Indonesia Traverse

Budaya, Jawa Tengah

Borobudur: Keajaiban Warisan  Sejarah Indonesia

Sekilas

Inilah candi Buddha terbesar di dunia yang berdiri megah ibarat puzzle raksasa. Tersusun dari 2 juta balok batu vulkanik, dipahat sedemikian rupa sehingga saling mengunci satu dengan yang lain. Candi Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir, bedanya, Borobudur memiliki pola kepunden berundak.

Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

Candi Borobudur memiliki luas 123×123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Bentuk candi ini beraksitektur Gupta yang mencerminkan pengaruh India. Setelah berkunjung ke sini Anda akan memahami mengapa Borobudur memiliki daya tarik bagi pengunjung dan merupakan ikon warisan budaya Indonesia.

Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui sekaligus memuji Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di Candi ini ada 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya serta setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarah umat Budha dari China, India, Tibet, dan Kamboja. Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.

Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa namun sebenarnya masih ada 160 panel yang sengaja ditimbun di bagian paling bawah, berisi adegan Sutra Karmawibhangga (hukum sebab-akibat). Ada pula yang menyatakan bahwa penimbunan bagian bawah tersebut untuk menguatkan bagian pondasi yang sejak awal ditemukan sudah sangat rusak.

Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma dengan 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi. Saat itu sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Pada awalnya, candi ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan. J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sansekerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur. Sebagian sejarawan juga ada yang menyatakan bahwa nama Borobudur ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Vihara Buddha Uhr” yang artinya  “Biara Buddha di Bukit”.

Candi ini berada di Jawa Tengah, di puncak bukit menghadap ke sawah yang subur di antara bukit-bukit yang renggang. Cakupan wilayahnya sangat besar, yakni berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur ternyata dibangun di atas sebuah danau purba. Dulu, kawasan tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sungai. Karena tertimbun endapan lahar kemudian menjadi dataran. Pada akhir abad ke VIII, Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra lantas membangun Candi Borobudur yang dipimpin arsitek bernama Gunadharma hinggga selesainya tahun 746 Saka atau 824 Masehi.

Luas bangunan Candi Borobudur ialah 15.129 m²  yang tersusun dari 55.000 m³ batu, terdiri dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 x 10 x 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya mencapai 3 km. Candi ini memiliki 10 tingkat, dimana tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. Bagian paling atas di tingkat ke-10 terdapat stupa besar berdiameter 9,90 m, dengan tinggi 7 m.

Arsitektur dan bangunan batu candi ini sungguh tiada bandingannya. Candi ini dibangun tanpa menggunakan semen. Strukturnya seperti sebuah kesatuan deretan lego yang saling mengukuhkan dan  dibuat bersamaan tanpa lem sedikitpun.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Keberadaan Borobudur sebenarnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18 dimana sebelumnya tertimbun material Gunung Merapi.

Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983. Candi ini tetap kuat meski selama sepuluh abad tak terpelihara.

Tahun 1970-an Pemerintah Indonesia dan UNESCO bekerja sama untuk mengembalikan keagungan Borobudur. Perbaikan yang dilakukan memakan waktu delapan tahun sampai dengan selesai dan saat ini Borobudur adalah salah satu keajaiban dan harta Indonesia dan dunia yang berharga.

Berbagai disiplin ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp tahun 1911,  Prof. Dr. C. Coremans tahun 1956, dan Prof.Ir. Roosseno tahun 1971. Kita patut menghargai usaha mereka memimpin pemugaran candi mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi tidaklah mudah. Tahun 1991 akhirnya Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur dihiasi dengan ukiran-ukiran batu pada reliefnya yang mewakili gambaran dari kehidupan Budha. Para arkeolog menyatakan bahwa candi Borobudur memiliki 1.460 rangkaian  relief di sepanjang tembok dan anjungan. Relief ini terlengkap dan terbesar di dunia sehingga nilai seninya tak tertandingi.  Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. Cerita dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbangnya.

