Category Archives: Kepulauan Riau

Alam, Kepulauan Riau

Pulau Abang: Melihat Terumbu Karang Langka di Air yang Jernih

Penggemar diving wajib mengunjungi Pulau Abang karena di sinilah tersimpan taman laut dengan kekayaan terumbu karang ditemani beragam biota laut penuh warna. Dengan perairan tidak terlalu dalam sekira 15-18 meter maka sudah dapat Anda temukan koral indah dengan beraneka biota lautnya. Pulau nan indah dan alami ini berada di selatan kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Wilayah Pulau Abang meliputi beberapa pulau kecil dimana sebagian besar merupakan taman konservasi terumbu karang. Pulau utamanya berukuran hanya sekitar 10 kilometer persegi. Keindahannya bawah laut Pulau Abang dapat disandingkan dengan Taman Nasional Komodo, Bunaken maupun Raja Ampat. Bahkan tidak berlebihan hingga akhirnya pulau ini ditetapkan sebagai pusat penelitian bawah laut khusus untuk terumbu karang atau Coral Reef Rehabilitations and Management Program (COREMAP).

Permukaan pulau ini juga terlihat hijau karena masih terjaga keaslianya. Didominasi perbukitan dengan tanah liat dan batu granit. Sebagian kecil pantainya terutama di bagian utara masih dijumpai ekosistem Mangrove.

Di Pulau Abang dapat Anda temukan spesies karang langka yaitu blue coral yang sulit ditemukan di tempat lain dan hanya hidup di perairan yang jernih dengan kualitas air harus baik. Beragam jenis ikan yang hidup di sini adalah ikan selar, lencing, pasir merah, kakap merah, pinang, ikan buntal, dan lain sebagainya.

Pulau Abang dihuni sekitar 400 jiwa dalam 100 kepala keluarga dan apabila digabungkan dengan sekelilingnya maka jumlah penduduknya mencapai 1.200 jiwa dalam 300 kepala keluarga. Pemukiman di bagian Barat Pulau Abang lebih padat jika dibandingkan di bagian Utara. Sebagian besar lokasi rumah penduduk tersebut terletak di sekitar pantai dan berbentuk memanjang mengikuti garis pantai.

Masyarakat sekitar Pulau Abang beberapa tahun belakangan terus dibina untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang sebagai aset pariwisata dan dapat membantu perekonomuian mereka disamping bekerja sebagai nelayan pedagang.

Kegiatan

Ada tiga lokasi yang patut Anda sambangi di Kepulauan Abang, yakni Pulau Abang Besar (Pantai Air Taung), Pulau Ranuh, dan Pulau Pengalap. Untuk menuju ke tiga lokasi tersebut maka Anda dapat menggunakan kapal cepat dari Pulau Galang Baru.

Jelaslah bintang aktivitas di Pulau Abang adalah diving dan snorking. Puaskan menikmati warna-warni ikan dan terumbu karang yang berjenis langka. Saat ini ada 9 titik penyelaman di Pulau Abang dan semuanya belum diberi nama, seakan menunjukan betapa alami alam bawah lautnya. Aktivitas diving di Pulau Abang dapat dikatakan aman karena selain dikelilingi pulau kecil juga tidak langsung mengarah ke laut lepas.

Sekitar Pulau Abang dan Pulau Petung adalah lokasi yang tepat untuk memancing. Jenis ikan yang didapat diantaranya adalah ikan selar, kakap merah, lencing, pasir merah, pinang, dan ikan buntal.

Mengapa tidak mengunjungi Pulau Galang dimana menariknya ini merupakan kawasan penampungan sekitar 5.000 pengungsi Vietnam pasca perang saudara di negaranya. Mereka saat itu dikenal sebagai manusia perahu dan mencari lokasi suaka di negara ketiga. Lokasi kamp pengungsian tersebut terletak di Desa Sijantung, tepat di atas bukit dengan luas sekitar 80 hektar. Tempat tersebut kini menjadi obyek wisata, khususnya bagi eks pengungsi Vietnam yang kini tinggal negara baru. Sisa-sisa kehidupan manusia perahu masih dapat dilihat di kawasan ini, mulai dari pelabuhan hingga bekas barak-barak pengungsi. Di depan bekas kamp pengungsian terdapat Monumen Perahu berupa tiga perahu yang digunakan pengungsi Vietnam menyeberangi Laut China Selatan. Ada pula patung yang terbuat dari batu kecil yang disebut Patung Taman Humanity atau Patung Kemanusiaan.

Akomodasi

Tersedia penginapan dari rumah penduduk yang dapat disewa sekitar Pulau Abang dengan harga bergantung negosiasi. Akan tetapi, apabila memang Anda datang dari Batam maka di kota tersebut tersedia pilihan lebih banyak juga kenyamanan dan akses ke banyak tempat lain yang lebih memungkinkan. Berikut ini beberapa referensi hotel di Batam untuk Anda.

Seruni International Hotel

Nagoya Garden Phase II. Nagoya – Batam

Telp. 0778 458333

Fax. 0778 426750

Hotel 01

Jl. Engku Putri 01, Batam Centre, Batam

Telp. 0778 463633

Hotel Gajah Mada

Komp. Windsor Square Blok B No.82 Nagoya, Batam

Telp. 0778 451965

Pagoda Hotel

Komp. Dian Centre Blok F No.11-15 (Blk DC Mall), Nagoya, Batam

Telp. 0778 429636; 0778-426136

Hotel Gajah Mada

Komp. Windsor Square Blok B No.82 Nagoya, Batam

Telp. 0778 451965

Bukit Nagoya

Jl. Sultan Abdurahman, Nagoya

Telp. 0778 458271 0778-458646

Djudju Hotel

Komp.Bumi Indah blok.IV No.42-43 Lubuk Baja

Telp. 0778 428044

Hotel Hallo Batam

Komp.Bumi Indah blok.V No.33-35 Nagoya

Telp. 0778 421426

Hotel Wisata

Jl. Teuku Umar, Nagoya

Telp. 0778  455993

Fax. 0778 455992

Memory Hotel

Komp. Ruko Nagoya Business Centre Blok.I No.9 – Nagoya

Telp. 0778  429695

Ramayana Hotel

Jl. Pembangunan II Komp. Batama Blok.F No.1 Nagoya

Telp. 0778 – 456888; 0778 457746

Kuliner

Keong rebus yang nikmat atau kepiting asam manis yang menggiurkan dapat Anda cicipi di warung makan sekitar Pulau Abang. Kuliner tersebut juga sekaligus makanan khas pulau ini.

Kuliner yang lengkap dapat Anda temukan di kota Batam, berikut pilihannya untuk Anda.

Restaurant Sanur

Batam Center

Telp. 0778 462180

Resto Kediri

Jl. Engku Putri – Batam Centre

Pujasera Food Court Taman Duta Mas

Komp. Taman Duta Mas – Batam Centre

Restaurant Seafood

Batam Centre

Restaurant Mbok Berek

Jl.Sakura Anpan B1 B/1-2 – Nagoya

Telp. 0778 425480

Fisherman

Batam Centre

Restaurant KAZU

Komp. Harmoni Blok. B No.1-2 – Nagoya

Restaurant Sarangbang Jang Korean

Jl. Imam Bonjol Hotel Harmoni Lt. I – Nagoya

Mie Atjeh

Ruko Kurnia Djaya blok C no.5 – Batam Center

Telp. 0778-7486340

Soto Ayam Surabaya

Komp. Nagoya City Center II B1 F/2 – Nagoya

Telp. 0778-456683

Sinar Vegetarian

Komp.Bumi Indah V/62 – Nagoya

Telp. 0778 455243

Transportasi

Pulau Abang berada di selatan kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, atau 50 km dari Muka-Kuning Pulau Batam. Pulau Abang ini dapat dituju dengan mengendarai mobil dari Batam sekitar 1.5 jam hingga tiba di Jembatan 6 Barelang. Berikutnya lanjutkan menyebrangi Sungai Budus menuju Pulau Abang dengan jarak 12 km menggunakan perahu boat dan warga setempat menamakannya bot pompong.

Pulau Galang juga dapat dicapai melalui Jembatan Batam, Rempang dan Galang.

Tips

Untuk melakukan penyelaman di waktu yang tepat maka datanglah di 2 musim, yaitu Musim Angin Timur yakni pada Maret hingga Agustus dan Musim Angin Barat pada September hingga November. Di 2 musim tersebut kondisi arus di bawah laut tidak terlalu kencang.

Alam, Kepulauan Riau

Pulau Abang Kecil, Selaksa Keindahan di Kepulauan Riau

Berkunjung ke Pulau Abang tidak lengkap jika Anda tidak menyebrang ke Pulau Abang Kecil yang merupakan salah satu dari gugusan Kepulauan Abang. Pulau Abang Kecil lokasinya tepat berada di sebelah selatan kota Batam. Dinamakan Pulau Abang Kecil karena kondisi alam, pantai dan bawah lautnya mirip Pulau Abang, bedanya hanya luas pulaunya saja lebih kecil. Pulau Abang Kecil letaknya sekira 3 jam perjalanan dengan kapal motor dari Pulau Abang.

Wisata bahari ke Pulau Abang dan Abang Kecil kegiatan patut masuk daftar kunjungan Anda selama bertandang ke Kepulauan Riau atau Batam. Pulau Abang Kecil memiliki pantai memesona, berpasir putih dan bebatuan karang berbagai ukuran yang tersusun acak mengelilingi pulau.

Taman laut pulau ini memiliki keanekaragaman terumbu karang hidup yang masih terawat dengan baik tidak kalah indah dengan Bunaken dan Raja Ampat. Berbagai macam jenis ikan hias mendiami kawasan sekitar menjadikannya sebagai rumah nyaman mereka.

Spesies terumbu karang langka yang ditemukan di bawah laut perairan Pulau Abang Kecil diantaranya adalah blue coral. Pasalnya jenis terumbu karang ini tidak ada di semua perairan Indonesia, hal ini dikarenakan blue coral hanya hidup di perairan yang kualitas airnya jernih dan bersih. Kehidupan bawah laut Pulau Abang Kecil sering dikunjungi dan dijadikan sebagai pusat penelitian.

Kedalaman perairan di Pulau Abang Kecil sangat ideal yaitu berkisar antara 15- 18 meter sehingga nyaman untuk snorkeling dan menyelam. Dengan batas kedalam tersebut memudahkan penyelam untuk bertemu berbagai jenis terumbu karang. Umumnya wisatawan yang berkunjung adalah pecinta wisata bahari atau mereka yang berkecimpung dalam penelitian kehidupan bawah laut.

