Category Archives: Sumatera Utara

Alam, Sumatera Utara

Pantai Tureloto: Kolam Laut Mati di Nias Utara

 

Sekilas

Wisata pantai adalah salah satu tujuan utama ketika Anda menyambangi Pulau Nias yang selain indah dengan kealamiannya juga memiliki keunikan budaya. Arahkan tujuan Anda ke Kabupaten Nias Utara dan temukan Pantai Tureloto di Kecamatan Lahewa.

Pantai ini memiliki laut biru yang tenang menghadap Samudera Hindia. Pantainya berupa hamparan karang bukan pasir putih yang luas seperti pantai lainnya di Nias. Dahulu Tureloto sama seperti pantai-pantai lain dengan hamparan pasir putih namun kemunculan batuan karang ke permukaan yang diakibatkan  surutnya air laut karena gempa tahun 2005 silam.

Gugusan karang yang berada di pantai ini juga ada di beberapa ratus meter dari bibir pantai. Deretan karangnya seolah membentengi laut dari ombak besar sehingga membentuknya seperti danau atau kolam alam. Bentuk karang-karang di sepanjang Pantai Tureloto sangatlah unik. Salah satu karangnya berbentuk setengah lingkaran menyerupai otak manusia terlihat menonjol dari lainnya, orang-orang pun menyebutnya dengan batu otak.

 

Kegiatan

Datanglah ke Pantai Tureloto saat tengah hari, panorama laut dan langit akan berpadu menciptakan gradasi biru kehijauan sejauh mata memandang. Warna menyejukan itu akan menarik Anda untuk segera menceburkan diri ke air.

Tidak perlu khawatir jika ingin bermain air maupun berenang di Pantai Tureloto, gugusan karang yang membentenginya berfungsi sebagai pemecah ombak. Bagi Anda yang tidak bisa berenang juga tidak perlu khawatir tenggelam dengan mudahnya Anda akan terapung di permukaan. Hal ini terjadi karena air lautnya memiliki kadar garam tinggi seperti air di Laut Mati, Yordania.

Keindahan itu tidak hanya disajikan di atas permukaan laut, kawasan Pantai Tureloto juga memiliki pesona keindahan bawah laut. Menelusuri keindahan pelbagai biota laut dengan menyelam kedalaman lautnya juga menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini.

Berkeliling

Jika Anda ingin menelusuri keindahan bawah laut yang menakjubkan di sekitar Pantai Tureloto maka bisa menyewa perahu nelayan menuju deretan karang terluar selama 10 menit perjalanan dari bibir pantai. Nikmati juga suasana pantai dengan berkeliling mengitarinya menggunakan perahu nelayan selama 30 menit. Mata Anda akan dimanjakan panorama gugusan karang yang menghiasi laut, serta menikmati ikan-ikan berenang di bawah laut dari atas perahu terutama saat cahaya Matahari menembus air lautnya yang jernih.

Berbelanja

Ketika Anda ingin meninggalkan Nias, jangan lupa berbelanja cenderamata berupa miniatur rumah adat Nias, patung kayu orang Nias, burung beo, gantungan kayu Baluse, kerajinan dari kerang, maupun makanan khas saat musim buah durian yaitu dodol durian.

Transportasi

Pantai Tureloto terletak di Kabupaten Nias Utara dan dapat dicapai sekira 2 jam dengan jalur darat dari Kota Gunung Sitoli. Tentunya Anda dengan mudah mencapai Kota Gunung Sitoli dengan jalur udara dari Bandar Udara Kualanamu (Medan) atau melalui jalur laut dari pelabuhan Sibolga.

Setiap penerbangan yang akan menuju Gunung Sitoli pasti akan transit di kota Medan dan melanjutkan perjalanan dengan maskapai Wings Air atau Garuda Indonesia. Perjalanan udara dari Medan ke Gunung Sitoli akan menempuh waktu selama 1 jam.

Anda juga bisa berangkat dari Padang dengan menggunakan penerbangan perintis maskapai penerbangan SMAC yang beroperasi hanya Senin dan Jumat. Dari Padang transit sebentar ke Pulau Telo kemudian dari sana langsung ke Bandar Udara Binaka.

Sedangkan untuk jalur laut dari Pelabuhan Sibolga akan menempuh waktu selama kurang lebih 10-16 jam tergantung dengan kondisi cuaca dan ombak. Ada dua kapal ferry yang akan mengantarkan Anda ke pelabuhan Gunung Sitoli yaitu, KM Cucut dan KM Poncan Moale.

KM Poncan Moale berangkat dari Sibolga setiap Senin, Rabu, dan Jumat; bertolak dari Gunung Sitoli setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. KM Cucut hanya beda sehari dengan KM Poncan Moale. Sedangkan di hari Minggu tidak kapal ferry yang berlayar dari Sibolga ke Gunung Sitoli.

Pembelian dan pemesanan tiket bisa dilakukan di Jalan Yos Sudarso Kota Gunung Sitoli, (Telp. 0639-21554) atau di Pelabuhan Sibolga (Sumatera Utara).  Ada alternatif kapal setiap Senin, Rabu dan Jumat tujuan Sibolga (Sumatera Utara)–Teluk Dalam (Nias Selatan). Pembelian dan pemesanan tiket bisa dilakukan di Pelabuhan Sibolga atau PT. Simeulue di Jalan Saunigaho (Telp. 0812 16 7033)

 

Akomodasi

Kawasan Pantai Tureloto sudah cukup memadai sebagai daerah wisata dengan fasilitas toilet dan kamar mandi umum, serta tempat makan. Nyaris tidak ada penginapan di sekitar pantai ini, jika ingin bermalam Anda bisa mencarinya di kota terdekat.

Jika Anda beruntung ada kamar kosong di Rumah Makan dan Penginapan Siang Malam di Jalan Soekarno No. 1 51, Kecamatan Lahewa.

Berikut referensi hotel terdekat dengan Kabupaten Nias Utara.

 

Hotel Soliga

Jl. Pangeran Diponegoro No. 432, Gunungsitoli, Sumatera Utara

Telepon: (0639) 22850

Miga Beach Hotel

 Jl. Diponegoro No.507, Gn. Sitoli, Sumatera Utara

Telepon: 0813-9764-8200

Hotel Hidayat

 Jl. Diponegoro No.137, Gn. Sitoli, Sumatera Utara

Telepon: (0639) 21709

Hotel Dian Otomasi

JL Yos Sudarso, Km. 3, 2, Ombolata Ulu, Gn. Sitol

Telepon: (0639) 22422

Kuliner

Kecamatan Lahewa dikenal sebagai salah satu pemasok sumber daya laut di Nias. Bagi Anda pecinta makanan laut segar, Lahewa merupakan tempat yang sesuai untuk pelbagai makanan lautnya. Salah satunya adalah Pantai Tureloto difasilitasi tempat makan yang menyediakan aneka hidangan laut.

Selain di Lahewa, Nias memiliki kuliner khas yang patut Anda coba juga, seperti ni’owuru yang terbuat dari daging babi diawetkan, atau Harinake merupakan irisan daging babi.

Jika Anda seorang Muslim, maka tidak perlu khawatir karena di sini juga tersedia makanan halal. Selain kedua makanan tadi juga ada gowi nihandro yaitu ubi tumbuk, godo-godo yang terbuat dari bulatan singkong atau ubi yang diparut yang direbus dan ditaburi kelapa. Juga pelbagai makanan dari olahan ikan seperti Kofo-kofo, babae, i’a budu, dan lainnya.

 

Tips

Pantai Tureloto ramai wisatawan di hari Minggu dan hari libur lainnya. Jika ingin merasakan suasa pantai eksklusif bisa mengunjunginya selain di akhir pekan.

Tidak dikenakan biaya tiket masuk Pantai Tureloto, kecuali untuk pemakaian kamar mandi umum.

Tidak ada akomodasi penginapan di sekitar pantai, pilihannya Anda bisa menginap di kota terdekat.

Budaya, Sumatera Utara

Tradisi Lompat Batu di Pulau Nias

Batu yang harus dilompati tingginya sekira 2 meter, berlebar 90 cm, dan panjangnya 60 cm. Dengan ancang-ancang lari yang tidak jauh, seorang pemuda Nias akan dengan tangkas melaju kencang lalu menginjak sebongkah batu untuk kemudian melenting ke udara melewati sebuah batu besar setinggi 2 meteran menyerupai benteng. Puncak bantu tidak boleh tersentuh dan sebuah pendaratan yang sempurna harus dituntaskan karena apabila tidak maka resikonya adalah cedera otot atau bahkan patah tulang.