Monumen ini adalah tempat suci dan tempat berziarah kaum Budha. Tingkat sepuluh candi melambangkan tiga divisi sistem kosmik agama Budha. Ketika Anda memulai perjalanan mereka melewati dasar candi untuk menuju ke atas, mereka akan melewati tiga tingkatan dari kosmologi  Budhis dan hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semesta yang menurut ajaran Budha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: (1) Kamadhatu atau dunia keinginan; (2) Rupadhatu atau dunia berbentuk; dan (3) Arupadhatu atau dunia tak berbentuk.

Seluruh monumen itu sendiri menyerupai stupa raksasa, namun dilihat dari atas membentuk sebuah mandala. Stupa besar di puncak candi berada 40 meter di atas tanah. Kubah utama ini dikelilingi oleh 72 patung Budha yang berada di dalam stupa yang berlubang.

 

 

Kegiatan

Untuk lebih memahami tentang Candi Borobudur dan tampilan batunya secara lebih terperinci maka Anda dapat mengikuti tur atau menyewa pemandu wisata resmi.

Jelajahilah keseluruhan relief di Borobudur yang mencerminkan ajaran Budha Mahayana dimana semakin ke atas semakin menyimbolkan tingkat kesempurnaan. Bagian paling bawah atau Kamadhatu menggambarkan perilaku penuh angkara murka dan hawa nafsu yang menyebabkan seseorang masuk neraka jahanam. Bagian tengah meliputi empat tingkat dinamakan Rapadhatu, tempat manusia dibebaskan dari nafsu dan hal-hal duniawi. Sementara bagian teratas termasuk tiga teras melingkar yang mengarah ke pusat kubah disebut Arupadhatu atau tempat para dewa bersemayam (nirwana).

Sebenarnya ada relief Karmawibhangga yang tertimbun di tanah dan menggambarkan perbuatan mansia yang mengikuti hawa nafsunya, seperti bergosip, membunuh, menyiksa, dan memerkosa. Bahkan ada juga adegan-adegan seks dalam berbagai posisi. Sejumlah pendapat menyebutkan bahwa relief tersebut ditimbun karena dianggap kurang pantas dipertontonkan tetapi ada pula yang berpendapat penutupan ini semata-mata demi kestabilan posisi candi agar tidak amblas.

Tahun 1885, arkeolog JW Yzerman sempat mendokumentasikan dan merekam relief ini kemudian dibukukan tahun 1931. Buku aslinya kini ada di Museum Nasional, Jakarta. Sedangkan klise aslinya disimpan di Museum Tropen, Amsterdam mengingat statusnya milik Pemerintah Belanda sementara Pemerintah Indonesia memiliki replika seluruh foto tersebut.

Sekitar tahun 1890-1891, bagian yang tertutup itu dibuka seluruhnya oleh fotografer Kasiyan Chepas untuk dipotret satu per satu. Batu bervolume 13000 meter kubik ini diangkat, lalu dikembalikan lagi ke posisi semula.  Hingga hari ini, bagian itu ditimbun tanah sehingga tidak bisa dilihat. Ada tiga panel di bagian tenggara candi yang terbuka diduga karena proses penutupan kembali yang tak sempurna.

Bila Anda telah mencapai puncak candi maka beristirahatlah dan nikmati pemandangan indahnya. Di bagian atas Borobudur Anda akan menemukan ruang kosong yang merupakan simbol  kesempurnaan. Selama Anda di bagian puncaknya, nikmatilah pemandangan gunung yang hijau dan lebat di sekitarnya, dan rasakanlah hembusan angin yang lembut. Anda bebas untuk mengambil sebanyak mungkin objek foto indah yang Anda inginkan.

Listen

Read phonetically

Kepercayaan masyarakat lokal menyebutkan bahwa jika Anda telah berada di puncak candi dan memiliki satu keinginan sungguh-sungguh, lalu tangan Anda menjangkau dan menyentuh sosok Sang Buddha di dalamnya, maka permintaan Anda akan terwujud.

Listen

Read phonetically

Anda dapat mencatat beberapa cerita menarik dari ukiran dari relief candi ini karena ada banyak cerita menarik di dalamnya. Pastikan pemandu wisata Anda menceritakan rentetan cerita yang terdapat dalam ukiran  batu. Jika Anda seorang penulis atau penyair mungkin ada cerita yang dapat menginspirasi Anda.