 

Kegiatan

Ketika Anda menyebrang dari Pulau Abang menuju Pulau Abang Kecil, bersiaplah menjemput dan menyelami keindahan pulau ini. Apabila Anda memutuskan bermalam maka jangan lupa membawa perlengkapan berkemah karena pulau ini juga nyaman untuk berkemah di pinggir pantai. Anda bisa membayangkan indahnya menghabiskan malam di pulau ini beratapkan langit malam yang dihias bintang dan rembulan serta tentunya suara ombak bak alunan musik alam.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, perairan Pulau Abang Kecil menyimpan biota laut, termasuk ikan berbagai jenis dan terumbu karang memesona. Salah satu jenis terumbu karang yang dapat ditemui di perairan pulau ini adalah blue coral, jadi sempatkan diri Anda untuk menyelam dan melihat langsung keindahannya.

Memang tidak banyak yang bisa dilakukan di daratan pulau ini kecuali berjalan-jalan di sekitar pantai atau berkemah. Daratan Pulau Abang Kecil banyak ditumbuhi rumput liar dan berbagai jenis pepohonan khas pantai. Akan tetapi, di sinilah Anda akan benar-benar merasakan kedamaian dari suasana alami dan tenang. Ketika wisatawan datang ke pulau ini, aktivatas utama yang dilakukan adalah snorkeling dan diving. Pulau Abang kecil memiliki beberapa tempat sempurna untuk melakukan keduanya.

Akomodasi

Tidak tersedia penginapan dan hotel di Pulau Abang kecil jadi Anda yang ingin bermalam di pulai ini adalah dengan berkemah. Oleh karena itu, terlebih dahulu sediakan perlengakapan berkemah dan lainnya yang Anda butuhkan.

Apabila Anda tidak memutuskan untuk bermalam di Pulau Abang Kecil maka bisa bermalam di Kota Batam. Berikut beberapa referensi hotel di Batam yang bisa Anda sambangi.

 

Akasia
Jl. Sutami No.08, Sekupang – Batam
Telp : (0778) 322482
Fax : (0778) 322221

Harbour Bay Amir Hotel
Jl. Duyung, Batu Ampar – Batam
Telp : (0778) 452335
Fax : (0778) 454149

Harris Resort
Marina Water Front City, sekupang – Batam
Telp : (0778) 381888
Fax : (0778) 381142

Hotel 89
Komplek Penuin Centre, Jln. Pembangunan, Baloi – Batam
Telp : (0778) 433789
Fax : (0778) 456070

Island garden

Komplek Villa Idaman, Baloi – Batam
Telp : (0778) 457500
Fax : (0778) 457300

Island View
Jl. Prambanan No.1 – Batam
Telp : (0778) 430500
Fax : (0778) 431500

 

Nagoya Plaza
Jl. Imam Bonjol, Nagoya – Batam
Telp : (0778) 459888
Fax : (0778) 456690

Puri Garden
Jl. Teuku Umar No.1 Nagoya – Batam
Telp : (0778) 458888
Fax : (0778) 456333

Seruni International Hotel
Jl. Nagoya Garden Phase II. Nagoya – Batam
Telp : (0778) 458333
Fax : (0778) 426750

Utama Hotel
Jl. Komplek Paradise Blok F1, Batam
Telp : (0778) 426222
Fax : (0778) 433488

Transportasi

Untuk menuju Pulau Abang Kecil terlebih dahulu Anda harus menuju Pulau Abang yang ada di selatan Kota Batam. Perjalanan ke Pulau Abang sekira 1,5 jam dengan menggunakan mobil dari Batam dengan tujuan Jembatan Balerang. Berikutnya perjalanan dilajutkan ke Sungai Budus, jarak Sungai Budus ke Pulau Abang sekitar 12 km dengan kapal motor.

Dari Pulau Abang, perjalanan ke Pulau Abang Kecil dilanjutkan menggunakan kapal motor atau masyarakat setempat menyebutnya pomgpong. Harga sewa kapal motor tergantung negosiasi Anda dengan pemilik kapal. Biasanya mereka mematok harga Rp1.000.000,-. Perjalanan ke Abang Kecil memakan waktu sekitar 3 jam.

 

Tips

  • Waktu tepat mengujungi Pulau Abang kecil adalah antara Maret hingga November. Pada bulan-bulan tersebut kondisi cuaca dan angin bersahabat.
  • Jangan lupa untuk membawa perbekalan, mulai dari pakaian ganti, makanan dan minuman, sampai perlengkapan menyelam.
  • Apabila Anda memutuskan berkemah maka persiapkan terlebih dahulu perlengkapannya termasuk kebutuhan selama berkemah di Pulau Abang Kecil.

Budaya, Kepulauan Riau

Makyong: Teater Tradisional di Kepulauan Riau

 

Makyong adalah seni teater tradisional yang menarik untuk disaksikan karena menggabungkan berbagai unsur di dalamnya yaitu agama, adat Melayu, sandiwara, gerak tari, syair lagu, vokal, instrumental tradisional, serta naskah sederhana namun memikat. Sejak dahulu makyong dipentaskan di desa-desa sekitar pematang sawah seusai panen padi. Pihak kerajaan juga akan mementaskannya secara khusus dengan mengambil pelakon terbaik dari desa-desa.

Teater khas Melayu ini mementaskan tokoh utama pria dan wanita tetapi justru dibawakan penari wanita dengan memakai topeng. Ada juga tokoh lain dalam cerita seperti munculnya pelawak, dewa, jin, pegawai istana, dan binatang. Semua tokoh yang dimainkan pria memakai topeng yang disesuaikan dengan wataknya.

Pementasan makyong menyuguhkan iringan alat musik rebab, gendang, dan tetawak yang harmonis terdengar. Akan didendangkan juga lagu-lagu merdu Melayu, yaitu: Betabik, Awang Bejalan, Jalan Masuk, Cik O‘oi, Bunga Kuning, Gemalai, Gendang Tinggi, Lagub Rancak, Lenggang Tanduk, Timang Welo, Adik Itam, Colak, Lagu Sabuk, dan Ratap. Sementara itu, cerita yang disajikan dalam pementasan makyong sebagian besar berasal dari warisan tukang cerita istana.

Makyong adalah seni teater tradisional khas Melayu yang masih digemari sampai sekarang dan sering dipertunjukkan sebagai drama tari dalam forum internasional.  Makyong ternyata juga muncul di Malaysia (negara bagian Terengganu, Pattani, Kelantan, dan Kedah) tetapi penarinya tanpa mengenakan topeng. Makyong diperkirakan telah ada di Riau hampir seabad yang lalu. Belum diketahui secara pasti asal nama makyong tetapi diduga berasal dari kata Ma Hiang atau dikenal sebagai nama sebuah bentuk teater dan nama salah seorang tokoh utama dalam lakon Makyong.

Untuk mementaskan makyong tidak menuntut properti, dekorasi, atau layar untuk pergantian babak. Makyong seringnya dipentaskan di lapangan terbuka namun tetap diberi atap menggunakan bubungan dengan enam buah tiang penyangga dan pada kayu yang melintang dihiasi daun kelapa muda. Bila dimainkan di istana, makyong dipentaskan di panggung beton berbentuk segi enam.

Sebelum pementasan biasanya akan dipilih tempat yang tepat untuk pertunjukan makyong. Seorang ketua panjak (bomo) akan melakukan serangkaian upacara sebelum pementasan berupa pengasapan pada seluruh alat pementasan, yaitu: gendang penganak, gendang pengibu, tawak-tawak, mong, geduk-geduk, canang, serunai, dan rebab. Selanjutnya bomo akan menanam sebutir telur ayam, segenggam beras basuh, segenggam beras kuning, bertih, sirih sekapur, dan sebatang rokok daun nipah.  Ia juga akan menaburkan beras basuh (bertih) ke sekeliling tempat bermain, sambil membacakan mantra diiringi bunyi musik berirama magis.

Pementasan makyong terbilang ber-alur lambat dengan cerita bersambung terus selama lima malam, bahkan kadang sampai tujuh malam. Pertunjukan makyong biasanya dimulai setelah Isya dan akan berakhir menjelang Subuh. Dalam pertunjukannya pelakon berjalan dengan gerak tari sederhana yang menggambarkan wataknya. Misalnya seorang wanita pemeran Pakyong harus memperlihatkan gerakan yang cekatan untuk menggambarkan bahwa dirinya seorang pria.

Makyong mengalami kejayaannya pada masa keemasan kesultanan Riau-Lingga tahun 1950-an. Pada masa kejayaannya ini Makyong pernah dianggap sebagai kesenian istana. Di Kepulauan Riau masa lalu, makyong ditemukan di dua tempat, yaitu di Tanah Merah dan di Mantang Arang. Di Tanah Merah dipimpin oleh Embak Tanah Merah; di Rempang dan Sembulang dipimpin oleh Niah; dua kelompok di Kasu masing-masing dipimpin oleh Minah Kekap dan Mat Darus; dan di Dompak dipimpin oleh Emak Empak. Sementara di Mantang Arang masing-masing dipimpin oleh Hasan, Ni Poso, Tongkong, Botak, Ungu Mayang, Awang, Begoh, dan Khalid. Kelompok yang masih ada hingga sekarang hanya Makyong Mantang Arang yang dipimpin Bapak Khalid Kasim. Sebagian besar anggota kelompok ini sudah berusia lebih dari setengah abad.

Makyong yang terancam punah masih banyak di Keke Kijang dan Mantang Arang. Untuk menikmati teater ini Anda juga dapat menyambangi Kijang (Bintan Timur), Rempang atau Sembulang, Dompak, Kasu, Pulau Buluh, dan Cate (daerah pinggiran Pulau Batam). Penikmat teater ini lebih suka datang ke tempat pertunjukannya langsung karena dalam acara hajatan tidak pernah dilakukan akibat tarifnya mahal. Makyong kini terus dipopulerkan dan diperbaharui sesuai zamannya dan melengkapi kekayaan budaya di Kepulauan Riau.

Alam, Kepulauan Riau

Kepulauan Karimun: Kecantikan Bahari di Selat Malaka

Terletak di sebelah barat Singapura dan Batam, Kepulauan Karimun berada di jalur pelayaran yang sibuk yaitu Selat Malaka. Sama halnya dengan Batam dan Bintan, Kepulauan Karimun merupakan bagian dari Zona Perdagangan Bebas Batam-Bintan-Karimun yang kini sedang giat-giatnya dikembangkan menjadi kawasan industri dan pariwisata.

Kepulauan Karimun berada di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), ibu kota kabupatennya adalah Tanjung Balai. Tanjung Balai merupakan sebuah kota menengah yang sibuk dimana sebagian besar penduduknya adalah peranakan Tionghoa. Karenanya tak heran apabila di kota ini ditemukan sejumlah kuil dan salah satu yang tertua adalah Vihara Cetiya Vidya. Vihara yang berlokasi terletak di Jalan Jenderal A. Yani, Meral tersebut dibangun pada 1926. Di jalur jalan yang sama terdapat pula Vihara Bodhi Maitreya dan Vihara Sasana Diepa. Sementara itu, kuil tua lain yang terletak sedikit lebih jauh, tepatnya di Jalan Athena adalah Klenteng Tua Pek Kong.

