Category Archives: Bangka Belitung

Alam, Bangka Belitung

Pantai Matras dan Parai Tenggiri: Menikmati Keindahan Pantai Nelayan di Bangka

Sekilas

Pantai Parai Tenggiri terletak di daerah Matras Sungailiat, sekitar 40 km dari Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Parai Tenggiri merupakan pantai paling populer dan eksklusif di Bangka Belitung. Pantainya cukup landai dan memiliki ombak yang lembut. Di pantai ini fasilitas yang tersedia antara lain hotel, outbound serta permainan olah raga air.

Pantainya sangat memungkinkan Anda berenang dan bermain air di sepanjang bibir pantai dengan pasir berwarna putih dan air laut yang hijau. Pantai Parai adalah tempat yang ideal berwista dalam suasana santai yang menyuguhkan panorama pantai desa nelayan.

Di Pantai Parai Tenggiri Anda dapat melihat batu-batu granit yang besar beragam bentuk unik yang tidak dapat dijumpai di daerah lain. Bebatuan karang inilah yang membuat pemandangan di pantai ini menjadi lebih istimewa dan kerap kali mengundang decak kagum para pengunjung. Dari atas batu-batu karang, pengunjung dapat duduk santai untuk menikmati keindahan Laut Cina Selatan yang teduh dan berombak kecil. Pada malam hari, pengunjung dapat dengan leluasa menikmati suasana malam di pinggir pantai yang diwarnai cahaya dari kapal-kapal yang tengah berlayar sambil tidak lupa menikmati ubi goreng keju, pisang goreng keju, kolak labu merah, ataupun minuman hangat yang bisa dibeli di restoran terdekat.

Selain menikmati keindahan alam dan suasananya, pengunjung juga dapat melakukan rekreasi bahari yang menarik. Bagi Anda yang hobi memancing di pantai maka tersedia penyewaan perahu pancing lengkap dengan semua peralatannya. Mau yang sedikit lebih menantang? Anda dapat saja melakukan permainan banana boating ataupun parasailing atau dapat pula melakukan diving menikmati kekayaan terumbu karang di kawasan pantai. Bagi Anda yang ingin mencoba parasailing atau diving namun belum memiliki pengalaman tidak perlu khawatir. Karena, pengelola pantai menyediakan instruktur berpengalaman yang dapat memberikan petunjuk cara penggunaan dan pelatihan terlebih dulu.

Saat ini, kawasan Pantai Parai Tenggiri ditetapkan sebagai kawasan wisata hijau dengan sebutan Parai Green Resort  dengan kepedulian yang besar terhadap usaha penyelamatan lingkungan mealui cara mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat mencemari pantai, seperti plastik, serta menanam banyak pohon di lokasi wisata ini.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi pantai ini, dari Bandara Depati Amir dapat menggunakan beragam jenis kendaraan yang bisa disewa. Jika ingin menggunakan angkutan umum, dari Pangkal Pinang pengunjung dapat menumpang angkutan kota jenis colt, jurusan Pangkal Pinang-Sungai Liat dengan  ongkos Rp6.000,00. Dari Sungai Liat, perjalanan dapat diteruskan dengan menggunakan becak motor sampai ke kawasan Pantai Parai Tenggiri. Untuk menggunakan becak motor ini, pengunjung perlu membayar sekitar Rp40.000,00 untuk rute pergi-pulang.

Sementara Pantai Matras amat indah dan landai. Pantai ini terletak di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, disebelah Timur Laut Pulau Bangka dan berjarak sekitar 40 km dari Pangkalpinang atau 7 km dari kota Sungailiat.

Keistimewaan pantai ini adalah pasir putihnya yang halus, nyiur yang melambai-lambai dan aliran sungai alami. Keistimewaan lain, lokasinya yang nyaman dan tenang akan memberikan keleluasaan bagi Anda untuk menyantap makanan sambil bersandar di bebatuan alam dan menikmati keindahan suasana pantai. Di kawasan pantai Matras juga telah dibangun banyak tempat peristirahatan berupa bungalow sederhana yang nyaman.

Hamparan pasir pantai ini menyatu dengan bebatuan indah di sekitarnya seperti mutiara yang terbentang di depan mata. Pantai Matras terdiri dari pasir putih yang halus dengan panjang sekitar 3 km, dengan lebar 20 sampai 30 meter, pantai yang dilatar-belakangi oleh pepohonan kelapa ini menampilkan pula laut yang bening dan pemandangan indah serta aliran sungai yang alami sehingga acapkali disebut sebagai Pantai Surga.

Anda yang ingin mengunjungi pantai ini disarankan menggunakan kendaraan sendiri atau taksi dari Sungailit atau Pangkalpinang menuju ke Pantai Matras. Perjalanan dari Pangkalpinang menuju ke lokasi kurang lebih membutuhkan waktu 1 jam dengan jalanan yang naik turun. Di tempat ini pengunjung yang masuk hanya dikenakan biaya masuk pada saat memasuki gerbang pantai, besarnya sekitar Rp. 2.000 ,00- Rp. 5000,00 perorang. Di sekitar lokasi pantai terdapat beberapa hotel, penginapan, layanan tou dan travel juga tempat hiburan. Terdapat juga pusat-pusat penjualan souvenir dan makanan khas Bangka seperti kemplang panggang, kerupuk ikan, keretek ikan, cumi, rusip, belacan, rrasi, lada bubuk, dan sebagainya.

Bangka Belitung, Budaya

Kelenteng Kwan Tie Miaw dan Pecinan di Pangkal Pinang

Saat Anda berkunjung ke Pangkal Pinang maka sempatkanlah untuk mengunjungi Kelenteng Kwan Tie Miaw yang terletak di Jalan Mayor Syafrie Rachman. Di lokasi ini ada juga Gang Singapur dan Pasar Mambo yang menjadikannya sebagai sebuah wilayah pecinan di Pangkla Pinang. Di sini Anda dapat berwisata budaya sekaligus berbelanja.

Kelenteng Kwan Tie Miaw merupakan salah satu kelenteng tertua di Pulau Bangka. Dibangun tahun 1841 dan diresmikan pada tahun 1846 dengan nama awal  Kelenteng Kwan Tie Bio. Anda dapat melihat tahun pembuatannya dari aksara cia pada Lonceng besi di kelenteng.  Kelenteng ini dibangun secara gotong royong oleh pendatang dari China yang datang ke Pangkal Pinang sebagai pekerja tambang timah.

Kelenteng Kwan Tie Miaw ukurannya tidak terlalu besar namun memiliki bentuk yang indah. Warna depannya kuning berpadu pilar yang diwarnai merah. Atapnya berumpak tiga khas bangunan China. Selain itu bangunan ini juga dihiasi lampion merah yang menggantung indah dalam kombinasi latar kuning temboknya.

Kelenteng Kwan Tie Miaw memiliki ciri aliran Taoisme dengan hiasan patkwa yang melambangkan keberuntungan, rejeki atau kebahagian. Kleteng ini juga merupakan tempat peringatan Hari Raya Imlek, puncak Hari Raya Cap Go Meh, dan sembahyang rebut serta ritual Pot Ngin Bun.

Pot Ngin Bun merupakan  kegiatan untuk menolak bala dan segala wabah penyakit. Dahulu masyarakat Pangkal Pinang sempat terjangkit wabah beri beri tahun 1850-1860.

Keturunan Tionghoa yang tinggal di kota ini umumnya berasal dari etnis Khek dan Hokian. Mereka sudah tinggal di sini sejak abad ke-18 yang kemudian berupaya melestarikan tradisi Tionghoa di Bangka. Beberapa yang masih terus dilestarikan adalah Festival Imlek, Perayaan Pe Chun, Ritua Sembahyang Kubur, serta Barongsai dan Liong.

Bangka Belitung, Modern

Pangkalpinang: Pintu Masuk ke Dalam Keindahan Bangka

Sekilas

Terletak di pantai timur Pulau Bangka, Pangkalpinang adalah kota terbesar di Pulau Bangka sekaligus ibukota Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Selain perannya sebagai pusat pemerintahan, kegiatan ekonomi, dan perdagangan, kota ini juga berfungsi sebagai jalur masuk bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pesona keindahan Bangka dan Belitung.

Ketika Anda turun dari pesawat di Bandara Depati Amir, sebuah marka menyambut hangat Anda bertuliskan “Selamat datang di Serumpun Sebalai Tanah”. Kalimat ini juga menjadi slogan Provinsi Riau yang heterogen masyarakatnya.

Pangkal atau Pengkal dalam bahasa Melayu berarti pusat atau awal, merujuk pada peran kota ini sebagai pusat industri pertambangan timah. Kota pertambangan yang dahulu kecil ini, kini berkembang menjadi pusat komersial pulau dan pelabuhan yang menghubungkan seluruh pulau. Sementara itu kata Pinang mengarah pada tempat ini yang ditumbuhi pohon palem.

Untuk melacak sejarah industri pertambangan timah di Nusantara, Anda dapat berkunjung ke Museum Timah Indonesia yang terletak Jalan Jenderal Achmad Yani No.17 yang merupakan jantung kota Pangkalpinang. Museum ini menyimpan beragam koleksi besar benda-benda terkait tambang timah dan merupakan satu-satunya museum pertambangan di Asia. Bangunannya sendiri termasuk bangunan bersejarah karena pernah digunakan untuk Perundingan Roem-Royen.

Menutur sejarah, Pangkalpinang sangat kental dengan pengaruh China yang sudah ada sejak awal 1770. Ketika itu Sultan Palembang Darussalam Mahmud Badaruddin II mendatangkan pekerja dari China untuk bekerja di tambang timah. Selanjutnya, buruh China mulai berdatangan dari Siam, Malaka (sekarang hari Malaysia), dan bagian Selatan China. Kebanyakan dari mereka adalah dari Hakka (Khek) etnis dari Provinsi Guang Xi. Para buruh migran tersebut kemudian berbaur dan menikah dengan penduduk setempat. Jadi, etnis China dan Melayu asli merupakan mayoritas penduduk Pangkalpinang saat ini.

