Category Archives: Banten

Banten, Modern

Serang: Kota Bersejarah dan Gerbang Penjelajahan Pesona Alam Banten

Sekilas

Banten yang sebelumnya menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat, secara resmi berdiri menjadi provinsi sendiri tahun 2000 dengan mencakupi wilayah di barat Pulau Jawa. Meskipun usia provinsi ini masih tergolong muda namun sejarahnya jelas tua dan menyimpan potensi alam serta budaya yang spektakuler untuk menarik wisatawan singgah berlama-lama.

Ibukota provinsi ini adalah Serang, wilayah baru hasil pemekaran Kabupaten Serang dan merupakan kota termuda di Provinsi Banten. Kota Serang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis provinsi namun juga pintu gerbang ke beberapa destinasi memukau, seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Tanjung Lesung, Pantai Carita, Desa Tradisional Baduy, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Serang memiliki kilas sejarah penting bagi negara ini. Agama Islam pernah berkembang di sini melalui Kesultanan Banten yang berjaya pada 1527-1813, begitu pun dengan perkembangan perdagangan sehingga Serang secara luas diakui sebagai pusat perdagangan terkemuka di Asia Tenggara. Hingga saat ini, jejak kesultanan masih memancar di ibukota yang juga terkenal dengan sebutan Banten Lama tersebut.

Sisa-sisa peninggalan sejarah terpusat di sekitar Masjid Agung Banten, tepatnya di utara kota sekira 10 km dari jantung Kota Serang. Di sebelah Masjid Agung terdapat bangunan yang didirikan dengan batu bata merah yaitu Keraton Surosowan yang berjaya setelah Kesultanan Banten runtuh. Peninggalan lain adalah Istana Kaibon yang dihancurkan Belanda pada 1832 sekaligus menandai waktu berakhirnya Kesultanan Banten. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah ini, kunjungi Museum Banten Lama yang terletak di antara Masjidil Haram dan Keraton Surosowan.

Kedatangan dan mulainya hegemoni kolonial Belanda abad ke-17 membuat Kesultanan Banten turun tahta dan Serang dikuasai oleh Belanda. Setelah itu, dibangunlah kantor perwakilan VOC pada 1603 dan dari situ kemudian Belanda mulai menduduki Nusantara.

Setelah didaulat sebagai ibukota Banten pada zaman Hindia Belanda, Serang tumbuh menjadi kota kolonial dihiasi bangunan berarsitektur Belanda. Kantor Gubernur Banten merupakan salah satu bangunan kolonial yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Gedung tersebut dibangun pada 1828 untuk digunakan sebagai kantor pemerintahan dan kediaman Gubernur Kolonial Belanda di Banten pada 1827-1942. Akan tetapi, kedatangan pasukan Jepang pada 1942 mengambil alih gedung ini untuk dijadikan markas militer. Kemudian saat Indonesia memasuki masa kemerdekaan, bangunan tersebut berperan sebagai pusat pemerintahan dan hingga diintregasikan sebagai Kompleks Pemerintah Provinsi Banten pada November 2013. Mengingat gedung tersebut menorehkan sejarah yang begitu penting, pemerintah setempat kemudian memugarnya menjadi Museum Provinsi yang rampung pada 2015.

Tidak berhenti sampai di situ, jejak sejarah masih terpatri hingga Anda menyentuh pantai di utara kota. Kawasan ini diberinama Karangantu yang terletak di dekat Kompleks Banten Lama, dahulu terkenal sebagai pelabuhan terbesar di Jawa sebelum kolonial Belanda datang. Pelabuhan Karangantu merupakan pelabuhan utama Kesultanan Banten yang juga pernah didatangi kapal-kapal dagang dari Cina, Arab, Turki dan masih banyak lagi. Kini walaupun pelabuhan tersebut sudah tampak seperti perkampungan nelayan yang biasa namun dari sana Anda melanjutkan penjelajahan dengan berlibur, memancing, snorkeling atau menyelam ke pulau-pulau terindah di Provinsi Banten.

Transportasi

Serang terletak sekira 90 km di sebelah barat ibukota Jakarta, setidaknya Anda meembutuhkan waktu 2 jam untuk mencapainya melewati jalan tol Jakarta-Merak. Banyak bus yang beroperasi dari Jakarta ke Merak melewati Kota Serang, ada pula DAMRI yang menghubungkan kota ini dengan Bandara Soekarno Hatta.

Ada kereta  ekonomi yang melayani rute Stasiun Tanah Abang/Kota ke Stasiun Serang, namun cara yang paling nyaman adalah menyewa mobil atau menaiki mobil travel X-Trans dengan rute Jakarta (Kartika Chandra)-Cilegon, kemudian turun di Serang.

 

Kegiatan

Tujuan Wisata di Banten masih mudah dijangkau dari Jakarta sehingga sayang jika Anda tak menyempatkan diri menyambanginya. Pulau-pulau kecil di lepas pantai Serang menawarkan petualangan yang beragam, mulai dari memancing, snorkeling dan menyelam. Salah satu yang wajib Anda dikunjungi adalah Pulau Tunda, pulau yang juga menawarkan keindahan bawah laut berupa terumbu karang warna-warni, juga bentuk dan ukuran yang unik.

Tujuan wisata lain adalah Pulau Sangiang, yang ditempuh sekira 2 jam menaiki perahu dari Pantai Carita. Selain itu, Serang juga mengantar Anda ke arum jeram Sungai Ciberang, Rawa Dano, Pulau Umang, Gunung Krakatau, Pantai Sawarna dan masih banyak lagi lainnya.

Kuliner

Kuliner yang wajib Anda cicipi adalah sate bandeng. Ini adalah hidangan yang cukup berbeda karena biasanya sate menggunakan daging ayam atau kambing. Untuk membuat sate bandeng, ikan terlebih dahulu dibersihkan dan diramu dengan bumbu. Seekor ikan yang sudah siap panggang kemudian diletakkan di atas bara api. Rasa yang dihasilkan unik dan berbeda, Anda bisa menemukannya di restoran-restoran di sekitar kota. Sate bandeng juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Untuk menyicipi makanan lezat ini, berikut ini beberapa restoran di Kota Serang yang bisa Anda kunjungi:

Jaya Kuring

Jl. Tb Buang No 45 Serang

Telepon: +62 254 202024

Sari Rasa

Jl. Jend Sudirman No.2 Serang

Telepon: +62 254 201903

“S” Rizky

Jl. Kh A. Fatah Ciceri – Serang

Telepon: +62 254 204764

Sampurna

Jl. Ahmad Yani Serang

Telepon: +62 254 203200

Sari Sunda

Jl. Kh Sochari No. 55 Serang

Telepon: +62 254 203290

Pondok Alis

Jl. Veteran No.94 Serang

Telepon: +62 254 200968

Ayam Goreng Kerajaan

Jl.Letnan Jidun Serang

Telepon: +62 254 202302

Akomodasi

Ada banyak hotel berbintang di Serang, berikut ini beberapa diantaranya.

Le Dian Hotel and Cottages

Jl. Jenderal Sudirman No 88, Serang

Tlp: +62 254 229 888

Email:  marketing@ledian-hotel.com

Website: www.ledianhotel.com

Ratu Hotel Bidakara

  1. KH. Abdul Hadi No. 66, Serang

Tlp: +62 254 218 800

Fax: +62 254 218 500

Email: info@ratuhotelbidakara.com

Website: ratuhotelserang.com

Hotel Taman Sari

Jl. Tirtayasa No. 112, Serang

Tlp: +62 254 204184

Fax: +62 254 223611

Email: dewianggrawati@hoteltamansariserang.com

Website: hoteltamansariserang.com

Dgria Hotel

Jl. Mohammad Yusuf Martadilaga No.17, Serang

Tlp:  +62 254 223903

Hotel Abadi

Jl. Jend Sudirman No. 36 Serang

Tlp: +62 254 200641, 203526

Oleh-oleh

Usai menikmati liburan di pulau-pulau di sekitar Serang, Anda akan melewati kota ini untuk kembali pulang dan mampirlah sejenak untuk membeli oleh-oleh. Kawasan Bundaran Ciceri terkenal sebagai sentra buah tangan yang cukup lengkap menjual panganan kering khas Banten seperti makaroni pedas, kerupuk melarat, semprong dan enting-enting.

Alam, Banten

Pulau Tunda: Menjamah Keindahan di Utara Teluk Banten

Sekilas

Pulau Tunda jelasnya perlu dimasukan ke dalam daftar tujuan wisata yang wajib Anda kunjungi saat menjelajahi Provinsi Banten. Anda akan terkesima dengan keindahan alam di darat dan biota lautnya yang sudah terkenal di kalangan pecinta snorkeling, diving serta penghobi mancing.

Pulau Tunda berlokasi di lepas pantai utara Teluk Banten, secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Serang. Luas pulaunya mencakup 257,5 hektar dan dihuni sekira 3.000 penduduk yang tinggal di Desa Wargasara. Mayoritas warga bermatapencaharian sebagai nelayan, sebagian lagi bercocok tanam palawija dan bekerja sebagai pedagang.

Ada dua kampung utama yang bisa Anda jelajahi, yaitu kampung barat dan kampung timur. Keduanya dapat dinikmati dengan trekking dengan menyusuri kebun-kebun, semak belukar dan area pepohonan kelapa yang memperkental suasana alam Pulau Tunda. Istimewanya walaupun lokasi kampung dekat dengan pantai, sumur-sumur di pulau ini memiliki air yang tidak asin sehingga aman untuk konsumsi sehari-hari.

 

Kegiatan

Kehidupan bawah laut Pulau Tunda tidak perlu diragukan lagi. Dengan gelombang yang relatif tenang, sekeliling pulau ini memiliki terumbu karang yang melimpah dengan berbagai bentuk, warna dan ukuran. Anda memiliki banyak kesempatan menemukan ikan nemo di sini. Alangkah lebih baik jika berkunjung antara Juli hingga September karena jika menjadi jadwal migrasi lumba-lumba yang mengitari pulau.

Selain snorkeling dan diving, Pulau Tunda juga menjadi tempat sempurna untuk memancing. Ikan segar hasil tangkapan bisa Anda bakar dan nikmati langsung. Keindahan pulau pun digambarkan dalam panorama Matahari terbit dan terbenam yang spektakuler, jelasnya menyajikan suasana yang tenang.

 

Transportasi

Dari Jakarta dengan perjalanan darata Anda dapat mengarahkan perjalanan melalui Tol Kebon Jeruk-Merak untuk kemudian keluar di pintu Tol Serang Timur. Berikutnya lanjutkan perjalanan ke dermaga kecil bernama Karang Hantu. DI sana Anda dapat menyewa perahu dari Palabuhan Karangantu. Perahu berkapasitas maksimal 25 penumpang itu tarifnya Rp2,5-3 juta untuk perjalanan pulang pergi.

Alternatif lain adalah menaiki kapal ferry yang beroperasi tiga hari dalam seminggu yakni Senin, Rabu dan Sabtu. Kapal ferry berangkat pukul 13.00 sedangkan dari Pulau Tunda pada pukul 10.00.

 

Akomodasi

Saat ini memang belum ada penginapan atau hotel di Pulau Tunda namun ada homestay milik penduduk lokal yang bisa Anda sewa. Harga untuk per malam adalah Rp300-500 ribu. Satu homestay dapat menampung hingga 25 orang. Makanan dapat disediakan juga oleh penduduk homestay namun ada biaya tambahan.

 

Tips

Jika ingin memancing, siapkanlah umpan terlebih dahulu. Anda bisa membicarakan segala kebutuhan memancing kepada kapten perahu yang Anda sewa. Biasanya yang sering digunakan untuk umpan adalah cumi dan udang api-api sebanyak 5-10 kilogram.

