Category Archives: Aceh

Aceh, Modern

Sabang: Kota di Ujung Paling Barat Negeri Kita

Sekilas

Sabang adalah kota yang terletak di Pulau Weh dan merupakan pintu gerbang di kawasan ujung barat Indonesia. Sabang memiliki luas 156,3 km² dengan puncak tertinggi 617 meter di atas permukaan air laut. Karena terletak di Pulau Weh banyak orang yang menyebut Pulau Weh sebagai Pulau Sabang. Pulau Weh sendiri merupakan pulau utama dan terbesar yang terpisahkan dari daratan Aceh oleh Selat Benggala.

Selain berbatasan langsung dengan negara 3 negara yaitu Malaysia, Thailand dan India, Sabang juga merupakan sebuah daerah yang sangat unik bagi Indonesia. Hal itu karena di sinilah Anda dapat menemukan tugu Nol Kilometer yang merupakan cikal bakal istilah, ‘Dari Sabang sampai Merauke’.

Saat ini Sabang menjelma menjadi destinasi wisata bahari Indonesia yang menawarkan surga bagi para penyelam. Di sini Anda dapat menikmati alam bawah lautnya dengan menyelam untuk menemukan ratusan spesies ikan dan kekayaan terumbu karang alami yang bukan ditanam atau budidaya. Perairan di Sabang merupakan tempat bertemunya Samudera Hindia dan Selat Malaka. Saat ini pun Sabang memperlengkapi atraksi wisatanya dengan penyelengaraan Sabang International Regatta.

Pesona Sabang menawarkan keelokan garis pantai yang indah, air laut nan biru dan bersih serta pepohonan nan hijau. Akan tetapi, bukan wisata bahari saja dapat ditemukan di Sabang. Ada gunung, danau, pantai, laut, serta hutannya yang masih alami dan terjaga menunggu dikunjungi. Belum lagi interaksi Anda dengan masyarakat setempat akan memberikan pengalaman yang berkesan.

Sabang merupakan kota kecil yang indah dengan struktur tanah berbukit-bukit sehingga warga setempat menyebut Kota Sabang dengan dua nama yaitu kota bawah dan kota atas.

Kota Sabang terdiri dari lima pulau besar dan kecil, yakni Pulau Weh sebagai pulau terbesar, Pulau Rubiah, Pulau Klah, Pulau Seulako, dan Pulau Rondo. Jumlah penduduknya sekitar 26.000 jiwa. Luas wilayah kota ini 153  km²  yang terbagi ke dalam 2 Kecamatan, 18 Kemukiman, dan 72 Desa. Topografinya meliputi dataran rendah, tanah bergelombang, berbukit dan bergunung, serta batu-batuan di sepanjang pantai.

Perbatasan kota Sabang di sebelah timur adalah Selat Malaka, sebelah barat dengan Samudera Indonesia, sebelah utara dengan Selat Malaka, dan sebelah selatan dengan Samudera Indonesia.

 

Pada masa Kerajaan Aceh, wilayah Pulau Weh sendiri merupakan tempat pengusiran atau dipindahkan ”geupeuweh” bagi seseorang yang dikenakan hukuman berat dari kerajaan. Sebutan geupeuweh kemudian dilekatkan kepada nama pulau ini dan beriring dengan waktu kemudian pelafalannya menyingkat menjadi weh dan diartikan sebagai pulau yang terpisah.

Kata sabang berasal dari bahasa Aceh yaitu ’saban’ yang berarti sama hak dan kedudukan dalam segala hal. Hal ini dikaitkan dengan keberadaan Sabang yang dulunya banyak didatangi pendatang dari luar untuk membuka kebun (seuneubôk) atau usaha lainnya. Pendatang tersebut berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang berbeda baik sikap, nilai, maupun adat istiadat. Lambat laun terjadi asimilasi dimana beragam perbedaan tersebut akhirnya memudar dan kedudukan mereka menjadi sama. Istilah saban ini telah lama melekat kepada Pulau Weh yang kemudian perlahan berubah penyebutannya menjadi ‘sabang’.

Sabang merupakan satu-satunya daerah Kerajaan Aceh yang bisa dikuasai penuh oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sejak tahun 1881, Sabang ditetapkan sebagai pelabuhan alam yang disebut Kolen Station. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membangun berbagai sarana dan prasarana. Terutama setelah tahun 1887 saat Sabang Haven memperoleh kewenangan untuk membangun sarana penunjang pelabuhan. Tahun 1895, Sabang menjadi daerah pelabuhan bebas Vrij Haven yang dikelola Sabang Maatschaappij (Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station). Saat itu nama Sabang semakin populer di Nusantara maupun internasional sebagai pelabuhan sirkulasi perdagangan internasional.

Perang Dunia II telah menghancurkan Kota Sabang hingga tahun 1942 diduduki Jepang dan menjadikannya sebagai basis maritim Angkatan Laut Jepang. Belum selesai perbaikan akiba perang, kerusakan fisik pulau ini semakin parah setelah Pasukan Sekutu membombardirnya sehingga membuat kota Sabang pun ditutup. Barulah setelah masa kemerdekaan Sabang ditetapkan sebagai pusat Pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dan semua aset Pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia.

Tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang dan dirintis upaya untuk membuka kembali Sabang Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas. Upaya ini baru resmi dikukuhkan tahun 2000.  Aktifitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pun mulai berdenyut dengan masuknya barang-barang dari luar negeri ke Kawasan Sabang. Akan tetapi, tahun 2004 Sabang kembali terhenti karena pemerintah pusat menetapkan status darurat militer bagi Aceh.

Pasca perjanjian damai antara Pemerintah RI dan GAM pada 15 Agustus 2005, kota Sabang kembali ramai. Pelabuhan Bebas Sabang kembali dibuka untuk mempecepat pembangunan ekonomi Aceh melalui hubungan ekonomi dengan luar negeri. Selain itu, beragam destinasi bahari dan keunikan budaya Aceh pun kembali diperkenalkan agar wisatawan berdatangan menikmati pesona keindahan pulau paling barat di Indonesia ini.

 

Kegiatan

Kota Sabang juga memiliki 5 buah danau yaitu Danau Aneuk laot, Danau Paya Senara, Danau Paya Karieng, Danau Paya Peutapen dan Danau Paya Seumesi. Di antaranya yang terbesar adalah Danau Aneuk Laot. Jangan sampai terlewat menyambangi Danau Aneuk Laot yang berada ditengah-tengah kota Sabang. Danau ini merupakan sumber mata air bagi penduduk Pulau Weh. Ada panorama indah menanti Anda di siang harinya karena tempatnya sejuk dan saat senja tiba semakin sempurna menikmati matahari terbenam. Saat malam harinya Anda dapat menikmati lampu-lampu dari atas bukit kota Sabang berkerlap-kelip.

Alternatif lain menyaksikan sunset Anda dapat mengunjungi Sabang Fair. Di sini sambil minum secangkir kopi khas Aceh dan goreng pisang maka Anda akan meresapi pesona Sabang sesungguhnya.

Dari Sabang mengapa tidak lanjutkan petualangan menemukan keindahan panorama bawah laut di Pulau Rubiah. Tempat ini telah ditetapkan pemerintah sebagai daerah special nature reserve. Pulau dengan luas daratannya 0,357 km² tersebut meski tidak berpenghuni tetapi banyak dikunjungi wisatawan yang ingin memancing sekitar pulau ini karena ada banyak ikan batu karang seperti ikan kerapu dan cumi-cumi besar. Anda juga dapat temukan ratusan jenis ikan hias langka dan terumbu karang yang unik seperti gigantic clams, angel fish, school of parrot fish, lion fish, dan sea fans. Perahu boat butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengitari pulau ini. Biaya sewa per boat hanya Rp200.000,00 yang dapat dinaiki sampai 10 orang.

Setiap akhir pekan, Sabang sering dikunjungi pekerja asing dari Aceh yang ingin berlibur di Gapang dan Iboih. Obyek Wisata Gapang berjarak 4 Km dari kota Sabang. Daerah ini mempunyai pasir putih indah dilengkapi restoran dan cottage yang disewakan dan sebuah sekolah menyelam yang dikelola oleh pasangan dari Belanda. Pantai Gapang memiliki panorama yang indah ini juga cocok bagi peminat olah raga snorkeling.

Obyek Wisata Iboih, jaraknya 5 km dari kota sabang. Anda dapat menikmati atraksi memancing dengan bonus suasana pasir putih yang bersih. Hutan ini merupakan tempat bagi beragam binatang seperti monyet, reptil kecil dan besar, dan burung beraneka warna termasuk burung dara nicobar yang tidak terdapat di bagian lain Indonesia.Dari iboih Anda dapat melangkahkan tujuan lebih lanjut dengan menyeberang menggunakan boat sewaan untuk melihat Obyek wisata Pulau Rubiah.

Kunjungilah Pantai Sumur Tiga yang terletak di Desa Ie Meulee, Pulau Weh. Pantai ini berpasir putih dengan panorama alam yang begitu memesona dan banyak diminati wisatawan. Tersedia pula kegiatan diving dan snorkling di sini.

Anda dapat megambil langkah lebih jauh ke Air Terjun Pria Laot. Lokasinya dapat dituju dengan angkutan umum atau rental mobil juga sepeda motor. Bagaimana keindahannya? Anda sebaiknya langsung saja menyambanginya.

Sumber Air Panas Kenekai adalah objek wista yang ramai dikunjungi dahulu dimana air panasnya yang bersumber dari gunung belerang dan diyakini masyarakat setempat dapat menyembuhkan penyakit kulit.

Ingin merasakan wisata gua alami? Datanglah ke pantai barat Pulau Weh yang terletak berseberangan dengan Hutan Wisata Iboih. Gua-gua di sini menghadap ke laut dan dihuni beragam hewan. Untuk menjelajahi tempat ini sebaiknya Anda didampingi oleh penduduk lokal terutama antara bulan Mei dan September saat musim angin Barat akan menantang bagi pencinta gua.

Tugu Kilometer Nol Indonesia jelas adalah tujuan wajib kunjungan Anda ke Sabang. Lokasi tugu ini berada ujung paling barat Desa Ujung Ba`U. Jaraknya sekitar 29 kilometer dari pusat Kota Sabang. Ditempat ini juga Anda akan dimanjakan suasana alam yang indah dan panorama biru laut. Mengapa tidak menikmati keindahan matahari terbenam menjelang malam di sini.

Selain panorama alam, Di Sabang Anda dapat menelusuri objek wisata sejarah berupa benteng-benteng peninggalan Portugis, Belanda dan Jepang. Bahkan karena banyak benteng tersebut Sabang dikenal dengan sebutan kota seribu benteng yang menghadap ke laut lepas.

Akomodasi

Temukan beragam penginapan di kota Sabang. Tautan hotel dengan informasi website dapat Anda lihat link berikut.

Referensi lainnya untuk Anda.