Dengan akar budaya China yang kuat, di Pangkalpinang terdapat  Kuil Kwan Tie Miaw yang berdiri indah di Jalan Walikota Syarif Rachman. Awalnya kuil ini disebut Kuil Kwan Tie Bo dan merupakan salah satu kuil tertua di Riau yang dibangun tahun 1841. Bersama dengan pasar Mambo dan Singapura Alley yang terletak tidak jauh dari lokasi kuil, area tersebut merupakan Kampung China di Pangkalpinang. Di sini sering digelar berbagai upacara tradisional China seperti  salah satunya adalah ritual Pot Ngin Bun yaitu untuk menolak bala dan segala wabah penyakit yang mewabah.

Kota Pangkalpinang menawarkan hamparan pantai yang indah, salah satunya adalah Pantai Pasir Padi yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota Pangkalpinang. Pantai ini juga merupakan tempat sempurna untuk menyaksikan matahari terbit bersama pasir putih dan air laut biru yang jernih. Ketika air surut, Anda dapat berjalan ke Pulau Punan dan bermain-main di perairannya yang tenang. Tidak terlalu jauh dari Pantai Pasir Padi, sekitar 2,5 km, dapat Anda kunjungi pula Pantai Tanjung Bunga yang merupakan pantai datar dihiasi serentetan formasi batuan besar.

Kegiatan

Ketika Anda siap untuk menjelajahi Bangka Belitung maka Pangkalpinang adalah jalur masuk utama yang akan menyambut Anda untuk merasakan daya tarik pulau-pulau yang indah ini.

Kota Pangkalpinang menawarkan wisata pantai indah dan kemegahan alam lainnya. Ada juga Akulturasi budaya pribumi dengan pendatang China yang terukir di beberapa bangunan yang terawat dengan baik. Tentunya di sini juga Anda patut bersentuhan dengan tradisinya budayanya.

Tempat ini juga jelas memiliki sejarah sebagai pusat pertambangan timah sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam. Pangkalpinang menghadirkan sejarah pertambangan timah dari zaman kuno sampai ke zaman modern. Anda bisa menemukan informasinya di  museum Indonesia Tin Museum.

 

Transportasi

Dari Jakarta, terdapat penerbangan setiap hari dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju bandara Depati Amir di Pangkalpinang. Maskapai yang melayani penerbangan ke pangkal pinang antara lain Garuda Indonesia dan Lion Air. Kota ini juga dapat diakses dari Palembang melalui penerbangan harian yang dilayani oleh Sriwijaya Air.

Pangkalpinang juga dikenal sebagai salah satu pelabuhan utama di lepas pantai Sumatera. Pelabuhan Pangkalbalam bertindak sebagai pelabuhan penumpang yang melayani perjalanan dari dan ke Jakarta dengan feri dan kapal cepat (fastboats) dari dan ke Tanjung Pandan di pulau Belitung. Jadwal kapal dari Tanjung Priok ke Pangkalpinang atau Belinyu di Bangka serta dari Tanjung Priok ke Tanjung Pandan atau Tanjung Ru di Belitung tidak teratur, jadi Anda perlu  mengkonfirmasi terlebih dahulu dengan menghubungi administrator pelabuhan.

Alternatif lain dari Palembang, Anda dapat mencapai kota ini dengan perjalanan laut melalui Pelabuhan Muntok, di Bangka Barat. Dibutuhkan sekitar 3 jam dengan jetfoil dari Bom Baru Palembang ke Tanjung Kalian di Mentok, Bangka Barat, dan sekitar 3 jam perjalanan dengan bus umum dari Mentok ke Pangkalpinang.

Berkeliling

Pangkalpinang memiliki 4 terminal antarkota yang menghubungkan semua kabupaten di Pulau Bangka. Jika Anda ingin berkeliling dengan menggunakan angkutan umum maka perlu diingat bahwa angkutan umum di sini hanya beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 18.00 Waktu Indonesia Barat.

Angkutan umum atau secara lokal dikenal sebagai Angkutan Kota (Angkot) terdiri dari 5 rute meliputi: Pangkalpinang-Air Itam (berwarna Hitam), Pangkalpinang-Mentok (berwarna hijau), Pangkalpinang-Pangkalbalam (berwarna Merah), Depati Amir Pangkalpinang-Bandara (berwarna Kuning), dan Pangkalpinang-Selindung (berwarna biru). Biaya transportasi umum ini adalah sekitar Rp2.000,00 hingga Rp3.000,00 per orang.

 

Akomodasi

Di pusat kota terdapat beberapa hotel dan penginapan yang dapat Anda pilih. Berikut di bawah ini referensinya untuk Anda.

Hotel Menumbing

Jl. Gereja No. 5 Pangkalpinang

Telp. (0717) 422990,422991. Fax. (0717) 424485

Hotel Grand Millenium

Jl. Soekarno Hatta No. 198 A-B Pangkalpinang

Telp. (0717) 437600.

Email : grandmillenium@yahoo.com

Hotel Jati Wisata

Jl. Kartini No. 3

Pangkalpinang

Telp. (0717) 431500, 431700, 431900.

Hotel Sabrina

Jl. Diponegoro No.73

Pangkalpinang

Telp. (0717) 422424, 423511, 431300.

Penginapan Rachmat

Jl. Yos Sudarso No.1

Pangkalpinang

Telp. (0717) 432735.

Hotel Griya Tirta

Jl. Semabung Lama No. 272

Pangkalpinang

Telp. (0717) 433436, 433437, 433438

Fax. (0717) 423859

Hotel Mitra

Jl. Depati Amir No. 3

Pangkalpinang

Telp. (0717) 439071

Email : hotelmitra@telkom.net

Wisma Timah 88

Jl. Merdeka 88.

Pangkalpinang

Telp. (0717) 433300.

Edotel

Jl. Girimaya Bukit Besar

Pangkalpinang

Telp. (0717) 7020835

Fax. (0717) 434835

Email: edotelpkp@yahoo.com

Novotel Bangka hotel

Jl. Soekarno Hatta
Pangkalpinang 33136
Kep Bangka Belitung

Website: http://www.accorhotels.com/gb/hotel-7297-novotel-bangka/index.shtml

Hotel Bumi Asih Pangkalpinang
Jl. Jend. Sudirman N0.25
Tel. (0717)  437-776 / 437-784
Fax. (0717) 437-775
Email: reservation_pkpn@hotelbumiasih.com

Website: http://www.hotelbumiasih.com/pangkal_pinang/

Serrata Terrace Hotel

Jl. Pantai Pasir Padi
Pangkalpinang
Telp.(0717)7010166, 4256088, 4256095
Fax. (0717) 4256196

Website: http://www.serrataterracehotel.com/

 

Kuliner

Makanan khas bangka  yang patut Anda cicipi adalah martabak bangka yang terkenal. Martabak adalah hidangan populer di Indonesia yang terdiri dari dua jenis, manis dan gurih asin. Martabak bangka yang bercita rasa manis dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu martabak legendaris dan sudah melanglang buana ke seluruh Nusantara. Martabak bangka dikenal juga sebagai terang bulan atau kue pangkal pinang. Salah satu tempat terbaik untuk mencicipi kelezatan martabak ini adalah di Acau Martabak yang terletak di Jalan Walikota Syafie Rachman. Di sini melayani martabak bangka asli atau Hok lo pan yang hanya menggunakan gula pasir dan toping wijen.

Hidangan lainnya di Pangkalpinang adalah mie koba yang bercitarasa seafod kuat.

Temukan beragam kuliner lainnya di kota ini yang dapat Anda cicipi. Berikut referensinya.

Mr. Asui Restaurant

Jl. Kampung Bintang Dalam 93/12

Phone: +62 717 423772

Aroma Laut Restaurant

Pantai Pasir Padi,

Phone: +62 0717 4256130

 

Otak-otak Amui

Jl. Melintas 23,

Phone:+62 813 67735936

 

Greeng Lesehan

 Jl. Ahmad Yani 97 Pangkalpinang.

Phone: +62 852 68080773

 

Restoran Pondok Kelapa

Jl. Pantai Pasir Padi Pangkalpinang

Phone:+62 717 432319

 

Rose Garden

Jl. Jend. Sudirman No. 175

Pangkalpinang

Telp. +62 0717 95888

 

 

Berbelanja

Jika Anda ingin membawa pulang sepotong kenangan dari Pangkalpinang dan Bangka, pulau ini terkenal dengan kain cual batiknya. Membeli kain ini sebagai buah tangan pastinya harus menjadi prioritas utama Anda. Kain ini merupakan jenis kain yang dibuat dengan keterampilan tangan berpola khas Pulau Bangka. Biasanya pembuatan kian ini memakan waktu sekitar satu minggu untuk menghasilkan dua kain.

Karena Pangkalpinang dijuluki sebagai ibukota pertambangan timah, jadi Anda dapat mencari beberapa perkakas rumah tangga terbuat dari timah dengan beragam bentuk yang unik dan indah.

Resam kopiah, adalah topi yang terbuat dari pakis atau akar pakis atau akar bahar. Ada juga beragam aksesoris yang terbuat dari karang hitam yang cantik untuk oleh-oleh.

Untuk makanan ringan, ada kue lapis bangka, kemplang dan kue keranjang sebgai kudapan lezat yang Anda harus bawa pulang.

Berikut beberapa toko souvenir yang dapat Anda temukan di Pangkalpinang:

 

Toko LCK

Jl. Jend. Sudirman no. 21. Pangkalpinang. Bangka.

Phone: +62 717 424163

 

Kain Cual Ishadi

Jl. Jend. A. Yani no. 46. Pangkalpinang. Bangka.

Telp +62 717 431206

 

Maslina Cual

Jl. Raya Sungailiat no. 17. Pangkalpinang. Bangka.

Phone:+62 813 6757 7485

 

Pewter Koperasi Timah

Jl. Jend. Sudirman no. 51. Pangkalpinang. Bangka.

