Category Archives: Bengkulu

Alam, Bengkulu

Pantai Panjang: Keunikan Garis Pantai yang Panjang

 

Sekilas

Keistimewaan pantai ini adalah memiliki garis pantai yang sangat panjang mencapai 7 km. Di sini Anda akan mendapatkan garis pasang dan garis surut pantai sekitar 500 meter. Penyebabnya adalah karena di sini tidak ada karang sehingga saat air laut pasang membuatnya mendapat jangkauan lebih jauh. Di pantai ini pastinya Anda akan melihat hamparan pasir putih berbulir halus yang luas dan landai.

Letak Pantai Panjang sangat strategis di kawasan bisnis pariwisata Bengkulu yang tesedia beragam hotel, restoran, cottage, dan pusat perbelanjaan. Jaraknya dapat ditempuh hanya 15 menit dari pusat kota Bengkulu atau sekitar 3 km menuju gerbangnya. Pantai ini akan menjadi sangat ramai saat Hari Raya Idul Fitri dan menjadi pusat keramaian saat pergantian tahun baru.

Uniknya Pantai Panjang tidak ada pohon kelapa karena lebih didominasi pohon cemara dan pohon pinus. Pohon pinus tersebut mempercantik Pantai Panjang dan masih bisa dijadikan tempat berteduh. Kawasan wisata ini memiliki beragam fasilitas, baik itu penginapan, restoran dan cafe, pusat perbelanjaan, arena bermain anak, hingga fasilitas olah raga tersedia di kawasan ini.

Masyarakat Bengkulu menjadikan Pantai Panjang sebagai salah satu pusat terapi dengan berjogging pagi atau sore hari di lintasannya. Mereka berlari dengan bertelanjang kaki karena lintasan tersebut dapat membantu melancarkan peredaran darah.

Kegiatan

Pantai Panjang menjadi istimewa karena bulir pasir putih yang halus sehingga saat Anda berjalan maka pasirnya tidak akan mengotori kaki. Di sini Anda pun dapat berolahraga pagi atau sore hari dengan joging di lintasannya. Pantainya yang berombak tidak terlalu besar cocok untuk aktivitas berselancar, bermain pasir, berenang, atau memancing.

Di pinggiran Pantai Panjang ditumbuhi pohon cemara dan pohon pinus yang melengkapi keindahan menyaksikan Matahari tenggelam. Jangan heran apabila di sini Anda temukan juga wisatawan mendirikan tenda untuk bermalam.

 

Berkeliling

Pilihan selain menikmati nuansa pantai, pasir, dan ombaknya adalah Anda langkahkan tujuan lebih jauh sekitar 5 km dari pantai ini menuju Danau Dendam Tak Sudah. Nama yang unik bukan? Danau ini masih sangat alami terletak di Jalan Raya Bengkulu-Tabah Penanjung.

Pilihan lain adalah Anda mencoba memetik daun teh di perkebun yang letaknya sekitar 60 km dari kota Bengkulu.

Akomodasi

Sekitar kawasan pantai ada banyak penginapan yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Rata-rata tarifnya ekonomis untuk dompet Anda. Berikut beberapa pilihan akomodasi terdekat.

Hotel Raffles City Raffles City

Jl. Pariwisata No. 1, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736-27173/25762/25099

Fax: 0736-25728

Hotel Nala Sea Side Cottage

Jl. Pariwisata No 2, Pantai Panjang Bengkulu

Telp.: 0736 344855

Hotel Puri Bidadari Beach

Jl. Pariwisata No 4, Pantai Panjang Bengkulu

Telp.  : 08153923777

Hotel Permata Gading

Alamat : Jl. Pantai Nala No 133, Pantai Panjang Bengkulu

Telp. : 0736 21855

Hotel Pasir Putih Resort

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp. : 0736 25338

Hotel Grand Marina

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp.: 0736-5611001

Hotel Malibu Beach Hotel

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp.: 0736-5611001, 0736-5611183

Hotel Empang Wisata

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp. 0736 26309

 

 

Kuliner

Kuliner wajib di Pantai Panjang adalah ikan laut bakar bumbu kuning, gulai kepala ikan kakap, ikan bakar tanpa bumbu, serta oseng terong campur jengkol. Sementara kudapannya pelengkapnya adalah es kelapa muda dan jagung bakar beraneka rasa. Cicipi pula nikmatnya segelas kopi khas Bengkulu.

Beberapa pilihan lain untuk kategori restoran adalah berikut ini.

Pasir putih

Jl. Pariwisata No 1 Pantai Panjang Ujung Bengkulu

Telp. 0736 25335

Bidadari

Jl. Pariwisata No 4 Pantai Panjang Bengkulu

Telp. 081367681694

Rainbow Resto and Night Club

Jl.Pariwisata No 2 Pantai Panjang

081539220890

Kemuning Resto

Jl.Pariwisata No 2 Pantai Panjang

Telp. 0736 25516

 

Belanja

Sekitaran Pantai Panjang dapat Anda temukan warung makan, toko cenderamata, dan pusat perbelanjaan. Jadi, tidak perlu khawatir untuk berbelanja di kawasan wisata ini.

 

 

Transportasi

Lokasi Pantai Panjang berada di sebelah barat Kota Bengkulu tepatnya di sepanjang Jalan Pariwisata Kota Bengkulu. Jaraknya sekitar 1.5 km dari pusat kota dan dapat ditempuh dengan mobil, minibus, taksi, atau motor untuk sampai di lokasi pantai.

Angkutan kota  tersedia setiap saat ke pantai ini. Mengapa tidak Anda memanfaatkan sado atau delman yang merupakan angkutan tradisional Bengkulu.

 

 

Tips

  • Sore hari dapat dikatakan waktu terbaik menikmati keindahan Pantai Panjang karena Anda dapat menikmati Matahari terbenam dengan cuaca yang sejuk sambil berjalan menyusuri garis pantainya.

Video via: kurakura Film

Bengkulu, Budaya

Benteng Marlborough: Benteng Kokoh Inggris di Pulau Sumatera

Sekilas

Banteng Marlborough (Fort Marlborough) merupakan benteng pertahanan peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 saat masa kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini dianggap benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India.

Benteng ini didirikan di atas bukit buatan seluas 44.100 m², menghadap ke arah Selatan dan membelakangi samudera Hindia. Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu dan mengakibatkan penghuninya terpaksa mengungsi ke Madras. Mereka kemudian kembali tahun 1724 setelah diadakan perjanjian. Tahun 1793, serangan kembali dilancarkan. Pada insiden ini seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Kemudian tahun 1807, Residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen di kota Bengkulu oleh pemerintah Inggris.

Benteng Marlborough awalnya berfungsi sebgai benteng pertahanan kemudian beralih fungsi untuk perdagangan terutama komoditi lada sekaligus sebagai pusat pengawasan jalur Selat Malaka. Masa Jepang tahun 1942-1945 difungsikan untuk pertahanan, begitu juga pada masa perang kemerdekaan Indonesia. Sejak Jepang kalah hingga tahun 1948, benteng itu manjadi markas Polri. Namun, tahun 1949-1950, benteng Marlborough diduduki kembali oleh Belanda. Setelah Belanda pergi tahun 1950, benteng Marlborough menjadi markas TNI-AD. Hingga tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Depdikbud untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.