Sedari 7 tahun anak lelaki di Pulau Nias berlatih melompati tali yang terus meninggi takarannya seiring usia mereka yang bertambah. Bila saatnya tiba maka mereka akan melompati tumpukan batu berbentuk seperti prisma terpotong setinggi 2 meter. Ini juga sekaligus  menjadi penakar keberanian dan kedewasaan mereka sebagai keturunan pejuang Nias.

Tradisi lompat batu di Pulau Nias, Sumatera Utara atau disebut sebagai hombo batu atau fahombo telah berlangsung selama berabad-abad. Tradisi ini lestari bersama budaya megalit di pulau seluas 5.625 km² yang dikelilingi Samudera Hindia dan berpenduduk 700.000 jiwa itu.

 

Tradisi fahombo diwariskan turun-termurun di setiap keluarga dari ayah kepada anak lelakinya. Akan tetapi, tidak semua pemuda Nias sanggup melakukannya meskipun sudah berlatih sedari kecil. Masyarakat Nias percaya bahwa selain latihan, ada unsur magis dari roh leluhur dimana seseorang dapat berhasil melompati batu dengan sempurna.

Lompat batu di Pulau Nias awalnya merupakan tradisi yang lahir dari kebiasaan berperang antardesa suku-suku di Pulau Nias. Masyarakat Nias memiliki karakter keras dan kuat diwarisi dari budaya pejuang perang. Dahulu suku-suku di pulau ini sering berperang karena terprovokasi oleh rasa dendam, perbatasan tanah, atau masalah perbudakan. Masing-masing desa kemudian membentengi wilayahnya dengan batu atau bambu setinggi 2 meter. Oleh karena itu, tradisi lompat batu pun lahir dan dilakukan sebagai sebuah persiapan sebelum berperang.

Saat itu, desa-desa di Pulau Nias yang dipimpin para bangsawan dari strata balugu akan menentukan pantas tidaknya seorang pria Nias menjadi prajurit untuk berperang. Selain memilki fisik yang kuat, menguasai bela diri dan ilmu-ilmu hitam, mereka juga harus dapat melompati sebuah batu bersusun setinggi 2 meter tanpa menyentuh permukaannya sedikitpun sebagai tes akhir.

Kini tradisi lompat batu bukan untuk persiapan perang antarsuku atau antardesa tetapi sebagai ritual dan simbol budaya orang Nias. Pemuda Nias yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik sehingga dapat menikah. Kadang orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap menjadi pembela desanya jika terjadi konflik.

Atraksi hombo batu tidak hanya memberikan kebanggaan bagi seorang pemuda Nias tetapi juga untuk keluarga mereka. Keluarga yang anaknya telah berhasil dalam hombo batu maka akan mengadakan pesta dengan menyembelih beberapa ekor ternak.

Anda dapat menikmati atraksi mengagumkan ini di beberapa tempat di Pulau Nias, seperti di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari) atau di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Saat menyambangi Pulau Nias jangan lewatkan juga untuk mengamati kemegahan warisan budayanya berupa arca peninggalan megalit, rumah tradisional, dan tentunya berselancar (surfing) atau menyelam (diving).

Alam, Sumatera Utara

Samosir: Pulau Raksasa nan Indah di Tengah Danau Toba

Keterangan

Samosir merupakan wilayah unik karena merupakan pulau vulkanik yang bertengger di tengah Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Pulau Samosir memiliki luas 640 km2, hampir sama luasnya dengan negara Singapura dan merupakan pulau tengah danau kelima terbesar di dunia.

Berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Pulau Samosir menyajikan pegunungan berkabut, air terjun dengna air jernih untuk berenang,serta dua danau indah yang dijuluki “Danau di atas danau” (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang). Di Samosir, Anda juga dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal dari suku Batak Samosir yang umumnya berkerja sebagai peladang.

Samosir sejak 2003 telah berdiri menjadi sebuah kabupaten pemekaran dari Kabupaten Toba Samosir. Kabupaten Samosir memiliki luas 1.419,5 km2 meliputi 9 kecamatan, 6 kecamatan di Pulau Samosir dan 3 kecamatan di lingkar luar Danau Toba di punggung Bukit Barisan.

Ibukota Kapubaten Samosir adalah Pangururan dengan luas 121,43 km2 dan merupakan penghubung jalur darat antara Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera. Daerah kecamatan ini melingkupi sebagian kecil di Pulau Sumatera dan sebagian besar berada di bagian barat Pulau Samosir.

Kabupaten Samosir memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang tidak akan ada habisnya ditelusuri. Potensi alam yang ada di Samosir memiliki pantai pasir putih, kawasan hutan luas, sumber air panas alami, daerah pegunungan, dan beragam daya tarik budaya.

Kegiatan

Tidak akan bosan dan tidak akan cukup sehari untuk menelusuri Samosir karena keindahan dan kealamian alamnya bersanding dengan begitu banyak situs sejarah dan budaya. Beragam kegiatan wisata tentunya dapat dilakukan di kawasan ini, mulai dari panorama alam, wisata spiritual, wisata pertanian, wisata budaya dan menikmati keindahan Danau Toba.

Tujuan wisata unggulan di Samosir meliputi wisata olahraga air yang dapat dinikmati di Pantai Pasir Putih yang terletak di Desa Parbaba Kecamatan Pangururan, sekira 7 kilometer dari ibukota Pangururan. Pantai ini memiliki panjang 250 meter, dan di sepanjang pantai ini Anda dapat menikmati keindahan pemandangan Danau Toba ke arah Tongging dan Tigaras.  Aktivitas olahraga air yang bisa dilakukan di pantai ini seperti voli pantai, dan jetski.

Selain di Desa Parbaba, di sepanjang garis pantai-pantai di Samosir dapat dimanfaatkan sebagai tempat pemandian alami dan pemancingan, seperti di Pantai Ambarita Kecamatan Simanindo, Pantai Bebas Sukkean di Kecamatan Onan Rungu, Pantai Maria Raja di Kecamatan Nainggolan.

Wisata alam lainnya yang bisa dinikmati adalah aktivitas berendam dan relaksasi di sumber air panas yang terdapat di dua desa di Kecamatan Pangururan. Kedua desa itu antara lain Desa Siogung–ogung yang sudah dipercantik menjadi tempat pemandian yang dikelilingi tempat penginapan, dan di Desa Simbolon yang masih alami. Selain itu, juga banyak wisata alam yang merupakan bagian dari legenda-legenda masyarakat setempat. Misalnya seperti Gunung Pusuk Buhit tempat yang diyakini sebagai asal mula orang Batak, Aek Sipitu Dai yang airnya dialirkan menjadi tujuh saluran dan memiliki tujuh rasa yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dan lain sebagainya.

Keunikan alam juga dimiliki di kawasan Kabupaten Samosir, salah satunya terdapat dua buah danau kecil yang bernama Danau Sidihoni di Kecamatan Ronggur Nihuta dan Danau Aek Natonang di Kecamatan Simanindo. Dua buah danau ini terletak di atas Pulau Samosir sehingga mendapat julukan “danau di atas danau”.

Selain potensi alam yang dapat Anda nikmati, wisata sejarah dan budaya juga ada di kawasan ini. Khususnya Kecamatan Simanindo yang memiliki situs-situs sejarah dan pertunjukkan budaya, di kawasan ini masih sangat terjaga kearifan lokalnya. Datanglah ke Kampung Tua Huta Bolon untuk menonton pertunjukkan tarian Batak tradisional Sigale-gale, mengunjungi Makam Raja Sidabutar, Batu Persidangan, dan Museum Huta Bolon.

Beralih dari Kecamatan Simanindo, wisata sejarah juga dapat Anda temukan di Pangururan. Situs sejarah di sini lebih banyak mengenai zaman kolonial hingga masa kemerdekaan Indonesia. Di Pangururan juga terdapat komunitas Tenun Ulos Batak yaitu kelompok masyarakat yang mengerjakan Tenun Ulos Batak di Desa Lumban Suhi-suhi, berjarak sekira 4 kilometer dari Kota Pangururan.

Kuliner

Salah satu makanan khas yang harus Anda cicipi adalah mie gomak yang seperti spaghetti, disiram saus yang mirip saus rendang. Seperti kebanyakan makanan khas Batak, ciri khas saus ini pun menggunakan bumbu andaliman. Selain andaliman, juga menggunakan merica dan jahe sehingga kombinasi tersebut membuat saus terasa pedas dan panas. Kelapa sangrai ditaburi di atas mie dan sausnya sebagai pelengkap rasa. Makanan ini cocok untuk penghangat badan.

