Category Archives: Gastronomi

Acara, Gastronomi

Festival Tahu Sumedang dan Ubi Cilembu (FTSUC) 2018

Memeringati HUT Kota Sumedang ke-440 ada kegiatan menarik dihelat pada 8 April 2018. Alun-alun Kota Sumedang dipadati masyarakat yang menghadiri acara Festival Tahu Sumedang dan Ubi Cilembu (FTSUC). Penyelenggaraan festival ini untuk membantu para pelaku promosi UMKM khususnya pengusaha tahu dan ubi cilembu. Tidak hanya bakal memanjakan pecinta kuliner, pengunjung juga diajak mencicipi beragam kuliner olahan tahu sumedang yang tersohor.

Setidaknya 100.000 tahu sumedang dan 1,5 ton ubi cilembu disiapkan dalam acara ini untuk dinikmati warga dan wisatawan yang hadir. Selain itu, dihadirkan pula atraksi menarik seperti penggoreng tahu terbesar, lingga ubi cilembu terbesar, serta lomba makan tahu dan ubi terbanyak.FTSR juga bakal dimeriahkan berbagai lomba seperti lomba makan tahu, lomba hiburan, lomba resep kuliner tahu sumedang, dan lomba fotografi pesona kuliner Sumedang.

Ketua PHRI Sumedang, Nana Suryana, menjelaskan, FTSUC merupakan festival untuk kembali mengangkat kuliner khas Sumedang, yakni tahu dan ubi cilembu. Festival ini melibatkan ratusan pedagang tahu dan puluhan ribu masyarakat yang ada di Kabupaten Sumedang. Mereka berjajar mulai dari Binokasih hingga halaman Lapas Sumedang kemudian makan tahu secara bersama-sama warga.

“Sebagai kuliner khas daerah, kedua kuliner ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk menunjang kepariwisataan. Selain itu untuk membantu para pelaku promosi UMKM”.

FTSUC diharapkan mampu mengangkat kembali kuliner khas Sumedang yakni tahu dan ubi cilembu. Keduanya memiliki potensi besar untuk menunjang kepariwisataan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tahu sumedang sendiri merupakan ikon Kabupaten Sumedang meski berasal dari budaya Tiongkok. Kini usianya memasuki usia seabad dengan sejarahnya yang panjang. Pertama kali dikenalkan seorang imigran asal China, Ong Kino yang datang melalui Pelabuhan Cirebon awal tahun 1900-an untuk berdagang. usaha pabrik tahu Ong Kino kemudian dilanjutkan sang anak, Ong Bungkeng pada 1917. Hal yang berbeda dari tahu bungkeng adalah menggunakan larutan biang yang berasal dari asam cuka. Dengan resep tersebut, tahu terlihat lebih garing dan gurih saat disantap panas-panas. Tahu sumedang juga dijual dengan pembungkus khas yaitu bongsang, berupa anyaman bambu yang dapat memuat 25–100 buah tahu goreng.

Sementara itu, ubi cilembu khas Sumedang sendiri lebih mirip dengan ubi madu. Memiliki satu keunikan berupa hasil getah yang meleleh dan mempunyai rasa manis dan lengket seperti madu ketika dipanggang di dalam oven. Ketika digigit pun rasanya sangat manis serta teksturnya pulen dan lembut. Ubi Cilembu sudah populer sejak tahun 1990-an dimana rasa manis alami.

Acara, Gastronomi

Vegan Culinary Festival 2018: “Earth Day Vegan Festival 2018″

Dua acara festival bertema vegetarian akan berlangsung di Jakarta. Kegiatan tersebut adalah Vegan Festival Indonesia 2018 dengan acara “Earth Day Vegan Festival 2018” di Tribeca Park, Central Park Mall Jakarta pada 23-25 Maret 2018 dan The Indonesia International Vegan Festival & Forum 2018 di Neo SOHO Mall, Podomoro City, Jakarta, pada 13-15 April 2018. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan berbagai acara menarik antara lain diantaranya adalah: Green Speech Competition, fashion Show dengan material dasar barang bekas, Parenting & Vegan Talk Show, Flash Mob oleh INLA (International Nature Loving Association), serta Art Performance & Entertainment.

I Gde Pitana menjelaskan bahwa acara Vegan Culinary Festival yang diselenggarakan oleh Indonesia Vegetarian Society (IVS) menjadi media yang efektif untuk mengenalkan dan mempromosikan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia kepada para pengunjung pameran dan peserta kegiatan Vegan Festival Indonesia yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara.

“Pola masyarakat tidak mengkonsumsi produk hemani dan turunnya (vegan culinary) sebagai salah satu pilihan. wisatawan vegetarian dan vegan akan merasa nyaman bila di suatu kota atau negara yang dikunjungi memiliki restoran vegan atau vegetarian,” jelas I Gde Pitana.

Sementara itu, Susianto , Sekjen IVS sekaligus Sekjen World Vegan Organization dan sebagai President Yayasan Tempe Internasional, event 168 Vegan Culinary Festival sebagai bagian dari rangkaian acara ‘Vegan Festival Indonesia 2018’ yang akan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung termasuk para pembicara dan pengamat dari 10 negara antara lain Amerika Serikat, Inggris, India, Taiwan, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Australia.