Benteng ini mirip seperti hunian di tengah kota daripada benteng atau pusat perdagangan. Menurut catatan British Library yang ada di benteng ini menjelaskan tentang proses pembaptisan, perkawinan, dan kematian dari para penghuni. Terdapat sekitar 90 pegawai sipil dan militer yang tinggal di dalam benteng yang bentuknya mirip kura-kura ini.

Akomodasi

Benteng Marlborough berada di tengah kota tepatnya Jalan Ahmad Yani sehingga akomodasi dan fasilitas dapat dengan mudah Anda akses. Terdapat beragam hotel, rumah penginapan, restoran, pusat perbelanjaan, sarana ibadah, warung internet,  dan fasilitas lainnya.

Transportasi

Dari bandara Udara Fatmawati Bengkulu, Anda dapat menggunakan taksi atau mobil sewaan hingga sampai di tujuan sekitar 1,5 jam. Bila Anda mengunakan bus atau angkutan umum dari terminal jurusan alun-alun kota Bengkulu an akan mengantarkan turun tepat di depan Benteng Marlborough.

 

Video via: Official iNews

Alam, Bengkulu

Pantai Tapak Paderi: Menikmati Keindahan Pantai di Kota Bengkulu

Sekilas

Provinsi Begkulu yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia memiliki garis pantai yang panjang dan menawan. Jika Anda berkunjung ke Bengkulu maka wajib mengunjungi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Bengkulu ini.

Pantai Tapak Paderi merupakan objek wisata yang lengkap berupa wisata pantai dan wisata sejarah. Tidaklah mengherankan karena memang menjadikannya andalan Wisata Bengkulu. Pantai ini langsung terhubung dengan Pantai Panjang dan Pantai Jakat sehingga menjadi keistimewaan tersendiri.

Pantai Tapak Padri awalnya merupakan pusat pelabuhan laut pertama di Bengkulu. Pantai ini juga sekaligus penunjang transporasi laut pemerintah Inggris di Bengkulu saat itu yang berjarak 100 meter dari Benteng Marlborough.

Di wilayah ini atas perintah Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffless dibangun benteng pertahanan dan juga pusat pemerintahan perwakilan Kerajaan Inggris. Benteng tersebut bagitu ternama di Nusantara yaitu Benteng Marlborough. Di pantai ini juga, terdapat kampung China yang yang dahulunya merupakan pusat.

Dari bagian atas Tapak Padri dapat Anda lihat keindahan laut Bengkulu. Pesona keindahan alamnya seakan tiada akhir. Matahari terbenam merupakan pemandangan yang tidak boleh Anda lewatkan. Anda juga dapat menikmati jagung bakar di pantai ini atau menggunakan perahu untuk menikmati suasana danau buatan yang terletak di pinggir pantai.

Pantai Tapak Paderi bersama dua obyek wisata lainnya yaitu Fort Marlborough dan Monumen Thomas Parr menjadi kawasan yang paling banyak dikunjungi masyarakat Bengkulu. Terutama saat bulan Ramadhan sambil menunggu terbitnya matahari pagi yang indah.

Pantai Tapak Paderi juga biasanya digunakan sebagai pusat Festival Tabot Bengkulu. Dalam festival ini Anda akan disajikan kemeriahkan pertunjukan seni, pasar, pameran kriya, aneka lomba, rebana, tari tabot, dan beragam acara seni lainnya.

Kegiatan

Memandang Matahari terbenam merupakan salah satu daya tarik Pantai Tapak Paderi. Rona warna keemasan Matahari saat terbit atau terbenamnya akan menjadi kenangan indah terabadikan dalam siluet kamera. Nikmatilah berjalan-jalan sekitar pantai sambil sesekali menikmati deru air laut berbuih di kaki Anda dan membenamkannya bersama pasir yang halus.

Anda dapat berjalan hingga ke Pantai Panjang dan Pantai Jakat. Keidahan kedua pantai ini tidak kalah indahnya. Pantai Panjang terkenal dengan garis pantainya yang panjang, pasir putih halus, dan pepohonan cemara yang rindang melambai-lambai diterpa angin laut. Di sekitar pantai ini terdapat hotel, cottage, restoran, jogging track, kolam renang, dan kios cinderamata. Di Pantai Jakat yang bersih ini, Anda bisa menyewa jetski dan banana boat. Di sepanjang pantai ini terdapat penjual jangung dan pisang bakar khas Bengkulu atau membeli langsung hasil tangkapan dari nelayan.

Untuk wisata sejarah, Anda bisa berkunjung ke Benteng Marlborough. Benteng ini merupakan benteng pertahanan Inggris di pantai barat Pulaus Sumatera. Di dalam benteng ini terdapat ruang tahanan, gudang senjata, kantor, beberapa meriam, ruang perlidungan, terowongan sepanjang 6 meter, dan makam prajurit Inggris.

 

Akomodasi

Karena lokasi Pantai Tapak Paderi strategis, membuat Anda mudah untuk mendapatkan akomodasi. Berikut ini beberapa hotel yang bisa menjadi referensi.

Hotel Raffles City Raffles City

Jl. Pariwisata No. 1, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736-27173/25762/25099

Fax: 0736-25728

Hotel Nala Sea Side Cottage

Jl. Pariwisata No 2, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736 344855

Hotel Puri Bidadari Beach

Jl. Pariwisata No 4, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 08153923777

Hotel Permata Gading

Alamat : Jl. Pantai Nala No 133, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736 21855

Hotel Pasir Putih Resort

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736 25338

Hotel Grand Marina

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736-5611001

Hotel Malibu Beach Hotel

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736-5611001, 0736-5611183

Hotel Empang Wisata

Jl. Pariwisata, Pantai Panjang Bengkulu

Telp: 0736 26309

Kuliner

Seafood  merupakan makanan favorit di sini, kebanyakan dibakar bersama bumbu khas. Martabak juga merupakan salah satu makanan kegemaran orang Bengkulu. Untuk kuliner di sekitar pantai maka Anda bisa menikmati jangung dan pisang bakar khas Bengkulu.

Transportasi

Pantai ini terletak sekitar 15 km atau sekitar 40 menit dari Bandara Fatmawati. Dari sini, Anda dapat menyewa mobil yang banyak ditawarkan di sekitar bandara (penduduk setempat menyebutnya sebagai taksi) dan membayar sekitar Rp75.000,00 hingga tiba di Tapak Paderi.

Pantai Tapak Paderi lokasinya tidak jauh dari pusat kota Bengkulu, cukup ditempuh sekitar 10 menit dengan menggunakan mobil, minibus, taksi, ataupun sepeda motor.

 

Berbelanja

Lokasi Tapak Paderi yang berada di Kota Bengkulu akan memudahkan Anda untuk mendapatkan toko suvenir dan fasilitas penungjang wisata lainnya.