Nagoya Inn Hotel

Jln. Cut Meutia No. 34. Kota Atas Sabang

Telp/Fax 0652-22311

Putra Salju Hotel

Jln. Teuku Umar No. 16 Sabang

Telp/Fax 0652-22747

Holiday Hotel

Jln. Perdagangan Belakang, Kota Bawah Barat,  Sabang

Telp/Fax: 0652-21131

Samudra Hotel

Jln. Diponogoro  Kota Atas Sabang

Telp/Fax 0652-21503

Hotel Palu Jaya

Jln. Teuku Umar No. 17-19, Kota Bawah Barat, Sabang

Telp/Fax: 0652-22168

Hotel Kartika

Jln. Teuku Umar No. 21. Kuta Bawah Sabang

Telp/Fax: 0652-21344

Rizky Hotel (Wisma Telkom)

Jln. Ahmad Yani No. 20. Sabang

Telp/Fax: 0652-21575

Wisma Zahira

Jln. Sultan Hasanuddin

Telp/Fax: 0652-22444

Sabang Guesthouse

Jln. Teuku Umar No. 23. Sabang

Telp/Fax: 0652-21186

Pantai Kasih Guesthouse

Jln. Sultan Hasanuddin  Sabang

Telp/Fax: 0652-21066

Kartini Homestay

Jln. Teuku Umar No. 25. Sabang

Telp/Fax: 0652-21256

Mess Hiu Kencana

Jln. Tek Tok Kuta  Timu Sabang

Telp/Fax: 0652-21116

Wisma Airud

Jln. Perdagangan Kuta Barat  Sabang

Mess Hanafiah

Jln. Lapangan Yos Sudarso  Sabang

Dirgantara Guesthouse

Jln. Diponegoro  Sabang

Wisma Lanudal

Jln. Yos Sudarso  Sabang

Pondok Tapak Gajah

Jln. Tapak Gajah, Jurong Keuramat, Ie Meulee Sabang

Hotel Seulanga

Jln. Baypass. Cot Ba’u, Sabang

Losmen Calok

Jln. Panglima Polem, Kuta Barat Sabang

Losmen Pum

Jln. Teuku Umar Sabang

Telp/Fax: 0652-21235

Losmen Sabang Maurake

Jln. Teuku Umar Kuta Bawah Sabang

Telp/Fax: 0652-21256

Sabang Hill

Jl. Sultan Iskandar Mudel

Telp 0652 21207

Fax 0652 22666

Hotel Putra Salju

Jl T. Umar 16

Telp 0652 22747

 

 

Kuliner

Kota Sabang yang dekat dengan pantai memiliki makanan khas berupa mie kepiting. Mie kepiting merupakan mie yang dicampur dengan kepiting dan menggambarkan bagaimana masyarakat pantai ini mencoba memadukan hasil laut dengan mie khas Aceh. Mie aceh mempunyai diameter yang lebih besar dibandingkan mie umumnya. Untuk menikmati makanan ini dapat dengan dua cara yaitu dengan digoreng atau direbus menggunakan kuah. Kenikmatannya semakin lengkap dengan taburan bawang goreng dan emping. Bumbu khas aceh pada mie dan kepiting membuat lidah Anda akan bergoyang. Pedagang Mie Kepiting dapat dijumpai di Pantai Kasih.

Di Pantai Kasih yang berjarak 2 Km dari pusat Kota Sabang dapat terdapat area pusat wisata kuliner Kota Sabang. Pantai kasih adalah pantai berbatu dengan banyak pepohonan kelapa sepanjang semenanjung. Di pantai ini juga dapat Anda ditemui beberapa peninggalan Perang Dunia II berupa benteng-benteng tempat senjata berat seperti meriam.

Di Obyek Wisata Iboih juga Anda dapat menikmati beragam sajian menu makanan seafood.

 

Dinasty Rumah Makan

Jl. Perdagangan, Sabang, Aceh

Telp  0652-21026

 

Transportasi

Sabang terletak di Pulau Weh yaitu di sebelah utara kota Banda Aceh dengan jarak lebih kurang 18 mil dan dapat ditempuh selama 2 jam dengan kapal Ferry dan 45 menit dengan kapal cepat.

Kota Sabang memiliki dua pelabuhan laut yaitu Pelabuhan Samudra (alam) di Teluk Sabang dan Pelabuhan Ferry di Teluk Balohan. Pelabuhan Samudra digunakan sebagai sarana Pelabuhan Bebas Sabang yang dapat dilabuhi kapal-kapal besar dari berbagai negara.

Terdapat Bandar Udara Maimun Saleh yang melayani jalur penerbangan utama ke Bandar Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh.

Sabang dapat dijangkau dengan kapal feri dari Pelabuhan Ulee Lhue di Kota Banda Aceh sekira 14 mil laut. Tersedia dua armada kapal cepat dengan waktu tempuh 45 menit dan feri biasa dengan waktu tempuh 90 menit. Untuk terbang ke Banda Aceh dapat menggunakan Garuda Indonesia dari Jakarta maupun Medan yang terbang pulang pergi dua kali sehari.  Penerbangan dari Jakarta pukul 06.30 WIB dan 11.50 WIB. Sementara dari Aceh pukul 09.50 WIB dan 16.20 WIB. Penerbangan nyaman sekira 3 jam dengan Garuda ini menggunakan pesawat Boeing 737 seri 500  berkapasitas  96 tempat duduk dan Boeing 737NG seri 800 dengan 160 tempat duduk.  Saat ini, maskapai Garuda Indonesia menyediakna penerbangan langsung ke Sabang dua kali dalam seminggu yaitu Jumat pagi dan Minggu pagi.

Aceh, Alam

Weh: Keindahan di Tapal Batas Nusantara

Diapit oleh terumbu karang yang hidup dan menawan, Pulau Weh belum begitu tersentuh meskipun ukurannya tidak luas dan aksesnya mudah. Pulau ini adalah taman yang sering dilupakan. Lokasinya berada di pulau paling barat dari kepulauan Indonesia. Terletak di jalan pintu masuk Selat Malaka, pulau ini umumnya merupakan bagian laut dan permata bagi banyak kapal yacht dan kapal pesiar untuk berkunjung and menikmati pemandangannya.

Menyelam di Pulau Weh adalah kegiatan rekreasi yang menyenangkan. Penyelam berpengalaman dan instruktur menyelam siap menawarkan berbagai lokasi penyelaman seperti Taman Laut di Pulau Rubiah. Anda akan menemukan banyak hewan laut yang menyenangkan, terutama pari manta, hiu, paus, lumba-lumba dan penyu.

Datang dan nikmati ayunan jaring tempat tidur yang terikat di kedua pohon kelapa di sebuah pulau yang banyak penyelam menyebutnya sebagai alam semesta bawah air yang tak tertandingi. Walaupun merupakan pulau kecil, namun akan memberikan Anda pengalaman bahari dan air terjun yang ada di dalam hutan. Sebuah pintu gerbang yang akan Anda ingat sebagai Eden.

Pulau Weh merupakan pintu gerbang di kawasan ujung barat Indonesia. Kota Sabang di pulau ini  menjelma menjadi destinasi wisata bahari Indonesia yang menawarkan surga bagi para penyelam. Di Sabang umumnya wisatawan menikmati beragam wisata bahari, wisata benteng bersejarah, mencicipi kulinernya, atau sekadar berkeliling menikmati pemandangan alamnya yang masih asri menghijau. Wisatawan biasanya menghabiskan waktu di Sabang antara dua hingga 7 hari.

Sabang memiliki pelabuhan alam menjadi pusat wisata bahari di wilayah utara Indonesia bagian barat. Pelabuhan Sabang diminati wisatawan mancanegara, hal ini terlihat banyak kapal pesiar (cruise) internasional yang singgah di Pelabuhan Sabang untuk melihat keindahan taman laut di seputar Pulau Weh. Kota Sabang merupakan kota pelabuhan di ujung paling utara sekaligus paling barat di Indonesia. Pulau ini memiliki potensi wisata bahari dan kekayaan bawah lautnya yang luar biasa indah. Termasuk juga keberadaan Kilometer Nol NKRI.

Di Pulau Weh Anda dapat menikmati alam bawah lautnya dengan menyelam untuk menemukan banyak spesies ikan dan kekayaan terumbu karang alami yang bukan ditanam atau budidaya. Anda juga dapat menikmati alam bawah lautnya dengan menyelam untuk menemukan ratusan spesies ikan dan kekayaan terumbu karang alami yang bukan ditanam atau budidaya. Perairan di Sabang merupakan tempat bertemunya Samudera Hindia dan Selat Malaka. Saat ini pun Sabang memperlengkapi atraksi wisatanya dengan penyelengaraan Sabang International Regatta.

Aceh, Alam

Tuangku: Pulau Tropis di Samudera Hindia

Sekilas 

Kepulauan Banyak adalah gugusan 89 pulau yang memesona di sebelah barat Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pulau Tuangku merupakan salah satu pulau terbesar di Kepulauan Banyak dan masuk ke dalam Kecamatan Pulau Banyak Barat. Sebagian besar penduduk di Pulau Tuangku bekerja sebagai nelayan, dan sedikitnya menjadi petani.

Seperti di daratan Aceh Singkil yang memiliki keunikan ragam budayanya, begitu juga dengan masyarakat di Kepulauan Banyak dimana penduduknya terdiri dari pelbagai etnis campuran, yakni: etnis Minang, Nias, Batak, Aceh Simeuleu dan sedikit campuran penduduk asli di Aceh Singkil.

Percampuran budaya tersebut mengakibatkan mereka memiliki kemampuan minimal 4 bahasa. Dalam komunikasi sehari-hari mereka memakai bahasa yang berbeda tetapi saling mengerti. Ada empat desa di Pulau Tuangku yaitu Desa Ujung Sialit, Desa Asantola, Desa Suka Makmur, dan Desa Haloban sebagai ibukota Kecamatan Pulau Banyak Barat.

Etnis Haloban yang merupakan suku asli penghuni pulau ini mendominasi di Desa Haloban dan Desa Asantola. Sedangkan mayoritas pendatang dari Suku Nias berdomisili di Desa Ujung Sialit dan Desa Suka Makmur. Desa Haloban mayoritas penduduknya beragama Islam, sedangkan Desa Ujung Sialit mayoritas penduduknya dari etnis Nias yang beragama Kristen. Namun kehidupan masyarakat desa-desa tersebut sangat harmonis.

Menurut cerita lisan masyarakat, Tutuwon dianggap manusia pertama menetap di sini dan mengambil keluarganya turut serta ke Pulau Tulale (Pulau Tuangku). Kemudian ia pun mengajak para pendatang lainnya seperti dari daerah Sumatera Utara dan menjemput seorang raja dari Pagaruyung (Sumatera Barat) untuk memimpin kawasan di Pulau Tuangku.