“Pada penyelenggaran Vegan Festival Indonesia tahun 2010 yang lalu jumlah pengunjung mencapai 10 ribu orang, sedangkan pada tahun ini diperkirakan akan naik siginifikan,” ungkap Susianto.

Susianto menambahkan masyarakat vegetarian dan vegan di Indonesia cukup besar, sekitar 2 juta orang atau terbanyak di seluruh dunia sehingga menjadi salah satu pendorong tumbuhnya kuliner vegan di Tanah Air.

“Saat ini tercatat ada lebih dari 1000-an rumah makan vegetarian dan vegan, baik yang berskala besar (restoran) hingga warung kaki lima tersebar di 34 provinsi Indonesia. Bahkan banyak rumah makan yang non-vegetarian/vegan kini juga menyediakan menu khusus vegetarian termasuk hotel-hotel, tempat wisata, maskapai penerbangan, rumah sakit, hingga kantin sekolah sehingga saat ini sudah cukup akomodatif bagi kaum vegetarian dan vegan.” tambah Susianto.

Budaya, Gastronomi

Roti Buaya: Simbol Kesetiaan Hantaran Pengantin Betawi

Dalam sebuah pesta pernikahan adat Betawi, tidak akan lengkap tanpa adanya roti buaya. Roti ini adalah hantaran yang dibawa mempelai pria untuk pengantin sebagai tanda kesetiaan abadi. Roti yang memang dirupai seperti buaya ini panjangnya mencapai setengah meter atau bahkan ada yang hingga satu meter.

Hantaran mempelai pria kepada pengantin Betawi biasanya mencakup beberapa hal, yaitu: sirih nanas lamaran, sepiring makanan kesukaan pengantin, mahar, kotak berisi sayuran, buah-buahan ditempatkan dalam wadah berbentuk perahu, kue pengantin, dan hadiah lain termasuk perhiasan, pakaian, sepatu, tas, dan kosmetik. Diantara barang-barang hantaran tersebut tentunya roti buaya tidak luput dibawa. Tradisi mengusung roti buaya dalam adat pernikahan Betawi masih berlanjut hingga saat ini.

Semua hantaran dibawa beriingan oleh anggota keluarga pengantin pria. Mereka mengenakan pakaian tradisional berwarna-warni menuju ke rumah pengantin dimana akad pernikahan akan berlangsung. Mempelai pria akan memimpin iring-iringan pengantin, didahului anak laki-laki yang membawa dekorasi sambil membawa sepasang roti buaya, satu berukuran besar dan lainnya kecil diletakkan bertumpuk. Roti buaya besar melambangkan mempelai pria dan roti buaya kecil melambangkan mempelai perempuan.

Roti buaya dalam adat pernikahan Betawi melambangkan janji setia mempelai pria kepada mempelai wanita. Buaya dipilih karena hewan tersebut melambangkan kesetiaan abadi. Buaya diyakini sebagai binatang yang hanya setia pada satu pasangan sepanjang hidup mereka. Sementara roti itu sendiri melambangkan kemakmuran ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat Betawi percaya bahwa roti buaya tidak hanya akan membawa keberuntungan dan masa depan yang lebih baik bagi pengantin baru tetapi juga membawa harapan bahwa pasangan baru akan setia satu sama lain sepanjang hidup mereka.

Roti buaya dulunya terbuat dari singkong namun sekarang lebih banyak dibuat dari tepung terigu. Roti buaya biasanya dibuat berdasarkan pesanan dalam pilihan dua ukuran, yaitu setengah dan satu meter. Roti ini seringkali dihias agar atau diisi dengan coklat atau keju.

Menandai kemeriahan pernikahan adat Betawi biasanya di rumah pengantin wanita juga akan digelar musik tradisional tanjidor. Pesta pernikahan akan berlangsung hingga larut malam dengan pertunjukan film layar tancap. Acara hiburan gratis tersebut akan ditemani suguhan makanan tradisional berupa kacang, teh, serta pisang yang digantung di tiang tenda dan siapa pun bebas memetiknya.

Gastronomi, Inderawi

Tugu Kunstkring Paleis: Meretas Kenangan Cara Makan Rijsttafel

Nostalgia dan rindu suasana kolonial Hindia Belanda seakan terobati saat menginjakkan kaki di Tugu Kunstkring Paleis. Berlokasi di Jalan Teuku Umar No.1, Jakarta Pusat, tempat ini dibangun sejak 1914 silam. Bangunannya yang tetap artistik dan dijaga utuh walaupun sudah melewati proses renovasi sanggup meretas kenangan yang menggugah.

Pada masa kolonial Belanda, Tugu Kunstkring Paleis pernah berfungsi sebagai pusat seni, kemudian beralih menjadi Kantor Pusat Imigrasi selama bertahun-tahun. Setelah kegiatan imigrasi pindah lokasi, kini Tugu Kunstkring Paleis disulap menjadi restoran mewah yang dikombinasikan dengan galeri seni eksklusif.

Sambil menyantap perpaduan kuliner Betawi, peranakan China dan Eurasia, Anda bisa melihat sebuah lukisan besar yang menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro pada 1825-1830 oleh Konial Belanda. Tembok dimana lukisan diletakkan juga dihiasi berbagai benda bersejarah dari dua kerajaan, yaitu Keraton Solo dan Mangkunagaran di Jawa Tengah. Benda tersebut diberikan oleh Oei Thiog Ham, konglomerat berdarah Cina-Indonesia.