Hal menarik lainnya dari Borobudur adalah bukit Manoreh di selatan. Jika Anda melihatnya dengan seksama nampak garis kontur bukit-bukit berbentuk seperti orang tidur seolah Borobudur tampak berdiri tegak di samping “orang tidur”.

Candi Borobudur memiliki 100 talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah) sebagai saluran air sekaligus untuk menambah keindahan candi. Dahulu, air hujan yang mengalir melalui makara akan terlihat seperti air mancur.

Museum Samudera Raksa akan memberitahu Anda tentang sejarah perdagangan Indonesia dan Afrika di zaman kuno dan bagaimana upaya modern untuk menciptakan kembali rute perjalanan ini.

Di Museum Karmawibhangga tersedia sumber informasi lengkap tentang tempat megah ini.

Saat Anda berwisata ke Candi Borobudur, kali ini mengapa tidak untuk mengejar keindahan Matahari terbitnya.

Akomodasi

Karena Borobudur hanya satu jam perjalanan dari Yogyakarta, banyak pengunjung memilih untuk tinggal di sini, di mana terdapat berbagai macam hotel sederhana dan hotel berbintang. Silahkan lihat Travel Directory kami untuk mencari hotel di DI Yogyakarta.

Bagi pengunjung yang ingin tinggal sedekat mungkin dengan candi Borobudur maka ada pilihan akomodasi lainnya. Hotel Amanjiwo adalah sebuah bangunan megah dan merupakan objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Hotel mewah ini memiliki kamar eksklusif dengan kolam renang pribadi. Hotel ini terletak hanya sejauh 3 km ke selatan Amanjiwo.

Alternatif lain ada hotel yang bertengger di dekat dataran tinggi yang indah Magelang. Hotel-hotel di Magelang sekitar 20 km sebelah utara Candi Borobudur. Salah satu hotel yang paling mengesankan di daerah ini adalah Losari Coffee Plantation, menawarkan akomodasi bergaya vila yang berandanya menghadap ke pemandangan gunung berapi yang indah.

Plataran Borobudur Resort and Spa

Dusin Tanjungan, Borobudur,

Magelang, Jawa Tengah

www.plataranborobudur.com

Merupakan salah satu resort dan spa terbaik di kawasan Borobudur. Menyediakan layanan private spa, javanese lulur, kemiri message, purification ritual.

Makanan di restorannya menyajikan kuliner nikmat mulai dari Bouillabaise Marseille, yaitu berupa makanan Perancis olahan ikan segar dicampur saus rouille, aioli dan crispi garlic.

Hotel ini menyediakan paket wisata Sunrise di Borobudur termasuk breakfast, Sunset afternoon tea, hingga moonlight romantic dinner. Sementara villa yang disewakan mulai dr Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

 

Kuliner

Yogyakarta adalah tempat terdekat dari Candi Borobudur dan distrik makanan terbaik untuk mencicipi makanan khas lokal yang lezat. Gudeg adalah salah satunya. Hidangan ini terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional, kadang dengan telur, ayam, dan kerupuk kulit sapi. Kebanyakan restoran tradisional di Yogyakarta menjual makanan khas Yogyakarta ini.

Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat mengetahui lebih banyak dengan membaca Yogyakarta  Dining Guide.

Sekar Kedaton

www.sekar-kedhaton.com

Jalan Tegal Gendu No. 28, Kotagede, Yogyakarta 55173

Telp: (074) 386 868

Jalan Raya Borobudur Km 2,5 Mungkid, Magelang 56551, Jawa Tengah

Telp: (0293) 5580 508

Merupakan salah satu restoran terbesar di Yogyakarta dimana Anda dapat menikmati suasana khas Jawa termasuk dekorasi etnik Jawa dan iringan musik gamelan beserta wayang kulit. Tempat ini menyajikan menu buffet, barbeque, dan stall. Cicipi soto ayam bandengan, timlo soup, atau ayam panggang miroso yang nikmat. Restoran ini memiliki pelayan yang mampu berbicara dalam beberapa bahasa asing, keramahan dan kehangatan seyum sapa mereka akan membuat Anda merasa nyaman dan santai, lalu pulang dengan senyum dan perut kenyang.

