Category Archives: Sport Tourism

Kepulauan Riau, Sport Tourism

Ria Bintan Golf : Ayo Bermain Golf di Pulau Tropis nan Indah

Sekilas

Resor Ria Bintan merupakan resor sekaligus lapangan golf di Bintan yang berada di antara pantai berpasir putih dan air jernih biru kehijauan. Tempat ini menyajikan panorama alam nan indah dilengkapi perpaduan antara hutan tropis dan gugusan nyiur. Pantainya berarus tenang hampir sepanjang tahun dan berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Pulau tropis ini memang diproyeksikan sebagai pulau wisata dan peristirahatan.

Dibangun di atas lahan seluas 447 hektar dan dikembangkan terus secara bertahap,  tempat ini memiliki hotel Club Med Ria Bintan, dua lapangan golf dengan 18 hole, sebuah gedung club dilengkapi fasilitas rekreasi, dan 1500 resor yang menghadap ke laut. Pantai-pantai indah di sekitarnya telah dihiasi berbagai fasilitas berkelas.

Ria Bintan Golf yang memiliki kelas dan reputasi bertaraf internasional. Dengan empat lapangan golf yang dirancang oleh pegolf terkenal, Gary Player, Greg Norman, Jack Nicklous dan Ian Baker, kawasan ini memiliki prestise tersendiri. Letak lapangan golf ini menghadap ke laut dan berada di tepi hutan menjadikannya memiliki kekhasan khusus. Para peggemar golf dari berbagai handicap akan menemukan tantangan dan inspirasi sesuai keinginannya.

Lapangan yang menghadap ke laut dengan 18-hole dan sembilan lubang pertama dari lapangan 18-hole yang menghadap ke hutan tropis dibuka satu demi satu Oktober 1998 dan Desember 2000. Ria Bintan Golf club masuk dalam 100 lapangan golf paling terbaik versi majalah Golf Digest. Ria Bintan Golf juga pernah memenangkan runner-up pertama untuk kategori Resor Golf Terbaik di Asia, Lapangan Terbaik di Indonesia, juga Par 4 Terbaik di Asia dalam Asian Golf Award 2000 yang diadakan setiap bulan.

Akomodasi

Hotel berbintang dengan pelayanan super mewah dan memanjakan adalah pilihan utama menikmati keindahan alam dan bermain golf di Bintan.  Resor Club Med Ria Bintan menawarkan 302 kamar yang menghadap ke pantai. Tempat ini dibuka akhir tahun 1997 dan hingga kini terus memikat wisatawan mancanegara.

500 resor pertama yang menghadap ke pantai dibangun di atas lahan seluas 22 hektar berdampingan dengan Resor Club Med. Tempat ini juga menawarkan fasilitas lapangan golf dengan 36-hole yang didesain oleh Gary Player. Anda tentunya juga akan mendapati fasilitas mewah lainnya di tempat ini. Akomodasi tersebut sebaiknya dipesan sebelumnya dengan menghubungi pihak berikut.

Kepulauan Riau 29152. Indonesia

Telp : 0770 692839

Fax  : 0770 692837

Website : www.riabintan.com

Email : golf@riabintan.co.id

Jakarta Sales Office

Telp. No. [021] 571 2238 Ext. 124

Fax. No. [021] 571 1813

Wisma BCA, Tower II, 5A Floor

Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23

Jakarta 12920

Email  : jso@riabintan.co.id

Transportasi

Ria Bintan Golf mudah dijangkau dari berbagai tempat menggunakan transportasi laut. Dari pulau Batam, 3 pelabuhan penumpang di Bintan dapat dijangkau menggunakan perahu motor dengan biaya Rp50.000,-. Beberapa kapal penumpang juga berangkat dari dan menuju Tanjung Pinang di Bintan bagian selatan tiap harinya.

Alamat Golf Club:

Jl. Perigi Raja Parcel A11, Lagoi, Bintan Utara, Kepulauan Riau 29152.

Informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat website Bintan Resorts site.

Kepulauan Riau, Sport Tourism

Mengenal Lebih Dekat Olahraga Woodball

Indonesia kerap kali berprestasi dalam kejuaraan dunia woodball atau bola kayu. Prestasinya dimulai dari tahun 2009 dengan menempati peringkat tiga dunia, lalu pada 2016 menduduki peringkat satu dunia. Seperti apakah olahraga Woodball itu?

Woodball memiliki banyak kemiripan dengan cabang olahraga golf. Hanya saja, golf memiliki 12 fairway, sedangkan woodball memiliki 24 fairway sehingga pukulan yang diperlukan lebih banyak. Akan tetapi, cara memukul, aturan swing dan mekanisme permainan diadopsi dari golf. Pemain diwajibkan memukul bola dan memasukkannya ke gate atau gawang yang sudah disediakan. Peserta yang memukul paling sedikit keluar sebagai juara. Dalam permainan ini terdapat juga pinalti dan pelanggaran. Misalnya, denda satu pukulan jika bola yang dipukul pemain keluar dari garis yang sudah ditetapkan.

Olahraga ini sudah terdaftar di dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) dan memiliki Kejuaraan Nasional tersendiri. Woodball dapat dimainkan di lapangan rumput ataupun di pantai. Peralatan dan persiapan yang diperlukan untuk olahraga ini antara lain mallet, bola, gawang dan lapangan sekira satu hektar. Mallet adalah sejenis stick yang digunakan untuk memukul bola, terbuat dari kayu dan karet. Ujung stick dibuat mirip seperti bentuk botol cola atau bir.

Salah satu keunggulan dari olahraga ini adalah dapat mencakup semua umur dan segala postur tubuh. Ahris Sumarianto, salah satu juara dunia Woodball, mengatakan bahwa kemampuan yang paling dibutuhkan adalah feeling, akurasi dan ketenangan. Fisik yang prima lebih dibutuhkan oleh peserta Woodball pantai karena Matahari lebih terik.

“Dilihat dari luar, pukulan memang tenang, tapi sebenarnya kalau sudah tidak kuat pukulan itu goyang,” jelas Ahris Sumarianto.