Di bagian kiri bangunan terdapat Suzie Wong Lounge yang menawarkan nuansa tahun 60-an. Di sini Anda bisa menikmati sajian high tea yang otentik. Naik ke lantai dua, terdapat galeri seni kontemporer yang memiliki berbagai koleksi tas, aksesoris dan perhiasan. Ada juga toko souvenir yang menjual barang-barang kuno.

Ciri khas utama dari Restoran Tugu Kunstkring Paleis adalah tradisi rjsttafel yang tetap dipertahankan. Rijsttafel merupakan cara makan berurutan dengan pilihan menu Nusantara yang kerap digunakan oleh orang Belanda dan Eropa di Batavia saat itu. Sajian diawali dengan makanan pembuka (appetizer), lalu makanan utama dan diakhiri dengan makanan penutup.

Ketika rijsttafel dihidangkan, pengunjung akan dihadiahkan suasana unik melalui alunan musik tradisional Betawi beserta para penari nan anggun. Ketika pertunjukan berlangsung, pelayan pria akan membawa keranjang beras yang besar. Parade ditutup dengan munculnya pelayan wanita yang membawa satu demi satu hidangan ke meja pengunjung.

Hidangan favorit di sini adalah nasi uduk yang dibungkus dengan daun pisang, sup lidah sapi dan daging cincang yang disajikan dengan batang kelapa manis. Anda juga bisa menyicipi tempe lombok ijo serta ayam setan yang dibumbui paprika hijau, tomat dan mustard hijau. Sebagai makanan pembuka, pilihlah kue onde-onde khas Betawi atau es selendang mayang sebagai hidangan penutup.

Budaya, Gastronomi, Jakarta

Mencicipi Kuliner Khas Betawi yang Langka

Kuliner Betawi tetap bertahan meskipun makanan cepat saji merajalela di Jakarta. Diantara sekian banyak makanan khas Betawi mungkin Anda pernah mencicipi gado-gado, nasi uduk, soto betawi, atau kerak telor. Jenis makanan tersebut masih bisa kita temukan di warung-warung hingga restoran. Nah, kali ini coba Anda cicipi jnis kuliner khas Betawi yang lainnya dimana beberapa rupanya semakin langka dan juga jarang diketahui apalagi olah kalangan muda.

Gabus Pucung

Jenis kuliner ini keberadannya semakin terlupakan, padahal gabus pucung merupakan salah satu bagian dari tradisi masyarakat Betawi. Menu ini wajib dibuat untuk melengkapi upacara nyorog, yaitu tradisi mengantarkan makanan kepada orang tua ataupun menantu kepada mertua menjelang bulan puasa dan lebaran.

Ikan gabus sebagai bahan utama tenggelam di dalam kuah hitam yang dihasilkan dari kluwek. Kuah juga dipadukan dengan bumbu lain seperti cabai, bawang merah, serai, dan jahe. Hasil kombinasi rasa gurih, asin dan segar siap menggoyang lidah Anda. Tak banyak warung makan yang menjual kuliner ini, namun apabila Anda ingin mencicipinya maka dapat menyambangi tempat makan ini.

Gabus Pucung Pak Misan Warung

Jalan Lapangan Tembak 21 RT.003/10, Cibubur, Jakarta Timur.

RM Betawi Haji Nasun

Jl. Moh. Kahfi II No. 21 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ketupat Babanci

Namanya terdengar unik yang mungkin bisa menggambarkan karakter masyarakat Betawi yang lucu dan jenaka. Kata babanci sendiri merupakan perpaduan dari kata “babah” dan “enci“, sehingga makanan ini diduga awalnya dibuat oleh peranakan Betawi-Tionghoa. Dahulu, hanya golongan atas saja yang bisa menghadirkan menu ini saat hari raya.

Ketupat Babanci mirip dengan gulai, dengan bahan dasar daging kepala sapi namun tidak menyertai otak dan lidah. Daging dimasukkan ke dalam kuah santan dengan aroma rempah yang kuat. Hidangan ini disantap dengan ketupat dan taburan serundeng yang ditumbuk halus.

Menu khas ini masih bisa Anda temukan dan cicipi di Warung Nurhayati RT 001/01, Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sayur Besan

Kuliner yang satu ini juga sering kalinya menjadi bagian dalam prosesi pernikahan adat Betawi. Sesuai namanya, sayur besan disajikan saat acara besanan dan melambangkan penghargaan kepada orangtua mempelai.

Di atas sepiring sayur besan, Anda akan menemukan masakan berkuah berisi kentang, soun, petai, ebi dan terubuk atau bunga tebu yang sangat khas. Kombinasi itu membuat sayur besan bertekstur lembut dan renyah saat dicicip.

Sulit sekali menemukan sayur besan di tengah-tengah Ibukota karena keberadaannya semakin tergeser ke daerah pinggiran Jakarta. Warung makan yang masih menjajakan sayur besan adalah Dapur Betawi yang letaknya di Jalan Cabe V No. 9, Pondok Cabe dan Jalan Karang Tengah Raya dekat RS Puri Cinere.