Seiring pesatnya perkembangan sektor perdagangan dan investasi di wilayah ini, tidaklah mengherankan apabila Tanjung Balai kini menjadi lebih sibuk membangun dan membenahi diri. Namun begitu, kota ini masih mempertahankan karakter kehidupan pedesaan di daerah pantai. Akan tetapi, untuk menikmati kehidupan pedesaan di pulau tropis, Anda dapat pergi ke beberapa desa setempat di Meral atau Pasir Panjang.

Bagi Anda yang mencari lokasi rekreasi, Pulau Karimun menawarkan keindahan pantai berpasir putih yang panjang membentang, snorkeling, dan tentu saja hidangan sea food yang lezat, seperti ikan, kepiting, udang dan tiram yang masih segar sebab baru ditangkap dari laut. Dua pulau tujuan wisata yang populer adalah Terkulai dan Soreh. Pantai Palawan dan Pantai Pongkar menawarkan pantai berpasir putih yang ideal untuk olah raga air dan relaksasi di bawah pohon-pohon palem. Pulau Telunas di Karimun juga telah berkembang menjadi sebuah resort liburan dan merupakan tempat favorit tujuan para ekspatriat Singapura dan para pelajar. (Untuk info lebih lengkap, klik www.telunasbeach.com).

Untuk menuju Tanjung Balai Karimun, terdapat banyak feri yang menghubungkan kota ini dengan Singapura, Johor di Malaysia, Batam dan Bintan. Dengan makin banyaknya orang yang mengunjungi pulau-pulau di Kepulauan Karimun baik untuk tujuan perdagangan, investasi atau pariwisata, Karimun sekarang memiliki sejumlah hotel yang bagus.

Kegiatan

Saat menjejakkan kaki di Pulau Karimun, telusurilah bentangan panjang garis pantainya yang indah. Beberapa pantai yang layak disambangi adalah sebagai berikut ini.

Pantai Palawan dapat dicapai sekira 30 menit dengan mobil atau sepeda motor dari pusat Kota Tanjung Balai. Palawan adalah gugus pantai yang meliuk-liuk indah dan berpasir putih kekuningan. Tak jauh dari pantai juga terdapat hutan bakau yang menambah kesan alami dan indahnya Pantai Palawan. Di pantai ini juga berdiri restoran kecil yang menjadi nilai tambahnya. Palawan adalah tempat wisata favorit saat akhir pekan baik bagi wisatawan lokal dan bahkan wisatawan asing.

Bagi Anda penggemar olah raga air, Pantai Pongkar di Kecamatan Tebing dapat menjadi pilihan destinasi wisata. Pantai ini sangat ideal untuk kegiatan memancing, berlayar dan olah raga air lainnya. Pongkar juga hanya sekira 30 menit perjalanan dengan mobil atau taksi dari pusat Kota Tanjung Balai. Pongkar juga kerap menjadi tempat bagi pertunjukan budaya. Selain itu, di pantai ini tumbuh banyak pohon cemara yang menambah keindahan pantai ini, belum lagi latar pegunungan di kejauhan. Terdapat pula sebuah danau yang kerap menjadi lokasi memancing bagi para wisatawan.

Pantai Sawang berjarak hanya sekira 30 menit dengan mobil dari Kota Tanjung Batu. Selain menikmati pantai, mengunjungi Desa Sawang juga memiliki daya tariknya sendiri. Anda dapat menyaksikan langsung kehidupan tradisional nelayan setempat. Sawang juga terkenal sebagai daerah penghasil telur asin.

Pantai Lubuk di Kecamatan Kundur berjarak sekira  1 jam perjalanan dengan mobil atau taksi dari Tanjung Batu. Berbeda dengan pantai-pantai lain di Karimun, Pantai Lubuk adalah hamparan pantai berbatu namun indah. Hal ini berbeda dengan kebanyakan pantai lain di Pulau Bintan yang lahannya didominasi pohon bakau. Di kawasan ini juga terdapat kuburan suci yang dibangun warga Singapura.

Selain pantai, Karimun juga memiliki air terjun yang layak dikunjungi. Air terjun Pongkar letaknya tersembunyi di antara kawasan hutan lindung di dekat Pantai Palawan dan memiliki taman rekreasi yang berada dekat dengan Gunung Jantan. Datanglah ke air terjun Pongkar, mendakilah ke puncaknya lalu segarkan dirinya Anda dengan mencebur ke kolam yang dingin. Setelah perjalanan menanjak yang menguras energi, berenang di kolam dan kemudian menikmati barbekyu yang lezat sambil mengagumi air terjun tentulah akan menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan.

Akomodasi

Sejumlah sarana akomodasi (penginapan) yang ada di Tanjung Balai Karimun di antaranya adalah berikut ini.

Hotel Paradise

Jl. Setia Budi Tg. Balai Kepri

Telp.: +62-777-23111, 23222, 23.333, 23.555

Website: http://www.paradise-karimun.5u.com

Hotel Aston Karimun

Jl. Pertambangan, Tanjung Balai Karimun

Telp.: +62-777-325555

Aston Karimun terletak sekira 2 Km dari pelabuhan feri. Harga kamar sudah termasuk sarapan. Hanya dengan berjalan kaki sekira 5 menit dari hotel, Anda dapat menemukan restoran sea food yang baik, Padimas Department Store, restoran makanan cepat saji, cafe, dan lainnya dengan pelayanan yang ramah.

Hotel Bronjong

Jl. Nusantara No 45, Tanjung Balai

Telp.: Tel: +62-777-326222, 326.250, 31.874

Hotel Horizon

 Jl. Setia Budi, Tanjung Balai

Telp.: +62-777-324008

Holiday Karimun Hotel

Jl. Trikora Laut No. 1, Tanjung Balai

Telp.: +62-777-21065

Letaknya sangat dekat dengan terminal feri. Harga berkisar antara Rp120.000,- dan Rp140.000,-

Hotel Maximillian

Telp.: +62-777-328028

email: maximillian@telkom.net

Hotel Paragon

Jl. Trikora No 38D, Tanjung Balai

Telp.: +62-777-31488.

Terletak sekitar 200 meter dari pelabuhan feri di jantung Tanjung Balai. Harganya antara SGD 25 dan SGD 40.

 

Transportasi

Dari Bandara Hang Nadim, Batam, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Sekupang yang memakan waktu sekira 45 menit. Angkutan yang dapat mengantarkan ke Pelabuhan Sekupang adalah taxi dengan tarif sekira Rp90.000,-.

Pelabuhan Sekupang melayani penyebrangan berbagai rute, termasuk menuju ke Tanjung Balai dan Bintan (domestik) serta Singapura dan Malaysia (internasional).

Harga tiket feri menuju Tanjung Balai seharga Rp70.000,- per orang. Sudah terdapat jadwal rutin keberangkatan kapal. Waktu perjalanan sekira 2 jam untuk dapat bersandar di pelabuhan Tj. Balai Karimun.

Dari Pulau Kundur terdapat feri Miko Natalia yang melayani pelayaran antara Tanjung Balai dan Tanjung Batu (kota utama di Pulau Kundur). Jadwal keberangkatan sehari bisa beberapa kali pelayaran dengan tiket seharga Rp46.000,- sekali perjalanan. Perjalanan menuju Tanjung Balai adalah sekira 1 jam. Setelahnya, feri akan melanjutkan perjalananan ke Sekupang, Batam.

Dari kota lain di Indonesia terdapat jadwal pelayaran dengan kapal Pelni KM Kelud melayani pelayaran dari Tanjung Balai ke Jakarta setiap hari Rabu pukul 08.00. Perjalanan akan memakan waktu sekira 31 jam (Ekonomi/Class III Wisata Rp255.000,-/Rp375.000,-). Kapal yang sama berlayar dari Tj. Balai menuju Belawan, Medan setiap Sabtu pukul 07.00 pagi. Perjalanan sekira 17 jam (Ekonomi/Class III Wisata Rp180.000,-/Rp260.000,-). Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan harga tiket Pelni, Anda dapat menghubungi PT. Biro Perjalanan Karimun di Jl. Nusantara No. 1, Tanjung Balai, Pulau Karimun. Telepon: +62-777-324132 / fax: +62-777-327176.

Tips

Beberapa pantai tidak memiliki rumah makan melainkan warung kecil yang menjual makanan ringan. Untuk antisipasi, sebaiknya Anda membawa bekal makanan sendiri.

Beberapa lokasi wisata hanya dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi sebab tidak tersedia angkutan umum. Anda dapat pula menggunakan jasa ojek atau menyewa mobil dengan tarif sekira Rp350.000,- hingga Rp500.000,-.

 

Alam, Kepulauan Riau

Anambas: Kepulauan Tropis Terbaik di Asia

 

Sekilas

 

Inilah surga bahari berupa gugusan kepulauan tropis terbaik di Asia. Anambas merupakan sebuah kabupaten berwujud kepulauan tropis seluas 46.667 km2 yang berlokasi di Laut China Selatan. Wilayahnya termasuk kepulauan yang berada di tapal batas terdepan wilayah NKRI dan sisi perairan terluarnya dilalui hampir 90% kapal internasional.

Secara administratif Kepulauan Anambas termasuk bagian dari Provinsi Kepulauan Riau dan hasil pemekaran dari Kabupaten Natuna. Ada 255 pulau di Anambas dimana baru 26 pulau saja yang berpenghuni. Jumlah penduduk Kepulauan Anambas sekira 45.500 jiwa. Wilayah Anambas mayoritas berupa lautan (97%) dengan tujuh kecamatan yang tersebar di tiga pulau besar, yaitu Siantan, Palmatak dan Jemaja. Ibukota kabupaten Anambas sendiri berada di Terempa.

Anambas adalah kepulauan tropis memukau yang patut disambangi. Bukan tanpa alasan, pada 2013 keelokannya ditempatkan dalam urutan teratas dari sekian banyak pulau tropis di Asia. Ya, CNN.com telah memilihnya terbaik di antara Koh Chang (Thailand), Langwaki (Malaysia), Halong Bay (Vietnam), dan Similan (Thailand).

Nikmati di sini keindahan hamparan laut biru luas dihiasi laguna yang bertebaran. Anda dapat menemukan beragam titik menyelam dengan aneka biota laut, barisan vegetasi pohon kelapa sepanjang 8 kilometer, garis pantai sejauh 2 kilometer, serta sejumlah pulau yang menjadi habitat penyu (Pulau Keramut dan Pulau Mangkai).

Kepulauan Anambas juga istimewa karena memiliki sejumlah laguna atau danau air laut yang terpisah dari lautan lepas. Bentang alam yang membentuknya membuat beberapa pulau seperti Pantai Selat Rangsang, Pulau Bawah, Pulau Rongkat, dan Pantai Pulau Penjalin telah dibentuk oleh gugusan pulau di tengah lautan lepas. Ketika air laut sedang surut maka gugusan beberapa pulaunya akan tersambung oleh gundukan pasir membentuk pembatas antara air laut di dalam dan di luar gugusan pulaunya. Dasar laguna tersebut berupa pasir putih dengan sebaran terumbu karang di sejumlah titik.