Woodball pantai inilah yang dijadikan kategori bergengsi pada event 1st Beach Woodball World Cup Championship 2017 yang diselenggarakan di Bintan Lagoon Resort. Resor ini sendiri sudah terkenal sebagai resor terbesar dengan luas area sekira 300 hektar, berikut dua lapangan golf yang juga dimanfaatkan sebagai area untuk kejuaraan dunia Woodball di atas. Bintan Lagoon Resort juga unggul akan garis pantainya yang panjang dipagari pasir halus berwarna cokelat muda. Fasilitas-fasilitas tersebut membuat lanskap resor ini begitu mewah dan memanjakan mata.

Alam, Sport Tourism

Paralayang di Puncak Bogor: Bagai Melayang di Angin Surga

Sekilas

Angin kencang berhembus tertangkap windsock, kantung terbang penunjuk arah angin. Seketika itu pula para porter mengurai lebar sebuah paralayang bergulung yang terbungkus rapat di backpack raksasa yang tertumpuk dekat pos pendaftaran. Salah seorang anggota Federasi Aerosport Indonesia langsung menyambut undangan alam itu untuk terbang merobek kabut tipis yang juga sudah lama ditunggu oleh seorang wisatawan asal Maroko. Angin yang menerpa dari arah bawah bukit di depan lAndasan pacu sangat tepat sekali untuk mulai melangit, dimana payung akan cepat membuka dan mengembang.

Wisatawan lainnya dari Arab Saudi sibuk meyakinkan satu sama lain untuk terbang di tiupan angin berikutnya. Sudah belasan tahun tempat di salah satu bukit tertinggi yang berhias pohon teh di kawasan Puncak Cisarua, Bogor ini menjadi tujuan berlibur wisatawan asal negara-negara Timur Tengah. Bagi mereka, kecantikan lembah di kawasan dataran tinggi Puncak seakan menyuguhkan replika nyata tentang surga yang hijau, dimana di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Muneer, wisatawan asal Yordania menaiki anak tangga dengan wajah ceria, kembali dari pendaratan mulus di bukit sebelah. Ia disambut ibu dan istrinya yang berkerudung hitam. Apapun yang dikatakan Muneer telah membuat istrinya iri sekaligus bahagia. Bagaimana tidak, angin Puncak sangatlah sejuk menerpa wajah, tapi jauh lebih sejuk bila Anda di atas sana, di langit bersama kabut. Tapi 25 menit bersama awan adalah menit-menit terindah bagi pAndangan, perasaan, dan sensasi Anda; duduk bertandem dengan pilot Anda, tanpa lantai untuk dipijak, tanpa kursi dengan sAndaran, dan tanpa mesin yang terprogram. Hebatnya, semua berjalan begitu mulus, hening, dan memuaskan, hingga Anda lupa telah memekik kegirangan seperti suara-suara di sebuah playgroup! Lupakan pengalaman ini, dan pastilah perlu seumur hidup untuk mencobanya.

Adalah Pak Karom, seorang pegawai perkebunan teh, begitu berbinar mendapat kepercayaan untuk membawa kantung backpack. Bulan Juli hingga September dan menjelang Iedul Adha adalah waktu-waktu terbaik baginya sebagai porter. Tapi para pilot paralayang tandem jauh lebih sumringah. Bagi wisatawan asal Timur Tengah harga Rp 300.000 untuk sekali terbang di bawah payung paralayang yang dikendalikan seorang pilot berpengalaman untuk sekitar 25 menit  di langit Puncak yang mempesona terhitung murah. Wisatawan asal Indonesia yang ingin merasakan sensasi yang sama, dikenakan harga yang tidak berbeda. Hampir tiap hari di bulan ramai, puluhan wisatawan pergi melangit, jelas Pak Karom seraya menyiapkan batang kayu Kaliandra untuk membakar jagung pesanan yang mulai mewangi di atas tungku depan warung yang berjajar.

Transportasi

Lihat bagaimana mencapai Bogor di artikel terkait.

Setelah melalui Jalan Tol Jagorawi, Anda akan menuju ke arah Cisarua dengan melalui daerah padat kendaraan di sekitar Ciawi, Megamendung, dan Cisarua. Pada akhir pekan, kondisi lalu lintas selalunya menjadi sangat padat dan antrian panjang tidak dapat dihindari. Selagi mengantri, silakan nikmati berbagai sajian di tepi jalan yang tersedia di warung-warung hingga restoran atau café yang nyaman. Bila Anda telah melewati Mesjid Atta Awun di Puncak yang sangat menawan dari kejauhan maka tidak lama lagi Anda akan memasuki kawasan pintu masuk landasan pacu paralayang Puncak.

Bila Anda datang dari arah Kota Cianjur, pintu masuk akan Anda temui setelah Anda menuruni Puncak Pass dan tentunya sebelum Mesjid Atta Awun. Sebaiknya Anda lebih sering menanyakan kepada penduduk di sekitar agar tidak terlewat.

Di kawasan Puncak Bogor, kendaraan umum yang sering digunakan ialah angkot dan ojek. Bus terkadang  agak sulit untuk dijadikan transportasi wisata yang nyaman digunakan, karena lamanya waktu menunggu. Bila Anda masuk ke area pengunjung landasan pacu paragliding, tiket masuk akan dikenakan bagi Anda dengan harga berbeda tergantung bagaimana Anda mencapai tempat tersebut. Bila berjalan kaki, tiket hanya Rp2.000,00 saja. Sedangkan bila menggunakan kendaraan roda dua, tambahan biaya sebesar Rp3.000,00 akan dikenakan. Bila Anda membawa kendaraan roda empat, maka akan dikenakan biaya tambahan di luar biaya per kepala sebesar Rp5.000,00

Tips

Jalan berbatu tanpa pengerasan aspal akan Anda lalui. Jadi hati-hatilah terutama bila Anda mengendarai sepeda motor, karena cuaca Puncak yang sejuk dan lembab dapat menjadikan batu-batu pengeras jalan menjadi basah. Jalanan pun sempit dan cukup untuk satu mobil saja di satu bagian, dan di bagian lain cukup untuk memarkirkan kendaraan Anda dengan nyaman.