Gastronomi, Inderawi

Dapuraya: Sepenuhnya Citarasa Negeri Sendiri

Apabila Anda mengharapkan sebuah tempat kuliner dengan citarasa negeri sendiri di tengah Ibukota Jakarta maka salah satu plihannya perlu Anda arahkan ke Dapuraya. Restoran yang berlokasi di lantai LG Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan ini berupa foodcourt yang menyediakan kuliner tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.

Atmosfer yang ditawarkan di tempat ini benar-benar otentik khas Indonesia. Dekorasi berupa meja dan kursi yang terbuat dari kayu, lengkap dengan ornamen pendukung seperti sangkar burung yang diletakkan di atap-atap, juga foto-foto Jakarta tempo dulu yang bisa dilihat pada tembok foodcourt ini. Ini adalah tempat menyantap kuliner Indonesia yang nyaman.

Dengan konsep street food branded, Dapuraya menyajikan makanan tradisional yang terkenal dan tentunya berkualitas baik. Anda bisa menemukan nasi goreng kebon sirih, sate hadori bandung, empal gentong cirebon, toge goreng bogor, cakalang, bubur manado, ayam woku, palu butung makassar, nasi langgi, timbel, ketupat sayur padang, soto sulung madura, nasi kebuli, sop kaki kambing dudung roxy, sate padang mak sukur, serta berbagai minuman tradisional pilihan seperti tek poci, wedang ronde, es tebu dan masih banyak lagi.

Dapuraya dibangun pada 12 Desember 2012 dan terus melakukan ekspansi hingga 2013. Kini Anda bisa menikmati Dapuraya I dan Dapuraya II yang berkapasitas 850 orang di atas lahan seluas 4500 meter persegi. Setidaknya ada 110 tenant yang menyediakan makanan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10-40 ribu.

Tenant-tenant yang berada di Dapuraya berasal dari restoran hingga pedagang kaki lima sekalipun. Tak heran jika di dalam area tersebut, Anda pun bisa menemukan gerobak pikul serta gerobak dorong yang sangat dekoratif. Makanan seperti kue putu, kolak durian dan kerak telor disajikan langsung dari gerobak tersebut.

Pihak manajemen terlebih dahulu melakukan food test untuk mengetahui keunikan makanan yang akan masuk ke sini. Para tenant harus memiliki hidangan yang membuat pengunjung bisa kembali lagi ke Dapuraya. Prinsip sederhana itu efektif membuat Dapuraya selalu ramai akan pengunjung.

Saat weekday, biasanya yang datang adalah eksekutif muda yang berkantor di sekitar kawasan Blok M. Ketika weekend, Dapuraya dipenuhi oleh pengunjung yang membawa keluarganya. Tak jarang turis Asia dan Eropa pun mampir untuk menyicipi makanan khas Indonesia, mayoritas berasal dari Cina, Jepang, maupun Korea.

Sesekali Dapuraya menyelenggarakan acara yang menarik untuk pengunjungnya, seperti Festival Makan Enak-Enak yang pernah diselenggarakan pada 2013 untuk menjadikan kuliner Indonesia lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Gastronomi, Inderawi, Sumatera Barat

Masakan Padang: Cita Rasa yang Berempah

Masakan Padang (baca: lebih dikenal masakan Padang) adalah nama kuliner Nusantara yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat. Kuliner ini umumnya bercita rasa pedas, jadi jika Anda menyukai makanan pedas maka kuliner ini adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Masakan minang sangat terkenal di seluruh Indonesia bahkan di dunia.

Tiap kota di Indonesia umumnya ada restoran Masakan Padang seakan menunjukan betapa populernya masakan ini di Indonesia. Anda bisa dengan mudah mengenali restoran Masakan Padang karena cirinya makanan akan dipajang langsung dalam etalase kaca. Anda tinggal memilih menu yang menarik selera kemudian menikmati kelezatan makanan tersebut.

Masakan Padang sering mengunakan daging ayam, daging sapi, telur, daun singkong, sayur kol, dipadu racikan sambal sebagai menu utamanya. Masakan Padang mempunyai sambal khusus yang disebut sambal ijo. Beberapa menu yang terkenal dari Padang antara lain: rendang, soto padang, sate padang, dendeng, gulai gajebo, dan gulai kepala ikan kakap disertai sambal balado. Hal yang paling menyenangkan menikmati Masakan Padang adalah menebak-nebak bumbu rahasia apa yang digunakan. Kuliner Padang terkenal dengan cita rasanya yang berempah.

Cara penyajian Masakan Padang sangat unik dimana pelayannya akan membawa 20 piring menu makanan ke meja Anda. Ini menjadi akrobatik yang menyenangkan dengan makanan tersaji dan bertumpuk 2 tingkat. Anda memilih menu mana yang sesuai selera dan hanya perlu membayar makanan yang Anda makan saja.

Masakan Padang dianggap sebagai simbol komunitas karena menjadi tempat berkumpul keluarga untuk makan bersama-sama. Masyarakat Padang memiliki budaya menyelesaikan masalah dengan berkumpul dan makan-makan, mulai anak, cucu sampai kakek nenek datang bersamaan. Di satu sisi ini adalah pendidikan atau mewariskan tradisi mengenalkan masakan padang kepada generasi muda. Ini akan menjadi kebiasaan untuk menjamin keberadaan Masakan Padang.