Di sepanjang jalan Pantai Tapak Paderi Bengkulu, Pantai Panjang, dan Pantai Jakat dapat Anda temukan deretan kios penjual cederamata dan oleh-oleh khas Bengkulu.

Bengkulu, Budaya

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu: Meresapi Perjuangan dan Kenangan Bapak Pendiri Bangsa

Sekilas

Di bangku sekolah Anda pastinya mengetahui tentang pengasingan Ir. Soekarno di Bengkulu pada 1938-1942. Nah, rumah kediaman tempat pengasingan presiden pertama Indonesia ini layak untuk menjadi pilihan yang tidak boleh terlewat saat Anda menyambangi Bengkulu. Saat Idul Fitri, rumah pengasingan ini akan sangat padat dikunjungi wisatawan.

Melanjutkan pengasingannya dari Ende, Flores, kemudian Bung Karno menempati rumah ini dari tahun 1938 hingga 1942. Di Bengkulu, Sang Proklamator bertemu dengan Fatmawati, gadis asli Bengkulu yang kemudian menjadi istrinya sekaligus sang penjahit Bendera Sang Saka Merah Putih saat Proklamasi 17 Agustus 1945.

Lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno terletak di Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota akan memudahkan Anda menemukannya.

Di rumah ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah sekaligus menemani Bapak Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Pembagian ruangan dan penataan koleksi benda bersejarah di rumah ini rapi dan teratur.

Rumah pengasingan ini ukuran aslinya adalah 162 m² dengan bangunan 9 x 18 m. Bentuk bangunannya empat persegi panjang tidak berkaki dan dindingnya polos. Memiliki halaman yang cukup luas dengan atap berbentuk limas. Pintu utamanya berdaun ganda berbentuk persegi panjang dengan jendela persegi panjang berhias kisi-kisi. Belum diketahui kapan rumah ini pertama kali didirikan namun diperkirakan dibangun awal abad ke-20.

Awalnya rumah tersebut merupakan milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Cian yang bekerja saat itu sebagai penyumplai  sembako untuk Pemerintah Hindia Belanda. Anda masih dapat melihat ciri rumah Cina dari bangunannya pada lubang angin yang terdapat di atas jendela dan pintu bermotif huruf Cina. Rumah ini kemudian disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu.

Saat ini bangunan lamanya masih dipertahankan seperti awalnya hanya saja pada 2006 Pemprov Bengkulu menambahkan bangunan bernama Persada Bungkarno yang berfungsi sebagai museum, perpustakaan, ruang pertemuan, dan gedung pertunjukan. Untuk masuk ke rumah Bung Karno ini, Anda dikenakan biaya Rp2.500,-

 

Kegiatan

Di Rumah Pengasingan Bung Karno Anda dapat melihat langsung sepeda ontel kesayangan Bung Karno. Sejumlah foto yang dipajang secara acak di beberapa ruangannya. Bahkan, ada pula surat cinta Bung Karno untuk Ibu Fatmawati.

Beragam buku koleksi Bung Karno tersimpan di dua lemari kaca. Beberapa koleksi buku Bung Karno adalah: “Het Post Zegelboek”, “Jong Java’s Lief en Leed”, “The Automatic Letter Writer”, “Plammarion-in Het Stervensuur”, “Mia Bruyn-Buwehand”, “de Rhynmonders”, dan “Katholieke Jeugdbubel”.

Koleksi buku musik Bung Karno akan mengarahkan Anda pada kesimpulan bahwa memang Bapak Pendiri Negara ini adalah juga seorang pemusik atau paling tidak mempelajari musik dan tertarik pada musik.

Terpajang juga kursi, meja, hingga tempat tidur yang digunakan Bung Karno. Di salah satu ruangannya dapat Anda temukan sebuah mesin jahit antik yang dulunya biasa dipakai Ibu Fatmawati. Sejumlah perlengkapan rumah tangga yang dulu digunakan Bung Karno pun masih tersimpan di sini.

Ada juga beberapa kostum yang biasa dipakai untuk pertunjukan tonil. Dimana saat pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno menulis naskah tonil berjudul “Monte Carlo”. Naskah tersebut dipentaskan dimana buktinya tersimpan di beberapa lemarinya berupa kostum para pemeran sandiwara “Monte Carlo” tersebut.

Di bagian belakang rumah ini terdapat sumur yang dipercaya membawa berkah. Uniknya banyak orang yang pernah cuci muka ataupun berwudhu dari sumur tersebut.

Jangan lewatkan untuk melanjutkan perjalanan wisata sejarah di Bengkulu dengan mengunjungi Rumah Fatmawati yang letaknya hanya 600 meter dari rumah pengasingan Bung Karno. Lokasinya dekat Bundaran Simpang Lima di depan Kantor Walikota Bengkulu. Rumah itu berwarna coklat dan bercirikan bangunan tradisional. Awalnya rumah tersebut adalah tempat tinggal Fatmawati bersama keluarganya  sebelum menikah dengan Bung Karno. Kini bangunannya difungsikan menjadi museum. Anda dapat menemui perabotan dan barang-barang milik Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit yang digunakan untuk menjahit Bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

 

Akomodasi

Di kota Bengkulu ada beragam pilihan hotel yang dapat Anda pilih. Berikut referensinya untuk Anda.

Hotel Grage Horizon

Jl. Pantai Nala 142, Angkat Bawah, Bengkulu

Telp : 0736-21722

Fax : 0736-22072

Hotel Rio Asri

Jl. Veteran No. 63

Bengkulu

Telp : 0736-345000 / 21952 / 25769

Fax : 0736-25728

Hotel Bumi Endah

Jl. Fatmawati No. 29, Bengkulu

Telp : 0736-21665

Fax : 0736-346442

Dena Hotel

Jl. Fatmawati No. 30, Bengkulu

Telp : 0736-341171

Fax : 0736-21066

Hotel Samudera Dwinka

Jl. Jend. Sudirman No. 246, Bengkulu

Telp : 0736-21604 / 23128

Fax : 0736-23128

 

Berbelanja

Anda dapat menjumpai sentra penjulan cenderamata dan oleh-oleh khas Bengkulu yang lokasinya tak jauh dari tempat berdirinya rumah bersejarah ini. Berikut ini beberapa tempat referensinya.

 

Bengkulu Handicraft and Specific Food

Jl. Sukarno Hatta Bengkulu

Bunian Art and Antique Shop

Jl. Belakang Benteng Bengkulu

Telp. 0736  341033

Askara Art and Gallery

Jl. Salak No.102 Panorama Bengkulu

Telp.  0736 24875

 

MF Handicraft

Jl. A. Yani. No. 14 Bengkulu

Telp. 0736 345814

Anggrek Biru (Batik dan Songket Bengkulu)

Jl. A. Yani No. 14 Bengkulu

Telp. 0736 343211

LA-Mentique (Kain Besurek / Batik Bengkulu)

Jl. Putri Gading Cempaka No. 30

Telp. 0736 341081

Dekranasda (Handicraft)

Jl. Pantai Nala. Bengkulu

Ovella Gallery (Industri Kain Besurek)

Jl. Sutoyo No.6 Tanah Patah Bengkulu

Telp. 0736 22387

Limura (Batik Bengkulu)

Jl. S. Parman, No. 16 Bengkulu

Telp. 0736  342271

 

Emping mlinjo juga dapat menjadi oleh-oleh makanan dari Bengkulu. Temukan di di Jl. Soekarno, Jl. Pantai Nala 142. Ny. Khamsia adalah salah satu penjualnya  sejak tahun 1984. Dijual dalam dua bentuk, kotak-kotak untuk yang dijual per ikat dan bulat-bulat untuk yang dijual per kilogram. Harga per 10 ikatnya Rp5.000,-. Sedang harga per kilogram mencapai Rp 25.000.

