Category Archives: Jambi

Alam, Jambi

Taman Nasional Kerinci Seblat: Kemegahan Hutan Lebat yang Terlindungi di Pulau Sumatera

 

Sekilas

Inilah Taman Nasional Kerinci seblat, disebut-sebut sebagai perlindungan terakhir bagi satwa seperti harimau sumatra, gajah, siamang, burung-burung, serta satwa satwa lainnya. Inilah paru-paru bumi seluas 1,3 juta ha.

Dalam sejarah pembentukannya, taman nasional ini merupakan penyatuan dari kawasan-kawasan Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat, hutan lindung dan hutan produksi terbatas di sekitarnya yang berfungsi hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya. Mengingat pentingnya peranan kelompok hutan tersebut maka sejak 4 Oktober 1982, bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia di Bali, gabungan kawasan tersebut diumumkan sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat.

Taman Nasional Kerinci Seblat telah dijadikan program pembangunan dan konservasi terpadu (Integrated Conservation Development Program-ICDP).

Taman nasional ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan dengan dataran tertinggi di Sumatra yaitu Gunung Kerinci (3.805 m). Anda dapat menikmati mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun, dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara yaitu Gunung Tujuh. Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan ekosistem hutan hujan dataran rendah sampai ekosistem sub alpin serta beberapa ekosistem yang khas seperti rawa gambut, rawa air tawar, dan danau.

Banyak kegiatan yang dapat Anda lakukan di taman nasional ini mulai dari penelitian dan pendidikan, pendakian dan berkemah, air terjun, pemotretan dan pembuatan film, rekreasi dan wisata alam, serta bersentuhan langsung dengan budaya masyarakat di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat. Musim kunjungan terbaik dari bulan Januari hingga Oktober.

Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan langka dan endemik seperti pinus kerinci (Pinus merkusii strain kerinci), kayu pacat (Harpulia alborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan Rafflesia hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum dan Amorphophallus decus-silvae).

Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 37 jenis mamalia, 10 jenis reptilia, 6 jenis amfibia, 8 jenis primata dan 139 jenis burung. Fauna di wilayah taman nasional di antarnya harimau Sumatra, badak Sumatra, gajah Sumatra, macan dahan, tapir melayu, beruang madu, dan ada sekitar 370 spesies burung. Di sinilah Anda dapat melakukan pengamatan suara burung rangkong (Buceros rhinoceros sumatranus) dan julang (Aceros undulatus undulatus) serta suara tawa histeri yang menakjubkan dari burung gading (Rhinoplax vigil); adanya kucing emas (Catopuma temminckii temminckii) yang sangat misterius.

Ada juga misteri yang belum terpecahkan tentang sejenis satwa primata yang berjalan tegak dan cepat sekali menghilang di antara pepohon, masyarakat setempat menamakannya “orang pendek”.

 

Kegiatan

Banyak kegiatan yang dapat Anda lakukan di taman nasional ini. Di Gunung Kerinci (3.805 m. dpl) sebgai gunung berapi tertinggi di Indonesia dan masih aktif, Anda dapat mendaki gunung dan berkemah.

Di Danau Gunung Tujuh dan Rawa Ladeh Panjang, Anda dapat melihat panorama danau dan pengamatan satwa.

Di Danau Gunung Tujuh ada danau vulkanik tertinggi di Sumatera (2.000 m. dpl) seluas 1.000 ha dan dikelilingi oleh tujuh buah gunung.

Taman Pagar Dewa di Bukit Rantau Bitung (Napal Licin) dianggap sebagai tempat keramat masyarakat, Ada juga Goa Napal Licin di Kecamatan Rawas Ulu (Sumatera Selatan) yaitu sebuah kompleks goa yang kaya akan stalaktit dan stalaknit.

Di Grao Solar, Nguak, dan Kunyit Anda dapat melihat semburan air panas (airnya sangat jernih) setinggi 15 meter dan pengamatan satwa.

Melihat langsung pengambilan emas secara tradisional di Ketenong, Muara Sako (Sumatera Barat) Pusat latihan gajah (PLG) di Ipuh, Pusat Kerajinan Tangan Rotan di Sungai Tutung, Kerajinan Batu Akik di Bengkulu dan Bangko, Pusat Kerajinan Pakaian Tradisional di sungai Penuh dan daerah pesisir.

Terdapat kepercayaan masyarakat bahwa di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat makhluk dengan ciri-ciri pemalu, berjalan tegak, tidak berekor dan penuh misteri yang sering disebut sebagai “orang pendek” dan “sigung” sebagai penguasa hutan.

Kegiatan wisata budaya yang dapat Anda nikmati di sini adalah melihat budaya suku Kubu yang masih tradisionil. Adat istiadat tanah Kerinci, tanah Minangkabau, tanah Bengkulu/Rejang Lebong, serta aspek seni budaya seperti pesta adat Kerinci (Kenduri Seko), tari-tarian klasik, pakaian adat, serta pusaka-pusaka adat.

Acara pesta adat dilakukan setiap tahun sekali. Atraksi budaya di luar taman nasional:Parade Budaya diadakan pada bulan November di Sungai Penuh, Budaya Melayu pada bulan Januari di Jambi, dan Festival Tabot pada bulan Juni di Bengkulu.

Berbelanja

 

Akomodasi

Di kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci tersedia tersedia banyak hotel  dengan harga relatif murah dari Rp50.000,00 – Rp100.000,00 per malam. Penginapan Painan di Kayu Aro, Kaki Gunung Kerinci

Di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat tersedia kantor, wisma tamu, pusat informasi, shelter, MCK, jalan trail, menara pengintai atau pengamat, dan pondok jaga.

Kuliner

Selama di Kerinci untuk urusan makan dan minum belum pas bila tidak mencicipi beras payo, gulai ikan semah, dendeng beteko, kacang tojin, lemang, jeruk pelompek, serta minuman kopi kerincai dan teh kayu aro.

Transportasi

Ada banyak cara untuk Anda berkunjung ke Taman Nasional Kerinci Seblat, berikut ini di antarnya.

Padang – Muaralabuh – Kersik Tuo, (kendaraan darat),  211 km selama 5-6 jam.

T Padang – Tapan – Sungai Penuh (kendaraan darat), 278 km selama 7 jam.

Jambi – Sungai Penuh (kendaraan darat), 500 km selama 10 jam.

Bengkulu – Muara Aman (kendaraan darat), selama 4 jam.

Bengkulu – Argamakmur (kendaraan darat), selama 2 jam.

Bengkulu – Lubuk Linggau (kendaraan darat), selama 3 jam.

Palembang – Lubuk Linggau (kendaraan darat), selama 6 jam.

Lubuk Linggau – Muara Rupit – Surulangun – Napal Licin (kendaraan darat), selama 4 jam.

Muara Rupit – Napal Licin (kendaraan air), selama 2 jam.ransportasi

Tips

Anda perlu membawa baju hangat yang nyaman karena secara umum curah hujan di kawasan ini cukup tinggi dan merata. Rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 3.000 mm. Musim hujan berlangsung dari bulan September hingga Februari dengan puncak musim hujan bulan Desember. Sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan April hingga Agustus. Suhu udara rata-rata bervariasi yaitu 28° C di dataran rendah, 20° C di Lembah Kerinci dan 9° C di puncak Gunung Kerinci. Kelembaban 80-100%.

Kantor informasi:

Jl. Basuki Rahmat No. 11

Sungai Penuh 32112, Jambi 37101

Telp. (0748) 22250; Fax. (0748) 22300

E-mail : btnks@pdg.vision. net.id

Atau dapat juga mencari informasi di tempat berikut ini.

  • Kantor UPT Taman Nasional. Jl. Basuki Rahmat No. 11, Sungai Penuh 32112, Jambi, Telp. 0748-22240, 22250 Fax. 0748-22300
  • Kantor sub Balai KSDA Propinsi Jambi, Jl. Arief Rahman Hakim No. 10 Jambi, Telp (0741) 26451.
  • Kantor Sub Balai KSDA Propinsi Sumatera Barat, Jl. Raden Saleh No. 4 Padang, Telp (0751) 54136.
  • Kantor Sub Balai KSDA Propinsi Bengkulu, Jl. Mahoni No. 11 Bengkulu, Telp. (0736) 21697.
  • Kantor Sub Balai KSDA Sumatera Selatan, Jl. Kol. H. Barlian Punti Kayu Km 6,5 Palembang, Telp. (0711) 410948.
  • E-Mail: btnks@padang.wasantara.net.id
Alam, Jambi

Danau Kerinci: Danaunya Para Dewa

Sekilas

Pemandangan di sekitar danau ini begitu menawan. Mata Anda tak akan bosan melihat hamparan air yang jernih dilatarbelakangi barisan pegunungan yang anggun. Di tengah danau terlihat perahu-perahu nelayan sedang mengarungi permukaan airnya yang tenang. Di desa-desa sekitar danau, terdapat sejumlah batu berukir yang konon peninggalan manusia purba megalit 2.000 tahun yang lalu. Ditemukan juga alat tetabuhan atau genderang  dari zaman besi dan tembaga.

Danau Kerinci terletak di kaki Gunung Raja dan merupakan danau vulkanik  seluas 4.200 hektar dengan kedalaman 110 meter, ketinggian 783 meter di atas permukaan laut. Kerinci Danau tersebut berada di daerah paling Selatan dengan kelililing sepanjang 70 km. Secara administratif, kawasan danau termasuk dalam Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau.

Seperti daerah lainya di Indonesia, ada cerita legenda tentang Danau Kerinci. Adalah Calupat dan Calungga dua bersaudara kembar yatim piatu yang tinggal di kaki Gunung Kerinci. Mereka memiliki pusaka Merah Delima dan Batu Putih peninggalan orang tuanya. Suatu hari Calungga pergi berburu seorang diri, dalam perjalanan ia menemukan sebutir telur raksasa. Telur itu kemudian dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada Calupat adiknya namun ternyata Calungga memutuskan untuk memakan telur itu seorang diri, setelah menyantap telur raksasa, Calungga kehausan. Ternyata kehausan Calungga berbeda. Ia meminum air sungai sekitar Gunung Kerinci yang menyebabkan sungai menjadi kering. Tubuh Calungga lama-kelamaan berubah, memanjang dan memiliki sisik-sisik emas sebesar nyiru. Calungga berubah menjadi seekor naga raksasa dengan batu mustika merah delima di kepalanya. Untuk menguji kesaktiannya, Naga Calungga memohon kepada segala dewa di bumi sakti alam Kerinci agar dapat menggenangi lembah dengan air sehingga terbentuklah danau besar. Putaran tubuh naga tersebut membentuk sebuah danau, yang sekarang disebut Danau Bento di kaki Gunung Kerinci. Calupat adik Calungga tak kuasa hidup seorang diri, ia minta naga Calungga mengantarkannya ke perkampungan penduduk di sebelah Timur matahari terbit agar ia dapat hidup berdampingan dengan penduduk. Maka ditiup oleh sang naga sebuah muara dengan angin sakti yang sekarang ini menjadi sebuah sungai yang dinamai Sungai Muara Angin (Sungai Batang Merangin). Kemudian air menyusut karena terbawa arus naga Calungga yang menghilir ke Timur sehingga berobah menjadi sebuah lembah yang dinamai Renah Kerinci dan sebuah danau yaitu Danau Kerinci sekarang. Pada saat kedatangan mereka dihadapan penduduk sepanjang aliran sungai besar, Calupat duduk di atas kepala naga. Maka penduduk saat itu juga langsung menobatkan Calupat sebagai raja yang bergelar Sang Hyang Jaya Naga.