Masih banyak rumah makan Padang yang sampai saat ini tetap mendatangkan bahan dan bumbunya langsung dari ranah Minang. Untuk mempertahankan cita rasa makanannya yang khas, biasanya kokinya juga langsung didatangkan dari Sumatera Barat atau setidaknya mereka meminta bantuan sesama orang Sumatera Barat untuk menjaga kualitas masakan.

Daftar rumah makan Masakan Padang di Kota Padang:

Rumah Makan Anis

Jl. Jenderal Sudirmman

Rumah Makan Si Midun

Jl. Veteran

  1. Karya Indah Jaya

Jl. Niaga No. 138

Rumah  Makan

Jl. Kelok Kuranji RT 01/03 Kuranji

Restoran Selamat

Jl.Pasar raya No. 7

  1. M. Yamin

Jl. M. Yamin No. 46

  1. Simpang Raya

Jl. Bagindo Aziz Chan No. 24

Rumah Makan Nasi Kapau

Jl. Hamka 23-A Padang25171

Rumah Makan Padi Rimbun

Jl. Andalas Raya 9-A Padang25126

Rumah Makan Pak Datuk

Jl .Sutan Syahrir 197 Padang27118

Tips

Menu pilihan yang tepat bagi vegetarian adalah tempe atau tahu yang disajikan dengan sambal. Telur juga menjadi salah satu menu utama masakan padang.

Masakan Padang menyajikan menu-menu yang tidak biasa, seperti hati, paru-paru dan otak ayam, jadi apabila Anda kurang nyaman menyantap menu tersebut maka Anda bisa bertanya pada pelayan untuk memastikannya.

Gastronomi, Inderawi, Jawa Barat

Panduan Kuliner di Bandung: Seribu Satu Menu Sejuta Rasa

Sekilas

Seribu satu menu sejuta rasa”. Itulah kekayaan kuliner yang dimiliki Kota Kembang. Banyak orang mengunjungi Bandung untuk memanjakan lidah mereka. Selera makan Anda akan dibuai manja dengan apa yang ditawarkan kota ini. Berbagai jenis makanan dan tempat makan tersebar di berbagai sudut kota dalam balutan udara nan sejuk. Mulailah petualangan dengan tidak ragu mencicipi jajanan di pinggir hingga yang mewah di restoran berkelas. Pastinya Anda akan dapat menemukan banyak kuliner yang disukai di kota ini.

Sebagai suku yang dominan di Kota Bandung, orang Sunda merasa makanannya hambar apabila tanpa disertai sambal. Jika Anda ingin mencicipi masanan Sunda yang lebih nikmat maka cobalah nasi timbel, yaitu nasi yang digulung terbungkus daun pisang dengan sambal dadakan yang dimakan bersama ayam digoreng atau dibakar.  Makanan ini disertai pula dengan gepuk, yakni daging yang dicampur bumbu-bumbu khas cita rasa Sunda lalu direbus hingga empuk dan digoreng. Melengkapinya ada tempe, tahu, ikan asin,  sayur asam, dan lalapan mentah yang ditambah pepesan seperti pepes ikan, pepes ayam atau pepes jamur. Orang Sunda suka sekali memakan sayuran. Kerap kali mereka memakan sayuran segar mentah  atau sebelumnya telah disebut sebagai lalapan seperti mentimun, tomat, daun ketumbar, terong, kol, selada, dan sebagainya. Lalapan biasanya disertai dengan sambal yang nikmat.

Orang Sunda terutama Bandung memiliki makanan khasnya, yaitu batagor dan baso tahu. Batagor Riri yang terkenal dapat Anda temukan di sekitar Jalan Burangrang patut masuk dalam daftar perburuan kuliner di Bandung. Di sekitarnya dapat ditemui Martabak San Fransisco, Baso Tahu Saboga, Ayam Goreng Suharti, dan lainnya. Bagi Anda yang menyukai makanan manis pastinya akan menyukai pisang bolen yaitu patiseri buatan sendiri berisi pisang dan keju. Sebagai variasi, Anda juga dapat menikmati brownies kukus Amanda yang terkenal. Beranikan juga mencicipi keripik singkong pedas dalam beragam tingkatannya (level 1-10). Beberapa yang terkenal adalah Keripik Mas Icih dan Karuhun.

Es cendol Elizabeth yang legendaris siap melepaskan dahaga Anda. Ada juga bandrek dan bajigur, yaitu minuman yang cocok untuk menghangatkan tubuh Anda saat merasakan udara dingin Bandung di malam hari. Bandung juga menawarkan berbagai macam produk susu seperti yoghurt. Pada dasarnya ada dua jenis yoghurt di Bandung yaitu yoghurt yang sedikit cair dan yoghurt yang kental (gaya Perancis). Anda dapat menemukan yoghurt dengan rasa yang bervariasi di Jalan Cisangkuy dekat Museum Geologi atau di BMC sekitaran persimpangan Jalan Aceh-Wastukancana.

Hot snack ala Bandung begitu beragam dan banyak dijual di pinggir jalan. Ada gehu berupa tahu berisi sayuran dan dibalut adonan terigu lalu digoreng. Serupa beda isi ada pisang goreng, molen bala-bala, tempe goreng, combro, ubi goreng, nanas goreng, rarauan, serta cireng yaitu tepung kanji yang digoreng berisi bumbu kacang, juga patut Anda coba dan sangat mudah menemukannya di kota ini. Kudapan tersebut biasanya banyak dijual di gerobak pinggir jalan ditemani cabe, bumbu kacang, atau saus sambal.