Olehkarena itu, tidak mengherankan orang-orang meyakini Pulau Tuangku adalah asal mula pusat pemerintahan di sekitar Kepulauan Banyak. Di sinilah manusia pertama menetap dan mengolah tanah di Pulau Tuangku di samping jumlah penduduknya yang cukup padat.

Kegiatan

Keasrian Pulau Tuangku yang masih terjaga menjadikannya habitat berbagai satwa liar yang masih terdapat di pulau ini seperti berbagai jenis burung (parkit jambul merah dan murai batu), ular, buaya, dan monyet.

Tentunya Anda juga melakukan keliling ke pulau-pulau lain untuk mencari spot snorkeling, khususnya di sekitar Pulau Tailana, Pulau Matahari, dan Pulau Ragu-ragu.

Pulau dengan luas sekira 11.500 hektare ini merupakan tempat yang sesuai bagi mereka yang berjiwa petualang. Selain hutan bakaunya yang alami, di pulau ini terdapat jalur mendaki ke gunung-gunung kecil dan gua-gua misterius yang penuh legenda di dalam hutan. Pendakian selama 3 jam menuju puncak gunung dan melihat keseluruhan pulau merupakan pemandangan yang tidak terlupakan.

Gunung Tiusa adalah gunung tertinggi dengan ketinggian 313 meter dari permukaan laut. Ada juga salah satu gua yang menarik untuk disambangi, yaitu Gua Tambego yang dipenuhi staglatit dan stalagmit yang indah.

Hal menarik lainnya juga terdapat di area Ujung Lolok, sebelah selatan Pulau Tuangku. Di area ini merupakan salah satu spot terbaik untuk peselancar dunia untuk berselancar. Puncaknya di antara bulan November sampai dengan April, di mana ombak di Ujung Lolok sangat menarik bagi peselancar.

Menyambangi Pulau Tuangku tentunya Anda bisa berbaur melihat kehidupan sehari-hari masyarakatnya yang ramah, memerhatikan bagaimana mereka bekerja, dan berkomunikasi. Di sini Anda dapat mendengarkan aneka kisah asal-usul masyarakatnya yang beragam.

Berkeliling

Kegiatan lain yang bisa Anda lakukan di sini adalah keliling pulau di sepanjang pantainya atau melihat hutan bakau yang masih alami pada bagian timur dan utara Pulau Tuangku. Seperti di Kuala Gadang yang menyajikan pemandangan batu karang dihiasi bakau-bakau yang masih sangat alami.

Transportasi 

Pulau Tuangku termasuk salah satu gugusan Kepulauan Banyak, di Aceh Singkil, dan satu-satunya cara untuk menuju ke Pulau Tuangku harus melalui pelabuhan di Aceh Singkil dulu. Anda bisa menggunakan jalur udara, darat, atau laut untuk menuju Aceh Singkil.

Jika menggunakan jalur udara dan darat perjalanan ditempuh dari Medan. Dari Bandar Udara Kualanamu Medan naik pesawat Susi Air atau Nusa Buana Air menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri.

Jika Anda ingin menggunakan jalur darat dari Medan bisa menaiki mobil travel selama kurang lebih 8 jam perjalanan. Ada pilihan kelas travel non-AC mulai dari Rp75.000,- hingga Rp90.000,-  atau dengan fasilitas AC mulai dari Rp110.000,-. Lebih baik berangkat sore atau malam hari sehingga bisa sampai di Aceh Singkil pagi hari. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Leuser Group di 081264931344.

Alternatif jalur laut tersedia KMP Teluk Sinabang dan KMP Teluk Singkil yang mengantarkan Anda pulang dan pergi dari Pelabuhan Gunung Sitoli (Nias) dan Pelabuhan Sinabang (Aceh Selatan) ke Pelabuhan Aceh Singkil dua kali seminggu.

Ada dua pilihan dari Aceh Singkil menuju Kepulauan Banyak. Pertama, ferry selama 4 jam perjalanan  dan hanya berangkat 1 kali dalam seminggu di hari Selasa. Kedua, menumpang angkutan rakyat yang biasa mengangkut sembako dari Pelabuhan Jembatan Tinggi dengan biaya sekira Rp50.000,- per orang.

Menyewa speedboat juga bisa dengan biaya Rp1.200.000,-, untuk Anda yang mengutamakan kenyamanan, speedboat juga bisa disewa untuk sebuah ekspedisi.

 

Akomodasi

Jika ingin bermalam di Pulau Tuangku, ada dua daerah yang bisa menjadi referensi tempat menginap di sini, yaitu di area Desa Asantola dan Desa Ujung Sialit.

Di Desa Asantola ada satu-satunya losmen, Sederhana Aleng Moon yang letaknya dekat puskesmas. Menyediakan 6 kamar dengan kamar mandi terpisah dengan harga mulai dari Rp40.000,- per malam. Di sini juga menyediakan makanan, orang-orang mengatakan tempat ini menyediakan makanan terbaik di Pulau Banyak. Untuk memesan kamar bisa menghubungi Ibu Surni di 081376896895.

Sementara itu di Desa Ujung Sialit tersedia beberapa kamar, khususnya di Homestay Risman. Homestay ini memiliki 2 kamar dengan biaya sukarela, makanan dapat dipesan, namun di sini tidak ada listrik kecuali untuk panel surya. Homestay Risman dikelola oleh Pak Risman yang bekerja di Puskesmas yang letaknya sekira 200 meter dari pelabuhan.

Selain di Pulau Tuangku, Anda bisa menginap di pulau-pulau terdekat lainnya seperti di Pulau Balai, Pulau Tailana dan Pulau Palambak besar.

Alternatif lainnya, Anda bisa merasakan sensasi berkemah di pantai atau pulau yang tidak berpenghuni. Tentunya persiapkan perlengkapan dengan sebaiknya dan tanyalah kepada penduduk sekitar untuk tempat berkemah.

 

Losmen Putri

Jalan Iskandar Muda, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 081397376499

Harga mulai dari Rp80.000,-

Lyla Bungalow

Pulau Palambak Besar, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Harga mulai dari Rp100.000,-

Pondok Tailana

6 bungalow.

Harga Rp.80.000/malam/bungalow (2 orang). Lebih dari 2 orang tambah Rp.100.000.

Tambahan makanan Rp.100.000/hari/orang.

Tersedia penyewaan kayak dan canoe untuk hopping island.

Telepon: Mawan 081360170808, dan Rega 0812909908084

Email: dmawan_skl76@yahoo.com, regavia@yahoo.com

Kuliner
 
Ada beberapa tempat makan berupa warung kopi yang bisa Anda temukan di Desa Haloban di dekat pelabuhan, seperti warung Flamboyan. Di warung ini juga menyediakan mie instant.

Tempat makan lainnya yang bisa Anda temukan adalah di losmen atau homestay yang menyediakan makanan selain penginapan di sini.

 
 
Tips

Anda bisa menghubungi agen perjalanan yang terdapat di Pulau Palambak Besar untuk mengorganisir waktu dan tujuan.

Hindari memakan kepiting yang berkeliaran di Kepulauan Banyak karena beracun.

Aceh, Alam

Pulau Tailana: Kedamaian dengan Alam Sesungguhnya

Sekilas

Pulau Tailana merupakan pulau kecil yang menawan dan begitu tenang di gugusan Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Pulau yang tidak seberapa besar ini menyajikan keindahan alam yang memesona dengan perpaduan hijaunya pepohonan di atas pulau, pasir putih pantainya, dan laut berwarna gradasi hijau dan biru layaknya zamrud di Samudera Hindia.

Banyak wisatawan mancanegara yang datang ke sini dan tinggal berminggu-minggu, sementara wisatawan domestik pun kini banyak meliriknya. Suasana dan keindahan Pulau Tailana banyak disebut-sebut sebagai salah satu pulau terbaik di Kepulauan Banyak.

Layanan akomodasi di pulau ini sangat sederhana tetapi justru itu yang dicari wisatawan yang ingin merasakan suasana kembali ke alam. Jangan harap ada listrik sepanjang hari bahkan penerangan pun hanya bermodalkan lampu minyak. Akan tetapi, justru itu yang diinginkan wisatawan, yaitu kedamaian berbaur dengan alam sesungguhnya.

Kegiatan

Pulau Tailana adalah salah satu destinasi wajib ketika Anda berkunjung ke Kepulauan Banyak, kawasan Pantai Tailana begitu tenang.. Anda bisa bersantai di pantai, berfoto, atau bermain voli pantai bersama teman, atau membakar ikan di pantai atau memasak di dapur milik pengelola pulau ini.

Di sekitar Pulau Tailana menjadi target utama spot snorkeling, khususnya perairan di antara Pulau Tailana, Pulau Matahari, dan Pulau Ragu-ragu. Anda bisa berenang di perairannya yang tenang serta menyelam melihat pelbagai biota laut yang menarik untuk ditelusuri. Air di perairan Tailana dikenal kejernihannya, di sini merupakan rumah bagi terumbu karang, lobster dan ikan-ikan kecil tropis.

Selain snorkeling Anda bisa memancing bersama nelayan dari Desa Haloban di Pulau Tuangku, letaknya tidak jauh dari Tailana. Masyarakat di Desa Haloban sangat ramah, Anda bisa membaur serta melihat aktivitas keseharian di desa nelayan ini.

 

Berbelanja

Jika Anda mencari suvenir untuk dibeli di Pulau Banyak, Anda bisa menanyakan kepada pengelola Pulau Tailana di mana dapat membeli cenderamata berupa kaos atau jajanan lainnya.

Setiap sekali seminggu di Pulau Balai diadakan pasar rakyat yang disebut dengan “pekan”, tanyakan informasi kapan pekan digelar. Di pasar tersebut dijual baju, perlengkapan elektronik, sayuran dan buah-buahan. Berbelanja serta berbaur dengan penduduk setempat merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.

Berkeliling

Anda dapat leluasa berjalan kaki menelusuri pantai dan hutan kecil di Pulau Tailana. Jika sudah puas mengelilingi pulau, cobalah mendayung kayak di perairannya yang tenang sekitar Pulau Tailana.

Jika malas mendayung, tentu Anda bisa juga berkeliling dengan kapal yang disewa untuk menjelajahi pulau-pulau sekitar. Sesekali Anda akan melihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil berenang di air laut yang jernih, atau mencari penyu dan lumba-lumba di kawasan Pulau Banyak.

Transportasi

Menuju Pulau Tailana sangat mudah dijangkau dari Pulau Balai. Pulau Balai adalah pintu gerbang untuk menuju pulau lainnya di Kepulauan Banyak. Untuk menuju Pulau Balai dapat dicapai dari Pelabuhan Aceh Singkil.

Sedangkan untuk menuju Aceh Singkil lebih mudah dilalui jika dari Medan dengan jalur udara atau jalur darat. Jika menggunakan jalur udara dari Bandar Udara Kualanamu (Medan) dapat menggunakan pesawat Susi Air atau Nusa Buana Air menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri (Aceh Singkil).