 

 

Kuliner

Ada secarik kertas yang ditempelkan pada daun pintu lemari di Rumah Pengasingan Bung Karno. Kalimat pada secarik kertas tersebut menceritakan sejarah lemari tua itu yang digunakan untuk menyimpan makanan yang paling disukai Bung Karno selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu. Makanan tersebut adalah bagar hiu dan pais ikan.

 

Bagar hiu merupakan salah satu makanan khas Bengkulu layaknya rendang. Bedanya, bagar hiu ini menggunakan ikan hiu sebagai bahan baku pengganti daging selain kelapa yang disangrai terlebih dahulu kemudian digiling. Bumbu adalah bawang merah, bawang putih, kunyit, daun jeruk, daun salam, lengkuas, dan aneka bumbu-bumbu dasar lainnya. Bagar hiu ini tidak menggunakan santan meskipun ada kelapanya. Meski merupakan makanan khas Bengkulu tetapi sulit menemukan bagar hiu di Bengkulu. Hal ini disebabkan kelangkaan hiu jenis punai dan hiu tanduk yang menjadi bahan utamanya. Kedua hiu tersebut termasuk hewan yang terancam kepunahannya berdasarkan riset IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) atau Serikat Konservasi Dunia. Kesempatan Anda apabila ingin mencicipinya adalah saat Ramadan meski tidak banyak.

 

Tempoyak barangkali pasti ada di meja makan umumnya keluarga di Bengkulu. Makanan ini berasal dari buah durian yang difermentasi dan biasanya dikonsumsi sebagai lauk nasi. Sambal tempoyak bengkulu juga merupakan salah satu masakan khas bengkulu yang berselera pedas. Sambal tempoyak dimasak menggunakan paduan bahan ikan laut atau ikan sungai yang masih segar atau kadang dicampur udang.

 

Kuliner khas Bengkulu lainnya adalah pendap dari ikan pais, bagar kambing,  juada tat (kue tat), anak tat, kue satu, perut punai, dan masih banyak yang lainnya.

Berikut beberapa pilihan tempat makan di kota Bengkulu untuk Anda dari Indonesia Travel.

Rafflesia Tower View

Jl. Veteran No 63 Bengkulu

Telp. 0736 34500

Gading Cempaka

Jl. Sukarno Hatta Bengkulu

Telp. 0736 21216

RM Bengkulu

Jl. Kapt Tendean Km 6 Bengkulu

Cafe Hippo

Jl Fatmawati 56b Bengkulu, Indonesia

Telp. 081311287373

Buffet Tris

Jl. Kapt Tendean Km 6 Bengkulu

Pondok Selero

Jl.Veteran no 30 Bengkulu

Telp. 0736 345415

Nusantara Indah

Jl. Barlian No 106 Kampung Cina

Telp. 0736 20254

Nasi Uduk Tanjung Karang

Jl. Sutoyo 31 Bengkulu

Telp. 0736 28969

 

Embun pagi 2

Jl. Natadirja No 51 Bengkulu

Telp. 0736 26675

Sinar baru

Jl. Natadirja No 68 Bengkulu

Telp. 0736 21475

Sari Wangi

Jl.Suprapto no 170 Bengkulu

Telp. 0736 344425

 

Pempek Saskia

Jl. Natadirja

Telp.0836 341703

Pempek Cek Toni

Jl. P Tendean

Telp. 08736 344364

Sate Pak Kumis

Jl. Sutoyo Bengkulu

Telp. 0736 344828

Fajar Baru

Jl. Salak No 8 Bengkulu

Sri Solo

Jl. Suprapto No 117 Bengkulu

Telp. 0736 22995

Sate Solo

Jl. Suprapto No 57 Bengkulu

Telp. 0736 24807

Moro Seneng

Jl.S Parman

Telp. 0736 344865

Metro II

Jl. S Parman

Telp. 0736 26838

Metro I

Jl. Flamboyan

Telp. 0736 24491

Jawa Timur

Jl. Sukarno Hatta Bengkulu

RM Palembang

Jl. Sudirman

Telp. 0736 21259

Transportasi

Rumah Pengasingan Bung Karno ini ada di pusat kota dan tidak jauh dari Kantor Walikota Bengkulu. Lokasinya berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Malborough.

Anda yang datang dari Bandar Udara Fatmawati Bengkulu maka dapat menggunakan taksi, bus, atau mobil sewaan. Sedangkan apabila Anda datang dari Terminal Bus Bengkulu maka dapat menggunakan bus kota jurusan Jalan Soekrano-Hatta lalu turun di Anggut Atas.

Bengkulu, Budaya

Dol: Alat Musik Pengiring Tabot di Bengkulu

Terdengar irama ritmis menghentak dimainkan sekelompok orang dengan menabuh alat musik serupa perkusi atau beduk. Iramanya yang bersemangat mampu memeriahkan ritual kebudayaan dan menghidupkan suasana. Alat musik yang dipukul beramai-ramai tersebut tidaklah banyak nyatanya, bahkan mungkin tidak ditemukan di daerah lain.

Dol kerap disamakan dengan perkusi khas dari Bengkulu. Alat musik ini bahkan disebut sebagai satu-satunya perkusi di dunia yang tidak berlubang di bagian dasarnya. Nyatanya dol memang bukanlah perkusi, ia hanya mirip perkusi. Ada pula yang menyebutnya mirip gendang atau beduk untuk memudahkan penggambaran ciri fisiknya. Karena ciri fisiknya yang khas tersebut, dol juga menghasilkan bunyi khas berbeda dari perkusi atau pun beduk.

Sekilas dol berbentuk seperti beduk. Berbentuk setengah bulat lonjong dan berhiaskan ornamen warna-warni. Dol terbuat dari kayu atau bonggol kelapa yang terkenal ringan namun kuat atau kadang juga terbuat dari kayu pohon nangka. Bonggol pohon kelapa dilubangi dan bagian atasnya lalu ditutup kulit sapi atau kulit kambing. Diameter dol terbesar bisa mencapai 70-125 cm dengan tinggi 80 cm.

Dol besar membutuhkan waktu 2-3 minggu dalam proses pembuatannya. Sementara itu, alat pemukul dol berdiameter 5 cm dengan panjang 30 cm. Harga sebuah dol berada di kisaran Rp750.000,- sampai Rp900.000,-. Selain dol besar, terdapat pula dol berukuran kecil yang terbuat dari batok kelapa.

