelestarian.

Mamalia lainya yang hidup di taman nasional ini antara lain: harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster). Selain itu, ada pula berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

TNWK juga merupakan rumah bagi beberapa jenis tumbuhan antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).

Di area sekitar Way Kanan, ada juga lokasi pengamatan burung. Species yang paling menarik dilihat adalah mentok rimba dan burung botak hutan.

Transportasi

Apabila Anda menggunakan transportasi umum maka cara yang paling sederhana adalah mengunakan bus dari Terminal Raja Basa di Bandar Lampung arah Way Jepara. Kemudian turun di Gajah Batu di Desa Rajabasa Lama, Way Jepara dan melanjutkan naik ojek ke Way Kanan atau Pusat Pelatihan Gajah (PLG) sebagai pintu masuk ke TNWK. Perlu diketahui bahwa bus terakhir yang berangkat dari Rajabasa Lama adalah pukul 15.00 sore dan akan lebih baik jika Anda tiba sebelum senja, karena ojek tidak akan bersedia mengantar Anda setelah lewat senja.

Alternatif moda lain daru Bandar Lampung Anda bisa naik bus ke arah Metro kemudian naik bus yang menuju Rajabasa Lama.

Jida Anda menggunakan mobil pribadi atau sewaan dari Bandar Lampung maka mengambil rute Kota Bumi utara dan ikuti rute yang ditunjukan marka gambar gajah untuk sampai di TNWK. Anda juga bisa menggunakan dari Bandar Lampung ke Way Kambas tetapi harganya mahal.

Kuliner

Ada fasilitas utama di dekat TNWK berjarak 500 meter dari pintu masuk. Tempat ini disebut Satwa Gajah Eco Lodge. Berupa taman bertembok yang ditumbuhi pohon buah-buahan tropis. Satwa Gajah Eco Lodge menawarkan empat cottage masing-masing dengan kamar dapat menampung sampai empat orang dan tempat tidur pegas, kipas angin, air panas dan toilet bergaya barat. Semua cottage, fasilitas dan kantor didukung listrik bertenaga surya. Di sini terdapat sebuah restoran terbuka yang menyediakan menu makanan Indonesia dan sarapan dengan menu makanan barat untuk memulai hari Anda.

Satwa Satwa Elephant Eco Lodge, Way Kambas

Tlp. +62  361 701098; +62 725 7645290

Email: reservation@ecolodgesindonesia.com atau ecosafari@ecolodgesindonesia.com

Website:  http://www.ecolodgesindonesia.com/satwa/

Sekira 30 km dari pintu masuk TNWK ada Way Kanan. Di sini Anda bisa menemukan beberapa penginapan sederhana dengan harga berkisar antara Rp100.000,- sampai Rp200.000,00. Akomodasi yang tersedia sederhana namun  layak dan bersih, dilengkapi kelambu. Di sini tidak tersedia toko atau warung makanan jadi sangat penting bagi Anda untuk membawa makanan sendiri. Terdapat warung di Pusat Pelatihan Gajah namun hanya buka siang hari jadi ada baiknya jika Anda membawa makan malam Anda sendiri. Terdapat pasar di Rajabasa Lama yang memungkinkan Anda membeli barang kebutuhan seperti kopi, mie dan makanan kaleng  di toko pintu masuk Plang Ijo

Kegiatan

Di Pusat Pelatihan Gajah (PPG) terdapat atraksi gajah setiap sore dan pertunjukan sepakbola gajah yang digelar setiap akhir pekan. Menunggang gajah sangat menyenangkan dengan wahana safari yang tersedia, barangkali sebuah keberuntungan menghampiri Anda bisa bertemu gajah liar. Pusat Pelatihan Gajah merupakan tempat pelatihan gajah, sedangkan Plang Ijo dirancang untuk memberikan informasi tentang hutan, satwa liar, dan isu-isu konservasi.

Berkunjung ke taman nasional ini merupakan kesempatan berharga. Anda bisa melepaskan kepenatan dari rutinitas kehidupan kota. Di Way Kanan terdapat jalan-jalan yang memandu Anda untuk berkeliling. Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam hutan tanpa pemandu karena berbahaya dan bisa tersesat.

Kapal motor dapat disewa untuk menikmati indahnya pantai dengan perjalanan singkat dan harga yang sesuai. Jika Anda ingin berkeliling, sebuah sampan (perahu dayung) tersedia untuk disewa. Cara ini mungkin lebih cocok untuk melihat-lihat satwa liar.

