Category Archives: Jakarta

Budaya, Jakarta

Tradisi Mudik Hari Raya Idul Fitri: Tips Penting Menyertainya Bersama Peta Jalur Mudik

 

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam, menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momentum untuk melakukan tradisi pulang kampung atau yang lazim disebut mudik. Fenomena mudik yang terjadi di Indonesia merupakan hal unik dan tidak ditemukan di negara lain terutama jumlah masif pemudiknya dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelahnya.

Saat mudiklah maka berbondong-bondong perantau  yang bekerja di ibu kota pulang ke kampung halamannya. Berikutnya ibu kota akan terlihat lengang, tidak seperti biasanya yang dipadat dan ramai.

Kata mudik berasal dari kata udik yang artinya desa; dusun; kampung, dan pengertian lain yang maknanya adalah lawan dari kota. Mudik berarti pulang ke udik atau pulang ke kampung halaman bersamaan dengan datangnya hari Idul Fitri atau Lebaran.

Tradisi mudik merupakan kebiasaan yang masih belum tergantikan meski dengan adanya teknologi telekomunikasi seperti handphone untuk mengucapkan selamat hari Idul Fitri. Mudik merupakan kesempatan untuk bertemu sanak keluarga dan sekaligus merayakan Idul Fitri bersama-sama.

Ada beberapa alasan mengapa masyarakat Indonesia sulit meninggalkan tradisi mudik. Pertama, mudik merupakan jalan mencari berkah dengan bersilaturahmi kepada orang tua, kerabat, dan tetangga. Kedua, sebagai pengingat asal usul daerah bagi mereka yang merantau. Ketiga, tradisi mudik bagi perantau di ibu kota adalah saat untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya. Selain itu, juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang telah lama ditinggal untuk ikut merasakan keberhasilannya dalam merantau. Keempat, mudik adalah terapi psikologis memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata setelah setahun sibuk dalam rutinitas pekerjaan sehingga saat masuk kerja kembali memiliki semangat baru.

Awalnya mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa bahkan sejak sebelum masa Kerajaan Majapahit. Tradisi petani ini saat pulang ke desanya adalah membersihkan pekuburan makam leluhurnya. Tradisi tersebut bertujuan agar perantau diberi keselamatan dalam mencari rezeki dan keluarga yang ditinggalkan aman dan tenteram. Tradisi pulang ke kampung halaman setahun sekali ini terus bertahan apalagi dengan adanya Idul Fitri atau Lebaran. Itulah sebabnya, mengapa kebanyakan masyarakat Jawa yang mudik selalu menyempatkan diri berziarah dan membersihkan kuburan keluarga dan leluhurnya yang telah meninggal.

Tips

Kegiatan mudik identik dengan kemacetan dalam perjalanan. Saat itu orang-orang biasanya akan mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik seperti pencurian dan kecelakaan. Untuk itu, Indonesia Travel memberikan unutk Anda beberapa tips selama mudik.

  • Pastikan Anda meninggalkan rumah dengan aman, baik itu mengunci rumah dan tidak menyimpan kuncinya di tempat tersembunyi di depan rumah. Apabila memungkinkan titipkan kunci dan rumah kepada tetangga atau satpam dengan menyertakan nomor telepon Anda.
  • Sudah banyak orang menitipkan barang-barang berharga mereka ke Penggadaian dan menebusnya setelah kembali pulang. Tindakan ini bisa jadi sangat tepat.
  • Akan lebih baik Anda tidak pergi mudik sendirian, selain faktor keamanan, juga penting untuk mendapatkan rekan seperjalanan yang dapat saling menjaga.
  • Sangat penting untuk Anda menyiapkan fisik dengan minum multivitamin. Kondisi tubuh pengemudi yang kelelahan dan kelalaian menjadi rata-rata penyebab kecelakaan di jalan raya. Bawalah juga obat luka luar atau obat gosok untuk mengilangkan rasa pegal selama perjalanan.
  • Hindari mengenakan perhiasan berlebihan yang menarik perhatian. Bawalah uang tunai secukupnya dan simpan terpecah di beberapa tempat. Tidak perlu membawa uang tunai berlebih karena ATM banyak dijumpai di daerah.
  • Apabila Anda pergi dengan moda umum maka pesanlah tiket jauh hari sebelumnya. Selain untuk menghindari antrean karcis juga berjaga-jaga dari kehabisan tiket. Mengapa tidak memanfaatkan pemesanan tiket online. Perhatikan juga kemungkinan perubahan jadwalnya.
  • Apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi maka pastikan bahwa kendaraan tersebut telah di-service Lakukan pengecekan sebelum berangkat terutama pada rem, tekanan ban dan kondisi ban, accu, karburator, busi, serta lampu kendaraan. Jangan lupa membawa perlengkapan bengkel sederhana, kartu identitas, serta peta jalur mudik (Jawa dan Sumatera). Pelajari rute perjalanan dan rute alternatif jika perlu.
  • Apabila Anda menjadi bagian sebuah komunitas tertentu maka tempelkan stiker penanda di belakang kendaraan. Bisa jadi di perjalanan Anda berkenalan dengan teman baru?
  • Anda yang mudik dengan kendaraan bermotor maka wajib menggunakan helm, sepatu, jaket, dan sarung tangan. Lebih aman membawa barang secukupnya saja dan tidak melebihi kapasitas. Sangat tidak disarankan membawa koper. Saat perjalanan lebih aman untuk pergi bergerombol menyatu dalam kelompok sekitar 3-10 motor. Apabila Anda lelah maka jangan paksakan diri, beristirahatlah di dekat pos polisi. Tentukan istirahat secara berkala dalam rentang maksimal 2 jam sekali. Jangan konsumsi obat yang menyebabkan kantuk.
  • Pastikan motor Anda telah masuk bengkel sebelum berangkat agar mesin dan lainnya prima. Jangan lupa membawa surat kendaraan, jas hujan, dan perkakas darurat. Siapkan juga nomor-nomor penting di handphone Anda terkait panggilan darurat, seperti kerabat, kantor polisi, hingga rumah sakit di rute yang dilintasi.
  • Pilih waktu yang tepat untuk berkendara motor, misalnya subuh. Perjalanan di pagi hari lebih baik daripada malam hari yang biasanya diserang rasa kantuk.
  • Pastikan Anda memilih hari arus balik bukan pada saat puncak arus balik. Aturlah juga waktu saat tiba di rumah bukan tengah malam. Usahakan pagi atau siang hari. Jadwalkan juga hari kembali dari mudik bukan sehari sebelum masuk kerja tetapi minimal dua hari sebelum masuk kerja kembali.
  • Bawa oleh-oleh semampu Anda untuk tetangga atau satpam yang telah membantu menjaga rumah. Mengapa tidak mengundang mereka untuk menikmati oleh-oleh khas kudapan atau makanan khas dari tujuan mudik.
  • travel menyediakan ragam informasi menarik tentang destinasi dan atraksi wisata yang layang dikunjungi. Temukan di dalamnya panduan bagi Anda untuk berkeliling, mencicipi kuliner, transportasi, serta tips terkait.

Kuliner

Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) merupakan salah satu jalur mudik yang ramai dilalui. Nah, untuk menemani perjalanan Anda maka berikut ini referensi daftar tampat makan sepanjang Pantura.

Serang-Banten


  1. Bandulu Indah Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 20

  1. Bulan Biru Restoran

Serang

  1. Cafe De Paris Restoran

Jl. Anyer Cigading, Serang

Telp           : 0254-9201849

Total Chair         : 34

  1. California Fried Chicken Restoran

Serang

Total Chair         : 40

  1. Dana Raya Merak Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 20

  1. Dynasti Restoran

Jl. Raya Cilegon, Serang

Telp           : 0254-991894

Total Chair         : 141

  1. Harum Cilegon Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 141

  1. Kedalingan Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 20

  1. Kembang Sari Cibaru Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 30

  • Kentucky Fried Chicken Restoran

Serang

Total Chair         : 20

  • Mamayu Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 50

  • Medi Baso Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 40

  • Mekar Raya Merak Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 40

  • New Saiki Resto

Jl. Raya Cilegon, Serang

Telp           : 0254-92941

Total Chair         : 160

  • Pondok Ciparay Rumah Makan

Serang

  • Redbum Restoran

Jl. Anyer Cigading, Serang

Telp           : 0254-601135

Total Chair         : 40

  • Roda Group Restoran

Serang

Total Chair         : 20

  • Sampurna A. Yani Rumah Makan

Serang

Total Chair         : 30

  • Sate Cilegon I & II Rumah Makan

Serang

  • Sederhana Yumaga Rumah Makan

Total Chair         : 30

  • Simpang Raya I & II Restoran

Serang

Total Chair         : 60

  • Suka Menanti Rumah Makan

Serang

  • Sundae Restoran

Jl. Raya Cilegon

Telp           : 0254-91949

Total Chair         : 40

  • Texas Fried Chicken Restoran

Serang

  • Tokyo Restoran

Serang

  • Top Ten Restoran

Jl. Raya Cilegon, Serang

Total Chair         : 80

  • Tunggal Cirebon Rumah Makan

Serang

  • Yosinomi Japanese Restoran

Jl. Anyer Cigading, Serang

Telp           : 0254-92875

Total Chair         : 60

Tangerang


  1. Aneka Baru Restoran

Jl. Atang Sanjaya Banda, Tangerang

  1. Aroma Rumah Makan

Kodya Tangerang

  1. Ayam Goreng Ibu Kokom Rumah Makan

Jl. KH. Hasyim Ashari

Cipandah, Tangerang

  1. Ayam Kalasan Rumah Makan

Jl. Husein Sastranegara No. 182

Benda, Tangerang

  1. Bunga Kapas Restoran

Kodya Tangerang

  1. Kelapa Kuning Restoran

Jl. Kanjeng Dalem N0. 4, Tangerang

  1. Lautan Kencana Restoran

Kodya Tangerang

  1. Lembur Kuring Rumah Makan

Jl. Tol Sudirman, Tangerang

  1. Model & Singing Hall Restoran

Kodya Tangerang

  • Pizza Hut

Jl. Daan Mogot, Tangerang

  • Pondok Laut Restoran

Jl. Bahrudin, Tangerang

  • Pondok Selera I Restoran

Jl. Bahrudin, Tangerang

  • Pondok Selera II Restoran

Jl. Gatot Subroto Km. 3

No. 66, Tangerang

  • Putri Sunda Cipondoh Retsoran

Jl. Hasyim Ashari No. 23, Tangerang

  • Remaja Kuring Restoran

Jl. Gatot Subroto, Tangerang

  • Sederhana Rumah Makan

Jl. Kisamaun, Tangerang

  • Selera Kuring Pujalidane Restoran

Jl. Perintis Kemerdekaan, Tangerang

  • Sinar Jaya Rumah Makan

Jl. Kisamun No. 1, Tangerang

  • Tajak Restoran

Kodya Tangerang

  • Terminal 2001 Restoran & Bar

Jl. Daan Mogot, Tangerang

Kabupaten Tangerang


  1. 3-M Rumah Makan

Jl. Raya Pantai Dadap, Kosambi

Kab. Tangerang

  1. Dadap Indah Rumah Makan

Jl. Raya Pantai Dadap, Kosambi

Kab. Tangerang

  1. Damai Indah Golf Restoran

Jl. Desa Lengkong Wetan, Serpong

Kab. Tangerang

  1. Delly Joy
    Pertokoan Mitra Perum II

Kab. Tangerang

  1. Grand Sentul Rumah Makan

Desa Sentul, Kab. Tangerang

  1. Paman Billy Restoran

Pamulang Plaza. Kab. Tangerang

  1. Pondok Jagung Rumah Makan

Kp. Pripang, Kab. Tangerang

  1. Sanur Indah Rumah Makan

Jl. Raya Pantai Dadap, Kosambi

Kab. Tangerang

  1. Sari Kuning Rumah Makan

Ruko Blok C1/Iv BSD, Kab. Tangerang

  • Sate Kambing Muda Pondok

Jl. Raya Pondok Ranji No. 11

Kab. Tangerang

  • Serba Nikmat Rumah Makan

Jl. Ir. Pantai Dedap, Kosambi

Kab. Tangerang

  • Situ Gintung Rumah Makan

Jl. Ir. H. Juanda Gintung Ciputat

Kab. Tangerang

  • Sumur Bandung Rumah Makan

Jl. Raya Serang-Sumur Bandung

Kab. Tangerang

  • Takara Golf Restoran

Tiga Raksa, Kab. Tangerang

  • Wendy’s Hamburger Restoran

Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-3

Kab. Tangerang

  • Yatsuka Restoran

Cikupa, Kab. Tangerang

Kawarang

  1. Dukuh Rumah Makan

Jl. Ir. H. Juanda Karawang

Telp : (0267) 402013

Total Chair : 64

  1. Grand Omega Rumah Makan

Jl. Jend. A. Yani, Karawang

Telp : (0267) 403212

  1. Ikan Mas Rest

Jl. Suroto Kunto, Warung Bambu, Karawang

Telp : (0267) 401447

Total Chair : 32

  1. Mutiara Rest

Jl. Tuparev No. 28

Telp : (0267) 202447

Total Chair : 40

Lamongan


  1. Kita II Restoran

Jl. Plaosan Babat (Sebelah Selatan Terminal Bus)