Sedangkan jalur darat dari Medan bisa dengan menaiki mobil travel selama kurang lebih 8 jam perjalanan. Ada pilihan kelas travel non-AC mulai dari Rp75.000,- hingga Rp90.000,-  atau dengan fasilitas AC mulai dari Rp110.000,-. Lebih baik berangkat sore atau malam hari sehingga bisa sampai di Aceh Singkil pagi hari. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Leuser Group di 081264931344.

Selain melalui jalur udara, alternatif lainnya melalui jalur laut dari Pelabuhan Sinabang di Aceh Selatan atau Pelabuhan di Gunung Sitoli, Nias ke Pelabuhan Singkil. Alternatif jalur laut tersedia KMP Teluk Sinabang dan KMP Teluk Singkil yang mengantarkan Anda pulang dan pergi dari Pelabuhan Gunung Sitoli (Nias) dan Pelabuhan Sinabang (Aceh Selatan) ke Pelabuhan Aceh Singkil dua kali seminggu.

Ada dua pilihan dari Aceh Singkil menuju Pulau Balai di Kepulauan Banyak. Pertama, ferry selama 4 jam perjalanan  dan hanya berangkat 1 kali dalam seminggu di hari Selasa. Kedua, menumpang angkutan rakyat yang biasa mengangkut sembako dari Pelabuhan Jembatan Tinggi di Desa Pulau Sarok dengan biaya sekira Rp50.000,- per orang.

Menyewa speedboat juga bisa dengan biaya Rp1.200.000,-, untuk Anda yang ingin mengutamakan kenyamanan, speedboat juga bisa disewa untuk sebuah ekspedisi.

Setelah transit di Pulau Balai, di sini Anda akan ditawarkan beberapa alternatif jenis kapal yang akan mengantarkan Anda ke Pulau Tailana. Diantaranya speedboat, robin (kapal tradisional dengan mesin), kapal nelayan untuk rombongan. Harga yang ditawarkan sekira Rp400.000,- hingga Rp700.000,- tergantung jenis kapal yang digunakan.

Anda bisa menghubungi Pak Erwin di 0853 59831515, yang akan mengantarkan Anda dari Pulau Balai ke Pulau Tailana. Untuk informasi layanan operator wisata dapat menghubungi Keliling Aceh (0852 60618428) atau Leuser Group ( 081264931344).

Akomodasi

Di Pulau Tailana terdapat 8 bungalow yang dikelola oleh Pak Mali, bernama Pondok Tailana. Tahun 1905 Pulau Tailana dibeli leluhur Pak Mali kemudian ia mengelolanya bersama Daswan sebagai manajer, serta anggotanya.

Pondok sederhana ini dapat disewa dengan biaya mulai dari Rp225.000 per malam untuk 1 orang, Rp375.000,- per malam untuk 2 orang, dan Rp525.000,- per malam untuk bertiga. Biaya ini sudah termasuk tambahan Rp125.000,-/orang/hari untuk 3 kali makan, buah-buahan, teh dan kopi, air mineral, akses listrik, dan laundry.

Listrik di Pulau Tailana tidak menyala 24 jam, listrik hanya menggunakan panel surya atau generator. Penerangan lain yang bisa digunakan berupa lampu minyak atau lampu teplok. Fasilitas lainnya yang juga tersedia di Pulau Tailana adalah penyewaan kayak dan canoe untuk hopping island.  Pak Mali juga memiliki kapal dan timnya yang akan menjadi pemandu mengantarkan Anda berkeliling di kawasan Pulau Banyak.

Untuk memesan kamar Anda bisa menghubungi Pak Mali 0813 60991595, Daswan 0822 77007906, Rizki 0821 65716207.

Selain di Pulau Tailana, Anda juga bisa menginap di Pulau Balai dengan fasilitas yang cukup memadai seperti di kota, termasuk listrik yang menyala 24 jam. Berikut referensinya.

Losmen Putri

Jalan Iskandar Muda 43, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 081397376499

Harga mulai dari Rp80.000,-

Lae Kombih

Jalan Iskandar Muda 1, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 085296895929

10 kamar

Harga mulai dari Rp30.000,-

Nanda

Jalan Makmur, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 0813 9768 5036

Harga mulai dari Rp50.000,-

Aurora

Jalan Makmur, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Harga mulai dari Rp50.000,-

Kuliner

Di Pulau Tailana terdapat kantin untuk Anda dapat membeli makanan, bahkan sikap terbuka pengelola memperbolehkan Anda untuk memakai dapur untuk memasak makanan Anda sendiri.

Pilihan lain adalah dengan mencari tempat makan di Pulau Balai, ketika Anda transit. Di sini juga terdapat pelbagai pilihan menu makanan, atau Anda bisa menikmati kopi di warung sambil mengobrol dengan penduduk lokal.

Di antaranya warung-warung yang menyediakan nasi goreng dan mie, yakni di warung Mak Yani di jalan A. Yani dan warung Si Rap. Ada juga warung Mie Aceh, di jalan Iskandar Muda. Menyediakan mie khas Aceh yang berempah, mie bakso, nasi goreng, dan i fu mie.

Lae Kombih, warung di depan penginapan Lae Kombih di jalan Iskandar Muda. Mereka menyajikan aneka makanan penduduk lokal, khususnya makanan dari olahan ikan yang patut dicoba. Mereka juga menyajikan lontong sayur untuk sarapan pagi.

Lontong sayur juga dapat Anda nikmati di Warung Kak Mar. Letaknya juga berada di seberang penginapan Lae Kombih. Selain lontong sayur, di sini juga tersedia nasi goreng, mie, jajanan pasar, dan kopi.

Selain itu, Losmen Putri adalah tempat yang sesuai untuk Anda bebas memilih aneka makanan. Pilihannya lebih variatif, dan Anda pun bisa memesan makanan dengan cara memasak yang Anda inginkan.

Tips

Pesanlah penginapan terlebih dahulu sebelum Anda tiba di sini dengan menghubungi pengelola pondok Tailana.

Anda pun bisa memesan kapal yang akan mengantarkan Anda dari Pulau Balai ke Pulau Tailana, serta berkeliling untuk hopping island.

Hindari memakan kepiting yang berkeliaran di Kepulauan Banyak karena beracun.

Untuk informasi layanan operator wisata dapat menghubungi Keliling Aceh (0852 60618428) atau Leuser Group ( 081264931344).

Aceh, Alam

Pulau Balai: Gerbang Keindahan Kepulauan Banyak

Sekilas

Pulau Balai merupakan salah satu pulau dengan penduduk terpadat di kawasan Kepulauan Banyak. Lokasinya berada di Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Pulau ini  sejka dahulu merupakan tempat persinggahan dan dapat dikatakan gerbang penjelajahan di gugusan Kepulauan Banyak.

Pulau Balai dikenal dengan Mukim Salapan, karena letak pulau ini berada diantara tujuh pulau lainnya yang berdekatan, yakni: Pulau Ujung Batu, Pulau Tapus-tapus, Pulau Baguk, Pulau Panjang, Pulau Rangit Besar, Pulau Rangit Kecil, dan Pulau Malelo. Orang-orang terkadang menyebut kawasan sebagai Pulau-pulau Delapan atau Selapan.

Pulau Balai dahulu tidak berpenghuni dan hanya digunakan untuk tempat beristirahat atau singgah nelayan yang melaut. Karena banyaknya aktivitas nelayan maka kemudian pulau yang luasnya sekira 98,41 hektare itu jadi banyak dihuni penduduk untuk berikutnya menetap. Bahkan,  kini Pulau Balai menjadi nadi perekonomian Kepulauan Banyak serta ibukota dari Kecamatan Pulau Banyak.

Tahun 2005 lalu pulau ini membangun kembali infrastrukturnya yang rusak karena bencana alam Tsunami. Pulau ini sudah menyediakan sarana pariwisata yang cukup mendukung. Bahkan, fasilitas di Pulau Balai termasuk modern dibandingkan pulau-pulau lain di Kepulauan Banyak, termasuk listrik yang sudah menyala selama 24 jam.

Sebagian besar penduduk di Pulau Balai bermatapencaharian sebagai nelayan. Penduduk lainnya memiliki profesi sebagai pedagang kecil dengan membuka warung atau toko di rumah mereka.  Nelayan atau pengusaha di pulau ini cenderung berhubungan dengan nelayan atau pengusaha dari wilayah Sumatera Utara (Sibolga dan Nias), meskipun ada juga yang berhubungan dengan nelayan dari wilayah pantai barat Aceh lainnya. Demikian penduduk Pulau Balai menggantungkan perekonomiannya dari laut.

Sementara itu, etnis penduduk Pulau Balai terdiri dari etnis Aneuk Jamee, Aceh, Batak, Nias, Minangkabau, Haloban, dan sebagainya yang turut mempengaruhi budaya di Pulai Balai.

 

Kegiatan

Memancing ikan di sekitar Pulau Balai adalah salah satu pilihan menarik untuk dilakukan. Selain memancing Anda bisa menikmati pantai pasir putih di sekitar pulau atau berenang di perairan yang tenang dan tidak berombak tinggi.

Kegiatan lain adalah menyewa kapal ke pulau-pulau sekitar Pulau Balai. Di pelabuhan banyak yang akan menawarkan Anda berlayar ke Pulau Palambak Besar dan Pulau Tailana. Selain kedua pulau tersebut juga ada pulau-pulau lain yang bisa Anda kunjungi seperti Pulau Asok, Pulau Panjang, Pulau Rangit, Pulau Sikandang, dan Pulau Biawak.

Ada beberapa jenis kapal yang bisa digunakan diantaranya speedboat,  robin (kapal tradisional dengan mesin), atau kapal nelayan untuk rombongan. Harga sewa yang ditawarkan sekira Rp250.000,- sampai Rp700.000,-, tergantung jenis kapal dan tujuan Anda. Sedangkan biaya sewa ini masih dapat dinegosiasikan atau dapat berubah sewaktu-waktu.

Di sana Anda dapat melakukan snorkeling, mengayuh kayak, atau berenang. Jika tidak ingin melakukan olahraga air, Anda bisa berkeliling menikmati lansekap pantai dan lautnya yang bergradasi biru kehijauan di kawasan Kepulauan Banyak sambil istirahat atau membakar ikan di pantai. Pulau-pulau lain hanya dihuni oleh sedikit orang atau malahan tidak berpenghuni, silahkan jadikan ini kesempatan untuk Anda bersantai di alam bebas yang jauh dari kebisingan.

Berkeliling

Kebanyakan orang menganggap Pulau Balai sebagai tempat transit saja, mereka melewatkannya begitu saja untuk pergi ke pulau-pulau lain. Anda pun bisa berlama-lama di Pulau Balai, cobalah berkeliling dan mengobrol dengan penduduk lokal di warung kopi. Kemudian berjalan-jalan di tepian pantai menikmati suasana desa nelayan dengan pelbagai aktivitasnya.