Jawa Barat, Sport Tourism

Menikmati Keindahan Puncak Bogor dengan Paralayang

Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, sudah lama popular sebagai daerah tujuan wisata yang menyuguhkan lansekap pegunungan disertai kebun teh dengan hawa sejuk. Rupanya di sana juga ada cara lain untuk menikmati keindahan alamnya yaitu dengan aktivitas paralayang yang dapat membawa Anda terbang ribuan kaki di atas hijaunya kawasan Puncak.

Parayalang merupakan olahraga terbang bebas menggunakan parasut. Lepas landasnya hanya mengandalkan kecepatan angin tanpa bantuan mesin sama sekali. Paralayang di Puncak pertama kali diresmikan sekitar tahun 1990-an oleh Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Saat itu titik lokasinya berada tidak jauh dari Masjid At-Ta’awun, sekitar 700 meter.

Anda yang belum memiliki peralatan maupun lisensi paralayang tidak perlu khawatir, ada banyak operator parayalang dengan instruktur atau pilot berpengalaman yang siap membawa Anda melihat bentang alam puncak. Penerbangan bersama instruktur disebut dengan tandem. Karena parasut yang digunakan cukup lebar yakni sekira 10 meter, seorang instruktur dan penumpang dapat terbang bersama sekaligus. Posisi instruktur berada di belakang dan penumpang ditempatkan di depan.  Instruktur paralayang di Puncak juga kerap disebut paraboy. Mereka merupakan penerbang-penerbang paralayang yang tangguh, banyak diantaranya yang sering memenangkan kejuaran nasional paralayang.

Saat hendak terbang, ada formulir yang harus diisi. Anda pun diwajibkan menggunakan pelindung diri yang disebut harness, helm, juga sepatu agar pendaratan di atas tanah lebih aman. Disarankan untuk menggunakan celana panjang karena udara yang dingin dan demi keselamatan Anda saat mendarat.

Nikmatilah 10-15 menit berayun-ayun di atas udara sambil melihat cantiknya perbukitan dan tebing. Biasanya ketinggian yang diberlakukan untuk penumpang adalah sekira 1.500-1.900 kaki namun atlet paralayang profesional mampu terbang hingga 3000 kaki dan bahkan beralih dari satu pegunungan ke pegunungan lain. Saat di udara, Anda dapat berkomunikasi seperti biasa dengan instruktur, bahkan mengambil gambar dari ketinggian (aerial) dilatari kawasan hijau Puncak.

Ketika hendak mendarat, pastikan kaki-kaki dibentangkan lurus ke depan sesuai prosedur. Kru operator akan membantu Anda mendarat kemudian merapikan parasut serta peralatan lainnya. Tidak ada batasan usia untuk menikmati ini tetapi ada batasan berat badan dimana instruktur hanya mampu membawa penumpang dengan bobot 25-95 kilogram. Semakin baik cuaca maka instruktur semakin lancar membawa penumpang yang lebih berat.

Anda dapat mengubungi operator paralayang yakni Fly Puncak di www.flypuncak.com dan Paragliding Indonesia di www.paragliding-indonesia.com untuk bisa mendapatkan pengalaman ini. Biaya yang dibutuhkan berkisar Rp300 ribu untuk sekali terbang. Jika Anda datang bersama dengan kelompok  minimal 5 orang maka ada potongan harga sebesar Rp25 ribu per orangnya.

Acara, Sport Tourism

Internasional Krui Pro 2018 di Pantai Tanjung Setia Lampung

Lampung kembali menjadi tuan rumah salah satu rangkaian kompetisi surfing kelas dunia. Internasional Krui Pro 2018 akan berlangsung 15-20 April 2018 di Pantai Tanjung Setia, Pesisir Barat, Lampung. International Krui Pro dihelat oleh World Surf League (WSL), Asian Surfing Championship (ASC), dan Indonesian Wave Surfing Association (PSOI). Krui Pro tahun ini lebih menantang karena kategori yang dilombakan naik kelas, yakni menjadi qualification series (QS) 1500 untuk pria dan wanita. Selama 5 hari sebanyak 96 surfer mancanegara akan ambil bagian dalam ajang ini.

Pantai Tanjung Setia sendiri merupakan pantai di jalur arus besar Samudera Hindia yang memiliki ombak relatif konstan. Menjadi salah satu pantai yang masih jarang dikunjungi wisatawan membuat pantai ini disebut mutiara tersembunyi, terlebih akses ke lokasinya yang terpencil. Ombak Pantai Tanjung Setia begitu sempurna karena ketinggiannya mencapai 7 meter. Ombak yang ada tidak hanya tinggi tetapi juga memiliki panjang mencapai 200 meter.

http://Krui Pro Surfing, Tanjung Setia Lampung

Oleh karen itu, pantai ini menjadi tujuan selancar dari berbagai penjuru dunia. Bahkan, ombaknya dianggap sangat eksotis dan salah satu terbaik di dunia hasil survey peselancar dunia. Ombak yang tinggi di pantai ini biasanya berlangsung bulan April hingga Agustus. Tercatat ada 19 lokasi selancar dengan karakter beragam di Krui. Mulai kelas pemula (Grade C) hingga kelas profesional (Grade A). Inilah yang membuatnya menjadi favorit para peselancar dunia dan disandingkan dengan Bali, Mentawai, Nias, dan Lombok.