Pulau-pulau di Anambas semuanya memiliki pasir pantai putih halus berkilau dan semakin indah dengan air laut yang jernih, dangkal, serta diisi terumbu karang bersama beraneka ikan. Air laut di kawasan ini sangat jernih dimana dari atas permukaan air dapat terlihat jelas sampai ke dasar laguna, termasuk ikan-ikan karang.

Kegiatan

Jangan hanya berdiam diri di hotel atau penginapan. Jelajahi pulaunya satu per satu dengan menyewa perahu atau malakukan trekking ke beberapa pulaunya.  Berdiskusilah dengan pihak Dinas Pariwisata di Kota Tarempa untuk membantu Anda menyambangi keindahan Anambas yang tersebar.

Ada baragam tujuan wisata dan aktivitas wisata bahari yang dapat Anda lakukan di  Anambas, berikut ini  beberapa dari sekian banyak pilihannya.

Pulau Penjalin adalah laguna memukau yang dapat Anda sambangi dari Tarempa. Lokasinya berada di Kecamatan Palmatak. Perairannya juga tenang dihiasi bebatuan yang bertebaran, Anda dapat berenang, snorkeling, atau berkano di sini. Pesisir pantainya begitu indah dengan pasir yang amat halus berkilauan.

Pulau Selat Rangsang mempunyai pemandangan alam menawan dengan laguna dan pasir putih indah. Ada pepohonan rimbun dan pohon kelapa menghiasinya. Pesisirnya berair tenang sangat cocok untuk snorkeling, renang dan bermain sampan.

Pulau Durai berukuran tidak seberapa besar namun begitu memesona apalagi di sana ada tempat konservasi penyu. Saat sore hari biasanya puluhan penyu betina mendarat ke bibir pantai menggali pasir pantai untuk bertelur.

Pulau Bawah  pernah disebut CNN.com sebagai pulau tropis terbaik di Asia. Di sana ada gugusan pulau kecil indah, yaitu: Pulau bawah (63,54 hektare), Pulau Sanggah (27,45 hektare), Pulau Elang (59,4 hektare), Pulau Merba (1,3 hektare), dan Pulau Lidi (1,13 hektare).   Di tengah-tengah pulau-pulau tersebutlah laguna itu berdiam begitu indah. Anda dapat menaiki bukit untuk memotret keindahan laguna itu.

Pantai Tanjung Momong dan Pasir Manang berlokasi di Pulau Siantan dekat dari Kota Tarempa dimana menawarkan lasekap alam memesona memadukan air laut yang jernih, hamparan pasir putih, serta terumbu karang. Pantainya dikepung hamparan bebatuan. Selain berenang, Anda dapat snorkeling atau sekadar berjalan-jalan di pinggir pantainya. Lokasi pantai ini cocok untuk fotografi baik terbit maupun terbenam Matahari.

Di Pulau Siantan lokasi Kota Tarempa berada, Anda dapat menyusuri pulaunya untuk melihat Vihara Gunung Dewa dan Masjid Jamik yang berusia lebih dari 80 tahun. Teruskan pula menjelajahi paulau ini untuk melihat Air Terjun Temburun yang sangat mempesona. Memiliki kontur berundak setinggi  tujuh tingkat. Air terjun ini airnya langsung jatuh ke laut dan bila difoto dari sisi luar pulau begitu memukau.

Transportasi

 

Untuk mencapai Kepulauan Anambas maka sesuaikan waktu dan kondisi karena lokasinya terbilang jauh dari pulau-pulau utama di Tanah Air, yaitu  berada di perairan Laut China Selatan.

Penerbangan adalah pilihan paling logis dan menghemat tenaga. Anda dapat terbang dari berbagai kota besar di Tanah Air yang diarahkan ke Tanjung Pinang di Pulau Bintan. Berikutnya lanjutkan penerbangan dengan Nusantara Air Charter yang melayani penerbangan ke Matak Airport (di Kecamatan Palmatak). Pesawat berkapasitas hingga 48 orang tersebut beroperasi setiap hari dengan harga tiket pesawat Rp1.200.000,-. Dari Bandar  Udara Matak lanjutkan perjalanan ke pelabuhan untuk menuju Tarempa (ibukota Kabupaten Anambas) dengan perahu atau speed boat.

Alternatif penerbangan lain ada pesawat Fokker 50 dari perusahaan Conoco Phillip yang menyediakan kursi bagi umum bila masih yang kosong. Rute perjalanan pesawat khusus unutk karyawan tersebut adalah: Jakarta-Batam-Matak dimana  beroperasi setiap hari kecuali Minggu.

Sementara itu, untuk pilihan perjalanan dengan laut maka ada MV. VOC Batavia dan  MV. Seven Star Island (kapal ferry cepat) melayani rute Tanjungpinang-Letung-Tarempa. Harga tiketnya Rp310.000,- untuk perjalanan Tanjungpinang-Tarempa dan sebaliknya. Jadwal keberangkatan setiap hari Minggu. Hari Senin, Rabu dan Jumat kapal berangkat dari Tanjungpinang ke Tarempa, hari Selasa, Kamis dan Sabtu berangkat dari Tarempa ke Tanjungpinang.

Ada pula kapal  KM. Bukit Raya dan KM. Binaiya penumpang yang disediakan oleh PT. Pelni melayani pengangkutan antardaerah. Jadwal keberangkatan 2 kali dalam satu bulan (2 Minggu Sekali). Rute adalah Kijang-Letung-Tarempa dengan  jarak tempuh Kijang-Letung sekira 14 Jam dan  4 Jam Letung-Tarempa. Harga tiketnya untuk kelas ekonomi Rp145.000,- IDR/orang.

Pilhan lain ada KM. Sabuk Nusantara, KM. Terigas, dan KM. Gunung Bintan (kapal ferry perintis) melayani rute perjalanan Kijang-Letung-Tarempa yang berangkat dari pelabuhan ferry di Kota Tanjungpinang dengan jadwal sama 2 minggu sekali. Harga tiket kapal ini lebih ekonomis, yaitu Rp45.000,- karena ukurannya yang lebih kecil dan lebih lambat.

Akomodasi

Sebagai sebuah kabupaten yang berusia muda, belum tersedia akomodasi layaknya di kot abesar. Akan tetapi, fasilitas dan layanannya mencukupi.  Berikut ini pilhannya.

Tarempak Beach Hotel

Jl. Imam Bonjol – SP No.1

Telp. +62 856 6818 3333

Anambas Inn

Jl. Takari No.42

Telp. +62 856 6873 3431; +62 853 7478 7234

Tropical Inn

Jl. Hangtuah No.22

Telp. (0772) 31191

Wisma Sidhi Tanjung

Jl. Tanjung Batu Balai

Telp. (0772) 31419; +62 813 7276 7552

Penginapan Hang Tuah

Jl. Hangtuah

Telp. +62 821 7381 7477

Anambas Resort

Desa Tanjung Tebu, Antang

Telp. +62 856 6813 4666

Penginapan Pagi Sore

  1. Hang Tuah No.10

Telp. 0772 31012

Wisma Sakura

Jl. Hangtuah No.11

Telp.  +62 816 3636 063

Penginapan NIN

Jl. Dermaga 1, Jemaja

Wisma Miranti

Kecamatan Jemaja

Wisma Pekwat

Kecamatan Jemaja

Kuliner

Dengan dominasi kepulauan maka dipastikan andalan kuliner di Anambas adalah olahan hasil laut. Beragam ikan segar siap tersaji dengan racikan bumbu khas. Sudut-sudut Kota Tarempa di Pulau Siantan adalah lokasi terbaik untuk menjelajahi kelezatan kuliner Anambas. Anda dapat menikmatinya Di pinggir pelabuhan, di sepanjang jalan utama Hang Tuah yang membelah Kota Tarempa, atau bahkan di pinggir Pasar Ikan Sinatan. Selain makanan olahan hasil laut, Anda perlu mencicipi  mie tarempa yang dicampur telur, kecambah, serta potongan ikan laut yang digoreng dengan bumbu cabe serta kecap.

Ada pula nasi dagang, yaitu nasi lemak yang dibungkus daun pisang. Makanan khas Anambas ini yang biasanya disantap untuk sarapan pagi. Untuk mendapatkannya anda dapat mengunjungi kedai kopi atau kedai makan, termasuk kawasan pasar. Nasi goreng seafood khas Anambas juga nikmat disantap. Ada nasi goreng biasa dimasak dengan campuran kecap. Hampir setiap kedai atau restoran seafood di Anambas menjual menu khas yang satu ini.

Berbelanja

Ketika Anda berada di Kota Tarempak maka sempatkan untuk membeli oleh-oleh kerupuk atom, yaitu makanan ringan yang terbuat dari bahan baku ikan tongkol putih atau ikan tenggiri yang dicampur tepung sagu. Harganya sesuai ukuran antara Rp20.000,- hingga Rp45.000,-. Anda bisa mendapatkannya di kedai makanan atau pasar. Bisa pula menghubungi Ibu Rosita (0856 6807 2541) atau Dewi (0856 6872 4113).

Kerupuk ikan juga sering menjadi buruan pelancong saat menyambangi Anambas. Kudapan ini terbuat dari ikan tongkol putih atau ikan tenggiri, tepung kanji, telur, garam, gula dan bumbu lainnya. Harganya bervariasi mulai dari Rp25.000,- per setengah kilo.

Lempok juga dapat menjadi pilihan lain untuk dibawa pulang. Jajanan khas ini merupakan olahan durian dan gula yang diolah kemudian dibersihkan kembali dan dibungkus menggunakan opeh lalu dibakar agar tahan lebih lama.

Kain cual adalah tenunan asli Kepulauan Anambas  yang bisa menjadi buah tangan sepulangnya Anda dari Anambas. Ada lima motif khas kain cual, yakni: bunga pucuk rebung, tudung saji, sampan layar, bulan purnama dan padang terbakar. Untuk mendapatkannya Anda dapat menyambangi Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas di depan gedung DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Tarempa.

 

Tips

Meski berada di tengah lautan secara terpisah (Laut China Selatan) namun secara Geologi Kepulauan Anambas berada persis di tengah-tengah lempeng benua Austro-Asia yang relatif jauh dari pertemuan lempeng benua (Ring of Fire). Oleh karenanya, kawasan Anambas relatif aman dari resiko gempa vulcanik  ataupun resiko tsunami yang diakibatkan oleh gempa tectonik.  Jadi, liburan Anda di kepulauan ini  perlu direncanakan dengan baik sebelumnya. Karena setidaknya waktu minimal seminggu adalah yang ideal menjelajahi keindahannya.

Anambas didominasi perairan dimana pulau yang dan satu dengan lainnya dihubungkan oleh moda transportasi laut. Oleh karena itu jalan terbaik untuk menjelajahinya adalah dengan menyewa kapal kayu (pompong) atau speed boat. Bernegosiasilah dengan pemilik perahu atau speed boat di pelabuhan. Terkadang harga minyak akan menjadi sangt mahal apabila ketersediaan bensin (minyak) terbatas. Perhatikan pula waktu pengarungan di lautan terkait kondisi cuaca.

