Category Archives: Sumatera Selatan

Budaya, Sumatera Selatan

Museum Sultan Mahmud Badaruddin Kesultanan Palembang

Sekilas

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang berada di seberang Sungai Musi ini memiliki bentuk asli bangunan tidak berubah dari masa awal pendiriannya. Lokasinya di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Palembang.

Di museum ini Anda dapat menikmati sekitar 556 koleksi benda bersejarah, mulai dari bekas peninggalan kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang. Nama Sultan Mahmud Badaruddin II dijadikan nama museum ini untuk menghormati jasanya bagi kota Palembang.

Museum ini berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu) dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah. Berdasarkan penyelidikan oleh tim arkeologis tahun 1988, diketahui bahwa pondasi Kuto Lama ditemukan di bawah balok kayu.

Benteng ini pernah habis dibakar oleh Belanda pada 17 Oktober 1823 atas perintah I.L. Van Seven House sebagai balas dendam kepada Sultan yang telah membakar Loji Aur Rive. Kemudian di atasnya dibangun gedung tempat tinggal Residen Belanda. Pada masa Pendudukan Jepang, gedung ini dipakai sebagai markas Jepang dan dikembalikan ke penduduk Palembang ketika proklamasi tahun 1945.  Museum ini direnovasi dan difungsikan sebagai markas Kodam II/Sriwijaya hingga akhirnya menjadi museum dan

Jam berkunjung museum ini adalah Senin hingga Kamis: 08.00 – 16.00 WIB, Jumat: 08.00 – 11.30; serta  Sabtu dan Minggu: 09.00 – 16.00. Untuk hari libur nasional akan tutup.

 

Kegiatan

Kegiatan berwisata di museum sejatinya tidaklah membosankan. Apalagi apabila Anda pergi dengan bekal pengetahuan pengantar sebelumnya. Di Museum Sultan Mahmud Badaruddin tersimpan lebih dari 500 benda bersejarah berupa koleksi arkeologi, etnografi, biologi, keramik, senirupa, dan numismatik.

 

 

Berkeliling

Untuk berkeliling kota Palembang akan ada beberapa pilihan moda mulai dari bus, taxi, perahu bidar, hingga mobil ketek. Yang terakhir apabila Anda temukan maka patut dicoba. Mobil antik tersebut berupa jeep willys sisa perang dunia II yang mirip angkot Jeepney di Filipina. Masyakat Palembang memberinya nama mobil ketek karena suara mesin mobil ini sangat mirip suara mesin perahu di sepanjang aliran Sungai Musi. Pemiliknya bukan dari kalangan pengoleksi mobil antik, melainkan para juragan angkot yang dimiliki secara turun-temurun. Keberadaan mobil ketek ini terancam punah karena tidak tersedianya onderdil dan kalah bersaing dengan angkutan umum modern. Untuk menemukan kendaraan unik ini coba ditemui di Jalan KH A Azhari, kawasan 7 Ulu sampai 1 Ulu dekat stasiun kereta api Kertapati, dan sekitar Jalan Sosial di Km 5 Palembang sampai Lebongsiarang, Ilir Timur. Di tiga tempat itu, disesaki mobil antik jenis jeep willys.

 

 

Akomodasi

Berikut ini daftar akomodasi yang kami referensikan di sekitaran Ilir Barat I.

Jl Letkol Iskandar 31,24 Ilir,Ilir Barat I Palembang

Telp. 0711 354193

Syailendra Hotel

Jl Jend Sudirman 619,14 Ilir,Ilir Timur I Palembang

Telp. 0711 364850

Basema Dempo Hotel

Jl Jend A Yani 3,14 Ulu,Seberang Ulu I Palembang

Telp. 0711 512541

Dharma Agung Hotel

Jl Kol H Burlian Km 7,5/45, Sukarami, Palembang

Telp. 0711 410558

Palapa Prima Hotel

Jl Musi II 54,Siring Agung,Ilir Barat I Palembang

Telp. 0711 442524

Shofa Marwah Hotel

Jl Kapt Anwar Sastro 1297,20 Ilir III,Ilir Timur I Palembang

Telp. 0711 320932

Al Fath Melia Hotel

Jl Aipda KS Tubun 19,17 Ilir,Ilir Timur I Palembang

Telp. 0711 317174

Duta Palembang Hotel

Jl Letkol Iskandar 535,24 Ilir,Ilir Barat I Palembang

Telp. 0711 369177

 