Tips

Izin masuk TNWK dapat diperoleh di pintu masuk taman dan juga dari pihak konservasi di kantor pusat di Bandar Lampung (Balai Konservasi Sumber Daya Alam 11). Kantor ini berjarak setengah kilometer dari terminal bus Rajabasa Lama, berada di sisi kiri dan di depannya terdapat patung gajah. Petugasnya akan dengan senang hati membantu Anda mengenai informasi tentang Way Kambas.

Jangan harap dapat meminta penjaga untuk mengantar Anda ke pinggiran taman, karena ini tidak diizinkan. Jika Anda sabar dan tidak membuat keributan mungkin beruntung bisa melihat beberapa hewan liar, kemungkinan besar gajah liar. Informasi tambahan hewan-hewan di Way Kambas tersedia dalam sebuah buku referensi yang tersedia di Way Kanan.

Balai Taman Nasional Way Kambas

Jl. Raya Labuhan Ratu Lama, Labuhan Ratu, Sukadana

Lampung Timur – 34196

Telp. +62 (0) 725 7645024

Fax .+62 (0) 725 7645090

Email: program@waykambas.or.id, kabalai@waykambas.or.id

Alam, Lampung

Pulau Sebuku: Menyelami Keindahan Bawah Laut Teluk Lampung

Sekilas

Pulau Sebuku berada di Selat Sunda dan merupakan salah satu pulau terbesar di Selat Sunda yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Pulau ini terletak di area Teluk Lampung atau di titik sekira 2,5 km sebelah Utara Pulau Sebesi dan 2,3 km di Selatan Pulau Sumatera. Pulau Sebuku secara administratif berada di kawasan Kalianda, Lampung Selatan.

Pulau ini cukup popular sebagai tujuan wisata bahari seperti menikmati panorama pantai, berenang, snorkeling atau pun juga diving. Panorama laut dan pantai di pulau ini cukup memanjakan mata. Gugusan pantai landai berpasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan sudah akan menyita perhatian dari kejauhan. Keindahan bawah lautnya juga menarik untuk dijelajahi. Pada 1999, bangkai kapal Jepang ditemukan di dekat Pulau Sebuku.

Pulau Sebuku adalah pulau tak berpenghuni seluas 17,71 km². Dulunya pada 1920-an, pulau ini terkenal sebagai area perkebunan penghasil kopra. Akan tetapi, karena kurangnya pengelolaan menjadikan hasil perkebunan tidak sebesar dahulu.

Tak jauh dari Sebuku, terdapat Pulau Sebesi seluas 16 km². Pulau tidak berpenghuni itu kini menyediakan akomodasi untuk wisatawan yang mengunjugi Sebuku atau Anak Gunung Krakatau. Dari kedua pulau ini, mengamati Anak Krakatau dari kejauhan juga dapat menjadi kegiatan yang menambah kesan dan pengalaman perjalanan Anda.

Pulau Sebuku dan  Pulau Sebesi memang kurang popular sebagai lokasi menyelam karena mungkin relatif jauh dari Pulau Jawa atau belum banyak ditemukan titik penyelaman di kawasan ini. Kebanyakan wisatawan lebih memilih snorkeling atau menyelam di sekitar Pulau Rakata, atau tepatnya di Lagoon Cabe di Kepulauan Krakatau. Akan tetapi, bagaimana pun juga, kedua pulau tersebut dapat menjadi alternatif destinasi wisata selain mendaki Krakatau atau menyelam di sekitar Kepulauan Krakatau. Keduanya juga dapat pula menjadi bagian dari rangkaian perjalanan mendaki Anak Gunung Krakatau.

Kegiatan

Pulau Sebuku atau pun Pulau Sebesi adalah dua pulau terdekat untuk mengamati Anak Gunung Krakatau. Daya tarik Pulau Sebuku misalnya, adalah karena keindahan pasirnya yang putih bersih dan garis pantainya yang landai dengan air lautnya jernih berwarna hijau kebiruan. Gugus pantai berpasir putihnya sungguh memanjakan mata dan cocok untuk sekedar santai menikmati panorama laut atau berenang tak jauh dari garis pantai.

Beberapa orang menikmati snorkeling di Pulau Sebuku. Selain berenang dan snorkeling, ada tentunya sekaligus melihat keindahan pemandangan Gunung Krakatau dari kejauhan.

Jangan lupa untuk mengabadikan momen Anda serta keindahan alam di pulau ini dengan kamera.