Sejauh mata memandang dari pantai Pulau Balai, Anda akan melihat pulau-pulau lain yang berdekatan seperti Pulau Ujung Batu. Satu rahasia yang dimiliki Pulau Balai tetapi jarang orang sadari adalah di pulau ini merupakan spot terbaik untuk melihat keindahan panorama laut dan langit saat Matahari terbit dan Matahari terbenam.

Anda bisa melihat Matahari terbit dari dermaga kapal nelayan di seberang losmen Lae Kombih. Momen ini sangat menarik ketika Anda menikmati semburat Matahari sebagai latar belakang aktivitas masyarakat di pagi hari.

Sedangkan tempat yang tepat untuk melihat Matahari terbenam ada di dermaga kapal ferry atau di belakang pemukiman warga. Di sini Anda akan benar-benar menikmati pemandangan Matahari terbenam yang luar biasa.

Berbelanja

Fasilitas di Pulau Balai masih tergolong cukup daripada pulau-pulau lainnya. Karena di sinilah pulau yang memiliki jumlah penduduk terpadat di Kepulauan Banyak sehingga sudah banyak aktivitas masyarakat yang bisa Anda lihat serta ikut menikmatinya.

Setiap satu kali seminggu selalu digelar pasar tradisional yang disebut dengan “Pekan”. Di sini banyak orang menjual pakaian, sayuran, buah-buahan, kue atau jajanan pasar, serta perlengkapan elektronik. Mungkin tidak hanya membeli, Anda akan melihat aktivitas masyarakat di sini dan jangan lupa untuk mengabadikannya.

Transportasi

Pulau Balai adalah pelabuhan pertama ketika Anda ingin mengunjungi pulau-pulau di Kepulauan Banyak dari Aceh Singkil. Sedangkan untuk menuju Aceh Singkil lebih mudah dilalui jika dari Medan dengan jalur udara atau jalur darat. Selain dari Medan bisa juga dilalui lewat jalur laut dari Pelabuhan Sinabang di Aceh Selatan atau Pelabuhan di Gunung Sitoli, Nias ke Pelabuhan Singkil.

Jika menggunakan jalur udara dari Bandar Udara Kualanamu (Medan) dapat menggunakan pesawat Susi Air atau Nusa Buana Air menuju Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri (Aceh Singkil).

Sedangkan jalur darat dari Medan bisa dengan menaiki mobil travel selama kurang lebih 8 jam perjalanan. Ada pilihan kelas travel non-AC mulai dari Rp75.000,- hingga Rp90.000,-  atau dengan fasilitas AC mulai dari Rp110.000,-. Lebih baik berangkat sore atau malam hari sehingga bisa sampai di Aceh Singkil pagi hari.

Alternatif jalur laut tersedia KMP Teluk Sinabang dan KMP Teluk Singkil yang mengantarkan Anda pulang dan pergi dari Pelabuhan Gunung Sitoli (Nias) dan Pelabuhan Sinabang (Aceh Selatan) ke Pelabuhan Aceh Singkil dua kali seminggu.

Ada dua pilihan dari Aceh Singkil menuju Pulau Balai di Kepulauan Banyak. Pertama, ferry selama 4 jam perjalanan  dan hanya berangkat 1 kali dalam seminggu di hari Selasa. Kedua, menumpang angkutan rakyat yang biasa mengangkut sembako dari Pelabuhan Jembatan Tinggi dengan biaya sekira Rp50.000,- per orang.

Menyewa speedboat juga bisa dengan biaya Rp1.200.000,-, untuk Anda yang ingin mengutamakan kenyamanan, speedboat juga bisa disewa untuk sebuah ekspedisi.

Akomodasi

Sarana pariwisata di Pulau Balai cukup memadai sebagai pulau transit di Kepulauan Banyak. Berikut beberapa akomodasi yang dapat Anda pilihan.

Nanda

Jalan Makmur, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 0813 9768 5036

Harga mulai dari Rp50.000,-

Losmen Putri

Jalan Iskandar Muda 43, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 081397376499

Harga mulai dari Rp80.000,-

Lae Kombih

Jalan Iskandar Muda 1, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Telepon: 085296895929

10 kamar

Harga mulai dari Rp30.000,-

Aurora

Jalan Makmur, Pulau Balai, Pulau Banyak, Aceh Singkil

Harga mulai dari Rp50.000,-

Kuliner

Selain akomodasi menginap, di Pulau Balai juga terdapat tempat untuk makan, di warung-warung makan yang tersebar di beberapa area pulau atau di tempat penginapan. Berikut diantaranya:

Banyak warung yang menyediakan makanan berupa nasi goreng dan mie. Seperti di warung Mak Yani di jalan A. Yani dan warung Si Rap.

Ada juga warung Mie Aceh, di jalan Iskandar Muda. Menyediakan mie khas Aceh yang berempah, mie bakso, nasi goreng, dan i fu mie.

Lae Kombih, warung di depan penginapan Lae Kombih di jalan Iskandar Muda. Mereka menyajikan aneka makanan penduduk lokal, khususnya makanan dari olahan ikan yang patut dicoba. Mereka juga menyajikan lontong sayur untuk sarapan pagi.

Lontong sayur juga dapat Anda nikmati di Warung Kak Mar. Letaknya juga berada di seberang penginapan Lae Kombih. Selain lontong sayur, di sini juga tersedia nasi goreng, mie, jajanan pasar, dan kopi.

Menikmati kopi di warung-warung Pulau Balai merupakan bagian dari aktivitas warga di sini, sambil menghabiskan waktu untuk bersantai dan mengobrol.

Selain itu, Losmen Putri adalah tempat yang sesuai untuk Anda bebas memilih aneka makanan. Pilihannya lebih variatif, dan Anda pun bisa memesan makanan dengan cara memasak yang Anda inginkan.

Tips

Jangan lewatkan Pulau Balai hanya sebagai tempat transit. Di sini Anda bisa menikmati dan berbaur dengan masyarakat setempat.

Rahasia kecil di Pulau Balai yang sering dilewatkan banyak orang adalah disinilah spot terbaik untuk melihat pemandangan Matahari terbit dan Matahari terbenam.

Anda bisa menghubungi agen perjalanan yang terdapat di Pulau Palambak Besar untuk mengorganisir waktu dan tujuan.

Hindari memakan kepiting yang berkeliaran di Kepulauan Banyak karena beracun.

Untuk informasi layanan operator wisata dapat menghubungi Keliling Aceh (0852 60618428) atau Leuser Group ( 081264931344).

Aceh, Petualangan

Taman Laut Rubiah: Menikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Weh

Sekilas

Pulau Rubiah merupakan pulau cantik di ujung utara Pulau Sumatera. Tepatnya berada kawasan Pulau Weh, sebelah barat Kota Sabang. Pulau seluas 2.600 hektare ini memiliki keindahan bawah laut yang memesona dan terbilang sangat alami. Begitu pula pesisirnya sama indahnya diapit Pantai Teupin Layeu dan Pantai Iboih

Nama rubiah sendiri diambil dari seorang wanita bernama Cut Nyak Rubiah yang makamnya ada di pulau ini. Terdapat pelbagai kisah mengenai Nyak Rubiah, salah satunya adalah nama seorang wanita dari salah satu calon jemaah haji yang meninggal saat kapalnya yang akan menuju Mekah mengalami karam.

Pulau Rubuah dalam sejarahnya memang pernah menjadi tempat karantina calon jamaah haji Indonesia. Selain itu, pulau ini juga pernah menjadi benteng pertahanan Belanda dan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sisa bangunan bentengnya masih dapat Anda lihat saat ini.

Di Taman Laut Rubiah terdapat berbagai jenis ikan tropis, terumbu karang, kerang raksasa, dan biota laut lainnya. Spesies yang mendominasi adalah terumbu karang (karang tanduk maupun karang lunak) dari berbagai bentuk, jenis dan warna.

Selain itu, ada juga beraneka jenis seperti ikan bendera, botana biru, ikan sersan, kerapu, ikan mayor, ikan putri bali, ikan kuning, ikan kepala merah, dan ikan kupu-kupu. Ada juga hiu yang biasanya muncul selama bulan pertama atau kedua setiap tahun. Dari 15 spesies biota laut yang ada di Taman Laut Rubiah, 14 spesies diantaranya dilindungi.

Kegiatan

Berenang bersama dengan ikan-ikan di laut sekitar Pulau Rubiah adalah kegiatan menarik dapat Anda nikmati saat menyambangi pulau ini. Selain itu, ada beberapa tempat penyewaan peralatan snorkeling untuk menyelam, sambil menelesuri lebih dalam kekayaan biota lautnya. Anda dapat menemukan beberapa biota laut seperti bintang laut, cumi-cumi, dan terumbu karang dengan berbagai bentuk dan warna. Jika berencana untuk melakukan snorkeling, jangan lupa mengunjungi tempat transplantasi karang yang terdapat di pulau ini.

Anda yang tidak bisa berenang masih dapat menikmati keindahan bawah laut di sekitar Pulau Rubiah yang jernih dan bersih. Tersedia perahu khusus dengan kaca menembus bawah laut (glass bottom boat). Dengan menggunakan perahu ini Anda dapat menikmati keindahan taman laut dari perahu. Jernihnya air laut di perairan Pulau Rubiah membuat sinar Matahari dapat menembus hingga ke dasar laut hingga kedalaman 15 meter sehingga Anda dapat menikmati keindaahan pesona bawah lautnya.

Selesai beraktivitas sekitar Pulau Rubiah, hamparan pasir putih yang lembut dan berkilauan akan menemani waktu santai Anda bermain-main di pantai. Ambil waktu untuk berkeliling dengan pepohonan rindang yang tumbuh di pulau ini.

Anda juga dapat berkeliling di pulau ini melihat-lihat sisa dari bangunan tua bekas asrama haji tahun 1920-an. Ada juga 44 makam keramat dari beberapa orang yang dituakan di Pulau Weh dan Banda Aceh. Salah satu di antaranya adalah Makam Nyak Rubiah yang posisinya berada di tengah-tengah pulau.

Transportasi

Letak Pulau Rubiah sekira 350 meter dari Pantai Iboih. Jika Anda tiba di Banda Aceh, dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda lanjutkan menuju Pelabuhan Ulee Lheue selama 40 menit perjalanan dengan taxi. Lanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Ulee Lheue menyeberang dengan ferry ke pelabuhan Balohan di Pulau Weh.

Dari Pelabuhan Balohan Anda dapat menyewa kendaraan atau menggunakan mini bus dengan tarif Rp50.000,- per orang sampai ke pantai Iboih.

Di Pantai Iboih Anda dapat menyewa perahu atau glass bottom boat ke Pulau Rubiah selama 20 menit perjalanan. Ada berbagai pilihan harga untuk menyewa perahu disesuaikan dengan waktu sewa. Biaya sewa selama satu jam akan dikenakan biaya Rp750.000,- untuk sewa selama 30 menit dengan biaya Rp300.000,- dan terendah Rp150.000,- – Rp200.000,- dimana perahu hanya akan mengantar ke pulau dan menjemput kembali sesuai waktu yang disepakati. Perahu tersebut mampu menampung hingga 15 penumpang. Jika Anda bepergian sendiri, ada baiknya untuk ikut dalam rombongan wisatawan lain sehingga dapat berbagi biaya sewa perahu.