Pilihan kudapan tradisional ada awug, yaitu makanan tradisional berupa tepung yang dicampur kelapa dan gula merah. Makanan ini juga seringnya sepaket bersama klepon, putu mayang, jiwel, dan lainnya. Anda juga mungkin tertarik untuk mencicipi nangka goreng, nanas goreng, peuyeum goreng di sekitar Jalan Cendana, Bengawan dekat Taman Pramuka. Ketan bakar dan jagung bakar atau rebus juga patut dicicipi kelezatannya dan banyak dijual di Lembang.

Mie Bakso adalah salah satu makanan yang hampir semua orang Indonesia menyukainya dan makanan mudah ditemukan di Bandung. Hampir di setiap daerah di kota Bandung tersedia jenis makanan yang segar selagi panas ini. Mulai dari mie bakso yang diracik dengan saos dan kecap, sampai mie bakso yamin pisah, lengkap dengan siomay dan ceker atau kaki ayam yang menggugah selera.

Nasi goreng, meskipun bukan asli makanan dari Jawa Barat tetapi telah menjadi salah satu makanan favorit di Bandung. Nasi digoreng dengan bumbu dasar bawang, cabe merah, dan tomat ini kadang ada yang dicampur daging ayam, sapi, ikan asin, atau kambing bercampur dengan telur dan aneka sayuran serta kerupuk dan acar. Anda juga patut mencoba cakue, makanan yang terbuat dari adonan terigu yang digoreng dimakan disertai saus. Makanan ini sering dijual bersama dengan odading yaitu semacam roti goreng berbentuk seperti bantal yang rasanya manis.

Di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Bandung, Anda akan menemukan berbagai macam restoran khas lain seperti restoran khas Padang, Jawa, China,Thailand,  Jepang, Korea, Eropa, India, serta masih banyak lagi yang lainnya. Untuk mencicipi nasi timbel dan makanan khas Sunda lainnya, serta western food, Anda dapat mengunjungi beberapa restoran di bawah ini yang menjual makanan super lezat.

   BUMBU DESA

   Jalan Pasirkaliki 160, Bandung

   Jalan Laswi 1, Bandung

   Makanan tradisional khas Sunda dengan restoran yang didekor suasana pedesaan.

   BALE GAZEEBO

   Jalan Surapati 49

   Restoran yang besar, dimana Anda bisa makan secara lesehan atau dengan meja biasa.

   SINDANG RERET

   Jalan Raya Cikole Km 22 di luar kota, menuj arah Lembang.

   Jalan Raya Propinsi Ciwidey, Kabupaten Bandung

   Jalan Surapati 53

   Salah satu restoran yang paling terkenal di Bandung dari dulu.

   SAUNG KABAYAN

   Jalan Dr. Junjunan 107, Bandung

   Restoran yang menyediakan masakan khas Sunda yang sudah dimodernisasi.

SIERRA

Jalan Bukit Pakar Timur No.33 Bandung; (022) 2512240; www.sierracafe-lounge.com

Restoran yang mulai terkenal 6 tahun yang lalu ini memiliki menu makanan beragam terutama western food-nya. Tidak hanya itu, restoran ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah pada malam hari terutama melihat city light Bandung memesona. Menu andalan di sini antara lain Rib’s Eye Steak dan blueberry juice yang segar menggoda.

NEO CALISTA

Bukit Pakar Timur Dago IV Kav B1 Bandung; (022) 2513355; www.neocalista.com

Selasa-Kamis (16.00-23.00) Jumat-Minggu (11.00-00.00)

Restoran dekat dengan Sierra ini terbilang baru karena baru beberapa tahun. Akan tetapi, sudah banyak dikunjungi terutama pada malam Minggu. Restoran ini menawarkan menu western food yang lezat dan tentu saja pemandangan kota Bandung yang indah. Menu andalan di sini adalah “Calista” Roast Turkey, daging kalkun yang gurih dan empuk lengkap dengan gravy dan stuffing yang lezat.

 

LISUNG RESTO & CAFÉ

Jalan Dago Pakar Timur No.111 Bandung; (022) 91279383.

Restoran dengan suasana etnik klasik ini sangat ramai terutama pada malam Minggu. Menu khas di sini adalah Nasi Panggang Lisung berupa nasi yang dipanggang bersama jamur, ati, sayur, dan disuguhkan bersama ayam, tahu, tempe goreng dan kerupuk. Karena porsinya lumayan besar, Anda dijamin kenyang. Minuman di sini pun tak kalah menariknya, mulai dari Kopi Coklat, sampai Nice Dream (cokelat, oreo dan ice cream).

 

ODEUM

ODEUM Building 1st floor, Paris Van Java Mall, Jl. Sukajadi Bandung; (022) 82063554; Secret Garden Restaurant Senin-Kamis & Minggu (16.00-00.00) Jumat & Sabtu (16.00-03.00); Mansion Club Rabu-Sabtu (22.00-habis); Pure Lounge Selasa-Kamis & MInggu (09.00-02.00) Jumat & Sabtu (09.00-habis). Restoran ini terdiri dari 3 venue yang menyajikan suasana dan hiburan yang berbeda bagi setiap pengunjungnya.