Lamongan

Total Chair         : 50

  1. Koliotik Restoran

Jl. LEtjen Suprapto No. 29, Lamongan

Total Chair         : 39

  1. Mira Restoran

Jl. Simpang Tiga Babat No. 100 Lamongan

Telp           : +62 322 41296

Total Chair         : 44

  1. Raharjo Restoran

Jl. Raya Kobalan Pelangn, Lamongan

Telp           : +62 322 41280

Total Chair         : 60


 

Tuban

  1. Anang III Restoran

Jl. Dr. Ponodan, Plumpang, Tuban

Total Chair         : 200

  1. Laut Indah Restoran

Jl. Raya Semarang Km. 6/6 Tuban

Telp           : +62 356 22049

Total Chair         : 100

  1. Mina Restoran

Jl. Raya Pakah Tuban

Total Chair         : 80

  1. Pangestune Restoran
  2. Raya Semarang No. 2, Tuban

Telp           : +62 356 21454

Total Chair         : 90

  1. Pondok Asih Restoran

Jl. Raya Pakah Tuban

Total Chair         : 100

  1. Taman Sari Restoran

Jl. Raya Semarang Km. 3/4 Tuban

Telp           : +62 356 21209

Total Chair         : 200

 

Cirebon

  1. Nasi Jamblang Mang Dul

Jl. Dr Cipto Mangunkusumo 4 Gunung Sari

  1. Nasi Lengko H Barno

Jl. Pagongan 15B

Telp (0231) 210064

  1. Empal Gentong mang Darma

Jl. Slamet Riyadi krucuk samping BTN

Telp (0231) 245069

  1. Manisan Sinta

Jl. Lemahwungkuk no 37

  1. Emping

Jl. Raya Gunung Jati menuju arah Indramayu

  1. Mangga Gedong

Jl. Kebon Cai

  1. RM H. Mul seafood

Jl. Dr Cipto Mangunkusumo – Kalibaru

  1. Mie Koclok “Pak Kurdi”

Jl. Penggiringan no 2

  1. Pusat Oleh-Oleh Sumber Jaya

Jl. Siliwangi no 229-231

depan pasar pagi

Brebes

  1. Telur asin Setuju Jaya

Jl Pemuda 231

  1. Sate Suharjo

Jl Ahmad Yani no 31

Telp (0238) 671797

  1. Sate kambing H Moel

Jl Raya Kaligangsa Wetan

Telp (0283) 671763

Tegal

  1. Kupat bongkok

Jl. Slamet Riyadi

  1. Kupat Glabed

Mal Pacific – Tegal

  1. Warung makan Pian (nasi lengko)

Jl. Kol Sugiarto 25

  1. Tahu Murni dan RM nata jaya

Jl. Raya Dampyak 19-21

Telp (0283) 35188

  1. Pia Argasari

Jl Gurami 15

  1. Sate Pak Kumis

Jl Dr Cipto Mangunkusumo 282

Telp (0283) 310303

Pemalang

  1. Soto Grombyang

Pasar Anyar, dekat stasiun KA pemalang

  1. Sate Loso pak Mulu

Jl. Urip Sumoharjo 124

  1. Resto Pring Sewu (gurame)

Jl. Raya Tegal Pemalang km 7

Telp (0283)

 

Pekalongan

  1. Garang asem dan nasi Megono H Masduki

Jl. Alun alun 78

  1. Soto Tauto ibu Bawon atau Soto PPIP

Jl. Dr Wahidin gg 12A

  1. Nasi Uwet H Zarkazi

Jl. Sulawesi 1C

  1. Sop Buntut bu Leman

Jl. Dr Wahidin no 91

Telp (0285) 433606

  1. RM Kartika Sari

Jl Raya Tegal sari no 38/39

Telp (0285) 391385

  1. Warung Pecel Barokah

Jl. Raya 4 Wiradesa

Telp (0285) 420025

  1. Rumah Makan Bu Nani menyediakan aneka seafood

 

Comal

  • RM Prima

Jl. Ahmad Yani 31-33A

Kendal

  1. Sup Buntut Tina

Jl. Raya barat kendal

Telp (0294) 381304

  1. RM Salsabil II

Jl. Raya Brangsong

Telp (0294) 5790999

Jepara

  • RM Pondok Rasa

Jl. Pahlawan 2

Kudus

  1. RM Sari Rasa

Jl. AKBP Agil Kusumadya 20

Telp (0291) 442218

  1. Lontong Sayur Tuyuhan

Desa Tuyuhan, Lasem

  1. Satai Serepeh

Pusat kota Rembang

  1. Soto Kerbau Karso-Karsi

Jl.  AKBP Agil Kusumadya

  1. Jenang Kudus

Jl.  Sunan Muria

Jl.  RM Sosrokartono

Jl.  Dr Ramelan

Jl.  Masjid, Kudus Wetan

  1. Pindang Kudus Mapan

Jl. Tanjung, kudus

  1. Satai Kerbau Semsaka gang empat

Jl. Nuri, Kudus

  1. Opor Sunggingan

Jl. Nitisemito kios 10-12

Rembang

  • Sirop Kawista cap Dewa

Jl. Utama – Rembang

Pati

  • Nasi Gandul HA Warsimin

Jl. Kiai Pupus

Telp (0295) 382639

Tuban

  1. Sate & Becek Menthok

Jl. Majapahit, belakang RS Median Mulia

 

  1. Mbak Yatmi

Depan Mesjid Raya

  1. RM Pangestune

Jl. Semarang No.1

 

Lamongan

  • Depot Asih Jaya (soto ayam Gagrak Lamongan)

Jl. Panglima Sudirman 75

Telp (0322) 315853

 

Gresik

  1. Nasi Krawu Mbak Su

Jl. HOS Cokroaminoto, Gg 1 no 32

  1. Warung kopi pak Abdul Rochim

Jl. KH Wahid Hasyim III/2

  1. RM Bandeng Pak Elan

Jl. Veteran 69

Telp (031)

Jakarta, Modern

Pasar Rawa Belong: Pasar Bunga, Budaya Betawi dan Kisah Si Pitung

 

Pasar Rawa Belong merupakan pusat penjualan beragam bunga dan tanaman yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pasar Rawa Belong adalah salah satu pasar bunga terbesar di Asia Tenggara dengan omset berkisar lebih dari 15-20 milyar per bulannya. Pasar ini juga sering dikaitkan dengan keberadaan Si Pitung yaitu pahlawan Betawi yang menjadi legenda karena melawan penguasa Hindia Belanda dan membela rakyat kecil dari tuan tanah yang menindas rakyat kecil.

 

Si Pitung identik sebagai tokoh Betawi yang membumi, Muslim yang shaleh, dan menjadi contoh keadilan sosial. Kisahnya juga kadang dituturkan menjadi rancak, sair, dan lenong.

Pasar Bunga Rawabelong kini terus dikembangkan menjadi obyek wisata sekaligus sentra penjualan bunga potong dan tanaman hias.  Pasar Bunga Rawabelong terletak di lingkungan permukiman padat dan jalanlan yang relatif sempit. Di Pasar Rawa Belong ada sekitar 125 pedagang tetap dan 175 pedagang musiman. Hari sibuk pasar ini adalah Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Di Pasar Rawa Belong dapat Anda temukan bermacam-macam jenis bunga dan tanaman lokal dan luar negeri. Temukan di sini tanaman Orchid, Rose, Jasmine, Tulip, Lily, Aglonema, dan lain sebagainya. Tentunya tempat ini menyuguhkan suasana segar, rimbun, dan keindahan warna warni bunga dan tanaman.

Anda dapat berjalan-jalan di sekitar sambil mencari bunga dan tanaman. Uniknya di pasar ini ada 2 bagian waktu yang tepat untuk dikunjungi yaitu, pertama pukul  02.00 WIB sampai 06.00 WIB untuk melihat bunga segar asal Sukabumi dan Bandung. Kedua pukul 14.00 WIB sampai 21.00 WIB, Anda dapat melihat bunga segar dari Sumatera.

Kawasan Rawa Belong sendiri sebelumnya dikenal sebagai panghasil bunga anggrek. Hal itu karena wilayah Rawa Belong dekat dengan Kali Pesanggrahan sehingga cocok untuk kegiatan bertani dan berkebun. Petani sekitar kemudian menjual bunga hasil panenannya di pinggiran Jalan Palmerah. Akan tetapi, sekarang hanya sedikit produsen bunga anggrek maupun tanaman hias lainnya yang masih bertahan, kebanyakan suplai bunga dipenuhi dari Lembang (Bandung), Cipanas hingga Malang.

Pasar Rawa Belong juga merupakan kawasan permukiman yang didominasi oleh etnis Betawi. Di sinilah Anda dapat menemukan pernikahan ala Betawi maupun riasan pengantin ala Betawi. Temukan juga di kawasan ini sanggar kesenian betawi, salah satunya Sanggar Si Pitung yang mengembangkan seni bela diri khas Betawi.

Di Rawa Belong Silat Cingkrig (Maenpukulan Cingkrig Gerak Cipta) lahir dan berkembang. Di Rawa Belonglah pula Anda bisa mengenal tempat-tempat bersejarah hingga asal muasal batik betawi.

Pasar Bunga Rawa Belong

Pusat Promosi dan Pemasaran Hasil Pertanian dan Hasil Hutan

Jalan Sulaeman No. 50 Jakarta Barat

Telp. 6221-5303406

 

 

Si Pitung Jago Betawi

Kisah Si Pitung melegenda bagi masyarakat Betawi yang dianggap pahlawan bagi rakyat tertindas. Si Pitung hidup di abad ke-19 dan dikenal karena keberaniannya melawan Penguasa Hindia Belanda dan tuan tanah yang menindas rakyat kecil.

Nama asli Si Pitung adalah Salihoen. Si Pitung sendiri adalah bentuk panggilan yang berasal dari Bahasa Jawa yaitu pituan pitulung. Nama panggilan ini kemudian menjadi Pitung.

Salihoen lahir di Pengumben (saat ini sekitar lokasi Stasiun Kereta Api Palmerah) yaitu sebuah kampung di Rawabelong. Ayah Salihoen bernama Bung Piung dari Cirebon dan ibunya bernama Pinah dari Betawi. Salihoen sejak kecil belajar mengaji dan silat kepada Haji Naipin.

Si Pitung melindungi rakyat dari pendekar bayaran tuan tanah. Ia juga ternyata merampok harta kekayaan tuan tanah kemudian membagikannya kepada rakyat kecil. Si Pitung akhirnya menjadi  seorang buron yang diburu Schout van Hinne yaitu seorang kepala polisi. Hadiah untuk penangkapan Si Pitung saat itu sebesar 400 Gulden. Akan tetapi, Si Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap. Selain itu disebut juga Si Pitung mempunyai ilmu kebal senjata sehingga sulit mengalahkannya.