Akomodasi

Pulau Rubiah adalah pulau tak berpenghuni dan hanya dijaga oleh sepasang suami-istri bernama Pak Yahya dan Bu Ismar yang juga tinggal di pulau tersebut. Ada satu buah bungalow dengan dua kamar yang dapat disewa wisatawan.

Pilhan lain ada beberapa penginapan di Pantai Iboih dan Kota Sabang, berikut pilihannya.

Iboih Inn & Restaurant

Teupin Layeu, Iboih-Pulau Weh

Sabang, Aceh , Indonesia

Telepon :  0811 841 570, 0812 699 1659

Email : iboih.inn@gmail.com, contact@iboihinn.com

http://welcome.iboihinn.com/contact.html

Yulia Bungalow & Restaurant

Iboih, Pulau Sabang Banda Aceh Indonesia

Telepon: 0821 68 564 383 (Randy)

Email: yuliarestaurant@yahoo.co.id

http://yuliabungalow.com/

Fina Bungalow

Jl. Kilometer 0 Teupin Layee, Iboih, Sabang, Pulau Weh, Aceh, Indonesia

Telepon : 06523324566,  085262111366

Email : finabungalow@gmail.com

http://finabungalowwehisland.blogspot.co.id/2012/03/happy-pulau-weh-iboih-fina-bungalow.html

Pulau Weh Resort

Jalan KM 0, Sabang, Pulau Weh, Aceh, Indonesia.

Telepon : 0652 332 4919 (Pulau Weh), 0821 632 99118 (Pulau Weh)

Email    : admin@wehresort.com

www.pulauwehresort.com

Aceh, Petualangan

Regatta di Tepian Paling Barat Indonesia

 

Regatta di tepian barat Indonesia menggapai impian menempatkan Aceh dalam peta destinasi wisata bahari dunia serta mengembalikan citra Sabang sebagai destinasi yang indah sekaligus bersih, nyaman, dan ramah. Regatta berupaya menggantikan citra provinsi ini yang dulu terluka akibat konflik panjang dan bencana tsunami 2004. Membangkitkan kembali nama Sabang dimana sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting di kawasan ini dan lebih ramai daripada Temasek (Singapura).

Meski Nusantara merupakan wilayah kepulauan yang didominasi lautan tetapi barangkali hanya sedikit masyarakat memahami apa itu arti kata regatta. Sebuah ironi dari negeri yang dahulunya dikenal merajai lautan dan memiliki pelaut-pelaut handal. Masih ingatkah Anda dengan lirik lagu, ‘Nenek moyangku seorang pelaut’? Perahu sandeq saja sebenarnya sudah cukup membuktikan bagaimana kehandalan manusia bahari di Nusantara dulunya itu.

Dari asal katanya, ‘regatta’ dimungkinkan diambil dari bahasa Italia dengan dialek Vensian yang artinya rangkaian pertandingan perahu layar atau perahu dayung atau kadang juga gabungan keduanya. Seiring perkembangan zaman kini perahu modern seperti powerboat pun menjadi bagian dari regatta. Regatta bertujuan untuk kegiatan sosial ataupun promosi wisata dan sering kali melambungkan nama tempat diselenggarakannya. Regatta sudah menjadi hal umum bagi negara yang memiliki event wisata bahari.

Regatta kini memiliki daya tarik tinggi melebihi cerita masa lalunya. Warna putih perahu bertiang layar tinggi serta para pelayarnya yang tangguh berjiwa petualang adalah pemandangan menarik untuk disaksikan. Tidak hanya sepuluh dua puluh pelayar yang hadir, karena regatta juga dihitung dari jumlah orang dan jumlah hari yang mereka habiskan di sebuah tambatan.

Untuk pertama kalinya pulau paling barat sekaligus paling utara di Nusantara yaitu Sabang di Pulau Weh mendapatkan kehormatan menjadi destinasi event regatta. Regatta melombakan adu perahu layar dengan mengambil start dari Langkawi Malaysia, kemudian berlomba hingga finisnya di Pelabuhan Alam, Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh. Ada pula peserta yang berangkat dari Phuket, Thailand.

Para pelayar dituntut memiliki persiapan yang matang dalam mengarungi laut yang terbentang luas. Bukan hanya kacakapan dan ketangkasan menghadapi gelombang tetapi juga pintar membaca angin, menentukan pergantian awak, serta keterampilan mengendalikan perahu agar selamat sampai di garis finis.

Setibanya di Sabang, pengarung lautan itu akan disambut pertujukan kesenian tradisional khas Aceh, jamuan makan malam, pameran foto dan kerajinan, serta acara tour mengunjungi obyek-obyek wisata bahari di sekitar Pulau Weh, termasuk Kilometer Nol. Pantai Gapang yang berlokasi di Laut Teluk Sabang menjadi lokasi dilombakannya coastal race dan sailing pass. Peserta regatta juga akan diajak tur berkeliling kota Banda Aceh dan menikmati budayanya.

Keindahan alam Sabang dan kekayaan budaya Aceh begitu memikat dan sangat potensial untuk pengembangan pariwisata. Sabang memiliki pasir yang putih dan pulau-pulau tak tersentuh eksploitasi berlebih. Provinsi Aceh sangat bangga menjadi tuan rumah regatta pertama di Sumatera. Di Pulau Weh yang terbesar di Sabang nantinya para pelayar akan diajak berpetualang-berwisata bahari, menapakkan kaki di Monumen Kilometer Nol, menikmati keindahan bawah laut Pantai Iboih, Pulau Kiah, Seulako, dan Pulau Rubiah.Di tepian paling barat Indonesia, pelayar regatta diundang untuk mengudap kenikmatan bersantai di Pulau Weh dan Kota Sabang.

Selain dengan regatta, Pemerintah Indonesia terus mempromosikan potensi wisata baharinya yang meliputi 5,8 juta meter persegi. Ada berbagai destinasi bahari dari perairan timur ke barat Indonesia seperti Wakatobi, Taman Nasional Komodo, Lombok, Bali, dan Karimunjawa.

Aceh, Alam

Sumur Tiga: Kristal di Pesisir Samudera yang Damai

Sekilas

Pastikan kunjungan Anda saat ke Sabang mengunjungi keindahan yang alami dari Pantai Sumur Tiga. Berlokasi di pantai timur Pulau Weh, tepatnya di Kecamatan Ie Meule, Sukajaya, Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh. Pantai ini akan memukau siapa pun yang menyambanginya.

Pantai ini diberi nama Sumur Tiga karena memiliki tiga sumur air tawar yang terdapat di sepanjang pantainya. Pantai Sumur Tiga memiliki karakteristik yang berbeda dengan Pantai Iboih atau pun Pantai Gapang. Pasir di Pantai Sumur Tiga lebih putih berkilau bak kristal dan lembut meskipun airnya sedikit berombak. Panorama pantainya membentangkan laut biru dipadu angin sepoi yang menggerakkan nyiur di pinggir pantai.

Pantai jernih dengan air laut berwarna biru kehijauan adalah pemandangan yang sangat menenangkan jiwa. Pohon kelapa yang dihembuskan oleh angin laut pastinya akan membuai Anda saat rebahan pasir atau duduk di rerumputan pinggir pantai. Jangan lupakan juga di sini berdiam begitu banyak benteng sisa Pendudukan Jepang untuk dijelajahi meski sayang kurang terawat.

 

Kegiatan

Terhampar di sini sekitar 2 mil pantai berpasir putih yang cocok bagi pecinta pantai atau untuk berbulan madu. Jangan kaget kadang dari sini terlihat lumba-lumba dan pastinya aktivitas nelayan saat menangkap ikan dengan bentuk perahu yang berbeda dari kebanyak perahu di Nusantara.

Nikmati pesisir pantai yang indah ini dengan mengelilingi kontur bukit hijau dari hutan tropis. Berjalan-jalanlah menyusuri pantainya lalu bercengkrama dengan nelayan atau anak-anak setempat yang sedang bermain. Temukan keceriaan dan kedamaian sesungguhnya dari kehidupan yang jauh dari kesibukan kota di sini.

 

Pantai Sumur Tiga adalah surga untuk Anda melakukan aktivitas diving dan snorkling seperti juga di Pantai Iboih dan Pantai Gapang. Pasirnya berwarna putih dan sangat bersih, kontras dengan gradasi laut berwarna biru muda menuju biru tua. Pantai ini juga masih sepi pengunjung dan terbilang bersih.

 

Anda juga dapat melakukan aktivitas selancar angin di sini dimana perairan Sabang yang tenang namun berangin kencang sudah pernah menjadi lokasi kejuaraan selancar angin. Cobalah juga memancing di sini karena tak sulit untuk mendapatkan hasil memuaskan. Anda dapat pula memancing di laut dalam bila berkenan.

 

 

Berkeliling

Untuk berkeliling Pulau Weh atau Sabang maka Anda bisa menyewa mobil atau motor agar petualangan menjadi lebih mudah. Berkeliling dengan sepeda atau motor akan menjadi sensasi yang menarik dan berkesan. Baca tautan berikut untuk pengalaman sensasi berkendara sepeda motor di Sabang.

 

Sabang adalah sebuah kotamadya dari Pulau Weh yang dapat dijelajah dalam 1-2 hari. Apabila Anda berkeinginan mengunjungi beberapa tempat menarik yang masih bernuansa pantai maka kunjungi juga pantai-pantai berikut ini.

Pantai Gapang

Jalan Sabang – Iboih KM 21

Pantai Kasih

Jl.Hasanudin,

Pantai Teupin Layeu

Desa Iboih Km 23

Pantai Ujung Kareung

Desa Ie Meulee, Pulau Weh

 

Akomodasi

Pantai ini dekat dengan kota tetapi suasananya terasa tenang dan santai. Resort yang mungkin akan sempurna untuk bermalam di Pantai Sumur Tiga adalah Casa Nemo dan Freddie Santai Sumur Tiga yang dikelola Freddie, seorang warga Afrika Selatan. Lokasinya hanya 15 menit dari Kota Sabang. Kisaran harganya yaitu Rp185,000,- hingga Rp280,000,-.

Freddie Santai Sumur Tiga

Tel: +62 (813) 6025 5001

E-mail: Santaisumurtiga@yahoo.com.

Web: http://www.santaisumurtiga.com

Casa Nemo

Pantai Sumur Tiga

Tel: +62 813 6038 0104 or +62 813 6299 9942

Web: http://www.casanemo.com

 

Ada beberapa akomodasi di Sabang apabila Anda memilih hanya mengunjungi Pantai Sumur Tiga tanpa menginap. Berikut ini akomodasi lain di Sabang.