Dimainkan dengan cara dipukul, ada 3 teknik dasar memainkan dol, yaitu: disebut suwena, tamatam, dan suwari. Jenis pukulan suwena biasanya untuk suasana berduka cita dengan tempo pukulan lambat; tamatam untuk suasana riang, konstan dan ritmenya cepat; sementara suwari adalah pukulan untuk perjalanan panjang dengan tempo pukulan satu-satu. Dalam pementasan dol, ada intsrumen lain yang ikut mengiringi, seperti tassa (sejenis rebana yang dipukul dengan rotan), dol berukuran kecil, serunai, dan lainnya.

Zaman dahulu, dol hanya dimainkan saat perayaan Tabot, setiap 1-10 Muharram dalam rangka mengenang wafatnya Imam Hasan dan Imam Husen (cucu Nabi Muhammad saww.) dalam sebuah peperangan di Padang Karbala. Ritual ini selalu dilaksanakan setiap tahun karena dipercaya dapat menghindarkan berbagai kesulitan dan wabah penyakit.

Penabuh dol pun bukan sembarang orang melainkan keturunan tabot, yaitu warga Bengkulu keturunan India yang biasa disebut sipai. Dol memang dikenalkan kali pertama oleh masyarakat Muslim India yang datang ke Indonesia dibawa Pemerintah kolonial Inggris yang saat itu membangun Benteng Malborough. Mereka kemudian menikah dengan orang lokal Bengkulu dan garis keturunannya dikenal sebagai keluarga tabot. Hingga tahun 1970-an, musik dol hanya boleh dimainkan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan keluarga tabot tersebut.

Seiring perkembangan zaman dan upaya beberapa seniman lokal yang ingin mengenalkan musik dol yang unik ini ke masyarakat yang lebih luas lagi kemudian musik dol kini biasa menjadi alat musik pengiring di berbagai acara khusus. Peminatnya pun kian meluas, mulai dari anak-anak hingga dewasa menggemarinya. Mereka sering memainkan dol secara berkelompok di rumah-rumah atau sanggar kesenian. Kini, musik dol juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni hingga ke negara tetangga.

Bengkulu, Budaya

Tari Kejei: Tarian Sakral dari Rejang Lebong

Setiap musim panen tiba, pria dan wanita Rejang akan berkumpul membawakan tari kejei. Penari harus berpasangan dan berjumlah ganjil misalnya 5, 7, atau 9 pasang. Mereka menggerakan tubuh di tengah-tengah penerangan lampu malam hari. Tarian kejei merupakan tarian yang paling terkenal di Rejang Lebong sekaligus dianggap tarian sakral namun demikian tarian ini gerakan sederhana sehingga mudah untuk dipelajari.

Keberadaan kejei sudah terlihat di Bengkulu sejak 1468 dan mulanya bernama ta’ei jang. Diperkirakan dibawa oleh seorang pedagang bersama Hassanuddin Al-Pasee. Hingga kini, tari kejei menjadi satu-satunya tarian bengkulu dari tanah rejang dan kerap ditarikan saat perhelatan besar keluarga seperti pernikahan, penyambutan tamu agung, khitanan, atau saat panen raya.

Alat musik pengiring utamanya adalah satu buah gong, 5 buah kulintang dan satu buah redap. Dahulu, alat musik yang digunakan terbuat dari bambu sebagai kulintang, bambung betung sebagai gong, kulit binatang sebagai redap atau alat musik pukul, sementara ada bambu khusus yang didesain sebagai serdam atau alat musik tiup. Akan tetapi, sejak para biku dari Majapahit datang, semua alat musik tradisional itu digantikan dengan alat musik dari logam.

Proses membawakan tari kejei tidaklah mudah. Menurut cerita, ada kejei yang dilaksanakan selama 3-15 hari bahkan sampai 9 bulan. Untuk melakukannya pun terkadang harus memotong kerbau dan sapi terlebih dahulu. Tuan rumah harus atas marga, serta mengundang marga-marga yang lain dan harus memperlakukan tamu dengan sebaik-baiknya.

Tarian ini semakin dianggap sakral karena membutuhkan tempat yang khusus untuk membawakannya. Sebelum dan sesudah menampilkan tari kejei, diadakan ritual terlebih dahulu, yaitu pemotongan tebu hitam dan langir yang telah diberikan mantra oleh seorang sesepuh sebelum memulai tarian. Seminggu sebelum diselenggarakannya acara, masyarakat satu dusun juga akan bergotong royong mendirikan balie kejei, yakni balai dengan ukuran 6×8 meter atau 6×12 meter.

Balai dilengkapi peralatan upacara yang terdiri dari pisang, pinang, sirih, tebu, baronang, teleng, payung dan masih banyak lagi. Semua ini diletakkan di dekat tiang untuk menyimbolkan kemakmuran. Sementara itu di atas meja, ada bakul sirih, bueak minyak, lampu damar, talam dan ayam jantan sebagai sesajen. Penari pria dan wanita saling berhadapan, sedangkan meja sesajen diletakkan di tengah mereka.

Ada mitos masyarakat setempat bahwa penari kejei haruslah remaja yang perjaka dan perawan. Apabila ada salah satu dari penari tidak perjaka atau perawan lagi maka kulintang sebagai alat musik pukul yang mengiringi tarian tersebut akan pecah.

Alam, Bengkulu

Danau Dendam Tak Sudah: Menemukan Kedamian yang Tidak Berakhir di Bengkulu

Sekilas

Mendengar nama danau ini kemungkinan besar akan menggelitik rasa ingin tahu Anda. Danau Dendam Tak Sudah begitu masyarakat Bengkulu mengenalnya. Di balik namanya yang unik ternyata juga memiliki keindahan tersendiri.

Memiliki luasnya sekira 37,50 hektar, danau ini terletak di Kota Curup, Bengkulu Utara, tidak jauh dari pusat Kota Bengkulu, yakni sekira 6 km. Danau yang dikelilingi bukit-bukit hijau ini merupakan kawasan cagar alam yang menyimpan banyak potensi ekologi dan keseimbangan ekosistem.

Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah mengalami beberapa kali perluasan area. Pertama tahun 1936, dimana Pemerintah Hindia Belanda menetapkannya sebagai cagar alam dengan total luas 11,5 hektare. Pada 1979, kawasan cagar alam dipeluas lagi menjadi 430 hektare. Hingga pada 1999, luas kawasan menjadi 577 hektare.

Danau ini menjadi habitat bagi beberapa jenis ikan langka. Ikan-ikan tersebut berasal dari famili Anabantidae, Bagridae, dan Cyprinidae. Hal spesial lainnya tentang danau ini merupakan habitat utama bagi tumbuhan endemik langka, yaitu anggrek pensil (Vanda hookeriana). Jenis lainnya juga hidup di sini seperti anggrek matahari, nipah, plawi, pulai, bakung, gelam, terentang, sikeduduk,  brosong, ambacang rawa, dan pakis.