Jenis makanan lainnya adalah: deke laen,  naniura, ikan arsik, sayur daun ubi, ayam panggang, dan ayam gulai.

Beberapa tempat makan di sekitar Samosir yang menjaid referensi adalah: Maruba Restaurant, Jenny’s Restaurant, Buddha’s Cafe, Orari, Horas Hugary, Joe’s Restaurant, Tabo Cottages, Rumba, Cotney Restaurant,Warung Inang, Samuel Restaurant, Rumah Makan Mami Tempo, Elios Restaurant, Jolo-Jolo Restaurant, dan Thyesza Restaurant.

Transportasi

Sebelum menuju Danau Toba, arahkan  pernerbangan ke Medan sebagai pintu gerbangnya. Berikutnya lanjutkan perjalanan ke Parapat yang berjarak 176 km dari Medan dan dapat dijangkau 6 jam dengan bus. Ada dua rute bus yaitu Medan-Parapat atau melalui Medan-Berastagi, ongkosnya sekitar Rp40.000,-, atau Anda dapat menaiki taksi ber-AC dari Medan ke Parapat dengan ongkos sekitar Rp70.000,- dengan perjalanan selama 4 jam.

Anda juga dapat menyewa taksi atau kendaraan pribadi dari bandara ke Parapat dengan biaya sekira Rp300.000,- hingga Rp600.000,- per hari disesuaikan kebutuhan. Kedua, bisa juga dengan menggunakan taksi umum dari bandara. Ongkos taksi umum sekira Rp80.000,- per penumpang. Perjalanan dari Medan ke Parapat memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Alternatif akhir, naiklah bus DAMRI tujuan Terminal Amplas Medanm kemudian turun di Simpang Kayu Besar dengan tarif Rp10.000,- dari situ Anda bisa menumpang bis “Sejahtera” atau mobil-mobil travel yang menuju Parapat. Tarifnya sekira Rp30.000,- hingga Rp50.000,-

Selanjutnya dari Pelabuhan Parapat bisa menyeberang dengan feri ke Pelabuhan Ajibata di Pulau Samosir. Untuk menuju 3 kecamatan lain di kawasan Kabupaten Samosir, tepatnya di sebelah barat Pulau Samosir, Anda bisa melaluinya dengan jalur darat. Jalur ini melalui jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan sisi barat Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera.

 

Berkeliling

Sangatlah mudah berkeliling di Pulau Samosir, sebab hanya ada satu jalan utama di pulau ini. Letak jalan persis di tepian Pulau Samosir dan melingkar hingga menjadi jalan yang terhubung. Anda bisa menyusuri sudut-sudut Pulau Samosir dengan menyewa motor di daerah Tomok. Selain menyewa motor, Anda juga dapat menumpang bentor atau becak motor.

 

Akomodasi

Di semenanjung Pulau Samosir terdapat Desa Tuktuk Siadong di Kecamatan Simanindo merupakan pusat konsentrasi turis di Pulau Samosir. Akomodasi menginap cukup banyak di kawasan ini dari yang berkonsep guest house sampai resort. Desa Tuktuk tidak hanya menyediakan banyak tempat bermalam tetapi juga memiliki fasilitas yang disediakannya sesuai kebutuhan wisatawan yang berkunjung di kawasan ini. Bisa dikatakan Desa Tuktuk adalah desa yang tidak pernah mati karena aktif selama 24 jam dan ramai dengan wisatawan.

Selain di Desa Tuktuk Siadong, Anda masih bisa menemukan ketenangan di Desa Ambarita dan di Desa Tomok. Kedua desa tersebut masih termasuk Kecamatan Simanindo.

Berikut beberapa penginapan di Kabupaten Samosir yang dapat menjadi referensi.

Tabo Hotel

Jalan Lingkar Tuktuk, Toba, Samosir, Sumatera Utara 21174, Indonesia

Telepon: 0625451318

Email: info@tabocottages.com

Website: www.tabocottages.com

 

Samosir Villa Resort

Tuktuk Siadong – Samosir Island

Telepon    : 062 625451399

Email     : hendrik@samosirvillaresort.com

Website: http://www.samosirvillaresort.com/index.php

 

Horas Family Home

Jalan Lingkar 3 | Tuk Tuk, Siadong, Simanindo Samosir 22395, Indonesia

Telepon: 0813-6105-1419, +62 81362060838, +62 81397828008

Samosir Cottage

Tuktuk Danau Toba 22395,

Phone : 0625 451170

Hotel Toledo Inn

Jl. Lingkar, Tuktuk Siadong, Samosir, Sumatera Utara, Indonesia

Telepon: 0625 451006

Romlan Guest House

Ring Road Tuktuk

Telepon: (0625) 451386, 081362228415 (Ibu Marion)

Barbara Guest House

Ambarita – Samosir Island – Lake Toba

Telepon : 081370343358

email : jojor_gultom@yahoo.com

https://barbarasguesthouse.wordpress.com/barbara%E2%80%99s-guesthouse-in-ambarita-samosir-island/

Sanggam Beach Hotel

Desa unjur km2 Ambarita (Samosir)

Danau Toba, North Sumatra,

Indonesia

Phone : +62 625 7000458 ; +62 625 41605

Email : reserv@sanggam-hotel.com

http://sanggam-hotel.com/

 

Hotel Gorat

Desa Gorat Palumbuan, Kec. Palipi, Samosir, Sumatera Utara 22393, Indonesia

Telepon: 0813-7610-8300

 

Sopo Toba Hotel

Jl. Tomok Samosir Island, 22395, Ambarita, Pulau Samosir, Kab.Samosir Sumatera Utara – Indonesia 22395

Telepon: 0625 7000009

Email: rismawati_sopotoba@yahoo.com

http://www.sopotobahotel.com/

Vanesha Hotel

Pantai Tolping, Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia

Phone : 0625 7000 220, 0625 7000 238

http://www.gobatak.com/vaneshahotel

Thyesza Guest House

Ambarita, Samosir Island, Lake Toba

North Sumatra, Indonesia

Telepon: 06257000443, 081 361214369

Email: info@flowerofsamosir.com

http://www.flowerofsamosir.com/welcome.html

Hotel Tiga Besar

Jalan Uskup Agung Sugiopranoto No.3, Pangururan, Samosir, Sumatera Utara 22392, Indonesia

Telepon: 0626 2620222

Saulina Hotel Resort

Jalan Aek Rangat. Pangururan, Samosir.Sumatera Utara, Indonesia

Telepon: 0626-20810

http://saulina-resort.com

Villa Lyla

Pasir Pulo Desa Tolping, Samosir, Sumatera Utara, Indonesia

Telepon: 081396317779

Front Page

 

Budaya, Sumatera Utara

Ruma Bolon: Menengok Rumah Adat Batak Sarat Simbol

Rumah adat ini disebut sebagai “Si Baganding Tua” oleh suku Batak, yaitu makhluk seperti ular yang panjangnya sekira dua jengkal. Dahulu nenek moyang orang Batak percaya bahwa nasib mujur dan rezeki yang melimpah dibawa “Si Banganding Tua”.

Ruma gorga atau sering disebut ruma bolon atau “Si Baganding Tua” adalah rumah adat suku Batak yang sekaligus menjadi simbol status sosial masyarakat yang tinggal di Tapanuli, Sumatera Utara. Mereka yang dikategorikan sebagai suku Batak itu meliputi 6 puak, yaitu: Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

Rumah adat Batak terdiri atas 2 bangunan utama yaitu ruma (tempat tinggal) dan sopo (lumbung padi). Letak keduanya saling berhadapan dipisahkan pelataran luas yang berfungsi sebagai ruang kegiatan warganya. Rumah adat ini berbentuk empat persegi panjang dengan denah dalamnya merupakan ruangan terbuka tanpa kamar atau pun sekat pemisah. Dahulu, sebuah rumah adat Batak berukuran besar (rumah bolon) dihuni 2 hingga 6 keluarga.

Sapukan pandangan Anda pada rumah adat ini yang atapnya berbentuk segitiga dan bertingkat tiga. Amati bagaimana di setiap puncak dan segitiganya terdapat kepala kerbau yang melambangkan kesejahteraan bagi penghuni rumahnya. Ciri utama bagian atap yang berbentuk segitiga tersebut berbahan anyaman bambu (lambe-lambe). Biasanya lambe-lambe menjadi personifikasi sifat pemilik rumah tersebut yang ditandai dengan warna merah, putih dan hitam.