 

Kuliner

Akan ada banyak pilihan kuliner di kota ini untuk Anda nikmati. Mengapa tidak kali ini coba nikmati kuliner Palembang sambil merasakan nuansa sungai melihat pemandangan Jembatan Ampera yang megah dikala malam hari. Riverside Restaurant di Komplek Benteng Kuto Besak menggunakan perahu tongkang yang disulap menjadi sebuah restoran dua lantai. Anda dapat menikmati hilir mudik perahu nelayan yang menghiasi pemandangan sekitar dan menambah santai saat makan siang. Tersedia beragam seperti ikan gurame bakar, sapo tahu, kangkung hotplate, dan banyak lagi. Menu unggulannya adalah udang bakar cabai saus boombaru. Udangnya benar-benar manis dagingnya berukuran sedang dan berdaging empuk. Dipadukan saus cabai yang pedas dan sedikit asam membuat cita rasa udang bakar boombaru ini sangat lezat. Restoran ini berlokasi di tepian Sungai Musi kebanggaan masyarakat Palembang.

 

Belanja

Setelah menyusuri sejarah dan peninggalan Sriwijaya maka lanjutkanlah dengan membeli souvenir yang ada di sekitar sungai. Di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sendiri tersedia toko yang menjual berbagai macam makanan dan souvenir. Toko-toko itu disebut Pasar 16 Ilir dan Pasar 35 Ilir. Sekitar 2 kilometer dari sana, Anda juga dapat menemukan pusat songket. Kemudian 50 meter berikutnya ada pusat ukiran Lekeur.

PalembangCity Clothing mengusung tema jiwa muda dengan kaos bertemakan budaya masyarakat kota Palembang termasuk kata-kata humor, budaya masyarakat, gaya hidup, dan pesan moral. Kunjungi tempatnya di Jalan Bangau No. 29 Ilir Palembang, Telp. 0711-319640; 0711-7304774, 7304884, 7304994, atau 0811-293453. Tersedia pula websitenya di alamat: http://palembangcity.com.

 

Untuk mendapatkan susasana kota Palembang yang nyaman maka Anda dapat mengunjungi Palembang Indah Mall (PIM) di Jalan Letkol Iskandar 18. Tersedia tenant-tenant ternama di sini. Mall ini sering menjadi tempat temu artis, audisi, dan pertunjukan musik seperti PIM Jazz festival. Kalangan muda di kota Palembang menjadikan PIM sebagai tempat nongkrong mereka.

 

 

Transportasi

Anda dapat mengunjungi Palembang dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin. Arahkan tujuan berikutnya ke Sungai Musi yang berseberangan dengan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Anda dapat menggunakan taksi atau mobil sewaan dari bandara. Jarak antara bandara dan pusat kota sekitar 6 kilometer. Di pusat kota, ada sembilan jenis angkutan umum, di antaranya adalah bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera dengan ongkos Rp1.5000-Rp5.000.

 

 

Tips

  • Untuk informasi, Anda dapat menghubungi kantornya yang beralamat di:

Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2,

Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I,

Palembang, Sumatera Selatan

Telepon 0711-358450

Faks. 0711-352573

Budaya, Sumatera Selatan

Jakabaring Sport City: Kebanggaan Insan Olah Raga Palembang

Pengembangan Jakabaring awalnya hanya stadion sepak bola yang menjadi kandang klub sepak bola kebanggaan kota Palembang yaitu Sriwijaya FC. Berikutnya tempat ini kemudian diarahkan menjadi kawasan olah raga terpadu Provinsi Sumatera Selatan.