 

Selain flora, fauna yang menghuni kawasan cagar alam juga kerap menjadi tontonan atau atraksi tersendiri bagi wisatawan. Hewan-hewan seperti lutung atau kera ekor panjang sering tampak bergelantungan di pepohonan sekitar danau. Beberapa jenis hewan lain yang menghuni kawasan sekitar danau adalah burung kutilang, babi hutan, siamang, ular phyton dan masih banyak lagi yang lainnya.

Perihal tentang namanya yang tidak biasa tersebut, ada dua kisah yang dipercaya menjadi latar belakang penamaan. Pertama adalah kisah yang merupakan legenda. Konon, ada sepasang kekasih yang kasihnya tak kesampaian sebab tidak direstui orang tua. Sepasang kekasih yang dimabuk asmara itu kemudian dikisahkan bunuh diri ke danau dan inilah yang menjadikannya disebut Danau Dendam Tak Sudah. Konon, sejak saat itu ada dua ekor lintah raksasa yang merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut.

Kisah lain adalah berlatar sejarah dimana Belanda yang saat itu menduduki Indonesia memutuskan membuat dam di danau ini. Tujuannya adalah agar air danau tidak mudah meluap untuk mempermudah pembangunan jalan di sekitar danau. Akan tetapi, pada prakteknya, pembangunan dam terhenti atau tidak pernah selesai. “Dam Tak Sudah” begitu mereka menyebutnya. Entah bagaimana awalnya “Dam Tak Sudah” kini berubah menjadi “Dendam Tak Sudah”.

Kegiatan

Selain sebagai kawasan konservasi, sumber air dan daerah cadangan air, tempat ini sering dijadikan lokasi penelitian ilmiah dan tentunya tempat rekreasi. Pastikan Anda mencoba berperahu atau menggunakan rakit ke seluruh penjuru danau. Bagi yang hobi memancing tentunya tempat ini ideal.

Dengan kawasan hijau berudara sejuk. Pemandangan pagi hari di danau ini sudah dikenal indah dan memesona. Terlebih lagi, saat Matahari terbit dan warna langit yang kemerahan akan memantul warna indah pada permukaan danau. Saat siang cerah pun biru langit dan gumpalan awan berwarna putih memberi kesan menawan saat tercermin di permukaannya.

Mengingat danau ini adalah rumah bagi berbagai jenis ikan, terdapat fasilitas berupa tempat atau perlengkapan memancing. Untuk menambah keseruan, terdapat sampan yang dapat digunakan oleh pengunjung berkeliling danau. Tentu mengasyikkan bisa mengeksplorasi danau dengan berperahu.

Kekayaan flora dan fauna di kawasan Danau Dendam Tak Sudah juga memiliki daya tarik sendiri, misalnya anggrek pensil yang langka dan endemik itu. Anggrek cantik berwarna dasar putih dipadu warna ungu dan bintik-bintik hitam itu menjadi semacam ikon bagi danau ini. Atraksi lutung dan kera ekor panjang yang kadang terlihat bergelantungan di pepohonan adalah daya tarik yang lain lagi.

Sebagai kawasan cagar alam yang luas dan dilindungi, danau dan daerah sekitarnya merupakan potensi bagi wisata minat khusus, dimana Anda dapat melakukan penelitian untuk kepentingan pendidikan dan atau manfaat ilmiah lainnya.

Transportasi

Untuk menuju Danau Dendam Tak Sudah, Anda dapat menggunakan kendaraan umum atau bus jurusan Bengkulu-Danau Dendam Tak Sudah. Mengingat jaraknya yang dekat (sekira 6 km), waktu tempuh ke danau cantik ini hanya sekira 30 menit berkendara. Akses menuju ke lokasi wisata tersebut pun terbilang mudah dan mulus.

Akomodasi

Untuk kebutuhan penginapan, berikut ini referensi hotel di Kota Bengkulu.

Horizon

Jl. Pantai Nala No. 142 Bengkulu

Telp: 0736-21722

 

Raffles City

Jl. Pariwisata No. 1 Pantai Panjang, Kota Bengkulu

Telp: 0736-27173/ 25762/ 25099

 

Dena

Jl. Fatmawati No. 29, Bengkulu

Telp: 0736-341171

Rio Asri

Telp: 0736-21952

Hotel Rio Asri

Jl. Veteran No. 63, Bengkulu

Hotel Grage Horizon

Jl. Pantai Nala No. 142, Angkat Bawah, Bengkulu

 

Kuliner

Saat menghabiskan waktu dengan beragam kegiatan di sekitar danau maka jangan khawatir haus dan lapar. Terdapat banyak pedagang yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Beberapa jenis makanan yang dijual adalah jagung bakar atau sajian ikan khas dari danau, seperti ikan perut punai.

 Sajian khas Bengkulu lainnya yang patut Anda cicipi adalah lempuk dan kue tat juga dijual di sana. Untuk minuman, banyak sekali penjual es kelapa muda di sekitar danau.

 

Tips

Matahari bisa begitu terik saat menjelang siang, gunakan krim tabir surya dan atau topi untuk melindungi kulit Anda.

Berpartisipasilah menjaga danau ini dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Alam, Bengkulu

Suban Air Panas: Menikmati Alam Sembari Berendam

Sekilas

Mata air dari Bukit Kaba mengalir ke kolam pemandian melalui saluran air yang dilengkapi sistem pengaturan suhu. Airnya yang jernih dan terasa hangat menebarkan rayuan agar orang datang menghampiri untuk berendam dan merilekskan tubuh mereka. Di Suban Air Panas nyatanya memang akan menjadi tempat untuk Anda menikmati air hangat di tengah cuaca dingin dengan hadiah tambahan pemandangan nan elok.

Suban Air Panas berada di Desa Penantian, Kelurahan Tulang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Tujuan wisata seluas 30 hektar itu memiliki suasana nyaman karena dikelilingi area perbukitan rimbun menghijau.

Ini adalah tujuan wisata alam tertua di Kabupaten Rejang Lebong sekaligus di Provinsi Bengkulu. Sejak zaman Pendudukan Jepang, masyarakat sekitar menemukan dan menggunakannya untuk menyembuhkan penyakit kulit. Lalu tepat pada 1967 obyek wisata ini dibangun dan terus dikembangkan. Anda sekarang bisa menikmati 5 kolam air hangat dan 1 kolam air dingin untuk berwisata bersama keluarga.

Usai berendam Anda pun dapat melanjutkan dengan trekking melihat dua buah air terjun yang tidak jauh dari Suban Air Panas. Tinggi air terjun pertama tingginya mencapai 50 meter, kemudian yang kedua lebih rendah yakni 15 meter. Uniknya, salah satu dari air terjun tersebut bercabang dua menghasilkan panorama yang luar biasa memesona. Berbeda dengan kolam pemandian, air terjun tersebut memiliki suhu dingin namun rupanya sering juga dinikmati wisatawan.

Selain itu, di sekitar kolam terdapat dua buah batu megalitikum yaitu Batu Tri Sakti dan Batu Menangis. Keduanya memiliki mitos, Batu Tri Sakti diyakini dihuni oleh tiga orang hebat yang kerap menjaga pengunjung.