Guest House Pantai Kasih

Jalan Sultan Hasanuddin, No.10, Sabang

Telp : +62652 21066

Mobile: +62813 7734 7444

Phone: +62-652-21066

Web: www.pantaikasih.com

Sabang Guest House

Jl. Teuku Umar No.23-25

Kota Bawah, Sabang

Telp/fax: +62-652-21186

Holiday Hotel

Jln. Perdagangan Belakang

Kota Bawah – Sabang

Telp : +62-652-21131

Hotel Sabang Hill

Jl. Iskandar Muda

Telp: +62652 21344

Losmen Sabang Merauke

Jl. Teuku Umar No. 126

Kota Bawah, Sabang

Telp: +62-652-21256

Hotel Kartika

Jl. Teuku Umar No. 21

Kota Bawah, Sabang

Telp: +62-652-21344

Hotel Sabang Jaya

Jl. Teuku Umar No. 17-19

Kota Bawah, Sabang

Telp: +62-652-22168

Kartini Home Stay

Jl. Teuku Umar no. 25

Kota Bawah, Sabang

Telp: +62-652-21256

Losmen Irma

Jl. Seulawah No. 3, Sabang

Telp: +62-652-21148

Wisma Zahira

Jl. Sultan Hasanuddin, Sabang

Telp: +62-652-22444

 

 

 

Kuliner

Makanan dan minuman di Sumur Tiga cukup lezat dengan menu makanan Eropa dan Indonesia. Harganya pun tidaklah terlalu mahal.

Kuliner Sabang akan menyajikan untuk Anda beragam makanan olahan laut. Termasuk di sini adalah mie aceh dengan kepiting. Mie aceh dikenali dengan ukuran mienya yang lebih besar dibandingkan mie umumnya. Olahan mie biasanya digoreng atau menggunakan kuah. Melengkapi kelezatannya adalah taburan bawang goreng dan emping. Anda juga akan merasakan bumbu khas Aceh yang cukup pedas berselera. Untuk melegakannya, nikmati saja segelas es jeruk atau sebuah es kelapa yang nikmat. Bagaimana, tertarik mencicipi?

O’ya, jangan lupa juga mencicipi kopi aceh yang terkenal itu. Anda bisa mendapatinya saat berjalan-jalan malam hari di Kota Sabang. Ada banyak warung kopi yang menyediakan kopi aceh dengan cara penyajian yang unik.

 

 

Belanja

Beberapa souvenir menarik dapat Anda temukan di Jalan Perdagangan, Sabang, seperti cenderamata dari batok kelapa hasil karya masyarakat Desa Ie Meulee-Ujung Kareung.

Oleh-oleh untuk Anda yang modis mengapa tidak membeli kaos t-shirt yang berdesain unik khas Sabang di Jalan Cut Mutia, Sabang, yaitu di toko distro Piyoh.

Ada beragam aneka kudapan khas Sabang di Gampong Wisata Aneuk Laot. Di sini dijual kue kara, sepet kue, dodol, dan peuajoh aceh.

 

 

Transportasi

Untuk menuju Pulau Weh maka Anda bisa menggunakan kapal cepat (feri) atau kapal lambat dari Pelabuhan Ulee Lheue di Kota Aceh ke Pelabuhan Balohan di Sabang.

Terletak di pantai timur Pulau Weh, Pantai Sumur Tiga hanya 5 menit berkendara dari Kota Sabang. Anda dapat mencapainya dengan mudah menggunakan mobil sewaan yang di sini disebut taxi. Harganya berkisar antara Rp70.000,- hingga Rp150.000,-.

Dari Kota Sabang menuju Pantai Sumur Tiga, jalanannya mulus dengan pemandangan di kiri kanannya berupa pepohonan besar dari hutan tropis.

 

Tips

Untuk menyewa kendaraan berupa sepeda motor, sepeda, atau mobil maka Anda bisa dapati di penginapan atau dari Pelabuhan Balohan.

Mengingat di Pulau Weh SPBU tidaklah banyak maka pastikan Anda rutin mengecek ketersedian bensin atau warga setempat menamakannya minyak. Di pinggir jalan biasanya tersedia penjual bahan bakar apabila sewaktu-waktu darurat Anda membutuhkannya.

Sabang seperti juga daerah lain di Provinsi Aceh menerapkan Hukum Syariah Islam meski di sini terbilang lebih longgar karena banyak wisatawan mancanegara.  Makanan di Sabang pastinya jenis yang halal termasuk minuman yang tidak beralkohol. Di beberapa tempat tertentu minuman beralkohol dapat ditemukan dan khusus untuk wisatawan mancanegara.

 

Aceh, Alam

Iboih: Bertambat pada Keindahan Pulau Weh

Sekilas

Perahu kayu nampak melayang diam di udara itu karena air laut yang sulit digambarkan beningnya membuat perahu seolah terbang. Padahal nyatanya perahu tersebut mengambang di perairan Pantai Iboih yang dangkal, tenang, dan berair jernih. Pantai Iboih yang indah dan alami telah mengubah perspektif mata manusia saat memandang perahu di lautan.

Tak sedikit wisatawan mancanegara runtuh hatinya dan segera menyatakan cinta pada keindahan Pantai Iboih. Hutan lindung Iboih memiliki garis pantai yang menawan dengan pasir berwarna keemasan dan batuan besar bersusun. Dasar lautan yang dangkal memancarkan hijau kebiruan, bahkan menyorotkan kedamaian. Lengkung pesisirnya seperti bibir tersenyum menyambut pengelana merasakan kehangatan hutan hujan tropis yang bertahtakan kekayaan flora dan fauna Indonesia.

Tidak berlebihan bila hutan lindung ini pun digambarkan sebagai taman firdaus, karena bagi sebagian wisatawan, inilah gambaran taman ‘bermain’ yang sesungguhnya dibandingkan dengan apa  yang digambarkan dalam film-film bernuansa surgawi.

Pohon hutan tropis yang menjulang sekaligus memayungi pasir pantai sebagai tambatan temali yang digantungkan. Wisatawan pun bermain bergelantung, berayun, dan jatuh di air tenang pantai Iboih yang juga disebut sebagai ‘Teupin Layeu’.

Keindahannya dapat membangkitkan kembali sifat kekanak-kanakan yang sudah lama tertimbun di kesibukan pekerjaan. Rubiah di hadapannya menantang sisi kedewasaan kita sebagai petualang.

Iboih dan Pulau Rubiah di seberangnya terletak di tepi barat Pulau Weh yang legendaris. Bila diibaratkan tapal kuda berbentuk huru U, Iboih berada di bagian dalam lengkungan sisi kiri. Letak geografisnya mengisyaratkan keterbukaan untuk datang dan pergi kapan pun itu, namun kenangannya akan sulit dilupakan. Bahkan tsunami pun tak begitu banyak berdampak di sini, karena Iboih tersembunyi.

Bermainlah seperti Anda lupa telah meninggalkan dunia permainan jauh di belakang. Nikmati suasana hening seperti Anda di halaman rumah dengan taman dan kolam yang asri. Berpetualanglah seperti tak ada lagi kesempatan untuk melakukannya karena Iboih menjanjikan kesederhanaan. Harapanpun tercuat semoga keindahannya tidak hancur diterjang gelombang kunjungan dan pengrusakan yang tidak bertanggung jawab.

Kegiatan

Menjelajah pesisir bagian dalam Pulau Weh dengan kontur bukit dan pantai telah memberikan kesan petualangan yang instan bagi Anda.  Dari celah-celah vegetasi alam sering kali laut di sekitar pulau mengintip Anda dengan warnanya yang hijau kebiruan.

Di pantai sepanjang pesisir Iboih, formasi batuan yang tersusun banyak dimanfaatkan pengusaha akomodasi untuk membangun istana kecil bagi wisatawan. Dipandang dari Pulau Rubiah yang tersohor taman lautnya di mata para penyelam, Iboih menyembunyikan cottage-cottage asri di antara pohon-pohonnya yang hijau tepat di garis pantainya. Perahu nelayan dan penyelam mengisyaratkan ada kehidupan menyenangkan di sekitar pantainya.

Snorkeling adalah kegiatan favorit dan tak bisa ditunda saat semua perlengkapan perjalanan sudah disimpan di kamar yang tertata dari bahan kayu juga kasur nyaman berkelambu menghadap laut biru. Bila akuarium terlalu berlebihan untuk menggambarkan Iboih maka taman pantai alami adalah istilah terbaik.

Berjalanlah menyusuri pantai untuk merasakan sebuah petualangan ringan tapi mengesankan. Hampir mengherankan saat Anda sadar bahwa laut di Iboih tak terlalu banyak memberikan deburan ombak. Hening suasana pantainya seolah memberikan kesan lain dari sebuah pantai.

Tentu saja alasan utama para pelancong itu datang ke sini ialah untuk menyelam. Para penyelam ingin melihat formasi gunung berapi yang ada di bawah permukaan air lautnya yang tersohor. Gunung api bawah laut ini konon telah memisahkan Pulau Weh dengan ujung pulau Sumatra. Penyelaman di Pulau Weh disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia yang memiliki ribuan titik selam.

Kunjungi dive spot seperti West Seulako, Rubiah Sea Garden dengan Honey Comb Moray Eel-nya yaitu sejenis belut laut, Rubiah Utara yang tenang perairannya, Batee Tokong dan The Canyon dengan 3 labirin yang bisa jadi ‘drift dive’ serta surga untuk Moray Eel. Temukan spesies lain seperti frog fish, needlefish, anthias, trumpet fish, scorpion fish, lion fish, black tip shark, hawksbill turtle, barracuda, dan juga nudibranch serta anemone.

Pulau Weh sendiri dapat dijelajahi karena pesisir pantainya bervariasi. Penyewaan perahu boat dapat ditemukan di Iboih dan mereka pun menawarkan tour keliling Pulau Weh yang menyediakan puluhan persinggahan untuk menyelam atau snorkeling. Selain itu beberapa pantai yang sunyi pun seolah dihadiahkan untuk Anda hari itu.

Di pagi hari, udara hangat daerah tropis menyapa Anda untuk mengundang makan pagi di tepi pantai. Di atas formasi batu alam yang menjorok ke arah pantai, meja makan disediakan untuk menikmati setiap suap makanan yang memberikan kenikmatan dan kekuatan untuk melalui hari-hari Anda berpetualang di Iboih.

Akomodasi

Sepanjang pesisir Teupin Layeu atau Iboih, terdapat beberapa tempat menginap bagi Anda, seperti: Yulia, Iboih Inn Resort Resto, Oong, Mama Mia, Fatima, 7 Bungalows, RTD, Arina, Ayub, Erick’s, dan beberapa tempat baru lainnya yang menawarkan kesederhanaan hidup harmonis dengan alam.

