Wisata Religi Aceh: Menikmati Karunia Ilahi di Tanah Serambi Mekkah

Suara adzan Magribh berkumandang dari balik tembok kokoh Masjid Baiturrahman. Kubah-kubahnya memayungi para jemaah yang khusuk bersembahyang. Mereka tidak hanya terdiri warga sekitar namun juga wisatawan yang berasal dari daerah lain, bahkan dari seluruh penjuru negeri yang terkesima aristektur dari masjid yang indah ini. Ukiran yang menarik, halaman yang luas dan kolam pancuran air yang artistik adalah pesonanya yang tak diragukan lagi.

Belum lagi, peristiwa demi peristiwa menatanya menjadi masjid yang penuh sejarah. Masjid ini seakan sakral dan kekal saat tsunami 2004 tidak meluluhlantahkan bangunan utama, padahal lingkungan di sekeliling masjid telah hancur.

Masjid Baiturrahman terletak di Kota Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang dikenal selama berabad-abad dengan julukan Serambi Mekkah, suatu gelar yang mengentalkan nuansa keagamaan, keimanan dan ketakwaan. Nilai sejarah akan Islami yang tinggi membuat provinsi ini menjadi tujuan wisata religi di Indonesia yang tidak tertandingi oleh daerah manapun.

Buktikan hal tersebut dengan mengunjungi beragam destinasi dan atraksi wisata religi yang membentang di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Masjid Indrapuri
Masjid ini menjadi saksi sejarah sejumlah peristiwa penting masa Kerajaan Aceh Darussalam. Bentuknya khas, persegi empat sama sisi mirip dengan candi. Masjid Indrapuri terletak di Kabupaten Aceh Besar, sekira 16 km dari Banda Aceh. Masjid ini dibangun sekira abad 12 masehi dan dahulu merupakan lokasi Kerajaan Hindu.

Masjid Baitul Musyahadah
Lanjutkan perjalanan Anda dengan mengunjungi masjid dengan atap kubah yang unik ini. Masjid Baitul Musyahadah terletak di Kota Banda Aceh dan terkenal memiliki atap berbentuk kupiah meukeutop, yakni topi khas Aceh. Karena bentuknya yang unik orang-orang kerap menyebutnya dengan Masjid Meukeutop.

Perayaan Maulid Nabi
Masyarakat Aceh mengenang dan meneladani Rasulullah melalui peringatan Maulid Nabi yang sering diisi dengan bacaan Dalailul Khairat, Barzanji, shalawat, wirid dan zikir. Masyarakat Aceh juga merayakannya dengan tradisi Kenduri Maulod yang sangat spesial selama tiga bulan berturut-turut dari mulai Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal.

Ramadhan di Aceh
Mengunjungi Aceh saat bulan Ramadhan akan membuat Anda semakin merasakan kentalnya nuansa bulan suci tersebut. Dalam menyambut bulan Ramadhan, masyarakat Aceh akan melaksanakan tradisi meugang atau makmeugang yaitu menyembelih kurban berupa kambing atau sapi. Tradisi ini merupakan simbol mensyukuri datangnya hari istimewa tersebut, juga mengadung nilai-nilai positif seperti sedekah, kebersamaan dan kekeluargaan.

Kuliner
Kuliner Aceh terkenal dengan racikan bumbu dan rempah khas selera timur, mulai dari makanan ringan hingga sajian utamanya. Sebagai daerah dengan mayoritas Muslim, makanan halal dan lezat sangat mudah dijumpai di negeri ini. Salah satu kuliner khas Aceh adalah sie reuboh, yakni potongan daging sapi direbus bersama rempah-rempah dan cuka aceh. Citarasa makanan ini tahan berminggu-minggu walaupun tanpa pengawet karena adanya kandungan lemak sapi dalam sie reuboh.

Pendidikan Islam di Aceh
Aceh menawarkan banyak sekolah Islam terpadu berasrama dengan fasilitas modern atau yang disebut dengan Dayah. Selain mempelajari pendidikan reguler, siswa juga akan mengemban pendidikan Islam. Beberapa Dayah juga mempelajari keterampilan dan keahilan teknis seperti pertanian skala kecil dan bengkel kerja.

Majlis Zikir
Wisatawan yang datang ke Aceh untuk tujuan keagamaan dapat bergabung di Majlis Zikir atau upacara keagamaan khusus dan prosesi yang diadakan di masjid-masjid. Majlis Zikir ini diadakan untuk mengingatkan umat akan nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta. Bergabug dalam doa-doa khusus dan prosesi akan menciptakan kedamaian dan ketenangan pikiran.