Alam, Banten

Tangerang: Wisata di Sentra Industri Indonesia

Sekilas

Tangerang adalah sebuah kabupaten yang beribukota di Tigaraksa. Lokasi Tangerang terbilang strategis karena tidak jauh dari pelabuhan Merak di Cilegon dan berbatasan langsung dengan Jakarta sebagai Ibukota negara. Kabupaten Tangerang lama menyandang predikat sebagai sentra industri (lebih dari 1000 pabrik) dan manufaktur sehingga suasananya mengikuti jejak Jakarta yang senantisa ramai sebagai sebuah kota megapolitan. Belum lagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga berada di Tangerang membuat kawasan ini terbilang sangat aktif transportasinya.

Luas Kabupaten Tangerang sekira 111.038 ha yang dibagi ke dalam 36 kecamatan dan 316 desa. Secara geografis Kabupaten Tangerang berada di sebelah barat Jakarta dan berbatasan dengan Laut Jawa di utara, dan Provinsi DKI Jakarta di timur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak di selatan, serta Kabupaten Serang di barat. Umumnya sebagian wilayah Tangerang merupakan dataran rendah dimana Sungai Cisadane merupakan sungai terpanjang yang mengalir dari selatan dan bermuara di Laut Jawa.

Kata tangerang sendiri berasal dari kata tangeran yang dalam bahasa Sunda berarti tanda dari sebuah tugu batas wilayah kekuasaan Banten dan VOC yang dibangun oleh Pangeran Soegiri, salah satu putra Sultan Ageng Tirtayasa. Lokasi tugu tersebut di barat Sungai Cisadane (sekarang ini adlaah Kampung Grendeng di ujung Jalan Otto Iskandar Dinata). Kata tangeran berubah penyebutannya menjadi tangerang karena pelafalan dari dari tentara kompeni yang berasal dari Makasar dimana mereka tidak mengenal huruf mati sehingga akhirnya kata tangeran berubah menjadi tangerang.

Awalnya Tangerang berupa daerah perbukitan dan pesawahan, rawa, serta hutan karet. Peningkatan jumlah penduduknya menyebabkan kota ini banyak mengubah wajahnya secara paksa hingga kini dipadati pusat jasa dan industri. Tidak hanya itu, di Tangerang juga lahir hunian penduduk yang terintegrasi seperti Bumi Serpong Damai (BSD City), Lippo Village Karawaci, Gading Serpong, dan Citra Raya Tangerang. Semuanya menawarkan keunggulan masing-masing untuk menjadi pilihan tempat tinggal para pendatang dengan fasilitas perkotaan, mulai dari wisata belanja, wisata olahraga, dan wisata kuliner.

Awalnya penduduk wilayah ini beretnis dan berbudaya Sunda, pendatang dari Banten, Bogor, serta Priangan. Sejak 1526, datang penduduk baru dari wilayah pesisir Kesultanan Demak dan Cirebon yang beretnis dan berbudaya Jawa, seiring dengan proses Islamisasi dan perluasan wilayah kekuasaan kedua kesultanan tersebut. Kini Tangerang menjadi kota satelit Jakarta dengan peningkatan jumlah penduduk secara pesat.

Sekarang, penduduk Tangerang adalah orang Betawi yang kini banyak tinggal di daerah perbatasan Tangerang-Jakarta. Mereka sebelumnya tinggal di sekitar Batavia dalam masa kolonial kemudian mulai berdatangan ke Tangerang sekitar tahun 1680 karena banjir yang sering melanda Batavia. Pemetaannya wilayah penduduk Tangerang saat ini meski tidak mutlak meliputi Tangerang Utara bagian timur berpenduduk etnis Betawi dan China serta berbudaya Melayu Betawi; sedangkan daerah Tangerang Utara sebelah barat berpenduduk dan berbudaya Jawa; kemudian daerah Tangerang Timur bagian selatan berpenduduk dan berbudaya Betawi; dan daerah Tangerang Selatan berpenduduk dan berbudaya Sunda.

Kegiatan

Tangerang adalah kota satelit Jakarta. Oleh karena itu, kawasannya didominasi pendatang dan dengan cepat telah mengubah wajah kota ini dengan fasilitas jasa dan hiburan demi mendukung keberadaannya sebagai kota industri dan manufaktur terbesar di Indonesia.

Beberapa tujuan wisata yang dapat Anda kunjungi di Tangerang di antaranya adalah: Ocean Park Water Adventure di BSD City, Marcopolo Water Adventure, Taman Kota di BSD City, Scientia Square Park, Kandank Jurank Doank dan Tanah Tingal di Tangerang Selatan yang merupakan tempat wisata edukasi dan kegiatan outbound.

Sedangkan tempat wisata alam, sejarah dan religi yang dapat dinikmati di kota ini adalah: Situ Cipondoh, Pantai Tanjung Kait, dan Pantai Tanjung Pasir, Pulau Cangkir, Bendungan Pintu Air sepuluh, Masjid Al-Adzom dengan keunikan kubahnya, dan Masjid Pintu Seribu yang merupakan masjid bersejarah dan memiliki banyak pintu.  Ada juga Taman Buaya Tanjung Pasir yang merupakan tempat penangkaran buaya sekaligus menyediakan toko kerajinan dari kulit dan telur buaya.

Di kawasan pesisir utara Tangerang terdapat Klenteng Tjo Soe Kong (Klenteng Tanjung Kait) yang berusia ratusan tahun. Anda juga dapat menyusuri kawasan Pecinan Tangerang di Pasar Lama, Benteng Makassar, Kapling dan Karawaci (bukan Lippo Village), dan Poris. Di tempat-tempat tersebut menyediakan aneka kuliner mandarin.

Situ Cihuni adalah sebuah danau Desa Cihuni di Kecamatan Pagedangan. Di sana Anda dapat menikmati panorama indah lengkap dengan hutan pinusnya. Selain itu, dapat pula memancing ikan atau bersepeda.

Kuliner

Selain wisata rekreasi keluarga dan berbelanja, Tangerang juga menyediakan tempat nyaman untuk berwisata kuliner seperti Taman Jajan BSD, Pasar Modern BSD, Summarecon Mall Serpong Gading Serpong, dan flavor Bliss Alam Sutera. Jika Anda penggemar seafood pastikan singgah ke Dermaga TPI Tanjung Pasir yang menyediakan aneka tangkapan laut segar.

Pusat jajanan rakyat yang cukup dikenal adalah Pasar Lama yang terletak di pusat kota. Pasar lama menjual berbagai makanan mulai dari daerah babakan sampai daerah Masjid Agung Tangerang. Kawasan ini memiliki berbagai varian jajanan. Ketika Ramadhan, kawasan ini setiap sore hari kerap ramai pengunjung karena mencari hidangan untuk berbuka puasa.

Ada beberapa makanan khas Tangerang diantaranya adalah: sayur besan, gecom, pindang bandeng, serta makanan khas peranakan China-Tangerang yang dapat ditemukan di Pasar Lama Tangerang seperti asinan, otak-otak, babi panggang, sate babi, mie pasar lama, kecap benteng, laksa tangerang, dan  emping jengkol. Kuliner khas lainnya adalah Tenda dua Cobra dan Tenda Tiga Sekawan yang menyajikan sate biawak, ular, dan monyet.

Anda perlu merasakan laksa tangerang yang berbeda dengan laksa betawi atau laksa malaysia. Ada dua macam jenis laksa tangerang, yaitu: laksa nyai yang dibuat kaum pribumi dan laksa nyonya yang dibuat oleh peranakan tionghoa Tangerang. Bahan utama laksa tangerang adalah bihun yang lebih tebal kemudian disiram kuah laksa yang dimasak dari kacang ijo, kentang, santan, kaldu ayam. Makanan ini biasanya juga tambahi daging ayam kampung atau telor. Sebelum disajikan laksa tangerang diberi taburan daun kucai yang dirajang kecil-kecil. Jika ingin menikmati laksa tangerang, Anda dapat menyambangi banyak penjual laksa di Jl. M. Yamin-Kota Tangerang.

Berbelanja

Beberapa pusat perbelanjaan terus bermunculan di Tangerang di antaranya adalah: Balekota Mall Tangerang, Tang City Mall, Metropolis Town Square, Supermall Karawaci, Summarecon Mall Serpong, Living World Alam Sutera, Mall Alam Sutera, Cimone Mall, Grand Dadap City, CBD Ciledug, dan lainnya.

 

Akomodasi

Sebagai kawasan satelit Ibukota dan kota bisnis, Tangerang menyediakan banyak akomodasi penginapan, mulai dari penginapan, kos di tengah komplek perumahan, sampai hotel berbintang. Beberapa yang dapat menjadi pilihan adalah berikut ini.

Sheraton Bandara Hotel

Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, Kecamatan Tangerang, Tangerang, Banten 19110, Indonesia

Telepon : (021) 559 7777

Fax : (021) 559 770

www.sheratonbandara.com

Amaris Hotel Bandara Soekarno Hatta :

Jl. Husein Sastranegara No. 1 Benda, Bandara Soekarno Hatta,

Tangerang, Banten – Indonesia

Telepon: (021) 5436 5333

Fax: (021) 5437 4343

Email: soekarno-hatta@amarishotel.com

Swiss-Belinn Airport

Jalan Husein Sastranegara Blok A No.9, Bandara Soekarno Hatta,

Tangerang, Banten, Indonesia

Telepon : (021) 29440888

Ibis Styles Jakarta Airport

Jalan Raya Bandara Soekarno-Hatta, Kampung Rawa Bokor, Tangerang, Banten 15125, Indonesia

Telepon : (021) 29327777

Fax: (021) 29237620

Padjadjaran Suites Tangerang

Soekarno-Hatta International Airport Integrated Area

Jl. Pembangunan 3 No. 17 Tangerang, Banten – Indonesia

Telepon : (021) 5573 7271

Fax : (021) 5573 1654

Email : reservation@padjadjaransuitescengkareng.com

www.padjadjaranhotels.com

Bale Ocasa Hotel

Jl. Marsekal Suryadarma No. 88, Pusat Kota Tangerang, Tangerang, Banten 15129 Indonesia

Telepon : (021) 55915988

www.baleocasa.com

Novotel Tangerang

Tangcity superblock Jl. jend sudirman no. 1, Tangerang, Banten 15117, Indonesia

Telepon : (021) 29679999

Fax : (021) 29038899

Email : reservation@novoteltangerang.com

Narita Tangerang

Jl. KH Hasyim Ashari 63-65, Cipondoh, Kec. Tangerang, Banten 15157, Indonesia

Telepon : (021) 55701111

Fax : (021) 29038899

Email : reservation@novoteltangerang.com

http://www.naritahotel.com/

FM7 Resort Hotel

Jl. Raya Perancis 67, Benda, Tangerang, Banten 15125, Indonesia

Telepon : (021) 55911777

Fax : +62 21 5591 2521

Email : info@fm7hotel.com

http://fm7hotel.com/#home

Aryaduta  Lippo Village Hotel, Golf and Country Club

Boulevard Jend. Sudirman Lippo Village 1300

Tangerang 15811, Banten, Indonesia

Telepon : (021) 546 0101

Fax : (021) 546 0201

E-mail.info.karawaci@aryaduta.com

Tirta Mansion Boutique Lippo Village

Jl.Ruko New Asia 162, Tangerang, Banten, Indonesia

Telepon : (021) 5988266, 5988256, 59493312

Fax : (021) 59493827

http://www.tirtamansion.com/

Tirta Mansion Boutique Lippo Village

Jl. Permata Bunda Blok. C I/29, Taman Permata – Lippo Village, Indonesia

Telepon : (021) 70606954, 5985544, 5985545

Fax : (021) 5985549

http://www.tirtamansion.com/

Tirta Mansion Paramount Serpong

Ruko L’agricola A/2 – Serpong / BSD, Tangerang, Indonesia

Telepon : (021) 29429603, 29429604

Fax : (021) 29429613

http://www.tirtamansion.com/

Fame Hotel Gading Serpong

Tivolli Distric Lot #3 Jl. Boulevard Gading Serpong – Tangerang 15810

Banten, Indonesia

Telepon : (+62 21) 2930-3333

Fax : (+62 21) 2930-4999

Email : info@FameHotelSerpong.com

http://www.famehotelserpong.com/

Mercure Alam Sutera Serpong

Jl Alam Sutera Boulevard Kav23 Serpong (seberang Flavor Bliss Alam Sutera)