Beberapa lokasi selancar yang popular di kawasan ini adalah Pugung Penengahan (Jimmy’s), Pugung Walur (Honey Smack), Pugung Tampak (Jenny’s), Karang Nyimbor (Ujung Bocur), Way Jambu (Sumatran Pipeline), dan Labuhan Jukung (Krui Left). Tempat berselancar Ujung Bocor biasa disebut Karang Nyimbor yang mempunyai kesamaan dengan Uluwatu di Bali. Di sini Anda tidak hanya bisa menikmati ombak yang tinggi tetapi juga menikmati panjangnya ombak yang mencapai 200 Meter. Di Way Jambu merupakan tempat favorit selancar yang ingin menikmati dasyatnya ombak Tanjung Setia. Peselancar biasa menyebutnya Pipeline atau Setan Sejati bagi Nelayan Lokal. Ketiga, Jimmy merupakan satu gelombang indah yang ada di Pantai Tanjung Setia. Berselancar disini sangat menyenangkan sekaligus menikmati suasana pantai yang ramah dengan hamparan pasir putih.

http://Krui Pro Surfing, Tanjung Setia Lampung

Kabupaten Pesisir Barat merupakan destinasi yang memanjakan para peselancar. Ada Pantai Tanjung Setia, Pantai Mandiri, juga Pantai Bocur, Karang Nyimbor, Way Jambu, Way Redak, Labuhan Jukung, dan Pugung Tampak memiliki keunggulan dan karakter ombaknya berbeda. Bocur, Way Jambu dan Karang Nyimbor cocok bagi peselancar yang sudah berada di tingkat mahir, sementara Way Redak dan Labuhan Jukung diperuntukkan bagi pemula.

Untuk mencapai Pantai Tanjung Setia, lokasinya berada di sepanjang Pantai Barat, tepatnya di Desa Tanjung Setia, Kabupaten Lampung Barat, dekat dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Letaknya sekira 273 km dari Bandar Lampung atau menempuh perjalanan hingga 6-8 jam. Untuk akomodasi, tersedia bungalow ataupun penginapan di sekitar pantai ini dengan harganya sangat terjangkau berkisar Rp100.000,- hingga Rp250.000 per malam.

Video via: Asian Surf Co

 

Budaya, Riau, Sport Tourism

Pacu Jalur: Pesta Rakyat dan Daya Magis Kuantan Singingi

Pacu jalur bisa jadi adalah perhelatan yang paling besar dan dinanti warga Kuantan Singingi, di Provinsi Riau. Atraksi budaya yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut merupakan tradisi yang paling menarik untuk Anda saksikan pada bulan Agustus di Kuansing. Ratusan jalur (baca: bahasa setempat untuk perahu kayu gelondongan) akan saling beradu cepat di Tepian Narosa Teluk Kuantan hingga hanya akan muncul satu yang tercepat selama 3 hari perhelatan lomba.

Jalur sendiri adalah sejenis perahu yang dibuat dari batang kayu utuh yang tanpa dibelah, dipotong atau disambung. Perahu dari kayu gelondongan ini begitu kukuh sehingga saat berpacu tidak dikhawatirkan pecah, Meski ramping, sebuah jalur akan sedap dipandang karena dihiasi ukiran, warna, dan ornamen penghias. Lebih dari itu, setiap sebuah jalur memendam saya magisnya masing-masing.

Penggunaan jalur sendiri sudah berlangsung sejak abad ke-17. Awalnya digunakan warga di sepanjang Sungai Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti di hilir-nya. Masyarakat Kuantan Singingi menggunakan jalur sebagai sarana transportasi mengangkut dan memindahkan angkut hasil bumi seperti pisang dan tebu, serta berfungsi untuk mengangkut sekitar 40 orang sekaligus.

Seiring waktu, akhirnya jalur benar-benar digunakan sebagai alat angkut penting bagi warga Kuantan Singingi. Kemudian mereka pun menghias masing-masing jalur sebagai alat transportasi dengan ukiran indah berupa kepala ular, buaya, atau harimau pada bagian lambung maupun selembayungnya. Jalur juga dihiasi dengan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang), serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri).

Bahkan, perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut tetapi juga menunjukkan identitas sosial. Seperti misalnya hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias rumit.

Baru pada tahun 1903  jalur tidak hanya sebagai alat transportasi tetapi warga menggelar acara lomba adu kecepatan antar jalur yang hingga saat ini dikenal dengan nama Pacu Jalur artinya jalur yang dipacukan (dilombakan) atau lomba jalur. Saat itu, pacu jalur diselenggarakan di kampung-kampung di sepanjang di Sungai Batang Kuantan untuk memperingati hari besar Islam serta menyambut tamu-tamu terhormat seperti  raja, sultan yang berkunjung ke Rantau Kuantan.

Pada masa Hindia Belanda pacu jalur diadakan untuk memeriahkan perayaan adat, kenduri rakyat dan untuk memperingati hari kelahiran Ratu Belanda Wilhelmina yang jatuh pada 31 Agustus – 2 september. Perayaan pacu jalur tersebut dilombakan selama 2-3 hari, tergantung pada jumlah jalur yang ikut pacu.

Kini, pacu jalur diadakan bertepatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesiapada di bulan Agustus dan selalu dimeriahkan oleh ratusan jalur dan melibatkan ribuan pendayung. Tradisi pacu jalur sampai sekarang dilestarikan dan telah menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Sangingi dan masuk dalam kalender tahunan pariwisata nasional di Kementerian Pariwisata. Selain perlombaan pacu jalur, dalam pesta rakyat ini juga terdapat rangkaian tontonan lainnya, di antaranya Pekan Raya, Pertunjukan Sanggar Tari, pementasan lagu daerah, Randai Kuantan Singingi, dan pementasan kesenian tradisional lainnya dari kabupaten atau kota di Riau

Kemeriahan festival pacu jalur mampu menarik ribuan orang karena telah menjadi pesta rakyat yang terbilang sangat meriah. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pacu Jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, segala upaya, dan segala keringat yang mereka keluarkan untuk mencari penghidupan selama setahun. Oleh sebab itu, masyarakat Kuantan Singingi dan sekitamya tumpah ruah menyaksikan acara yang ditunggu-tunggu. Bahkan, warga asli yang tengah merantau ke daerah lain di Indonesia dan luar negeri akan menyempatkan pulang sejenak untuk menyaksikan kemeriahan pesta rakyat ini.