Kini Jakabaring Sport City mewakili Sumatera Selatan sebagai tuan rumah SEA Games ke-26 pada November 2011. Bukan hanya untuk perhelatan olahraga Asia Tenggara saja, Jakabaring juga pengembangannya jauh ke depan merangkai jalan sebagai sebuah destinasi wisata olah raga.

Stadion Jakabaring dibangun tahun 2001, saat itu untuk mempersiapkan diri menyambut PON ke-16 tahun 2004. Stadion Jakabaring juga dikenal dengan sebutan Stadion Gelora Sriwijaya. Sebagai stadion terbesar ke-3 di Indonesia, Jakabaring dapat menampung 40.000 orang. Stadion ini mengiringi kebesaran  Komplek Gelora Bung Karno.

Dengan atap berwarna biru mengkilap berupa pelengkung atau arch yang dibina di tepi barat dan timurnya, Jakabaring nampak begitu megah ditopang pilar-pilar berwarna merah pudar dimana diantaranya terdapat dinding berhias pola ukiran tradisional Palembang. Melihat kota Palembang dari ketinggian di malam hari akan menampilkan lakuk lampu pijar Jembatan Ampera yang menyebrangi Sungai Musi.

Di sekitar stadion sepak bola ini, dibina pula beberapa kompleks kegiatan olah raga yang dipertandingkan di SEA Games 2011. Beberapa sarana tersebut adalah aquatic center, lapang tembak, dan wisma atlet untuk atlit. Ada pula pusat olah raga senam, badminton, squash, softball dan baseball, arena panjat dinding, jalur pacu sepatu roda, pusat latihan sepak bola.

Selain itu juga ada Danau Jakabaring dimana atlit dapat berlatih dayung sekaligus berlomba di cabang olahraga tersebut. Pengembangan kawasan ini juga akan dilanjutkan dengan pembangunan lapangan golf, indoor stadion, lapang basket indoor, lapang tenis, pusat olah raga air dan rekreasi air, jalur atletik, serta fasilitas pendukung lainnya.

Tidak jauh sekitar satu kilometer dari kompleks ini, tengah dibangun kawasan perumahan dan kawasan budaya yang berupa bangunan untuk pentas kesenian dan pameran. Akan dibangun pula Gedung Islamic Centre, Masjid Agung di Simpang Empat, terminal dan pasar induk, serta pembangunan Jembatan Musi 3 yang akan menjadi penyangga transportasi kota Palembang.

Menuju Jakabaring tak begitu sulit, karena dengan menyusuri jalan Jenderal Sudirman dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang merupakan salah satu jalan terpadat di Palembang, Anda akan sampai di Jakabaring yang terletak di jantung kota Palembang. Gunakanlah taksi yang banyak tersedia di bandara.

 

Istilah Nama Jakabaring

Jakabaring adalah sebuah singkatan dari warga pendatang yang membentuk satu komunitas di kawasan Seberang Ulu antara 8 Ulu Bungaran dan Silaberanti. Warga tersebut datang dari Jawa, Kaba (Lekipali), Batak (Sumut), Komering Ilir, Komering Ulu dan Lampung. Istilah penamaan ini dikenalkan oleh Sersan Mayor Inf Tjik Umar, anggota TNI yang pernah bertugas di Kodam II Sriwijaya. Dia adalah warga Lampung yang membangun rumah di dalam hutan belukar berawa dibelakang Markas Poltabes Palembang sekarang. Saat itu kawasan Jakabaring masih hutan belukar dan berawa. Tjik Umar membangun rumah dengan menimbun rawa di sana. Hingga sekarang rumah tersebut masih lengkap dan menjadi saksi sejarah asal usul nama Jakabaring.