Phone: +62 717 431335

 

   

Alam, Bangka Belitung

Belitung: Pulaunya Laskar Pelangi

Sekilas

Di lepas pantai timur Sumatera, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata, berdiri sebuah pulau menawan dihiasi pantai yang indah dan pemandangan memesona, Pulau Belitung namanya. Ada pemandangan unik dihiasi pantai pasir putih bak mutiara, air jernih yang segar, dan kokohnya formasi batu granit di tepi air dangkal. Itu semua hanya sebagian saja dari pemandangan terbaik pulaunya Laskar Pelangi.

Bersama dengan Pulau Bangka di sebelahnya yang jauh lebih besar dan pulau-pulau kecil lainnya, dahulu semua pulau ini berada di provinsi yang sama yaitu Provinsi Sumatra Selatan. Akan tetapi, kemudian tahun 2000, kepulauan ini secara resmi dibentuk menjadi provinsi baru ke 31 di Indonesia yang disebut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pulau Belitung dibagi menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Belitung dengan kota Tanjung Pandan sebagai ibu kotanya dan Kabupaten Belitung Timur dengan ibu kota Manggar.

“Belitung dahulu dikenal sebagai pulau pertambangan yang memproduksi kaleng, pasir kuarsa, dan kaolin”

Pada September 2005, seorang penulis dari Belitung yaitu Andrea Hirata, mempublikasikan novel berjudul “Laskar Pelangi”. Ia mengambil latar belakang cerita Pulau Belitung dalam  novel tersebut sehingga kemudian pulau ini mendapat pengakuan luas dan bahkan sudah melanglang buana ke berbagai negara karena diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Melayu, Cina, Vietnam dan Korea.

Tahun 2008, novel “Laskar Pelangi” dialihkan ke layar lebar dengan mengambil latar pemandangan memesona Pulau Bangka Belitung  sehingga menguakkan keindahannya di mata dunia. Nama novel  “Laskar Pelangi” kemudian secara resmi dijadikan sebagai nama pelabuhan di pulau ini.

“Film Laskar Pelangi telah mengungkapkan pesona keindahan Pulau Belitung yang telah lama diabaikan.”

Meskipun tidak sepopuler Bali atau Lombok, Pulau Belitung diberkati dengan beberapa pantai yang indah. Pasirnya lembut berwarna putih, bahkan pasir di pulau ini lebih putih dari yang ada di pantai wisata di Bali.

Pemandangan yang paling berbeda di Pantai Belitung adalah formasi batuan granit besar yang menyebar di sepanjang  perairan dangkal. Batu granit raksasa tersebut diam membeku di tengah air berdampingan bersama indahnya pamadangan sekitar yang memesona.  Beberapa formasi batuan raksasa ini bahkan membentuk terowongan pendek  sehingga di bawahnya menjadi taman bermain menarik di perairan yang tenang. Temukan salah satu pemandangan pantai dengan pemadangan batu granit ini di Pantai Tanjung Tinggi yang sekaligus menjadi latar film “Laskar Pelangi“.

Ada juga pantai lainnya yang menawarkan pemandangan formasi batuan granit yang megah dan suasana damai seperti  Pantai Tanjung Kelayang Beach, Pantai Burung mandi, Pantai Tanjung Binga, Pantai Punai, dan Pantai Membalong.

Belitung juga dikelilingi lebih dari 100 pulau kecil yang hampir semuanya dihiasi pasir putih dan batu granit tetapi hanya beberapa pulau yang berpenghuni. Salah satu pulaunya yaitu Pulau Lengkuas adalah tempat dimana Anda bisa menemukan rumah kuno antik abad ke-19 yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda. Pulau Burung, Pulau Babai, Pulau Pengadaran, Pulau Lutung, Pulau Kera, dan Pulau Jenang adalah di antara beberapa pulau-pulau kecil yang menawarkan pemandangan sangat indah.

Selain pantai yang menakjubkan, Belitung juga membanggakan warisan masa lalunya. Di Tanjung Pandan, Museum Belitung memiliki koleksi besar mengenai sejarah lengkap pulau tersebut. Dibangun tahun 1963, museum ini diprakarsai seorang ahli geologi Belgia, Dr.Oesberger, yang saat itu bekerja di industri pertambangan Belitung.

“Metode pertambangan timah tradisional cukup menarik untuk Anda saksikan, tidak ada bahan kimia yang ada hanya air dan lumpur”

Pada awalnya, Museum Belitung hanyalah sebuah rumah yang menyimpan koleksi eksplorasi pertambangan. Kemudian dibuatlah museum dan koleksinya ditambah termasuk peralatan rumah tangga tradisional, tembikar, senjata tradisional, dan banyak lainnya.

Ada juga kuil Budha abad 18 yang indah terletak di Desa Burung Mandi, Kecamatan Manggar. Vihara Dewi Kwan Im ini dibangun tahun 1747 dan masih berfungsi sebagai tempat suci bagi umat Budha. Menawarkan arsitektur Cina yang berbeda, candi tersebut berdiri  di puncak bukit yang indah dan menawarkan pemandangan yang mengagumkan.

“Entah itu menelusuri jejak Laskar Pelangi atau sekedar menikmati pemandangan megahnya formasi batu granit di pantai, Pulau Belitung pastinya menawarkan salah satu pengalaman yang menarik”

Transportasi

Dari Jakarta, cara termudah untuk menuju Belitung adalah dengan pesawat. Ada beberapa penerbangan harian dari Sriwijaya Air dan Batavia Air yang bertolak dari Bandara Soekarno Hatta langsung ke Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung. Semua penerbangan ke Belitung berangkat dari Jakarta dari terminal 1B Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan akan memakan waktu  sekitar 45 menit.

Anda dapat juga menggunakan rute laut dengan kapal penumpang PELNI atau KM Tristar dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perlu diingat bahwa kapal hanya melayani perjalanan ke Belitung setiap 2 minggu sekali. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 24 jam. Perjalanan akan dikenakan biaya kurang dari Rp140.000,00 dalam satu jalan.

Dari ibu kota Provinsinya, Pangkal Pinang, Anda bisa menuju pulau Belitung dengan mengunakan speed boat, perjalanan akan memakan waktu sekitar 4 jam.  Sejauh ini moda transportasi ini merupakan yang paling nyaman karena memiliki pendingin. Biaya yang dikenakan untuk menaiki moda transportasi ini sekitar Rp160.000,00 untuk satu kali perjalanan. Kapal ini berangkat setiap hari pukul 14.00 dari Pangkal Pinang Bangka ke Belitung dan berangkat dari Tanjung Pandan Belitung ke Pangkal Pinang.

Akomodasi

Terdapat beberapa hotel dan penginapan yang bisa menjadi referensi Anda ketika berlibur ke pulau indah ini, berikut beberapa pilihannya.

Hotel Makmur

Jl. Depati Endek No.23 33411

Tanjung Pandan – Belitung

Telp. (0719) 21086, 213230 Fax. (0719) 22112

Pondok Impian

Jl. Pattimura No.08 Tanjung Pandan 33415
Tanjung Pandan – Belitung
Telp. (0719) 22076, 25298,23190 Fax. (0719) 22381

 

Bukit Berahu Cottages

Desa Tanjung Binga, Sijuk
Tanjung Pandan – Belitung
Telp. (0719) 23633

Surya

Jl. Depati Endek 808
Tanjung Pandan – Belitung
Telp. (0719) 21550

Hotel Dewi

Jl. Sriwijaya No.122
Tanjung Pandan – Belitung
Telp. (0719) 21134

Esbe Inn and Restaurant

Jl. Jendral Sudirman No.23
Tanjung Pandan – Belitung
Telp. (0719) 24147, 7003093
Email. sinarbunda@yahoo.co.id

Hotel Simpang Empat

Jl. Jendral Sudirman Simpang Empat
Manggar – Belitung Timur
Telp. (0719) 91605

Nusa Indah

Jl. Pegadaian
Manggar – Belitung Timur
Telp : (0719) 91293

Akomodasi lainnya dapat ditemukan di cari hotel

Hotel Martani

Jl. Yos Sudarso No.18

Tanjungpandan – Belitung

Propinsi Bangka Belitung

Indonesia

Tlp (0719) 21432 Fax (0719) 21433

E-mail: info@hotelmartani.com

Website: http://hotelmartani.com/

Lorin Hotel and Resort Belitung

Tanjung Tinggi, Sijuk, Belitung Island, Indonesia
Tlp : +62 (0719) 24100
Fax : +62 (0719) 24101
E-mail : belitung@lor-in.com

Website: http://www.lorinhotel.com/belitung/

Kelayang Beach Cottages
Tanjung Kelayang, Kecamatan Sikuk
Bangka Belitung – Indonesia
Tlp. +62-81-929 798420

Email : rhelwansa@yahoo.co.id

Website: http://www.kelayangcottages.com/

Berkeliling

Belitung tidak begitu luas sehingga tempat-tempat menarik di pulau ini dapat ditempuh dalam waktu tidak kurang dari 2 jam dari Tanjung Pandan. Namun, taksi tidak tersedia di pulau ini dan transportasi umum di pulau ini sulit ditemukan, jadi cara yang paling mudah adalah dengan menyewa mobil atau sepeda motor.

Kegiatan

Selain kegiatan wisata pantai, seperti berenang di laut yang jernih dan bersantai di sekitar pantai pasir putih, Belitung memiliki banyak hal untuk ditawarkan. Snorkeling, batu karang bertaburan di sepanjang lepas pantai masih dalam formasi yang fantastis.

Belitung memiliki banyak pulau kecil yang tidak berpenghuni. Beberapa pulau terlihat seperti patung-patung abstrak yang terdiri dari batu granit. Perahu nelayan lokal akan dengan senang hati mengantarkan Anda megunjungi pulau-pulau tersebut hanya dengan mengeluarkan biaya yang tidak seberapa. Berjalan disepanjang pesisir pantai menjadi kegiatan pilihan lain yang menyenangkan.

Perairan Pulau Belitung menawarkan kegembiraan bagi penggemar snorkeling dan menyelam. Di antara beberapa tempat snorkeling terbaik antara lain berikut ini.