Tangerang Selatan 15325, Banten, Indonesia

Telepon : (+62)21/29668668

Fax : (+62)21/29668658

Email : info@mercureserpongalamsutera.com

Hotel Santika BSD – Tangerang

Teraskota Entertainment Center

Jalan Pahlawan Seribu, CBD Lot VII B

Serpong BSD City, Tangerang Selatan, Banten15322 Indonesia

Telepon : (021) 2991 5999

Fax : (021) 2991 5998

Email: bsd.city@santika.com, reservation@bsdcity.santika.com

http://www.santika.com/santika-bsd

Grand Zuri BSD

Jl Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk

Blok CBD Lot.6 BSD City. Serpong, Tangerang Selatan 15322, Banten- Indonesia

Telepon : (021) 2940 4955

Fax : (021) 2940 4966

Email: reservation.bsd@grandzuri.com

http://grandzuri.com/bsdcity

Kinari Residence BSD

Jl. Pare 1 Blok G1 No. 12 Sektor 1-6 BSD City, Tangerang Selatan 15322, Banten, Indonesia

Telepon: (021) 5315 3000, 085100578282

Fax: (021) 537 5292

http://www.kinariweb.com/

Pranaya Suites Hotel BSD

Commercial Park BDC BSD Lot VIII No. 3

BSD City, Tangerang Selatan 15322 – Banten – Indonesia

Telp.    +62 21 2905 8888

Fax.      +62 21 2905 8887

Email : reservation@pranayasuites.com,info@pranayasuites.com

Website : www.pranayasuites.com

 

Transportasi

Jarak antara Tangerang dengan Jakarta sekira 30 km dimana bisa ditempuh dalam waktu setengah jam. Keduanya dihubungkan Jalan Tol Jakarta-Merak yang menjadi jalur utama lalu lintas perekonomian antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

Alam, Banten

Tanjung Lesung: Kemolekan Pantai di Ujung Barat Pulau Jawa

Sekilas

Kata ‘lesung’ mengingatkan kita pada senyum simpul manis di pipi. Nah, nama pantai Tanjung Lesung barangkali tepat diibaratkan kecantikan serupa. Pantai ini memang terlihat molek karena letak pantainya ibarat lesung pipi dimana daratan dari pantainya menjorok ke laut ditaburi air pasir berkilau dan air jernih yang elok dipandang.

Indonesia beruntung dianugerahi banyak pantai dengan pemandangan memesona. Hampir di setiap daerah di Nusantara terdapat pantai indah baik yang sudah banyak tersohor maupun yang belum banyak dikenal. Salah satu pantai indah yang patut dikunjungi adalah Pantai Tajung Lesung di sebelah barat Pandeglang, tepatnya Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Apabila sebelumnya saat berkunjung ke Banten memilih Pantai Anyer atau Pantai Carita maka kali ini mengapa tidak Anda berkunjung ke Pantai Tanjung Lesung. Di sini pemandangan pantainya tidak kalah memukau dengan air lautnya bak danau yang luas serta perbukitan yang tidak begitu curam.

Nama ‘tanjung lesung’ menurut penuturan masyarakat setempat berasal dari penamaan lokasi pantainya yang berupa daratan menjorok ke laut mirip ujung lesung, yaitu alat tradisional penumbuk padi. Pantai ini luasnya sekira 1.500 hektar dan resmi dibuka untuk umum sejak Januari 1998. Kini Pantai Tanjung Lesung dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten.

Ketika berada di pantai ini Anda akan merasa seperti berada di Bali karena pantainya memang mirip di Pulau Dewata. Hamparan pasir pantainya yang landai mencapai 15 kilometer memberi cukup ruang kepada pengunjung untuk melakukan berbagai kegiatan bersenang-senang, mulai dari bermain pasir, berjemur, atau berolahraga.

Selain kawasan pantainya yang masih bersih dan alami, Pantai Tanjung Lesung juga menawarkan hamparan pasir putih bak permadani. Berjalan di atasnya ditemani semilir angin sepoi merupakan kenikmatan tersendiri. Ombaknya tidak terlalu besar sehingga memungkinkan Anda untuk berenang, bermain jetski, snorkling, naik perahu, ataupun memancing.

Kawasan Pantai Tanjung Lesung sangat cocok bagi pasangan yang ingin berbulan madu. Suasanya tenang dengan balutan pemandangannya alam yang romantis. Berjalan di pinggir pantai saat sore hari bersama pasangan sambil bergandengan tangan dan medengarkan deburan ombak akan sangat indah dan menjadi kenangan berkesan dan romantis.

Pantai Tanjung Lesung juga cocok untuk wisata keluarga. Anda dapat mengajak anggota keluarga untuk berwisata di pantai ini. Anak Anda pasti senang berenang dan bermain pasir di pinggir pantai sembari Anda mengabadikan momen tersebut dengan kamera.

Bagi pecinta Alam, Anda bisa menikmati kekayaan hayati dan pesona alam bawah laut pantai ini. Menyelam merupakan kesempatan untuk menyaksikan indahnya terumbu karang, ubur-ubur, siput kecil yang terlihat malu-malu bersembunyi di balik terumbu karang, serta berbagai jenis ikan yang bermain kejar-kejaran dan sesekali datang menghampiri. Anda juga bisa belajar cara mentransplantasikan terumbu karang di lokasi konservasi yang ada di tengah lautnya.

Fasilitas yang tersedia di pantai ini diantaranya adalah: information center, lifeguard, money changer, parkir area, banana boat, glass bottom boat, snorkling, kayak sea, mini golf, pool, fishing pool, park, shelter, children playing area, dan lainnya.

Kegiatan

Pantai Tanjung Lesung terhampar elok di ujung barat Pulau Jawa ibarat runcing dari cula badak. Pantai ini amat memukau dengan air tenang dan jernih serta bagian laut yang menjorok ke pantai membentuk lagoon.

Banyak hal dapat Anda lakukan di Pantai Tanjung Lesung, selain menenangkan suasananya, pantai ini juga dapat membangkitkan semangat Anda. Bangunlah di pagi hari bersamaan mentari terbit lalu berlari pagi-lah di pinggir pantai. Anda juga dapat berenang atau sedikit memacu keberanian dengan bermain jetski, snorkeling dan menyelam.

Untuk pilihan lebih santai, Anda bisa duduk di pondok wisata yang ada di pinggir pantai sembari menikmati secangkir kopi hangat ditemani indahnya pemandangan burung laut yang terbang rendah dikejauhan mencoba menagkap ikan layaknya nelayan.

Di pagi hari, Anda dapat berolahraga di pinggir pantai sambil menunggu Matahari terbit ditemani burung laut terbang di atas laut lepas. Jika Anda pernah menyaksikan lukisan pantai dengan burung terbang di atasnya maka kini saatnya Anda membuatnya menjadi kenyataan.

Pastikan selama di sini Anda puas memancing mengingat daerah ini merupakan rumah bagi banyak ikan. Posisi pantainya tidak menghadap langsung ke laut lepas sehingga hembusan angin dan deburan gelombang tidak terlalu besar dan cocok untuk memancing.

Anda juga bisa menikmati indahnya Matahari terbenam dengan pasangan sambil duduk di atas perahu nelayan yang Anda sewa. Suasana ini seperti berada di atas Gondola di Venecia bedanya mungkin nelayan di pantai ini tidak bisa bernyanyi seindah pendayung perahu di Venicia. Akan tetapi, nelayan di Pantai Tanjung Lesung cukup ramah untuk Anda berbagi pengalaman hidup.

Demi suasana baru, Anda bisa mengunjungi Pulau Liwungan dengan menggunakan perahu nelayan atau speedboat sekira 30 menit perjalanan. Di pulau seluas 50 hektar tersebut Anda dapat menikmati menikmati keindahan Selat Sunda, panorama Gunung Krakatau di kejauhan, atau melihat konservasi terumbu karang di tengah laut.

Mengapa tidak Anda menyusuri perkampungan nelayan (Kampung Cipanon) yang terletak tidak jauh dari pantai ini. Kampung wisata tersebut menawarkan paket outbound unik dan seru, seperti: Wisata Budaya Nelayan, Wisata Matahari Terbit (Sun Rise Boat Trip), Wisata Memberi Makan Burung Camar, Wisata Konservasi (Penyelamatan Terumbu Karang), dan Fun Games di Pulau Liwungan

Akomodasi

Di Pantai Tanjung Lesung tersedia penginapan dengan berbagai variasi dan tipe, baik itu hotel, villa, resort, ataupun home stay dengan beragam harga. Untuk home stay tarifnya sekira Rp100.000,- per malam, sedangkan di vila, hotel, maupun resor tarifnya Rp500.000,- hingga Rp 2 juta per malamnya. Berikut ini beberapa referensi untuk Anda.

Kalicaa Villa

Jl. Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten Indonesia

Telp:  (0253) 881771

Email: marketing@kalicaavilla.com

Website: www.kalicaavilla.com

Tanjung Lesung Bay Villas Hotels & Resort

Jl. Tanjung lesung kavR 14 A pandeglang

Telp: Phone : +62 253 802 900

Fax : +62 253 802 891

Email : resort@tanjunglesungbayvillas.com

Blue Fish Hotel

Jl.Ciputat Raya No.18 F Kebayoran Lama Selatan, Jakarta, Indonesia 12240

Email: admin@karmanta.com

Website: http://www.bluefish00.weebly.com

Kuliner

Kuliner khas di sini tentunya makanan bercita rasa hidangan laut. Tersedia beragam warung, rumah makan, dan restoran yang menyediakan menu tersebut.

Setiap Sabtu malam, di sepanjang pantainya, rumah makan dan restoran menyediakan hidangan laut segar bernama barbekyu.

Berbelanja

Di Pantai Tanjung Lesung, Anda dapat berbelanja kerajinan tangan dan berbagai oleh-oleh nuansa pantai karena tersedia toko penjualnya.

Transportasi

Menuju lokasi pantai Anda akan melalui jalan provinsi yang mulus dan jaringan telekomunikasi pun mencukupi. Jakarta-Pantai Tanjung Lesung berjarak sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Untuk menuju lokasi Pantai Tanjung Lesung maka Anda bisa mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak. Berikutnya keluar melalui pintu Gerbang Tol Serang Timur. Setelah melewati Kota Serang, lanjutkan perjalanan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan hingga berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Pilihan rute yang lain adalah setelah mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak maka keluarlah melalui Gerbang Tol Cilegon. Lanjutkan perjalanan menyusuri pesisir Anyer-Carita hingga ke arah Labuan dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Anda dapat menggunakan kendaraan umum untuk menuju pantai Tanjung Lesung dengan bus ke arah Terminal Labuan. Berikutnya lanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju lokasi pantai Tanjung Lesung.

Tips

Fasilitas di Pantai Tanjung Lesung terbilang lengkap sehingga membuat Anda tidak akan kesulitan menikmati liburan. Jaringan listrik dan sarana air bersih juga cukup memadai. Manfaatkan beragam fasilitas di sekitar pantai ini, yaitu: informasi pariwisata, penjaga pantai, money changer, dan area parkir yang luas dan aman.

Untuk aktivitas bersenang-senang Anda dapat menyewa banana boat, glass bottom boat, snorkling, sea kayak, lapangan golf mini, kolam renang, kolam pemancingan, taman, shelter-shelter, kios wartel, arena bermain anak-anak, penyewaan perahu dan speed boat, serta toko cenderamata untuk membeli oleh-oleh.

Banten, Ecotourism

Kampung Nelayan Cipanon: Menyusuri Keindahan Pesisir pantai dan Aktivitas Nelayan

Berkunjung ke Tanjung Lesung tidak lengkap apabila Anda belum menyambangi Kampung Nelayan Cipanon yang berlokasi di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandenglang, Banten. Untuk mencapainya perlu waktu sekira 20 menit dari Tanjung Lesung menggunakan speed boat. Di perkampungan nelayan ini, Anda dapat menikmati keindahan panorama pesisir pantai dan bawah lautnya. Anda juga dapat meresapi aktivitas keseharian penduduk nelayan yang bersahaja.