Kompeni Belanda akhirnya berhasil menyandera Haji Naipin yaitu guru Si Pitung dan memaksanya memberitahukan kelemahan si Pitung. Belanda kemudian menyergap Si Pitung hingga akhirnya si Pitung tewas karena sudah diketahui kelemahannya.

 

Masjid Si Pitung

Masukan tujuan wisata Anda di Rawabelong dengan mengunjungi Masjid Al-Alam atau lebih dikenal sebagai Masjid Si Pitung. Pitung kecil disebut banyak menghabiskan waktu bermainnya di masjid ini sekaligus belajar agama dan silat.

 

Masjid yang ini diperkirakan dibangun pada tahun 1600-an. Meski telah berusia 400 tahun namun cukup terawat dengan baik. Keunikan masjid ini adalah berplafon setinggi 2 meter dari lantai dalam. Mihrab berukuran kecil di sebelah kanan mimbar. Atapnya yang berbentuk joglo ditopang oleh 4 pilar bulat “kuntet,” seperti kaki bidak catur. Arsitekturnya mirip Masjid Demak tetapi dengan ukuran kesil sekitar 10×10 m². Sejak tahun 1975 Masjid Si Pitung atau Masjid Al-Alam dimasukan sebagai cagar budaya oleh Pemda DKI.

Masjid Si Pitung terletak persis di tepi Pantai Marunda Pulau, Kelurahan Cilincing. Untuk mengunjungi masjid ini dari Tanjung Priok, gunakanlah angkutan umum yang menuju ke Pasar Cilincing kemudian berganti angkutan yang menuju ke arah Marunda. Anda juga dapat menggunakan angkot jurusan Bulak Turi yang melintas ke jalan masuk wilayah perkampungan Marunda.

 

Kuliner

Selain pasar bunga yang telah terkenal sampai ke luar negeri, kawasan Rawabelong juga memiliki daya tarik wisata kuliner. Di kawasan ini mudah Anda temui penjual makanan khas betawi, seperti nasi uduk, sayur asem, dodol, bir pletok, dan bubur ayam.

Salah satu yang dapat Anda sambangi adalah Warung Nasi Uduk Bang Muri. Kapanpun perut Anda lapar maka Warung Nasi Uduk Bang Muri siap mengeyangkan lapar Anda. Warung makanan asli Betawi ini buka 24 jam. Kenikmatan rasanya jangan ditanya karena lidah Anda akan digumuli nasi uduk yang gurih dan daging empal yang empuk.

Warung Nasi Uduk Bang Muri menyajikan menu makanan khas Betawi, seperti nasi uduk dan lontong sayur lengkap bersama lauk-pauknya. Makanan di sini menggunakan bumbu masak alami khas Betawi dan resep turun-temurun.

Datanglah ke warung ini kapan pun di Jalan Rawabelong, Jakarta Barat. Tempat nya sekitar 100 meter dari pertigaan Jalan Palmerah Barat dan Jalan Rawabelong. Warung ini  berada di seberang kios-kios pedagang bunga.

Anda jangan berharap ruang mewah tentunya di sini tetapi nikmati saja kesahajaan pemiliknya. Hanya ada ruangan berukuran 5 m x 4 m untuk Anda duduk dan mencicipi makanannya.

Warung ini biasanya dijadikan tempat sarapan warga sekitarnya dan siangnya menjadi singgahan karyawan kantor sekitar Rawabelong dan Palmerah. Malam hari warung ini pun tetap dipadati pengunjung karena menjadi salah satu tempat makan karyawan yang bekerja lembur.

Warung Nasi Uduk Bang Muri dikelola Ibu Mutia yang merupakan anak ketiga Bang Muri. Bang Muri sendiri sudah berjualan nasi uduk dan lontong sayur sejak awal tahun 1980-an di pertigaan Rawabelong atau persimpangan antara Jalan Palmerah Barat dan Jalan Rawabelong. Saat itu Bang Muri menjual nasi uduk dengan menggunakan gerobaknya dan hanya buka pada pukul 16.00 hingga pukul 22.00. Baru sejak awal tahun 1990-an Bang Muri akhirnya menyewa sebuah kios untuk dijadikan warung makan. Sebelumnya Bang Muri adalah seorang berdagang tanaman hias di Rawabelong. Mutia kemudian meneruskan usaha ayahnya tersebut dengan tetap menjaga resep nasi uduk dan makanan khas Betawi.

 

 

Budaya, Jakarta

Ondel-Ondel: Keindahan Manekin Raksasa Khas Betawi

Inilah salah satu atraksi budaya Betawi yang dapat Anda lihat di Jakarta. Ya, Ondel-Ondel merupakan pertunjukan khas masyarakat Betawi yang sering tampil dalam berbagai perayaan seperti pesta panen, penyambutan tamu, serta berbagai perayaan resmi lainnya. Arak-arakan Ondel-ondel telah melengkapi penghias wajah ibu kota Jakarta.

Ondel-ondel adalah manekin raksasa yang tingginya bisa mencapai sekitar 2,5 meter dengan lebarnya sekitar 3 kaki. Ondel-ondel ini mengenakan pakaian berwarna-warni dan riasan wajah tebal, juga bergam ornamen di kepalanya. Berperan sebagai subjek pengendali ondel-ondel adalah seorang pria yang berjalan dan menari bersama musik khas Betawi.

Ondel-ondel dibuat secara tradisional dari bilah-bilah bambu dan diberi pakaian dengan perhiasan layaknya pengantin. Hampir semua bahan pembuatannya alami berasal dari sekitaran kampung di Betawi. Termasuk juga pewarnanya merah, kuning, dan warna-warna cerah lainnya dibuat dengan bahan alami. Bagian wajah ondel-ondel berupa topeng atau kedok dengan rambut dibuat dari ijuk. Salah satu tempat untuk Anda melihat pembuatan ondel-ondel khas Betawi adalah di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat.

 

Ondel-ondel ditampilkan berpasangan laki-laki dan perempuan yang diibaratkan seperti suami istri. Ondel-ondel laki-laki wajahnya dicat merah, diberi kumis melintang, jenggot, alis tebal, cambang, dan kadang dibuatkan caling. Sementara itu, ondel-ondel perempuan wajahnya dicat putih atau kuning. Diberi rias gincu, bulu mata lentik, dan alis lancip. Kadang-kadang dibuatkan tai lalat. Kadang juga tampil ondel-ondel anak-anak. Ondel-ondel tersebut memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya. Oleh karena itu, Ondel-ondel dapat dikatakan sebagai dayang desa.

Bahan pakaian ondel-ondel masing-masing 10 meter. Pakaian ondel-ondel laki-laki berwarna gelap dengan jenisnya pakaian pangsi. Untuk perempuan dipilihkan warna cerah motif polos atau kembang-kembang dengan jenisnya baju kurung.

Nyok kite nonton ondelondel, nyok kite ngarak ondelondel. Ondelondel ade anaknye anaknye nandak gel igelan”. Itulah sepenggal lirik lagu “ Ondel-Ondel” yang terkenal dan sangat identik dengan keberadaan masyarakatnya Betawi.

Budaya manekin dengan iringan musik seperti ondel-ondel ini mendapat pengaruh Hindu sebagai lambang dewa-dewa penyelamat. Awalnya permainan ini digunakan untuk pemujaan arwah nenek moyang atau tokoh yang dihormati. Namun, saat ini ondel-ondel lebih berfungsi media hiburan, seperti pada pesta panen, penyambutan tamu, atau pesta khitanan. Manekin raksasa ini juga pernah dikenal di Jawa Barat dengan sebutan badawang, di Jawa Tengah disebut barongan buncis, dan di Bali lebih dikenal dengan nama barong landung.

Ondel-ondel Betawi dibuat dengan tujuan untuk mengusir roh jahat dan penyakit. Ondel-ondel pun awalnya kental dengan sisi magis dimana penari ondel-ondel harus memberikan sesajen berupa rokok, kopi, air kelapa, atau pun telur ayam kampung sebagai sesaji kepada leluhur sebelum memulai arak-arakan. Cara memberi minuman tai sesajen kepada ondel-ondel adalah dengan menaruhkannya dalam kerangka tubuh ondel-ondel. Apabila sesajen ini tidak dipenuhi maka ondel-ondel pun diyakini tidak akan maksimal beraksi. Akan tetapi, saat ini masyarakat Betawi lebih memanfaatkan ondel-ondel sebagai perangkat budaya untuk menyemarakan pesta atau untuk acara peresmian khusus. Setidaknya beragam kegiatan itu telah berjasa mempertahankan tradisi unik ini di tengah deru modernitas kota metropolitan.

Ondel-ondel tidak akan berjalan tanpa iringan musik khas Betawi yaitu musik tehyan. Jenis musik tradisional ini mendapatkan pengaruh dari pengaruh China. Kadang-kadang, sekelompok orang bermain tanjidor, yaitu alat musik yang berasal dari istilah Portugis untuk sekelompok orang yang bermain musik, tangedores. Ada juga ondel-ondel yang menggunakan musik gendang pencak Betawi, musik ningnong, gambang kromong, dan rebana ketimprung.

Musik khas Betawi akan menyertai ondel-ondel ketika mereka tampil dalam sebuah parade. Setiap kelompok dari berbagai kampung di Betawi akan memainkan jenis musik yang berbeda, tergantung pengaruh yang diresapinya. Oleh karena itu, ondel-ondel bisa sangat beragam jenisnya. Beberapa hadir dengan tehyan, beberapa dengan gambang kromong, sementara yang lainnya tampil dengan warna tanjidor.

Saat ini ada beberapa kelompok ondel-ondel yang aktif melestarikan budaya yang cantik ini, yaitu ondel-ondel pimpinan Gejen (Kampung Setu), ondel-ondel Beringin Sakti pimpinan Yasin (Rawasari). Adapula ondel-ondel pimpinan Lamoh (Kalideres) yang diiringi bende, ningnong dan rebana ketimpring.

Anda juga dapat melihat ondel-ondel dengan mengunjungi Dunia Fantasi. Di sana memamerkan beberapa pasang ondel-ondel dimana biasanya bersama badut yang menghibur pengunjung. Dalam pementasannya ondel-ondel tersebut diiringi alat musik berupa kendang, kenong dan terompet.

Musik Betawi lahir dari beragam budaya sesuai lokasinya yang dekat dengan pelabuhan. Pengaruh China memengaruhi suara dan jenis musiknya. Pengaruh Portugis memainkan peran dalam memberikan ansambel merdu. Pengaruh budaya Islam dari Timur Tengah juga terlihat dalam irama dalam setiap elemen pertunjukan. Semua itu berpadu bersama budaya lokal dan menjadikan musik tradisional Betawi begitu khas melantunkan intrumen yang harmonis.

Betawi sendiri merupakan nama dari sebuah kota sekaligus nama kelompok etnis. Sebelum VOC datang, kelompok etnis Betawi lahir dari perkawinan multikultural seperti Jawa, Sunda, Arab, Cina, Bali, Bugis, Makassar, Melayu, dan Ambon.

Kata betawi berasal dari nama betavia atau batavia, yaitu sebuah nama lama untuk Jakarta. Istilah batavia berasal dari bahasa Belanda dan Jerman, yaitu Batavieren, adalah salh satu suku nenek moyang orang Belanda yang bermigrasi ke Belanda (Rijndelta) dari bagian barat Jerman. Suku ini tinggal di kota tembok kuno di tepi Sungai Maas.

Semua gubernur VOC di Nusantara menggunakan nama Batavia untuk kota pelabuhan ini, termasuk juga pendirinya yaitu Jan Pietersz Coen. Ia sebenarnya ingin memberi nama kota pelabuhan ini sebagai Nieuw Hoorn dengan alasan karena ia lahir di Hoorn, Belanda utara. Akan tetapi, karena harus mematuhi perintah pusat dari Kerajaan Belanda maka ia menamainya Batavia.