Pacu jalur menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan dengan panjang 25 – 40 meter dan lebar bagian tengah kir-kira 1,3 m hingga 1,5 meter serta mampu menampung 40 – 60 pendayung (anak pacu) yang mengenakan pakaian adat atau kostum berwarna-warni. Menurut masyarakat setempat jalur adalah ‘perahu besar’ terbuat dari kayu bulat tanpa sambungan dengan kapasitas 45-60 orang pendayung. Setiap jalur akan berisi anggota tim yang disebut ‘anak pacu’ dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti‘tukang concang’ yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba, dan ‘tukang pinggang’ yang menjadi juru mudi. Ada juga ‘tukang onjai’ yang bertugas memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badannya, dan ‘tukang tari’ yang membantu ‘tukang onjai’ dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama.

Perlombaannya sendiri dimulai dengan cara cukup unik, yaitu membunyikan meriam sebanyak tiga kali dari bibir sungai sebagai tanda dimulainya lomba. Saat dentuman meriam pertama kali, jalur yang telah ditentukan berlomba berdasarkan urutannya akan berjejer di garis start. Saat dentuman kedua terdengar, jalur-jalur berada dalam posisi siap untuk mengayuh dayung lalu saat wasit membunyikan meriam untuk yang ketiga kalinya maka perlombaan pun dimulai.

Perlombaan Pacu Jalur Taluk Kuantan memakai penilaian sistem gugur dimana peserta yang kalah tidak boleh turut bermain kembali. Pemenangnya akan saling beradu kembali untuk mendapatkan pemenang utama. Selain itu, juga diterapkan sistem setengah kompetisi dimana setiap regu akan bermain beberapa kali lalu regu yang selalu menang hingga perlombaan terakhir akan menjadi juaranya.

Selain sebagai acara olahraga adu kekuatan mendayung, dalam pacu jalur juga melibatkan teknik dan strategi yang akan menentukan kemenangan. Bahkan, masyarakat sekitar sangat percaya bahwa pacu jalur bukan semata olahraga dayung melainkan seni dan olah batin dimana justru banyak kemenangan dalam perlombaan ini ditentukan dari olah batin pawang perahu atau dukun perahu. Jadi, dalam pacu jalur bahwa ukuran dan kapasitas jalur serta jumlah peserta pacu dalam lomba ini tidak dipersoalkan karena justru penentu kemenangan sebuah jalur lebih banyak ditentukan dari kekuatan magis yang ada pada kayu yang dijadikan jalur dan kekuatan kesaktian sang pawang dalam mengendalikan jalur.

Keyakinan magis tersebut dapat dilihat dari keseluruhan acara, yakni mulai dari persiapan pemilihan kayu, pembuatan perahu, penarikan perahu, hingga acara perlombaan dimulai, yang selalu diiringi ritual magis. Itu karena sebuah sebuah jalur dibuat dengan rangkaian persiapan khusus. Awalnya akan ada rapek kampung (musyawarah) yang dihadiri berbagai unsur pemuka adat, cendekiawan, kaum ibu dan pemuda, serta dipimpin seorang pemuka adat. Setelah disepakati pembuatannya maka dimulailah pencarian kayu yang memenuhi persyaratan terutama kualitas, ukuran serta bobot magisnya. Tidak itu saja, pencarian ini akan mempertimbangkan peranan pawang karena kayu yang dipilih harus dapat mendukung untuk dapat ditungangi sebanyak 40-80 orang anak pacu.

Jenis kayu yang dipilih adalah dari jenis kayu banio, kulim kuyiang atau lainnya. Kayu tersebut harus lurus panjangnya sekira 25-30 meter dengan garis tengah 1-2 meter dan mempunyai mambang (sejenis makhluk halus). Sesudah pilihan ditentukan dibuatlah upacara semah agar kayu itu tidak “hilang” secara gaib.

Kayu yang sudah disemah oleh pawang akan ditebang dengan alat kapak dan beliung kemudian dahan dan ranting dipisahkan. Saat memotong ujung kayu yang sudah bersih diabung (dipotong) ujungnya menurut ukuran tertentu sesuai dengan panjang jalur yang akan dibuat kemudian kulit kayu dikupas, diukur dibagi atas bagian haluan, telinga, lambung, dan kemudian dengan alat benang. Berikutnya kayu tersebut akan diratakan (pendadan) bagian depan (dada) yakni bagian atas kayu yang memanjang dari pangkal sampai ke ujung.

Berikutnya kayu akan dicaruk dan dilubangi bagian dalamnya dengan ketebalan yang seimbang. Setelah itu kayu akan dihaluskan bagian samping atas sehingga terbentuk bagian bibir perahu sekaligus mulai membentuk bagian luar bagian atas. Bagian langkah penting adalah saat menelungkupkan kayu (manggaliak) yang tadinya terletak diatas ganti berada di bawah sehingga bagian luar dapat dirampingkan dengan leluasa dengan cara membuat lubang-lubang kakok atau bor yang kemudian ditutup lagi dengan semacam pasak. Terakhir, adalah membentuk haluan dan kemudi dimana pekerjaan ini memerlukan perhitungan cermat sebab harus selalu menjaga keseimbangan ketebalan semua bagian jalur.

Acara, Sport Tourism

Tour of Indonesia 2018: “The Ultimate Race is Back”

Penyelenggaraan balap sepeda internasional Tour of Indonesia (ToI) 2018 kembali akan digelar yang akan melintasi 10 kabupaten/kotamadya di 3 provinsi; Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali ini. Event tersebut akan berlangsung pada 25-28 Januari 2018 dengan mengambil start awal dari Borobudur Magelang, Jawa Tengah dan berakhir atau finish di Denpasar, Bali.

Event ToI 2018 yang mamadukan olahraga balap sepeda prestasi tingkat internasional dengan pariwisata dikemas sebagai sport tourism yang kali ini mengangkat tema ‘The Ultimate Race is Back’ dimaksudkan untuk menghadirkan kembali event Tour of Indonesia sebagai puncak kompetisi balap sepeda multi etape di Indonesia.