Keindahan alam dan potensi wisata bawah lautnya secara tidak langsung telah menjadikan kampung ini sebagai kampung wisata. Penduduk Cipanon sadar betul mengenai potensi tersebut sehingga mereka pun membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat Wahana Anak Pantai (KSM WAP) pada 2005. Kelompok swadaya berbasis masyarakat ini didirikan sebagai upaya untuk melestarikan biota dan lingkungan laut Cipanon. Diantara upaya penting yang mereka lakukan adalah menanam kembali terumbu karang pada lahan-lahan yang sudah rusak di Pulau Liwungan. Karena sudah dijadikan sebagai kampung wisata, akomodasi hotel, home stay dan penginapan serta penunjang pariwisata lainnya sangat memadai di kampung ini.

Di sini Anda juga dapat menyaksikan dan mengikuti aktivitas keseharian nelayan setempat. Anda dapat berburu foto saat nelayan merapikan jala, menyiapkan alat tangkap tradisional seperti sero, bangan dan keramba, serta saat mereka menyiapkan kapal motor atau sampan. Anda tidak perlu kawatir, Kampung Nelayan Cipanon ini bersih dan asri, bebas dari bau ikan laut jadi Anda dapat nyaman berkeliling.

Mengapa tidak Anda mencoba bersama nelayan itu mengarungi lautan sambil menikmati hembusan angin laut yang menerpa rambut dan merasakan cipratan air laut yang asin di kulit. Perhatikan bagaimana nelayan menaiki sero yang terbuat dari bambu. Ketika sero ditarik ke atas ikan kerapu, cucut, teri pepetek berloncatan juga ada gurita, cumi, udang, belut siap untuk dipanen.

Berkunjung ke Cipanon Anda pun akan dimanjakan dengan bebagai aktivitas menarik yang ditawarkan dalam paket kampung wisata outbound yang unik dan seru. Aktivitas outbound di Cipanon ini cocok untuk kegiatan keluarga, perusahaan, atau study tour, bisa juga untuk Anda yang berbulan madu.

Konsep outbound di kampung ini sedikit berbeda dimana wisatawan diajak untuk berkebun ke tempat konservasi terumbu karang dan melakukan kegiatan penanaman terumbu karang yang baru di Pulau Liwugan. Proses penanaman kembali terumbu karang ini terlihat mudah namun sebenarnya membutuhkan ketelitian agar terumbu karang dapat berkembang dengan baik.

Proses penanaman terumbu karang dimulai dengan mengambil bongkahan terumbu karang dari dasar laut. Bongkahan terumbu karang tersebut merupakan bibit untuk dicangkok. Batu karang yang akan ditanam kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Kemudian bibit dirangkai dan diberi nama dan kemudian ditenggelamkan ke dasar laut kembali. Dalam waktu tiga bulan kemudian hasilnya dapat terlihat, karang tersebut akan tumbuh sepanjang dan bercabang 2-3 cm per bulannya.

Terumbu karang adalah tempat ikan-ikan berkembang biak. Tidak hanya itu saja terumbu karang juga bermanfaat untuk menahan abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan laut. Pulau Liwugan seluas 50 hektar tidak berpenghuni namun keindahan alamnya tidak perlu ragukan lagi. Hamparan batu karang yang mengelilingi pulau ini nampak indah terlihat dari kejauhan. Selain kegiatan penanaman terumbu karang baru, biasanya wisatawan juga diajak untuk melakukan fun games, memancing dan menyelam. Pulau Liwungan yang pantainya berpasir putih ini dapat ditempuh dengan menggunakan speedboat sekitar 35 menit dari Cipanon.

Kegiatan selain outbound adalah memberi makan burung camar namun hanya dilakukan pada saat burung camar belum bermigrasi saja. Proses memberi makan burung camar ini dilakukan di tengah laut. Nelayan biasanya memberikan upan dari hasil tangkapan mereka. Ikan-ikan akan dilemparkan ke udara, beberapa detik kemudian burung camar datang menyambar ikan-ikan yang terjatuh ke laut tersebut degan sigap. Menyaksikan atraksi ini seperti sedang berada di arena sirkus, sangat menakjubkan!

Ketika sore menjelang, bergegaslah menuju tepi Pantai Cipanon untuk menunggu indahnya Matahari terbenam di ufuk barat. Menyaksikan siluet perahu-perahu nelayan yang diterpa sinar matahari sore menjadi pemandangan luar biasa. Abadikan momen kehidupan nelayan dan indahnya mentari tenggelam ini dengan kamera kesayangan Anda.

Alam, Banten

Desa Kanekes: Kembali ke Alam Bersama Kearifan Lokal Suku Baduy

Sekilas

Bayangkan sebuah tempat yang damai, dikelilingi oleh suasana hijau. Suara angin yang gemerisik menerpa dedauanan bambu, kicau burung, dan deburan aliran sungai. Dengarkan bisik alam yang menyapa dalam kemurnian, Anda layak melihatnya dengan mata hati sehingga dibawalah oleh-oleh pengalaman yang melekat di hati. Ada banyak kearifan lokal yang akan di peroleh di Desa Kanekes, sebuah pelajaran yang sangat berarti mengingatkan kita pada jati diri leluhur salah satu suku tua di Nusantara yang masih hidup dengan cara tradisional.

Lupakan ponsel atau alat elektronik lainnya saat Anda mengunjungi Desa Kanekes atau yang lebih popular disebut Desa Baduy di Banten. Selain tidak ada listrik untuk men-charge hp Anda, bahkan sinyal pun sulit didapat. Lebih baik Anda menatap alam sekitar dan mendengarkan suara-suara alam. Di sinilah Anda akan dapati kehidupan masa lalu sebelum memasuki sebuah zaman dari akibat revolusi industri yang menguasai dunia.

Desa Baduy, terletak di perbukitan Gunung Kendeng, sekitar 75 kilometer arah selatan Rangkasbitung, Banten. Ini merupakan tempat yang tepat untuk Anda yang ingin merasakan ketenangan yang jarang ditemukan di kota besar. Bagi mereka yang memiliki naluri berpetualang mungkin akan merasakan trekking di desa Baduy sangat memukau. Kehidupan keseharian masyarakat Baduy yang memegang teguh adat istiadat merupakan daya tarik tersendiri bagi Anda yang berminat menelusuri budaya unik kearifan lokal yang luar biasa ini.

Kawasan Baduy tepatnya berada di desa Kanekes, kecamatan Leuwidamar, kabupaten Lebak. Diperkirakan akhir abad ke-18 wilayah Baduy ini terbentang mulai dari kecamatan Leuwidamar sekarang sampai ke Pantai Selatan. Sekarang luas wilayah Baduy ini sekitar 5102 hektar. Batas wilayah sekarang ini dibuat pada permulaan abad ke-20 bersamaan dengan pembukaan perkebunan karet di desa Leuwidamar dan sekitarnya.

Suku Baduy sering disebut urang Kanekes. Baduy sebetulnya bukanlah nama dari komunitas yang ada di desa ini. Nama tersebut menjadi melekat karena diberikan oleh peneliti Belanda yang menyamakan mereka dengan Badawi atau Bedoin Arab yang merupakan masyarakat nomaden atau berpindah-pindah. Dari Badawi atau Bedoin, kemudian nama itu pun bergeser menjadi Baduy. Orang Baduy, karena bermukim di Desa Kanekes, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai Orang Kanekes. Namun karena istilah “Baduy” terlanjur lebih dulu dikenal, maka nama “Baduy” lebih populer ketimbang “Orang Kanekes”.

Mereka tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini berada sekitar 38 km dari ibu kota Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, atau sekitar 120 km dari Jakarta. Desa Kanekes memiliki 56 kampung Baduy. Orang Baduy Dalam tinggal di Kampung Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo. Sedangkan orang Baduy Luar tinggal di 53 kampung lainnya. Kampung Baduy Luar sering disebut kampung panamping atau pendamping, yang berfungsi menjaga Baduy Dalam.

Keseharian kaum lelaki Baduy menggunakan ikat kepala putih. Kecuali puun atau pemimpin adat, para lelaki menggunakan baju hitam dan sarung selutut berwarna biru tua bercorak kotak-kotak. Kaum perempuan menggunakan sarung batik biru, kemben biru, baju luar putih berlengan panjang. Gadis-gadis menggunakan gelang dan kalung dari manik.

Suku Baduy Dalam, mereka setia berjalan kaki dalam melakukan perjalanan, mengedepankan kejujuran, menolak mencemari lingkungan (tanah dan air), dan tidak merokok. Baduy Dalam menerapkan adat lebih ketat dibandingkan dengan Baduy Luar. Salah satu perbedaannya, warga Baduy Luar diperbolehkan berkendaraan. Baduy Dalam hidup dengan aturan adat yang ketat.

Di Baduy Dalam, pikukuh atau aturan adat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Hal ini berbeda dengan Baduy Luar. Dalam hal makanan, orang Baduy tergolong sangat fanatik. Mereka tidak akan menyantap jenis makanan yang tidak dimakan nenek moyang mereka juga tidak akan melakukan kebiasaan yang dulunya tidak pernah dilakukan nenek moyang mereka. Kebiasaan mandi tidak menggunakan sabun masih berlangsung hingga saat ini. Tidak memakai sabun mandi bukan berarti mereka tidak punya uang, tetapi benar-benar demi mengikuti kebiasaan orangtua mereka. Kalau ada warga Baduy yang coba-coba memakai sabun saat mandi dan sampai ketahuan, pasti mendapat teguran keras. Teguran ini bisa berujung pada pemecatan sebagai warga Baduy Dalam.

Menurut kepercayaan orang Kanekes mereka keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia.

Kepercayaan orang Baduy adalah penghormatan pada roh nenek moyang dan kepercayaan kepada satu kuasa yang dinamakan Nu Kawasa. Keyakinan mereka sering disebut dengan Sunda Wiwitan. Orientasi, konsep-konsep dan kegiatan-kegiatan keagamaan ditujukan kepada pikukuh (aturan adat) agar orang hidup menurut alur itu dan menyejahterakan kehidupan Baduy dan dunia. Kepercayaan masyarakat Kanekes yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme) yang pada perkembangan selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Buddha, Hindu, dan Islam. Inti kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari-hari. Isi terpenting dari ‘pikukuh’ (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep “tanpa perubahan apa pun”, atau perubahan sesedikit mungkin.

Di kawasan Baduy Dalam, ada tiga kampung yang masing-masing dikepalai oleh seorang kepala suku atau yang disebut Puun dan wakilnya yang disebut Jaro. Ketiganya adalah kampung Cibeo, Cikesik, dan Cikertawana. Masing-masing Puun ini memiliki peran yang berbeda. Puun Cibeo mengurusi pertanian, Puun Cikesik mengurusi keagamaan, dan Puun Cikertawana bertanggungjawab dalam hal kesehatan atau obat-obatan. Tanggung jawab ini berlaku secara kolektif untuk ketiga kampung tersebut.

Pemda Lebak sejak tahun 1990 menyatakan bahwa kawasan masyarakat Baduy merupakan cagar budaya. Mereka tetap mempertahankan warisan leluhurnya yang merupakan aset nasional yang harus harus dijaga. Hal itu dikukuhkan dengan Peraturan Daerah nomor 13/1990. Dengan demikian hutan dan sungai tetap terjaga kelestariannya. Menurut Kepala Desa Kanekes Jaro Daerah, suku Baduy menempati areal tanah seluas 5.101 ha, yang terbagi dalam 53 kampung. Tiga kampung ditempati oleh Baduy Dalam masing-masing kampung bernama Cikeusik, Cikertawana dan Cibeo, sedangkan sisanya ditempati oleh Baduy Luar. Suku-suku Baduy tersebut bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan

Jenis kendaraan apapun harus ditinggalkan Desa Cibolegar dan mulailah Anda menjelajahi alam Baduy dengan berjalan kaki. Suasana di kawasan Baduy sangat sejuk dan alami, tidak ada polusi udara dan pencemaran lingkungan. Perjalanan dari kampung ke kampung lainnya dilalui lewat jalan setapak yang kadang-kadang melintasi sungai dan bukit-bukit atau melewati jembatan bambu berkonstruksi alami tanpa menggunakan paku.