Perhatikan juga lekukan ketelitian dari ukiran tradisional di dinding rumah adat ini. Bagian luar dan depan rumah memuat ukiran yang dicat tiga warna yaitu merah-hitam-putih. Ukiran tersebut nyatanya penuh makna simbolik yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak. Di sebelah kiri dan kanan tiang rumah ada ukiran yang menggambarkan payudara sebagai lambang kesuburan (odap-odap). Ada juga ukiran cicak sebagai lambang penjaga dan pelindung rumah (boraspati).

Rumah adat Batak dihiasi ukiran khas Batak yang disebut gorga. Gorga bagi suku Batak adalah ornamen yang mengandung unsur mistis  penolak bala. Biasanya ukiran gorga ditempatkan di dinding rumah bagian luar.

Keunikan desain ruma bolon adalah hiasan pada kusen pintu masuknya berupa ukiran telur dan panah. Tali-tali pengikat dinding miring (tali ret-ret) terbuat dari ijuk atau rotan yang membentuk pola seperti cicak berkepala 2 saling bertolak belakang. Cicak itu dikiaskan sebagai penjaga rumah dan 2 kepala saling bertolak belakang melambangkan penghuni rumah mempunyai peranan yang sama dan saling menghormati.

Pada konsep tradisional, nyatanya memang rumah-rumah tradisional di Nusantara tidak hanya memiliki dimensi fungsional sebagai tempat hunian tetapi juga sekaligus melalui unsur-unsur bentuk tertentu. Posisi ruma bolon juga menunjukan tentang kepercayaan suku ini yaitu banua ginjang (dunia atas), banua tonga (dunia tengah/bumi), dan banua toru (dunia bawah atau dunia makhluk halus).

Penataan perkampungan suku Batak Toba mengikuti pola berbanjar dua saling berhadapan berporos ke arah utara selatan dan membentuk perkampungan yang disebut lumban atau huta. Perkampungan tersebut memiliki 2 pintu gerbang (bahal) di sisi utara dan selatannya. Sekeliling lingkungan dipagari tembok setinggi 2 meter (parik) berbahan tanah liat dan batu. Selain itu, di setiap sudutnya dibuat menara pengawas karena dahulu mereka masih sering berperang. Tidak berlebihan apabila bentuk asli perkampungan suku Batak dulunya menyerupai benteng.

Dahulu sebuah perkampungan suku Batak dibuat dengan menggali tanah membentuk parit mengelilinginya juga ditanami bambu setinggi 3 meter. Bentuk perkampungan itu jadinya lebih menyerupai sebuah benteng untuk melindungi warganya dari serangan suku lain.

Sebutan untuk rumah Batak disesuaikan dengan hiasannya. Rumah adat dengan beragam hiasan yang indah yang rumit dinamakan disebut ruma gorga sarimunggu atau jabu. Sementara rumah adat yang tidak memiliki ukiran dinamakan jabu ereng atau jabu batara siang.

Untuk ruma gorga yang berukuran besar dinamakan ruma bolon. Selain sebagai tempat tinggal dahulu ruma bolon juga berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan upacara adat religius. Sementara itu, ruma gorga yang berukuran kecil disebut jabu parbale-balean. Selain keduanya ada juga ruma parsantian, yaitu rumah adat yang menjadi hak seorang anak bungsu.

Ruma bolon kini tidak lagi dibangun oleh masyarakat Batak mengingat semakin sedikitnya orang yang mampu membangunnya (pande). Selain itu, bahan pembuat bangunannya sulit didapat serta harganya akan jauh lebih mahal dari rumah modern.

Akan tetapi, Anda tidak masih dapat melihat langsung rangkaian utuh rumah adat kaya nilai budaya Batak ini di beberapa tempat seperti di Kabupaten Tapanuli Utara di Desa Tomok, Desa Ambarita, Desa Silaen, dan Desa Lumban Nabolon Parbagasan. Desa-desa tersebut hingga kini terus menjadi daya tarik wisata budaya dan banyak dikunjungi wisatawan.

Nenek moyang orang suku Batak sendiri berasal dari Tamil India dimana mereka datang abad ke-10 untuk berdagang rempah-rempah ke Pulau Sumatera melalui pelabuhan Barus. Pada abad ke-18 permukiman kuno warga Tamil India ditemukan di Lobu Tua, Barus, diperkirakan  perkampunga tersebut sudah berusia lebih dari dua abad. Ada dua prasasti berbahasa Tamil ditemukan di kawasan itu yang menyatakan bahwa tahun 1088 sebanyak 1.500 warga Tamil datang ke Barus untuk berdagang kapur barus dan kemeyan. Kata ‘batak’ sendiri berasal dari kata ‘mamatak hoda’ yang bermakna ‘si penunggang kuda‘, apakah ini ada kaitan dengan pendatang dati Tamil tersebut?

Alam, Sumatera Utara

Pulau Mursala: Mereguk Keindahan Air Terjun nan Memukau di Tapanuli Tengah

Sekilas

Kapal cepat berlayar mengarungi Teluk Tapanuli menuju salah satu pulau di dekatnya. Hutan lebat membungkus pulau tersebut, mengisyaratkan pulau yang cukup besar itu seakan terisolasi dan tidak berpenghuni. Bersiaplah mereguk pengalaman istimewa menyaksikan salah satu keindahan dan kealamian alam Tapanuli Tengah karena di sini ada air terjun yang langsung jatuh ke laut.

Inilah Pulau Mursala atau sering juga disebut sebagai Mansalaar Island. Pulau dengan luas 8000 ha tersebut dihuni oleh puluhan kepala keluarga. Selain menikmati panorama alam, kehidupan penduduk setempat juga menarik untuk diselami. Pesona Pulau Mursala pernah diangkat ke film layar lebar “King Kong” tahun 1933 dan film nasional berjudul “Mursala” pada 2013.

Keunikan air terjun di sini adalah air dari ketinggian 35 m itu langsung jatuh dari tebing pulau ke permukaan laut. Air terjun di Pulau Mursala memang berada pada bagian pulau yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Air mengalir dari sungai hanya sepanjang 700 meter (terpendek di Indonesia) kemudian mengaliri batuan granit kemerahan di tebing pulau. Berikutnya, air tercurah jatuh dalam volume yang besar ke permukaan laut dengan bunyi keras, apalagi saat musim penghujan.

Secara administratif, Pulau Mursala bernaung di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, tepatnya di sebelah Barat Daya Kota Sibolga. Jika menelaah keberadaannya di dalam peta, Pulau Mursala terletak di antara Kota Sibolga dan Pulau Nias.

Nama “Mursala” tidak lahir begitu saja, ada serangkaian cerita yang bergulir di belakangnya. Pada abad VII, banyak bangsa Arab datang ke Pantai Barus untuk singgah dan melakukan pertukaran komoditi. Sebelum memasuki Barus, mereka kerap melakukan ibadah di ujung sebuah pulau besar. Kebiasaan ini berlangsung lama, sehingga nelayan setempat menamai pulau tersebut dengan rangkaian dari kata Mur dan shalat, yaitu “Mursala”. Mur merupakan sebutan lain untuk orang Arab.

Sekeliling pulau ini dihiasi oleh belasan pulau kecil yang mayoritas tak berpenduduk, diantaranya adalah: Pulau Pulau Puti, Pulau Silabu Na Godang, Pulau Kalimantung, Pulau Silabu Na Menek, dan Pulau Jambe. Hadirnya pulau-pulau kecil itu mendukung Pulau Mursala menjadi destinasi yang apik. Selain kaya ikan hias dan terumbu karang, Anda juga dapat mengunjungi laguna yang menyatu antara Pulau Silabu Na Godang dan Pulau Kalimantung.

Disamping itu, Pulau Silabu Na Menek juga akan menyita perhatian lewat tanaman bonsai yang tumbuh di atas bebatuan curam. Begitu banyak yang bisa dinikmati di Pulau Mursala, namun primadona yang harus Anda jumpai adalah Air Terjun Mursala tentunya.

Transportasi

Untuk mencapai Pulau Mursala, Anda harus menyentuh Kota Sibolga terlebih dahulu, jaraknya sekira 350 kilometer dari Kota Medan. Butuh waktu 8 jam ditempuh dengan berkendara. Ada juga angkutan umum berupa taksi yang membuka rute Medan-Sibolga dengan tarif Rp 100 ribu. Taksi di sini bukanlah mobil sedan berargo, melainkan mini bus L-300.

Setelah  itu, Anda bisa menyewa kapal cepat dari Pantai Pandan dan Pantai Bosur yang terletak di pesisir Sibolga. Biayanya Rp 2,5 juta dengan maksimal penumpang 20 orang. Dalam waktu 1 jam, Anda sudah bisa menikmati lanskap Pulau Mursala. Harga tersebut sudah termasuk diajak berkeliling ke pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Kegiatan

Di sekitar Pulau Mursala terdapat beberapa titik yang cocok untuk kegiatan menyelam dan snorkeling, salah satunya adalah Teluk Labuah Hunik. Jika ingin berenang dengan pemandangan bawah laut yang menarik, raihlah daerah sekitar Pulau Jambe yang memiliki perairan dangkal dan ikan laut yang cantik.