“PB ISI dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan tour di Indonesia, kembali menghadirkan ToI sebagai puncak kompetisi balap sepeda di Tanah Air, setelah 7 tahun absen. Berbeda dengan edisi Tour d’Indonesia (sekarang menjadi ToI) sebelumnya dan juga tour lain di Tanah Tir, ToI 2018 akan masuk dalam kategori 2.1, yang artinya gelaran ini harus memenuhi standar yang lebih tinggi dibandingkan kategori 2.2 seperti yang tercantum dalam regulasi UCI, sehingga Tour of Indonesia akan menjadi satu-satunya gelaran dengan kategori 2.1 di Indonesia,” kata Ketua Umum PB ISI Raja Sapta Oktohari.

Raja Sapta Oktohari mengatakan, ToI 2018 sebagai event balap sepeda kelas dunia dengan katogori 2.1 UCI akan menghadirkan 17 tim terdiri atas; 3 tim sebagai World Tour Team; 2 tim sebagai Europe Continental Team; dan 15 tim Asian Continental Tour Team. “ToI 2018 menjadi showcase pariwisata Indonesia serta sarana promosi yang efektif karena setiap etape yang akan dilalui dirangkai sedemikian rupa melewati obyek wisata untuk mempromosikan keindahan budaya dan panorama Indonesia,” kata Sapta Oktohari.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi acara peluncuran event ToI 2018 yang akan mengawali pelaksanaan 100 premier event sebagai Calender of Evet Wonderful (CoE WI) yang akan berlangsung selama satu tahun penuh pada 2018. “Tahun 2018 kita memiliki dua event besar yaitu Asian Games dan Annual Meeting IMF-WB akan menjadi momentum untuk mendulang banyak wisman serta mengenalkan destinasi wisata Indonesia,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, untuk menyambut kehadiran puluhan ribu atlet, official, dan suporter dari 45 negara di ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang Kemenpar bersama industri pariwisata dan dinas pariwisata daerah menyiapkan paket wisata (pre-on-post event) di sejumlah destinasi antara lain; Palembang, Banten, Bandung, Bali, dan Lombok. Begitu juga untuk menyambut event pertemuan IMF-World Bank (Annual Meeting IMF World Bank) dengan 15.000 delegasi dari 189 negara anggota yang terdiri dari para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral telah disiapkan 60 paket wisata untuk mempromosikan destinasi Bali dan 6 destinasi Bali beyond yakni Lombok, Komodo, Yogyakarta, Tana Toraja, Danau Toba dan Banyuwangi.

Menpar Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan event sport tourism khususnya balap sepeda internasional membawa dampak langsung pada ekonomi masyarakat setempat, selain media value dari pemberitaan media yang menarik para sponsor. Hal ini pernah dilakukan PT Telkom menjadi sponsor utama dalam event Speedy Tour de Indonesia dengan rute Jakarta-Denpasar berlangsung dari tahun 2005 hingga 2011.

Selama 4 hari berlangsungnya ToI 2018 para pembalap akan unjuk kekuatan untuk menjadi juara dalam 4 etape; Hari pertama (25/1/2018); start dari Magelang (Boyolali, Surakarta, Karanganyar) finish di Madiun sejauh 191 km. Hari kedua (26/1); start dari Madiun (Nganjuk, Jombang, Singosari) finish di Prigen 211km. Hari ketiga (27/1); start dari Probolinggo (Balangsari, Jember, dan Genteng) finish di Banyuwangi 198 km. Hari keempat (28/1); start dari Gilimanuk (Seritit, Bedugul, Badung) finish di Denpasar 155 km.

Sebanyak 17 tim yang akan ikut dalam ToI 2018 adalah; World Tour Team ( Uae Team Emirates/UAE, Bahrain Merida/BRN, dan Asiana Pro Team/KAZ); Europe Continental Team (Sangemini/ITA dan Aviludo Louletano/POR); dan Asian Continental Tour Team (KFC Cycling Team/INA, PGN Cycling Team/INA , ACC Cycling Team/INA, Terengganu Cycling Team/MAS, Team Sapura Cycling/MAS, Dishgaman Cycling Team/IRI, Tabriz Shahdary Team/IRI, LX Cycling Team/KCR, Kinan Cycling Team/JPN, Thailand Continental Cycling Team/THA, St. George Continental Cycling Team/AUS, dan Isowhey Sports Swiss Wellness/AUS).

Berita, Sport Tourism

103 Pebalap Siap Beradu Cepat di Etape I Tour de Singkarak 2017

Lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2017 di Sumatera Barat, 18-26 November siap digelar dan dipastikan diikuti sekira 103 pebalap dari 29 negara yang mengawali balapan di depan Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar, Sabtu (18/11). Start balapan edisi ke sembilan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata ini berbeda dengan sebelumnya. Bukan tanpa alasan kejuaraan yang masuk kalender UCI dengan level 2.2 dimulai dari Tanah Datar karena disitu ada istana yang merupakan salah satu ikon Ranah Minang.

Meski tanpa sang juara bertahan yaitu Amir Kolahdozhagh dari Pishgaman Cycling Team Iran yang absen pada kejuaraan paling bergengsi di Indonesia ini dipastikan tetap memiliki daya tarik sendiri karena banyak pebalap handal yang turun di Sumatera Barat.

“Ada 19 tim yang turun di Tour de Singkarak 2017 yang terdiri dari sembilan tim kontinental dan 10 tim undangan termasuk lima tim dari Indonesia. Semuanya telah datang di sini,” kata Race Director Jamaluddin Mahmood saat memberikan penjelasan.

Tim yang akan mensukseskan TdS 2017 adalah United Bike Kencana Indonesia, Terengganu Cycling Team Malaysia, KFC Cycling Team Indonesia, 7 Eleven Filipina, Thailand Continental Cycling Team, Padang Roadbike Bank Nagari, VIB Bikes Bahrain, BRCC Banyuwangi. Berikutnya Gapyeong Cycling Team Korea, Embarce The World Cycling Jerman, Tabriz Shahrdary Team Iran, Qinghai Tianyoude Cycling Team China, Team Sapura Cycling Malaysia, Bike Life -Dong Nai, Team Procyclingstats.com, CCN Cycling Team Indonesia, PGN Indonesia dan Selection of Wjicf. Jepang.