Kota Batavia sendiri saat itu bersifat tertutup. Tidak ada penduduk setempat yang diizinkan tinggal di dalam kota karena dibatasi oleh benteng. Akan tetapi, beberapa kelompok etnis seperti Coromandel  (tentara bayaran Jepang), orang Banda dan Banten (orang Sunda sebagai penduduk lokal Sunda Kelapa) pernah tinggal di dalam kota tersebut.

Jakarta, Modern

Masjid Istiqlal: Masjid Terbesar di Asia Tenggara

 

Sekilas

Saat Anda mengunjungi kota Jakarta sempatkan waktu untuk datang ke Masjid Istiqlal yang berada di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, tepatnya di timur lapangan Monas (Monumen Nasional). Masjid  ini merupakan salah satu dari 10 masjid terbesar di dunia yang menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta dan Indonesia.

Masjid Istiqlal telah menarik minat tokoh besar dunia untuk melihatnya secara langsung. Di antara mereka adalah Pangeran Charles, Presiden Libya Muammar Khadafi, hingga Presiden Amerika Barrack Hussein Obama dan istrinya Michelle pernah datang ke masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Masjid Istiqlal dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, hal ini seperti juga arti nama yang disandangnya yaitu istiqlal yang berarti kemerdekaan. Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan oleh presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno pada 24 Agustus 1961. Proyek pembangunannya tidak berjalan secara mulus karena situasi politik negara saat itu. Tujuh belas tahun kemudian masjid megah ini selesai dan diresmikan pada 22 Februari 1978. Saat itu biaya pembangunan Masjid ini sebesar Rp7.000.000.000,00 (Tujuh Milyar Rupiah) dan USD 12.000.000 (Dua Belas Juta Dollar Amerika Serikat) dengan menggunakan dana APBN.

Setiap hari besar Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad, Masjid ini menjadi sorotan nasional melalui siaran langsung di televisi. Setiap hari besar agama Islam berlangsung maka presiden dan para pejabatnya, juga duta besar asing akan hadir untuk beribadah dan mendengarkan ceramah di masjid ini.

Masjid Istiqlal telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Jakarta. Masjid ini bukan saja dikunjungi wisatawan domestik tetapi juga wisatawan mancanegara. Lokasinya di tengah-tengah kota membuatnya ideal untuk tempat transit sebelum Anda melanjutkan berwisata ke segala arah di seputaran kota Jakarta.

Masjid yang diarsiteki Frederich Silaban ini memiliki arsitektur khas bergaya Islam modern dari lantai, dinding, hingga kubahnya. Kesan yang akan Anda peroleh saat memandangnya adalah konstruksi kokoh bangunan masjid yang mendominasi batuan marmer dan besi anti karat.

Masjid Istiqlal mempunyai luas bangunan 2,5 hektar dan menempati area seluas 9,5 hektar. Luas areal parkirnya 3,35 hektar dan mempu menampung sekitar 800 kendaraan. Sementara luas halamannya 6.85 hektar. Daya tampung masjid Istiqlal secara keseluruhan adalah 200.000 jamaah.

Gedung induk dan balkon masjid ini bertingkat 5 dan mampu menampung sekitar 61.000 jamaah. 5 lantai melambangkan shalat lima waktu dalam Islam. Atap kubahnya ditunjang oleh 12 pilar yang melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saww yaitu 12 Rabiul Awal. Lambang Bulan Bintang terbuat dari stainless steel menjulang di puncak Kubah dengan tinggi tiang 17 m bergaris tengah 3 meter dengan berat seluruhnya 2,5 ton.

Bagian Gedung Pendahulu dapat menampung 8.000 jamaah dan difungsikan sebagai ruangan tambahan menuju gedung utama yang terletak di belakang gedung utama. Sementara teras raksasa memiliki luas 19.800 m² dan dapat menampung 50.000 jamaah.

Kubah masjid ini berbentuk setengah bola dengan kerangka polyhendra dari Jerman. Kubah ditunjang 12 tiang pilar bergaris tengah 2,5 m dan dilapisi stainless steel serta dihubungkan dengan beton ring berukuran 2,4,5 m. Kontruksi betonnya memiliki garis tengah 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia. Kontruksi beton bertulang seluruhnya berjumlah 92.292,87 m³.

Di tengah kubah tergantung sound system seberat 3 ton. Tertera kaligrafi di sebelah kanan kubah berupa lafaz Allah, di tengahnya tertera Surat Thaha ayat 14 dan di sebelah kirinya terdapat lafaz Muhammad. Di tengah-tengah lingkaran kubah lafaz Ayat Kursi dan Surat Al Ikhlas

Jumlah tiang pancang Masjid Istiqlal sebanyak 5.138 tiang. Menaranya di sebelah timur memiliki ketinggian 6,666 cm yang melambangkan  jumlah ayat dalam Alquran. Sementara diameter menaranya adalah 5 meter dengan puncak menara setinggi 30 m dan berat 28 ton. Bagaimana, luar biasa bukan?

Kegiatan

Masjid Istiqlal selain digunakan untuk aktivitas ibadah juga aktivitas sosial dan kegiatan umum. Saat Anda mengunjung masjid ini, ada beberapa hal dapat dilakukan. Mulai dari mengamati keindahan dan kemegahan arsitekturnya hingga melihat bedug terbesar di Indonesia.

Di dalam Masjid Istiqlal, Anda dapat melihat bedug yang dinobatkan sebagai yang terbesar di Indonesia. Bedug tersebut bergaris tengah bagian depan 2 meter dan garis tengah bagian belakang 1,71, sementara panjangnya adalah 3 meter. Berat bedug ini mencapai 2,3 ton dimana terbuat dari pohon meranti merah Kalimantan Timur yang berumur 300 tahun lebih. Bedug tersebut masih difungsikan sebagaimana mestinya terutama saat menjelang adzan Shalat Jumat.

Di Masjid Istiqlal juga terdapat puluhan ruangan yang terdiri dari dua aula dan beberapa perkantoran. Aula ini berfungsi sebagai tempat diskusi ilmiah dan pertemuan.  Kantor pengurus dapat memberikan Anda informasi yang Anda butuhkan. Berikut ini Kantor Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI)  sebagai Unit Pelaksana Teknis Masjid Istiqlal.

  • Perpustakaan Masjid Istiqlal
  • Koperasi Masjid Istiqlal (KOSTIQ)
  • Pramuka Masjid Istiqlal
  • Taman Kanak-Kanak Masjid Istiqlal
  • Pengajian
  • Poliklinik Masjid Istiqlal
  • KBIH Masjid Istiqlal

Sementara itu, ada juga Lembaga keagamaan yang berkantor di Masjid Istiqlal, yaitu berikut ini.

  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
  • Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat
  • Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Tingkat Nasional.
  • Pusat Perpustakaan Islam Indonesia (PPII).
  • Terjemah Al Qur’an system 40 jam.
  • Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI)
  • Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah Hafizh Hafizhah Indonesia (IPQOH)
  • Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan Pusat (BP4) Pusat.
  • Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
  • Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Islam Indonesia (BMOIWI)
  • Kantor Sekretariat Majelis Ilmuan Muslimah Sedunia Cabang Indonesia.
  • Ruang Sidang dan dua buah aula, salah satunya berukuran 18 x 24 m.
  • Kantor Majalah Tabloid Jumat.
  • Ruang tunggu khusus (VIP)

 

Akomodasi

Karena lokasinya di pusat kota maka dipastikan tidak sulit bagi Anda untuk mencari tempat untuk menginap. Apabila Anda ingin mencari informasi akomodasi terlebih dahulu maka coba buka Cari Hotel. Untuk hotel lainnya, berikut ini referensinya dari Indonesia.travel.

Classic

Jl. KH. Samanhudi 43-45

Jakarta Pusat 12930, Indonesia

Telp : +62 21 3852000

Fax : +62 21 3852001

Classic Inn Residence

Jl. Ki Mangunsarkoro 28

Jakarta Pusat, Indonesia

Telp : +62 21 3900861

Fax : +62 21 331164

Farel

Jl. Gunung Sari II/1

Jakarta Pusat

Telp : +62 21 42801334

Fax : +62 21 4219639

Hotel Bintang Baru Jakarta Pusat

Jl. Dr. Sutomo Jakarta Pusat

Hotel Mega Matra Jakpus

Jl. Matraman Rayam Jakarta Pusat

Telp : +62 21 856-6344|+62 21 856-6355

Penginapan Pondok Cempaka

Jl. Letjen Soeprapto Jakarta Pusat

 

Kuliner

Tidak perlu khawatir mencari tempat makan di sekitaran Masjid Istiqlal. Ada beragam tempat makan yang dapat menggoyang lidah Anda. Nah, berikut ini beberapa tempat makan yang Indonesia.travel referensikan.

Rumah Makan Aceh Seulawah,

Jl. KH Mas Mansyur No. 9C Karet Tengsin, Jakarta Pusat

Telp : +62 21 5735803

24 Dimsum Resto

Graha Mataram 2nd Fl Podium Sarinah Jl. MH Thamrin No. 11

Sarinah, Jakarta Pusat 10310

Telp : +62 21 310 0928

398 Restaurant

Jl. Kramat Jaya Baru Blok H1 Senen

Jakarta Pusat 10560

Telp : +62 21 4288 3570

Cengkeh Resto & Lounge

Juanda 3 No. 31 M Jakarta Pusat

DKI Jakarta – Indonesia

Telp : +62 21 3503 1115

Soto Sapi Dan Bakmi Ayam

Jl. Biduri Pandan Raya No. 36

Kemayoran, Jakarta Pusat 12210

Telp : +62 21 9323 3553

Ayam Bakar Pak Karim

Jl. Rajawali Selatan 7 No. 28

Gunung Sahari, Jakarta Pusat 10720

Telp : +62 21 6471 2059

Ayam Bakar Wong Solo

Jl. Samanhudi No.57 Krekot

Pasar Baru, Jakarta Pusat 10710

Telp : +62 21 380 0448

Ayam Goreng Menteng

Jl. HOS Cokroaminoto No. 91

Menteng, Jakarta Pusat 10310

Telp: +62 21 3190 9230

Ada satu kuliner lezat jangan terlewat saat Anda mengunjungi Masjid Istiqlal, yaitu Ragusa Es Krim Italia. Lokasinya tepat di sebelah Masjid Istiqlal atau  di Jalan Veteran No. 10 Jakarta. (+62-21-375846). Restoran Es krim ini telah berdiri sejak 75 tahun lalu dan hingga kini masih bercitarasa internasional. Dengan harga berkisar Rp18.000,00 – Rp27.000,00 maka Anda sudah dapat menikmati lezatnya es krim Eropa. Cicipi salah satu dari jenisnya seperti: spagethi ice cream, coup de maison, Tutti frutti, Cassata Sicialiana, atau Banana Split. Restoran es krim ini dirintis kakak beradik asal Italia dengan resep keluarga dan tidak menggunakan bahan pengawet. Saat ini Es Krim Ragusa dikelola oleh Ibu Sias Mawarni dan keluarganya.

 

 

Belanja

Di sepanjang Jalan Surabaya ada pasar barang antik dapat Anda kunjungi. Lokasinya terdapat di Kecamatan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Tempat ini jelas cocok bagi Anda yang suka berburu barang antik. Anda bisa membeli aneka macam barang dari kerajinan, bahkan hingga patung asmat, tenun ulos, mandau, hingga berbagai barang dari bahan kuningan dan perungu cantik seperti lampu antik kompas, vas bunga, dan banyak lainnya.

 

 

Transportasi

Tidaklah sulit untuk menemukan masjid besar berwarna putih ini. Lokasinya mudah dijangkau karena dekat Stasiun Kereta Api Gambir. Dari Stasiun Gambir, Anda dapat berjalan kaki atau menggunakan ojek menuju Masjid Istiqlal. Sementara itu, dari Bandara Soekarno-Hatta menuju arah stasiun, Anda dapat menggunakan kendaraan umum seperti metronimi dan bus Transjakarta.