Kabupaten Kerinci memiliki potensi seni dan budaya yang sangat tinggi. Potensi seni yang berkembang di daerah ini di antaranya adalah seni musik daerah, nyanyian-nyanyian daerah, tarian daerah, kesenian bernuansa islami, dan berbagai bentuk seni tradisional lainnya. Di sini terdapat kelompok-kelompok seni daerah yang tersebar di berbagai daerah perdesaan yang meliputi seni teater sebanyak 28 buah, seni tari sebanyak 65 buah, seni musik sebanyak 52 buah, seni musik qasidah atau rebana sebanyak 48 buah, dan wayang sebanyak 9 buah. Pertunjukan kesenian daerah umumnya dikaitkan langsung dengan acara-acara serimonial seperti acara pernikahan, menyambut kelahiran seorang bayi, peresmian rumah tempat tinggal, acara sunatan anak laki-laki atau bentuk acara lainnya.

Kegiatan

Kawasan danau merupakan tempat rekreasi yang menarik, seperti memancing, berenang, dan juga perkemahan. Berbagai aktivitas lain dapat dinikmati sambil menyantap makanan khas danau yang teredia direstoran-restoran sekitarnya. Danau ini terletak ditengah lembah kerinci yang berjarak 16 km dari Kota Sungai Penuh.

Dari sepanjang pantai danau dapat dilihat pemandangan yang indah ke tengah danau dimana perahu-perahu nelayan yang sedang menangkap ikan. Danau ini oleh sebagian masyarakat disekitar danau menjadi tumpuan tempat mencari nafkah dalam memenuhi ikan bagi masyarakat Kerinci. Penangkapan ikan dilakukan secara tradisional, di antaranya yang sangan unik adalh penangkapan ikan dengan menyelam yang dilakukan malam hari tanpa menggunakan tabung oksigen.

Terdapat beberapa lokasi yang menarik di sekitar Danau Kerinci, yaitu Daerah Pesanggarahan dimana kita bisa melihat pemandangan Danau Kerinci dari atas. Tanjung Hatta adalah tempat Bung Hatta menikmati panorama Danau Kerinci dan menanam pohon disana, Desa Seleman terdapat Rumah Laheik yang merupakan rumah khas kerinci, dan di Desa Pulau Tengah terdapat Dolmen Batu Raja dan Masjid Keramat Pulau Tengah dan di sekitar danau Kerinci terdapat sejumlah batu berukir yang diduga peninggalan manusia megalit.

Akomodasi

Meski belum ada hotel berbintang di Kerinci namun Anda tidak perlu khawatir sebab di kota Sungai Penuh terdapat hotel kelas melati dengan pelayanan cukup baik berkisar Rp100.000,00., untuk semalam.

Transportasi

Anda dapat menggunakan jalur darat dengan angkutan umum, mobil pribadi atau sewaan dari kota Jambu ke Sungai Penuh sekitar 500 km selama 10 jam. Dapat juga  dari kota Padang ke Tapan kemudian melanjutkan ke Sungai Penuh sekitar 278 km selama 7 jam. Alternatif lain dari Padang ke lokasi sekitar 211 km selama 5-6 jam.

Kuliner

Belum pas bila Anda berkunjung ke Danau Kerinci bila tidak mencicipi beras payo, gulai ikan semah, dendeng beteko, lemang dan jeruk pelompek, tojin, serta minum kopi kerinci dan teh kayu aro.

Untuk jenis makanan ringan, pengunjung akan dapat menikmati dodol kentang, keripik kentang dan ubi jalar, minuman energi yang bahan bakunya dari kulit manis, dan sirop terong belanda.Untuk masakan berbagai ikan air tawar dan ikan danau yang dikenal gurih, seperti ikan semah, juga akan dapat dinikmati di restoran di sekitar danau sambil menikmati panorama alam.

Berbelanja

Tersedia kios-kios di sekitar Danau Kerinci sebagai pusat jajanan kuliner dengan berbagai makanan ringan industri rumah tangga serta aneka masakan ikan air tawar.

Anda dapat membeli oleh-oleh songket khas Jambi. Harga songket sangat mahal sekitar 1,2 juta rupiah namun harga ini sepadan dengan keindahannya melalui proses pembuatan yang memakan waktu cukup lama dan rumit. Bila songket terlalu mahal maka Anda dapat membeli yang lebih murah berupa kaos, kaos kerah, kemeja, kaos tema batik, dan beragam cendera mata menarik di Jalan Kolonel Amir Hamzah No.4

Tips

Cobalah memriksa jadwal diadakannya Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci. Dalam festival tersebut Anda dapat menikmati berbagai kegiatan dan atraksi wisata yang menarik digelar. Tidak saja menyajikan budaya dan produk unggulan daerah tetapi juga menyajikan kesenian dan budayanya. Jangan lewatkan juga beragam produk kerajinan dan industri rumah tangga unggulan dari sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi.   Selain itu ada juga wisata air dan anjungan terapung untuk dermaga sarana olahraga air dan speedboat.

Budaya, Jambi

Muaro Jambi: Komplek Percandian Terluas se-Asia Tenggara

Sekilas

Situs Kepurbakalaan Muaro Jambi merupakan tempat peninggalan purbakala terluas di Indonesia, membentang dari Barat ke Timur sejauh 7,5 km di Tepian Sungai Batang Hari dengan luas kurang lebih 12 kilometer persegi. Sebagian kecil berada di Barat Sungai Batang Hari. Tinggalan di sisi Timur Sungai masuk wilayah administratif Desa Muaro Jambi dan Desa Danau Lamo. Sedangkan di Barat Sungai berada di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.

Situs Purbakala Kompleks Percandian Muaro Jambi terletak sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi di tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Situs ini berisi 61 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum diokupasi. Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan pengaruh agama Hindu.

Candi Muaro Jambi diperkirakan berasal dari abad ke-11 M dibangun pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Situs Percandian Muaro Jambi merupakan satu kawasan komplek pusat pendidikan Agama Budha.

Candi Muaro Jambi merupakan warisan budaya bernilai tinggi dimana bangunan-bangunan candi dan bekas reruntuhannya menunjukkan bahwa di masa lalu situs Percandian Muaro Jambi pernah menjadi pusat peribadatan agama Budha Tantri Mahayana.  Hal ini terlihat dari ragam temuan sarana ritual seperti, Arca Prajnaparamita, reruntuhan stupa, arca gajah singha, wajra besi serta tulisan-tulisan mantra yang dipahatkan pada lempengan emas atau digoreskan pada bata. Di antara bata-bata yang bertulis terdapat suku kata ‘Wijaksana’’, kemudian sebutan ‘wajra’ pada lempengan emas, serta aksara nagari pada batu permata berbunyi ‘tra-tra’.

Penemuan lain berupa manik-manik, perhiasan, tembikar, pecahan genting, dan sisa-sisa peralatan rumah tangga yang menunjukkan bahwa kawasan yang mengelilingi kompleks percandian ini juga pernah menjadi kawasan pemukiman, diduga kuat merupakan tempat bermukimnya para biksu dan pelajar Budha di masa lalu.

Selain itu, di situs ini juga ditemukan peninggalan berupa keramik dari Cina masa Dinasti Song (abad ke 11-12 Masehi), yang mengindikasikan adanya hubungan internasional yang telah terjadi pada masa itu. Sementara penemuan keramik Eropa abad ke-19 membenarkan adanya ekskavasi yang pernah dilakukan oleh Perwira Inggris dan sarjana Belanda abad ke 19-20.

Berdasarkan aksara Jawa Kuno pada beberapa lempeng peninggalan diperkirakan berkisar dari abad ke-9-12 Masehi. Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar dan kesemuanya bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano. Dari sekian banyaknya penemuan yang ada daerah itu diperkirakan dahulu wilayah ini menjadi tempat bertemunya berbagai budaya. Ada manik-manik yang berasal dari Persia, Republik Rakyat Cina, dan India. Agama Buddha Mahayana Tantrayana diduga menjadi agama mayoritas dengan diketemukannya lempeng-lempeng bertuliskan “wajra” pada beberapa candi yang membentuk mandala.

Di dalam kompleks situs tidak hanya terdapat candi tapi juga menyimpan aneka artefak kuno seperti arca, keramik, manik-mani, mata uang kuno dll. Ada 8 kompleks percandian, kolam kuno, yang oleh penduduk setempat dinamai Kolam Telago Rajo, serta diperkirakan lebih dari 60 buah menapo yaitu gundukan tanah reruntuhan sisa bangunan kuno.

Pada mulanya situs Muaro Jambi tidak banyak dikenal orang dan hanya diketahui penduduk setempat. Baru pada tahun 1820, secara terbatas situs ini mulai terungkap setelah kedatangan S.C. Crooke, seorang perwira Inggris ketika bertugas untuk pemetaan Sungai Batanghari.  Ia mendapat laporan dari penduduk setempat tentang adanya peninggalan kuno di Desa Muaro Jambi. Selanjutnya tahun 1935-1936, seorang sarjana Belanda yang bernama F.M. Schnitger, dalam ekspedisi purbakalanya di wilayah Sumatera sempat melakukan penggalian terhadap situs Muaro Jambi. Sejak itu Muaro Jambi mulai dikenal dan mulai 1976 sampai saat ini, secara serius dan bertahap, dilakukan penelitian dan preservasi arkeologi untuk menyelamatkan situs dan peninggalan bersejarah di situs Muaro Jambi ini. Candi ini saat ditemukan merupakan batu merah yang tetumpuk. Beberapa tertumpuk membentuk stupa seperti layaknya candi Budha lainnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi telah mendaftarkan Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia ke organisasi internasional Unesco di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini merupakan upaya untuk menjadikan situs Candi Muarojambi sebagai salah satu warisan dunia. Nomor registrasi untuk Candi Muarojambi adalah 5695, bahkan Candi Muarojambi sudah menjadi nomor satu dari sekian banyak kekayaan budaya di Indonesia yang diajukan ke Unesco sebagai warisan dunia. Dampak positif dari pengajuan ini kawasan kunjungan wisata akan meningkat di Provinsi Jambi. Selain itu, sastrawan, ilmuan, dan para penulis akan banyak berdatangan untuk meneliti dan menulis tentang candi ini.

Sejak pertengahan tahun 2007, usaha pemugaran dan pembangunan candi dari reruntuhan menapo berhasil ditemukan kembali dilakukan. Pemanfaatan kembali situs ini sebagai bagian dari upacara hari-hari besar keagamaan Agama Budha telah dilaksanakan, bahkan situs ini menjadi pusat pelaksanaan perayaan Waisak yang masuk dalam agenda Nasional disamping Borobudur.