Meski juara bertahan tidak hadir, Jamal menjelaskan jika banyak pebalap top yang datang. Sebut saja juara tiga kali TdS, Ghader Mizbani dari Tabriz Iran, pebalap tim Sapura Malaysia Victor Nino Corredor hingga Yonnatta Alejandro dan Daniele Colli dari Qinghai Tianyoude.

Kesiapan tim ternyata didukung penuh dengan persiapan di lapangan seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Menurut dia, secara teknis persiapan sudah tidak ada masalah dan yang belum tuntas diharapkan selesai sesuai jadwal.

“Memang masih ada perbaikan jalan di Solok Selatan dan saya saat ini terus melakukan komunikasi ke Bupati. Semoga pada hari H (etape lima), jalan bisa digunakan untuk kejuaraan internasional ini,” katanya.

Nasrul Abit mengatakan jika balapan tahun ini ada 18 kabupetan/kota di Sumatera Barat yang dilewati. Hanya satu kabupetan yang tidak dilewati yaitu Mentawai. Sepanjang perjalanan, pebalap akan disuguhkan lokasi wisata yang selama ini menjadi ikon Ranah Minang.

Pengenalan wisata ini sangat didukung penuh Kementerian Pariwisata. Melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esty Reko Astuty menyamput positif persiapan yang dilakukan oleh tuan rumah Sumatera Barat. Apalagi kejuaraan ini dimulai di salah satu ikon Ranah Minang yaitu Istano Basa Pagaruyung.

“Tujuan utamanya memang untuk mengenalkan destinasi wisata terutama di Sumatera Barat. Berhubung menggandeng sport, maka harus dilakukan secara profesional. Makanya kami menggandeng pak Jamal (Race Director), UCI bahkan pernah menggandeng ASO,” katanya.

Dengan digelarnya kejuaraan internasional ini diharapkan mampu meraih wisatawan manca negara ke Sumatera Barat sebanyak 100 ribu orang untuk tahun ini. Sedangkan untuk wisatawan nusantara ditargetkan mampu menembus angka delapan juta.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma mengaku bangga wilayahnya menjadi pembuka kejuaraan bergengsi yang masuk edisi ke sembilan ini. Menurut dia, TdS memang memberi dampak positif pada kunjungan wisata maupun perkembangan fasilitas pendukung termasuk hotel.

“Salah satu yang indah di dunia ada di sini yaitu Istano Basa Pagaruyung. Dengan adanya TdS perkembangan hotel juga pesat dan selalu penuh. Ini salah satu dampak positif yang kami dapat,” katanya.

Berita, Sport Tourism

Pebalap dari 30 Negara Beradu Cepat dalam Tour de Singkarak 2017

Tour de Singkarak 2017 siap digelar pada Sabtu 18 Agustus 2017 yang melibatkan 20 tim dari 30 negara. Etape pertama akan dimulai dari Kota Batusangkar di Kabupaten Tanah Datar dan finish di Kota Bukittinggi. Balapan sepeda yang memadukan antara olahraga dan pariwisata ini telah masuk dalam kalender Union Cycling International (UCI) pada kategori Asia Tour 2.2.

Tour De Singkarak tahun ini mengangkat tema “The Biggest Sport Tourism” dan merupakan penyelenggaraan yang ke-9 kalinya setelah pertama kali digelar pada tahun 2009. Pebalap akan berpacu melewati 9 etape dengan total jarak 1.097 km dan memperebutkan hadiah sebesar Rp 3 miliar.

Sejak 2013 Amauri Sport Organisation (ASO) merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia karena mampu menyedot lebih dari satu juta penonton. Ranking TdS tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro deItalia (8 juta), Vuelta a Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (550 ribu).

Walaupun para peserta Tour de Singkarak 2017 melewati rute yang sangat panjang dengan total jarak 1097km. Namun, selama balapan berlangsung, mereka akan disuguhkan oleh pemandangan alam Sumatra Barat nan mempesona karena para pembalap akan melewati bukit, jurang, danau, lembah, air terjun, dan hamparan sawah nan indah.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan TdS menjadi sarana efektif mempromosikan pariwisata di Provinsi Sumatera Barat. “Sejak penyelenggaraan TdS pertama 2009 kini bermunculan destinasi wisata baru di Sumbar yang dikenal masyarakat luas. Selain itu, penyelenggaraan event sport tourism memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat serta media value yang tinggi,” ungkap Arief Yahya.

“Pelaksanaan TdS yang menyusuri  alam Minangkabau memiliki beraneka ragam obyek wisata alam (nature) dan budaya (culture) tidak hanya mengenalkan destinasi Danau Singkarak semata, juga destinasi lainnya menjadi lebih dikenal masyarakat di antaranya Lembah Harau, Kelok 9, Istana Pagaruyuang, Pantai Gandoriah, Pantai Padang, serta Pantai Tiram dan banyak lagi,” tambah Arief Yahya.

TdS ke-9 tahun ini akan menempuh 9 etape; etape 1 dari Tanah Datar menuju Kota Padang dengan panjang 107 km; etape 2 Painan–Sawahlunto sepanjang 166 km; dan etape 3, Muaro Sijunjung–Pulau Punjung 100 km. Etape 4 Danau Singkarak–Payakumbuh 135 km;

Etape 5 Lembah Harau–Padang Panjang 101 km; dan etape 6 Kota Solok – Padang Aro Solok Selatan 140 km. Sedangkan etape 7 Pariaman – Pasaman Barat 157 km; etape8 , Padang Pariaman–Agam 101 km; dan etape 9 Pasaman–Bukittinggi Sirkuit 90 km.