Di Kota Tarempa, ibukota Kabupaten Anambas, jalanannya didominasi motor karena memang itulah alat transportasi terbaik. Jalanan kecil Pulau Siantan cukup mengasyikkan saat Anda dikelilingi. Tidak banyak mobil di sini kecuali beberapa saja untuk keperluan angkut barang atau mobil yang dibawa dari luar pulau dengan  kapal.

Apabila Anda ingin menjelajahi  keindahan bawah laut Anambas maka perlu menghubungi Dinas Pariwisata setempat. Itu karena saat ini belum tersedia dive operator di sana.

Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas

Jl. Tanjung No.71 Terempa, Kabupaten Kepulauan Anambas,

Provinsi Kepulauan Riau

Telp. 0772 31490

Email : admin@wisataanambas.com

Kepulauan Riau, Petualangan

Air Adventures Flying Club: Melihat Keindahan Bintan dari Udara

Ada banyak cara menikmati keindahan kepulauan tropis dan bahari di negeri kita. Memulainya dengan menyusuri pasir putih landai, berenang di pinggir pantai berwarna tosca kebiruan, memancing ikan di tengah laut, menunggang ombak dengan surfing, sailing dengan kapal layar, snorkling dan diving, serta ragam olahraga air seru lainnya. Akan tetapi, dari sekian banyak aktivitas yang lazim dilakukan banyak orang di pulau tropis mungkin ini yang belum Anda coba, yaitu terbang dari udara dengan pesawat amfibi (ultralight).

Bukan pesawat besar yang akan mengangkut Anda namun hanya berkursi dua orang saja. Jenisnya adalah Challenger Ultralight XL65. Pesawat ampibi berwarna kuning itu uniknya terbang dan mendarat di sebuah danau di Lagoi Bay, Pulau Bintan. Air Adventures Flying Club Bintan nama operatornya yang menjalankan sebuah pesawat amfibi untuk atraksi wisata pertama di Asia Tenggara. Air Adventures Flying Club Bintan sendiri telah beroperasi sejak 2013.

Stuart Perkins adalah managing director dan chief pilot berpengalaman yang siap mengajak Anda mengelilingi Pulau Bintan dengan pesawatnya yang tangguh. Stuart sudah belajar terbang sejak usia remaja dan mendapatkan lisensi khususnya tahun1993. Dengan pengalaman terbang lebih dari 20 tahun, pria asal Amerika Serikat ini sangat detail memerhatikan keamanan penumpangnya sebelum terbang. Termasuk dalam hal ini Anda akan dimintai data diri untuk asuransi dan sertifikat setelah selesai penerbangan. Sebelum terbang Anda akan diwawancarai dan mengisi data diri. Anda perlu menyampaikan secara jujur segala yang mungkin menjadi kekhawatiran saat terbang nanti.

Pada dasarnya terbang dengan amfibi ini cukup stabil hanya beberapa guncangan saja apabila bertemu dengan angin laut. Tubuh Anda akan dipasangi tali pengaman dan alat komunikasi agar dapat berbincang dan mendengarkan penjelasan dari  Stuart saat berkeliling dari udara. Di pesawat juga tersedia kamera aktif yang akan merekam penerbangan Anda atau Anda ingin berfoto selfie saat terbang di udara. Ini jelas sebuah pengalaman yang menarik dan wajib diabadikan dengan kemera untuk Anda tunjukan pada keluarga dan rekan sepulangnya.

Selama mengarungi penerbangan lokasi yang akan disambangi di antaranya adalah Lagoi Bay, Ria Bintan Golf, Lagoon Resort, Nirwana Resort, Magrove Bintan, dan gugusan kepulauan  di sekitar pesisir utara Bintan. Ada begitu banyak pulau kecil di sekitar Pulau Bintan yang tersebar dengan indahnya, beberapa hanya berupa gundukan tanah dan pasir dan lainnya berupa pulau kecil dengna bebatuan dan pepohonan.

Anda yang terbiasa terbang atau pun belum pernah sama sekali dapat merasakan menaiki pesawat amfibi ini untuk menikmati keindahan Pulau Bintan Resort dari udara dan tentunya Pulau Bintan yang sebagian besar masih sangat alami. Sudah banyak wisatawan dari Singapura utamanya, China, Malaysia, hingga Hongkong dan Taiwan mencicipi keseruan menunggangi burung besi mengudara ini. Jadi, pastikan Anda mencobanya saat berlibur ke Bintan. Pengalaman terbang dengan pesawat amfibi merupakan pilihan yang mengasyikkan dan berbeda dari biasanya.

Air Adventures Flying Club

Wisma Bintan Resorts

Jalan Kota Kapur, Teluk Sebung Lagoi, Bintan Utara

Tanjung Uban 29155, Pulau Bintan, Kepulaan Riau

Email : info@ultralightsupport.com

Website : www.ultralightsupport.com

Telp: +62 770 692410

Atau langsung ke email: stuart@airadventuresasia.com

Kepulauan Riau, Sport Tourism

Ria Bintan Golf : Ayo Bermain Golf di Pulau Tropis nan Indah

Sekilas

Resor Ria Bintan merupakan resor sekaligus lapangan golf di Bintan yang berada di antara pantai berpasir putih dan air jernih biru kehijauan. Tempat ini menyajikan panorama alam nan indah dilengkapi perpaduan antara hutan tropis dan gugusan nyiur. Pantainya berarus tenang hampir sepanjang tahun dan berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Pulau tropis ini memang diproyeksikan sebagai pulau wisata dan peristirahatan.

Dibangun di atas lahan seluas 447 hektar dan dikembangkan terus secara bertahap,  tempat ini memiliki hotel Club Med Ria Bintan, dua lapangan golf dengan 18 hole, sebuah gedung club dilengkapi fasilitas rekreasi, dan 1500 resor yang menghadap ke laut. Pantai-pantai indah di sekitarnya telah dihiasi berbagai fasilitas berkelas.

Ria Bintan Golf yang memiliki kelas dan reputasi bertaraf internasional. Dengan empat lapangan golf yang dirancang oleh pegolf terkenal, Gary Player, Greg Norman, Jack Nicklous dan Ian Baker, kawasan ini memiliki prestise tersendiri. Letak lapangan golf ini menghadap ke laut dan berada di tepi hutan menjadikannya memiliki kekhasan khusus. Para peggemar golf dari berbagai handicap akan menemukan tantangan dan inspirasi sesuai keinginannya.

Lapangan yang menghadap ke laut dengan 18-hole dan sembilan lubang pertama dari lapangan 18-hole yang menghadap ke hutan tropis dibuka satu demi satu Oktober 1998 dan Desember 2000. Ria Bintan Golf club masuk dalam 100 lapangan golf paling terbaik versi majalah Golf Digest. Ria Bintan Golf juga pernah memenangkan runner-up pertama untuk kategori Resor Golf Terbaik di Asia, Lapangan Terbaik di Indonesia, juga Par 4 Terbaik di Asia dalam Asian Golf Award 2000 yang diadakan setiap bulan.

Akomodasi

Hotel berbintang dengan pelayanan super mewah dan memanjakan adalah pilihan utama menikmati keindahan alam dan bermain golf di Bintan.  Resor Club Med Ria Bintan menawarkan 302 kamar yang menghadap ke pantai. Tempat ini dibuka akhir tahun 1997 dan hingga kini terus memikat wisatawan mancanegara.

500 resor pertama yang menghadap ke pantai dibangun di atas lahan seluas 22 hektar berdampingan dengan Resor Club Med. Tempat ini juga menawarkan fasilitas lapangan golf dengan 36-hole yang didesain oleh Gary Player. Anda tentunya juga akan mendapati fasilitas mewah lainnya di tempat ini. Akomodasi tersebut sebaiknya dipesan sebelumnya dengan menghubungi pihak berikut.

Kepulauan Riau 29152. Indonesia

Telp : 0770 692839

Fax  : 0770 692837

Website : www.riabintan.com

Email : golf@riabintan.co.id

Jakarta Sales Office

Telp. No. [021] 571 2238 Ext. 124

Fax. No. [021] 571 1813

Wisma BCA, Tower II, 5A Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23

Jakarta 12920

Email  : jso@riabintan.co.id

Transportasi

Ria Bintan Golf mudah dijangkau dari berbagai tempat menggunakan transportasi laut. Dari pulau Batam, 3 pelabuhan penumpang di Bintan dapat dijangkau menggunakan perahu motor dengan biaya Rp50.000,-. Beberapa kapal penumpang juga berangkat dari dan menuju Tanjung Pinang di Bintan bagian selatan tiap harinya.

Alamat Golf Club:

Jl. Perigi Raja Parcel A11, Lagoi, Bintan Utara, Kepulauan Riau 29152.

Informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat website Bintan Resorts site.

Alam, Kepulauan Riau

Pulau Senua: Menikmati Pulau Tropis Terdepan NKRI di Laut China Selatan

Sekilas

Tidak jauh dari Kota Ranai di Natuna, Pulau Senua terbentang dengan indahnya di ujung utara Indonesia. Pulau ini berada di seberang Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau Senua adalah pulau tropis cantik dikelilingi pantai pasir putih. Topografinya berbukit dirimbuni pepohonan rindang, serta memiliki bebatuan granit di beberapa titik pantainya.

Di salah satu puncak bukit bernama Bukit Tukong, berdiri tegak mercusuar yang berfungsi sebagai penuntun arah bagi kapal atau perahu nelayan yang melintas di perairan sekitar Senua. Lebih dari itu, menara tersebut dibangun sebagai penanda batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jamak diketahui, Senua merupakan salah satu dari 12 pulau terdepan di Natuna dan Anambas yang berbatasan langsung dengan negeri tetangga.

Senua atau Senoa, juga di sebut Senue atau Senou oleh orang Ranai dan dalam bahasa setempat berasosiakan wanita berbadan dua. Sosok pulau ini memang terlihat seperti wanita berbadan dua yang berbaring di lautan. Orang Ranai juga sering menyebutnya dengan Pulau Putri Tidur.

Nama tersebut berasal dari legenda tentang jelmaan seorang wanita yang sedang mengandung, bernama Mai Lamah. Ia tidak mendapat pertolongan dari tetangganya saat hendak melahirkan karena sifat Mai Lamah yang dikenal penduduk sebagai orang yang serakah dan kikir. Mai pun menyeberang lautan ke pulau lain bersama suaminya untuk mencari pertolongan, walaupun saat itu sedang ada badai. Tak nyana malang pun bersambut, kapal mereka tenggelam di lautan. Setelah mereka berdua terdampar di tepi pantai kemudian Mai Lamah menjadi sebuah batu dan seiring berjalannya waktu batu tersebut membesar membentuk pulau. Sedangkan, gelang dan perhiasan Mai Lamah berubah menjadi burung walet. Meskipun hanya sebuah legenda namun benar adanya gua-gua sebagai sarang walet yang terdapat di Pulau Senua.