Bagi yang gemar memancing, di sinilah surganya. Para petualang pun bisa membawa peralatan kemah dan membangun tenda di pesisir pulau ini. Rasakan tenangnya bermalam di pinggir pantai sambil ditemani suara desiran ombak.

Di pulau ini ada beberapa tempat menarik untuk disambangi, seperti Batu Garuda, berupa batu yang menjorok berbentuk burung di ketinggian 70 m di pantai curam Pulau Silabu Na Menek, gugusan komposisi batu curam di sekitar Pulau Silabu-labu Na Godang, dan Bonsai Pinang Merah alam di atas bebatuan curam sekitar Pulau Silabu Na Menek. Ada pula laguna dengan hamparan pantai pasir putih yang menyatu antara Pulau Silabulabu Na Godang dengan Pulau Kalimantung Na Menek, serta hamparan pantai pasir putih di Pulau Puti yang berdekatan dengan Pulau Mursala.

Akomodasi

Tidak terdapat hotel di Pulau Mursala namun Anda bisa menginap di rumah warga sambil merasakan bagaimana kehidupan penduduk setempat. Alternatif lain, Anda bisa beristirahat di kawasan Pantai Pandan, Sibolga. Di sana terdapat beberapa penginapan, salah satunya adalah Hotel Bumi Asih Pandan Beach Resort yang merupakan hotel bintang 4 dan bertatapan langsung dengan Pantai Pandan. Pilihan lain adalah Hotel Pandan Carita yang terletak di Jalan Padang Sidempuan, ataupun Hotel Wisata Indah Sibolga di Jalan Brigadir Katamso No.57.

Kuliner

Di Sibolga, Anda akan dimanjakan dengan makanan berbahan dasar ikan, udang dan kepiting dari hasil laut Sibolga. Mampirlah ke Pantai Pandan, ada beberapa rumah makan yang kerap didatangi oleh berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, wisatawan hingga pekerja kantoran. RM Sibolga Barus misalnya, di rumah makan ini, Anda akan disuguhi aneka ikan bakar yang lezat dan bebas dari bau amis.

Alam, Sumatera Utara

Pantai Tureloto: Kolam Laut Mati di Nias Utara

 

Sekilas

Wisata pantai adalah salah satu tujuan utama ketika Anda menyambangi Pulau Nias yang selain indah dengan kealamiannya juga memiliki keunikan budaya. Arahkan tujuan Anda ke Kabupaten Nias Utara dan temukan Pantai Tureloto di Kecamatan Lahewa.

Pantai ini memiliki laut biru yang tenang menghadap Samudera Hindia. Pantainya berupa hamparan karang bukan pasir putih yang luas seperti pantai lainnya di Nias. Dahulu Tureloto sama seperti pantai-pantai lain dengan hamparan pasir putih namun kemunculan batuan karang ke permukaan yang diakibatkan  surutnya air laut karena gempa tahun 2005 silam.

Gugusan karang yang berada di pantai ini juga ada di beberapa ratus meter dari bibir pantai. Deretan karangnya seolah membentengi laut dari ombak besar sehingga membentuknya seperti danau atau kolam alam. Bentuk karang-karang di sepanjang Pantai Tureloto sangatlah unik. Salah satu karangnya berbentuk setengah lingkaran menyerupai otak manusia terlihat menonjol dari lainnya, orang-orang pun menyebutnya dengan batu otak.

 

Kegiatan

Datanglah ke Pantai Tureloto saat tengah hari, panorama laut dan langit akan berpadu menciptakan gradasi biru kehijauan sejauh mata memandang. Warna menyejukan itu akan menarik Anda untuk segera menceburkan diri ke air.

Tidak perlu khawatir jika ingin bermain air maupun berenang di Pantai Tureloto, gugusan karang yang membentenginya berfungsi sebagai pemecah ombak. Bagi Anda yang tidak bisa berenang juga tidak perlu khawatir tenggelam dengan mudahnya Anda akan terapung di permukaan. Hal ini terjadi karena air lautnya memiliki kadar garam tinggi seperti air di Laut Mati, Yordania.

Keindahan itu tidak hanya disajikan di atas permukaan laut, kawasan Pantai Tureloto juga memiliki pesona keindahan bawah laut. Menelusuri keindahan pelbagai biota laut dengan menyelam kedalaman lautnya juga menjadi salah satu kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini.

 

Berkeliling

Jika Anda ingin menelusuri keindahan bawah laut yang menakjubkan di sekitar Pantai Tureloto maka bisa menyewa perahu nelayan menuju deretan karang terluar selama 10 menit perjalanan dari bibir pantai. Nikmati juga suasana pantai dengan berkeliling mengitarinya menggunakan perahu nelayan selama 30 menit. Mata Anda akan dimanjakan panorama gugusan karang yang menghiasi laut, serta menikmati ikan-ikan berenang di bawah laut dari atas perahu terutama saat cahaya Matahari menembus air lautnya yang jernih.

 

Berbelanja

Ketika Anda ingin meninggalkan Nias, jangan lupa berbelanja cenderamata berupa miniatur rumah adat Nias, patung kayu orang Nias, burung beo, gantungan kayu Baluse, kerajinan dari kerang, maupun makanan khas saat musim buah durian yaitu dodol durian.

 

Transportasi

Pantai Tureloto terletak di Kabupaten Nias Utara dan dapat dicapai sekira 2 jam dengan jalur darat dari Kota Gunung Sitoli. Tentunya Anda dengan mudah mencapai Kota Gunung Sitoli dengan jalur udara dari Bandar Udara Kualanamu (Medan) atau melalui jalur laut dari pelabuhan Sibolga.

Setiap penerbangan yang akan menuju Gunung Sitoli pasti akan transit di kota Medan dan melanjutkan perjalanan dengan maskapai Wings Air atau Garuda Indonesia. Perjalanan udara dari Medan ke Gunung Sitoli akan menempuh waktu selama 1 jam.

Anda juga bisa berangkat dari Padang dengan menggunakan penerbangan perintis maskapai penerbangan SMAC yang beroperasi hanya Senin dan Jumat. Dari Padang transit sebentar ke Pulau Telo kemudian dari sana langsung ke Bandar Udara Binaka.

Sedangkan untuk jalur laut dari Pelabuhan Sibolga akan menempuh waktu selama kurang lebih 10-16 jam tergantung dengan kondisi cuaca dan ombak. Ada dua kapal ferry yang akan mengantarkan Anda ke pelabuhan Gunung Sitoli yaitu, KM Cucut dan KM Poncan Moale.

KM Poncan Moale berangkat dari Sibolga setiap Senin, Rabu, dan Jumat; bertolak dari Gunung Sitoli setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. KM Cucut hanya beda sehari dengan KM Poncan Moale. Sedangkan di hari Minggu tidak kapal ferry yang berlayar dari Sibolga ke Gunung Sitoli.

Pembelian dan pemesanan tiket bisa dilakukan di Jalan Yos Sudarso Kota Gunung Sitoli, (Telp. 0639-21554) atau di Pelabuhan Sibolga (Sumatera Utara).  Ada alternatif kapal setiap Senin, Rabu dan Jumat tujuan Sibolga (Sumatera Utara)–Teluk Dalam (Nias Selatan). Pembelian dan pemesanan tiket bisa dilakukan di Pelabuhan Sibolga atau PT. Simeulue di Jalan Saunigaho (Telp. 0812 16 7033)

 

Akomodasi

Kawasan Pantai Tureloto sudah cukup memadai sebagai daerah wisata dengan fasilitas toilet dan kamar mandi umum, serta tempat makan. Nyaris tidak ada penginapan di sekitar pantai ini, jika ingin bermalam Anda bisa mencarinya di kota terdekat.

Jika Anda beruntung ada kamar kosong di Rumah Makan dan Penginapan Siang Malam di Jalan Soekarno No. 1 51, Kecamatan Lahewa.

Berikut referensi hotel terdekat dengan Kabupaten Nias Utara.