Kegiatan

Di sini Anda akan mendapati situs purbakala terbentang sepanjang 7,5 kilometer sepanjang tepian aliran Sungai Batanghari. Pada beberapa titik tepian Batanghari terdapat kanal-kanal kuno atau sungai buatan yang menghubungkan Sungai Batanghari dengan kawasan situs. Melalui kanal kuno yang melingkari kawasan situs inilah pada masa lalu deretan kompleks bangunan candi dapat dicapai lokasinya. Situs Percandian Muaro Jambi seluas 2062 hektare, telah ditemukan sedikitnya 82 reruntuhan bangunan kuno yang terbuat dari struktur bata. Ketujuh kompleks bangunan candi itu adalah Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong I dan Gedong II, serta Candi Kedaton.

Cukup dengan membayar Rp3.000,00-Rp5.000,00 Anda sudah bisa menikmati objek wisata Candi Muaro Jambi. Di sinilah Anda juga akan berpesiar ke masa lalu dengan mengunjungi museumnya yang menyimpan temuan purbakala atau situs baik dari hasil penelitian maupun temuan penduduk Muaro Jambi. Di dalamnya terpajang beraneka ragam koleksi yang peninggalan purbakala Situs Muaro Jambi seperti arca, belanga, padmasana, manik-manik, mata uang, bata berhias, serta keramik-keramik baik asing maupun tembikar lokal.  Arca Prajnaparamita, Arca dalam wujud dewi ini digambarkan dalam dharma-canramudra, yaitu sikap tangan sedang memutus roda dharma. Belanga, merupakan wadah logam dengan berat 160 kg serta tinggi 0,67 meter dengan lingkar bibir berdiameter 1,06 meter.

Selain tinggalan berupa bangunan, di dalam kompleks juga ditemukan arca prajnyaparamita, dwarapala, gajahsimha, umpak batu, lumpang atau lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu. Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah serupa gunung kecil buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.

Di dalam kompleks tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penampungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Wilayah situs dikelilingi oleh setidaknya 6 kanal atau parit-parit kuno buatan manusia, yang oleh penduduk setempat dinamai Parit Sekapung, Parit Johor dan Sungai Melayu. Sebagian besar parit tersebut saat ini sudah mengalami pendangkalan. Beberapa tahun silam, penduduk setempat masih memanfaatkan alur-alur kanal kuno ini sebagai sarana transportasi dengan menggunakan sampan tradisional. Bukan tidak mungkin bahwa pada masa lalu kanal-kanal ini dibuat dengan alasan yang sama, yaitu sebagai sarana transportasi dan distribusi logistik, selain sebagai sistem drainase kawasan rawa. Ada pula yang menduga fungsi strategisnya sebagai sistem pertahanan kompleks percandian. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat.  Ada juga Kolam Telago rajo Terletak di depan candi Gumpung atau sebelah Timur museum situs. Kolam ini berukuran 100 x 120 m yang selalu tergenang air dengan kedalaman 2-3 m dari permukaan tanah.

Taman Nasional Berbak, merupakan salah satu kawasan konservasi lahan basah yang penting di Asia Tenggara dengan kawasan ramsar (lahan basah Internasional). Letak geografis Taman Nasional Berbau berada antara 104o 06 BT – 104o 30o BT dan 10o 4′ LS -1o 35′ LS. Secara administrasi Taman ini terletak di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi. Sebagai kawasan lahan basah Berbau ditumbuhi beraneka jenis vegetasi yang khas dan tahan terhadap genangan air. Burung Kuau Besar Burung Kuau Besar (Great Agus Pheasant-Arguisanus Argus) adalah salah satu jenis satwa langka yang saat ini masih ada dan hidup di hutan Tanjung Katung Kecamatan maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi

Wisata Agro, banyaknya Perusahaan-perusahaan Perkebunan Swasta besar yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit disamping merupakan sarana pemberdayaan ekonomi rakyat melalui sektor perkebunan, dapat juga dijadikan objek agro wisata yang cukup menarik bagi Anda untuk mencicipi keindahan alam dan udaranya yang masih segar.

Transportasi

Situs Percandian Muaro Jambi terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Dari Kota Jambi, situs ini lebih kurang berjarak 40 kilometer dan dapat ditempuh melalui jalan darat atau sungai dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

 

Untuk mencapai lokasi, perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat dan jalur sungai. Jika melalui jalur sungai, lama perjalanan lebih kurang 20 menit dengan menggunakan speed boat. Sedangkan jalur darat, perjalanan dapat ditempuh melalui 2 akses. Akses pertama perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Olak Kemang dan ke lokasi objek wisata. Akses kedua, perjalanan dimulai dari Kodya Jambi ke Jembatan Aur Duri menuju Simpang Jambi Kecil dan ke lokasi objek wisata.

Bus dan Travel

JAMBI TRANSPORT

Jalan Samsudin Uban 03 Telp: +62+741-66123

Route: Jambi-Jakarta

TOP

Jalan Hos Cokro Aminoto Telp.: +62-741-40653

Route: Jambi, Palembang, Bengkulu

RATU INTAN PERMATA

Jalan Prof M Yamin Telp. : +62-741-61351

Route: Jambi, Palembang, Pekanbaru, Lampung

SAFA MARWA

Jalan Pattimura 70 Telp: +62-741-65756

Route: Jambi, Kerinci, Muaro Bungo, Padang

Penerbangan

Garuda Indonesia

(www.garuda-indonesia.com): 2x penerbangan/hari

Mandala Airlines

(www.mandalaair.com): 4x penerbangan/hari

Sriwijaya Air

(www.sriwijayaair-online.com) : 4x penerbangan/hari

Lion Air

 (www.lionair.co.id) : 4x penerbangan/hari

Batavia Air

 (www.batavia-air.co.id) : 4x penerbangan/hari

Route Jambi-Batam

Sriwijaya Air : 2x Flights/day (setiap hari)

Kartika Airline: 4x Flights (setiap minggu)

 

Kuliner

Masyarakat Jambi melekat erat dengan adat dan tradisinya, di sini Anda akan mendapatkan beragam santapan, mulai dari jajanan hingga masakan tradisional yang hanya anda dapat di Jambi seperti tempoyak dan tepék. Tentunya ada juga hidangan bertaraf internasional di beberapa restaurant dan hotel berbintang.

Gulai Ikan Patin adalah masakan yang populer di masyarakat Jambi.Gulai ini dimasak dengan menggunakan tempoyak yaitu daging buah durian yang telah difermentasi. Tetapi ada sebagian orang yang memilih untuk mengganti tempoyak dengan santan kelapa untuk menghindari bau dan rasa tempoyak yang cukup menyengat. Selain tempoyak bumbu lain yang digunakan dalam pembuatan Gulai Ikan Patin ini adalah cabe merah, lengkuas, serai, kunyit, bawang merah dan bawang putih.

Padamaran, makanan ini terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah sebagai pemanis. Bahan-bahan ini kemudian ditempatkan di sebuah cup yang terbuat dari daun pisang, lalu dikukus hingga matang. Warna hijau dan aroma yang khas dari makanan ini berasal dari daun pandan yang ditumbuk dan diambil sarinya.

Dendeng Batokok adalah irisan daging sapi yang direbus dalam air kelapa yang telah dibumbui bawang putih dan jahe. Air kelapa berguna untuk mengempukan daging. Setelah cukup empuk daging ditiriskan lalu di memerkan dengan cara dipukul-pukul dengan palu,selanjutnya daging ini dibakar.Setelah matang daging ini dicampur dengan sambal merah. Masakan ini berasal dari Kabupaten Kerinci, kawasan dataran tinggi di Provinsi Jambi. Masakan ini sangat cocok dimakan bersama nasi dari beras payo.

Nasi Minyak adalah beras yang dimasak bersama susu, saos tomat, minyak samin dan rempah-rempah seperti jahe, jintan manis, jintan putih, kayu manis dan cengkih. Pengaruh masakan Arab terasa sangat kental pada makanan ini. Nasi minyak biasanya disajikan pada acara-acara khusus seperti pesta pernikahan, acara cukuran anak dan acara khusus lainnya. Nasi minyak ini disajikan bersama dengan kari sapi atau ayam dengan tambahan acar timun,sambal nanas, kerupuk udang dan taburan bawang goreng.

  • International Restaurant

Jalan Raden Mattaher Telp: +62-741- 24189

Spesical Food: Chinese Cuisine

  • Pondok Lesehan Nan Tongga

Jalan KH Agus Salim Telp: +62-741-444100

  • Aneka Rasa Restaurant

Jalan Mpu Gandring 75 A Telp +62-741-60598

Special Food: Pindang Patin

  • Pagi Sore Restaurant

Jalan Kol Abunjani Telp: +62-741-66866

special food: Padang Cuisine

  • Tanggo Rajo Riverside Park

Near Jambi Governor Resicende

  • Restaurant Bumi Pasundan

Jl. Slamet Riyadi, Solok Sipin, Broni

  • Restaurant Pondok Cendana Mulia

(Lesehan, masakan Indonesia, 64 kursi)

Jl. Kol. M. Taher, Wijaya Pura

  • Restaurant Nan Tongga

(Masakan Indonesia, 50 kursi)

Jl. H. Agus Salim 7, Kota Baru

Telp : (0741) 444-100

  • Restaurant Sari Wangi

(Masakan Indonesia, 60 kursi)

Jl. Soekarno-Hatta No. 9B, Thehok

  • Restaurant Happy Family

Jl. Prof. M. Yamin 88, Lebak Bandung

Telp : (0741) 20544

  • Restaurant Citra

(Masakan Indonesia, 50 kursi)

Jl. Soekarno-Hatta No. 4, Paal Merah

  • Restaurant Rio

Jl. May. Kwarta Wirana No.221, Budiman

  • Restaurant Lido Palace

(Masakan Indonesia, 300 kursi)

Jl. P. Diponegoro, Simp. Jelutung

Telp : (0741) 20254

  • Restaurant Kedaton

Jl. Adam Malik, Kebun Handil

  • Restaurant Ibu Heni

Jl. Jend. Sudirman

  • Jump Bee Squce

Talang Banjar, Jambi Timur

  • Restaurant Batanghari

(Masakan Indonesia, 300 kursi)

Jl. Dr. Siwabessy 1, Telp : (0741) 64588

  • Restaurant Pinang Masak

(Masakan Indonesia, 40 kursi)

Jl. Sultan Agung 67

  • Restaurant Tabgha Pondok Kuring

(Masakan Indonesia, 80 kursi)

Jl. Sultan Agung 6, Telp : (0741) 22939

  • Restaurant Sipin

(Masakan Indonesia, 40 kursi)

Jl. Slamet Riyadi, Telp : (0741) 667-788

  • Restaurant Gajah Mada

(Masakan Indonesia, 65 kursi)

Jl. Sultan Iskandar Muda 61

  • Restaurant Terkenal (24 kursi)

Jl. Mr. Asaat No. 124

  • Restaurant International (72 kursi)

Jl. Rd. Mattaher, Telp : (0741) 24897

  • Restaurant Hollywood

Jl. Veteran No. 9

  • Restaurant Jumbo (64 kursi)

Jl. Dr. Wahidin, Pasar Jambi

  • Restaurant Holala

Jl. Mr. Assa’at No. 8, Pasar Jambi

  • Restaurant Lucky Star

Jl. Jend. Sudirman, Talang Jauh, Jelutung

  • Restaurant Hongkong (32 kursi)

Jl. Gatot Subroto 28

  • Restaurant Shanghay (160 kursi)

Jl. Gatot Subroto

Beberapa produk makanan dan minuman yang diproduksi baik secara tradisional maupun modern di Kota Jambi, diantaranya berikut ini.