Tidak hanya walet yang menjadi penghuni di Pulau Senua, di sini Anda pun dimungkinkan menemukan penyu berenang menepi menyambangi pantai untuk bertelur. Karena cukup banyak penyu yang singgah di sini maka Pemerintah Daerah mencanangkan Pulau Senua sebagai tempat konservasi penyu sekaligus sebagai daya tarik wisata.

Kegiatan

Anda bisa melakukan beragam aktivitas menarik di Pulau Senua. Mulau dari sekedar memanjakan mata dengan berkeliling di sekitar pantainya, membakar ikan di pantai, bermain air, atau berenang.

Perairan sekitar Pulau Senua memiliki terumbu karang yang masih alami. Siapkan alat menyelam untuk menikmati aneka biota laut. Keindahan bawah laut di sekitar Natuna merupakan salah satu yang terbaik di perairan barat Indonesia. Untuk Anda yang belum mahir menyelam, sebaiknya mengambil sisi depan pulau karena di kawasan ini arusnya tidak deras.

Di sisi belakang pulau, Anda akan menemukan bagian curam dari Senua. Terdiri dari bebatuan cadas dengan kemiringan hampir 90 derajat namun memiliki permukaan yang rata. Tingginya pun mencapai belasan meter sehingga cocok dijadikan area rock climbing. Sementara itu, di sela-sela bebatuan sisi bawah, Anda bisa leluasa memilih tempat di mana pun untuk memancing.

Jika tertarik untuk melihat penyu bertelur maka siapkan perlengkapan berkemah untuk menginap. Di pulau ini terdapat tempat peristirahatan yang juga dapat digunakan sebagai tempat berkumpul.

Penyu-penyu bisaanya bertelur saat air pasang saat tengah malam hari hingga subuh. Tempat bertelur kesukaannya di ujung bibir pantai, tepatnya di bawah rindang pohon mamong dan pandan. Sekali bertelur jumlahnya dapat mencapai 200-an butir namun kesempatan yang dapat hidup lepas di alam bebas sangat kecil.

Berkeliling

Waktu yang tepat menyambangi Pulau Senua adalah pukul 10 pagi sampai dengan jam 4 sore. Itu juga sesuai dengan jadwal penjemputan kembali dengan kapal motor sewaan dari Pelabuhan Sepempang.

Nikmatilah perjalanan menuju Pulau Senua dengan kejernihan air di sekitarnya. Meskipun memiliki kedalaman sekira 7 meter di bawah laut, keindahannya dasarnya dapat dilihat dengan mata telanjang.

Setibanya di Pulau Senua, Anda akan disambut pasir pantainya yang putih bersih dan terbentang seluas 50 meter. Pulau ini hanya seluas 5 km2. Seusai bermain air di pantai, Anda pun dapat berkeliling di Pulau Senua dengan berjalan kaki. Mintalah pemandu untuk mengantarkan Anda berkeliling. Di sini Anda akan menemukan batu-batuan alam serta beberapa goa yang juga digunakan sebagai sarang walet.

Selain di daratannya, cobalah ikut menaiki kapal nelayan untuk berkeliling bersama nelayan dengan pompong. Perhatikan atau mintalah kesediaan untuk ikut serta menangkap ikan bersama dengan mereka.

Nelayan biasanya menangkap ikan dengan alat sederhana, seperti jaring atau menyelam dengan alat seadanya. Jika beruntung, Anda pun bisa melihat dari dekat raja kerang khas Natuna hasil buruan nelayan.

Berbelanja

Selepas menikmati Pulau Senua dan kembali ke Kota Ranai, sempatkan membeli cenderamata berupa produk makanan, diantaranya madu hutan yang menjadi andalan Natuna, kue bingke dan kue bangkit yang rasanya lembut dan manis, kerupuk ikan tongkol, atau manisan buah maram yang langka.

Ada juga kerajinan khas Natuna berupa anyaman. Natuna memiliki tikar pandan bermotif bunga matahari dan rabun 13 bunga cengkeh. Anda dapat membelinya dengan harga mulai dari Rp150.000 hingga Rp250.000,- tergantung motifnya. Kedua motif tersebut telah sudah dipatenkan, bahkan pernah mendapatkan penghargaan sebagai juara satu Kreasi Cipta Karya Terbaik kategori serat alam dan juara satu Kreasi Kriya Potensi Daerah pada acara Gelar Produk Kerajinan Indonesia 2009 di Jakarta.

Selain anyaman tikar pandan, ada juga beraneka macam peralatan rumah tangga dari anyaman rotan seperti tudung saji, rak pakaian, kursi malas, bakul, kursi tamu, vas bunga, aneka keranjang buah. Harga yang ditawarkan terjangkau sekira Rp30.000,- sampai Rp2.000.000,- tergantung bentuk barangnya.

Anyaman rotan ini dapat ditemukan langsung di Desa Setengar, Kecamatan Bunguran Selatan. Lokasinya persis di samping kanan dan kiri jalan menuju Selat Lampa.

Berikut tempat untuk Anda membeli aneka buah tangan khas Natunan.

Kue bingke dan kerupuk ikan

Happy Bakery and Restaurant

di Jalan Pramuka nomor 5, Ranai.

Telepon: 0773 31099

 

Doni Rivaldo Delicious Food ‘N’ Bakery

di Jalan Sudirman nomor 105, Ranai.

Telepon: 0773 316008

Madu hutan Natuna

Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)

Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng

Atau di Pasar Ikan Kota Ranai

Tikar pandan

Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)

Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng

Transportasi

Sebelum ke Pulau Senua, Anda harus mencapai Desa Sepempang di Kecamatan Bunguran Timur yang letaknya sekira 10 km dari Kota Ranai. Jarak tempuh Kota Ranai yang merupakan pintu gerbang Kepulauan Natuna, sekira 15-30 menit perjalanan menuju Desa Sepempang. Dari Kota Ranai, Anda bisa menyewa kendaraan berupa ojek sepeda motor dengan atau mobil.

Sewa kendaraan mobil ada dua pilihan. Pertama, naik kendaraan untuk menjelajahi sebagian lokasi di Natuna Kendaraan ini bisa mangkal di sekitar Pasar Ranai, samping perempatan lampu merah Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng. Tanyalah salah satu rute yang melewati Desa Sepempang. Ongkosnya sekira Rp20.000,- hingga Rp40.000,- untuk sekali jalan. Kedua, sewa kendaraan untuk dicarter keliling Natuna selama sehari penuh. Biayanya sekira Rp450,000,- per hari.

Sedangkan untuk pilihan ojek motor, kendaraan ini dapat Anda temukan di Kota Ranai. Terdapat dua pangkalan ojek yang terkenal yaitu di Pasar Ranai dan di Jalan Soekarno-Hatta (Batu Hitam). Jumlah mereka pun cukup banyak dan sangat mudah menemukan mereka dari warna helm dan tanda nomornya. Jika ojek di Pasar Ranai menggunakan helm berwarna kuning, sedangkan yang di Batu Hitam menggunakan helm berwarna hijau. Rute yang akan dilayani adalah sekitar Kota Ranai namun juga bisa dicarter untuk mengantarkan Anda ke lokasi yang diinginkan. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung dari tujuan Anda, dari tarif terendah Rp5.000,- hingga sedang di Rp35.000,- sampai dengan yang terjauh di harga Rp100.000,-

Selain angkutan umum, Anda pun bisa lebih leluasa berkeliling dengan menyewa kendaraan sepeda motor. Dengan harga sewa lepas kunci sekira Rp70.000,- selama 24 jam, harga berlum termasuk bensin. Jika berminat dengan sewa motor Anda bisa menghubungi Putri Indah di 0773-31114, Pratama sukma di 0813 7298 4895, dan Sentral di 0773-31248.

Setibanya di Desa Sepempang, Anda dapat mencapai Pulau Senua dari Pelabuhan Sepempang. Dari sini sewalah kapal motor nelayan, dengan mengeluarkan biaya senilai Rp300.000 hingga Rp400.000 untuk antar dan jemput. Kapal motor ini dapat memuat 20-30 orang penumpang. Baiknya, Anda pun bisa berbagi biaya penyeberangan dengan teman seperjalanan Anda.

Natuna adalah gerbang yang perlu Anda lalui sebelum mencapai Pulau Senua. Untuk mencapai Kepulauan Natuna dapat melalui jalur udara dan jalur laut. Kedua jalur tersebut akan mengantarkan Anda ke Kota Ranai.

Jalur udara adalah jalur yang tercepat untuk menuju Natuna dengan lama perjalanan sekira 1 jam lebih 30 menit. Ada tiga maskapai yang melayani penerbangan ke Bandar Udara Ranai, Natuna diantaranya  Wings Air (Lion), Sky Aviation, dan Trigana Air.

Maskapai Wings Air berangkat dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim (BTH), Batam  tiga kali dalam seminggu setiap hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Jika menggunakan Sky Aviation, akan mengantarkan Anda dari Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah atau Bandar Udara Kijang (TNJ) di Kota Tanjung Pinang, setiap hari Senin dan Jumat.Lama perjalanan udara dari Batam atau Tanjung Pinang ke Natuna sekira 1,5 jam. Sedangkan maskapai Trigana Air berangkat dari Bandar Udara Supadio (PNK), Pontianak. Jalur ini hanya tersedia dua kali seminggu setiap Selasa dan Jumat jam 12.00.

Bagi Anda yang lebih menyukai berlayar, silahkan memakai jalur laut dengan menaiki kapal PELNI yakni KM. Bukit Raya. Jalur ini lebih mudah Kapal ini akan mengantarkan Anda dari Pelabuhan Kijang, Tanjung Pinang ke Pelabuhan Selat Lampa, Natuna selama 2 hari 1 malam. Waktu tempuhnya memang cukup lama, tetapi Anda tidak perlu khawatir di kapal ini tersedia pelbagai fasilitas lengkap untuk menemani perjalanan Anda seperti bioskop, restoran, cafe, hingga klinik.

Jalur yang dilalui KM. Bukit Raya adalah Letung-Tarempa. Jika kapal bersandar di perairan Letung dan Tarempa, sempatkan diri berada di anjungan kapal, Anda akan disuguhkan pemandangan cantik gugusan pulau-pulau di perairan Anambas.

Harga tiket KM. Bukit Raya tersedia mulai dari Rp205.000,- untuk kelas ekonomi, untuk kelas satu hingga tiga sekira Rp800.000,- sampai Rp1.500.000,-. Jadwal keberangkatan hanya sekali dalam dua minggu dengan waktu keberangkatan yang tidak menentu tergantung kedatangan kapal dari Jakarta.

Oleh karena itu, Anda perlu menanyakan informasi kepada agen PELNI atau biro perjalanan terdekat mengenai jadwal keberangkatan KM. Bukit Raya. Pastikan Anda sudah membeli tiket terlebih dahulu, karena setiap kali kapal ini berlayar selalu dipenuhi penumpang dengan tujuan Letung, Tarempa, Natuna, hingga ke Kalimantan. Perlu diketahui, bahwa KM.Bukit Raya ini selepas dari Natuna akan melanjutkan pelayarannya ke Pulau Laut, Midai, Serasan, Subi, dan berakhir di Pontianak.