Sementara itu, pada Batu Menangis, warga setempat sering mendapatinya mengeluarkan air. Ada legenda darinya terkait seorang putri yang bernama Gemercik Emas yang menangis karena tidak ingin dijodohkan dengan seorang asal Rejang bernama Putra Gambir Melang.

 

Kegiatan

Pemandian Suban Air Panas cocok menjadi tujuan wisata  keluarga. Destinasi ini memiliki beberapa kolam sehingga mampu menampung banyak pengunjung. Air panas dari Bukit Kaba juga dipercaya mampu menyembuhkan beberapa penyakit kulit, pegal linu dan rematik. Rekreasi semakin menarik karena Anda dapat menikmati alam di sekitar Suban Air Panas, berkelilinglah untuk menilik keunikan air terjun dan Batu Menangis.

Anak-anak akan betah karena usai bermain air di kolam dan air terjun, mereka pun dimanjakan dengan komedi putar yang bisa dijumpai pada akhir pekan. Untuk kelengkapan berenang, tersedia juga penyewaan ban untuk anak-anak.

Jelajahi tempat ini dan temukan menemukan kebun-kebun kopi milik penduduk setempat. Sebagian lagi memilih menanam aren yang bisa diolah sebagai bahan baku gula merah.

Transportasi

Air Panas sekira 6 kilometer dari Kota Curup, ibukota Kabupaten Rejang Lebong, tepatnya di Jalan Lintas Curup-Lubuk Linggau. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum berupa mobil travel dengan jurusan Bengkulu-Curup atau rute lain yang menghubungkan Curup dengan provinsi tetangga. Tarifnya bervariasi mulai dari Rp40 ribu. Di bawah ini adalah agen mobil travel yang bisa Anda hubungi.

  1. Bengkulu Mandiri Travel

Tlp. 081367836336

 

  1. Putra Anugrah Wisata

Tlp. 085279588306

  1. Trans Wisata Travel

Tlp. 085274513052

Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi maka cukup  telusuri Jalan Lintas Curup-Lubuk Linggau dan akan menemukan petunjuk berbelok ke lokasi Suban Air Panas.

Akomodasi

Waktu tempuh dari Kota Bengkulu ke Suban Air Panas kurang lebih selama 2 jam sehingga Anda bisa tetap memilih menginap di Kota Bengkulu ataupun mencari pengalaman yang berbeda di Kota Curup.

Berikut ini adalah beberapa hotel yang direkomendasikan.

Kota Curup

Hotel Aman Jaya

Jl. A.K Gani Curup

Tlp. (0732) 21365

Hotel Bukit Kaba

Jl. Sukowati

Tlp. (0732) 21355

Hotel Wisata Baru

Jl. Merdeka 755, Curup

Tlp. (0732) 24161

Sementara di Kota Bengkulu, Anda dapat mengindap di beberapa hotel di bawah ini.

Grage Horizon
Jl. Pantai Nala 142, Anggut Bawah, PO BOX 44
Telepon: +62 736 21722
Email: gragehorizon@gmail.com
Website: http://www.gragehorizon.com/

Hotel Santika Bengkulu
Jl. Pantai Nala No.142, Bengkulu.
Tlp. (021) 21722 Fax: 25854
Email: bengkulu@santika.com, reservation@bengkulu.santika.com

Hotel Splash
Jl. Sudirman No 48
Telepon: +62 736 23333
Email: splash_hotel@ymail.com
Website: www.hotel-splash.com

Hotel Madelin
Jl. Bakti Husada No 88
Telepon: +62 736 52777

Nala Sea Side
Jl. Sudirman No.48 Bengkulu
Tlp (0736) 344855

Jodipati Hotel
Jl. Sutoyo No.30 Bengkulu 38224
Tlp. (0736) 20996 Fax. 20996
Email: jodipataibengkulu@gmail.com

Xtra Hotel
Jl. Sutoyo No.31, Tanah Patah Bengkulu
Tlp (0736) 346865, 20107
Hp. 081273005555
Fax. (0736) 345974

 

Kuliner

Banyak warung yang menjual aneka makanan di dalam kompleks Suban Air Panas. Akan tetapi, Anda bisa pergi ke Kota Curup untuk menemukan hidangan yang lebih beragam. Mayoritas rumah makan memang menyajikan hidangan Padang tetapi Anda juga bisa mendapati makanan khas Bengkulu seperti sambal tempoyak, sambal ujak, dan gulai umbut.

 

Berbelanja

Kota Curup terkenal sebagai wilayah dataran tinggi nan subur, tempat berbagai macam buah dan sayur tumbuh segar dan dikirim ke kota-kota lain. Salah satu komoditi yang populer di sini adalah buah stroberi. Tidak jauh dari Suban Air Panas terdapat kebun-kebun stroberi yang buahnya dapat Anda petik langsung dan dibeli sebagai buah tangan tetapi jika ingin lebih instan maka di dalam obyek wisata ini pun banyak penjual stroberi yang sudah dikemas.

Bengkulu, Inderawi

Lema: Makanan Berbau Busuk nan Gurih Khas Rejang

Penduduk suku Rejang gemar menyantap lema untuk mendampingi nasi. Lema merupakan makanan asli Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu. Baunya terbilang unik dan mungkin saja banyak orang menganggapnya tidak sedap karena kuliner ini merupakan efek dari fermentasi atau pembusukkan. Meskipun demikian, lema merupakan santapan lezat masyarakat setempat.

Bahan yang digunakan untuk membuat lema antara lain rebung muda, ikan, dan campuran nasi. Umumnya ikan yang digunakan adalah mujair atau sepat, serta terkadang ikan-ikan kecil yang hidup di air tawar.

Untuk membuatnya, rebung dicincang dan dicampur dengan ikan, kemudian adonan disimpan di atas wadah yang telah dilapisi daun pisang dan tutuplah rapat-rapat. Proses pengeraman seperti ini membutuhkan waktu tiga hari hingga seminggu agar ikan menjadi hancur. Setelah itu lema siap dimakan langsung dengan nasi, diolah lagi menjadi gulai, atau dimakan bersama lalapan seperti kabau, jering atau petai.

Warga rejang yang suka pedas juga sering meracik lema menjadi sambal khas. Caranya, tumis cabai, bawang merah dan bawang putih yang telah dihaluskan. Setelah harum masukkan lema dan beri sedikit air, kemudian bubuhkan garam dan gula pasir secukupnya. Tidak lama maka sambal bercitarasa asam, pedas, dan segar siap menyempurnakan santapan Anda.

Dahulu orang rejang mengeram lema menggunakan alat khusus bernama tajuo, sejenis gentong yang terbuat dari tanah liat. Akan tetapi, tajuo sudah tak digunakan karena keberadaannya sulit diperoleh, dewasa ini pengeraman dilakukan di toples maupun ember.