  • Dodol Nenas Tulimario

Jl. M. Said I/72, Telp : (0741) 52962

  • Mamaseh Perus Dodol Nenas

Jl. M. Said II/11, Telp : (0741) 52953

  • Minuman Kemasan (Syrup, Lemonade, Sarsaparilla)

Jl. Camar II/15, Telp : (0741) 23995

Jl. M. Roem 16, Telp : (0741) 33823

Jl. M. Roem, Telp : (0741) 33814

  • Kopi NEFO

Jl. RW Monginsidi 17, Telp : (0741) 23101

Jl. Orang Kayo Pingai RT.03, Telp : (0741) 571-033

  • Kopi “Ayam Ras” Kebon Kopi

Highland Tea “Kajoe Aro”         PTPN IV, Kerinci-Jambi

  • Kecap “Dua Ayam” Pabrik Kecap Dua Ayam,

Jl. Orang Kayo Pingai 45, Telp : (0741) 571-368

Pusat jajanan, restoran, roti dan pempek, tersebar luas di pelosok Kota Jambi, antara lain :

  • Jambi Prima Mall (JPM) Food Court

Jl. Sudirman, JPM Lt. 3

  • Kapuk Mall Food City

Jl. MH Thamrin No. 18, Kapuk Mall

  • Dast Ramayana Food Court

Jl. Sultan Taha No.17

  • WTC Food Court

Jl. Sultan Taha No.17

  • Matahari Food Bazaar

Jl. Gatot Subroto, Komp. Hotel Novotel

  • Pujasera Jelutung Corner

Jl. Hayam Wuruk, Simp. Puncak, Jelutung

  • Pujasera Mayang Sari

Jl. Mr. Assa’at, Pasar Jambi

  • Pempek Sumsel

Jl. Orang Kayo Hitam 7, Talang Banjar

Telp : (0741) 51457

  • Pempek Selamat I S. Brojonegoro

Pempek Selamat II  Jl. Jend. Sudirman

  • Pempek 888

     Jl. Orang Kayo Hitam, Talang Banjar

  • Pempek Pak Raden

Jl. Jend. Sudirman 33/9,

Telp : (0741) 32183

  • Pempek Asiong

Jl. Orang Kayo Hitam, Talang Banjar

 

Akomodasi

Di Kota Jambi terdapat 2 hotel berbintang 4 dengan 183 kamar, 1 hotel berbintang 3 dengan 160 kamar, 1 hotel berbintang 2 dengan 92 kamar dan 4 hotel dengan klasifikasi bintang 1 dengan total jumlah kamar sebanyak 104 kamar. Sedangkan hotel dengan klasifikasi melati 3 yang berjumlah 20 hotel memiliki jumlah kamar sebanyak 516 kamar, 8 hotel melati 2 dengan 192 kamar dan 20 hotel melati 1 dengan 316 kamar.

Berikut ini beberapa hotel yang dapat Anda pilih saat mengunjungi Jambi.

Hotel Bintang

  • Abadi Hotel and Convention Center

Jalan Gatot Subroto 92, Telepon (0741) 25600

  • Hotel Novotel

Jl. Gatot Subroto No. 44, Telepon (0741) 50808, 62742, 27208

  • Ratu Hotel & Resort

Jl. Slamet Riyadi No. 40, Broni, Telepon (0741) 668-888, 64667 Fax : 667-788

  • Hotel Abadi

Jl. Gatot Subroto No. 92-98, Telepon (0741) 25600, 20488, 23426, 20489

  • Hotel Matahari

Jl. Sultan Agung No. 67, Telepon (0741) 24610, 33158, 33157 20451, 20452

  • Hotel Safera

Jl. Jend. Sudirman No. 08, Thehok, Telepon (0741) 20391, 20392, 26271, 60416

  • Hotel Marisa

Jl. Kol. Abunjani No. 12, Sipin, Telepon (0741) 60364, 60365, 60533

  • Hotel Harisman

Jl. Prof. M. Yamin, SH No.74, Payo Lebar, Telepon (0741) 63001, 63002

  • Hotel Jambi Raya

Jl. Gatot Subroto, Lr. Camar I, No. 45-48, Telepon (0741) 21175, 34971, 54971

Hotel Melati

  • Hotel Adipura

 Jl. Prof. S. Brojonegoro No. 09, Telepon (0741)60200

  • Hotel Matahari II

 Jl. Prof. M. Bafadhal No. 108, Telepon (0741) 52416, 20452, 33157

  • Hotel Pinang

Jl. Dr. Soetomo No. 9, Telepon (0741) 22521, 23969

  • Hotel Kartika Jaya

Jl. Dr. Soetomo No. 32, Telepon (0741) 50620, 22690, 26816

  • Hotel Sederhana I

Jl. Dr. Soetomo No. 55, Telepon (0741) 22786

  • Hotel Kursina

Jl. A. Rahman Hakim No. 02, Telepon (0741) 62484

  • Hotel Mega Indah

Jl. Bougenville IV No. 0,1 Telepon (0741) 21087, 63855, 63974

  • Hotel Penawar

Jl. Kol. Pol. M. Taher No. 46, Telepon (0741) 23650

  • Hotel Makmur

Jl. MH. Tamrin No. 14, Telepon (0741) 22324

  • Hotel Surya

Jl. MH. Thamrin No. 48   Telepon (0741) 31905, 20550

  • Hotel Palem

Jl. Soekarno-Hatta, Telepon (0741) 25164, 33383

  • Hotel Anggrek

Jl. Sultan Iskandar Muda, Telepon (0741) 61545, 25545

  • Hotel Da’lia

Jl. Sultan Iskandar Muda 100, Telepon (0741) 52309

  • Hotel Perdana

Jl. Kapt. Marzuki No. 25, Telepon (0741) 42182

  • Hotel Mayang Sari I

Jl. Camar III, Sei. Asam, Telepon (0741) 20695, 20696

  • Hotel Nusa Wijaya

Jl. Kol. Abunjani No. 14, Telepon (0741) 60154, 61569

  • Hotel Formosa

Jl. A. Rahman Saleh No.1, Telepon (0741) 573-125, 573-127

  • Hotel Tepian Angso

Jl. Orang Kayo Pingai No. 228, Telepon (0741) 54704

  • Hotel Tepian Batang Hari

Jl. Aur Duri No. 99, Telepon (0741) 52601

 

 

 

Tips

  • Situs Percandian Muaro Jambi merupakan objek wista utama wisatawan dari dalam dan luar kota saat libur Lebaran. Jadi, apabila Anda ingin menikmati suasana lebih sepi saat perpesiar ke masa lalu maka manfaatkan bulan-bulan lain selain libur Lebaran.
  • Biro Perjalanan
  • Saung Bulian Tour & Travel

Jalan Sultan Agung 7 Lantai 2 Jambi,62-741-7011178/7051178

Email: saung_bulian@yahoo.com

  • SGP Tour & Travel

Jalan Soekarn Hatta 9 Thehok Jambi +62-741-7553507/

+62-8156744947 Email: sgp_tour_travel@yahoo.co.id

www.jambiotourpackages.co.cc

Alam, Jambi

Gunung Kerinci: Ayo Mendaki ke Atap-nya Pulau Sumatera

Sekilas

Gunung Kerinci merupakan gunung api tertinggi di Indonesia yang dikelilingi hutan Taman Nasional Kerinci Seblat dan juga merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Keindahan dan kemegahan alamnya dijuluki sebagai “Sekepal Tanah Surga yang tercampakkan ke Bumi“.

Gunung setinggi 3.805 meter diatas pemukaan laut tersebut memanjang dari utara ke selatan dengan lebar 13 km dan panjang 23 km. Kawahnya seluas 600 meter berada di sisi timur laut puncak gunung dengan air berwarna kekuningan yang memukau.

Di kawasan gunung ini tumbuh beragam flora seperti pohon mahoni, bunga raflesia, suweg raksasa (Amorphophallus titanum). Untuk fauna yang ada di dalamnya adalah tapir (Tapirus indicus), kus-kus (Tarsius bancanus), gajah, siamang, gibbon, monyet ekor panjang, dan juga ada sekira 140 jenis burung.

Gunung Kerinci termasuk salah satu gunung yang digemari pecinta alam dan pendaki dari Nusantara maupun mancanegara. Jalur pendakiannya terbilang lengkap mulai dari jalur beraspal, jalur aliran sungai kecil, jalur berbatu cadas, jalur pasir, jalur dengan rumput dan pepohonan tinggi, hingga jalur tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.

Pendakian menuju puncak Gunung Kerinci memakan waktu selama dua hari. Untuk itu Anda sangat perlu persiapan cermat dan membawa perlengkapan pendakian. Selama pendakian dipastikan akan Anda temui berbagai hal menantang, mulai dari bentuk jalur pendakian, satwa penghuni hutan Gunung Kerinci, serta berbagai jenis pepohonan dan semak liar hijau.

Pendakian ke puncak Gunung Kerinci akan memberi Anda sensasi dan pengalaman yang sulit diungkapkan kata-kata. Kicauan burung, suara binatang hutan, hingga merasakan segarnya air gunung membasahi dahaga saat pendakian.

Setibanya di puncak maka tidak ada yang bisa menandingi upah dari pendakian yang melelahkan yaitu sensasi kepuasan batin. Anda akan merasa sangat kecil di hadapan alam semesta ini dengan nuansa pepohonan lebat tinggi membenamkan rasa bahwa Bumi adalah rumah sejati Anda yang perlu dijaga.

Pemandangan luar biasa indah diatapi cakrawala membentang biru. Anda akan menyaksikan kawah Gunung Kerinci, lanskap Kota Jambi, Padang, Bengkulu, Danau Kerinci, dan Danau Gunung Tujuh, bahkan juga Samudera Hindia yang membentang indah di kejauhan. Inilah sebuah pengalaman yang tidak bisa dibayar dengan sejumlah uang.