Ankan mengejutkan Anda untuk mengetahui bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan tanpa bantuan listrik atau alat industri mder lainnya. Kenyataannya Suku Baduy dapat bertahan hidup dengan baik dengan cara kearifan lokal yang mengagumkan.

Udara di kampung ini sangat menyegarkan, membuat Anda akan lupa lelahnya badan setela perjalanan. Dalam perjalanan di kampung amati oleh Anda bagaimana jembatan bambu tipis melengkung panjang di atas sungai dimana di ujungnya adalah kawasan Baduy Dalam.

Di Dusun Cibeo Anda akan melihat pemandangan yang unik dan luar biasa. Rumah-rumah panggung tertata rapi, dengan ukuran yang sama, berjajar-jajar. Tiap rumah memiliki interior yang kurang lebih sama. Di dalamnya, ada sebuah ruang persegi panjang, menyisakan ruang berbentuk L untuk sisa ruangan. Ada tungku di kedua ruang, membuat atap daun itu menghitam di dalam. Dinding anyaman. Beranda batang-batang bambu, dengan undakan pendek ke tanah. Di tengah terdapat lapangan berundakan rendah. Di satu ujungnya ada balai tempat acara-acara dusun. Di ujung satunya adalah tempat tinggal Puun, tetua desa. Dusun ini dikelilingi gunung, jadi gelap cepat datang. Dan yang bisa Anda lakukan hanyalah berbincang dengan penduduknya yang ramah di dalam rumah.

Sehari-hari, orang Baduy menggunakan bahasa Sunda berdialek Sunda-Banten. Namun, banyak dari mereka yang sudah bisa berbahasa Indonesia dan terbiasa melakukan interaksi dengan pengunjung. Mereka sering menjadi penunjuk jalan atau pengangkut barang. Orang Baduy juga tidak keberatan apabila Anda bertanya seputar ajaran dan adat istiadatnya.

Setiap warga Baduy dituntut untuk melestarikan lingkungannya karena menurut pandangan mereka alam semesta dan isinya adalah milik yang di Atas dan harus dijaga jangan sampai rusak. Alam harus dilestarikan untuk kepentingan masa depan anak dan cucu mereka. Suku Baduy dilarang menebang pohon di hutan-hutan yang telah ditentukan. Hal ini membuat udara menjadi segar dengan alam yang terhampar hijau dimana-mana. Langit terlihat bersih. Begitu juga dengan kicauan burung, kokok ayam, dan gemericik air jernih yang menjadi mudah didengar.

Berada di perkampungan Baduy terasa seperti kita berada dalam suasana zaman dahulu. Masyarakatnya masih hidup dalam nilai-nilai tradisional yang kental, tidak ada sentuhan teknologi modern sama sekali. Jika malam tiba suasana hening, tenang dan gelap datang menyergap. Tidak ada gemerlapan cahaya lampu listrik, yang ada hanya kedipan sinar yang berasal dari lampu teplok yang diisi dengan minyak kelapa atau minyak jarak dengan sumbu sabut kelapa. Di perkampungan ini yang terdengar hanyalah suara alam dengan gemericik air dari sungai yang berbatuan, suara kicau burung dan desau angin menerpa dedaunan. Air kalinya bening, karena orang dilarang memakai produk yang mengandung zat kimia, seperti sabun, pasta gigi dan sampo dan dilarang membuang sampah di sungai. Masyarakat Baduy untuk membersihkan badannya selalu di kali dan memakai pembersih tradisional dari dedaunan atau getah akar pohon.

Akomodasi

Apabila Anda berminat menginap maka bisa tinggal di rumah-rumah tradisional Baduy, di Desa Cicakal. Rumah-rumah tersebut dibangun dari jalinan bambu dan beratapkan ijuk. Rumah-rumah ini bisa bertahan hingga 25 tahun tetapi atap harus diubah 5 tahun sekali. Orang Baduy tidak menggunakan teknologi elektronik, jadi jangan berharap Anda akan menemukan peralatan yang menggunakan tenaga listrik di sini.

Rumah-rumah yang ada di Baduy seragam, berpaggung dan berdiri satu meter di atas tanah. Rangkanya terbuat dari kayu, dindingnya anyaman bambu dan beratap rumbia atau ijuk. Bangunan mengikuti kontur tanah, selalu berhadap-hadapan sehingga terlihat unik dan rapi. Rumah Baduy tidak menggunakan jendela. Hanya ada pintu masuk dan pintu keluar dari depan dan belakang. Kadang hanya terdapat sebuah pintu di bagian depan saja. Bagian depannya selalu ada amben untuk tempat ngobrol.

Kuliner

Tidak ada restoran di Baduy, jadi bawalah makanan Anda sendiri. Meski dengan keramahannya Suku Baduy akan senang menjamu Anda di rumahnya. Masyarakat Baduy Dalam menerapkan sistem ladang berpindah dengan penggarapan secara bergilir. Suku Baduy dalam adalah vegetarian, makanan sehari-hari didapat dari alam sekitar tanah milik mereka. Mata pencaharian utama masyarakat Kanekes adalah bertani padi huma. Selain itu mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual buah-buahan yang mereka dapatkan di hutan seperti durian dan asam keranji, serta madu hutan.

Berbelanja

Pakaian tradisional kebanyakan berwarna biru yang ditenun oleh wanita-wanita baduy, jadi Anda bisa membawa kain ini pulang sebagai oleh-oleh. Ada juga cendera mata yang menarik sebagai buah tangan untuk orang yang Anda sayangi.

Berkeliling

Anda bisa menjelajahi hutan yang subur dan pemandangan yang masih alami karena orang-orang Baduy sangat mencintai alam sehingga begitu terjaga kelestariannya. Anda bisa mengambil gambar selama Anda belum memasukkan wilayah Baduy. Orang-orang di luar desa Baduy lebih toleran terhadap teknologi.

Berbaur dengan penduduk lokal yang luar biasa ini adalah hal yang sangat berharga. Anda dapat mengamati gerak bahasa tubuh yang langsung dapat menggambarkan betapa mereka sangat peka dan ramah bersahaja.

Transportasi

Kawasan Baduy ini berjarak kurang lebih 40 km dari kota Rangkasbitung. Menuju kawasan itu dapat menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum sekitar satu jam dari Rangkasbitung. Untuk mencapai kampung Baduy dapat ditempuh melalui Rangkasbitung-Ciboleger, dengan bus, mobil umum atau mobil pribadi. Di Ciboleger inilah pintu masuk ke kawasan Baduy.

• Sewalah mobil dan mobil tersebut akan berhenti di Desa Cibolegar. Anda juga dapat naik mobil dari Rangkasbitung ke terminal Ciboleger atau menyewa sampai ke Cijahe, lalu diteruskan dengan berjalan kaki untuk sampai ke kampung Baduy Dalam.

• Dari Tanah Abang, Jakarta Pusat, gunakan kereta ke Merak via Rangkasbitung akan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dari Rangkasbitung, gunakan transportasi umum (disebut ELF oleh penduduk setempat) ke Ciboleger. Perjalanan memerlukan waktu sekitar 2,5 jam. Patung Keluarga di Ciboleger akan menyambut kedatangan Anda. Ikuti jalan setapak dengan berjalan kaki. Nikmati pemandangan alam di sekitar Anda, Kemudian Anda akan melewati Desa Gajeboh. Di sini Anda dapat melihat perempuan Baduy menenun pakaian. Lanjutkan dengan menyeberangi Sungai Ciujung, sungai terlebar di wilayah Baduy. Melihat jembatan yang terbuat dari bambu yang diikat satu sama lain, namun tak perlu takut! Jembatan ini kuat. Anda kemudian akan memasuki Desa Cicakal. Di sini Anda dapat beristirahat dan menghabiskan malam. Perjalanan dengan berjalan kaki dari Ciboleger ke Cicakal akan memakan waktu sekitar 2 jam.

• Alternatif lain,  Anda dapat menggunakan Koranji kemudian melewati Pasar Kroya. Setiap minggu, penduduk Baduy mengunjungi pasar ini untuk menukar hasil pertanian mereka dengan barang-barang yang mereka butuhkan. Dari tempat ini mereka akan bergerak ke Desa Cikapol.

Tips

• Jika Anda ingin mengunjungi Desa Kanekes selain mempersiapkan fisik Anda juga harus siap untuk menghormati dan mematuhi peraturan adat yg berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy yang dibuat Jaro (Kepala Desa) Kanekes.

• Orang Baduy sehari-hari berbahasa Sunda kasar. Bahasa yang dipakai mereka tidak mengenal tingkatan bahasa atau pemakaian bahasa berdasarkan status sosial. Selain berbahasa Indonesia, beberapa orang Baduy Dalam bisa pula menggunakan kata-kata berdialek Betawi, bahkan mengeluarkan kosa kata bahasa Inggris. Rasa hormat pada pengunjung tidak diperlihatkan lewat kata-kata khusus, tetapi lewat tingkah laku mereka.

• Orang Baduy juga senang bercanda, tetapi hanya dengan orang yang sudah dikenalnya. Berteman akrab dengan orang Baduy Dalam tidak sulit karena orang-orang Baduy bersikap terbuka terhadap orang asing. Orang-orang Baduy Dalam bersifat menerima pendatang, meski banyak pantangan saat Anda hidup di sekitar mereka. Tapi di luar itu, mereka menerima pengunjung dengan ramah.

• Pendatang dilarang membawa radio, gitar, senapan angin, tidak menangkap atau membunuh binatang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, tidak meninggalkan api di hutan, tidak mengonsumsi minuman memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.

• Apabila Anda akan mandi maka itu dilakukan di pancuran di luar dusun tepatnya di kali yang jadi batas dusun. Penggunaan bahan kimia seperti sabun, pasta gigi, shampoo, dilarang. Akan tetapi justru hal seperti ini yang akan menjadi pengalaman unik dalam perjalanan Anda. Sebuah cara hidup kembali ke alam yang sempurna.

• Adat Baduy sangat membatasi sentuhan dengan dunia modern, terutama pada listrik dan peralatan elektronik lainnya. Untuk penerangan, Suku Baduy mengunakan lilin, bukan semacam obor. Anda boleh menggunakan senter untuk memudahkan saat ke kamar kecil pada malam hari yang dilarang bukan benda berlistrik, tapi alat elektronik. Jadi Anda diharapkan tidak menggunakan hanphone, camera, atau radio. Jika di wilayah Baduy Luar Anda masih bisa memotret maka di wilayah Baduy Dalam memotret tidak diperbolehkan.

• Apabila Anda menginap di perkampungan Baduy Luar maka bisa menggunakan sabun atau sampo ketika mandi. Di Baduy Dalam kedua benda itu pantang dipakai. Obat-obatan pribadi harus dibawa, terlebih karena di dalam perkampungan Baduy tidak ada puskesmas atau apotek.

• Sepatu atau sandal gunung direkomendasikan agar tidak mudah tergelincir, apalagi di jalan menanjak. Jangan lupakan pula jaket atau jas hujan serta tudung tas yg kedap air untuk melindungi barang bawaan agar tidak basah. Minyak anti nyamuk berguna dibawa untuk menghalau serangga terutama ketika berjalan-jalan ke hutan atau perladangan.

• Pada bulan Kawalu yaitu masa panen tiga bulan berturut-turut di bulan Februari-April sebaiknya tidak ke Desa Kanekes Baduy karena Baduy Dalam ditutup sama sekali untuk semua orang luar. Namun, bagi pengunjung pada bulan Kawalu tetap bisa bertemu dengan warga Baduy Dalam saat keluar dari kampung mereka.