Kebanyakan akomodasi di Iboih berawal dari rumah biasa yang dijadikan tempat menginap bagi wisatawan, sehingga cara dan kebiasaan hidup pun disesuaikan dengan apa yang dilakukan warga setempat. Kamar mandi dan berbagai keperluan kebersihan dilakukan di tempat terpisah di luar kamar tidur dan tidak termasuk di bagian dalam rumah.

Kuliner

Dengan memegang Hukum Syariah Islam maka makanan di Pulau Weh secara keseluruhan diharuskan halal termasuk minuman walau di beberapa tempat tertentu untuk wisatawan mancanegara minuman ber-alkohol dapat ditemukan. Namun kebanyakan dari semua tempat yang ada, minuman ber-alcohol tidak diperbolehkan.

Tanpa itu pun, makanan dan minuman di Iboih masih terhitung cukup lezat. Berbagai penginapan biasanya sudah menjadi tempat makan dalam lingkungan yang sama.

Bila ingin lebih beragam, bergegaslah sedikit ke arah selatan, yaitu di Pantai Gapang dimana beberapa café dan restoran lebih marak ditemukan. Dang Dang Na misalnya menyediakan gado-gado juga makanan Eropa.

Berbelanja

Bila ingin berbelanja seperti halnya di Batam sebagai pelabuhan bebas maka Sabang yang dulunya sempat menjadi pelabuhan bebas maka sekarang perannya diaktifkan kembali seperti Batam oleh Presiden Abdulrahman Wahid. Artinya beberapa jenis barang luar negeri bisa ditemukan di kota Sabang. Namun beberapa souvenir menarik dapat didapatkan di Jalan Perdagangan Sabang, seperti cenderamata dari batok kelapa hasil karya masyarakat Desa Ie Meulee-Ujung Kareung.  Untuk kaos t-shirt yang berdesain unik, silakan datangi Jalan Cut Mutia, Sabang dan temukan distro Piyoh.

Transportasi

Untuk menuju Iboih, biasanya berangkat dari Sabang atau dari Pelabuhan Balohan. Dengan menyewa kendaraan yang dapat disewa secara bersamaan dengan wisatawan lain, atau menggunakan angkutan umum.

Iboih hanya sekitar 1 jam perjalanan saja dan selalu dilewati oleh mereka yang akan menuju ke Titik Kilometer Nol, Sabang. Ongkos dapat menjadi ringan bila pergi bersama yaitu tiap orang bisa mengeluarkan biaya Rp50.000,00 untuk mencapai Iboih.

Aceh, Alam

Pantai Gapang: Tempat Backpackers Menikmati Taman Firdaus Dunia

 

Sekilas

Pantai Gapang di Pulau Weh adalah salah satu pilihan para penjelajah dunia (backpackers) setelah merapat di Pelabuhan Balohan kemudian meluncur ke bagian barat pulau sekitar 1 jam perjalanan. Inilah destinasi yang wajib Anda kunjungi saat bertandang ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Sabang sendiri merupakan kota terbesar di Pulau Weh yang berada di sisi utara melalui jalur timur. Dengan bermodal sekantung penuh waktu, Pantai Gapang adalah tujuan sempurna merasakan kenikmatan berlibur di tepi paling barat Indonesia.

Mengapa pantai yang indah ini dinamakan Gapang, ternyata terkait dengan menjulangnya pohon-pohon yang berdiri tepat di tepi pantai yang bersih yang nama pohon Gapang. Pilihan Anda hanya dua, menyinari diri dengan kehangatan matahari setelah berjam-jam mencemplung di air laut bersuhu nyaman. Pilihan kedua adalah tidur santai di bawah teduhnya Pohon Gapang sambil mengenyahkan pikiran tentang pekerjaan sehari-hari. Bagi para backpackers, di sinilah waktu seakan telah berhenti berputar untuk mereka.

Di sepanjang pantai, puluhan resort penyelaman dan rumah tumpangan berdiri membentuk perkampungan yang tidak pernah dilupakan pengunjungnya. Tidak hanya itu, para backpacker dan penyelam dunia mengguratkannya dalam jurnal perjalanannya mereka di dunia maya. Ketika itu pula, ratusan bahkan ribuan backpacker lainnya yang belum sempat menapakkan kaki telanjangnya di pasir Pantai Gapang membaca jurnal tersebut dan menyimpannya di agenda perjalanan mereka berikutnya.

Memandang jauh ke lepas pantai yang biru, kopi aceh serasa menjadi penenang kerisauan yang biasanya muncul di siang hari saat bekerja. Pemandangannya sungguh menyejukkan batin. Bila melihat keindahan Pantai Gapang di halaman situs dunia maya, jelas bahwa pantai ini adalah inspirasi terhebat bagi fotografer. Keheningannya membuat Anda bertanya, mengapa pantai seindah ini tak banyak yang menikmatinya. Apa pun itu, di sinilah taman firdaus di dunia tersembunyi.

Tak dapat dibandingkan dengan kawasan backpackers lainnya yang berada di sekitar segitiga backpacker rendez vous, Pantai Gapang menjanjikan keheningan tak berbanding yang tidak didapatkan di Phuket, Langkawi, atau Penang. Backpackers terus memuja Pantai Gapang dan selalu menjadikannya destinasi favorit.

Kegiatan

Menyelam dan snorkeling selalu menjadi kegiatan yang paling utama ditawarkan di Pantai Gapang. Tarifnya biasanya tak jauh berbeda dengan pantai-pantai lain di Indonesia. Untuk snorkeling biasanya pengunjung mendapatkan perlengkapan sewaan yang disediakan di sekitar pantai dan resort sekitar. Begitu pula untuk penyelaman, pusat olah raga selam atau dive center sudah banyak beroperasi di Pantai Gapang.

Berperahu mengitari kawasan pulau yang masih belum tersentuh ini pun menjadi alternative kegiatan di Pantai Gapang.

Treking mendaki puncak tertinggi di Pulau Weh juga tersedia dengan memanggil tour guide yang dapat membawa Anda ke puncak Gunung Keris, puncak tertinggi di Pulau Weh. Cobalah untuk menghubungi Mustafa di Gapang dengan nomor telepon genggam 0852 7744 2222.

Selancar angin merupakan salah satu kegiatan yang mulai populer di Pulau Weh, terutama di perairan Sabang yang tenang namun berangin kencang. Kejuaraan selancar angin pernah diselenggarakan di sini.

Memancing pun menjadi salah satu alternatif kegiatan Anda selama di Gapang atau Pulau Weh secara keseluruhan. Di sini ikan berlimpah dan perairannya jarang dikunjungi sebagai titik kegiatan memancing sehingga tak sulit mendapatkan hasil yang memuaskan.

Memancing di laut dalam (deep sea fishing) nampaknya menjadi satu hal yang Pulau Weh dapat tawarkan kepada para pengunjung. Salah satu titik terbaik di dunia ialah di area dekat Pulau Rondo.

Jet ski, ski air dan power boat adalah kegiatan rekreasi yang paling tepat dilakukan di Gapang atau beberapa tempat di Pulau Weh karena memang perairannya yang mendukung. Masyarakat sekitar tak sungkan menerima hal baru yang membuat kehidupan di Pulau Weh semakin meriah dengan kegiatan wisata.

Beberapa tempat menarik di sekitar Pantai Gapang ialah Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Tugu Kilometer Nol, hutan lindung tempat berkumpulnya monyet macaque, Pantai Pasir Putih, Air Terjun Pria Laot, pemandian air panas, gunung berapi di Jaboi, serta hydrothermal di lepas pantai Gapang bagi para penyelam.

Akomodasi

Pilihan ada di tangan Anda setelah sampai di Pantai Gapang. Backpackers memiliki pilihan harga dan jenis akomodasi yang beragam mulai dari rumah tumpang atau bungalow dengan dinding kayu yang eksotis seharga Rp80.000,00. Ada pula resort penyelam yang juga memiliki fasilitas hampir sama dengan pelayanan khusus bagi mereka yang memiliki hobi menyelam sekitar Rp250.000,00.

Beberapa pilihan rekomendasi akomodasi untuk Anda adalah berikut ini.

  1. Lumba-Lumba Diving Centre. Tel/Fax: 0652 331133, atau 0811682787 dengan website lumbalumba.com dan email di info@lumbalumba.com.
  2. Leguna Resort: 08126951415 kontak Ibu Linda.
  3. Flamboyan Gapang Resort: 081360272270 kontak Ibu Mina.
  4. Dang Dang Na Restaurant and Bungalows : 0852 6041 8854, atau 0852 6033 7436 kontak Pak Syukur.
  5. Ramadilla: 0815 4304 6668 kontak Pak Danu

 

Kuliner

Backpacker memiliki kebiasaan mengatur keuangannya dengan baik dengan tetap membuka seleranya yang tinggi. Dengan duduk di tepi pantai dan di kampong penyelam, keduanya dapat dipertahankan dengan nyaman. Banyaknya pilihan tempat makan di Pantai Gapang membuatnya ramai dikunjungi.

Silakan coba kehangatan suasana Gapang Jaya Restaurant, Zero, Buchari’s Limbo Restaurant, Barracuda Restaurant, Mama Jungle’s, Warung Walet, Dat’s Zero Café, dan yang terkenal ialah Dang Dang Na Restaurant. Naguna pun semakin populer di kalangan backpacker karena menyediakan kopi Aceh yang lezat dan nasi gurih.

 

Berbelanja

Apabila ingin berbelanja beberapa jenis barang luar negeri maka Sabang kini diaktifkan kembali sebagai pelabuhan bebas seperti Batam. Beberapa souvenir menarik dapat ditemukan di Jalan Perdagangan Sabang, seperti cenderamata dari batok kelapa hasil karya masyarakat Desa Ie Meulee-Ujung Kareung.  Ada juga kaos t-shirt berdesain unik di Jalan Cut Mutia, Sabang yaitu Distro Piyoh.

Transportasi

Pantai Gapang lokasinya sekitar 17 km dari kota Sabang. Untuk menuju Pantai Gapang, Anda dapat berangkat dari Sabang atau dari Pelabuhan Balohan. Dengan menyewa kendaraan yang dapat disewa secara bersamaan dengan wisatawan lain atau menggunakan angkutan umum.

Pantai Gapang dituju dengan lama perjalanan sekitar 1 jam lebih perjalanan dimana selalu dilewati oleh mereka yang akan menuju ke Tugu Kilometer Nol, Sabang. Ongkos dapat menjadi ringan bila pergi bersama yaitu dan tiap orang bisa mengeluarkan biaya Rp50.000,00 untuk mencapai Iboih.

Perjalanan di pulau Weh sangat mengasikkan karena jalannya naik turun bukit dan menyusuri tepian pantai yang Indah dimana saat diatas bukit kita bisa menikmati pemandangan pantai dan pulau kecil yang indah. Di pulau Weh Anda bisa melihat mobil-mobil CBU beragam dimana sebagian besar adalah mobil bekas yang dibawa dari Singapura atau Malaysia dengan biaya pajak lebih murah tetapi mobil tersebut tidak bisa dibawa keluar dari Pulau Weh.