Tjik Umar melakukan penelitian dan mendapati asal warga di sana ada dari Jawa, Batak (Sumut), Kaba (Lekipali), Komering Ilir, Komering Ulu dan Lampung. Menurut pemaparan penduduk setempat yang pernah tinggal di kawasan tersebut bahwa kata Jawa disingkatnya menjadi Ja. Kaba (Lekipali) disingkat Ka. Batak Sumut disingkat Ba, dan Komering Ilir dan Komering Ulu disingkat Ring. Dari singkatan Ja, Ka, Ba, Ring lalu digabung menjadi Jakabaring. Hari jadi terbentuknya kawasan Jakabaring ditetapkan tanggal 26 April 1972.

.

Budaya, Sumatera Selatan

Masjid Cheng Ho Palembang: Jejak Silaturahmi Muhibah Sang Laksamana

Jalur sutra laut yang digariskan pada peta perjalanan akbarnya menempatkan Palembang pada posisi yang mau tak mau harus dilalui, bahkan dikunjungi. Kedatangannya ke Palembang bukan sebuah kebetulan. Dahulu, Palembang adalah basis dari pemerintahan Kerajaan Sriwijaya yang masih memiliki keterkaitan kekuasaan dari Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.

Sebelum mendatangi Palembang, Cheng Ho, seorang admiral yang diutus oleh Kaisar Ming III, Cheng Cu yang bergelar Yung Lo dan beragama Islam, mengadakan misi silaturahmi dan kenegaraan dengan Majapahit. Tak heran, kedatangannya disambut gembira dan mendapatkan penerimaan yang kondusif bagi penyebaran agama Islam oleh Tioghoa di Indonesia. Berdirilah musala-musala yang hingga kini sudah lebih banyak dijadikan masjid besar dan tak ayal lagi nama Cheng Ho disematkan sebagai pengingat bahwa jasanya bagi Islam di Nusantara tertoreh selamanya.

Jalur sutra tak hanya dibina di daratan. Lautan adalah jalur yang dimanfaatkan oleh mereka yang berjiwa besar berpredikat pelayar. Setelah Kaisar Ming II memberikan jabatannya pada Cheng Cu dan memilih menjadi seorang sufi di tanah Mekah, negeri China yang pernah dikuasai oleh pemerintahan kaisar Islam, membukakan misi silaturahminya ke seluruh negeri, terutama Timur  Tengah. Bagi Cheng Ho, dan bangsa China umumnya, membina sesuatu tak pernah berpatok di pertengahan. Selalunya mereka membuat hal besar dan lebih besar dari yang pernah ada. Dikatakan dari berbagai referensi, bahwa kapal Christopher Columbus pun harus mengakui kesederhanaan ukurannya dibandingkan dengan perahu raksasa yang digunakan Laksamana Cheng Ho.

Tersebutlah sebuah gerombolan perompak berkebangsaan China yang menguasai Palembang dan meresahkan para pedagang. Hal ini dideteksi Majapahit dan juga Sriwijaya. Tahun 1403 atau ada yang menyebutnya 1407, Cheng Ho datang ke Sriwijaya, menumpas Chen Tsu Ji, kepala perompak asal Kanton yang dahulunya pun seorang admiral yang lari dari China saat kekaisaran Ming berdiri. Chen Tsu Ji menyebut daerah di sekitar Palembang tempat ia berkuasa sebagai Po Lin Fong, atau Pelabuhan Tua. Begitu dekat pelafalan ‘Po Lin Fong’ dengan ‘Pa-Lem-Bang’. Itukah asalnya? Atau Chen Tsu Ji hanya meneruskan nama yang sudah ada sebelumnya, tak pernah benar-benar dapat dipastikan.