Alam, Banten

Pulau Peucang: Keterasingan Bersama Kearifan Alam

Sekilas

Apabila Anda benar-benar mencintai keindahan alam maka harus menyambangi Pulau Peucang. Di sini telah menanti keindahan pasir putih dan terumbu karangnya, air lautnya yang biru jernih sempurna untuk berenang, menyelam, memancing, atau snorkeling.  Pulau ini juga ideal untuk pengamatan beragam satwa terutama rusa.

UNESCO menganugerahi pulau ini sebagai salah satu dari situs alam warisan dunia karena memiliki keberagaman flora dan faunanya. Belum lagi pemandangan alamnya yang sangat indah sanggup menambatkan memori dalam hati untuk mengajak Anda datang kembali.

“..pantai di Pulau Peucang adalah surga penikmat hobby mancing, snorkeling, dan diving.”

Pulau Peucang berada di Selat Panaitan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, lokasinya di sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon. Perjalanan ke pulai ini memang cukup jauh, Anda harus menggunakan mobil lebih dari 8 jam dari Jakarta lalu menyeberang sekitar 1 jam untuk sampainya di sini.  Anda perlu mengenakan jaket selama berperahu untuk menahan kuatnya angin laut. Lamanya perjalanan akan terbayar habis dengan hadiah pemandangan menakjubkan.

Nama peucang sendiri ada yang menyebut berasal nama siput yang bisa Anda lihat jika menginjakan kaki di pantai ini. Penduduk setempat berkeyakinan lain dimana menurut mereka nama peucang itu adalah nama jenis menjangan yaitu spesies seperti rusa yang tinggal di kawasan ini.

“..mata Anda akan dimanjakan beragam flora dan fauna yang mengagumkan, saat berkeliling coba menerka-nerka mahkluk Apa yang mengintip Anda dari kejauhan.”

Pulau Peucang merupakan base camp dan tempat pendaftaran wisatawan yang akan menjelajahi Taman Nasional Ujung Kulon. Di Pulau kecil ini dapat Anda temukan beberapa tipe akomodasi untuk beristirahat.

Pulau Peucang selalu ramai di kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara dimana letaknya tidak jauh dari Taman Nasional Ujung Kulon sehingga mempermudah akses wisatawan yang akan berkunjung atau istirahat. Selain tersedia penginapan dan restaurant ada banyak kegiatan yang dapat Anda lakukan di pulau yang indah ini.

Untuk masuk kawasan wisata ini Anda perlu membayar Rp2.500.000,00 per orang. Tempat wisata yang patut disambangi adalah Karang Copong dimana ada pemandangan Matahari terbit yang sangat menawan.

Kegiatan

Pulau hijau, pasir putih, jernihnya laut biru, dan sinar mentari yang tak malu-malu bersinar terang adalah hadiah sepadan utuk perjalanan jauh Anda menuju ke pulau mengagumkan ini.

Pulau Peucang memiliki pemandangan yang indah dari pantai pasir putih terbentang panjang dan air laut yang biru memesona. Pulau Peucang adalah pulau yang paling banyak dikunjungi wisatawan karena di pulau ini terdapat fasilitas akomodasi yang memadai. Pulau Peucang letaknya berdekatan dengan beberapa tempat wisata di Semenanjung Ujung Kulon. Karenanya jika memungkinkan tinggallah beberapa hari di Pulau Peucang.

“..lupakan sinyal ponsel Anda di sini, jelasnya ini adalah keterasingan yang mengasyikkan.”

Di sinilah Anda akan melihat hutan primer dengan pohon-pohon besar berkanopi lebar. Amatilah betapa proses suksesi alam telah berlangsung dengan mengagumkan di sini. Di sini Anda seakan berada di laboratorium hidup untuk belajar tentang suksesi alam, proses survival alam yang telah terjadi selama lebih dari 120 tahun.

Dari laut di Pulau Peucang akan terlihat pepohonan hijau, sementara di seberangnya nampak Semenanjung Ujung Kulon. Di pulau ini ada lutung (Trachypithecus auratus auratus) sebagai penghuni tetap pulau. Gerakan hewan ini lincah berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain. Ada juga merak hijau, rusa, kijang, babi hutan, dan biawak

Anda dapat melakukan penjelajahan di Pulau ini dengan menggunakan rute perjalanan bernama Rute Karangcopong selama 2 jam. Berbekallah air minum yang cukup dan kenakan pakaian yang tepat juga alas kaki tertutup.

Anda nanti akan melihat pohon ara yang besar ukurannya. Butuh lebih dari 20 orang untuk mengukur kelilingnya dengan bergandengan dan membentangkan tangan. Pohon ini sejenis pohon yang tumbuh merambat dan melilit pohon yang menjadi indungnya. Anda harus melihat cermat untuk mengetahui pohon induknya yang sudah tertutup. Dalam penjelajahan pulau ini Anda juga akan melihat beragam serangga, burung, dan rusa yang telah membantu penyebaran biji-bijian tanaman di seluruh pulau.

Di Karang Copong yang merupakan salah satu titik tinggi di Pulau Peucang maka dapat Anda lihat Pulau Panaitan dari kejauhan. Di sebelah kiri bawah terlihat formasi karang berlubang yang mungkin menyebabkan tempat ini disebut Karang Copong.

Akomodasi

Ada tempat penginapan di  Pulau Peucang yang dikelola PT Wanawisata Alam Hayati. Beragam harga tersedia seperti: Flora A Rp780.000,00 (6 kamar, AC), Flora B Rp680.000,00 (6 kamar, AC), Fauna Rp400.000,00 (8 kamar). Ada juga hitungan berdasarkan per kamar, yaitu Rp150.000,00 Rp250.000,00 perhari (tanpa AC). Tidak ada sinyal telepon selular di tempat ini tetapi tersedia telepon darurat via satelit. Keterasingan ini justru sangat mengasyikkan akan membawa Anda menikmati suasana kombinasi cakrawala yang bersih, pasir putih, gradasi warna laut dari hijau hingga biru tua.

Bagi Anda yang datang berkelompok maka tersedia barak yang dapat disewa.

Transportasi

Pulau Peucang berada di Selat Panaitan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten atau sebelah timur Taman Nasional Ujung Kulon. Pulau Peucang hanya dapat dicapai lewat laut melalui dermaga penyebrangan dari Kecamatan Sumur yang berjarak 9 jam perjalanan dari Jakarta dengan kendaraan pribadi atau sewaan.

Apabila Anda menggunakan kendaraan sewaan dapat menggunakan bus dari Kalieders tujuan ke Labuan lalu menyewa mobil untuk menuju Dermaga Sumur.

Penyewaan perahu nelayan ke Pulau Peucang sekitar Rp1.500.000,00 hingga Rp2.000.000,00 dengan lama perjalanan sekitar 3-4 jam tergantung kondisi cuaca dan ombak.

Alternatif jalur transportasi lain adalah dari Pulau Umang ada resort komersil dengan fasilitas water sport. Kunjungi alamat berikut www.pulau-umang.com

Tips

• Untuk perjalanan ke dalam hutan gunakan alas kaki yang tertutup dan celana panjang.

• Anda perlu berhati-hati terhadap lutung di pulau ini mengingat hewan ini kadang iseng mengambil barang bawaan Anda seperti topi, kaca mata, atau kamera. Jadi, Anda perlu berhati-hati dan memegang erat barang bawaan.

• Elf Labuan – Sumur atau Sumur – Labuan haya beroperasi hingga pukul 3 sore. Jika Anda terlalu sore tiba di Desa Sumur ada warung makan dan penginapan sangat sederhana.

• Pengunjung resort wisata Pulau Umang biasanya juga melakukan perjalanan ke Pulau Peucang dengan perahu cepat milik resort tersebut.

• Ada paket tour wisata yang melewati pulau ini, silakan klik alamat berikut:

http://www.caritatour.com/krakatau-tour/gunung-krakatau/paket-wisata-krakatau-ujung-kulon-4-hari-3-malam.html

• Informasi lebih dapat Anda temukan di alamat berikut.

Kantor : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51, Labuan, Pandeglang 42264

Telp. (0253) 801731; Fax. (0253) 804651

E-mail : btnuk@cilegon.wasantara.net.id

Alam, Banten

Pantai Sawarna: Keindahan Pantai Berpasir Putih dan Gua Karst  

Sekilas

Lanskap keindahan alam terselip menghadap Samudera Hindia. Pantainya berpasir putih, berair biru jernih dan berbukit hijau nan lebat. Panjang pantainya mencapai 65 km dihiasi karang dan pasir putih. Pantai ini adalah pantai terindah dari lima pantai yang dimiliki Provinsi Banten.

Sawarna namanya pantainya, berada di sebuah desa pesisir yang memiliki berbagai macam objek wisata menarik untuk dikunjungi seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata. Wilayah pesissir indah ini menyatu dengan kisah mistis Nyai Roro Kidul dan ekploitasi batu bara di Bayah dan Lebak oleh penjajah asing.

Anda akan terkesan dengan areal persawahan yang membentang luas, panorama desa yang asri, hembusan sejuk udara khas desa agraris, dan jejeran pohon kelapa dan pohon jati yang berjejer bagai pagar betisnya desa.

Desa Wisata Sawarna merupakan titik awal Anda menjelajah alam yang elok hingga pengalaman berinteraksi dengan masyarakat tradisionalnya yang bersahaja. Pantai Sawarna terletak di wilayah Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pantai indah ini jaraknya sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung. Berwisata di pantai ini sangat menyenangkan dan berkesan karena alamnya masih asli juga memiliki air laut yang jernih tidak tercemar.

Di sini menanti pantainya akan menawan mata dan hati Anda. Apabila Anda yang hobi berselancar atau surfing mengapa tidak merasakan ombaknya yang spektakuler bahkan telah dicicipi peselancar dari Amerika, Australia, Jepang, dan Korea.

Anda juga dapat merasakan snorkling untuk menyapa beragam ikan hias dan terumbu karang. Temukan keindahannya di Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, dan Pantai Teluk Legon Pari.

Selain objek keindahan pantainya di Sawarna ada pula wisata gua. Beberapa gua yang bebeda ukuran dapat Anda kunjungi seperti: Goa Lalay, Goa Sikadir, Goa Cimaul, Goa Singalong, dan Bukit Pasir Tangkil. Goa di Sawarna merupakan gua karst (batu gamping) yang terbentuk dari masa Miosen awal.

Kegiatan

Jembatan besi merupakan awal perjalanan Anda menuju Desa Sawarna, lebih jauh memasuki jalan tersebut berikutnya akan disuguhi pemandangan hutan lebat.

Anda dapat bermain di pantainya ditemani bertaburnya pasir putih berkilap. Memandang pinggang pantai yang luas diiringi bunyi deburan ombak dan menderunya angin laut.

Selain keindahan pantai, di sini Anda dapat berkeliling untuk mengunjungi gua-guanya yang indah. Temukan Gua Laylay atau Goa Kalelawar yang dihuni ratusan kalelawar dan jernihnya air mengalir dalam gua. Goa Lalay terbentuk dari retakan pada batu gamping akibat pengaruh tektonik. Panjang gua diperkirakan sampai 1000 meter. Retakan tersebut kemudian menjadi jalan air yang melarutkan batu gamping tersebut sesuai dengan sifat fisiknya yang mudah larut dalam air. Air yang melarutkan batu gamping tersebut selanjutnya mengendap dan menghasilkan berbagai ornamen gua. Bagian dasar gua ini merupakan sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan 10 sampai 15 cm.

Apabila Anda ingin merasakan suasana alam yang lebih alami maka lanjutkan perjalanan ke Laguna Pari. Pantainya sangat indah dengan pasir putih berkilauan. Laguna Pari adalah pantai yang tersembunyi, tempat nelayan Sawarna dari Dusun Gempol biasanya melabuhkan perahu. Di sekitar pantai banyak terdapat gubuk-gubuk nelayan yang dapat Anda gunakan sebagai tempat berteduh. Laguna Pari berada di sisi timur sehingga ideal untuk Anda melihat matahari terbit. Di Laguna Pari tidak terdapat warung sehingga Anda perlu membawa perbekalan dan peralatan yang cukup untuk meneruskan berjalan hingga ke Palistir dengan kendaraan.