 

 

Tips

  • Tiket parkir bagi bus wisata di kenakan sebesar Rp10.000,00, tiket kebersihan di kenakan sebesar Rp10.000,00 namun terkadang pihak keamanaan masjid sering memaksa panitia untuk memberikan uang tambahan antara RP25.000,00 sampai Rp50.000,00 per bus wisata.

Jakarta, Modern

Mall of Indonesia: Where Every Day is Holiday

Mall of Indonesia merupakan salah satu mall yang ada di Jakarta dan masih terbilang baru. Mall ini terletak di Jakarta Utara yang merupakan pusat perbelanjaan. Mall ini berdekatan dengan salah satu mall terbesar di Jakarta yaitu Mall Kelapa Gading. Di kawasan ini pula terdapat Fun World yang  seakan versi mininya Dunia Fantasi.

Dibuka pada 18 April 2009, MoI dikenal luas sebagai mall dengan konsep unik karena satu-satunya mall dengan theme park terbesar. Mall ini juga menyediakan tempat untuk memenuhi kebutuhan belanja Anda seperti di Carrefour, Centro, Gramedia, Food Connection and  Electronic Solution, Toys Kingdom, dan Muji.

Di sini Anda dapat menikmati waktu bersama keluarga atau teman menonton fil di Blitz Megaplex. Ada juga Di Lo (online game), Gold’s Gym, Lollipop Family Karaoke, dan Single In-line Skate Hub.

Mall of Indonesia, where every day is holiday

Di Fun Wold anak-anak Anda dapat mencoba wahana Bazooka yaitu sejenis lentera yang bisa bersinar di udara, memanjat tarantula, diputar-putar oleh gelombang dan berayun dengan ayunan Vertigo. Untuk menikmati wahana-wahana ini Anda harus membeli Funcard di kasir Moiland.

Di mall ini tersedia pula beragam  toko yang siap memanjakan hasrat berbelanja Anda. Untuk tempat makannya jangan khawatir jelas di sini tersedia beragam pilihan. Di MoI dapat Anda temukan di antaranya adalah: Aveda Resto, Azura Fashion, BATA  Handbags, Batik Keris Fashion, Beard Papa, Bengawan Solo, Black Canyon Coffee, BreadTalk Resto, Cammomile Fashion, Carthago Fashion, Centro Department, dan lain-lain.

Mall of Indonesia juga sering menjadi tempat pameran, pentas hiburan, dan acara-acara besar lainnya.  Salah satu pameran megah yang menggunakan mall ini adalah Kelapa Gading Travel Fair.

Transportasi

Mall of Indonesia terletak di Kelapa Gading yang sudah menyerupai superblok tersendiri. Aksesnya tersedia cukup banyak dari seluruh penjuru kota. Di sebelah barat kawasan ini, terdapat jalan tol dalam kota yang menghubungkan seluruh wilayah kota dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di bagian selatan terdapat terminal Pulo Gadung yang melayani ke seluruh jurusan dalam dan luar kota. Selain itu jaringan bus Trans Jakarta jurusan Pulo Gadung-Harmoni juga melintasi sebelah selatan kawasan ini.

Mikrolet yang melintasi Kelapa Gading antara lain M30A jurusan Pulogadung-Tanjung Priok dan M37 jurusan Pulogadung-Senen.

Angkutan kota yang melayani penumpang tujuan Kelapa Gading antara lain: KWK U04 jurusan Rawamangun-Kelapa Gading dan KWK U13 jurusan Sunter-Kelapa Hibrida Raya.

Kelapa Gading Square
Jl. Raya Boulevard Barat
Kelapa Gading Jakarta 14240
Telp : 021 4586 7888
Fax  : 021 4586 7889

Website: www.mallofindonesia.com

Jakarta, Modern

Komplek Gelora Bung Karno: Pusat Olahraga, Pameran dan Hiburan, serta Kebanggaan Indonesia

Gelora Bung Karno adalah sebuah fasilitas sekaligus prasarana olahraga yang berlokasi di pusat kota Jakarta. Gelora Bung Karno memiliki luas area sekitar 284,2 hektar termasuk kawasan ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota yang berfungsi juga sebagai resapan air.

Gelora Bung Karno atau Gelanggang Olah Raga Bung Karno lahir sebagai manifestasi impian presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Beliau memimpikan tersedianya ruang terbuka bagi warga Jakarta, pusat olah raga nasional, pusat pertemuan, ruang hiburan, dan tempat bersantai. Pembangunan Gelora Bung Karno saat itu yang terpenting adalah sebagai  saranan untuk kegiatan Asian Games ke-4 tahun 1962.

Gelora Bung Karno adalah pasak sejarah olah raga dan juga kebanggaan bangsa Indonesia. Banyak kegiatan olahraga pernah di gelar di sini diantaranya adalah Sea Games, Asian Games, Sepakbola Piala Asia, Thomas Cup dan Uber Cup serta kegiatan olahraga internasional lainnya.

Pada 8 Februari 1960, di depan khalayak umum yang juga dihadiri Wakil Perdana Menteri Uni Soviet saat itu, Anastas Mikoyan, Presiden Indonesia Soekarno, menancapkan pancang utama  awal pembangunan kompleks olah raga tersebut. Saat itu hubungan dengan Uni Soviet sangat baik sehingga Soekarno mendapatkan persetujuan pinjaman lunak sebesar US$ 12,5 juta yang ditandatangani pada 23 Desember 1958. Dengan pembiayaan tersebut, pembangunan dimulia dari tahun 1960 hingga diresmikan secara umum pada 24 Agustus 1962. Bagi masyarakat tahun 60-an, pembangunan mega proyek tersebut begitu mengesankan dan mengundang perhatian. Masyarakat merasa bangga dapat berkunjung ke tempat ini meski sekadar singgah.

Wangsanajan atau Wangsanayan adalah cikal bakal kata Senayan yang sekarang kita kenal

Dari biro peta topografik Batavia (Topographisch Bureau Batavia) tahun 1902, kawasan yang sekarang menjadi kompleks Gelora Bung Karno disebut sebagai daerah Wangsanajan, atau Wangsanayan, yaitu seorang tuan tanah saat itu.  Dari namanya kata Senayan muncul. Ada sumber lain mengisahkan bahwa kata ‘senayan’ bermakna ‘main kuda’ dalam bahasa Betawi. Hal itu terkait permainan polo dengan berkuda yang biasa dilakukan orang Inggris saat pemerintahan Thomas Stamford Raffles (1808-1811).

Dari total kawasan seluas 279.1 hektar, bagian kompleks olah raga yang pertama rampung tahun 1961 adalah fasilitas akuatik kolam renang yang mampu menampung 8.000 pengunjung. Fasilitas tersebut dapat bertahan lama, hingga direnovasi pada tahun 1988. Fasilitas selanjutnya yang siap digunakan secara umum ialah lapangan tenis yang berkapasitas tempat duduk sebanyak 5.200 orang pada bulan Desember  1961.

Presiden Soekarno mengabadikan atap oval Stadion Utama Istora Bung Karno dengan nama Temu Gelang

Berikutnya beberapa fasilitas lain selesai dirampungkan, seperti stadion sepak bola Madya, lapangan tenis, Istora atau Istana Olah Raga yang merupakan stadium indoor untuk berbagai jenis olah raga, lapangan basket, dan akhirnya Stadion Utama Istora Bung Karno yang terkenal dengan atap bentuk oval-nya yang disebut sejak awal oleh Presiden Soekarno sebagai  ‘Temu Gelang’.

Stadion Utama Istora Bung Karno merupakan salah satu stadion sepak bola terbesar di dunia dengan kapasitas penonton sebanyak 100.000 orang. Berikutnya, kapasitasnya mengalami renovasi menjadi berkapasitas 88,000 orang tahun 2007. Gelora Bung Karno memiliki fasilitas olahraga yang dapat mendukung kegiatan olahraga bertaraf nasional, regional, hingga internasional.

Pengembangan kawasan Gelora Bung Karno tidak berhenti saat Asian Games tahun 1962. Pembangunan terus berlanjut, hingga kini terdapat lapangan panah, golf, bangunan untuk anggar, senam, dan lainnya. Bahkan, pada saat dikelola oleh Yayasan Gelanggang Olah Raga Senayan (YGORS), penyusutan luas kawasan kompleks olah raga ini terjadi karena penggunaan untuk kantor-kantor pemerintahan dan juga kawasan perdagangan. Saat ini nampak kantor Kementerian Kehutanan, Kementerian Pendidikan Nasional, DPR/ MPR RI, dan juga sekolah serta kantor kepala daerah. Mall dan plasa pun berdiri di antara hotel-hotel besar berbintang seperti The Sultan (yang asalnya Hotel Hilton), Hotel Mulia, dan Atlet Century Park Hotel.

Nama Gelora Bung Karno sempat dirubah menjadi Gelora Senayan saat Pemerintahan  Orde Baru. Di masa pemerintahan Presiden Abdul Rahman Wahid, nama Gelora Senayan diganti menjadi Gelora Bung Karno. Walau demikian, pemerintahan Presiden Soeharto yang lama telah menanamkan nama Senayan telah tertanam di benak masyarakat sehingga saat ini pun kata Senayan masih terdengar lebih populer.

Sebagai salah satu bagian dari kawasan olah raga terpadu, sekitar Gelora Bung Karno dibangun pula kantor pusat Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang diresmikan pada 24 Agustus 1962. Hari tersebut sekaligus menandakan kesiapan bangsa Indonesia menyiarkan siaran olah raga secara nasional, terutama saat Asian Games ke-4 tahun 1962.

Ratusan atlit bahkan ribuan telah keluar masuk Gelora Bung Karno untuk memahatkan prestasinya

Beberapa atlit yang berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional hingga internasional di berbagai cabang olah raga. Tinju, badminton, renang, sepak bola, dan bela diri merupakan segelintir cabang olah raga yang telah membantu mempopulerkan nama Gelora Bung Karno, dan juga nama Indonesia.

Anda mungkin ingat beberapa nama terkenal berikut ini yang pernah menorehkan prestasinya di Gelora Bung Karno, yaitu: Mohammad Ali, Saoul Mamby, Thomas Americo, Ju Do Chun, Wayne Mulholland, Cesar Polanco, Dong Chun Lee, Khaosai Galaxy, Samuth Sitnaruepol, Nico Thomas, Elyas Pical, and Chris John.

Dari cabang bulu tangkis ada atlit legendaris seperti Rudy Hartono, Icuk Sugiarto, Liem Swie King, dan Ivana Lie adalah yang akan selalu dikenang dan tak terpisahkan prestasinya dari Gelora Bung Karno.

Seniman dan Pengusaha pun Memeriahkan Gelora Bung Karno

Tidak hanya atlit yang prestasinya menembus kawasan olah raga terpadu ini. Musisi dari dalam dan luar negeri pun menjadikan fasilitas di kawasan  ini sebagai panggung unjuk kebolehan. Beberapa pertunjukan yang pernah mengguncang Gelora Bung Karno, misalnya: Jakarta International Java Soulnation Festival, JakJazz Festival, Rihanna Live in Concert, Incubus, Maroon 5, N.E.R.D., Ne-Yo, Rick Price, Deftones, Two Door Cinema Club, Janet Jackson, Iron Maiden, Bring Me The Horizon, Bruno Mars, dan Kitaro.

Bagi para pebisnis kelas dunia, Gelora Bung Karno pun telah biasa dijadikan gelaran yang strategis bagi produk mereka dalam berbagai pameran yang eksklusif. Mulai dari otomotif, furniture, perlengkapan olah raga, produk budaya dan pariwisata, serta kerajinan cantik yang dapat memukau pembeli dan rekan usaha.

 

Kegiatan

Sebagai pusat kemeriahan ajang olah raga, hiburan, dan pertemuan maka Komplek Gelora Bung Karno merupakan tempat besar dangan skala kegiatan besar pula. Pihak Pengelola Komplek Gelora Bung telah berkerja sama dengan beberapa mitra untuk menyediakan fasilitas bagi masyarakat umum yang ingin melakukan kegiatan olahraga atau rekreasi di sekitarnya.