 

Hotel Soliga

Jl. Pangeran Diponegoro No. 432, Gunungsitoli, Sumatera Utara

Telepon: (0639) 22850

 

Miga Beach Hotel

Jl. Diponegoro No.507, Gn. Sitoli, Sumatera Utara

Telepon: 0813-9764-8200

 

Hotel Hidayat

Jl. Diponegoro No.137, Gn. Sitoli, Sumatera Utara

Telepon: (0639) 21709

 

Hotel Dian Otomasi

JL Yos Sudarso, Km. 3, 2, Ombolata Ulu, Gn. Sitol

Telepon: (0639) 22422

 

Kuliner

Kecamatan Lahewa dikenal sebagai salah satu pemasok sumber daya laut di Nias. Bagi Anda pecinta makanan laut segar, Lahewa merupakan tempat yang sesuai untuk pelbagai makanan lautnya. Salah satunya adalah Pantai Tureloto difasilitasi tempat makan yang menyediakan aneka hidangan laut.

Selain di Lahewa, Nias memiliki kuliner khas yang patut Anda coba juga, seperti ni’owuru yang terbuat dari daging babi diawetkan, atau Harinake merupakan irisan daging babi.

Jika Anda seorang Muslim, maka tidak perlu khawatir karena di sini juga tersedia makanan halal. Selain kedua makanan tadi juga ada gowi nihandro yaitu ubi tumbuk, godo-godo yang terbuat dari bulatan singkong atau ubi yang diparut yang direbus dan ditaburi kelapa. Juga pelbagai makanan dari olahan ikan seperti Kofo-kofo, babae, i’a budu, dan lainnya.

 

Tips

Pantai Tureloto ramai wisatawan di hari Minggu dan hari libur lainnya. Jika ingin merasakan suasa pantai eksklusif bisa mengunjunginya selain di akhir pekan.

Tidak dikenakan biaya tiket masuk Pantai Tureloto, kecuali untuk pemakaian kamar mandi umum.

Tidak ada akomodasi penginapan di sekitar pantai, pilihannya Anda bisa menginap di kota terdekat.

 

Alam, Sumatera Utara

Pantai Pandan: Menyusuri Keindahan Panorama Pesisir Tapanuli Tengah

Sekilas

Sengatan Matahari menyapa pagi di Pantai Pandan. Sebagian wisatawan berteduh di gazebo, sebagian lagi membiarkan kulit mereka bermandikan cahaya. Semuanya terhipnotis dengan pantai cantik yang sedang mereka tatap.

Bagi masyarakat Medan, Sibolga dan sekitarnya, nama Pantai Pandan bukanlah suatu hal yang baru. Ini memang destinasi favorit keluarga untuk mengisi musim liburan.  Pantai Pandan terletak di pesisir Sibolga, secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Sejak Tapanuli Tengah memisahkan diri dari Sibolga menjadi kabupaten mandiri, pariwisata setempat mulai digalangkan dan fokusnya dimulai dari daerah Pandan sebagai ibukota kabupaten. Kini fasilitas seperti hotel dan pusat jajanan pun mulai dibangun untuk wisatawan.

Pantai Pandan merupakan destinasi indah dengan air biru jernih dan pepohonan rindang. Pasirnya pun sangat halus, mengelilingi pantai dengan telanjang kaki bisa dijadikan opsi menarik. Saat kunjungan sedang ramai, sesekali akan terlihat rombongan bersepeda mengitari pantai.

Ombak di Pantai Pandan tidak besar, airnya tenang sepanjang tahun karena pantai ini secara geografis terletak di sebuah teluk. Gulungan ombak ganas dari Samudera Indonesia melemah ketika sampai di Pantai Pandan.

Ada cerita menarik mengenai kebudayaan setempat. Karena Letak Sibolga dan Tapanuli Tengah dekat dengan perbatasan Sumatera Barat, keseharian warga pun terpengaruh. Bahasa Batak yang dituturkan sudah tercampur dengan Bahasa Minang, menghasilkan aksen baru dan unik jika didengar  pendatang.

Kegiatan

Pantai Pandan aman untuk anak-anak karena ombaknya tidak terlalu besar, mereka dapat  berenang atau sekadar bermain air di sini. Jika ingin bersantai menikmati suasana angin sepoi maka sewalah tikar ataupun gazebo.

Selain itu, masih banyak yang bisa dieksplor dari Pantai Pandan. Nelayan di sekitar akan menghampiri dan menawarkan Anda pergi ke pulau sekitar. Ada Pulau Mursala yang memiliki air terjun cantik, juga Teluk Tapian Nauli yang menyuguhkan area menyelam.

Butuh waktu  2 jam untuk merambah ke tempat-tempat di atas, Anda pun harus menyewa kapal sekira Rp 2 juta, kapasitasnya mampu menampung maksimal 25 orang.

Bila hanya memiliki waktu sedikit namun tetap ingin berperahu, nelayan bisa mengantar Anda melihat Batu Lobang atau Batu Gajah di ujung teluk. Batu tersebut sangat besar, kira-kira berukuran dua kali truk dan bentuknya mirip seperti gajah. Anda harus mengeluarkan kocek Rp 10 ribu, waktu yang diperlukan untuk pulang pergi adalah 45 menit.

Tips

Matahari terbenam di Pantai Pandan luar biasa cantik. Datanglah ke sini menjelang senja dan nikmati langit jingga yang menakjubkan.

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai akomodasi dan transportasi di Tapanuli Tengah dan Sibolgabisa menghubungi Jelajah-acsu di akun Twitter @JELAJAH_acsu.

Transportasi

Kabupaten Tapanuli Tengah bisa diakses melalui jalur darat dan udara. Dari Medan, Bandara Kualanamu memiliki penerbangan setiap hari ke Bandara Pinangsori Sibolga dengan maskapai Wings Air.

Akses melalui darat pun terjangkau. Ada bus umum dan travel minibus jurusan Medan-Sibolga yang beroperasi setiap hari. Estimasi waktu tempuh dari Medan ke Sibolga melalui jalur darat adalah 10 jam namun jika menggunakan bus besar, Anda membutuhkan waktu lebih lama karena rute yang akan dilewati cukup sulit. Akan tetapi tenang saja, jerih payah selama perjalanan akan diimbangi oleh indahnya panorama Sumatera Utara. Anda akan melewati Danau Toba juga bukit-bukit nan hijau.

Mobil travel jurusan Medan-Sibolga yang bisa Anda gunakan diantaranya adalah: CV. Simpati: 081269466173, CV. Flores: 081269466173, atau CV. Bintang Utara: (061) 7862146.

Selain dari Medan, Anda juga bisa mencapai Kabupaten Tapanuli Tengah lewat Padang. Naiklah mobil travel jurusan Padang-Padangsidempuan, kemudian dilanjutkan dengan bus umum menuju Sibolga.

Untuk memesan travel Padang-Padangsidempuan, Anda bisa menghubungi:

Mandiri Tour and Travel Katanopan di nomor telepon: 082160208455

Akomodasi

Mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang ada di pesisir Pantai Pandan. Bumi Asih Pandan Beach Resort adalah yang paling mewah di sini, hotel berbintang empat ini bertatapan langsung dengan Pantai Pandan. Pilihan lain, Anda bisa menginap di Hotel Pandan Carita, Hotel Prima Indah, Hotel Marina Poncan, dan masih banyak lagi pilihan lainnya.

Kuliner

Seperti halnya pesisir pantai yang lain, Pantai Pandan pun dipenuhi warung makan yang menjajakan aneka hidangan laut. Akan tetapi, yang unik di sini masakan khas Batak memiliki citarasa yang dicampur dengan sentuhan Minang.

Alam, Sumatera Utara

Pantai Lagundri dan Pantai Sorake: Salah Satu dari 10 Lokasi Surfing Terbaik di Dunia

Sekilas

Sejak 1993, pantai ini terkuak kesempurnaanya untuk surfing oleh para penunggang papan selancar dunia. Mereka memacu adrenalin di lautan biru berselimutkan gulungan ombak dan bermandikan Matahari Tropis yang sanggup melenakan siapa pun. Tepat disebelah kanan teluknya, peselancar dunia itu  berlomba-lomba memburu angin yang membingkiskan untuk mereka lipatan ombak panjang dari arah selatan dan terus memukau lagi ketika bulan purnama pun tiba.

Pantai Lagundri dan Pantai Sorake bukan hanya memiliki lanskap panorama yang indah tetapi juga tersohor sebagai lokasi selancar (surfing) bertaraf internasional. Ketenaran kedua pantai tersebut kini disandingkan dengan deburan ombak menantang di Hawaii. Jarak antara Pantai Lagundri dan Pantai Sorake hanya 2 km, berlokasi sekira 12 km dari Telukdalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Penggila olahraga selancar dari mancanegara beduyun-duyun berkumpul di pantai ini pada April hingga September setiap tahunnya. Mereka akan menjajal lipatan gelombang yang tingginya mampu mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan. Beberapa di antaranya sangat diidamkan peselancar proffesional. Selain itu, panjang daya dorong ombak di kawasan ini nyatanya bisa mencapai 200 meter. Akan lebih menarik dan menantang ombaknya saat tiba bulan purnama!