  • Pantai Batu Penyu
  • Pantai Tanjung Binga/Bukit Berau
  • Pantai Tanjung Tinggi
  • Pantai Batu Camar
  • Pulau Kelayang and pantai Tanjung Kelayang
  • Pulau Babi
  • Pulau Lengkuas
  • Pulau Memperak

Berbagai bentuk dan warna terumbu karang dikelilingi ratusan jenis ikan di air jernih adalah daya tarik utama bagi penyelam untuk menjelajahi Belitung. Cobalah cicipi sensasi menyelam yang tidak terlupakan dimana Anda bisa pergi ke Pulau Nangka, di sini Anda bisa melihat hiu. Anda juga dapat berenang bersama penyu sisik di Pulau Lengkuas, menjelajah gua-gua di Pulau Seadong atau menikmati keindahan ubur-ubur di sepanjang pantainya. Ada banyak tempat unik lainya untuk dieksplorasi seperti: Karang Selai, Batu Selutik, Batu Malang penyu, Karang Bugis, Batu Mandi, Pulau Kunyit, Pulau Buku Limau, Pualu Mempirak  sampai Pulau Keran .

Di pusat kota Tanjung Pandan ada pemandangan menarik karena banyak terdapat bangunan kolonial Belanda dan rumah toko. Sebagian besar bangunan pemerintahan merupakan sisa bangunan Belanda asli dan kompleks perumahan pekerja pertambangan yang masih terjaga. Hal menarik lainya yang bisa anda kunjungi adalah perkebunan kelapa sawit, kelapa dan lada. Bermacam-macam kapal dapat Anda kunjungi di dermaga dan pasar ikannya untuk mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan mesayarakat setempat.

Budaya Belitung memiliki keragaman yang kaya. Kunjungi rumah kayu bergaya Melayu yang mengingatkan Anda tentang Karibia atau rumah-rumah tradisional Bugis. Sebuah candi Buddha Cina yang dikatakan menjadi salah satu candi yang tertua di Indonesia dibangun oleh orang-orang yang selamat dari kapal dagang kuno Cina. Transmigran dari Bali di pulau ini memiliki komunitas yang berkembang yang membawa tradisi Bali dan agama Bali.

Berbelanja

Kunjungan ke Belitung tidak akan lengkap tanpa membawa sesuatu yang khas untuk dibawa pulang. Jadi, temukanlah beberapa sovenir cantik saat Anda menyusuri pulau.

Batu Listen

Read phonetically

Satam

Satam adalah batu hitam seperti batu yang biasa digunakan untuk perhiasan.  Hal menarik dari batu Satam adalah ukiran acak alami pada permukaannya dengan berbagai  bentuk. Menurut masyarakat setempat, batu Satam hanya dapat ditemukan di Belitung dan diyakini berasal dari asteroid yang jatuh di pulau tersebut. Batu ini pada masa Hindia Belanda disebut billitonite.

Kerupuk Belitong

Terbuat dari beberapa jenis olahan laut, ada kerupuk ikan, kerupuk udang dan kerupuk cumi-cumi. Kerupuk ini dengan mudah dapat ditemukan di toko-toko di Tanjung Pandan atau Manggar.

Kerajinan Kerang

Bentuknya yang berwarna-warni sangat unik terbuat dari cangkang kerang sehingga layak menjadi sovenir untuk dibeli. Terdiri dari beberapa bentuk seperti bentuk burung, penyu laut, kuda dan lainnya. Souvenir unik ini bisa ditemukan di toko-toko kecil yang ada di Tanjung Pandan.

Belacan Belitong

Dikenal sebagai pasta udang dan merupakan jenis bumbu yang terbuat dari udang atau ikan kecil yang ditumbuk dan difermentasi atau lebih. Pasta Udang yang terkenal dari Belitung berasal dari desa Sijok (Sijuk). Kelebihan udang paste dari Desa Sijok adalah terbuat dari udang segar dan memiliki rasa yang khas. Belacan Belitong dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko atau pasar lokal di Tanjung Pandan.

Listen

Read phonetically

Sambal Lingkong

Di Jakarta makanan ini disebut abon ikan karena lebih mirip abon daripada sambal.  Akan tetapi, masyarakat Belitung mengklasifikasikannya sebagai saus karena rasanya memang sedikit pedas. Sambal lingkong terbuat dari ikan tenggiri yang dihaluskan  dicampur cabai dan kelapa dapat dengan mudah Anda ditemukan di pasar lokal di Tanjung Pandan dan Manggar.

Kuliner

 

Bagi Anda yang terbiasa dengan makanan Indonesia, ada restoran besar di Tanjung Pandan yang menyediakan menu seperti Nasi Padang atau makanan Cina. Ada banyak toko dan supermarket di Tanjung pandan yang menyediakan segala hal yang dibutuhkan. Di Tanjung Tinggi ada banyak restoran seafood tradisional dan restoran standar internasional di hotel yang terletak di beberapa Pantai yang indah.

Makanan khas Pulau Belitung adalah suto belitong yang terdiri dari soup, lontong, sayuran, dan mie balitung. Ada juga jenis masakan lainnya seperti:

  • gangan (soup ikan).
  • pais (ikan bakar pedas)
  • berbagai ikan panggang
  • kepiting santan kelapa, dan
  • cumi-cumi, udang dan ikan goreng

Bangka Belitung, Inderawi

Mie Koba: Santapan Wajib saat ke Bangka

Demam timah pada abad ke-18 telah membawa berkah bagi Pulau Bangka. Mengirinya saat itu terbentuk pula di Bangka pemukiman masyarakat China Hakka dari Guangdong. Orang-orang ini bermigrasi dari negerinya ke Bangka bukan hanya membawa teknologi penambangan timah tetapi juga beserta kebiasaan dan tradisinya.

Dari sekian banyak budaya orang China Hakka yang dibawa ke Negeri Serumpun Sebalai, salah satunya adalah kebiasaan memakan mie yang selanjutnya diadopsi warga setempat. Dikenallah mie belitung saat Anda berkunjung ke Pulau Belitung. Akan tetapi, bila Anda ke Bangka maka ada varian lain, yaitu mie koba yang namanya diambil dari salah satu kota di Bangka sebagai tempat asalnya.

Harga mie koba tidaklah mahal namun rasanya bisa membuat Anda berniat kembali mencobanya. Selain pempek yang terkenal, mie koba dari Bangka siap mengikat kenangan wisatawan Anda saat menyambangi Pulau Bangka. Mie koba dibuat dari bahan alami oleh Iskandar, orang pertama yang menciptakan racikan kuliner berbahan mie ini. Mie koba semakin hari semakin dikenal di seluruh Bangka. Iskandar mengolah mie ini di Kota Koba, Ibu kota Kabupten Bangka Tengah, dan mengirimnya ke Pangkalpinang setiap hari untuk dijual sebagai hidangan selain di Koba sendiri.

Banyak yang mengakui bahwa mie koba di Pangkalpinang rasanya lebih enak dibandingkan di kota asalnya. Koba, walau pembuatnya masih tangan yang sama. Sebenarnya rasa yang membedakan ada di godokan bumbu kuah yang mengandung kaldu ikan tenggiri. Istimewanya, saat menghirup kuah mie koba, rasa tenggiri pun sudah hampir lenyap, dan yang ada ialah cita rasa keseluruhan mie yang gurih dan segar.

Mie Koba berkuah gurih dari kaldu tenggiri. Bukannya bakso, mie koba menyuguhkan telur rebus dan kesegaran jeruk kunci yang otentik dirasakan di Bangka.

Kesegaran mie ini bukan berasal dari sambal atau pun irisan daun seledri. Warga Bangka sudah terbiasa membubuhkan jeruk dalam makanan kuah. Jeruk yang dipilih pun bukan jeruk peras biasa. Bila di atas meja makan disediakan beberapa bulir jeruk yang disebut jeruk kunci. Jeruk kunci konon hanya tumbuh di beberapa bagian pulau Sumatera saja, termasuk di Bangka dan Belitung. Jeruk ini dijadikan bagian dari penyedap makanan bagi warga Bangka. Tambahkan satu perasan jeruk ini ke dalam Mie Koba, dan bersiaplah untuk merindukannya lagi.

Keistimewaan tak berhenti di jeruk kunci. Mie Koba berciri khas tambahan telur di dalamnya. Telur yang telah direbus matang, dikuliti hingga bersih dan dijadikan side dish Mie Koba. Jadi, bukan telur dadar  atau mata sapi yang  biasa disiapkan di rumah makan, melainkan telur rebus bercampur kuah tenggiri yang gurih.

Di Kota Pangkalpinang, mie koba hanya dijual di satu tempat saja, yaitu di Jalan Balai No. 83. Sedangkan di Kota Koba, Anda harus berkendaraan sekira 1 jam dan berhenti di Jalan Kenanga. Mie koba, dimana Anda menyantapnya, tidak akan pernah menyisakan sesal, seperti kebanyakan piring yang tak menyisakan sedikit pun kuah gurihnya.

Untuk menambah kenikmatan kuliner di Bangka, cobalah untuk mencicipi kopinya yang juga terkenal dan dinikmati di kedai-kedai kopi. Silakan lihat di tautan: Harumnya Budaya Minum Kopi di Bangka dan Belitung.

Bangka Belitung, Budaya

Desa Gedong: Jejak Arsitektur China Berusia Ratusan Tahun

 

Sekilas

“Kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan”, begitu bunyi sebuah filosofi Yunani Kuno. Sepertinya ungkapan tersebut cocok dilabelkan pada sebuah desa sederhana namun menyimpan kecantikan tersendiri, Desa Gedong. Memang cantik adalah sesuatu yang relatif tetapi bagi Anda yang menyukai kesederhanaan sebuah desa wisata yang jauh dari gemerlap kota berikut mall dan gedung pencakar langitnya maka berkunjung ke Desa Gedong dapat menjadi hiburan tersendiri.