SUKI GARDEN

Lembah Pakar Timur No.28 Dago

Bandung; (022) 2531052

Restoran Jepang  all you can eat yang berada tepat  di atas restoran The Valley ini menyediakan jenis makanan Jepang yang beraneka ragam mulai dari sushi, yakiniku, dan shabu-shabu serta dessert yang sangat beragam dibanding restoran Jepang all you can eat yang lain. Dengan harga Rp98.200,00 sudah termasuk pajak, Anda dijamin akan merasa puas dan kenyang setelah menikmati hidangan ala Jepang yang sehat nan lezat ini.

 

WAROENG SOERABI ENHAII

Jl. Dr. Setiabudi No.186 Bandung; (081394212666)

Senin-Jumat & Minggu (12.00-02.00), Sabtu (12.00-03.00).

Gastronomi, Inderawi, Jawa Barat

Kopi Luwak Gungung Malabar: Black Beauty

Sekilas

Indonesia tidak hanya dianugerahi kekayaan alam yang menakjubkan namun juga memiliki suguhan kopi yang unik. Dibanding dengan negara lain, Indonesia dikenal memiliki beberapa jenis kopi terbaik di dunia. Bahkan, Indonesia tersohor sebagai penghasil kopi luwak terbaik di dunia dan sekaligus yang termahal. Salah satu tempat terbaik menimati black beauty (sebutan kopi luwak malabar) adalah di perkebunan kaki Gunung Malabar, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Gunung Malabar berlokasi sekira 40 km di sebelah selatan Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Pangaleran terkenal dengan suhunya yang sejuk. Wilayahnya cocok untuk pertanian dan perkebunan seperti teh, kina, dan tentu saja kopi. Gunung Malabar di Pangalengan berada di ketinggian 1400 – 1800 m dpl dengan suhu udara 15-21 C, serta memiliki curah hujan 2000 mm/tahun yang sangat cocok untuk produktivitas kopi jenis arabika.

Perkebunan di sini menggunakan sepertiga dari total 150 hektar hutan untuk menumbuhkan kopi. Perkebunan ini menghasilkan salah satu kopi arabika terbaik di negeri ini. Banyak yang percaya bahwa tanah dimana kopi ditanam memengaruhi kualitas. Semakin tinggi ketinggian, semakin jarang pohon kopi ditemukan namun kualitas semakin tinggi daripada di tempat yang lebih rendah.

Kopi juga harus dipetik dalam waktu yang tepat ketika sudah matang yang ditandai dengan warna kemerahan. Unsur-unsur lain yang berpengaruh pada kualitas kopi adalah cahaya. Pohon kopi membutuhkan pohon lain yang lebih tinggi sebagai tempat berlindung dimana pohon kopi hanya dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan 40% cahaya langsung.

Seperti yang telah banyak diketahui, bahwa yang membuat kopi luwak spesial adalah keterlibatan hewan luwak dalam proses produksi. Kopi mengalami proses fermentasi melalui sistem pencernaan luwak. Hal ini diyakini menjadi alasan mengapa kopi memiliki rasa yang lezat. Itu karena luwak hanya akan memilih dan mengonsumsi biji kopi dengan kualitas terbaik.

Untuk membuat kopi luwak kualitas terbaik, kondisi luwak juga menjadi prioritas utama. Tidak mengherankan bahwa Penangkaran Luwak Malabar menerima penghargaan sebagai Pusat Kopi Luwak Terbersih di Indonesia pada tahun 2011. Di sini, luwak diberi kandang yang cukup luas sekitar 2,5 x 2,5 m. Selain kopi, luwak juga diberikan diet alami dari berbagai macam buah-buahan segar seperti pisang, apel, pepaya dan lainnya. Ada lebih dari 100 luwak di sini menghasilkan sekitar 50 ton kopi per tahun.

Pada prosesnya, kopi dikumpulkan dan ditumbuk untuk memisahkan biji dengan kulit luar. Selanjutnya, kopi akan dipilih untuk dipisahkan berdasarkan kualitasnya. Biji kopi selanjutnya akan dipanggang menggunakan mesin pemanggang kopi. Dalam proses ini, suhu juga memengaruhi kopi semakin panas proses pemanggangan maka semakin tinggi tingkat keasaman pada kopi.

90% produksi kopi pada wilayah perkebunan ini diekspor ke luar negeri. Namun di Pusat Wisata dan Kuliner Kopi Malabar Anda dapat menikmati seduhan Kopi Luwak tepat dimana biji kopi ditanam dan dikonsumsi oleh luwak. Selain itu, kopi kalabar tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tetapi juga mengaplikasikan sistem produksi kopi yang berkelanjutan dengan budidaya dan cara berkebun kopi yang ramah lingkungan, tidak membuka kawasan hutan.

Petani setempat juga membudidayakan luwak dengan standar pemeliharaan mengikuti Program Panca Usaha Peternakan didukung tenaga ahli dibidangnya. Kopi Malabar Indonesia telah berhasil membudidayakan luwak sehingga membantu upaya konservasi hewan lindung jenis ini. Penangkaran Luwak Malabar merupakan penangkaran luwak terbersih yang ada di Indonesia

Dengan pegunungan yang menjulang tinggi dan bukit-bukit hijau yang luas sebagai latar belakang ditambah dengan sejuknya udara dan suasana yang tenang, menyesap kesegaran kopi luwak di sini akan mengartikan apa arti lezat yang sebenarnya. Sebelum disajikan kepada pelanggan, kopi diseduh dan didiamkan beberapa menit lalu ampasnya dibuang. Hal ini diyakini sebagai cara untuk menambahkan cita rasa kopi. Secangkir Kopi Luwak dihargai Rp 29.000, jauh dari harga yang akan Anda dapatkan untuk kopi sejenis di beberapa negara di luar negeri.