Masjid Cheng Ho yang ada di Pelembang saat ini memang tak berdiri sejak 600 tahun silam. Karena usulan dari masyarakat Tionghoa di Palembang, kemudian didukung oleh para sesepuh Tionghoa dan juga para ulama, terutama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan, maka pembinaan masjid yang bernama lengkap “Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya Palembang” dilakukan September 2005 saat diletakkan batu pertama. Untuk pertama kalinya, salat Jumat secara umum dilakukan tanggal 22 Agustus 2008.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, masjid ini dapat menampung jemaah sebanyak 600 orang, walau kenyataannya sekitar 1.500 orang pun dapat diakomodir kompleks ini. Dengan gaya arsitektur gabungan antara unsur lokal Palembang, Cina, dan Arab, masjid ini sudah banyak dikunjungi oleh peziarah dari Malaysia, Cina, Singapura, Taiwan, dan Rusia. Selain sebagai masjid, bangunan ini kerap kali digunakan untuk menggelar kegiatan kemasyarakatan. Jiwa dan semangat ‘Sang laksamana besar’ masih ada, dimana misi Cheng Ho dahulu kala pun untuk menciptakan perdamaian dunia, menyebarkan risalah Islam dan juga memperkenalkan Dinasti Ming sebagai pengikut utusan surga.

Letak masjid ini tepatnya di Perumahan Amen Mulia, Jakabaring, 3 kilometer dari Kota Palembang dan tak mungkin terlewatkan karena warna merah mendominasi seluruh bangunan juga tambahan warna hijau giok khas Cina. Perpustakaan, ruang sidang, rumah imam masjid, dan sebuah kantor administrasi sudah berdiri sebagai bagian dari kompleks masjid yang banyak mengundang peziarah yang ingin mengenal sejarah Islam di Indonesia, lewat salah satu masjid Cheng Ho dari tiga masjid yang mana kedua lainnya ada di Surabaya dan Pasuruan. Masjid ini memiliki kaitan sejarah mancanegara, sehingga mempelajarinya menjadi penting. Datang dan kunjungi  Masjid Cheng Ho, di Kota Palembang!

Alam, Sumatera Selatan

Taman Bukit Siguntang: Sepenggal Sejarah Kerajaan Sriwijaya  

Sekilas

Di sebuah bukit setinggi sekitar 27 meter di atas permukaan laut Anda akan mendapat penggalan sejarah Kerajaan Nusantara dengan bonus pesona indah Kota Palembang.  Situs Peninggalan Sejarah Taman Bukit Siguntang memiliki luas sekitar 6 hektar berlokasi di Bukit Siguntang, sekitar 4 km arah Barat kota Palembang, tepatnya kawasan perbukitan di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

Taman Bukit Siguntang menyimpan sejarah zaman Kerajaan Sriwijaya, pemerintahan perwakilan Majapahit dan Kesultanan Palembang Darussalam. Hingga kini bukit itu masih dikeramatkan dan diziarahi banyak pengunjung dan wisatawan asing. Kemasyhuran kawasan ini menyebar hingga ke seluruh Sumatera, Malaysia dan Singapura. Hal tersebut terkait cikal bakal pertumbuhan Kerajaan Melayu dan Palembang juga tempat dimakamkannya beberapa tokoh penting dari masa lalu.

Bukit Siguntang pula merupakan tempat suci penganut Buddha. Di sini dulunya pernah bermukim sekitar 1.000 pendeta Buddha yang menunjukan tempat tersebut menjadi pusat keagamaan. Sejumlah peninggalan sejarah dapat Anda temukan di kaki bukitnya. Ada arca Buhda Amarawati dan prasasti Bukit Seguntang yang menjadi bukti penting keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang berkembang sampai abad ke-14.

Taman Bukit Siguntang setiap tahun menjadi lokasi untuk rangkaian kegiatan dan ritual Waisak dan dihadiri ribuan umat Buddha. Tempat ini merupakan kawasan wisata religius umat Buddha karena dulunya pernah menjadi pusat studi keagamaan Buddha.