Desa sederhana dan tua ini tepatnya berada di Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Desa Gedong adalah perkampungan pecinaan tertua di Bangka yang telah ada sejak abad ke-18. Kabarnya, penduduk penghuni desa ini adalah keturunan dari China daratan (Tionghoa Hakka) yang didatangkan ke Bangka oleh kolonial Belanda untuk dipekerjakan sebagai penambang timah. Provinsi Guangdong disebut-sebut sebagai daerah asal mereka sebab konon warga Guangdong memang terkenal sebagai penambang handal.

Desa sederhana yang dinobatkan sebagai desa wisata tahun 2000 ini dihuni sekira 50 kepala keluarga atau 300 jiwa. Menempati lahan seluas 2,5 ha, memang suasana di desa ini terkesan sepi, tenang, dan bahkan mungkin mengingatkan pada suasana film-film lama berlatarkan desa pecinan.

Kesan desa tua terekam jelas pada bangunan-bangunan rumah bergaya arsiektur China yang nyata terlihat saat Anda melangkahkan kaki ke Desa Gedong. Sebelumnya, sebuah tugu sederhana terbuat dari rangka besi akan menyambut wisatawan sebelum menginjakkan kaki di dalam desa. Rumah-rumah antik yang masih dihuni dan kokoh berdiri tersebut sebagian besar terbuat dari kayu, beratapkan genting.

Uniknya beberapa rumah nyaris belum mengalami perubahan berarti akibat renovasi. Bahkan konstruksi beberapa rumah masih menggunakan pasak dan bukannya paku. Ada sekira tujuh rumah yang masih mempertahankan keasliannya sejak pertama kali dibangun. Diperkirakan usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Berjarak sekira dua jam perjalanan darat dari Kota Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Desa Gedong adalah sebuah desa yang belum terjamah listrik. Penduduk menggunakan genset untuk memasok kebutuhan listrik mereka. Hal ini dapat dikatakan ironis mengingat Belinyu adalah kawasan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara pada zaman kolonial. Di awal abad ke-18, Belanda membangun PLTU Mantang di Belinyu untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam praktek penambangan timah. Meski begitu, kondisi minimnya listrik seolah menambah keunikan kampung pecinan yang antik ini.

Desa Gedong berjarak 14 km dari Kota Belinyu, 53 km dari Kota Sungailiat dan 90 km di sebelah utara Kota Pangkalpinang, ibu kota provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan

“Selamat Datang di Desa Wisata, Desa Gedong, Kec. Belinyu”, inilah tulisan yang terpampang di sebuah rangka besi (plang) saat memasuki kawasan Desa Gedong. Desa ini memang kian menyedot perhatian wisatawan sejak dinobatkan sebagai desa wisata sejak tahun 2000 lalu.

Kekhasan arsitektur rumah dan bangunan bergaya etnik China berusia ratusan tahun adalah daya tarik utamanya. Kesan antik dan klasik begitu kental terasa di kampung kecil yang tenang ini; suatu objek yang menarik untuk disambangi dan diabadikan dalam kamera.

Di Desa Gedong ini, selain dapat mengagumi deretan rumah kayu antik, masih banyak hal yang bisa dikagumi dan diabadikan oleh kamera. Ornamen Tionghoa, kaligrafi Han Zi, tempat pemujaan di depan rumah, serta 3 klenteng pelindung desa juga menjadi ciri khas desa tua nan cantik ini. Beberapa rumah dihiasi ornamen khusus khas Tionghoa. Begitu pula dengan bangunan klenteng yang penuh dengan hiasan Tionghoa dan berwarna mencolok, merah. Sungguh sebuah pemandangan yang menarik di tengah alam tropis Pulau Bangka penghasil lada dan timah.

Selain bangunan kuno, terdapat beberapa bangunan lain yang sudah agak modern. Beberapa diantaranya dibangun tahun 1950-an serta ada pula yang dibangun tahun 1990-an dan bertembok beton.

Selain menikmati bangunan-bangunan tua, mengamati kehidupan masyarakatnya juga tentu menjadi kegiatan yang menarik. Penduduk Desa Gedong masih memegang teguh adat istiadat keturanan Tionghoa. Sehari-hari, sebagian besar warga masih menggunakan bahasa China untuk bercakap-cakap sehingga tak banyak yang bisa berbahasa Bangka, apalagi bahasa Indonesia dengan fasih. Sejak runtuhnya masa kejayaan timah di Bangka, para penduduk Desa Gedong banyak yang beralih profesi menjadi petani, nelayan, pedagang, atau pengusaha kerupuk kemplang.

Terdapat usaha rumah tangga kerupuk kemplang, oleh-oleh khas Bangka, di desa ini. Kemplang yang diproduksi di desa ini terkenal sebagai salah satu yang paling enak. Anda bisa melihat deretan adonan kemplang yang di jemur di halaman rumah penduduk yang berprofesi sebagai penjual kemplang.

Kuliner

Saat berkunjung ke Desa Gedong, tampak jajaran adonan terigu bercampur ikan dan bumbu yang berbentuk seperti tabung di jemur di halaman rumah. Adonan ini adalah adonan kemplang, kerupuk ikan khas Bangka dan juga Palembang serta Lampung.

Adonan ini nantinya akan dipotong tipis. Selanjutnya digoreng dalam dua tahapan; pertama digoreng di minyak yang tidak terlalu panas; kedua, digoreng dengan minyak yang panas. Gunanya agar kerupuk kemplang beraroma ikan nan gurih ini mengembang sempurna. Atau kemplang mentah dapat juga dimasak dengan cara dimasukkan ke dalam oven. Kemplang biasanya dimakan bersama dengan sambal terasi Bangka atau sambal asam jawa (di Lampung).

Cemilan gurih dan renyah ini cocok dibawa sebagai oleh-oleh. Anda dapat membeli kemplang yang sudah siap makan atau kemplang yang masih mentah. Kemplang yang diproduksi di Desa Gedong atau di Kecamatan Belinyu terkenal paling enak. Jadi, jangan lewatkan buah tangan yang satu ini saat menyambangi Desa Gedong. Selain kemplang, terdapat pula otak-otak ikan, pempek, getas, dan sambal khas Bangka yang dapat dijadikan oleh-oleh.

Transportasi

Untuk mencapai Desa Gedong, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, bus, dan angkutan umum. Berjarak sekira 90 km dari Pangkalpinang, perjalanan berkendara dapat ditempuh selama kurang lebih dua  jam.

Kondisi jalan dari jalan raya menuju Desa Gedong masih belum diaspal. Jalanan di sepanjang desa pun sebagian besar berupa tanah keras

Akomodasi

Di Desa Gedong tidak ditemui adanya penginapan. Wisatawan yang berkunjung ke Desa Gedong biasanya menjadikan Desa Gedong salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi dalam sehari bersamaan dengan destinasi lain. Oleh karena itu, para wisatawan biasanya menginap di daerah lain. Berikut daftar hotel di daerah yang terdekat dengan Desa Gedong, yaitu di Belinyu dan Sungailiat.

Penginapan Indri

Jl. Kartini, Belinyu

Telp. 0715-321349

Penginapan 2004

Jl. Jendral Sudirman, Belinyu

Telp. 0715-321876

Wisma Timah II

Jl. Depati Amir, Belinyu

Telp. 0715-321360

Parai Beach Resort

Jl. Parai Tenggiri, Sungailiat

Telp. 0717-94888

Fax 0717-94000

Hotel Citra

Jl. Jend Sudirman Sungailiat

Telp.0717-92494/93313

Hotel Sejati

Jl. Jendral Sudirman No. 107, Sungailiat

Telp. 0717-92608

Hotel Tri Mustika

Jl. Ahmad Yani No. 2 B, Sungailiat

Telp. 0717-92731

Wisma Pemkab Bangka

Jl. Pemuda, Sungailiat

Telp. 0717-92337

Hotel Tanjung Pesona

Jl. Pantai Rebo, Sungailiat

Telp. 0717-435560

Hotel Jati Pesona

Jl. Pantai Rebo, Sungailiat

Telp.0717-92798

 

Hotel Teluk Uber

Jl. Pantai Rebo, Sungailiat

Telp. 0717-435564

Wisma Flamboyant

Jl. Sam Ratulangi No. 7, Sungailiat

Telp. 0717-92076

Bangka Belitung, Budaya

Tari Campak: Ekspresi Keceriaan Bujang-Dayang Bangka Belitung

 

Tarian ini termasuk yang populer dan ikonik di Kepulauan Bangka Belitung. Tariannya menggambarkan, ekspresi keceriaan bujang dan dayang di sana. Tarian ini dipenuhi ekspresi kegembiran penari dengan gerakan gemulai serta lincah. Musik khas Melayu yang mengiringi tarian terdiri dari piyul (biola), gong, gendang, dan keyboard atau akordion. Pertunjukan Tari Campak yang interaktif biasanya akan membawa penari, pemusik, bahkan penontonnya ke dalam suasana meriah.

Tari campak merupakan tarian pantun bersambut yang didendangkan sepasang bujang dayang dengan irama khas pemusik berupa tabuhan gendang, biola serta gong yang ditabuh secara berkala dan teratur. Para penari menggunakan selembar sapu tangan yang dikibas-kibaskan mengiringi jari jemari penari, mengenal tari campak seni budaya bangka belitung.

Hal menarik dari tari campak ini merupakan akulturasi budaya Melayu dengan budaya Portugis. Itu karena dahulu Bangka Belitung sempat berada di bawah penjajahan Portugis. Akulturasi kedua budaya terlihat pada alat musik pengiringnya berupa akordion dan biola dari Eropa yang didampingi gong dan gendang sebagai budaya lokal asli khas Melayu.

Selain itu, dapat dilihat juga pada kostum penari perempuan dengan gaun panjang, topi atau sepatu hak tinggi. Sedangkan untuk kostum penari laki-laki mengenakan kemeja, celana panjang, peci, dan selendang yang menunjukan budaya khas Melayu.