 

Kegiatan

Pendakian ke puncak Gunung Kerinci memerlukan waktu dua hari melalui medan cukup berat. Apabila Anda ingin mendaki ke Gunung Kerinci maka wajib melapor sebelumnya ke Taman Nasional Kerinci Seblat di Sungai Penuh. Tentunya Anda juga perlu dengan cermat membawa perlengkapan pendakian dan persiapan fisik yang prima. Pendakian umumnya terdiri atas beberapa orang dalam satu tim dengan dibantu pemandu. Mereka yang ingin medaki juga dapat membayar jasa pengangkut barang atau porter dengan tarif yang sudah ditentukan. Pemandu bisa di Sungai Penuh atau Kersik Utara dan berperan membantu perizinan pendakian.

Pendakian dimulai dari Pos Kersik Tuo di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro. Kemudian menuju pos penjagaan TNKS atau R10 dengan melewati perkebunan teh sekitar 45 menit. Di pos R10 semua pendaki akan didata untuk memastikan jumlah pendaki. Dari R10 menuju ke Pintu Rimba waktu tempuhnya sekira 1 jam perjalanan dengan jalur beraspal. Di sini Anda dapat menemukan endapan air yang berasal dari air hujan.

Pos selanjutnya adalah Pos Bangku Panjang berjarak sekitar 2 km dari pos sebelumnya. Jalurnya sedikit landai karena merupakan kawasan hutan heterogen. Di pos ini Ada dua buah shelter untuk beristirahat. Dari sini menuju pos Batu Lumut membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Berikutnya menuju Pos 1 sekitar 1,5 jam sekitar 2 km dengan medan terjal kemiringan hingga 60 derajat. Di sini ada sebuah pondok untuk istirahat. Untuk menuju Pos 2 dibutuhkan waktu sekitar 2 jam menempuh jarak sekitar 3 km dengan medan landai, di sini juga ada sebuah pondok. Pos 3 berjarak sekitar 2 km, pendakian menuju pos ini memakan waktu sekitar 3 jam. Di Pos 3 Anda dapat mendirikan tenda untuk bermalam sebelum melanjutkan pendakian esok harinya. Menuju Pos 4 memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan jarak tempuh sekitar 1,5 km dan pos ini merupakan pos terakhir sebelum menuju puncak Gunung Kerinci.

Saat Anda tiba di puncaknya maka pastinya kepuasan batin akan menjadi pengalaman yang takan terlupakan. Saksikanlah bentangan pemandangan yang menakjubkan. Anda akan melihat kawah Gunung Kerinci, lanskap Kota Jambi, Padang, Bengkulu, Danau Kerinci, dan Danau Gunung Tujuh. Nampak pula Samudera Hindia yang membentang indah serta hamparan hutan yang luas dan perkebunan teh berwarna hijau.

 

Akomodasi

Sebelum mendaki menuju puncak Gunung Kerinci, Anda bisa bermalam di Hotel Mahkota di Jalan Depati Parbo, Koto Lebu, Sungai Penuh. Pilihan lain adalah di Jalan Raya Kayuaro, yaitu: Paiman guess house, Wandi guess house, Darmin guess house, dan Subandi guess house yang menyewakan peralatan kemping.

Peralatan pendakian termasuk tenda menjadi pilihan wajib untuk dibawa kala Anda perlu bermalam beratapkan bintang saat pendakian.

Transportasi

Pendakian menuju Gunung Kerinci dapat ditempuh dengan dua jalur. Pertama, rute Padang dengan bus umum jurusan Padang-Sungai Penuh kemudian turun di Desa Kersik Tuo. Kedua, Rute Jambi dengan bus ke Kota Muara Bungo dilanjutkan dengan mini bus sampai ke Sungai Penuh.

Anda dapat memanfaatkan jasa biro wisata dari Jambi dengan rute Jambi-Sungai Penuh yang membuka perjalanan Jambi – Sungai Penuh – Jambi atau Padang – Sungai Penuh – Padang.

Berikut ini beberapa biro wisata yang bisa Anda gunakan untuk menuju Sungai Penuh.

PO Ayu Transport
Telepon : 0748 – 22074
Jl. HOS Cokro Aminoto

  1. Cayaha kerinci
    Telepon : 0748 – 21421
    Jl. Diponegoro
  2. Safa Marwa
    Telepon : 0748 – 22376
    Jl. Yos Sudarso No. 20

Tips

Apabila Anda ingin mencari rute yang cepat maka disarankan berangkat dari Padang. Selain dari Kersik Tuo bisa juga dicapai dari Lubuk Gadang dan Kayu Aro. Akan tetapi, rute Kersik Tua lebih umum dipakai para pendaki.

Sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu berpengalaman yang sudah memahami lokasi pendakian. Penting untuk memperhatika perlengkapan dan perbelakan sleeping bag, tenda, jas hujan, jaket, sepatu hiking, perlengkapan memasak, makanan, dan perlengkapan obat.

Selama pendakian sangat disarankan untuk tidak membawa makanan berbau amis karena dapat mengundang binatang liar mendekat ke arah Anda.

Alam, Jambi

Danau Gunung Tujuh: Danau Para Dewa yang Menyimpan Pesona Sekaligus Misteri

Sekilas

Danau Gunung Tujuh adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang 4,5 km, serta lebar 3 km. Ketinggian danau tersebut sekira 1,950 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Karena letaknya di atas gunung, menjadikan suasana danau masih asri dan alami. Udara segar, panorama hijau, dan air danau yang jernih menyuguhkan keindahan yang mampu membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati pemandangannya. Selain sebagai tempat melepas penat dan bersantai, danau ini juga digunakan sebagai sumber mata pencaharian nelayan setempat.

Danau Gunung Tujuh adalah danau vulkanik nan menawan yang tercipta karena proses letusan gunung api yaitu Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau. Danau Gunung Tujuh mengaliri beberapa sungai di Jambi, salah satu alirannya bermuara di Sungai Batanghari.

Danau gunung tujuh memiliki luas sekira 12.000 m² dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Semblat sehingga di sini Anda berkesempatan untuk mendakinya selepas mengunjungi danau ini.

Dinamai Danau Gunung Tujuh karena dikelilingi tujuh puncak gunung di sekitarnya. Gunung-gunung tersebut, yaitu: Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).

Keberadaan danau ini beriring dengan cerita legenda masyarakat setempat sebagai tempat berdiamnya kekuatan supranatural dari dua mahluk halus yang menjaganya yaitu Lbei Sakti dan Saleh Sri Menanti dengan pengikutnya yang berwujud harimau. Penuturan lain menceritakan bahwa danau ini dihuni sepasang naga. Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungainya. Masyarakat Kerinci mengenali Danau Gunung Tujuh sebagai Danau Sakti. Hal tersebut dikaitkan dengan air danau yang senantiasa bersih dimana dedaunan dari pohon yang ada dipinggir danau tidak nampak di airnya. Sering pula diceritakan terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba di danau ini. Sebagian warga sekitar menyebutnya danau ini dengan nama Danau Para Dewa yang menyimpan pesona sekaligus misteri.

 

Kegiatan

Melewati perkebunan penduduk dan hutan dengan keragaman flora dan faunanya saat menuju Danau Gunung Tujuh akan menjadi pengalaman mengesankan. Hamparan gunung terlihat indah dari kejauhan yang akan memuaskan batin Anda setelah pendakian. Di danau ini Anda bisa bersantai menikmati panorama menawan sekitar danau.

Di di pinggir danau terdapat hamparan pasir putih yang menyerupai pasir pantai. Biasanya pengunjung mendirikan tenda untuk berkemah di sini. Saat pagi hari kadang ada yang berkumpul di pinggir danau untuk menyaksikan Matahari terbit.

Apabila Anda datang berkelompok maka mengapa tidak berkemah di pinggir danau. Kegiatan tersebut akan sangat sempurna untuk merasakan suasana alam yang hening dan tenang jauh dari kebisingan kota. Di sini juga Anda dapat memancing atau menyewa perahu nelayan untuk berkeliling danau. Perahu nelayan tersebut terbuat dari satu kayu bulat utuh berdiameter 30-40 cm yang dibentuk seperti perahu.

Danau Gunung Tujuh masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Semblat sehingga memberi Anda kesempatan untuk menjelajahi hutan sekitarnya. Berbagai jenis satwa khas di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah: harimau sumatera, siamang, beruang madu, babi hutan, tapir, bermacam burung, dan berbagai jenis kupu-kupu. Tumbuhannya pun beragam dengan primadonanya adalah jenis anggrek alam dan bunga kantong semar.

 

 

Berkeliling

Tempat menarik lain di sekitar danau gunung tujuh yang patut untuk dikunjungi adalah Air Terjun Gunung Tujuh. Air terjun tersebut airnya berasal dari Danau Gunung Tujuh. Untuk menuju lokasinya Anda dapat menggunakan jalur setapak yang tidak jauh dari wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.

 

Akomodasi

Tidak tersedia hotel dan penginapan di sekitar Danau Gunung Tujuh tetapi Anda bisa menemukan beberapa homestay tidak jauh dari Desa Pelompek masih di lokasi Danau Gunung Tujuh.

Pilihan lain adalah Anda menginap di Sungai Penuh karena di lokasi tersebut terdapat terdapat hotel kelas melati dengan pelayanan cukup baik. Harganya berkisar Rp100.000,- hingga Rp150.000,- per malam.

 

Kuliner

Tidak jauh dari Danau Gunung Tujuh terdapat warung yang menyediakan makanan khas Kerinci seperti beras payo, teh kayu aro, kacang tojin, gulai ikan semah, lemang, dan dendeng bateko. Anda juga bisa merasakan nikmatnya teh kayu aro di sini.

Untuk pengalaman kuliner yang berbeda mengapa tidak menikmati ikan air tawar hasil tangkapan dari Danau Gunung Tujuh yang cukup gurih. Nikmati ikan ini sembari menikmati panorama alam yang elok.

 

 

Transportasi

Danau Gunung Tujuh terbilang mudah dijangkau dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Kerinci dan Jambi. Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh Anda membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari Jambi ke ke Kota Sungai Penuh lalu ke Desa Pelompek.

Jarak dari Kota Sungai Penuh ke Desa Pelompek sekitar 1,5 jam atau sekira 50 km. Dari Kota Sungai Penuh menuju gerbang pos TNKS di Desa Pelompek di Kecamatan Kayu Aro berjarak sekira 35 km. Dari pintu gerbangnya, Anda perlu berjalan sekira 2 hingga 3 jam dengan kondisi jalan setapak yang landai dan menanjak.

Ada dua rute untuk menuju Danau Gunung Tujuh. Rute pertama, dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km sekira 2,5 jam. Rute kedua, dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 2,5 km.

Tips

Suhu di Danau Gunung Tujuh pada siang dan malam hari tergolong dingin. Rata-rata 16º-17º C di siang hari dan 10º-11º C pada malam hari sehingga mengharuskan Anda membawa jaket apabila berkunjung ke sini.

Di Danau Gunung Tujuh tidak terdapat penjual makanan karena itu ada baiknya Anda membawa perbelakan dan makanan. Terlebih apabila Anda berencana berkemah di sini.