Yogyakarta adalah tempat terbaik untuk mencicipi makanan khas lokal yang lezat. Gudeg adalah salah satunya. Hidangan ini terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional, yang biasanya disajikan dengan pelengkapnya yaitu telur pindang, ayam, dan kerecek kerupuk kulit sapi. Kebanyakan restoran tradisional di Yogyakarta menjual makanan khas Yogyakarta ini.

Untuk informasi lebih lanjut lihat Panduan Kuliner Yogyakarta.

Listen

Read phonetically

Berkeliling

Di sini Anda dapat menyewa pemandu wisata resmi berpengalaman dengan harga sekitar Rp 50.000. Jangan sampai Anda melewatkan pengalaman unik saat Anda mengunjungi candi besar ini tanpa belajar tentang sejarah dan pesan penting yang ditangkap pada relief candi.

Apabila Anda membawa anak-anak, jangan lewatkan area rumput hijau besar sekitar lokasi Borobudur.

Anda bisa mengelilingi kompleks Taman Wisata Candi Borobudur menggunakan kereta mini atau yang biasa dikenal dengan nama kereta kelinci. Kendaraan ini biasanya menjadi favorit anak-anak. Tarif kereta kelinci: Rp5.000,00 per orang sekali putaran.

Apabila Anda datang dalam rombongan maka seewalah Andong. Andong dapat dijumpai dengan mudah di terminal maupun pasar Borobudur. Andong wisata juga ada di dalam kompleks candi dan bisa digunakan untuk berkeliling mengitari candi. Tarif andong keliling desa: Rp75.000,00 dengan rute: Dusun Klipoh – Desa Tanjungsari – Dusun Jowahan – Desa Wanurejo). Tarif andong keliling candi: Rp30.000,00 untuk 4 orang sekali putaran.

Penyewaan sepeda tersebar di berbagai tempat seperti hotel-hotel tempat Anda menginap maupun di kawasan taman Candi Borobudur. Dengan bersepeda maka Anda dapat menyusuri kawasan Borobudur yang masih asri dan memiliki udara yang segar menggunakan sepeda akan menjadi pilihan yang menyenangkan. Tarif sewa sepeda onthel: Rp 20.000 / 10 jam. Tarif sewa sepeda biasa: Rp 25.000 / 10 jam. Tarif sewa sepeda di areal candi: Rp 10.000. Tarif sewa sepeda tandem di areal candi: Rp 15.000.

 

Transportasi

Borobudur berjarak hanya satu jam dari Yogyakarta. Cara termudah untuk sampai ke sana adalah dengan bergabung tur atau menyewa mobil atau motor di hotel atau penginapan anda

Selama perjalanan Anda ke Borobudur, nikmati udara sejuk dan segar kota Magelang dengan pohon besar yang rindang berjajar. Borobudur sendiri berdiri tinggi dengan latar belakang spektakuler pegunungan Manoreh yang mengelilinginya.

Memasuki kompleks candi ini mudah dan sebagian besar pengunjung memilih untuk berkeliling dengan berjalan kaki. Anda juga bisa mengambil tur sehari dari Wonosobo ke Borobudur dengan kendaraan wisata yang berasal dari Semarang atau Yogyakarta.

Tips

  • Festival Waisak diselenggarakan sekali setahun bulan Mei saat purnama. Dalam festival ini banyak peziarah dan pengunjung datang untuk merayakan kelahiran, kematian, dan pencerahan Budha.
  • Kenakan pakaian sopan ringan dan nyaman.
  • Sewa pemandu wisata resmi, sehingga Anda akan mendapatkan informasi yang lebih baik.
  • Selama musim panas, Anda sebaiknya memakai topi atau payung yang disewa sekitar Rp2.000,00
  • Apabila belum paham dengan kondisi serta lokasi sekitarannya maka lebih baik naik ojek saja.
  • Anda dapat menyewa motor selama di Borobudur karena akan mempermudah dan memperluas ruang gerak. Anda bisa berkeliling ke tempat-tempat yang jauh semisal Bukit Punthuk Setumbu atau Puncak Suroloyo. Tarif sewa sepeda motor: Rp 50.000 – Rp 70.000 / 12 jam. Telp: +62 81915524153