Sementara itu, kekentalan budaya Melayu terlihat dari bagian saling berbalas pantun dalam bentuk dendang di sela-sela tariannya.  Dalam beberapa kesempatan penari Campak juga mengajak para penontonnya untuk membalas pantun dan menari bersama. Uniknya, Penandak maupun penonton Tari Campak akan memberikan sejumlah uang kepada Nduk Campak jika mereka kalah dalam berbalas pantun.

Dahulu tarian campak biasanya dipentaskan pada waktu musim panen padi dan pulang dari ume (berkebun). Tarian ini kemudian berkembang dan digunakan sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti pentas budaya pesta rakyat, penyambutan tamu, serta adat pernikahan. Sesuai makna yang terkandung dalam tarian ini, penari campak terdiri dari beberapa pasang laki-laki dan perempuan. Penari laki-laki disebut dengan penandak dan penari perempuan disebut dengan nduk campak.

Di Belitung, tari campak terbagi menjadi dua, yaitu campak darat dan campak laut. Jika campak darat dijadikan tarian pergaulan maka campak laut merupakan tari gembira yang diikuti nyanyian dan dilakukan berpasang-pasangan. Biasanya campak laut dilakukan hingga larut malam dan terkadang dijadikan sebagai ajang mencari pasangan.

Tari campak diperkirakan dibawa ke Belitung dari Kepulauan Riau abad ke-18 Masehi melalui Pulau Seliu. Tarian ini disebarkan lewat seorang penari bernama Nek Campak dan dimungkinkan nama campak berasal darinya. Tarian campak kini menjadi tarian khas masyarakat Belitung khususnya suku Sawang.

Alam, Bangka Belitung

Tanjung Pandan: Pijakan Menjelajahi Keindahan Pulau Belitung

Sekilas

Tanjung Pandan adalah kota di Pulau Belitung dimana merupakan kota terbesar sekaligus ibukota Provinsi Bangka Belitung. Sebagai salah satu kota penghasil timah terbesar di Tanah Air, sejak dahulu Tanjung Pandan menjadi tempat pembauran warga sehingga nuansa multikultural begitu terasa. Anda akan temui hal itu dari beberapa bangunan khas Tionghoa dari rumah penduduk sampai rumah ibadah, serta jenis makanannya. Kini Tanjung  Pandan adalah kota kecil  pusat pemerintahan dan ekonomi masyarakat di Pulau Belitung.

Sejak melejitnya film “Laskar Pelangi” kota ini semakin ramai disambangi wisatawan yang ingin melihat langsung keindahan Belitung. Terdapat berbagai tujuan wisata di Tanjung Pandan yang dapat disambangi, baik itu untuk bermain di pantainya atau menyelam dan snorkeling. Anda yang hobi fotografi pun akan terpuaskan di sini karena batu granit, laut, dan langitnya begitu ikonik.

Di Kota Tanjung Pandan terdapat kantor-kantor perusahaan besar pertambangan timah. Oleh karena itu, Bandara HAS.Hanandjoeddin dan Pelabuhan Tanjung Pandan begitu sibuk sebagai pintu gerbang berlabuhnya kapal-kapal dari dan ke Pulau Belitung yang membawa barang kebutuhan penduduk

Kegiatan

Mengingat kayanya peninggalan sejarah kota ini, Anda bisa berwisata sejarah untuk menapak tilas peninggalan Kerajaan Badau maupun jejak kolonial. Ada beragam bangunan cagar budaya atau lokasi bersejarah yang dapat Anda telusuri. Peninggalan budaya kolonial masih dapat Anda lihat langsung seperti Emplassemen dan Juliana Park di Tanjung Pendam, Hoofdkantoor (sekarang Barata Departement Store), Landraad (Kantor Dinas Pendidikan), Holand Indische School (SMPN 1 Tanjungpandan) atau Gedung Societet.

Kegiatan utama yang bisa Anda lakukan di Tanjung Pandan adalah menikmati keindahan pantai dan sekitarnya. Umumnya tujuan wisata  pantai di Tanjung Pandan berjarak sekira 20 menit namun ada juga yang sekira 2 – 3 jam ke arah selatan Tanjung Pandan.

Kunjungi Pantai Tanjung Pendam untuk berjalan-jalan di jalan tepian pantai yang dikelilingi pepohonan. Melihat kapal-kapal dan Pulau Kalamoa dari kejauhan, atau menunggu langit senja yang indah.

Pilihan lain ada Pantai Bukit Berahu untuk melihat lautan lepas yang membiru dihiasi kapal-kapal nelayan berlayar dari Tanjung Binga. Jika malam hari, lampu-lampu kapal seperti kunang-kunang yang bersinar dengan beratapkan langit yang penuh gugusan bintang.

Di Pantai Tanjung Binga di Kecamatan Sijuk, Anda dapat menikmati pantai nelayan yang didominasi suku Bugis dan sudah menetap di sana turun-menurun.

Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi merupakan salah satu pantai terindah di Pulau Belitung. Pasir putihnya begitu lembut dipadu panorama batu granit besar serta birunya air laut. Tanjung Kelayang terletak sekitar 27 kilometer di utara kota Tanjung Pandan.

Malam harinya cobalah berbaur dengan penduduk setempat berkumpul di Tugu Batu Satam atau menikmati makanan khas Belitung di rumah makan yang tersebar di Kota Tanjung Pandan.

Jangan lewatkan pula menyambangi Museum Tanjung Pandan. Di sana menyimpan koleksi berbagai jenis keramik tua dari Tiongkok, seperti kendi, mangkok, dengan bermacam bentuk, ukuran dan ornamen yang ditemukan di berbagai tempat di Belitung. Ada pula gerabah yang berasal dari Thailand. Selain itu, juga terdapat jenis hewan langka yang sudah diawetkan. Koleksi lainnya ada peralatan dan senjata tradisional dari Kerajaan Balok dan Kerajaan Belantu. Tentunya jejak sejarah Pulau Belitung sebagai penghasil timah dan mineral lainnya juga terdisplay di museum ini.

Berkeliling

Meski tersedia angkutan umum di Kota Tanjung Pandan namun belum banyak, untuk itu Anda perlu menyewa kendaraan lewat hotel misalnya untuk berkeliling ke beberapa tempat tujuan wisata di sekitar Pulau Belitung. Ada baiknya menyewa motor atau mobil selama sehari atau beberapa hari tergantung kebutuhan Anda. Untuk menyewa mobil akan dikenakan biaya Rp350.000- Rp500.000,- per hari dengan fasilitas supir atau tanpa supir, belum termasuk biaya bahan bakar, parkir dan supir. Sedangkan, untuk menyewa motor di sini dikenakan biaya sekira Rp100.00,- per unit per hari belum termasuk bahan bakar.

Anda juga dapat bertanya mengenai jasa transportasi kepada pihak hotel. Biasanya hotel menyediakan antar jemput bandara ke hotel maupun kendaraan untuk berkeliling mengantarkan Anda ke tujuan wisata di sini. Tentunya supir kendaraan dapat sekaligus menjadi pemandu untuk Anda berwisata.

Berbelanja

Sebagai kota pintu gerbang pulau Belitung, di Tanjung Pandan banyak ditemukan kios-kios penjual cenderamata khas Belitung. Beberapa merupakan hasil produksi industri kecil penduduk yang sudah dikelola oleh komunitas setempat dari berbagai daerah di Pulau Belitung.

Oleh-oleh hasil produksi industri kecil tersebut berupa makanan ringan maupun kerajinan tangan, seperti jus rumput laut pelangi khas Gantung Belitung Timur, kerajinan kerang, getas yang terbuat dari olahan ikan tenggiri, atau kericu yang terbuat dari telur cumi-cumi, keripik sukun khas Manggar, saus udang rebon kecalo, dan lainnya.

Selain hasil kerajinan tangan, Anda juga dapat menemukan batu satam khas Belitung. Batu satam adalah batuan khas di pulau Belitung. Batu ini terbentuk dari hasil proses alam selama jutaan tahun lalu karena reaksi tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi. Batu satam berwarna hitam dan biasa dipakai untuk perhiasan ini merupakan kebanggaan pulau Belitung karena diincar oleh kolektor batu alam.

Berikut referensi tempat berbelanja oleh-oleh di Tanjung Pandang.

Asoka Shopping Center, Jalan Lettu Madaud, Kampung Parit, Tanjung Pandan.

Barata Departement Store, Jalan Veteran, Tanjung Pandan.

Batu Satam Firman, Jalan Dahlan nomor 29 Tanjung Pandan.

Galeri KUKM Belitung, Jalan Sriwijaya, Tanjung Pandan.

Fu Tse Collection, Galeri Pasar Seni nomor 6 Pantai Wisata Tanjung Pendam.

Pabrik Kerupuk Keluarga, Jalan Gatot Subroto nomor 39, Tanjung Pandan.

Transportasi

Menuju Tanjung Pandan dapat dicapai melalui penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta (CGK), Bandara Hang Nadim Batam (BTH),  Bandara Pangkal Pinang Tanjung Pandan (PGK) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (PLM) dengan tujuan ke Bandara H.A.S Hananjoeddin Tanjung Pandan (TJQ). Maskapai yang melayani jalur penerbangan ke Tanjung Pandan adalah Citilink, Lion Air, Sriwijaya, Nam Air (Sriwijaya), dan Garuda Indonesia.

Anda juga bisa berangkat dari pulau Bangka menuju Tanjung Pandan di Pulau Belitung dengan   melalui jalur laut. Ada dua rute yang melayani tujuan ke Tanjung Pandan. Rute pertama yang terdekat dari pelabuhan Pangkal Balam di Pangkal Pinang pulau Bangka ke pelabuhan Tanjung Pandan di Belitung. Untuk rute ini Anda dapat menggunakan jetfoil Express Bahari menyeberangi Selat Gaspar. Lama perjalanannya sekira 4-6 jam. Rute kedua dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke pelabuhan Tanjung Pandan. Anda bisa menggunakan KM. Lawit dari PELNI dengan lama perjalanan kurang lebih selama 18 jam.