Alam, Jambi

Taman Nasional Bukit Duabelas Jambi: Berinteraksi dengan Suku Anak Dalam

Sekilas

Pulau Sumatera merupakan surga hutan rimba di Indonesia selain Kalimantan. Bahkan, hutan-hutan di Sumatera ini merupakan salah satu cagar biosfer penting di dunia. Hutan rimba di Sumatera memanjang dari Aceh hingga ke Lampung dan hampir semuanya berpotensi tinggi untuk industri pangan dan pariwisata.

Adalah Taman Nasional Bukit Duabelas di Provinsi Jambi, merupakan hutan yang menjadi rumah bagi Orang Rimba atau lebih dikenal dengan sebutan Suku Anak Dalam Jambi. Taman Nasional Bukit Duabelas berada di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Sarolangun Bangko, Kabupaten Bungo Tebo, dan Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

Memiliki luas yang relatif kecil diantara taman nasional lain namun luas petualangannya lebih dari keinginan para penjelajah. Taman Nasional Bukit Duabelas memiliki luas 60.500 hektar dan berada di ketinggian 50 – 400 meter di atas permukaan laut. Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan kawasan hutan hujan tropis dataran rendah. Topografinya bervariasi mulai dari dataran rendah, bergelombang, sampai yang berbukit. Bagian utara wilayah ini merupakan hutan primer dan sisanya merupakan kawasan gundul akibat penebangan liar yang dilakukan beberapa perusahaan yang ingin menjadikan hutan ini sebagai hutan produksi. Akan tetapi, kini kawasan sisa ini sudah mulai mengalami reboisasi dan fungsinya dikembalikan kesemula yaitu sebagai hutan hujan tropis. Nyatanya, kini hutan ini pun merupakan lumbung air bagi Provinsi Jambi.

Taman Nasional Bukit Duabelas menjadi habitat dari beberapa satwa langka Sumatera diantaranya adalah: tapir (Tapirus),  siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), beruk (Macaca nemestrina), macan dahan (Neofelis nebulosa diardi), kancil (Tragulus javanicus kanchil), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus), kijang (Muntiacus muntjak montanus), meong congkok (Prionailurus bengalensis sumatrana), lutra Sumatera (Lutra sumatrana), ajag (Cuon alpinus sumatrensis), kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri), elang ular bido (Spilornis cheela malayensis), dan masih banyak lagi lainnya.

Sedangkan flora yang tumbuh di kawasan indah ini adalah: bulian (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea sp.), kempas (Koompassia excelsa), jelutung (Dyera costulata), jernang (Daemonorops draco), damar (Agathis sp.)dan rotan (Calamus sp.). Tidak hanya itu, terdapat kurang lebih 120 jenis tumbuhan termasuk cendawan yang dapat dikembangkan sebagai tumbuhan obat.

 

 

Kegiatan

Taman Nasional Bukit Duabelas adalah rumah bagi Suku Anak Dalam. Jadi berkunjung ke Bukit Duabelas untuk bertemu mereka merupakan kegiatan yang menarik. Bahkan, tidak sedikit orang sengaja berkunjung ke Taman Nasionl Bukit Duabelas hanya untuk merasakan hidup bersama keseharian Suku Anak Dalam. Suku Anak Dalam diyakini merupakan orang Maalau Sesat. Keberadaan mereka di dalam hutan belantara Jambi karena melarikan diri dari serangan musuh dan keran tidak ingin dikuasai dan diperintah oleh musuh. Cerita lain menyebutkan bahwa Suku Anak Dalam berasal dari Pagaruyung yang mengungsi ke Jambi. Cerita ini didukung dengan kesamaan bahasa dan adat yang dimiliki suku ini dengan suku Pagaruyung di Minangkabau. Salah satu kesamaan adat mereka adalah sistem Matrilineal. Mereka bertahan hidup di dalam hutan dengan berburu, bercocok tanam dan memancing.

Saat ini, sejumlah agen perjalanan atau pariwisata di Jambi banyak yang menawarkan perjalanan ke Taman Nasional Bukit Duabelas untuk mengunjungi Suku Anak Dalam. Berikut salah satu agen perjalanan yang bisa mengantar Anda bertemu dengan Suku Anak Dalam.

Auri Tours and Travel

Aurduri Raya 266, at Telanai Pura, Jambi

Telp: +62 741 583693

Email: auritravel@gettindo.com

Website: www.auritravel.com

Akomodasi

Apabila Anda ingin bermalam satu sampai tiga hari di taman nasional ini maka jangan harap untuk bisa menemukan pelayanan akomodasi selayaknya hotel. Tersedia pondok sederhana yang dapat digunakan pengunjung. Jika Anda memutuskan untuk bertemu dengan Suku Anak Dalam, Anda bisa tinggal bersama mereka untuk merasakan bagaimana hidup dengan cara merekan.

Transportasi

Untuk bisa sampai ke Taman Nasional Bukit Duabelas, Anda harus terlebih dahulu terbang ke ibu kota Provinsi Jambi yaitu Jambi. Setiap harinya tersedia penerbangan dari Jakarta, Medan dan Batam ke Jambi. Jarak dari bandara ke Bukit Duabelas sekira 180 km dan dibutuhkan waktu untuk berkeliling selama 6 jam untuk mencapai taman.

Untuk bisa masuk ke dalam Taman Nasional Bukit Duabelas, Anda harus mendapatkan surat izin dari pihak penjaga taman. Jika Anda menggunakan jasa agen perjalanan maka mereka akan mengurus surat izin tersebut.

Alam, Jambi

Perkebunan Teh Kayu Aro: Keindahan Perkebunan Teh Tertua di Indonesia

Sekilas

Teh, adalah salah satu jenis minuman paling digemari hampir sebagian besar penduduk dunia. Tradisi minum teh dapat ditemukan hampir di berbagai belahan negara manapun. Di Jepang ada tradisi minum teh sebagai bentuk penghormatan dari tuan rumah kepada tamunya. Di Eropa, ada istilah tea time  yaitu waktu khusus untuk menikmati teh. Di China, teh pastinya juga sudah mengakar kuat sejak berabad lamanya. Sementara di Indonesia, minum teh bukan lagi sekadar tradisi tetapi telah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Barangkali belum banyak diketahui bahwa rupanya salah satu teh hitam terbaik dunia berasal dari Nusantara, tepatnya dari dataran tinggi di Provinsi Jambi, yaitu dari kawasan Gunung Kerinci. Di sanalah membentang Perkebunan Teh Kayu Aro yang kenikmatan dari tegukannya sebanding dengan lansekap alam yang tersaji. Perkebunan teh tersebut lokasinya berada di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki beberapa keistimewaan, antara lain: pertama, merupakan perkebunan teh tertua di Tanah Air dimana sudah ada semenjak masa penjajahan kolonial Hindia Belanda tahun 1925. Kedua, perkebunan ini tersebut merupakan yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di India. Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki luas sekira 2,500 hektar dan berada di ketinggian 1.600 m dpl. Ketiga, teh yang ditanam di Perkebunan Teh Kayu Aro adalah teh ortodox atau yang lebih dikenal dengan nama teh hitam dimana merupakan teh berkualitas tinggi.

Proses pengelolaan daun teh di Perkebunan Teh Kayu Aro hingga kini masih menggunakan cara konvensional. Serbuk-serbuk teh tidak menggunakan bahan pengawet atau bahan pewarna tambahan. Bahkan, untuk menjaga kualitas teh hitam terbaik, pekerja dilarang untuk menggunakan kosmetik ketika mengolah teh. Cita rasa dan aroma teh ortodox yang dihasilkan di perkebunan ini berkualitas di dunia, jadi tidak heran jika teh kayu aro menjadi teh kegemaran Ratu Inggris dan Ratu Belanda pada massanya.

Perkebunan Teh Kayu Aro didirikan oleh Perusahaan Belanda bernama Namlodee Venotchaat Handle Verininging Amsterdam sejak 1925. Tahun 1959, melalui PP No. 19 Tahun 1959 perkebunan ini diambil alih Pemerintah Republik Indonesia pengawasan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI). PTPN VI hingga kini yang melakukan perawatan, pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, sampai pengemasan dan pengeksporan ke berbagai negara.

Setiap tahunnya, Perkebunan Teh Kayu Aro bisa menghasilkan 5.500 ton teh hitam. Teh artodox grade satu (teh unggulan) ini diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.

Kegiatan

Bagi yang mendambakan kedamaian, Perkebunan Teh Kayu Aro merupakan tempat yang cocok. Hamparan tanaman teh yang luas serta udara bersih akan memberikan ketenangan bagi jiwa. Berjalan menelusuri perkebunan teh (tea walk) sambil menyaksikan pekerja memetik teh merupakan kegiatan menyenangkan. Bahkan, Anda bisa ikut mencoba memetik teh bersama mereka. Kegiatan yang sederhana namun sangat bermakna.

Pabrik teh yang dibangun sejak awal perkebunan ini berdiri pun tidak banyak berubah. Dengan meminta izin dari PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), Anda bisa menyaksikan proses pengelolaan mulai dari pemetikan daun teh, proses pelayuan di bak-bak yang di bawahnya dialiri udara panas. Anda juga dapat mengamati teh tersebut dikeringkan dengan lori gantung dan  pengangkutannya ke tempat penggilingan mesin. Proses fermentasi hingga proses penggorengan atau proses pembuatan bubuk the juga menarik untuk dilihat. Jika Anda beruntung, bisa menyaksikan pekerja memisahkan bubuk-bubuk teh berdasakan mutu dan bahkan proses pengujian teh berkualitas dari ruang pengujian.

Jika Anda berjiwa berpetualang, cobalah untuk mendaki Gunung Kerinci atau setidaknya trekking di Taman Nasional Kerinci Seblat.

 

Akomodasi

Setelah asyik berkeliling dan berkunjung ke pabrik teh, waktunya bagi Anda untuk duduk manis layaknya bangsawan Belanda di homestay sambil menikmati secangkir teh kayu aro di Kersik Tuo. Salah satu homestay favorit pengunjung adalah Homestay milk Pak Subandi. Kawasan Kersik Tuo merupakan dataran tinggi yang didominasi oleh perkebunan teh, sayur mayur, dan perumahan penduduk. Oleh karena itu, fasilitas hotel dan penginapan masih relatif minim namun demikian pengalaman tinggal di homestay yang penduduknya ramah akan membuat Anda terkesan.

 

Homestay Pak Subandi

Menyediakan makanan, pemandu dan transportasi untuk berkeliling perkebunan

Tel: +62 748 357009/ +62 812 74114273
Email: subandi.homestay@gmail.com

Jarak Sungai Penuh ke Perkebunan Teh Kayu Aro hanya 60 menit sehingga Anda bisa menginap di Sungai Penuh. Di sini, pilihan penginapan cukup memadai, diantaranya berikut ini.