Selain kapal KM. Bukit Raya, Anda juga bisa menaiki kapal perintis Trigat 5 dan Gunung Bintan. Dua kapal tersebut akan bertolak dari Pelabuhan Kijang, Tanjung Pinang tiga kali dalam sebulan.

Ukuran kapal perintis lebih kecil dan berlayar lebih lama selama 3 hari 2 malam dibandingkan dengan Kapal PELNI. Namun, harga tiketnya lebih murah sekira Rp85.000.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan saat berlayar dengan kapal Pelni atau Perintis ini, pastikan kondisi fisik Anda dan siapkan perlengkapan dengan sebaiknya. Terkadang Anda tidak kebagian seat atau tempat tidur karena sudah terisi penuh oleh penumpang lain. Jadi, usahakanlah untuk datang lebih awal dan masuk ke kapal lebih dulu.

 

Akomodasi

Di Pulau Senua belum ada tempat menginap. Jika Anda ingin bermalam di Pulau Senua maka bawalah alat berkemah selayaknya. Jika Anda hanya ingin menikmati Pulau Senua dalam sehari dan melanjutkan berkeliling di kawasan lainnya di Natuna maka beberapa pilihan tempat penginapan di Natuna dan kota terdekat dari Pulau Senua adalah Kota Ranai, berikut referensinya.

Hotel Caesar

Jalan Pramuka No.41, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31425

Fasilitas: breakfast, kopi atau teh, laundry, meeting room (kapasitas 70-150 orang)

Harga mulai dari Rp165.000,-/kamar/malam

 

Hotel Natuna

Jl. Suebrantas No.1Ranai Darat, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31501

Email: natuna_hotel@yahoo.com

Fasilitas : antar jemput bandara (gratis), hotspot, massage,breakfast, sound sytem, KTV Karaoke, meeting room (kapasitas 200 – 350 orang)

Harga mulai dari Rp231.000,-/kamar/malam

Penginapan Bang Man

Jl. Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31220

Harga mulai dari Rp50.000,-/kamar/malam

Penginapan Ajo Basamo

Jl. Soekarno Hatta No.55 Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31414

Fasilitas: TV kabel,  sound sytem, proyektor, meeting room (kapasitas 80 orang)

Harga mulai dari Rp231.000,-/kamar/malam

Penginapan Sisir Basisir

Jl. Datuk Kaya Wan Mohammad Benteng No.132 Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31212

Fasilitas: laundry, meeting room (kapasitas 100 orang), sound system, restoran

Harga mulai dari Rp50.000,-/kamar/malam

Penginapan Putri Indah

Jl. Soekarno Hatta No.57 Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31114

Fasilitas: kamar mandi luar dan kamar mandi dalam, Mushola

Harga mulai dari Rp50.000,-/kamar/malam

Penginapan Central

Jl. Soekarno Hatta No.108 Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31248

Fasilitas: air hangat untuk kamarAC, kamar mandi dalam, laundry, rental motor

Harga mulai dari Rp120.000,-/kamar/malam

Penginapan Purnama

Jl. Soekarno Hatta No.59 Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31240

Fasilitas: rumah makan di lantai 1, 10 menit dari bandara, pemandangan Pantai Kencana

Harga mulai dari Rp70.000,-/kamar/malam

Penginapan Hosanna

Jl. M. Tahir, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: 0822 5559 5622

Fasilitas: warung makan dan kedai kopi

Harga mulai dari Rp50.000,-/kamar/malam

Penginapan Nasywa

Jl. M. Tahir, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: 0822 5559 5622

Harga mulai dari Rp100.000,-/kamar/malam

Penginapan Galuh dan Kedai Kopi

Jl. Daduk No. 18, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: 0813 7242 2526

Fasilitas: kedai kopi

Harga mulai dari Rp80.000,-/kamar/malam

Kuliner

Jika Anda bepergian ke Pulau Senua, siapkan bekal secukupnya. Karena pulau tidak berpenguni ini tidak ada warung makan. Anda dapat kembali ke Pulau Bunguran dan berkeliling mencicipi aneka kuliner khas Natuna.

Ada pelbagai kuliner yang bisa Anda nikmati di Natuna, banyak diantaranya menu seafood seperti pedek yang dibuat dari ikan teri, kuah tiga yang terdiri nasi putih, kelapa parut dan sagu butir serta gulai ikan; calok yaitu sebagai makanan cocolan terbuat dari udang yang diawetkan, tabal mando dari tepung sagu dan ikan kering, pedek pasek terbuat dari biota laut yang tumbuh di batu karang, gulai ikan dan campuran sagu bernama maluok saguk atau kercak, serta kernas atau kasam yaitu gorengan yang terbuat dari ikan dan sagu butir.

Anda perlu mencoba beberapa makanan ringan khas Natuna seperti  kue bingke yang rasanya lembut dan manis, pasung yang terbuat dari tepung beras dan gula merah dan dibungkus daun pisang, sri lalat ubi, atau kerupuk ikan khas Natuna, dan lainnya.

Karena penduduknya heterogen yang terdiri dari beberapa suku, begitu juga dengan hidangan khas Natuna, di sini juga terdapat kuliner Jawa, kuliner Cina, serta kuliner khas Padang.

Berikut beberapa referensi untuk Anda:

Cafe Natuna Seafood

Jl. Suebrantas No.1 Ranai Darat, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31501

Menu khas: ikan masak jahe dari ikan mayau, sop ikan, sotong goreng, kepiting saus merah, dan menu seafood lainnya.

Kapasitas: 200-300 orang

Rumah Makan Putri Indah

Jl. Soekarno Hatta No.57 Ranai, Natuna, Kepulauan Riau

Telepon: (0773) 31114

Menu khas: makanan Padang

Doni Rinaldo Delicious Food ‘N’ Bakery

Jalan Sudirman No.105

Telepon: (0773) 31608, 0812 70177466

Menu khas: masakan seafood, nasi goreng, ayam penyet, kue bingke, sri lalat ubi

Fasilitas: pesan antar, restoran dan toko roti, ballroom kapasitas 150-200 orang, KTV Karaoke.

Warung Siomay Bandung

Jalan Hang Tuah Air Lakon

Telepon: 0852 2410 8125

Fasilitas: parkir luas, 10 menit dari bandara

Jakarta Food Court

Jalan R.A. Kartini

Telepon: (0773) 31649, 0812 7745 0360

Menu khas : masakan seafood seperti ikan bumbu rujak, udang saus madu, bubur ayam, lontong sayur, pecel, nasi campur

Fasilitas : panggung hiburan, karaoke

Kapasitas 200 orang

Rumah Makan Bakso Solo

Jalan Sudirman No.02

Telepon: 0812 8357 770

Menu khas : bakso solo, mie ayam, ayam panggang

Rumah Makan Lamongan

Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng

Telepon: 0812 7714 4908

Menu khas : aneka seafood, soto babat, soto ayam, ayam penyet, dan lainnya

Tips

Tidak ada akomodasi untuk bermalam dan tempat makan di Pulau Senua. Bawalah bekal secukupnya ketika Anda menyambangi Pulau Senua. Sedangkan untuk bermalam, bawalah tenda, lotion anti nyamuk, baju hangat, kaos kaki, dan sarung tangan.

Jika ingin beraktivitas di Pulau Senua maka Anda juga perlu membawa sunblock atau topi, serta baju ganti.

Jika Anda ingin mengunjungi Natuna, serta pulau sekitarnya, lebih baik bertanya terlebih dulu mengenai kondisi cuaca untuk kenyamanan liburan karena ada musim-musim tertentu saat angin dan ombak tidak bersahabat untuk berwisata bahari.

Bagi Anda yang ingin berlayar, bertanyalah kepada bagian informasi pelayaran atau agen perjalanan mengenai jadwal kapal yang akan mengantarkan Anda ke Natuna.

Belilah tiket terlebih dahulu dan datanglah lebih awal karena kapal ke Natuna penuh penumpang. Kapal Pelni maupun perintis ke Natuna juga mengantarkan penumpang ke pulau-pulau lain sampai dengan Pontianak sebagai tujuan akhir.

Ada beberapa pantai yang juga tidak memiliki warung makan bahkan jauh dari tempat penginapan. Oleh karena itu, baiknya menyiapkan bekal makanan dan minuman secukupnya ketika berwisata di pantai.

Untuk akomodasi Anda bisa menginap di kota terdekat, rumah penduduk, atau dapat mendirikan tenda di pantai tergantung kondisi pantai Pulau Senua.

Alam, Kepulauan Riau

Pulau Nikoi: Surga Pulau Tropis di Laut China Selatan

Sekilas

Pulau Bintan terus memukau wisatawan melalui bentangan alamnya. Anda akan terpesona sejak melihat cantiknya Pantai Trikora yang memancarkan warna biru jernih di bawah teriknya Matahari. Belum lagi, jalanan mulus di pulau ini siap mengantarkan Anda ke tempat-tempat cantik yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Pulau Nikoi adalah salah satu pulau di Indonesia yang mampu mewujudkan impian Anda menikmati pulau pribadi di tengah-tengah lautan lepas. Pulau ini terletak di timur Pulau Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Cara untuk tiba di Pulau Nikoi adalah dengan menyebrang melalui Pelabuhan Kawal, pelabuhan kecil yang terletak di Agro Beach Resort Bintan, ataupun melalui Terminal Ferry Tanah Merah di Singapura.

Dermaga kecil menjulur ke pinggir laut menyambut para wisatawan yang baru datang. Ombak berdebur pelan, membasahi pasir-pasir seputih kristal yang memagari pulau. Di pinggiran pantai terdapat kursi-kursi santai dan pepohonan rindang untuk berteduh. Berada di Pulau Nikoi seperti merasakan hari libur tak berujung. Anda benar-benar jauh dari kesibukan sehari-hari.

Hanya ada satu resor di Pulau Nikoi, resor yang menjanjikan pengalaman menginap dengan konsep ramah lingkungan. Anda dibuat menyatu dengan alam, tidur di dalam rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dan atap rumbia. Desain rumah panggung mencerminkan paduan arsitektur tradisional Indonesia dengan gaya kontemporer. Bau kayu yang sangat khas seakan menjadi aromaterapi alami untuk membuat tidur Anda pulas. Sesuai dengan konsepnya yang ramah lingkungan, kayu-kayu yang digunakan tidak diperoleh dengan cara ditebang. Kayu didapat dari pohon-pohon tumbang yang telah mengapung di lautan.

Uniknya, di sini juga terdapat apartemen nyamuk. Mereka membangun ruangan khusus untuk memutus siklus nyamuk agar populasinya berkurang.