Akomodasi

Tidak perlu khawatir menemukan tempat bermalam di Kota Tanjung Pandan. Di Pulau Belitung, kawasan inilah yang paling banyak menyediakan beragam jenis penginapan dan Anda tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan. Berikut beberapa referensinya.

BW Suite Tanjung Pandan

Jalan Pattimura, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 23898

http://www.bwsuitebelitung.com/en-us/

 

Billiton Hotel & Klub

Jalan Depati Gegedek No.50, Tanjungpandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22887

Welcome to Billiton Hotel

Grand Hatika Hotel

Jalan Kemuning No. A16, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22889

http://www.grandhatika.com/

Grand Pelangi

Jalan Patimura, Desa Tanjung Pendam, Tj. Pandan, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 25552

http://hotelgrandpelangi.blogspot.co.id/

Mendanau Belitung Hotel

Jalan Siburik Timur No.51, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22431

http://mendanau-hotel.blogspot.co.id/

Hotel Pondok Impian 2

Jl. Patimura No. 8, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 23433

http://grandpondokimpian.net/

Bahamas Hotel & Resort

Jl. Patimura No. 1, Air Saga, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22252

http://www.bahamasbelitunghotel.com/

 

Kuliner

Makanan khas Belitung di Tanjung Pandan salah satu yang terkenal adalah mie Belitung. Mie ini disiram kuah kuning dari kaldu udang yang segar, ditaburi udang kecil, potongan bakwan udang, irisan timun, kentang rebus, dan taoge sebagai pelengkapnya. Hidangan khas Belitung lainnya adalah sup gangan yaitu sup ikan dengan kuah kuning kunyit. Ada juga berego seperti lontong sayur, terbuat dari tepung beras dan sagu yang disiram kuah ikan. Anda juga perlu menikmati segarnya es jeruk kunci. Rasa asam segar dari jeruk berukuran kecil ini juga dibuat dalam bentuk sirupnya.

Anda dapat menemukan hidangan khas Belitung di rumah makan yang tersebar di kota Tanjung Pandan. Lokasinya ada yang di tengah kota, maupun di pinggir pantai yang sekaligus menyajikan pemandangan pantai yang indah ketika Anda bersantap.

Silahkan mengunjungi beberapa rumah makan berikut untuk referensinya di Tanjung Pandan.

Mie Belitung Atep

Jl. Sriwijaya No. 27, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 21464

Rumah Makan Belitong Timpo Duluk

Jalan Lettu Mad Daud, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: 0878-2500-6103

Rumah Makan Sari Lsaut

Jl. Wahab Aziz, Tj. Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Tips

Hati-hati dengan memilih rute tujuan ke Tanjung Pandan, biasanya sering tertukar dengan dengan Pangkal Pinang dan Tanjung Pinang. Jangan memilih tujuan “Belitung”, tetapi langsung pilih ke tujuan “Tanjung Pandan”  dan perhatikan kode penerbangannya yaitu TJQ. Selain itu perhatikan jadwal penerbangan di hari Anda berangkat maupun pulang. Jadwal penerbangan ke kota ini sekira 4-6 kali sehari per sekali jalan ke Jakarta, hanya 1-2 kali sehari penerbangan dari dan ke Palembang, Batam, dan Pangkal Pinang. Lebih baik pesanlah tiket pesawat beberapa hari sebelum hari keberangkatan.

Sebelum berwisata pantai atau menyambangi pulau-pulau yang ada di sekitar Pulau Belitung, perhatikan kondisi cuaca.

Alam, Bangka Belitung

Pantai Tanjung Pendam: Pesona Pantai Belitung

Sekilas

Sesampainya Anda di Kota Tanjung Pandan, Pulau Belitung, jangan ragu segera arahkan tujuan ke Pantai Tanjung Pendam di Kota Tanjung Pandan. Pantai nan indah seluas 22 hektare itu berlokasi di Desa Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Pantai di Tanjung Pendam tidak selandai pantai lainnya di Pulau Belitung. Sebagian besar pantainya dibatasi beton untuk menahan abrasi air laut. Pantainya di kelilingi pelbagai pohon rindang yang didominasi pepohonan cemara laut. Air lautnya jernih dan tampak biru di kejauhan.

Kawasan di sekitar pantai ini sudah ditata rapi oleh Pemerintah setempat demi menambah kenyamanan  pengunjung. Oleh karena itu, Pantai Tanjung Pendam semakin diminati masyarakat sekitar dan wisatawan karena fasilitas yang tersedia cukup memadai sebagai kawasan wisata.

Jalur masuk sampai ke dalam kawasan wisata Pantai Tanjung Pandan sudah difasilitasi jalan aspal, serta jalan setapak dari batu untuk pejalan kaki di sepanjang tepian pantai dengan beberapa lampu taman di sisinya. Di dalam kawasan wisata juga disediakan tempat bermain untuk anak, panggung hiburan, arena olahraga, penjual makanan dan minuman, pasar seni, dan lainnya.

 

Kegiatan

Saat yang tepat untuk mengunjungi pantai ini adalah menjelang sore hari. Berkeliling di sekitar pantai atau sekedar duduk di tepiannya menikmati laut lepas berwarna kebiruan dengan kapal-kapal yang tersebar maupun yang berlabuh di sisi pantai sampai saat Matahari terbenam.

Kurang lengkap rasanya jika tidak melihat Matahari terbenam di Pantai Tanjung Pendam. Bulatnya Matahari perlahan tenggelam di lautan memancarkan cahaya lembayung senja yang sangat indah sehingga ingin terus menerus memandangnya.

Di kejauhan tampak kehijauan Pulau Kalamoa di seberang Pantai Tanjung Pendam. Pulau ini begitu indah dan tenang menyimpan seribu misteri cerita masa lampau sehingga membuat orang-orang penasaran ingin menjelajahinya. Di sana ada sebuah keletenteng, bangunan kolonial berupa menara pandang, dan makam diduga salah satunya adalah seorang ulama keturunan Sultan Banten. Pulau ini benar-benar menyimpan banyak cerita sejarah bahkan mitos yang beredar di masyarakat Belitung yang membuat penasaran orang-orang untuk menyambanginya. Oleh karena itu, jika Anda ke Tanjung Pendam, jangan lupa untuk menyeberang ke Pulau Kalamoa.

Berkeliling

Memasuki kawasan wisata di Pantai Tanjung Pendam, Anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp2.000,-. Di seluruh kawasan pantai Tanjung Pendam cukup teduh, karena dikelilingi pohon rindang dan besar. Anda bisa mengelilingi taman di sekitar pantai ini dengan berjalan kaki, bersepeda, atau dengan motor. Dari awal pintu masuk Anda akan menemukan deretan kios-kios galeri seni berupa lukisan dan kerajinan tangan, kemudian panggung hiburan, dan arena lainnya di sepanjang pantai yang dipisahkan jalan aspal.

Berbelanja

Sebagai alternatif kegiatan lain ketika Anda menunggu Matahari terbenam di pantai ini, berkunjunglah ke galeri-galeri di pasar seni yang ada di dalam kawasan wisata Tanjung Pendam. Selain galeri seni lukisan bernilai tinggi, di sini Anda juga dapat membeli beraneka hasil kerajinan tangan yang unik dan menarik.

Jika ingin mencari oleh-oleh khas Belitung lainnya, Anda bisa mengarahkan tujuan ke beberapa pusat perbelanjaan di dalam kota Tanjung Pandan. Di sana dijual oleh-oleh berupa makanan ringan, kerajinan tangan, batu satam, dan masih banyak lainnya.

Fu Tse Collection, Galeri Pasar Seni nomor 6 Pantai Wisata Tanjung Pendam.

Galeri Mansyur, Galeri Pasar Seni nomor 6 Pantai Wisata Tanjung Pendam.

Galeri KUKM Belitung, Jalan Sriwijaya, Tanjung Pandan.

Barata Departement Store, Jalan Veteran, Tanjung Pandan.

Batu Satam Firman, Jalan Dahlan nomor 29 Tanjung Pandan.

Asoka Shopping Center, Jalan Lettu Madaud, Kampung Parit, Tanjung Pandan.

 

Transportasi

Pantai Tanjung Pendam berada di Kota Tanjung Pandan yang merupakan kota pelabuhan sekaligus memiliki bandara yang menjadi satu-satunya akses ke Pulau Belitung. Dari pelabuhan Tanjung Pandan, lokasi pantai ini lebih cepat dicapai. Ada beberapa rute yang tersedia ke Tanjung Pandan, diantaranya dari Pulau Bangka melalui pelabuhan Pangkal Balam dan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Perjalanan dari Pangkal Balam ke Tanjung Pandan dengan menggunakan jetfoil Express Bahari dapat ditempuh selama 4-6 jam perjalanan menyeberangi Selat Gaspar. Sedangkan dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dapat menggunakan kapal PELNI yaitu KM. Lawit, yang akan mengantarkan Anda ke Belitung selama kurang lebih 18 jam perjalanan.

Dari pusat kota untuk menuju Pantai Tanjung Pendam dapat menggunakan mobil atau motor dari bandara. Perjalanan ke sana memakan waktu kurang dari 30 menit dengan jarak 16 kilometer.

Tips

Jika Anda ingin menggunakan jalur udara, ada lebih banyak rute penerbangan ke Tanjung Pandan. Anda bisa mencapai Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan (TJQ) dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta (CGK), Bandara Hang Nadim Batam (BTH),  Bandara Pangkal Pinang Tanjung Pandan (PGK) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (PLM).  Telitilah memilih tujuan Tanjung Pandan agar tidak tertukar dengan bandar udara di Bangka dan Riau karena namanya yang serupa. Perhatikan kode penerbangan H.A.S Hanandjoedin di Tanjung Pandan adalah TJQ.

 

Akomodasi

Beberapa akomodasi penginapan menyajikan keindahan pantai-pantai di sekitar Tanjung Pandan, khususnya Pantai Tanjung Pendam. Kota Tanjung Pandan menyediakan banyak sekali tempat penginapan dan terdapat banyak fasilitas wisata lainnya bagi wisatawan yang ingin berkeliling di Pulau Belitung, dikarenakan kota ini merupakan pintu masuk Pulau Belitung.