Di Palistir ada tebing karang di sisi pantai yang memiliki teras karang yang lebar. Panggung karang itu berundak-undak dengan gemericik air mengalir di atasnya menyusup melalui sela-sela karang.

Di Karang Taraje Anda dapat melihat pantai dengan bentangan karang yang besar dan luas di sepanjang Pantai Laguna Pari hingga Pantai Sepang atau Cikoromong. Hamparan karang yang menyerupai trap atau undak-undakan menjadi alasan kenapa daerah ini dinamakan Karang Taraje. Anda dapat juga melihat beberapa cekungan karang yang membentuk kolam di antara sela-sela karang. Cekungan tersebut berisi air dan ikan yang oleh penduduk lokal sering dijadikan tempat memancing.

Hal lain yang Anda dapat coba adalah agrowisata di areal persawahan, mencari batu-batu hias di Sungai Cisawarna, mengunjungi tempat pelelangan ikan, panjat tebing, atau melihat kekayaan flora dan fauna hutan suaka alam yang terletak di sebelah timur desa.

Mengapa tidak Anda mengunjungi sentra pembuat gula kelapa, sentra pengrajin gitar dan biola, atau makam Jean Louis Van Gought. Jean Louis Van Gogh adalah pengusaha pertama yang membuka perkebunan kelapa di sepanjang Pantai Sarwana tahun 1907. Kini, perkebunan kelapa ini dikelola PTPN. Jean Louis Van Gogh sendiri menginginkan dimakamkan di Indonesia. Makamnya sendiri baru ditemukan tahun 2000 dan keluarga Van Gogh di Belanda memastikan kebenaran tentang makam Jean Louis Van Gogh di Sawarna tersebut.

Terjunlah dalam keramahan dan kesahajaan masyarakat Sawarna karena justru Anda akan memperoleh pengalaman berwisata sesungguhnya.

Berkeliling

Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Pantai Bayah di Banten selatan. Pantai ini memiliki ombak yang cukup besar dimana hempasan gelombangnya terdengar menderu dari jarak cukup jauh. Hal itu dikarenakan dasar laut Pantai Bayah adalah hamparan batu karang dan kerikil hitam. Di sini juga dapat Anda temukan kehidupam tradisional masyarakat Banten selatan yang tinggal di Panggarangan, Sawarna, Malingping, dan Bayah.

Sebelum Anda mencapai Pantai Bayah, temukan Tugu Romusha di pinggiran jalan poros Bayah-Sukabumi. Tugu Romusha ini untuk menghormati pekerja paksa pembuat jalur kereta Bayah-Labuan saat Pendudukan Jepang. Wilayah Bayah dahulu merupakan penghasil tambang batu bara. Sayangnya Tugu Romusha tersebut kurang terawat baik.

Anda  dapat pula mengunjungi sejumlah objek wisata pantai ada di desa ini seperti Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, dan Pasir Putih.

Akomodasi

Tersedia akomodasi di pantai ini dan beberapa di antaranya menawarkan jasa pemandu. Umumnya penduduk menyewakan rumah juga untuk rombongan yang mengunjungi pantai Sawarna. Sementara itu, ada satu penginapan yang cukup besar yakni Sawarna Beach dengan harga terjangkau.

Homestay Niken (+62 819063688816)

Homestay Hudayana (+62 81806211257)

Homestay Widi (+62 81911282912)

Losmen Chiara (+62 87772095744)

Losmen Bayah Permai bayah

Jl.Raya Bayah-Malingping km.1Bayah

Penginapan Al-Anshar

Kp. Ciwaru Rt.01/01

Ds.Bayah Barat Kec.Bayah

Hotel Pesona Ayu

Jl.Raya Bayah Cikotok KM. 01

Telp. +62 0252 401071

Villa Madang

Jalan Raya Bayah

Anda yang ingin menyatu dengan alam dapat berkemah di berbagai lokasi di desa wisata ini, seperti di tepi hutan, di tepi sawah, atau di tepi pantai. Tersedia berbagai fasilitas di sekitar pantai seperti pemandu wisata, gazebo, shelter, warung, serta pusat oleh-oleh dan cenderamata.

Kuliner

Warga setempat di Sawarna adalah nelayan penangkap ikan kecil impun dan ikan teri halus atau kadang orang kota menamakannya teri medan. Di sini Anda dapat membeli teri halus hanya harga kurang dari 5 ribu rupiah. Tasa teri halus ini sangat gurih dan sering dibuat pepes atau digoreng campur terigu. Makanan ini dapat Anda peroleh di warung-warung makan seitar pantai.

Sebelum atau setelah Pantai Sawarna Anda dapat mencicipi beberapa tempat makan berikut.

Tegal Bahri

Jl.Raya Bayah –Malingping

Lesehan Katineung

Jl.Raya Malingpin -Saketi Ds.Bolang Kec. Malingping

Surya Minang

Jl.Raya Bayah-Malingping Kab Lebak

Rumah Makan Dada

Jl. Raya Bayah Cibareo

Belanja

Desa Sawarna merupakan sentra industri kerajinan tangan berbahan kayu yang juga dipasok ke Yogjakarta. Anda dapat memperoleh gitar dan biola sebagai kerajinan masyarakat yang banyak diminati turis karena harganya relatif murah.

Transportasi

Untuk menuju Pantai Sawarna Anda dapat menempuh jalur: Serang-Pandeglang-Malimping-Bayah-Sawarna, Rangkasbitung-Cileles-Gunung Kencana-Malimping-Bayah-Sawarna, Pelabuhan Ratu-Ciabareno-Bayah.

Dari Jakarta, Anda dapat menggunakan jalur tol dari Tomang hingga Serang Timur. Berikutnya dari Serang Timur lanjutkan ke arah Saketi, di Pandeglang. Anda dapat pula naik bus jurusan Jakarta-Serang dengan tarif sekitar Rp20.000,00. Berikutnya dari Serang menuju Bayah menggunakan Elf bertarif Rp25.000,00.

Alternatif lain Anda dari Jakarta dapat menaiki bus ke Pelabuhan Ratu. Dari Pelabuhan Ratu ada kendaraan Elf yang akan langsung mengantarkan Anda ke Sawarna dengan membayar ongkos sekitar Rp20.000,00. Jalur yang dilalui adalah: Pelabuhan Ratu-Cikuray-Cibeber-Bayah.

Sementara dari arah Bogor Anda dapat melalui Pelabuhan Ratu lalu menuju Cilograng yang  jaraknya kurang lebih 145 km. Anda yang datang dari Jakarta juga dapat memilih rute dari Bogor dengan menggunakan bus umum dari terminal bus di Bogor. Dari sini Anda naik bus menuju Pelabuhan Ratu kemudian dilanjutkan dengan naik bus menuju Pasar Kecamatan Bayah atau Terminal Bus Bayah. Berikutnya Anda dapat menuju Desa Wisata Sawarna dengan naik jeep, yaitu mobil bergardan ganda yang sesuai dengan kondisi medan menuju Desa Sawarna yang naik-turun dan berkelok-kelok. Bagi Anda yang menggunakan bus umum, sebaiknya tiba di Terminal Bayah sebelum pukul 5 sore karena Jeep dari Terminal Bayah menuju Desa Wisata Sawarna akan berakhir pada jam tersebut. Pilihan lain Anda dapat menggunakan ojek menuju Desa Wisata Sawarna.

Untuk mencapai Desa Sawarna sendiri dari Bayah Anda dapat menaiki ojek motor dengan membayar ongkos sekitar Rp30.000. Pantai Sawarna berjarak sekitar 1 km dari jembatan gantung. Anda perlu melewati jembatan gantung selebar 1 meter ini dengan berjalan kaki atau menggunakan motor.

Tips

• Perjalanan dari Rangkasbitung melalui Cileles-Malingping kondisi jalannya kurang baik. Jalur Serang ditempuh selama 8 jam dengan kondisi jalanan relatif baik, kecuali jalur antara Saketi hingga Malimping yang rusak karena sering dilalui truk bermuatan kelapa sawit.

• Tidak ada kendaraan umum melewati Desa Sawarna jadi lebih baik Anda menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan. Gerbang wisata Sawarna yang kurang begitu terlihat terutama bila malam. Lebih baik saat Anda bertanya kepada masyarakat sekitar saat memasuki Kecamatan Bayah.

• Di antara gerbang Sawarna hingga objek wisata terdapat beberapa tanjakan dan turunan yang curam tetapi tersedia rambu peringatan.

• Objek wisata Sawarna ditandai ramainya warung dan pangkalan ojek yang berseberangan dengan jembatan gantung kecil bernama Jembatan Kalpanax. Parkir mobil tersedia di sekitar jembatan tersebut.

• Di Pantai Sawarna belum ada toilet atau MCK. Anda perlu berjalan menuju kampung terdekat sekitar 600  meter dari pantai.

Alam, Banten

Pantai Karang Bolong: Satu lagi Keindahan Alam Pesisir di Banten

Sekilas

Sebuah tebing karang di pinggir pantai ibarat pintu gerbang untuk masuki keindahan yang menyegarkan jiwa dan pikiran. Seketika deburan ombak akan melewati lubang tebing karang tersebut sehingga sontak suaranya memecah akan menyambut siapa pun yang datang. Sejauh mata memandang dan kaki melangkah, saksikanlah karang-karang besar berparade di sepanjang pesisir pantai dicumbui hamparan pasir putih yang bersih.

Berwisata ke pantai merupakan hal yang banyak digemari orang, selain menawarkan pemandangan alam memesona, suasana baru serta pengalaman berbeda adalah alasannya.  Indonesia sendiri sebagai negara kepulauan dikaruniai banyak garis pantai yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan di satu provinsi saja bisa terdapat lebih dari dua pantai dengan keindahan dan kekhasannya masing-masing. Salah satu provinsi yang memiliki pantai-pantai nan indah adalah Banten, sebut saja tiga pantai yang telah tersohor di kalangan wisatawan, yaitu Pantai Tanjung Lesung, Pantai Carita, dan Pantai Anyer. Nah, ada satu lagi pilihan lain apabila Anda ingin mendapatkan pengalaman berbeda yaitu Pantai Karang Bolong.

Pantai Karang Bolong berlokasi sekira 50 km dari Kota Serang. Apabila Anda mengendarai mobil atau motor, pantai ini berada di sisi kanan Jalan Raya Anyer dengan jalur menuju Pantai Carita dari Jakarta. Sesuai namanya yaitu karang bolong, pantai ini memiliki sebuah tebing karang yang bolong di tengahnya sehingga membuat pantai terlihat unik dan berbeda dari pantai-pantai lain.

Dahulu pantai ini dikenal dengan nama Pantai Karang Suraga, yaitu sebuah nama yang diambil dari seorang yang berlilmu tinggi yang bertapa di pantai ini sampai akhir hayatnya, nama orang tersebut adalah Suryadilaga. Seiring perkembangannya, pantai ini berubah nama menjadi Pantai Karang Bolong karena memiliki tebing karang besar di pantai yang bentuknya berlubang (Baca: bolong, dalam bahasa Sunda) di tengah. Satu ujung karangnya berada di tepi pantai sementara yang lain menghadap ke laut lepas. Para ahli geologi memperkirakan bahwa lubang pada batu karang ini terjadi akibat terkikis air laut dalam kurun waktu yang lama. Akan tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa batu karang tersebut berlubang akibat dari letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Hingga saat ini akibat pesisnya karang bolong ini belum diketahui secara pasti.

Tidak hanya memiliki keunikan batu karang saja, Pantai Karang Bolong juga terbilang tujuan wisata yang ekonomis sehingga pantai ini menjadi idola wisatawan bukan hanya wisatawan Nusantara tetapi juga mancanegara. Jadi, Anda jangan heran Apabila menemukan wisatawan asing berjalan-jalan di tepi pantai menikmati keindahan yang ditawarkan pantai ini.