Fasilitas pendukung yang dapat Anda temukan adalah:

  • Pusat Bisnis
  • Pusat Perbelanjaan Modern
  • Pameran
  • Konferensi Internasional
  • Hotel dan akomodasi bertaraf International
  • Showbiz dan Entertaiment.

Saat ini fasilitas utama olah raga yang tersedia di Komplek Gelora Bung Karno di antaranya adalah berikut ini:

  • Stadion Utama : Lapangan Sepak Bola.
  • Stadion Tenis: Lapangan Tertutup (Indoor), Lapangan Keras (Hardcourt), Lapangan Tanah Liat (Gravel).
  • Gedung Serbaguna: untuk acara kesenian, pesta pernikahan, rapat.
  • Stadion Renang : Kolam Renang bertaraf internasional, Kolam Polo Air dan Loncat Indah.
  • Gedung Olahraga: Basket, Volley, Bulutangkis, Menembak.
  • Istora : Multifungsi.
  • Sarana Olahraga lainnya: Golf dan Driving Range.
  • Poliklinik : fasilitas kesehatan.

 

 

Transportasi

Tempatnya yang luas dan akses yang mudah dari berbagai arah di Jakarta, menjadikan Gelora Bung Karno sebagai salah satu pusat pertunjukan favorit di negeri ini. Untuk menuju Gelora Bung Karno relatif mudah karena letaknya strategis di jantung kota metropolitan Jakarta.

Taxi dan bus tidak jauh dari jalur lalu lintas Komplek Gelora Bung Karno. Dari Bandara Soekarno-Hatta, Anda hanya perlu waktu sekitar 40 menit hingga 1 jam untuk mencapai lokasi ini. Bila Anda ada di Stasiun Kereta Api Gambir maka taxi atau bus menuju Gelora Bung Karno hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit saja.

 

Tips:

Untuk memudahkan Anda mencari informasi lengkapnya di situs penglolanya yaitu http://www.gelorabungkarno.co.id/, atau dapat menghubungi alamat berikut.

KANTOR PUSAT

Kantor Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno

Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070

Fax: +6221-5701862

UNIT I (STADION UTAMA)

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit I: Stadion Utama

 Jalan Pintu V-VI Lingkar Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 307

Fax:+6221-5701862

UNIT II (GEDUNG OLAHRAGA)

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit II: Gd. Basket

 Jalan Asia Afrika Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 475

Fax:+6221-5701862

UNIT III (ISTANA OLAHRAGA/ISTORA)

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit III: Istora

 Jalan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 472

Fax:+6221-5701862

UNIT IV (STADION TENNIS)

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit IV (Stadion Tennis)

 Jalan Pintu I No.6 Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 479

Fax:+6221-5701862

UNIT V (GEDUNG SERBAGUNA)

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit V: Gedung Serba Guna

 Jalan Pintu I Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 302/300

Fax:+6221-5701862

UNIT VI (STADION RENANG)

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit VI: Stadion Renang

 Jalan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 462

Fax:+6221-5701862

UPT POLIKLINIK

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Unit Direksi: Gd. Direksi

 Jalan Pintu I Senayan, Jakarta 10270

Telp: +6221-5734070 Ext. 248

 

Budaya, Jakarta

Cingkrik Goning: Pencak Silat Khas Betawi di Taman Mini Indonesia Indah

 

Jejak masa lalu masyarakat kota Jakarta lekat dengan budaya pencak silat betawi. Pencak silat telah mewarnai kehidupan masyarakat betawi yang saat itu dikenal juga dengan nama maen pukulan. Masyarakat Betawi khususnya laki-laki seakan wajib mempelajarinya beriringan dengan menimba ilmu agama Islam.

 

Betawi terkenal dengan tokoh-tokoh silatnya dan juga aliran jurusnya seperti Cingkrik, Gie Sau, Beksi, Kelabang Nyebrang, Merak Ngigel, Naga Ngerem dan banyak lainnya..

Silat betawi terkenal dengan aliran silatnya yang beragam sesuai asal kampung atau daerah perkembangan aliranya. Karena itu pula masyarakat betawi sering menyebut kelompok mereka berdasarkan tempat tinggalnya, seperti Orang Rawabelong, Orang Kemayoran, atau Orang Senen. Perubahan penamaan berdasarkan daerah ini baru bergeser tahun 1923 sejak Moh Husni Thamrin dan tokoh masyarakat betawi mendirikan Perkumpulan Kaum Betawi sebagai sebuah kelompok etnis sosial yang lebih luas dan dikenal dengan nama orang Betawi.

Hampir di setiap kampung di Betawi terdapat jagoan silat, mereka menjaga kampung dan disegani karena tingkah lakunya yang terpuji. Jagoan kampung ini menggunakan ilmu beladiri untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi kezaliman. Keberadaan mereka sangat di hormati masyarakat Betawi, terlebih karena dekat dengan ulama dan mengayomi masyarakat.

Ada beragam aliran silat Betawi yang sekarang masih dikembangkan warisan turun-temurun. Keragaman aliran silat betawi turut diwarnai silat dari daerah lain seperti silat aliran Sahbandar, Kuntao (China) dan beberapa aliran silat dari Sunda.

Saat ini salah satu aliran silat betawi yang khas dan dikenal dengan cukup khas sebagai silat betawi pada umumnya adalah silat cingkrik. Silat cingkrik telah masuk ke berbagai pelosok kampung Betawi dan memiliki banyak turunan alirannya, selain juga aliran silat beksi yang tersebar luas.

Anda dapat menemukan atraksi dan keindahan gerakan aliran silat cingkrik setiap Sabtu pagi di aula Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Ada ruangan terbuka seluas 10×10 meter persegi yang ditapaki oleh kaki-kaki pesilat Betawi yang lincah. Padepokan ini dipimpin Tubagus Bambang Sudrajat yang dikenal sebagai guru besar aliran silat betawi cingkrik goning. Guru besar silat ini belajar silat sejak usia 11 tahun dan di usia 30 tahun ia mengajarkan ilmu warisan leluhur ini sebagai pesan dari leluhurnya.

Cingkrik goning adalah aliran silat yang yang mengandalkan kelenturan dan kecepatan. Aliran silat ini merupakan silat yang murni menggunakan teknik fisik dan tidak ada hitungan satu, dua, tiga seperti bela diri lain, tetapi hanya ada hitungan satu, yaitu ‘lawan sudah harus jatuh’.  Aliran cingkrik goning selalu berusaha untuk masuk dan mengunci lawan dengan tidak banyak berlama-lama bertukar pukulan atau tendangan.

Keahlian bela diri aliran cingkrik goning diidentikan dengan kisah Si Pitung, seorang tokoh jagoan Betawi tempo dulu.

Gerakan utama dalam silat ini menggunakan satu kaki untuk melompat. Karena gerakan ini orang Betawi kemudian menyebutnya jejingkrikan dan kemudian disebut jingkrik atau cingkrik. Aliran cingkrik pertama kali dikembangkan oleh Ainin bin Urim yang biasa dipanggil Engkong Goning (1895-1975) di Rawa Belong, Kebon Jeruk dan Jembatan Dua. Engkong Goning yg merupakan pejuang dari wilayah Kedoya. Ilmunya kemudian diturunkan kepada Usup Utay, yang kemudian menurunkan kepada mantunya yaitu Tubagus Bambang Sudrajat yang kini memimpin padepokan silat di TMII.

Saat ini aliran cingkrik terbagi dua yaitu cingkrik sinan dan cingkrik goning.  Perbedaan di antara keduanya adalah cingkrik sinan menggunakan ilmu kontak sementara cingkrik goning hanya mengandalkan kelincahan fisik.

Silat Betawi umumnya menonjolkan serangan tangan dan kaki yang sangat cepat..

Cingkrik goning mengaplikasi sistem tingkatan dimana yang tertinggi adalah sabuk merah dengan lima strip. Untuk mencapai tingkatan tersebut memakan waktu maksimal 7 tahun dimana seseorang harus menguasai 4 tahapan. Pertama, menguasai 12 jurus dasar cingkrik goning. Kedua, belajar sambut. Ketiga, mempelajari 12 jurus dasar yaitu 80 bantingan khas cingkrik goning. Keempat, adalah jual beli atau bertarung.

Jadi, sekarang saatnya Anda melihat atau memberanikan diri datang ke TMII untuk bersentuhan dengan kelincahan aliran silat Betawi ini. Mempelajari ilmu bela diri silat betawi akan membawa Anda mempelajari kandungan filosofi dan teknik yang tidak kalah mengagumkan dengan ilmu bela diri lainnya dari luar.

Budaya, Jakarta

Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal:  Menikmati  Beragam Karya Islam Nusantara

Sekilas

Di Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal Anda dapat melihat Al-Quran berukuran raksasa bersanding dengan Al-Quran sebesar ibu jari. Di sinilah Anda temukan Budaya Nusantara terlampir lewat beragam karya seni yang indah.

Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal memiliki kesatuan utuh dengan perannya masing-masing. Bertujuan untuk meningkatkan kecintaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Quran. Diresmikan 20 April 1997 oleh Presiden Soeharto sebagai tonggak perkembangan dan kebesaran Islam di Indonesia sekaligus menyiarkan kegemilangan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Nikmatilah berbagai koleksi karya seni dan budaya Nusantara bernafaskan Islam yang khas. Anda dapat melihat manuskrip keagamaan selain Al-Quran, juga berbagai karya arsitektur, benda arkeologis, benda tradisi, seni tradisional, juga seni rupa kontemporer. Ada juga benda-benda seni kerajinan tangan, seperti keramik, songket, bordir, kulit dan interior dengan sentuhan Islam ikut melengkapi seluruh koleksi di museum ini. Ada juga bangunan mini dan foto masjid-masjid Indonesia, dibangun dengan arsitektur yang khas dan tidak dimiliki daerah lain. Misalnya saja Masjid Baiturrahman, Nangroe Aceh Darussalam yang dibangun abad ke-17 Masehi, Masjid Demak, Masjid Kudus, Masjid Sultan Ternate, dan tentu saja Masjid Istiqlal. Jadi bayangkan begitu banyak warisan peradaban Islam Nusantara tersaji di tempat ini tanpa harus mengelilingi Indonesia.

Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal menempati area seluas 20.013 meter persegi, berupa gedung 4 lantai di kawasan gerbang utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang menghadirkan pesona untuk direnungkan. Karya-karya unggulan para ulama dan intelektual muslim Nusantara sejak abad ke-17 sampai abad ke-20 terpampang sebagai karya bernilai  historis  tinggi.

Bayt Al-Quran merefleksikan fungsi Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia sementara Museum Istiqlal merupakan perwujudan pelaksanaan petunjuk-Nya dalam kehidupan dan budaya umat Islam Indonesia. Kedua tempat ini bukan sekadar tempat untuk menyimpan dan memamerkan Al-Quran dari berbagai tempat di Indonesia, melainkan juga wadah kajian dan pengembangan ilmu berkaitan Al-Quran dan budaya Islam

Sejak tahun 2007, Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal secara struktural berada dalam organisasi Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Badan litbang dan Diklat Departemen Agama RI. Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal menampilkan Islam sebagai pemersatu Indonesia dari berbagai etnik, ajaran, dan kebudayaan Islam Indonesia yang berkualitas dan kreatif dalam upaya untuk memantapkan jati diri bangsa Indonesia.  Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal juga menampilkan wajah Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar di dunia dengan menampilan kajian sejarah perkembangan ajaran Islam dan implementasinya dalam budaya yang bersifat terbuka, otentik, toleran, progresif dan kosmopolitan.  Tempat ini diharapkan sebagai pemicu untuk pengkajian ajaran dan kebudayaan Islam di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara.

 

Kegiatan

Kehadiran Anda akan disambut sentuhan arsitektur islami yang tampak dari luar berupa ukiran kaligrafi Arab terpampang di gedung bagian depan dan sebuah menara berdiri menyapa saat Anda datang. Tempat ini berdiri di atas lahan seluas 20.013 meter persegi, terbagi menjadi dua, yakni ruang Bayt Al-Quran (memajang mushaf-mushaf Al-Quran dari berbagai daerah) dan ruang Istiqlal (menampilkan sejarah perkembangan dan penyebaran agama Islam melalui budaya di Indonesia).