Anda dapat menghubungi agen perjalanan untuk mengorganisir kebutuhan dan mendapatkan tur yang menarik, berikut ini yang direkomendasikan:

Campa Tour

No. Telepon: 081263679350

Email: info@campatour.com

Berbelanja

Tidak jauh setelah Anda meninggalkan Candi Borobudur, sudah ada pedagang yang menjajakan barang dagangannya meskipun tempat itu bukan tempat yang resmi untuk berjualan souvenir. Cendera mata yang dijual adalah hasil kerajinan tangan daerah setempat seperti hiasan patung, replika Candi Borobudur ataupun Prambanan, tas batik, kaos oblong, pernak-pernik berupa gelang, kalung, ikat rambut, dan lain-lain. Barang-barang tersebut dijual dengan harga sangat bervariasi. Misalnya, untuk sebuah hiasan replika Candi Borobudur seharga Rp20.000,00 tetapi dengan kemampuan tawar-menawar maka Anda akan mendapatkan harga yang wajar.

Acara, Budaya

Mahakarya Borobudur 2018: “Indonesia Berkain”

Mengulang kesuksesan acara ini di tahun sebelumnya, Mahakarya Borobudur kembali digelar dimana tahun ini mengambil tema “Indonesia Berkain”. Perhelatan tersebut berlangsung di area Lumbini Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada 18 April 2018. Acara ini digelar sebagai usaha untuk senantiasa menjaga kelestarian dan kecintaan akan pariwisata Candi Borobudur.

Mahakarya Borobudur merupakan annual event yang mengambil inspirasi dari Candi Borobudur yang kaya akan seni budaya dan sisi kehidupan. Candi Borobudur sendiri merupakan situs warisan dunia yang telah dicatat secara resmi oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organisation) sebagai “World Cultural Heritage Site”.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Edi Setijono menjelaskan bahwa merupakan annual event yang mengambil inspirasi dari Candi Borobudur yang kaya akan seni budaya dan sisi kehidupan. Mahakarya Borobudur kali ini diselenggarakan bekerjasama dan bersinergi dengan salah satu BUMN yang peduli terhadap warisan budaya Indonesia yaitu Bank BRI yang selalu berkomitmen mendukung perkembangan industri kreatif nasional, terutama yang berbasis pada nilai-nilai seni dan budaya Indonesia.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani menjelaskan bahwa Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain merupakan bentuk dukungan Bank BRI terhadap sektor pariwisata Indonesia. Candi Borobudur sudah menjadi warisan budaya dunia dan tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara dan event ini merupakan wujud dukungan Bank BRI untuk dapat terus menjaga kelestarian Candi Borobudur sekaligus memajukan sektor pariwisata di Indonesia” jelas Handayani. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang hadir dalam event kali ini, diharapkan akan meningkatkan perekonomian di sekitar Candi Borobudur.

TWC dan Bank BRI berharap acara “Mahakarya Borobudur 2018: Indonesia Berkain” dapat menarik banyak wisatawan domestik maupun mancangera. Selain itu, melalui acara ini juga diharapkan sektor pariwisata Indonesia khususnya Candi Borobudur dapat semakin berkembang dan menguatkan posisinya sebagai destinasi wisata warisan dunia yang ada di Indonesia.

Selain itu, untuk dapat semakin memajukan wisata Candi Borobudur, Bank BRI juga telah mengembangkan desa wisata dengan membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Lokasi Balkondes ini cukup strategis yaitu di sekitar wilayah Candi Borobudur. Balkondes merupakan interconnecting tourism system berbasis komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa juga memberdayakan dan mengembangkan SDM berbasis Wisata. Balkondes juga diarahkan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat yang berada di sekitar wilayah Candi Borobudur sekaligus melestarikan budayanya.

Art Director Mahakarya Borobudur 2018, Musa Widyatmodjo menyampaikan bahwa budaya berkain sudah ada sejak dulu dengan beragam jenis pemakaian dan variasinya. Warisan tersebut menurutnya harus terus diwariskan kepada generasi muda. Warisan itu harus diwariskan. Kalau Indonesia berkain pada zaman dulu, orang zaman dulu memang menciptakan kain untuk berkain tetapi orang zaman sekarang memotong kain batik untuk dijadikan busana.