Kegiatan

Ada banyak aktivitas menarik dapat Anda lakukan di sekitar pantai ini. Berpiknik di tepi pantai ini layak untuk dicoba karena akan membuat Anda betah berlama-lama. Menyaksikan keindahan laut dan deburan obak yang menghantam batu karang beralaskan tikar akan menjadi pengalaman yang istimewa. Terutama bagi Anda yang mendambakan ketenangan dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan. Untuk lebih menambah keistimewaan berpiknik di pinggir pantai, bawahlah makanan, minuman dan buku kesayangan Anda untuk menemani. Sebuah pemutar MP3 bisa juga menjadi pelengkap waktu santai Anda di tempat ini.

Beranjaklah dari tikar piknik Anda dan jemputlah kesegaran air pantainya dengan berenang. Pantai di kawasan ini landai sehingga memungkinkan Anda berenang di tepi pantainya. Hanya saja jangan berenang terlalu jauh dan tetap memerhatikan keselamatan. Hal menarik yang sudah dilakukan wisatawan yang pernah berkunjung ke pantai ini adalah berkeliling dengan menyewa perahu motor atau banana boat.

Aktivitas wisata yang juga tak kalah menarik dilakukan adalah tracking menuju ke puncak karang. Anak tangga yang dinaiki sedikit sempit dan berkelok namun pemandangan hijau pepohonan di sekitar anak tangga akan menjadikan pendakian Anda terasa ringan, mungkin inilah kekuatan dari sebuah keindahan. Mendekati akhir perjalanan, Anda akan sedikit menuruni anak tangga. Di sini terdapat tempat yang cukup lapang untuk menikmati pemandangan pantai dari atas karang. Dari atas karang ini, pemandangan spektakuler siap menyambut Anda. Keindahan birunya laut lepas tepat berada di hadapan. Sedikit ke arah kiri, Anda dapat melihat tebaran batu karang di tepi pantai yang dihantam ombak. Dari sini juga Anda bisa menyaksikan Gunung Anak Krakatau sembari menghirup udara pantai dan merasakan lebutnya sentuhan angin membelai kulit.

Akomodasi

Bagi Anda yang ingin bermalam untuk menikmati keindahan pantai ini lebih lama maka dapat menginap di hotel dan cottage yang tersedia di sekitar pantai. Harganya bervariasi dari yang murah sampai dengan yang mahal, jadi yang perlu Anda lakukan adalah memilih akomodasi yang sesuai dengan isi kantong.

Selain hotel dan cottage, tersedia pula penginapan berupa villa dengan tarif antara Rp400.000,- sampai Rp800.000,- per malam tanpa makan.

Di Tanjung Lesung dapat Anda temukan beragam akomodasi apabila Anda mencari alternatif lain.

Kuliner

Untuk urusan kuliner tidak perlu kawatir karena di Pantai Karang Bolong terdapat berbagai macam pilihan kulier. Beragam kuliner khas Banten bernuansa hidangan laut bisa dijumpai hampir di setiap rumah makan atau warung makan di sepanjang pantai ini.

Transportasi

Untuk Menuju Pantai Karang Bolong dapat ditempuh dengan jalur melalui rute: Jalan Tol Jakarta Merak – Cilegon Barat – Anyer – Karang Bolong.

Dari Jakarta, Karangbolong hanya berjarak 140 km atau 50 km dari Kota Serang. Karangbolong bisa ditempuh kendaraan pribadi atau angkutan umum.
Bagi yang mengendarai kendaraan pribadi, dari Jakarta dapat langsung keluar melalui Pintu Tol Cilegon Timur, lalu ke arah selatan menyusuri Jalan Raya Anyer. Lokasi Pantai Karang Bolong tepatnya di Jl. Raya Karang Bolong Km 35 Anyer Lor Serang – Banten.

Harga tiket masuk Rp5.000 per orang atau Rp250.000 per bus (60 penumpang). Anda yang membawa kendaraan pribadi dapat memarkir kendaraan di dalam areal kawasan ini.

Tips

• Anda sebaiknya tidak lupa untuk membawa pakaian renang dan baju ganti.

• Jangan berenang terlalu jauh, perhatikan wialyah dan marka peringatan yang tersedia

• Untuk terus menjaga kebersihan dan keberlangsungan wisata pantai ini, sangat diharapkan agar Anda tidak membuang sampah sembarangan.

Alam, Banten

Pantai Carita: Menikmati Liburan di Pantai Bersama Keluarga

Sekilas

Inilah salah satu pantai yang paling terkenal di Provinsi Banten. Pantai Carita memadukan hamparan pasir putih kecoklatan sepanjang 3 kilometer yang landai dengan tetumbuhan khas pantai. Pantai ini tepat untuk rekreasi keluarga dan lokasinya juga mudah diakses dari Jakarta tepatnya di tepi Jalan Raya Carita Labuan yang merupakan jalan utama penghubung ke berbagai tempat wisata di Banten.

Pantai ini sering dikunjungi wisatawan tidak hanya pada hari libur tetapi juga pada hari-hari biasa. Letaknya yang strategis dan mudah diakses berbagai kendaraan menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk datang berlibur ke pantai ini.

Panorama pantai ini memanjakan mata dan menenangkan hati. Paduan hamparan pasir putih kecoklatan ibarat taburan mutiara bersinar indah diterpa sinar Matahari. Rindanganya pepohonan di tepi pantai dan tiupan angin laut yang membelai rambut dan kulit akan menjadi pengalaman penuh kesan.

Banyak hal dapat Anda lakukan di pantai yang sudah dikelola selama 20 tahun ini. Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berlibur ke Bali maka pantai ini dapat menjadi pilihan menarik dan masuk daftar wisata berikutnya.

Wisata Alam Carita awalnya bermula dari kawasan hutan lindung di Pandeglang yang memiliki luas 95 hektar. Karena memiliki pantai yang indah dan landai sehingga cocok untuk menjadi kawasan wisata. Sejak 1978 kawasan ini ditetapkan menjadi taman wisata melalui SK Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Di Taman Wisata Alam Carita dapat ditemukan beragam fauna yang ada adalah: kera ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Tachypitechus auratus), biawak (Varanus salvator), ular sanca (Phyton sp), kelelawar, alap-alap (Falco moluccensis), elang (Spilornis cheela), tando (Petaurista elegans), babi hutan (Susvitatus), dan aneka jenis burung. Sementara itu, jenis flora yang umum ada adalah: mahoni (Swietenia macrophylla), jati (Tectona grandis), mahoni afrika (Swietenia khaya antoteca), dan bungur (Lagerstromia speciosa).

Kawasan Pantai Carita sudah dilengkapi berbagai fasilitas wisata. Mulai dari hotel, parkir, toko sovenir, restaurant, kamar mandi, informasi pariwisata, parkir, arena bermain anak-anak, tempat berjemur, kolam renang, jaringan internet, shelter, serta lifeguard profesional yang selalu siaga melindungi wisatawan. Tersedia pula penyewaan perlengkapan memancing dan menyelam di sini.

Kawasan Pantai Carita juga dilengkapi dua dermaga sebagai pelabuhan meski tidak terlalu besar tetapi dapat disandari kapal pesiar yang akan mengunjungi Pantai Tanjung Lesung, Ciputih dan Taman Nasional Ujung Kulon. Ke arah timur ada daerah perbukitan air terjun yang masih alami yaitu Curug Gendang.

Kegiatan

Anda dapat bermain jetsky, banana boat, diving, surfing, snorkeling atau sekedar berenang dan bermain pasir. Kondisi ombak Pantai Carita terbilang tidak terlalu besar sehingga memungkinkan untuk berenang, bermain pasir, bodyboard, volley pantai, berperahu, memancing, ataupun hanya duduk sambil melihat pesona burung pantai dan temaram tenggelamnya Matahari.

Apabila Anda ingin menikmati indahnya sore hari maka bisa berjalan-jalan sambil menunggu Matahari terbenam dengan lanskap Krakatau. Di pagi harinya Anda dapat berolah raga di tepi pantai ditemani sejuknya udara pagi.

Anda juga dapat mengunjungi kawasan taman laut yang dapat ditempuh dengan menggunakan perahu motor sekira dua jam. Di taman laut ini mata Anda akan dimanjakan berbagai jenis ikan hias dan tanaman laut yang memesona.

Anda juga bisa berkunjung ke taman laut untuk menyelam menikmati keindahan berbagai jenis ikan hias, terumbu karang dan tanaman laut. Tidak jauh dari pantai ini, Anda bisa mengunjungi Sungai Cikembang dan Sungai Cimeti. Kedua sungai ini tidak hanya memiliki air yang jernih tapi juga pemandangan indah yang terbentuk dari pepohonan di sekitarnya. Semua nampak berpadu serasi dengan suasana pantai yang indah.

Anda juga bisa melakukan kegiatan kelompok seperti tarik tambang, voli pantai dan juga sepak bola pantai. Pantai ini cocok untuk wisata keluarga, kantor atau kelompok besar lainnya.

Akomodasi

Telah lama berkembang sebagai salah satu tujuan wisata di Banten, Pantai Carita melengkapi kawasannya dengan beragam pilihan akomodasi yang tinggal Anda sesuaikan dengan kebutuhan saja.

Bagi Anda yang ingin menginap maka dapat menyewa home stay, wisma, hotel, cottage, kondominium, dan vila dengan berbagai tipe. Di kawasan tersebut juga tersedia camping ground yang luas dan aman, sehingga dapat digunakan apabila Anda ingin berkemah.

Berikut ini beberapa referensi penginapan yang dapat Anda pilih salah satunya.

Carita Beach Hotel

Alamat: Jln. Raya Pantai Carita Km.09 Labuan, Pandeglang, Banten

Telepon: +62-253-803836/ +62-253-803877

Email: info@caritabeach-hotel.com

Website: http://www.caritabeach-hotel.com

Lippo Carita Hotel

Alamat: Jl. Raya Carita Labuan.

Telp : (0253) 801919

Mutiara Carita Cottage

Alamat: Jl. Raya Carita KM. 7.

Telp : (0253) 801069

Resort Pantai Carita

Aalamat: Jl. Raya Carita Labuan.

Telp : (0253) 801127

Pondok Karisma

Alamat: Jl. Raya Panimbang.

Telp : (0253) 801650

Guna Sanghyang

Alamat: Jl. Raya Carita Labuan.

Telp : (0253) 801285

Ada banyak penginapan di Pantai Carita dan dengan mudah dapat Anda temukan di sini, di antaranya adalah : Carita Bay Resort, Krakatau Surf Carita Cottages, atau Hotel Anyer Carita yaitu cottage di pinggir pantai yang mengusung konsep alami.

Kuliner

Setelah Anda puas dengan permainan menantang dan mengasikkan maka pesanlah kelapa muda yang segar. Harga satu buah kelapa muda yang siap minum Rp. 6.000,-.

Pondok Makan ABG merupakan salah satu resto di antara tempat kuliner di kawasan wisata Pantai Carita. Di sini Anda bisa menikmati menu utamanya yaitu ayam kalasan.

Berikut ini daftar restoran yang dapat Anda sambangi di kawasan Pantai Carita.

Panineungan

Jl. A Yani.

Telp. (0253) 201325

Ibu Eni

Jl. Raya Labuan KM. 14.

Telp. (0253) 401163

Carita Krakatau Sea Food

Jl. Raya Carita.

Telp. (0253) 803027

Transportasi

Dengan menggunakan mobil atau bus melalui Jalan Tol Anyer kemudian susuri ruas Jalan Raya Carita Labuan hingga tiba di tujuan. Dari jalan utama di Jakarta dan Bogor Anda dapat menempuh salah satu dari rute berikut ini.

Jakarta – Serang – Cilegon – Anyer – lokasi (Jaraknya sekira 170 km)

Jakarta – Serang – Palima – Batukuwung – lokasi (Jaraknya sekira 160 km)

Jakarta – Serang – Pandeglang – Labuan – lokasi (Jaraknya sekira 160 km)

Bogor – Rangkas Bitung – Pandeglang – Labuan – Lokasi (Jaraknya sekira 150 km)

Tips

Akan lebih bijak apabila saat Anda akan berlibur ke Pnatai Carita bersama keluarga untuk pesanlah penginapan beberapa hari sebelumnya. Beberapa penginapan baik itu hotel maupun cottage