Hotel Yani

Jl. Muradi 1

 

Hotel Aroma

Jl. R.A. Kartini

 

Hotel Matahari

Jl. Jend Basuki Rahmat 25

 

Hotel Masko Kenjana

Jl. Yos Sudarso,

 

Hotel Busana

Jl. Depati Parbo

 

 

Transportasi

Jalur yang akan mengantarkan Anda ke Perkebunan Teh Kayu Aro adalah jalur yang sama yang akan mengantarkan Anda pada keindahan Gunung Kerinci. Terdapat dua jalur menuju Kayu Aro. Jika Anda berangkat dari Padang, Sumatera Barat maka dapat menggunakan bus jurusan Padang-Sungai Penuh. Jarak yang ditempuh sekira 300 kilometer dengan waktu 6 sampai 7 jam melalui Taman Hutan Raya Muhammad Hatta dan Muara Labuh.

Apabila Anda memutuskan berangkat dari Kota Jambi menggunakan bus tujuan Kota Muara Bungo maka jarak yang akan ditempuh sekira 550 kilometer dengan total waktu tempuh 7 sampai 8 jam dengan melalui Kabupaten Merangin dan Danau Kerinci. Setibanya di Kota Muara Bungo, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mini bus ke Sungai Penuh.

Banyak wisatawan yang berangkat sendiri lebih memilih jalur dari Padang karena jarak serta waktunya yang relatif singkat dibandingkan jalur dari Kota Jambi. Namun demikian, jika Anda memilih untuk menggunakan jasa agen perjalanan maka bisa mendapatkannya di Kota Jambi. Berikut ini beberapa biro wisata yang bisa Anda gunakan untuk menuju Sungai Penuh.

PO Ayu Transport
Telepon : 0748 – 22074
Jl. HOS Cokro Aminoto

  1. Cayaha kerinci
    Telepon : 0748 – 21421
    Jl. Diponegoro
  2. Safa Marwa
    Telepon : 0748 – 22376
    Jl. Yos Sudarso No. 20

Jambi, Modern

Jambi: Pintu Gerbang Menikmati Pesona Provinsi Jambi

Sekilas

Berdiam di pantai timur Pulau Sumatera, Jambi adalah sebuah kota yang namanya sama dengan nama provinsinya. Ada tiga provinsi di Indonesia yang memiliki nama ibu kota sama dengan nama provinsi, yaitu: Bengkulu, Jambi dan Gorontalo. Kata jambi berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘jambe’ yang berarti pinang. Konon namanya berasal dari sejarah raja Jambi Datuk Paduko Berhalo dan permaisurinya yang bernama Putri Selaras Pinang Masak. Nama awal kota ini awalnya adalah Tanah Pilih.

Kota Jambi dibelah oleh Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera yaitu  sekira 1,700 km. Hulu sungainya berada di Danau Diatas di Sumatera Barat dan mengalir ke Sungai Pagu hingga berakhir di perairan timur Sumatera dekat Muara Sabak. Kedua sisi kota Jambi yang dibelah oleh sungai ini dihubungkan oleh Jembatan Aur Dari.

Jambi sendiri dikenal sebagi daerah di Sumatera yang memiliki banyak peninggalan sejarah berupa candi Hindu-Buddha. Baru-baru ini diketahui bahwa salah satu candi di Jambi, yaitu Candi Kedaton yang merupakan bagian dari kawasan percandian Muara Jambi adalah kompleks percandian terbesar se-Asia Tenggara.

Catatan sejarah China menyebutkan bahwa Jambi pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Melayu kuno yang menyebarkan pengaruhnya di sebagian besar Pulau Sumatera dan bahkan sampai ke semenanjung Melayu. Pengaruh paling besar dari kerajaan ini adalah penggunaan bahasa Melayu di Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi bahkan hingga ke Malaysia.

Meskipun tidak begitu dikenal sebagai destinasi wisata namun Jambi memiliki kekayaan melimpah berupa produk pertanian dan perkebunan seperti beras, kentang, kedelai, kubis, tomat, dan hasil yang paling besar adalah kelapa sawit. Jambi juga dikenal sebagai penghasil tambang berupa minyak, gas, batu bara dan timah.

Bandar udara Jambi adalah Sultan Thaha Saifuddin. Karena kapasitasnya terbatas, bandara ini hanya melayani penerbangan domestik saja dan mayoritas maskapai penerbangan yang terbang ke Jambi adalah dari Jakarta, diantaranya dilayani maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air dan Citilink.

Kegiatan

Kota Jambi sendiri menawarkan sejumlah wisata atraksi budaya dan wisata taman hiburan seperti Taman Mini Jambi dan Taman Rimba. Taman hiburan ini terletak di Jalan Sunaryo, sekira 7 kilometer dari pusa kota Jambi. Taman hiburan seluas 18 hektar itu salah satunya memiliki enam tipe rumah dengan bentuk berbeda khas Jambi. Ada juga stadium terbuka dan kebun binatang yang berfungsi untuk melindungi bunga-bunga dan binatang langka khas daerah.

Di Taman Mayang Mangurai di Telanaipura, Anda akan menemukan rumah tradisional Kajanglako. Di dalam rumah tradisional tersebut dipajang pakaian pernikahan adat Jambi beserta assesoris dan perlengkapan pesta pernikahan. Taman Mayang terletak di Jalan Atmadibrata, Kecamatan Telanaipura Kilometer 8, tepat di sebelah kantor Gubernur Jambi.

Taman Anggerek Sri Soedewi merupakan taman bunga angrek Jambi. Terletak di Jalan A. Yani, Kecamatan Telanaipura, sekira 6 kilometer dari pusat kota. Jika Anda merupakan penggemar bunga anggrek dan suka berkebun maka taman ini patut untuk dikunjungi. Taman seluas 25.056 meter persegi itu memiliki setidaknya 53 jenis anggrek yang dibudidayakan diantaranya adalah: anggrek arundina, acriopsis, anggrek liar, anggrek tanah, vandadouglas, james storie, vanda macan, berta baraga, anggrek silang, dendrobium, ocidium, cattleya, mocara, phalaenipsis, dan masih banyak lagi yang lainnya. Di taman ini Anda juga akan diajarkan cara membudidayakan bungga anggrek.

Tanggo Rajo, terletak dekat rumah dinas Gubernur Jambi tepatnya di pinggiran Sungai Batanghari. Tanggo Rajo merupakan tempat wisata yang menawarkan pemandangan Matahari terbenam memesona. Di lokasi ini juga terdapat pedagang-pedagang yang menjual berbagai kuliner khas Jambi. Ketika malam hari tiba, lampu-lampu yang menghiasi kota dan pinggiran sungai menjadi pemandangan  menawan.

Masjid Al-Fatah merupakan masjid utama di Jambi. Masjid ini terletak di Jalan Sultan Taha. Masjid tersebut memiliki struktur unik dengan banyak tiang sehinga dikenal dengan sebutan masjid seribu tiang. Menurut masyarakat Jambi, dahulu masjid ini merupakan lokasi Kesultanan Jambi.

Makam Sultan Jambi adalah makam kuno Sultan Jambi di Kecamatan Telanaipura, sekira 4 km dari pusat kota. Makam ini dihormati dan dirawat dengan baik oleh penduduk setempat. Di makam ini terdapat makam Sultana, istri Sultan Thaha Syaifuddin, Raden Mattaher, dan lainnya. Kesultanan Jambi sendiri memerintah dari 1790-1904.

 

Berbelanja

Jambi dikenal dengan kecantikan desain dan motif  batik tulisnya. Anda bisa mendapatkannya di Sanggar Batik dan Kerajinan PKK Provinsi Jambi di Jalan Sri Soedewi. Selain batik tulis, terdapat berbagai kerajinan lain yang bisa Anda bawa pulang diantaranya tenun songket jambi yang menggunakan benang perak dan emas, kalung, bros, rotan dan tikar bambu dan masih banyak lagi ayang lainnya.

Dekranasda Jambi di Jalan Sudirman merupakan lokasi tepat untuk berburu cenderamata. Selain berbagai bentuk kerajinan tangan, di tempat ini Anda bisa menemukan makanan khas Jambi seperti kopi, teh aro, dan  kerupuk jambi kerupuk.

Jika Anda adalah seorang penggemar keramik dan kristal maka di Jalan Sisingamangaraja terdapat sebuah toko yang menjual keramik dan kristal China. Lokasi toko tepat berada di belakang bioskop di dekat Pasar Jambi.

Transportasi

Dari Jakarta, Anda bisa menggunakan Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air dan Citilink untuk menuju Bandara Sultan Thaha Syaifuddin di Kota Jambi. Perjalanan dari Jakarta dengan pesawat memakan waktu sekira 40-60 menit.

Kota Jambi juga dapat diakses dari Batam menggunakan jalur laut. Dari Batam Anda bisa menggunakan kapal cepat menuju Kota Kuala Tungkal selama kurang lebih 5-6 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kota Jambi selama 3 jam.

Sedangkan dari Sumatera Barat, Riau dan Bengkulu, Kota Jambi dapat ditempuh dengan menggunakan bus-bus yang ada di terminal bus Alam Barajo and Rawasari.

Akomodasi

Kota Jambi memiliki banyak pilihan akomodasi mulai dari hotel berbintang hingga penginapan sederhana. Berikut daftar hotel yang bisa menjadi referensi Anda ketika berkunjung ke Kota Jambi.

Hotel Novotel Jambi

Jln Gatot Subroto 44, Jambi

Tel: + 62-741-27208

Abadi Hotel and Convention Center

Jln.Gatot Subroto 92, Jambi

Tel:+ 62-741-25600

Ratu Hotel and Convention

Jln. Slamet Riyadi 24, Jambi

Tel: 62-741-25600

Cosmo Hotel

Jln Soekarno Hatta 07, Jambi

Telp: +62-741-573500

Royal Garden Resort

Jln Paal 10, Jambi

Tel: +62-741-444569,443816

 

Grand Hotel

Jln. Prof Sumantri  Brojonegoro 51-54, Jambi

Tel:+62-741-64398

Matahari Hotel

Jln. Sultan Agung 67,  Jambi

Tel: +62-741-33157

 

Formasa Hotel

Jln.Abdurrahman Saleh 1, Jambi

Tel: + 62-741-573125

Kuliner

Karena Jambi merupakan daerah yang mendapatkan banyak pengaruh Melayu maka secara keseluruhan cita rasa kulinernya adalah Melayu. Ciri khasnya banyak menggunakan santan kelapa dan rempah ratus untuk mendapatkan bentuk kuliner yang berlemak dan pekat. Salah satu hidangan khas Jambi yang menggunakan banyak santan adalah nasi gemuk atau yang lebih dikenal oleh orang Melayu dengan nasi lemak. Nasi gemuk dimasak dengan cara dikukus dengan santan kelapa dan tambahan danu pandan-daun jeruk, atau daun salam untuk mendapatkan aroma yang unik. Nasi gemuk bisanya disajikan sebagai saranpan pagi.

Bagi Anda penggemar durian, coba cicipi tempoyak. Cara pembuatan Tempoyak cukup mudah, buah durian yang sudah dikelurkan dari cangkangnya disimpan dalam toples dan ditutup rapat. Kemudian disimpan dalam jangkan waktu yang lama. Penyimpanan ini dimaksudkan untuk mendapatkan aroma menyengat dan kadar asam serta tekstur yang lembek. Tempoyak sangat cocok dijadikan sebagai campuran sambal atau bumbu pedas lainnya.