Transportasi

Kecamatan Pangalengan terletak 40 km sebelah selatan Bandung. Untuk menuju wilayah tersebut cara terbaik adalah menyewa mobil dengan sopirnya yang telah hafal wilayah tersebut. Dari pusat Kota Bandung Anda dapat melewati jalan tol dan keluar di pintu tol Buah Batu atau Mochammad Toha. Dari pintu keluar Mochamad Toha ambil jalur kanan lalu lurus menuju Dayeuh Kolot, sementara dari BuahBatu keluar ambil kanan menuju Baleendah, Kedua rute tersebut menuju Pameuengpeuk dan Anda dapat melanjutkan menuju Banjaran, Cimaung, sebelum ke Pangalean. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1,5-2 jam.

Jika Anda memilih transportasi umum ada dua bus yang menyediakan rute dari Kebon Kalapa (Terminal Bus Kota Bandung) menuju Pangalengan. Ada juga minibus yang menyediakan rute Terminal Tegalega menuju Pangalengan.

 

Akomodasi  

Berikut referensi penginapan di Pangalengan.

Wisma Malabar

Perkebunan Malabar PTPN VIII

Telepon: +62 22 2534517 / +62 2501635

Website: http://awn8.co.id/travel.php?id=16

Citere Hotel Resort

Jl Raya Pintu Pangalengan no. 589

Telepon: +62 22 5979423 / +62 82129263997

Email:  hotelcitere@ymail.com

Website/blog: http://hotelcitere.blogspot.co.id/

Hotel Damanakan Pangalengan

Jl.Raya Pangalengan 281 KM39 Pangalengan

Telepon: +62 22 5979636

Email: damanakahotel@gmail.com

Website/blog: http://damanakahotel.blogspot.co.id/

Gastronomi, Inderawi, Jawa Barat

Sate Maranggi Purwakarta: Menikmati Lezatnya Kuliner Khas Purwakarta

Cobalah tanya ke warga setempat, makanan khas Purwakarta apa yang wajib Anda cicipi? Pasti mereka sepakat menjawab ‘sate maranggi’. Makanan ini memang tidak jauh berbeda secara tampilan dengan sate-sate lainnya, yaitu berupa daging sapi atau kambing yang dipotong dadu, kemudian dipanggang dan disajikan dengan bumbu.

Sate maranggi yang gurih ini titik kenikmatannya ada pada proses pembuatannya yang lebih panjang, jika dibandingkan dengan hidangan sate lain. Ada tahap perendaman daging di dalam bumbu sebelum dipotong-potong dan dipanggang, tahap ini bisa menghabiskan waktu hingga seharian. Bumbu untuk merendam biasanya merupakan campuran dari air asam, kaldu sapi, gula merah, kecap manis, minyak, serta bumbu halus yang memadukan bawang merah, bawang putih dan ketumbar. Karena kekhasannya, sate maranggi kemudian dikukuhkan Kementerian Pariwisata sebagai salah satu dari 30 Ikon Kuliner Tradisional Nasional.

Nama sate maranggi sendiri berasal dari nama penjualnya yaitu Mak Ranggi. Ini terjadi ratusan tahun lalu dan kelezatan sate ini dibicarakan banyak orang, sehingga saat menyebut nama sate tersebut maka terucaplah ‘maranggi’ pada akhir kalimatnya.

Sate maranggi dihidangkan dengan banyak pilihan. Beberapa tempat memberikan bumbu yang cukup umum, yaitu bumbu kacang dan kecap sebagai opsinya lalu dilengkapi dengan nasi. Akan tetapi, ada beberapa penjual yang coba menawarkan sate maranggi dengan lontong, ketan bakar berikut oncom dan juga nasi timbel. Jika makan bersama keluarga dan rombongan, jangan lupa memesan menu lain sebagai variasi seperti sop dan soto.

Sate maranggi asli dari Purwakarta tetapi keberadaannya meluas hingga di beberapa daerah di Jawa Barat termasuk Bandung dan Cianjur. Sebagian berjualan di kios-kios, sebagian lagi masih menggunakan gerobak dorong dan pikulan. Walaupun sate ini sudah mudah ditemui di banyak daerah, Purwakarta masih menjadi tujuan utama. Pada perkembangannya, pengusaha-pengusaha sate maranggi membangun tempat yang luas dan membuat alat panggang yang panjang untuk mengantisipasi permintaan tamu secara massal, sehingga saat kios penuhpun tamu tidak menunggu terlalu lama.

Berikut ini beberapa rumah makan di Purwakarta yang menyajikan sate maranggi:

Sate Maranggi Cibungur

Jl. Raya Cibungur, Purwakarta, Jawa Barat

Tlp. +62 264 351077

Sate Maranggi Bah Use

Jl. Terusan Kapiten Halim No.105

Tlp. +62 264 211108