Salah satu yang membuat ombak di Lagundri ini ideal bagi selancar adalah karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya teluk sehingga ombak akan mengalir  besar.

 

Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan yang rutin  diselenggarakan dimana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi lautannya.

 

 

Kegiatan

Selain airnya yang jernih dan pasir putih bersih, di pantai ini terbilang sepi terutama bila bukan musim lomba selancar. Oleh karena itu, kawasan ini ideal bagi Anda yang tidak menyukai keramaian dan ingin menikmati suasana pantai.

Apabila Anda belum berminat dengan olahraga selancar maka menyaksikan peselancar beraksi akan sangat mengasyikan. Biasanya lomba surfing digelar antara Juni hingga Juli dimana lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Warga lokal setempat terutama anak mudanya dapat menjadi pemandu dan pelatih apabila Anda ingin belajar selancar.  Mereka akan menjelaskan kepada Anda termasuk untuk memahami jenis ombak di kawasan ini.

Waktu terbaik untuk berselancar bagi pemula adalah pagi hari. Itu karena pagi hari ombaknya belum terlalu tinggi sehingga Anda tidak perlu mengayuh terlalu kuat untuk mendorong badan ke tengah laut. Apabila Anda ingin mencari ombak besar maka melautlah saat siang atau menjelang sore mengingat saat itu angin sudah makin kencang dan ombak pun semakin besar.

Umumnya kebanyakan wisatawan yang datang ke sini menghabiskan waktu mereka di laut. Mereka dengan sabar menantikan anginnya yang besar untuk membingkiskan gulungan ombak yang tinggi dan panjang.

Bermain ombak di sini tidak cukup sehari jadi pastinya Anda perlu bermalam di dekat pantai. Jangan takut bosan saat malam hari karena Anda dapat berjalan-jalan di tepi pantai atau bercengrama dengan penduduk setempat.

Langit di Pulau Nias menyuguhi ribuan kerlip bintang saat malam. Habiskan malam Anda dengan memandangi bintang sambil mendengar debur ombak dari kejauhan.

 

Akomodasi

Tersedia sekira 60 homestay berjejer tepat berada di bibir Pantai Lagundri Sorake. Tarifnya terbilang ekonomis yaitu mulai dari Rp75.000,- per malam dengan fasilitasnya adalah kasur dan bantal, kamar mandi di dalam, air bersih, listrik, kipas angin, serta kelambu.

Pilihan hotel berbintang tersedia di sini yaitu Sorake Beach Hotel

 

 

Kuliner

Beragam menu makanan tersedia di homestay di bibir Pantai Lagundri Sorake dimana untuk seporsi nasi goreng harganya Rp25.000,-.

Lihat tautan berikut untuk informasi jenis kuliner di Pulau Nias.

 

 

Transportasi

Anda dapat terbang sekira 55 menit dari Bandar Udara Polonia di Medan ke Bandara Binaka di Gunungsitoli. Ada maskapai penerbangan Merpati dan SMAC yang melayani jalur ini dengan tarifnya berkisar di angka Rp.500.000,-. Berikutnya lanjutkan perjalanan sekira 3 jam dengan kendaraan umum ke Pantai Lagundri, Sorake yang berada di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Kendaraan umum di sini berupa minibus dengan tarif Rp40.000,-. Jalur dari Gunungsitoli ke Pantai Lagundri dan Pantai Sorake ada dua yaitu pertama melewati Lahewa terus membelah Pulau Nias hingga ke Telukdalam. Jalur kedua menyusuri pantai melewati kota-kota kecamatan, yaitu: Gido, Bawolato, Idanogawo dan Lahusa.

 

Alternatif lain dari Kota Padang ada jalur darat dan udara. Melalui darat harus ke Sibolga sekira 6 jam kemudian menuju Gunungsitoli menggunakan kapal fery cepat selama 3 jam dengan tarif Rp100.000,-. Melalui jalur udara dengan penerbangan perintis SMAC yang beroperasi hanya hari Senin dan Jumat. Dari Padang transit ke Pulau Telo lalu terbang kembali ke Binaka. Tarif penerbanganya hanya Rp230.000,-.

 

Tips

  • Musim terbaik untuk menyaksikan lomba selancar adalah antara Juni atau Juli.
  • Bila Anda ingin mengabadikan aksi para peselancar maka perlu membawa lensa binocular untuk memfotonya. Untuk menyaksikan aksi peselancar di tengah laut bawalah juga teropong jarak jauh yang memadai.

Inderawi, Sumatera Utara

Oukup: Spa untuk Kesehatan ala Batak

Suku Batak dan Karo di Sumatera Utara percaya bahwa tumbuhan merupakan sumber kehidupan dan juga bermanfaat untuk kesehatan. Dikenal juga dengan nama lain martup atau oukup, sauna tradisional dari Sumatera Utara ini telah lama diterapkan di beberapa daerah seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Simalungun, bahkan di Nias.

Sejak dahulu wanita asli Batak meyakini bahwa oukup merupakan cara efektif untuk membersihkan tubuh pasca melahirkan, juga untuk melancarkan peredaran darah serta menghilangkan lemak dan bau badan. Secara tradisional, oukup merupakan perawatan yang menggabungkan teknik penguapan dan pengasapan dari rebusan air yang dibubuhi rempah tertentu, seperti akar-akaran, daun sereh, pacoli dan masih banyak lagi. Perawatan ini ternyata sudah dilakukan nenek moyang Suku Batak sejak masih tinggal di dalam gua

Pada dasarnya, oukup memberikan tiga efek manfaat, yakni efek segera seperti membuat tubuh rileks dan segar, efek jangka pendek seperti mengurangi nyeri otot, serta efek jangka panjang untuk penyembuhan beberapa penyakit dan peremajaan kulit.

Berikut ini penjelasan untuk manfaat-manfaat dari oukup.

Pembersih badan

Batak pesisir mengenal proses pembersihan badan yang disebut marpangir atau balimo. Tidak jauh berbeda dengan proses mandi biasa, hanya saja melibatkan sejumlah tumbuh-tumbuhan seperti sangge-sangge, urek usar, utte hambing, utte pangir, daun pandan, bunga sedap malam, bunga dilam, bunga tanjung, bunga cina, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Penurun panas

Untuk menyegarkan badan dan menurunkan suhu tubuh, tumbuhan seperti bunga paccur, bunga pandak kaki, bunga cina, bunga raya, bunga kembang semangkuk, dilarutkan bersamaan dengan gula dan air putih. Ramuan itu kemudian diminum.

Keseleo

Tumbuhan juga berguna untuk mengobati nyeri otot akibat keselo ataupun terkilir. Caranya, tanaman urat purba jolma dicampur dengan air mineral. Larutan itu bisa digunakan untuk memijat bagian tubuh yang sakit.

Meredakan Sakit Kepala

Khusus untuk meredakan sakit kepala, bahan-bahan yang digunakan adalah buah palo, hasior dan ragi. Bahan yang telah dicampur dengan air siap dibalurkan di atas kening.

Menjaga Stamina

Untuk menghasilkan energi dan menjaga keseimbangan cairan tubuh pun mampu dilakukan oleh tumbuhan. Caranya, cukup meminum ramuan dari daun basi-basi, oppu-oppu, dingin-dingin, daun pandan musang, daun dan buah jeruk purut, bunga cempaka, rimpang jahe, daun sirih, serta buah kundu.

Bedak Badan dan Wajah

Kali ini, tumbuhan difungsikan sebagai bedak untuk mengharumkan badan dan memperhalus wajah. Bahan yang digunakan antara lain hasior, buah munto dan air. Haluskan bahan dan balurkan ke seluruh tubuh sehabis mandi. Khusus untuk wajah, bahan yang dihaluskan adalah bareh, bunga melati, bunga culan, dan bunga mawar.

Anda yang ingin mencoba merasakan terapi uap oukup bila tidak sempat ke Sumatera Utara maka bisa mencobanya di Ibukota, yaitu Gaya Spa di Jalan Wolter Monginsidi No. 25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di Medan dan kota lain di Sumatera Utara, penerapan oukup lebih bervariasi seperti juga dijadikan air mandi, minuman, hingga obat luar.