 

Acara, Alam, Budaya

Festival Pasir Putih di Samosir

Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menggelar Festival Pasir Putih yang menjadi bagian dari Horas Calendar of Event Danau Toba 2017. Acara ini digelar pada 25 Maret 2017 di Pantai Pasir Putih Situngkir, Kabupaten Samosir. Diharapkan festival ini dapat menjadikan seni budaya, alam, dan situs sejarah di Samosir sebagai tujuan wisata Danau Toba.

 

Festival Pasir Putih merupakan bagian ajang yang diisi berbagai perlombaan menarik dan seru yang merupakan kebiasaan orang Batak pada masa lampau, seperti Martonggo Raja. Agenda tersebut diawali dengan menguras danau, yaitu praktik pembersihan dan repurifikasi secara simbolik untuk menghormati lingkungan danau yang diwujudkan dengan pertunjukan ritual dan budaya lokal.

 

Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau memikat karena terdapat dua buah danau kecil, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang yang mendapat julukan “danau di atas danau”.

 

Pulau Samosir sendiri terletak dalam wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan pada tahun 2003 dari Kabupaten Toba-Samosir. Kekayaan obyek wisata di Pulau Samosir tidak hanya pada panorama Danau Toba dan gunung di sekitarnya, tapi juga obyek wisata budaya. Ada beberapa desa yang masih mempertahankan tradisi leluhur sehingga tempat ini bagai Permata di tengah Danau Toba.

 

Desa Ambarita yang berada di Pulau Samosir menjadi satu tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi, karena terdapat situs peninggalan sejarah di masa Raja Sidabutar yang dipercaya menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di pulau tersebut. Makam Raja Sidabutar, yang berusia 450 tahun dan rumah adat Batak yang masih terpelihara hingga sekarang.

 

Sigale-Gale artinya lemah gemulai adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka kayu berbentuk manusia yang digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara adat, acara budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik pulau Samosir.

 

Ada beberapa cara menuju Pulau Samosir, dapat memanfaatkan penerbangan ke Bandara Internasional Kuala Namu kemudian melanjutkan dengan bus Paradep menuju ke Pematang Siantar untuk di Simpang Dua Taksi Parapat. Berikutnya lanjutkan dengan taksi ke Parapat yang jaraknya sekitar 1 jam lalu menyeberang ke Pulau Samosir.

Acara, Petualangan

Toraja Marathon 2017

Hadir di tahun kedua, Toraja Marathon kembali mengundang Anda peminat lomba lari marathon untuk menjajal tantangan lari dan menikmati keindahan Toraja. Acara ini akan berlangsung pada 29 Juli 2019 di Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Tahun ini panitia menargetkan 1.500 peserta ikut berpartisipasi sekaligus untuk mempromosikan pariwisata Tana Toraja. Lombanya sendiri akan diadakan di dua kabupaten, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara dimana peserta akan melewati lintasan eksotis Tana Toraja seperti kampung adat berusia ratusan tahun, persawahan, pemakaman kuno, dan obyek wisata Suaya, Tanpang Allo, Bebo dan Kete Kesu.

 

Kategori yang akan diperlombakan dalam Toraja Marathon 2017 meliputi: full marathon (42 Km), half marathon (21 Km), 10K (10 Km), dan 5K (5 Km). Untuk full marathon dan half marathon, peserta akan mendapat kesempatan untuk menikmati keseluruhan alam Toraja.

 

Panitia menyiapkan sejumlah bus untuk mengantar peserta dari Makassar ke Toraja selama delapan jam perjalanan. Untuk akomodasi, tersedia banyak hotel dan homestay di Toraja, seperti Hotel Luta Resort, Hotel Indra, Heritage Hotel, Misliana Hotel, dan homestay penduduk. Hotel-hotel tersebut berada di daerah Rantepao dekat dengan lokasi perlombaan Toraja Marathon 2016.

 

Paket wisata yang dapat dipilih peserta bisa diakses melalui website torajamarathon.com.