Cicipi juga Mi celor yang terbuat dari mie tebal dan dicampur dengan tauge, potongan daging ayam, telur ayam dan kuah santan berwarna kemerahan seperti kuah sate padang.

Untuk makanan ringan, cobalah untuk mencicipi lezatnya Kue Gandus yang terbuat dari tepung beras, sagu, santan, bawang putih yang dihaluskan dan ditambah dengan garam dan cabe untuk memberikan rasa gurih dan pedas. Kue ini berbentuk bulat dan dimasak dengan cara dikukus selama 10 menit. Kue Srikaya juga patut untuk Anda coba. Kue ini terbuat dari tape yang dicampur santan kemudian diberi pewarna hijau alami yang berasal dari daun pandan dan ditambahkan gula serta rempah-rempah.

Untuk bisa menikmati kuliner khas Jambi tersebut, berikut beberapa referensi restoran di Kota Jambi.

Pondok Pinang Sarinande

Jl. Sultan Agung No.4 Murni, Jambi

 

Mie Pangdam Saimen

Jl. Raden Mataher No. 51-54 Jambi

 

Tempoyak Kedai Ombai

Jl. Telanai Pura Kodya Jambi

 

Nasi Gemuk

Jl. Jend. Sudirman Kodya Jambi

 

Kue Srikaya, Padamaran dan Gandus “Malvinas”

Jl. Lorong Ikhlas Kodya Jambi

 

Inderawi, Jambi

Batik Tulis Jambi: Ekspresi Sejarah dan Budaya Masyarakatnya

Sekilas

Seni melukis di atas kain atau yang lebih dikenal dengan membatik merupakan budaya masyarakat dan melekat dalam keseharian hidup mereka. Pengakuan terhadapnya didukung sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi oleh UNESCO. Batik Indonesia sendiri dibagi tiga jenis, yaitu: batik tulis, batik cap dan batik lukis. Ketiganya banyak ditemukan di berbagai tempat di Nusantara mulai dari batik Cirebon, Pekalongan, Bali, Madura, Malang, Solo, Kediri, Kudus, Aceh dan juga yang tidak kalah istimewa adalah batik tulis jambi.

Batik tulis Jambi merupakan warisan leluhur masyarakat Jambi selain dikenal sebagai salah satu penghasil sawit paling besar di Indonesia. Dibandingkan dengan batik asal daerah lain, batik tulis jambi memang kalah pamor namun demikian batik tulis jambi ini memiliki keistimewaannya sendiri. Anda dapat membuktikan dengan melihatnya langsung pada motif, warna, dan pada proses pembuatannya.

Batik tulis jambi sendiri sudah ada sejak zaman Kesulatanan Jambi. Kala itu batik tulis jambi dianggap sebagai kain istimewa karena hanya dikenakan keluarga Kesultanan Jambi dan tidak dapat dimiliki sembarangan orang. Pembuatan kainnya pun terbatas hanya untuk anggota keluarga kesultanan dan masyarakat tingkat sosial tinggi.

Berikutnya batik tulis jambi perlahan mulai dapat dinikmati masyarakat umum seiring mulai berakhirnya Kesultanan Jambi pada 1906. Keberadan batik ini juga dikenalkan penulis Belanda yaitu B.M. Goslings dalam artikel yang diterbitkan pada Oktober 1928. Goslings menyebutkan bahwa di Dusun Tengah, Jambi terdapat pengrajin batik yang menghasilkan kain bercorak batik indah.

Kini batik tulis jambi hadir dengan beragam warna cerah dengan tetap menjaga kualitas. Pembuatannya pun masih setia menggunakan perwarna bahan alami dari campuran berbagai jenis kayu dan tumbuhan. Biasanya adalah pewarna dari getah kayu lambato, buah kayu bulian, campuran biji pohon tinggi, daun nila dari Yogyakarta, kemudian ada juga campuran dari daun pandan dan kayu sepang.

Batik tulis jambi umumnya menggunakan bahan sutra dan katun. Proses pembuatannya terbilang lama karena setiap corak, tekstur dan motif menggunakan cotton buds bukan dengan canting seperti pembuatan batik tulis umumnya di Pulau Jawa. Ketika selesai dibatik, batik tulis jambi tidak digantung melainkan dibentangkan di lantai. Pembuatannya memakan waktu hingga 2-3 bulan. Harga batik tulis jambi terbilang mahal per meternya, yaitu Rp175.000,- untuk bahan katun dan Rp250.000,- untuk bahan sutra.

Motif batik tulis jambi merepresentasikan simbol dari masyarakatnya yang ceria dan riang. Selain itu, motif-motif tersebut juga memiliki latar belakang filosofis masing-masing. Contohnya motif kapal sanggat yang tersangkut menggambarkan manusia jika tidak berhati-hati saat bekerja maka akan terangkut masalah. Ada juga motif durian pecah yang menggambarkan kehidupan manusia bedasarkan dua hal penting yaitu iman dan ilmu pengetahuan. Atau juga ada motif angos duo dan batanghari yang menggambarkan Kota Jambi dilewati Sungai Batanghari dan dua ekor angsa milik sultan pertama Jambi. Ada pula motif-motif lainnya, yaitu: nanas, durian pecah, melati, kaca piring, puncung rebung, bulan sabit, pauh (mangga), antlas, awan bararak, riang-riang, kupu-kupu, kembang duren, cendawan, serta ayam.

Untuk bisa mendapatkan Batik tulis Jambi, Anda bisa pergi ke Kampung Olak Kemang di Kecamatan Danau Teluk, Jambi. Kampung tersebut merupakan sentra pembuatan batik tulis jambi dimana Anda juga bisa langsung menyaksikan proses pembuatannya. Untuk menuju Kampung Olak Kemang, dari Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Anda bisa menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi sekira 30 menit perjalanan.

Alam, Jambi

Air Terjun Telun Berasap: Keindahan Tersembunyi di Taman Nasional Kerinci Seblat

Sekilas

Selesai menjejakkan kaki di Gunung Kerinci atau selepas menikmati cita rasa Teh Kayu Aro ditemani panorama perkebunan maka berikutnya Anda dapat menjemput keindahan lain di Kabupaten Kerinci, yaitu Air Terjun Telun Berasap. Air terjun ini berlokasi di Desa Telun Berasap,  Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Keberadaan air terjun nan cantik ini akan begitu memberi kesan mendalam karena berada di antara rerimbun hijau Taman Nasional Kerinci Seblat.

Air Terjun Telun Berasap ditutupi lebatnya pepohonan dengan suara gemuruh air menghantam bebatuan terjal akan terdengar dari kejauhan sebelum Anda berada di hadapannya. Air terjun ini mengalir melalui tebing-tebing terjal dengan ketinggian sekira 50 meter. Kubikan air mengalir melalui formasi bebatuan dimana sumbernya dari aliran air sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh.

Menurut penduduk setempat, nama Telun Berasap berasal dari proses jatuhnya aliran air dengan debit tinggi tersebut (50 meter) sehingga menciptakan kabut air di sekelilingnya. Proses itulah yang menjadi keistimewaan Air Terjun Telun Berasap. Ketika sinar Matahari menyinari butiran uap air yang melayang di udara seolah berbentuk kabut dan menciptakan kemilau cahaya warnai-warni bagaikan pelangi.

Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah  goa namun terbilang sulit dimasuki. Itu karena deras dan banyaknya debit air yang jatuh dari atas dan terjalnya batu karang di sekitar air terjun membuat belum ada yang bisa masuk ke dalam goa dan meneliti keadaan di dalamnya.

Di sekitar air terjun ini terdapat pondok yang memungkinkan Anda menikmati pemandangan air terjun tersebut dari ketinggian. Jika cukup berani, Anda bisa naik ke atas air terjun untuk mendapatkan pemandangan berbeda. Perlu diketahui, Air Terjun Telun Berasap bukanlah air terjun yang memungkinkan Anda untuk melakukan loncatan dari atas ke bawa air terjun, karena dasar air terjun tersebut tidak dalam dan berbatu di tepi alirannya.

Akomodasi

Tidak tersedia hotel maupun penginapa di Desa Telun Berasap, sehingga untuk fasilitas penginapan dapat diperoleh di Kota Sungai Penuh, Ibu Kota Kabupaten Kerinci. Jangan berharap untuk menemukan hotel berbintang di Sungai Penuh yang ada hanya hotel melati dan guess house saja. Namun demikian nyaman dan memberikan pelayanan terbaik. Jika Anda memilih untuk bermalam di guess house, terdapat Paiman guess house, Subandi guess house dan B Darmin guess house. Namun jika memilih untuk menginap di hotel, berikut ini beberapa hotel di Sungai Penuh yang bisa Anda kunjungi.

Hotel Mahkota

Jl. Depati-Kobo Lebu, Sungai Penuh

Hotel Aroma

Jl. R.A. Kartini

Hotel Matahari

Jl. Jend Basuki Rahmat 25

Hotel Masko Kenjana

Jl. Yos Sudarso

Hotel Busana

Jl. Depati Parbo

 

Transportasi

Perjalanan dari Kota Jambi menuju Kota Sungai Penuh memakan waktu sekira 10 jam dengan jarak kurang lebih 500 km. Perjalanan dapat dilakukan dengan menggunakan angkutan umum (mini bus), mobil sewaan atau mobil pribadi.

Alternatif lain, Anda bisa berangkat dari Kota Padang dengan pejalanan menuju Tapan kemudian dilanjutkan menuju Sungai Penuh. Total jarak dari Kota Padang ke Sungai Penuh sekira 287 km dengan lama perjalanan sekira 7 jam. Moda transportasi yang bisa Anda gunakan adalah angkutan umum (mini bus), mobil sewaan atau mobil pribadi.

Jarak Sungai Penuh ke Desa Telun Berasap sekira 60 kilometer. Perjalanan menuju Desa Telun Berasap dapat menggunakan kendaraan roda empat. Setibanya di lokasi, pintu masuk kawasan wisata Air Terjun Telun Berasap dapat ditempuh dengan perjalanan berjalan kaki sejauh 300 meter.

Berikutnya untuk menuju lokasi air terjun Anda perlu menaiki anak tangga sejauh 300 meter. Kondisi anak tangga ditata rapi namun jika hujan datang, kondisi anak licin, jadi perlu berhati-hati. Sepanjang perjalanan Anda melihat pepohonan besar yang menurut masyarakat setempat sudah berusia ratusan tahun. Anda juga bisa menikmati hamparan pemandangan Taman Nasional Kerinci Semblat dari kejauhan. Perjalanan 60 menit dari Sungai Penuh ditambah langkah-langkah menantang sepanjang 300 meter melalui anak tangga serasa sepadan dengan pemandangan air terjun yang memesona di depan mata.

 

Kuliner

Ketika berada di Kota Sungai Penuh, sempatakan mencicipi makan khas Sungai Penuh seperti beras payo, gulai ikan semah, dendeng beteko, kacang tojin, lemang, jeruk pelompek, atau minum kopi dan teh kayu aro yang terkenal itu.