Mayoritas wisatawan yang menginap berasal dari Amerika dan negara-negara di Eropa. Hanya tersedia 15 pondok sehingga tak jarang wisatawan harus antre untuk menginap di sini. Pondok-pondok tersebut terletak di pinggir pantai bertatapan langsung dengan perairan Laut Cina Selatan, menempati sebagian kecil lahan dari luas pulau keseluruhan yang mencakup 15 hektar. Pulau dibiarkan alami, dipadati pohon banyan yang juga merupakan habitat bagi burung-burung endemik.

 

Kegiatan

Tidak ada yang lebih menenangkan selain merebahkan tubuh di pinggir pantai yang begitu indah. Anda tidak hanya disuguhkan kursi-kursi santai namun juga kolam renang yang luar biasa cantik dibangun di antara bebatuan granit. Di hotel ini juga terdapat beberapa fasilitas olahraga seperti tenis dan kroket.

Apabila menginginkan kegiatan lain, operator di pulau ini juga mampu mengorganisir aktivitas snorkeling, diving, island hopping, windsurfing, kayaking dan masih banyak lagi. Alam bawah laut Nikoi sangat kaya akan terumbu karang. Visabilitasnya bervariasi sepanjang tahun dan waktu terbaik untuk menyelam adalah Maret hingga November. Arus di sini tergolong kuat sehingga hanya penyelam yang sesuai dengan kualifikasi yang diperbolehkan diving.

Anak-anak pun ditawarkan paket mendaki bebatuan granit, trekking di hutan dengan tanaman merambat, serta mengakrabkan diri dengan biota laut yang kaya lewat snorkeling. Bahkan staf hotel mengatur perburuan harta karun di laut untuk membuat liburan anak-anak semakin menyenangkan.

 

Transportasi

Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute reguler Jakarta-Tanjung Pinang setiap hari. Setelahnya Anda harus menyewa mobil menuju Pelabuhan Kawal, dengan waktu tempuh sekira setengah jam. Perjalanan ke Pulau Nikoi dari Kawal juga memakan waktu setengah jam. Anda bisa menghubungi pihak hotel untuk penyediaan kapal cepat dari Kawal ke Nikoi.

 

Akomodasi

Villa-villa di Pulau Nikoi menyatukan fasilitas hotel bintang lima yang dibungkus oleh nuansa alam. Tidak ada pendingin ruangan di sini karena Anda akan menikmati angin alami yang berhembus dari pinggir pantai. Namun villa dilengkapi dengan cerobong yang berfungsi menyalurkan hawa panas ke luar dan menjaga rumah agar tetap sejuk.

Terdapat tiga jenis villa di sini yang dimulai dari harga SGD 320, sudah termasuk antar-jemput dari Pelabuhan Kawal.

Untuk informasi selengkapnya bisa menghubungi pihak berikut.

Nikoi Island

Tlp: +6531 582119, +62771 7008040

Email: relax@nikoi.com

 

Kuliner

Ada dua ruang makan besar di Nikoi. Satu diperuntukkan bagi keluarga dan satu lagi untuk pasangan. Menu berubah setiap harinya sesuai dengan ketersediaan bahan di pasar lokal. Bahan yang digunakan tentunya bahan-bahan segar, mulai dari seafood hingga buah-buahan tropis.

Budaya, Kepulauan Riau

Pulau Galang: Menapaki Sejarah Pulau Pengungsi Vietnam

Sekilas

“Good bye…, Galang Camp”

Begitulah kalimat yang tertera pada sebuah lukisan di beranda Museum Sejarah Kemanusiaan. Tanpa cerita panjang lebar, gambar ini sudah cukup mewakili betapa besar arti perjuangan untuk bertahan hidup. Tampak beberapa orang melambaikan tangan, senyum di bibir mereka mencerminkan rasa bebas dan kebahagiaan yang tak terdefinisikan. Selamat tinggal, Pulau Galang.

Lukisan lainnya menggambarkan puluhan perahu terdampar di pesisir pantai. Begitu banyak jumlah keluarga di dalamnya. Mereka membawa pakaian dan bahan makanan seadanya. Mereka terus berlayar, mengarungi perairan di Asia Tenggara untuk mencari tempat yang lebih aman. Mereka adalah warga Vietnam yang mengungsi saat terjadi Perang Indocina II pada 1975.

Perahu-perahu mereka pertama kali ditemukan di Kepulauan Tujuh (di Kepulauan Anambas) oleh para pengebor minyak. Sebanyak 75 orang berdesak-desakkan di dalam satu perahu, anak-anak tidur dengan posisi meringkuk, sebagian penumpang dewasa terpaksa harus berdiri. Keadaan mereka tak lagi baik usai mengarungi lautan berhari-hari. Setelah itu perahu demi perahu pun menambat, membawa ribuan pengungsi yang berharap banyak mendapatkan perlindungan di Indonesia.

“Manusia Perahu,” kemudian julukan itu melekat.

Manusia Perahu berlayar memencar ke seluruh wilayah Kepulauan Riau (saat itu masih Riau), sehingga Pemerintah Indonesia harus mencari langkah selanjutnya untuk menampung mereka. Dengan menggandeng United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), organisasi PBB yang menangani pengungsian, Indonesia berhasil membuat kesepakatan untuk menempatkan mereka di suatu wilayah. Saat itu kamp pertama dibangun di Anambas, sebelum pada akhirnya dibuat kesepakatan lagi pada 1979 untuk menempatkan mereka di Pulau Galang karena jumlah pengungsi yang semakin meluap.

Pulau Galang terletak di Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dipilih karena dinilai terisolir, strategis, serta masih memiliki sedikit penduduk sehingga mudah dideportasi. Tidak hanya barak-barak yang dibangun, namun juga fasilitas-fasillitas seperti rumah sakit, tempat ibadah, makam, bahkan penjara untuk membina orang-orang yang melakukan tindak kriminal. Semua biaya untuk pembangunan pulau dibiayai oleh PBB. Lalu Kamp Pulau Galang diresmikan pada Januari 1980 oleh Mantan Presiden Soeharto atas dasar rasa kemanusiaan.

Selama belasan tahun tak ada satu pun warga Indonesia yang boleh menyentuh pulau ini kecuali para petugas. Para pengungsi menjalani kehidupan seperti sedia kala, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa vietnam dan bahasa inggris. Jumlah pengungsi pun masih terus bertambah hingga mencapai angka 250 ribu jiwa. Mereka ingin menyelamatkan diri hingga mencari suaka, dan yang bernasib baiklah yang bisa sampai di sini.

Perjalanan Manusia Perahu sebagai pengungsi berakhir pada 1996 ketika Vietnam sudah kembali kondusif. Sebagian dari mereka kembali ke Vietnam, sebagian lagi dikirim ke luar negeri untuk bekerja usai dibekali pendidikan bahasa inggris dan bahasa perancis.

Jejak dan segenap cerita dari Manusia Perahu tetap abadi di Pulau Galang. Siapapun yang singgah di sini, pasti akan terbawa oleh suasana haru atas perjalanan panjang yang dihabiskan mereka di negeri orang bersama keluarga yang masih. Atas kegigihan Pemerintah Indonesia beserta PBB pula, kamp di Pulau Galang dinobatkan sebagai kamp terbaik dibanding kamp-kamp di Asia Tenggara lainnya yang ketika itu juga menampung Manusia Perahu dari Vietnam.

 

Kegiatan

Dengan mengunjungi kamp ini, Anda akan dibawa kembali ke tragedi masa lalu, ketika ratusan ribu orang meninggalkan negara mereka untuk perlindungan. Pengunjung dapat melihat tempat-tempat ibadah yang dibangun selama era tersebut, yang masih terawat baik dan dapat digunakan oleh wisatawan.

Rimbunan pohon yang terdapat di Pulau Galang membuat teduh sisi kiri dan kanan jalan, sisi dimana bangunan-bangunan bekas kamp masih tersisa meskipun fisiknya sudah tidak sempurna. Bagaimanapun juga, justru ketidaksempurnaan itulah yang menorehkan kenangan mendalam. Anda bisa melihat gereja yang telah usang, tembok barak-barak yang telah retak, pusat pendidikan yang sebagian bangunannya telah runtuh, hingga dua buah perahu yang diangkat ke daratan. Namun sebagian fasilitas telah diperbarui, seperti makam, penjara dan kuil. Dengan mengunjungi kamp ini, Anda akan dibawa kembali ke tragedi masa lalu, ketika ratusan ribu orang meninggalkan negara mereka untuk perlindungan.

Perjalanan Anda akan bertahap melalui satu demi satu fasilitas kamp yang tersebar di sebagian kecil wilayah pulau. Pada akhirnya Anda singgah di Museum Sejarah Kemanusiaan, museum yang memperjelas tragedi dan menyempurnakan kunjungan Anda di Pulau Galang. Museum dibangun tahun 2000 setelah berhasil mengumpulkan data-data selama tiga tahun. Lukisan-lukisan yang terpampang di tembok akan membiarkan Anda berimajinasi bagaimana perjuangan Manusia Perahu melewati hidup sebagai pengungsi. Di sini pun masih terdapat kartu identitas mereka yang asli, foto-foto, hingga maket Pulau Galang.

 

Berbelanja

Anda dapat membeli berbagai jenis cenderamata seperti kaos, pin, dan lainnya dari sebuah toko di dekat komplek.

 

Transportasi

Untuk mencapai pulau ini, gunakanlah kapal feri dari salah satu dari enam terminal feri di Batam. Bandara Hang Nadim Batam melayani penerbangan domestik dari berbagai kota di Indonesia. Kamp pengungsi Vietnam terletak di Desa Sijantung Pulau Galang sekitar 50 kilometer dari Batam Center.

Megahnya Jembatan Barelang menghubungkan Kota Batam dengan Pulau Galang namun Anda harus melewati tiga jembatan lagi untuk tiba di pulau ini. Tidak ada transportasi umum hingga Pulau Galang karena penduduk di sekitar pulau masih relatif sedikit. Taksi atau sewa mobil merupakan opsi untuk mencapai Pulau Galang.

 

Akomodasi

Tidak ada hotel atau penginapan di Pulau Galang. Anda bisa tinggal di hotel-hotel di Batam.

 

Kuliner

 

Tidak ada restoran atau warung makanan yang tersedia di situs wisata ini. Restoran dan warung makanan hanya tersedia di Barelang, Batam Center dan Nagoya. Usai mengunjungi Pulau Galang, Anda bisa bersantai di restoran-restoran yang terletak di dekat Jembatan Barelang. Makanan khas Batam adalah seafood-seafood segar yang nikmat dirambu dengan bumbu apapun. Jangan lupa memesan gonggong, camilan khas Batam berupa siput yang direbus dan disajikan bersama sambal.

 

Tips

Anda akan mendapatkan penjelasan yang jelas tentang kehidupan sehari-hari para pengungsi dengan mengunjungi sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai kantor UNHCR. Dalam bangunan ini, Anda dapat melihat gambar ribuan pengungsi yang pernah tinggal di pulau ini. Anda juga dapat melihat gambar insiden-insiden selama mereka di tinggal di pulau ini. Gedung ini sekarang digunakan sebagai kantor resepsionis dan pusat informasi bagi pengunjung.