 

Informasi dan keterangan silakan kunjungi laman berikut:

http://torajamarathon.com/information/

 

Danaya: 082112512787

Lisa: 08128789961

 

Acara, Inderawi

Solo Indonesia Culinary Festival 2017

Agenda liburan Anda kali ini di Kota Solo dapat terisi dengan menghadiri sebuah acara menarik, yaitu Solo Indonesia Culinary Festival 2017 yang akan berlangsung pada 6 – 9 April 2017 di Benteng Vastenburg Solo.

 

Perhelatan ini menghadirkan festival masakan tradisional Jawa yang sudah terkenal kelezatannya serta makanan hasil kreasi resep Jawa oleh chef Nasional maupun Internasional.

 

Solo Indonesia Culinary Festival 2017 menampilkan lebih dari 70 stand kuliner mulai dari Heritage Kuliner Asli Solo dan sekitarnya, Chinese Food, Western Food, dan banyak yang lainnya. Akan ada juga lomba antarchef.

 

Selain itu, ada program acara yang unik dan menarik yang kita kolaborasikan dengan penampilan dari ICA (Indonesia Chef Association).

 

Informasi dan keterangan sila hubungi pihak berikut.

Sellyna R / WA 085725113130

Claudia L /WA 082138113859

 

Acara, Budaya

Semana Santa Larantuka 2017

Siapkan waktu Anda di pertengahan Apil untuk melihat salah satu acara yang unik dihadirkan Kota Larantuka di Pulau Flores. Pada 12-14 April 2017 warga Kota Larantuka di Flores Timur dengan khidmat merayakan Minggu Suci yang dikenal sebagai Semana Santa. Saat acara Pekan Suci berlangsung, Kota Larantuka yang biasanya tenang berubah ramai karena disesaki peziarah dan jemaat dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Ini merupakan prosesi puncak Hari Jumat Agung atau Sesta Vera.

Prosesi Jumat Agung atau Sesta Vera merupakan puncak dari rangkaian perayaan Semana Santa (pekan suci) Paskah. Pagi sebelum puncak acara, arak-arakan Tuan Menino (bayi Yesus) dilakukan lewat laut. Menggunakan perahu dayung kecil, diikuti perahu-perahu lain. Jauh di samping dan belakangnya, masyarakat mengantar menggunakan perahu motor. Siang harinya dilanjutkan arak-arakan Tuan Ma dan Tuan Anna menuju Katedral. Dari titik inilah prosesi Sesta Vera dengan jutaan lilin dimulai. Selama malam Jumat Agung, lilin dinyalakan sepanjang 2 km di jalan dan di depan rumah penduduk yang dilalui prosesi.

Pusat perayaan dipusatkanpada dua patung suci, yaitu patung Yesus Kristus (secara lokal dinamai Tuan Ana) dan patung Perawan Maria (secara lokal dinamai Tuan Ma). Kedua patung tersebut dibawa oleh misionaris Portugis Gaspar do Espírito Santo dan Agostinho de Madalena pada abad 16. Patung-patung ini hanya ditampilkan kepada publik setiap hari Paskah.

 

Semana Santa dimulai dengan Trewa Rabu pada pertengahan minggu Paskah. Pada hari ini, berkumpul di Kapel Devotees dan berdoa untuk mengenang pengkhianatan Yudas Iskariot yang menyebabkan penangkapan Yesus dan shackling. Ini adalah saat dimana kota Larantuka berubah menjadi Kota Berkabung, tenggelam dalam kekhidmatan dan refleksi pemurnian jiwa.

Pada sore hari Kamis Putih, jemaat akan melakukan ritual tikam Turo yang merupakan persiapan untuk mengambil rute sepanjang 7 kilometer untuk prosesi hari berikutnya dengan memasang lilin di sepanjang jalan. Di Kapel Tuan Ma (Perawan Maria) peti mati yang disegel selama satu tahun akan dibuka oleh Conferia. Setelah itu patung Tuan Ma atau Perawan Maria akan dimandikan dan dipakaikan baju berkabung yaitu kain berwarna hitam, ungu, atau mantel beludru biru.