“Setiap daerah yang akan dilalui tentu akan semua bersolek, baik dari atraksi, akses menuju destinasi, serta amenitas. Ini kesempatan dearah yang dilewati pebalap untuk mempromosikan daerahnya. Karena even TdS merupakan event internasional, media value-nya besar,” ungkap Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.

Esthy juga menyebutkan, dampak TdS sangat terlihat setiap tahunnya. Terlihat dari pertumbahan ekonomi dan infrastruktur di Sumatera Barat yang sangat pesat. Tidak hanya itu, data mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di Sumatera Barat selalu mengalami peningkatan. Data kunjungan wisman pada 2015 sebanyak 48.755, meningkat menjadi 49.686 wisman pada 2016. Untuk kunjungan wisnus, pada 2015 sebanyak 6.973.678 meningkat menjadi 7.343.282 wisnus pada 2016.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan dampak positif dari penyelenggaraan TdS sangat dirasakan oleh masyarakat Sumbar terutama direct impact ekonomi selama penyelenggaraan berlangsung, “Tingkat hunian kamar hotel meningkat, begitu pula penjualan makanan, souvernir, dan oleh-oleh melonjak,” kata Irwan Prayitno.

Penyelenggaraan TdS yang berlangsung setiap tahun, menurut Irwan Prayitno, juga mendorong peningkatan infrastruktur terutama jalan-jalan yang akan dilalui peserta balap sepeda menjadi terpelihara dan semakin mulus.

“Provinsi Sumatera Barat sendiri berada di bagian barat tengah Pulau Sumatera. Wilayahnya memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan membentang dari barat laut ke tenggara. Sumatera Barat merupakan tempat yang tepat untuk Anda berpetualang hingga ke daerah pedalaman, mulai dari alam bebas, satwa liar, pulau, pantai, hingga hutan hujan tropis. Itu karena inilah salah satu provinsi di Indonesia yang kaya dengan sumber keanekaragaman hayati dan keindahan alam,” ungkap Irwan Prayitno.

Wisata alam di Sumatera Barat yang memiliki daya tarik memikat seperti Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Singkarak, air terjun di Lembah Anai, Ambun Pagi, pantai Carolina, pantai Bumpus, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); dan gunung berapi di Singgalam. Selain bentang alam yang begitu memukau, Anda juga dapat menikmati begitu banyak daya tarik budaya di Sumbar seperti Jam Gadang, Istana Pagaruyung, dan wisata sejarah gua Jepang di Agam dan Istana Kerajaan Pagarujung di Batusangkar.

Bandar Udara Internasional Minangkabau menjadi gerbang utama menuju Sumatera Barat. Berlokasi di Ketaping, kecamatan Batang Anai, kabupaten Padang Pariaman dan berjarak sekira 23 km dari pusat Kota Padang. Bandar udara ini memiliki luas 4,27 km² dengan landasan pacu sepanjang 2.750 meter. Bandar Udara Internasional Minangkabau merupakan bandar udara pertama dan satu-satunya di dunia yang memiliki nama suatu suku atau etnik, yaitu Minangkabau. Bentuk atap bangunannya adalah gonjong dan hiasan ukiran Minang. (*)

Acara, Sport Tourism

Bintan Moon Run 2017

Bintan kembali menggelar acara sport tourism unik bertajuk Bintan Moon Run (BMR) yang akan berlangsung pada 4 November 2017 di Teluk Lagoi, Bintan Resort. Ajang lomba lari malam hari dalam suasana terang bulan tersebut akan dihelat di Kawasan Treasure Bay yang memiliki kolam berkonsep pantai 6,5 hektar terbesar di Asia Tenggara.

“Sangat menarik dan meriah pastinya. Ini karena Moon Run bukan seperti lomba lari sehari-hari, tapi berlari dalam suasana terang bulan di danau buatan yang akan memberikan pelari dan keluarga nilai lebih dalam rangkaian malam yang menyenangkan, mencerahkan dan menarik,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi.

“Kami targetkan sedikitnya 1000 peserta akan mengikuti lomba ini, dimana separuhnya kami harapkan peserta dari mancanegara,” lanjutnya. Perhelatan unik kolaborasi Bintan Resorts dengan Adventure Singapore dan Firefly Connections.ini didukung juga didukung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

BMR 2017 dibagi kedalam tiga kategori yaitu 10 Km Competitive, 2.5 Km Sarong Run dan 1.2 Km Parent & Child Run. Competitive Run jarak 10 km diperuntukkan bagi atlet dari semua tingkatan baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman.

”Lomba ini tidak hanya diikuti oleh pelari profesional saja, pelari pemula bisa juga mengikuti Bintan Moon Run 2017,”tambahnya.

Sementara itu, Pemilik Firefly Connections Lyndon Yeo mengatakan olahraga lari di malam hari di pinggiran danau buatan kawasan Lagoi Bay ini digabungkan dengan rekreasi dan hiburan musik festival adalah sebuah kemasan yang cantik dan selalu dirindukan wisatawan.

“Kami kolaborasikan lomba lari dengan Soundscape Music Festival. Nantinya para peserta maupun keluarga, teman-teman, serta pengunjung umum lainnya bisa bergabung dalam acara rekreasi dan pesta konser musik Soundscape. Ayo silahkan ke Bintan,” kata Lyndon Yeo. Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, wilayah Crossborder Great Batam benar-benar menjadi salah satu andalan Kemenpar untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Terbuki, di mana-mana crossborder bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanegara. Nah, Bintan punya semua. Atraksi, amenitas serta akses juga lengkap. Bintan harus terus menjadi pendulang yang produktif,” kata Arief Yahya.

Ya, Bintan Resorts telah menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Amenitasnya? Saat ini ada sepuluh resort pantai independen, empat lapangan golf, serta berbagai fasilitas rekreasi dan atraksi yang berada di dalamnya. Atraksi manmade-nya, seperti sport tourism dan event tourism sangat popular di Singapore dan Malaysia. Nature-nya, sudah pasti memiliki keunggulan dan menjadi komplementer buat Singapura yang tidak memiliki pantai, hutan, bakau, dan bawah laut.