Lema kini dikemas secara modern di dalam kaleng seperti ikan sarden sehingga wisatawan bisa membawanya sebagai oleh-oleh. Bahkan, lema kerap menjadi komoditi ekspor ke Jepang. Warga Jepang menjadikan lema sebagai makanan pengganti ikan mentah yang telah terbukti menyebabkan penyakit Minamata di Jepang. Lema lebih popular di Jepang ketimbang di Nusantara karena dianggap lidah orang Jepang lebih kena dengan makanan khas Rejang ini.

Setiap warga di Kabupaten Rejang Lebong pasti tau cara membuat lema. Anda juga bisa mendapatkannya di pasar-pasar tradisional atau di toko oleh-oleh dan biasanya dijajakan bersama manisan modern lainnya. Lema juga telah menjadi makanan yang melambungkan nama daerah karena sempat menjadi tema salah satu lagu daerah Bengkulu tahun 1990-an.

Bengkulu, Modern

Kota Curup: Menikmati Keindahan Lembah Dataran Tinggi Sumatera

Sekilas

Suhu sedingin 18 derajat celcius menyambut pagi di Kota Curup, ibukota Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Ladang-ladang masih diselimuti kabut sehingga buah dan sayur yang ditanam berpetak-petak terlihat samar. Pemandangan yang menarik tercipta di sisi kanan dan kiri jalan dari sebagian besar rumah tradisional penduduk yang masih berbentuk panggung di antara rumah modern dengan lantai keramik dan cat warna-warni.

Kabupaten Rejang Lebong dikenal sebagai wilayah pemasok sayur-mayur ke seluruh provinsi Bengkulu. Bahkan beras dan sayuran asal Curup biasanya dikirim ke Palembang, Jambi, Padang, Lampung, dan Pekan baru. Jadi, jangan heran jika tidak henti-hentinya tanaman hijau terlihat di depan mata Anda. Disamping itu, kota terbesar ketiga di ini juga merupakan penghasil beras, kopi, dan karet. Secara topografi Kabupaten Rejang Lebong memang berdiri di atas pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian 100->1.000 m dpl. Suhu udara paling sejuk terjadi ketika bulan Juli yaitu dimana mencapai 16,2 derajat celcius dan itu cukup ideal untuk tumbuhnya sayur mayur.

Saat singgah di sini dan bercakap dengan warga setempat, Anda akan mendengar tentang kisah Suku Rejang, yaitu suku asli yang tersebar mendiami sebagian besar wilayah Kabupaten Rejang Lebong (Curup, Curup Utara, Curup Timur, Curup Selatan, Curup Tengah, Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya, dan sebagian Selupu Rejang). Suku lain yang hidup di sini adalah Suku Lembak, tempat penyebarannya meliputi Kecamatan Padang, Padang Ulak Tanding, Binduriang, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu, Sindang Beliti Ilir, dan Sindang Kelingi.

Kepahiang pernah diangkat menjadi ibukota Kabupaten Rejang Lebong pada masa Hindia Belanda namun menjelang Agresi Militer Belanda II, seluruh fasilitas vital seperti kantor bupati, gedung daerah, kantor pos, penjara, jembatan dan kantor polisi dibumihanguskan oleh tentara Belanda. Sejak itulah aparatur pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dipindahkan ke Kota Curup dan hingga kini menjadi ibukota tetap kabupaten tersebut. Kepahiang sendiri sudah mengalami pemekaran menjadi kabupaten sejak 2004.

 

Kegiatan

Saat cuaca sedang dingin-dinginnya, Anda bisa menikmati wisata Suban Air Panas yang terletak di kota ini. Airnya begitu segar turun langsung dari pegunungan menuju kolam-kolam.

Pecinta petualangan pun bisa menemukan wahana pendakian yang disebut dengan Bukit Kaba, bukit ini memiliki rute pendakian yang tidak ekstrem dan ramah pagi pemula. Di sana Anda bisa melihat lahar dari jarak beberapa meter saja, uniknya, Bukit Kaba juga memiliki beberapa kawah yang warna airnya selalu berubah.

Belum puas menikmati alam Kota Curup? silahkan mengunjungi Air Terjun Talang Rimbo atau Danau Mas Harun Bastari. Jejak sejarah pun dapat diintip di sini melalui Monumen Perjuangan Desa Tabarenah. Apabila ingin melihat bentuk rumah adat Suku Rejang, Anda bisa mendatangi kediaman rumah bupati yang halamannya digunakan untuk memugar rumah adat tersebut.

 

Akomodasi

Ada beberapa hotel di pusat Kota Curup, diantaranya berikut ini.

Aman Jaya
Jl. AK. Gani Curup
Telepon: (0732) 21365

Bukit Kaba
Jl. Sukowati Curup

No. Telepon: (0732) 21355

Hotel Wisata Baru

Jl. Merdeka No.55, Curup

Telepon: (0732) 24161

 

Transportasi

Bandara Fatmawati Bengkulu menghubungkan Kota Bengkulu dengan Jakarta, Medan, Batam dan Muko-Muko. Maskapai penerbangan yang beroperasi antara lain: Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Susi Air.

Jarak antara Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong adalah 85 km. Setibanya di bandara, Anda bisa menyewa taksi dan berhenti di Terminal Panorama. Di Bengkulu, taksi tidak berhenti di tempat-tempat tertentu sehingga haruslah dihubungi terlebih dahulu. Armada taksi yang bisa Anda hubungi adalah Taksi Kito di 0821-7936-4292. Dari terminal, Anda bisa menaiki bus PO. Putra Rafflesia dengan jurusan Curup.

Akan tetapi, mayoritas orang lebih memilih menaiki mobil travel karena Anda bisa berhenti dimanapun sesuai kebutuhan. Ada mobil travel dengan jurusan Bengkulu-Curup atau rute lain yang menghubungkan Curup dengan provinsi tetangga. Tarifnya bervariasi mulai dari Rp40 ribu. Di bawah ini adalah agen mobil travel yang bisa Anda hubungi

  1. Bengkulu Mandiri Travel

Tlp. 081367836336

  1. Putra Anugrah Wisata

Tlp. 085279588306

  1. Trans Wisata Travel

Tlp. 085274513052

Kuliner

Wisata kuliner yang marak di Kota Curup adalah makanan khas Padang, Anda dapat menemukannya di sekitar Jalan MH Thamrin. Jangan lewatkan juga sambal tempoyak, sambal ujak dan gulai umbut. Umumnya, kuliner khas Curup tidak jauh berbeda dari makanan dari Palembang dan Jambi karena letaknya yang masih berdekatan.

Untuk ragam kuliner Indonesia lainnya temukan di Jalan MH. Abdul Somad No. 1, sebelah Pasar Bamego. Curup juga memiliki mie ayam unik, berupa mie dengan potongan daging ayam besar. Kunjungilah Miso Mang Midi di Jalan Air Putih untuk menikmatinya.

 

Berbelanja

Curup terkenal dengan pisang ambonnya yang manis. Tidak hanya dimakan saat matang, pisang di sini pun diolah menjadi aneka makanan ringan yang cocok untuk oleh-oleh. Anda bisa membawa pulang keripik pisang dan bermacam jenis pisang sale.