Puncak ritual jatuh pada Jumat Agung atau Sesta Vera. Pintu kapel Tuan Ma dan Tuan Ana (Yesus dan Perawan Maria) akan dibuka pukul 10 pagi. Prosesi Jumat Agung diisi dengan ritual pengusungan tubuh Yesus Kristus, prosesi ini menempatkan Yesus sebagai pusat ritual dan menempatkan Ibu Maria sebagai pusat perhatian sebagai ibu yang berkabung (Mater Dolorosa). Sabtu Santo (Sabtu Suci) dan Minggu Paskah akan diadakan pada hari berikutnya, menandai akhir prosesi seluruh minggu Paskah.

Terletak di wilayah paling timur pulau Flores, Larantuka juga dikenal dengan Kota Reinha atau Tana Nagi, yang merupakan ibu kota kabupaten Flores Timur. Dari Jakarta atau Bali, kota ini dapat diakses dengan penerbangan ke Bandara El Tari di Kupang atau Bandara Wai Oti di Maumere. Berkutnya melanjutkan perjalanan darat sekitar 3 jam menuju kota.

Kota ini memiliki pengaruh kuat kolonial Portugis dan dikenal sebagai salah satu tempat dimana agama Khatolik berkembang di Indonesia. Lebih dari empat abad, kawasan ini telah mewarisi tradisi Katolik melalui peran masyarakat umum daripada melalui pastor. Raja Larantuka, misionaris, persaudaraan para rasul dari rakyat biasa (Confreria), suku Semana, dan suku Kakang (suku Kakang Lewo Pulo), serta suku Pou (Suku Lema) telah memainkan peran penting dalam pengembangan Katolik di wilayah Larantuka.

Acara, Inderawi

Jakarta Fashion & Food Festival

 

Acara tahunan yang hadir untuk ke-14 kalinya ini layak dinantikan dan akan dihelat pada 7 April – 7 Mei 2017 di MPH La Piazza, Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jakarta Fashion & Food Festival atau JFFF (dibaca: je-ef-tri) menampilkan ragam kekayaan budaya Indonesia khususnya di bidang fashion & kuliner yang dikemas dalam rangkaian acara yang menarik.

 

JFFF menampilkan 2 rangkaian acara utama, yaitu: Fashion Festival dan Food Festival. Acaranya digelar hasil kerjasama PT. Summarecon Agung Tbk dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

 

Fashion Festival akan menampilkan ragam kekayaan budaya Indonesia melalui mode. Presentasi koleksi terbaru busana siap pakai dari para desainer terkemuka, desainer independen, serta para perancang muda dari berbagai institusi pendidikan mode ternama melalui peragaan busana dan Fashion Village berkonsep trade show di JFFF. Selain itu, ajang penyaluran bakat serta penghargaan dalam bidang mode, JFFF hadirkan melalui Gading Model Search (GMS), GMS Kids Category, Next Young Promising Designers (NYPD), dan Fashion Icon Awards (FIA).

 

Food Festival merupakan bentuk kreativitas JFFF dalam mengangkat pesona kuliner Nusantara pada tataran lokal maupun global dan mengkombinasikannya dengan citra Summarecon Kelapa Gading sebagai kota sejuta makanan. Apresiasi terhadap ragam kuliner tradisional tanah air akan tersaji melalui Kampoeng Tempo Doeloe, berdampingan dengan Wine & Cheese Expo sebagai sarana mengenalkan budaya kuliner Nusantara melalui kegiatan pertukaran budaya antar bangsa. Tak ketinggalan, kembali digelarnya program Eat & Win serta Jakarta Wine & Cheese Run.

 

 

Informasi dan keterangan silakan hubungi pihak berikut.

 

Sekretariat Jfff

Summarecon Kelapa Gading

Jl. Bulevar Kelapa Gading Blok M

Jakarta Utara, 14240

P: +6221 453 1101

F: +6221 450 7982

E: jfff@summarecon.com

W: http://jfff.info

[td_block_video_youtube playlist_title=”” playlist_yt=”” playlist_auto_play=”<iframe width=”560″ height=”315″ src=”https://www.youtube.com/embed/x887vCmz0RA” frameborder=”0″ allowfullscreen></iframe>”]