Mulailah penjelajahan Anda dengan  melihat seni kaligrafi dari ayat-ayat Al-Quran yang sangat mengagumkan. Di sepanjang lorong museum, Anda  juga akan melihat puluhan mushaf-mushaf Al-Quran tulisan tangan dari ukuran terbesar hingga ukuran paling kecil, panjangnya tidak lebih dari ukuran ibu jari. Sementara, tahun pembuatannya tertera dari pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Perbedaan dari puluhan mushaf tersebut terlihat dari gaya penulisannya yang tidak terlepas hasil serapan budaya tempat mushaf itu dibuat. Seperti corak iluminasi dan karakter kaligrafi terbentuk berdasarkan kondisi zaman dan kreatifitas  daerah masing-masing.

Amatilah Mushaf Istiqlal, Mushaf Wonosobo, merupakan mushaf paling besar, hasil karya dua santri Pondok Pesantren Al-Asy’ariah Wonosobo, Mushaf Kuno Nusantara, Mushaf Sundawi, Mushaf Jakarta, Mushaf Cirebon, Mushaf Kerajaan Bima, Mushaf Pusaka RI, dan masih banyak lagi. Tak hanya mushaf dari dalam negeri, ruang pamer Bayt Al-Quran juga memajang beragam karya seni mushaf dari dalam dan luar negeri, termasuk Mushaf Malaysia yang menampilkan iluminasi ragam khas Malaysia.

Lihat juga Al-Quran Braille, khusus bagi mereka penyandang tuna netra, Al-Quran terjemahan bahasa daerah, serta Al-Quran berstandar Indonesia. Ada juga peti-peti dengan ukiran indah untuk menyimpan mushaf-mushaf dari bahan kayu jati dan kuningan. Sesuai perkembangan teknologi, Al-Quran juga dikemas dalam bentuk perangkat elektronik dan digital, seperti kaset, CD, VCD, DVD, serta telepon genggam .

Museum Istiqlal menyajikan koleksi karya seni budaya bangsa Indonesia yang bernafaskan Islam, antara lain berupa manuskrip keagamaan selain Al-Qur’an, karya arsitektur, benda arkeologis, benda tradisi, dan seni rupa kontemporer. Di ruang ruang pamer Istiqlal, Anda bisa mengetahui peradaban budaya bangsa Indonesia bernafaskan Islam. Koleksinya antara lain, manuskrip islami, lukisan kaligrafi, batu nisan, prasasti maklumat, naskah kuno, seni tradisional dan kontemporer.

Ada naskah-naskah kuno yang berisi kajian Islam berbagai bidang ilmu agama seperti tafsir, hadis, ilmu kalam, fikih, sastra, bahasa, hingga sejarah. Naskah-naskah tersebut berasal dari Aceh, Banten, Jawa, Madura, Nusa Tenggara Barat, dan lain-lain.

Anda dapat melihat arsitektur Islami di Indonesia disajikan dalam media foto, maket, miniatur maupun denah. Amati bagaimana bangunan masjid dari yang megah hingga yang bersahaja, semuanya mempunyai keunikan tersendiri. Ada juga lembaga pendidikan seperti pesantren dan madrasah, serta rumah adat. Karya arsitektur yang unik dan khas dari berbagai daerah seperti Aceh, Jawa, Riau, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, hingga Maluku.

Benda-benda arkeologis Islam yang dipamerkan merupakan hasil temuan dari situs-situs penting awal mula Islam di Indonesia. Di sini disajikan replika batu nisan dari Aceh, Mojokerto dan Gresik. Batu nisan bernilai seni tinggi itu tidak hanya berfungsi sebagai penanda makam, tetapi juga merupakan prasasti yang menceritakan sejarah, riwayat kerajaan, serta masyarakatnya pada masa lalu.

Benda-benda tradisi bernilai Islami yang ada biasanya dipakai untuk keperluan khusus yang berhubungan dengan upacara-upacara adat, seperti perkawinan, kelahiran anak, khitanan, panen raya, dan upacara tradisional lainnya. Terdiri atas berbagai macam media, dari ukiran kayu, keramik, tenun, tekstil, hingga senjata tradisional. Pada umumnya dihiasi kaligrafi Arab berisi kalimat syahadat, ayat kursi, basmalah, dan lain-lain.

Tersaji juga beragam seni rupa islami kontemporer di Indonesia yang berkembang sejak tahun 1970-an hingga saat ini. Karya tersebut sebagian besar berupa kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an sebagai cerminan dari kondisi sosial dan budaya masyarakat masa kini dari sudut pandang seniman Muslim. Di sini disajikan karya perupa Muslim Indonesia dalam bentuk dua dan tiga dimensi, seperti lukisan di atas kanvas, lukisan kaca, tapestry, lukisan batik dan patung kaligrafi.

Jadi, dengan kelengkapan dan keunikannya maka Musem Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal adalah tempat yang patut dijadikan rekomendasi wisata religi Anda.

 

Akomodasi

Di dalam kawasan Taman Mini ada desa wisata dengan fasilitas ruang pertemuan, bungalo dan asrama yang disebut Graha Wisata Remaja, tempat yang ideal untuk backpacker. Berada di sisi jalan menuju restoran kecil, stasiun kereta gantung, kolam dan beberapa museum, terminal bus antar jemput, bus akan membawa Anda ke tempat wisata lain di dalam taman ini.

Berikut beberapa akomodasi terdekat yang dapat Anda capai sekitar Taman Mini Indonesia Indah atau Jakarta Timur. Tentu Anda bisa saja tinggal di hotel yang ada di Jakarta, karena Taman Mini hanya 1  jam dari kota.

Grand Menteng

Jl. Matraman Raya No, 21 Jakarta Timur 13150

Telp. 021 – 850 9672 Fax. 021 – 858 3961

Nirwana

Jl. Otto Iskandardinata Raya No.  14 Jakarta Timur

Telp. 021 – 819 1708 Fax. 021 – 819 1351

Alia Matraman

Jl. Matraman Raya No. 224 Jakarta Timur

Telp. 021 – 850 7777 Fax. 021 – 850 242

Mega Matra

Jl. Matraman Raya No. 115 Jakarta Timur

Telp. 021 – 856 6344/856 6355 Fax. 021 – 856 6337

Rensa

Jl. Duren Sawit No. !06 Jakarta Timur

Telp. 021 – 862 9826

Hotel Melati

Rio

Jl. Otto Iskandardinata Timur II No. 7

Telp. 021 – 851 5708

Putra Jaya

Jl. Cipinang Lontar No. 9

Telp. 021 – 819 5119

Bumi Putra

Jl. Bekasi Timur I No. 5

Telp. 021 – 819 2668

Mega Bayu

Jl. Otto Iskandardinata II No. 67c

Atika

Jl. Raya Penggilingan  No. 41

Telp. 021 – 460 3535

Sukabumi

Jl. Matraman Raya No. 136

Telp. 021 – 858 360

Win Syariah

Jl. Raden Inten II No. 57

  1. Karsa Garini

Jl. Protokol Halim Perdana Kusuma

Telp. 021 – 800 4440

Hotel Melati II

Sindanglaya

Jl. Bekasi I No. 10

Telp. 021 – 856 9554

Sukabumi Indah

Jl. Cipinang Cempadak II No. 2

Telp. 021 – 819 1454

Shinta

Jl. Pisangan Lama I No. 2

Telp. 021 – 489 4775

Fatrasari

Jl. Raya Bekasi KM. 19

Telp. 021 – 460 9350

Saleh

Jl. Utan Kayu No. 56

Telp. 021 – 858 3056

New Idola

Jl. Pramuka Raya No. 26

Telp. 021 – 850 3232

Pemuda Jaya

Jl. Pemuda No. 16

Telp. 021 – 472 0434

 

Berbelanja

TMII menjual beragam suvenir untuk mengingatkan perjalanan Anda di TMII. Berbagai macam kaos, topi, kartu pos banyak tersedia di sini.

 

Kuliner

Lihat Kuliner di Taman Mini Indonesia Indah.

Nikmatilah beragam cita rasa menggugah selera di sekitaran Jakarta Timur, berikut ini dafatar restauran dan rumah makan yang dapat Anda pilih.

Gudeg Bu Darmo

Jl. Matraman Raya No. 43

Lapo Siagian

Jl. Pramuka Raya No. 33

Lima Satu

Jl. Cipinang Raya No. 51

Intisari

Jl. Otista Raya No. 3

Kafe Laponta

Jl. Raya Bogor No. 18

Ayam Bakar Wong Solo

Jl. Raya Kalimalang Kav. DKI

Ayam Goreng Halim

Jl. Pegambiran No. 5

Ayam Goreng Ibu Haji

Jl. Bekasi Timur No. 20 Rawa Bunga

Ayam Goreng Ny. Suharti

Jl. Pemuda No. 3 A

Jl. Dewi Sartika

Bakmi Golek

Jl. Dewi Sartika No. 44 A

Jl. Kalimalang No. 14

Bakmi Pegambiran

Jl. Pegambiran No. 44

Bakso Charles

Jl. Pegambiran No. 4 C

Cafe Larisha

Jl. Jambore No. 1 (Jambore Junction)

Cahaya Timur

  1. Pegambiran No. 24

California Fried Chicken

Jl. Mayjen Sutoyo No. 76 (PGC)

Jl. Raya Bekasi KM. 21

Cana Dian 2 For I Pizza

  1. Jatinegara Timur No. 123

Cwie Mie Malang

Jl. Raya Jatiwaringin No. 53

Es Teler 77

Jl. Radin Inten II No. 211

Kentucky Fried Chicken

Jl. Pendidikan (Graha Cijantung)

Jl. Pemuda No. 3 (Arion Mall Lt. 2)

Jl. Pahlawan Revolusi (Hero Pondok Bambu)

Hoka Hoka Bento

Jl. Mayjen Sutoyo No. 76 (PGC)

Jl. Raya Taman Mini (Tamini Square)

Jl. Pendidikan (Graha Cijantung)

 

Transportasi

Taman Mini Indonesia Indah berada sekitar 25 kilometer dari Jakarta Pusat atau sekitar lima kilometer dari Bandara Halim Perdana Kusuma dan dicapai melalui jalan tol Jakarta. Anda juga dapat mencapainya  dengan transportasi umum,  taksi atau sewa mobil agar perjalanan lebih nyaman. Lokasinya beralamat di Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah I Jakarta. Ada banyak alat transportasi menuju Taman Mini Indonesia Indah dapat Anda gunakan sesuai kebutuhan.

Dengan angkutan umum:

  • Metro Mini T. 45 (Pulogadung-PT.II TMII)
  • Angkot KWK S. 15 A (Ragunan – PT II TMII.)
  • Angkot KWK T. 01 (Cililitan – Bambu Apus)
  • Angkot KWK T. 02 (Cililitan – Cipayung)
  • Angkot KWK T. 05 (Cililitan – Setu)
  • Angkot KWK P. 15 (Cililitan – Cilangkap)
  • Angkot KWK K. 40 (Bekasi-Kmp. Rambutan)
  • Angkot KWK S. 19 (Depok – Pinang Ranti)
  • Bus Gandeng PPD BT. 03 (Grogol – TMII)

Stasiun Jatinegara

Stasiun Jatinegara melayani perjalanan dari Jakarta dengan tujuan Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Semarang, Cirebon, Malang, Jombang, Cilacap, dan Kutoarjo. Untuk informasi bisa menghubungi nomor telp. 021 – 819 2318. Stasiun kereta api Jatinegara adalah salah satu stasiun yang tetap dipertahankan bentuk asli bangunan utamanya dengan desain konstruksi zaman Belanda.