 

Berkeliling

Biasanya paket wisata mengunjungi Teluk Lampung tidak lengkap jika tidak dilanjutkan ke Anak Gunung Krakatau. Akan tetapi, sebelum mengeksplorasi anak gunung api tersebut, kunjungi juga titik-titik snorkeling di sekitar Pulau Sebuku.  Di Pulau Sebesi yang “bertetanggaan” dengan Sebuku juga dikenal sebagai lokasi menarik untuk berenang atau melihat-lihat kekayaan bawah lautnya. Di pulau seluas 1600 hektar ini pula tersedia akomodasi atau penginapan di rumah penduduk yang sebagian besar bertani cokelat atau kelapa. Terdapat pula sebuah gunung di pulau ini yang bisa menjadi alternatif bagi Anda penyuka hiking.

Selain Pulau Sebesi, ada pula Pulau Umang-Umang untuk memuaskan pengalaman Anda menyelami pesona bawah laut Teluk Lampung.

Lanjutkan petualangan Anda ke Anak Gunung Krakatau. Dari Sebesi dibutuhkan waktu sekira 2 jam perjalanan dengan perahu motor untuk tiba di kaki gunung Krakatau. Biasanya perjalanan ke sana dimulai sebelum Matahari terbit. Oleh karenanya, perjalanan menuju ke Krakatau dilengkapi dengan menikmati pemandangan Matahari terbit Selat Sunda.

Mendaki Anak Gunung Krakatau bisa dibilang mendaki bukit pasir berwarna kehitaman. Jalur pendakian relatif licin dan curam, karenanya memilih sepatu yang tepat sangat penting dalam hal ini. Rasa lelah mendaki akan terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan dari atas atau apalagi dari puncak Krakatau.

Dari Anak Gunung Krakatau, akan tampak Kepulauan Krakatau, yang terdiri dari 3 pulau, yaitu Pulau Panjang, Pulau Rakata dan Pulau Sertung.  Pulau Sertung mungkin tidak terlihat karena berada di belakang gunung.

Titik snorkeling yang menawan di Pulau Rakata tak boleh dilewatkan saat Anda mengunjungi kawasan ini. Adalah Lagoon Cabe; terkenal sebagai salah satu titik snorkeling paling favorit yang menjanjikan keindahan bawah laut yang bisa dibilang lebih kaya dibanding di Pulau Sebuku. Banyak ikan hias dan beragam jenis terumbu karang. Titik ini pun terbilang unik karena lantai dasar lautan berupa pasir vulkanik berwarna kehitaman yang didominasi bebatuan yang untungnya membuat jarak pandang lebih jernih.

Di titik ini juga terdapat sebuah palung yang tidak terlihat dasarnya. Ada pula lokasi diving di sini yang terkenal karena mengeluarkan gelembung udara akibat aktivitas di kawah Krakatau.

Transportasi

Transportasi menuju Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku biasanya menggunakan kapal motor dari Dermaga Canti, Kalianda, Lampung Selatan. Jarak tempuh memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Anda bisa juga berangkat dari bagian barat Pulau Jawa, seperti dari pelabuhan kecil di Carita atau Paku. Dengan menggunakan speed boat, perjalanan akan memakan waktu 2 jam, tergantung dari keadaan arus Selat Sunda.

Dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Dermaga Canti dapat ditempuh dengan berkendara selama sekira 1 jam perjalanan.

 

Akomodasi

Akomodasi terdekat dalam penjelajahan Teluk Lampung dan Anak Gunung Krakatau ada di Pulau Sebesi. Fasilitas yang telah tersedia adalah pesanggrahan, cottage atau rumah penduduk untuk menginap.

Beberapa wisatawan ada juga yang memanfaatkan kapal live aboard selama beberapa hari mengeksplorasi keindahan di Selat Sunda tersebut. Hubungi agen perjalanan Anda untuk menentukan pilihan yang tentunya disesuaikan dengan biaya yang dialokasikan.

Tips

Waspadai ubur-ubur yang membuat sensasi rasa gatal saat snorkeling di sekitar Pulau Sebuku. Waspadai pula bulu babi yang kadang ditemukan di sekitar pulau. Tanyakan pada agen perjalanan Anda yang mungkin lebih memahami medan atau titik yang bagus untuk beraktivitas tersebut di atas.

Karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, pada saat-saat tertentu gelombang laut akan terasa kuat dan besar. Bagi yang mabuk laut hendaknya mempersiapkan diri dengan obat anti mabuk, kantung plastik atau lainnya.

Beberapa kapal mungkin tidak menyediakan pelampung. Apabila memungkinkan, Anda dapat bersiaga dengan membawa pelampung sendiri.

Pintar-pintarlah mencari titik snorkeling yang bagus. Bertanyalah pada pemandu yang berpengalaman.

Listrik di Pulau Sebesi hanya menyala pukul 6 sore hingga 12 malam. Pastikan Anda memanfaatkan keterbatasan pasokan listrik tersebut dengan baik.