Khusus di Gaya Spa, oukup dikolaborasikan lagi dengan perawatan yang memanjakan seluruh tubuh Anda. Oukup terlebih dahulu diawali dengan pijat ala Batak, perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki teknik pijat yang berbeda dan diilhami dengan filosofi-filosofi tertentu. Khusus di Batak, pemijatan dimulai dari kepala setelah itu barulah menurun ke bagian punggung, perut, tangan dan kaki. Ini dilakukan karena bagi orang Batak, kepala adalah bagian tubuh manusia yang paling dihormati. Karena alasan ini pula para terapis dilarang memijat dengan posisi tubuh di atas kepala tamu, melainkan di sampingnya.

Tahapan selanjutnya adalah pembersihan kulit dengan lulur tradisional berbahan dasar ketan hitam. Selain mengangkat sel-sel kulit mati, lulur tersebut juga mampu melembabkan kulit. Setelah itu, Anda dipersilahkan berendam di dalam air hangat yang sudah dicampurkan dengan air rebusan rempah selama. Tubuh kemudian dibilas dan siap menjalani tahap penguapan.

Saat proses penguapan, Anda cukup duduk di atas bangku bercelah sehingga uap rebusan rempah dapat melewatinya. Banyak spa-spa tradisional daerah yang juga mengaplikasikan mandi uap untuk merawat tubuh. Namun uniknya pada oukup, nenek moyang Suku Batak menggunakan tikar untuk membebat tubuh mereka agar uap terserap sempurna. Di Gaya Spa, penggunaan tikar digantikan dengan dua helai kain ulos. Penguapan ini berlangsung selama kurang lebih 10 menit, dan Anda baru diperbolehkan mandi selang 2 jam kemudian untuk menghindari masuk angin karena pori-pori masih terbuka. Proses penguapan akan membuat seseorang berkeringat dan mendetoksifikasi racun di dalam tubuh karena uap panas yang mengepul membawa saripati rempah ke seluruh permukaan tubuh.

Diadaptasi dari Rusmin Tumanggor, Sistem Kepercayaan Dan Pengobatan Tradisional: Studi Penggunaan Ramuan Tradisional Pada Masyarakat Barus Suku Bangsa Batak Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Jakarta , UI (Disertasi), 1999. 

Budaya, Sumatera Utara

Museum Batak dan TB Silalahi Center: Kepuasan Menikmati Sejarah dan Budaya Suku Batak

Sekilas

Kini jika Anda berkunjung ke Danau Toba maka jangan lewatkan untuk menyambangi TB Silalahi Center yang juga merupakan Museum Batak. Museum ini terletak di pinggir Danau Toba tepatnya di Desa Pagar Batu Jl.Pagar Silalahi, No. 88, Kota Balige, atau berjarak sekitar 250 km dari Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara.  Museum ini merupakan kompleks yang didedikasikan untuk pelestarian nilai-nilai budaya Sumatera Utara khususnya suku Batak.

Museum ini didirikan oleh Tiopan Bernhard Silalahi yang merupakan seorang putra Batak kelahiran Balige. TB Silalahi sendiri telah memainkan peranan penting di Sumatera Utara dan sejarah Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Sekjen Departemen Pertambangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993-1998) dan saat ini merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.

Museum ini resmi dibuka untuk umum sejak 18 Januari 2011. Dibangun sebagai simbol pemersatu dari berbagai etnis Batak yang berbeda, yaitu: Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Angkola, Batak Pakpak atau Dairi, dan Batak Karo.

Apabila dilihat dari depan, museum ini berbentuk kotak berwarna abu-abu namun jika Anda perhatikan, dinding museum ini berbentuk gorga batak yang dibentuk dari ribuan lubang-lubang di dindingnya.

Museum Batak berdiri megah di tengah kompleks TB Silalahi Center dengan desain modern dengan eksterior alumunium. Bangunan museum terdiri dari tiga lantai dengan desain konsep futuristik namun tetap bernuasa budaya Batak. Lantai dasarnya merupakan ruangan terbuka yang merupakan area pameran untuk berbagai patung batu khas tradisional Batak. Lantai 2 dan 3 merupakan area utama pameran museum sekaligus menyajikan pemandangan indah halaman museum dan Danau Toba. Di dua lantai itu juga terdapat patung perunggu dari Si Raja Batak setinggi 7 meter yang berdiri gagah sebagai personifikasi dari nilai-nilai tradisional Batak.

Etnis Batak sendiri telah mengenal nilai-nilai kebudayaan sejak zaman kuno. Mereka memiliki tulisan dan bahasa lisan sendiri serta memiliki filosofi yang mengatur sosial-kultural menyangkut masyarakat dan budayanya.  Filosofi Batak tersebut menjadi kerangka yang meliputi hubungan antar kerabat dan hubungan perkawinan yang mempersatukan kelompoknya.

Museum Batak dianggap sebagai salah satu museum paling modern di Indonesia. Semua koleksi diinterpretasi pada layar dalam bahasa Indonesia dan Inggris dengan penjelasan singkat. Di sini tersimpan semua koleksi berharga, salah satunya adalah ulos yang diyakini berusia 500 tahun, yaitu kain. Ulos merupakan kain tenun tradisional Batak dan sempurna untuk oleh-oleh setelah Anda mengunjungi Sumatera Utara.

Tersimpan pula kitab kuno Batak yang berasal dari tahun 1800, senjata tradisional, berbagai jenis perhiasan, peralatan pertanian, dan koleksi lainnya juga dipamerkan di sini dalam presentasi yang sangat indah.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan klik: http://www.museumbataktbsilalahicenter.com

 

Kegiatan

Berkunjung ke TB Silalahi Center sangat berguna bagi Anda terutama mempelajari sejarah dan budaya suku Batak. Sebuah TV layar datar yang cukup besar berukuran 4 x 6 meter akan menayangkan untuk Anda benda-benda koleksi yang terdapat di dalam museum juga penayangan film-film pendidikan dan kebudayaan. Ada kepuasan tersendiri melihat dan menyaksikan benda-benda bersejarah milik warga Batak tersebut.

Anda juga bisa menikmati pemandangan Danau Toba yang indah dari sini. Kompleks ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengunjung seperti restoran, kafetaria, dan toko seni. Museum Batak ini juga memiliki taman yang sangat indah baik siang maupun malam hari.

Tidak jauh dari TB SIlalahi Center terdapat makam pahlawan sisingamangaraja yang patut untuk dikunjungi. Sebagai alternatif Anda bisa berkunjung pasar tradisional Balige untuk membeli buah-buahan dan sayuran segar.

 

Kuliner

Makanan yang ada di Balige cukup terbatas bagi kaum muslim. Makanan yang terdapat di Balige diantaranya adalah Sate Buyung asli Pariaman, Bakso Pujorahayu, Mie Lily, Bakso Malang, Bakso Mas Monok, Rujak, Pecal Ayam dan Pecal di Oi Nan Raja.

Adapun Rumah Makan yang terdapat di Balige diantaranya adalah Rumah Makan Gumarang, Rumah Makan Bundo Kandung, Rumah Makan Suryo Bundo, Rumah Makan Berkah, Rumah Makan Jaya, Rumah Makan Lonsay, dan Rumah Makan Bukittingi di Lagu Boti.

Berbelanja

Terdapat toko sovenir di Area TB Silalahi Center. Anda juga bisa membeli buah-buahan dan sayuran segar di Pasar Tradisional Balige.

 

Transportasi

Terletak sekitar 250 km dari Medan, TB Silalahi Center terletak di kota kecil Balige atau sekitar 5-6 jam perjalanan dari Medan. Menyewa mobil akan menjadi cara terbaik untuk mencapai tempat ini. Anda dapat menggunakan transportasi umum yang dikenal dengan KBT (Koperasi Bintang Tapanuli) dengan ongkos sekitar Rp50.000.,-

 

Akomodasi

Ada sejumlah hotel dan penginapan di dekat TB Silalahi Center dan sekitar kawasan Danau Toba. Untuk pilihan akomodasi lebih lanjut Anda dapat merujuk pada cari hotel.

Berikut beberapa hotel yang paling dekat dengan TB Silalahi Center.

Hotel Tiara Bunga

Jl. Tuktuk Tarabunga Desa Tarabunga, Kec. Tampahan-Balige

Kabupaten Toba Samosir – Sumatera Utara

Telp. 0632-7000466, HP. 081260062002 or 0812 6350 363,

Fax. 0632-322466

Email : tiarabunga_htl@yahoo.co.id or info@hoteltiarabunga.com

Website:  http://www.hoteltiarabunga.com/

 

Ompuherti Hotel

Jl. Pemandian No. 2, Lumban Silintong – Balige – Tobasa

Telp:  0632 – 215572, 21582 F

Fax: 0632 – 322466

Email: ompuherti_htl@yahoo.co.id