Berikut ini beberapa rekomendasi penginapan yang letaknya paling dekat dengan Pantai Tanjung Pandan.

Hotel Harlika Jaya

Jl. Melati A 43, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 24633

Harga mulai dari Rp165.000,- per kamar per malam

 

Grand Hatika Hotel

Jalan Kemuning No. A16, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22889

http://www.grandhatika.com/

Hotel Lux Melati

Kelurahan Parit, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Harga mulai dari Rp300.000,- per kamar per malam

Hotel Central City

Kelurahan Parit, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Harga mulai dari Rp360.000,- per kamar per malam

Mendanau Belitung Hotel

Jalan Siburik Timur No.51, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22431

http://mendanau-hotel.blogspot.co.id/

BW Suite Tanjung Pandan

Jalan Pattimura, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 23898

http://www.bwsuitebelitung.com/en-us/

 

Kuliner

Di kawasan Pantai Tanjung Pandan dan sekitarnya terdapat beberapa rumah makan yang menyediakan aneka masakan khas Belitung seperti sup gangan, mie atep belitung, dan makanan laut lainnya.

Rumah Makan Thai Fa

Jln. Pattimura No. 20, Tj. Pendam, Tj. Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 22997

 

Rumah Makan Belitong Timpo Duluk

Jalan Lettu Mad Daud, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: 0878-2500-6103

Mie Belitung Atep

Jl. Sriwijaya No. 27, Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung

Telepon: (0719) 21464

Alam, Bangka Belitung

Pantai Tanjung Binga: Menikmati Desa Nelayan Bugis di Belitung

Sekilas

Pantai Tanjung Binga perlu masuk dalam tujuan persinggahan Anda saat berwisata ke Provinsi Bangka Belitung. Letaknya di Kecamatan Sijuk sekira 20 kilometer arah utara dari Kota Tanjung Pandan dan sekira 8 kilometer dari pantai Tanjung Kelayang.

Tanjung Binga  menyajikan keindahan pantai dihiasi warna-warni kapal nelayan yang menarik dan unik.  Perairan sekitarnya jernih, berombak tenang, serta memiliki keindahan alam bawah laut. Tidak jauh dari pantai Tanjung Binga, terdapat beberapa pulau kecil yang juga patut untuk dikunjungi, seperti Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir dan lainnya.

Pantai Tanjung Binga sejatinya merupakan desa nelayan bernama Desa Keciput. Warga desa ini memiliki dermaga sendiri yang berfungsi sebagai tempat penjemuran ikan. Hasil tangkapan ikan yang didapat biasanya dijual ke Tanjung Pandan dan bahkan ada yang dijual ke Jakarta, Kalimantan, dan lainnya.

Ada 6.000 penduduk meliputi 2.000 kepala keluarga di desa ini dan sebagian besar adalah suku Bugis yang berasal dari Bone di Sulawesi Selatan. Mereka menetap turun-temurun di desa ini dan sehari-hari masih menggunakan Bahasa Bugis.

Kegiatan

Menyambangi Pantai Tanjung Binga, Anda akan disuguhi pemandangan khas desa nelayan. Banyak perahu nelayan lalu-lalang dan tambat di tepian pantai. Anda juga dapat mengambil foto dan menikmati sederetan rumah nelayan dan dermaga yang menjorok sepanjang 100 meter dari pantai serta beberapa tempat penjemuran ikan.

Suasana pantainya dinaungi pepohonan dan suasana laut yang tenang cocom untuk bersantai sambil melihat aktivitas keseharian nelayan. Ketika sore hari, Anda juga dapat melihat kapal-kapal nelayan pergi melaut dan anak-anak nelayan bermain di pantai dengan latar belakang Matahari terbenam yang indah. Saat pagi hari waktunya melihat perahu nelayan merapat membawa ikan hasil tangkapan serta melihat langsung warga   sibuk menjemur ikan untuk diasinkan.

Jika ingin melihat pemandangan keseluruhan aktivitas nelayan di Tanjung Binga maka Anda dapat melihatnya dari atas Bukit Berahu. Pagi perahu nelayan ditambatkan di tepi pantai dan saat sore hari untuk melihat Matahari terbenam. Melihat laut di malam hari pun tidak kalah menariknya, Anda akan melihat laut dipenuhi lampu kapal nelayan di kejauhan dan langit bertabur bintang.

 

Berkeliling

Anda bisa menikmati setiap sudut keunikan Tanjung Binga dengan berjalan kaki di atas pasir pantai sampai dermaga. Menelusuri jalan kayu yang unik Anda bisa melihat aktivitas nelayan mengepak ikan asing kering setelah selesai dijemur di gubuk beratapkan terpal atau seng.

Tidak jauh dari pantai Tanjung Binga ada beberapa pulau yang sering dikunjungi wisatawan. Diantaranya Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir, dan lainnya. Untuk mencapai pulau-pulau tersebut hanya memakan waktu sekira 30 menit saja dari Tanjung Binga. Untuk menyeberang ke pulau-pulau tersebut bersama teman-teman seperjalanan, Anda bisa menyewa kapal nelayan dengan kisaran harga Rp500.000,- sekali jalan menjelajahi pulau.

Lokasi Tanjung Binga juga tidak jauh dari pantai Bukit Berahu yang tersembunyi di kaki Bukit Berahu. Lokasinya sekira 750 meter arah selatan dari pantai Tanjung Binga. Pengunjung yang memasuki kawasan ini akan dikenakan tiket masuk sekira Rp2.000,- Untuk menuju pantai ini perlu menuruni undakan landai yang kurang lebih berjumlah 96 buah untuk menikmati pantainya yang tenang dan eksklusif. Sedangkan, dari atas bukit Anda bisa menikmati pemandangan laut lepas yang indah dan merupakan tempat ideal melihat Matahari terbenam.

 

Berbelanja

Tanjung Binga dikenal sebagai salah satu daerah pusat ikan laut. Selain ikan segar yang diolah menjadi ikan asin, ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan juga diolah menjadi berbagai produk makanan. Makanan olahan ikan yang cukup dikenal dari Tanjung Binga salah satunya adalah teri krispi. Makanan ini banyak ditemukan di warung yang berada di sepanjang jalan kawasan Sijuk. Selain di Sijuk, makanan renyah ini juga dijual di kawasan Belitung lainnya. Rasanya yang asin dan gurih, serta berbahan dasar dari ikan segar dari hasil tangkapan nelayan membuatnya menjadi salah satu penganan yang digemari masyarakat Belitung. Ada beberapa varian rasa yang dimiliki teri krispi diantaranya keju, balado, dan rasa original-nya.

Jajanan yang bisa dibawa pulang lainnya adalah kerupuk telur cumi, pempek ikan, dan kerupuk ikan menjadi alternatif lain oleh-oleh khas Tanjung Binga.

Di rumah-rumah sepanjang jalan Tanjung Binga biasanya menjual buah durian. Ada banyak pohon durian di Tanjung Binga yang umumnya berbuah setahun sekali sekitar bulan Desember-Maret.

Transportasi

Anda bisa menyewa kendaraan, taksi, atau mengikuti jalur wisata dari agen perjalanan di Belitung. Kendaraan akan menjemput Anda dari Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan menuju Tanjung Binga selama 30 menit perjalanan. Desa nelayan ini berada sekira 8 km dari Pantai Tanjung Tinggi.

Akomodasi

Di Tanjung Binga Anda dapat melihat dan membaur dalam aktivitas nelayan sehari-hari, serta menikmati keindahan panorama lautnya atau juga dapat menjelajahi pulau-pulau yang berdekatan dengan Tanjung Binga. Untuk menikmati semuanya dalam waktu lama maka Anda bisa menginap di Desa Tanjung Binga, maupun daerah sekitar Tanjung Binga.

Selain homestay dengan harga terjangkau, juga tersedia hotel nyaman untuk tempat Anda bermalam. Berikut referensinya.

Bukit Berahu Cottages

Desa Tanjung Binga, Sijuk, Tanjung Pandan – Belitung

Telepon: (0719) 23633

Harga mulai dari Rp250.000,-

Pondok Impian

Jl. Pattimura No.8 Tanjung Pandan, Belitung

Telepon: (0719) 25298, 22076, 23190

Harga mulai dari Rp320.000,-

Pondok Impian II

Jl. Pattimura No 8, Tanjungpandan, Belitung

Telepon: (0719) 23433

Harga mulai dari Rp225.000,-

Harlika Jaya

Jl. Melati A 43, Tanjung Pandan, Belitung

Telepon: (0719) 24633

Kuliner

Karena letaknya di pesisir pantai maka jelas kuliner di desa ini umunya adalah olahan hasil laut. Ada gangan, bedulang, dan teri krispi adalah makanan khas yang dapat Anda cicipi saat berada di desa ini.

Selain teri krispi yang menjadi cemilan enak dan khas dari Tanjung Binga, ada juga makanan khas Belitung lainnya di sini seperti sup gangan. Sup gangan berupa sup kuah kuning pedas asam dengan dagingnya yang lembut. Rasa asam yang diperoleh dari nanas dan rasa supnya tidak amis.

Anda dapat menikmati makanan khas Belitung di rumah makan sekitar pantai Tanjung Binga yaitu di restoran Bukit Berahu Cottages, atau di sekitar kawasan Sijuk.

Restoran Mabai

Jalan Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk

Telepon: (0719) 24438, 081929567799

Kelayang Resto

Tanjung Kelayang, Sijuk

Telepon: 081929798420

 

Rindu Pantai

Pantai Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Belitung

Telepon: 081377820025

Tips

Pagi hari merupakan saat yang tepat untuk berburu ikan segar. Tanjung Binga tempat yang sesuai untuk menikmati ikan segar yang baru ditangkap nelayan.

Banyak turis yang mengambil pilihan ke pelabuhan Tanjung Binga sebagai jalur tercepat menuju Pulau Lengkuas dan Pulau Burung. Terkadang mereka melewatkan banyak hal menarik di pulau ini.