 

Bus Dan Taxi

Bus

Big Bird

  1. Raya Pondok Gede No. 17 A

Hiba Utama

Jl. Raya Bekasi Timur KM. 17

Telp. 021 – 809 3954

Kramat Jati

Jl. Raya Bogor No. 1 Cililitan

Telp. 021 – 809 3954

Primajasa

Jl. Mayjen Sutoyo No. 32

Telp. 021 – 800 9545

Taxi

Blue Bird 021 – 794 1234

Silver Bird 021 – 798 1234

Limousine 021 – 794 4444

Steady Safe  021 – 619 8989

Express 021 – 727 90051

Gamya 021 – 840 3838

Kosti Jaya 021 – 780 1333

Royal City 021 – 850 0888

Dian 021 – 580 1607

Citra 021 – 718 7233

Taxi Cab 021 – 877 55555

Angkutan Umum berupa Terminal Bus

Pulo Gadung

Jl. Raya Bekasi Timur Pulo Gadung

Telp. 021 – 489 3742

Rawamangun

Jl. Perserikatan Pulo Gadung

Telp. 021 – 489 7455

Kampung Melayu

Jl. Jatinegara Barat Jatinegara

Telp. 021 – 819 1963

Kampung Rambutan

Jl. Letjen. TB. Simatupang Ciracas

Telp. 021 – 840 0062

 

 

Berkeliling

Taman Mini memiliki berbagai macam alat transportasi seperti kereta cepat, kereta gantung dan bus antar jemput  untuk membawa Anda melewati dan berkeliling daerah ini. Lihat Berkeliling dan Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah.

Jelas ada beragam tempat dan kegiatan dapat Anda lakukan di TMII. Bangunan atau arsitektur tradisional beragam suku bangsa di Indonesia diwujudkan dalam bentuk Anjungan Daerah yang mewakili tiap provinsi di Indonesia. Selain itu beragam museum terdapat di sini dapat Anda kunjungi.

Di luar TMII ada tempat khas daerah ini yang dapat Anda kunjungi, salah satunya adalah Pusat Batu Aji di Gems Center Rawabening, Jatinegara. Tempat ini telah direnovasi dan diresmikan Mei 2010 sekaligus menjadi ikon wisata belanja Jakarta Timur dan semakin nyaman bagi pengunjungnya. Dapatkan kerajinan dari batu akik sebagai souvenir Jakarta untuk dijadikan oleh-oleh. Sebagai obyek wisata tematik, tempat ini sudah popular di kalangan pengunjung yang memiliki hobi batu aji maupun pedagang yang ingin menjual kembali di negaranya. Biasanya pengunjung dari Taiwan menyukai batu bacan dari Ternate, pengunjung dari Timur Tengah menyukai batu akik kembang, dan yang dari Jepang menyukai batu kalimaya dari Banten. Apa pilihan Anda itu bergantung selera tetapi meski tidak membli pun dengan cukup melihat-lihat sudah memuaskan rasa penasaran Anda terhadap keindahan batu-batu alam ini.

Apabila Anda menyukai tanaman maka kunjungilah Taman Anggrek Indonesia Permai Berada di Jalan Raya Taman Mini. Tempat ini diresmikan tanggal 20 April 1993 dengan luas 1,5 hektar sebagai wahana wisata khususnya tanaman anggrek dan telah banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Terdapat sarana pendukung pengembangan agrowisata tanaman anggrek, sarana dan prasarana yang meliputi pusat peragaan anggrek, pusat pemasaran anggrek Indonesia dan tanaman hias, objek agrowisata dan rekreasi, gedung pusat penelitian dan pengembangan anggrek, gedung pusat informasi peranggrekkan dan bursa tanaman anggrek. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor telepon 021 – 840 4025/840 4111 faksimil 021 – 840 4024.

Tips                                                                                                                                                                                               

Lihat Tips di Taman Mini Indonesia Indah.

  • Informasi lebih lengkap:

Museum Istiqlal Bait Alqur’an

Jl. Raya Taman Mini Pintu 1 Ceger

Telp              : (021) 8409214, 8409210

Fax                 : (021) 8400709

Alam, Jakarta

Suaka Margasatwa Muara Angke: Wisata Konservasi dan Edukasi di Utara Jakarta

Sekilas

Di antara hutan tembok Jakarta beruntunglah masih tersedia hutan bakau (mangrove) di pesisir utaranya. Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) adalah rumah bagi beraneka jenis burung dan satwa yang kini pastinya sulit ditemukan kembali di wilayah Jakarta.

Kawasan sekira 25.02 ha ini telah ditetapkan sebagai kawasan suaka alam sejak 1939 dengan status cagar alam. Berikutnya berubah status menjadi suaka margasatwa sejak tahun 1998. Inilah kawasan konservasi yang edukatif dan akan menggugah kesadaran tentang pelestarian lingkungan.

Bukan sekadar kawasan konservasi tetapi Anda dapat pula melihat hewan-hewan yang masih pemalu dan reaktif. Bagi penggemar fotografi maka berburulah burung bukan untuk ditembaki tetapi ditangkap keindahannya dengan lensa kamera Anda. Apabila beruntung bisa saja bertemu burung langka endemik jawa yaitu bubut jawa (Centropus nigrorufus) dimana jumlahnya tidak lebih dari 10 ekor.

Suaka Margasatwa Muara Angke adalah rumah bagi beragam jenis burung, ikan, kepiting, kerang, buaya, udang, dan kera. Terdapat sekitar 91 jenis burung meliputi 28 jenis burung air dan 63 jenis burung hutan, 17 jenis di antaranya adalah jenis burung yang dilindungi. Ada pula monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) bergelantungan di pepohonan ditemani di bawahnya berbagai spesies reptilia.

Mengapa hutan mangrove atau hutan bakau begitu penting? Jenis hutan ini sangat unik karena gabungan tumbuhan darat dan laut. Ciri tumbuhannya memiliki akar menonjol yang dipengaruhi pasang surut air laut. Hutan mangrove sangat penting bagi kehidupan manusia karena berfungsi melindungi daratan dari terjangan ombak, mencegah abrasi, dan mencegah intrusi air laut jauh ke daratan.

 

Suaka Margasatwa Angke memegang peranan penting dalam pelestarian lingkungan sekaligus jantung hijau di pesisir Jakarta. Di sini pastikan Anda turut meresapi betapa pentingnya alam bagi manusia. Kawasan ini terancam oleh sampah yang mengalir di kali Angke dan melintas tepat di depan kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke.

 

 

Akomodasi

Lihat tautan berikut untuk akomodasi sekitaran Jakarta.

 

 

Kuliner

Lihat tautan berikut untuk kuliner sekitaran Jakarta.

 

 

Transportasi

Anda yang menggunakan kendaraan pribadi maka dapat melalui tol dalam kota kemudian ikuti jalan melintasi Mega Mall Pluit dan lurus hingga tiba di Jalan Muara Karang hingga masuk ke Pantai Indah Kapuk. Dari sini Anda tingga menyeberang jembatan sekitar 50 meter dari gerbang. Tibalah Anda di Suaka Margasatwa Muara Angke. Parkirkan kendaraan di kompleks ruko Meditarania Niaga, persis di seberang pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke.

Anda dapat memanfaatkan moda Busway koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit). Turunlah di di Halte Penjaringan kemudian lanjutkan menggunakan angkot berwarna merah nomer B 01 jurusan Grogol – Angke dan turun di pintu gerbang Pantai Indah Kapuk. Lanjutkan berjalan kaki masuk ke Pantai Indah Kapuk, setelah menyeberang jembatan. Pintu masuk Suaka Margasatwa Muara Angke sekitar 300 meter dari jembatan.

 

 

Tips

  • Untuk memasuki Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) Anda terlebih dulu harus mendapatkan izin SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) dari Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.
  • Nama Suaka Margasatwa memang kurang popular karena masyarakat sekitar menamakannya cagar alam. Bertanyalah untuk memudahkan Anda menemukannya.
  • Untuk keterangan lebih lanjut maka dapat menghubungi pihak pengelola di alamat berikut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) DKI Jakarta

Jalan Salemba Raya No. 9 Jakarta Pusat 10440

Telp/Faks : 62-21-3158142

E-mail : ksdajakarta@yahoo.co.id

Jakarta, Modern

Stasiun Kereta Api Jakarta Kota: Kesederhanaan adalah Jalan Terpendek Menuju Kecantikan

Di antara bangunan pencakar langit modern, Jakarta masih menyisakan salah satu stasiun kereta api tertua peninggalan Hindia Belanda sekaligus bagian dari sejarah era emas Kota Tua Batavia. Stasiun Kereta Api Jakarta Kota atau masyarakat sekitar menamainya Stasiun Beos (era tahun 1980-an) merupakan jalur KA pertama Batavia-Bogor (Buitenzorg) yang telah beroperasi sejak 1873.

Berlokasi di Jalan Stasiun Kota, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Anda dapat menyambangi stasiun ini yang tidak jauh dari Kota Tua Batavia. Stasiun Kereta Api Jakarta Kota telah masuk kategori cagar budaya yang wajib dilindungi (Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993).

Dirancang Frans Johan Louwrens Ghijsels, yaitu seorang arsitek kelahiran Tulungagung 8 September 1882, dengan kombinasi antara struktur dan teknik modern Barat ala art deco berpadu dengan bentuk tradisional setempat. Oleh karena itulah, stasiun ini dijuluki “Het Indische Bouwen” atau “Gedung Hindia”,  sebuah penisbahan akan kesederhanaan namun bercita rasa seni tinggi sesuai filosofi Yunani Kuno, yaitu, “Kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan”.

 

Stasiun Kereta Api Jakarta Kota memiliki konfigurasi bangunan linier membentuk huruf  “T”. Pada bagian peron menggunakan rangka atap frame berbentuk kupu-kupu dengan penyangga kolom baja. Dinding bagian dalam berlapis keramik berwarna coklat dan dinding luar bagian bawah berbalut plesteran hitam. Lantai stasiunnya bersematkan ubin kuning dan abu-abu, sedangkan lantai di bagian peron mengenakan ubin berpola waffle warna kuning. Perhatikan seksama bagaimana penggunaan bata di atas pintu dan ubin waffle pada dinding bagian bawah serta daun pintu tambahan yang berfungsi sebagai pintu angin.

Stasiun Kereta Api Jakarta Kota dulunya merupkan salah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe perjalanan akhir atau tidak memiliki kelanjutan jalur berikutnya (terminus). Stasiun kereta api ini memiliki nama lain yaitu Stasiun Beos. Kata Beos merupakan kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij yaitu Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh.

Dahulu Jakarta memiliki stasiun kecil bernama Batavia Noord yang berlokasi tidak jauh dari Museum Fatahillah tetapi setelah berdirinya stasiun Jakarta Kota maka Stasiun Batavio Noord pun dihancurkan. Stasiun ini disebut BEOS dikarenakan pada awalnya digunakan oleh Batavischee Oosterspoorweg Maatschappij sebagai operator menuju kawasan timur Jakarta.

Kata Beos juga ada yang menyebut berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan sekitarnya. Dahulu stasiun ini berfungsi sebagai penghubung Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.

Ada juga nama lain untuk Stasiun Jakarta Kota ini yakni Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan. Batavia Zuid dibangun tahun 1870 kemudian ditutup pada 1926 untuk direnovasi sehingga menjadi bangunan yang kini ada. Sekira 200 meter dari stasiun yang ditutup itulah dibangun Stasiun Jakarta yang selesai dibangun pada 19 Agustus 1929 dan resmi digunakan pada 8 Oktober 1929 dengan nama Stasiun Batavia Benedenstad. Peresmiannya saat itu dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff (1926-1931).

Anda dapat menikmati jejak sejarah jalur kereta api dari Stasiun Kereta Api Jakarta Kota dengan KA Wisata Tanjung Priuk – Jakarta Kota. Perjalanan tersebut sekira 45 menit dari Stasiun Jakarta Kota. Kereta ini akan melewati beberapa bangunan cagar budaya seperti Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Gedung Listrik Aliran Atas, dan Dipo Lokomotif Jatinegara, serta Stasiun Pasar Senen.