Bukit Seguntang pernah menjadi pusat Kerajaan Palembang yang dipimpin Parameswara, yaitu seorang adipati yang berada di bawah Kerajaan Majapahit. Tahun 1511,  Parameswara memisahkan diri dari Majapahit kemudian merantau ke Malaka dan menikah dengan putri penguasa Malaka. Berikutnya Parameswara menjadi penguasa di Malaka dan menurunkan raja-raja Melayu di Malaysia dan Sumatera. Bahkan, Utusan Kerajaan Malaysia setiap tahun ditugaskan untuk mendoakan arwah Radja Sigentar Alam. Tokoh tersebut dikenal juga dengan nama Datuk Iskandar Zulkarnain Syah Alam yaitu adik dari Prameswara atau Datuk Iskandar Syah Alam yang di makamkan di Johor Bahru.

Siguntang dahulu merupakan tempat pertemuan orang-orang untuk membicaraan masalah agama dan falsafah hidup sekaligus menunjukan cerminan kerukunan umat beragama saat itu.

 

Kegiatan

Di kaki Bukit Siguntang, Anda dapat menikmati suasana alam dipayungi rindangnya pepohonan seperti asoka, pinus, jarak, kayuagung, cempedak, rukam, kenanga, dan kayumanis. Sore hari bisa jadi waktu yang tepat menikmati pemandangan dan pesona indah Kota Palembang ditemani sinar Matahari terbenam di antara pepohonan rindang.

Beberapa situs bersejarah dapat Anda telusuri di kompleks Taman Bukit Siguntang antara lain adalah: makam Raja sigentar Alam, makam Puteri Kembang Dadar, makam Panglima Bagus Kuning, makam Panglima Bagus Sekakang, makam Puteri Rambut Selako, makam Panglima Raja Batu Api, dan makam Panglima Tuan Junjungan.

Sejumlah peninggalan bersejarah dapat Anda temukan di sini seperti kemudi kapal Sriwijaya yang ditemukan di kaki bukit, arca Buhda Amarawati, dan prasasti Kedukan Bukit yang menjadi bukti penting keberadaan Kerajaan Sriwijaya. Dari prasasti tersebut ditetapkan Palembang sebagai kota tertua di Indonesia tanggal 16 Juni 682 Masehi. Tanggal itu pula menjadi patokan hari lahir Kota Palembang.

 

 

Berkeliling

Di musim pasang Sungai Musi, Anda dapat menikmati aliran anak sungai Kedukan dan kehidupan masyarakat sungai di tepian Sungai Musi. Untuk menjangkaunya Anda bisa melalui Jembatan Musi II atau dari arah Pelabuhan 35 Ilir.

 

 

Akomodasi

Temukan beragam hotel yang sesuai dengan kebutuhan. Akomodasi ini ada di berbagai penjuru kota Palembang.

Sanjaya

Jl. Kapten A. Rivai N0. 6193

Telp. (0711) 350634

Artayuda

Jl. POM IX Kampus

Telp. (0711) 383838

Arjuna

Jl. Kapt. A Rivai

Telp. (0711) 365719

Saota

Jl. Mayor Ruslan No. 140

Telp. (0711) 368960

Nusantara

Jl. Iskandar No. 563

Telp. (0711) 353306

Carrisima

Jl. Kapt. Anwar Sastro No. 1421

Telp. (0711) 373391

Wisma Cosandra

Jl. Dwikora I No. 17116

Telp. (0711) 313667

Sari

Jl. Jend. Sudirman No. 1301

Telp. (0711) 313320

Mess Pertiwi

Jl. Bay Salim

Telp. (0711) 356828

Idayuh

Jl. Natuna No. 24

Telp. (0711) 356828

Selatan Sehati

Jl. Jend. Sudirman No. 2086

Telp. (0711) 373560

Bumi Asih

Jl. Kapt. Rivai No. 36

Telp. (0711) 364352

Savana

Jl. Mayor Ruslan No. 667

Telp. (0711) 353291

Cendana

Jl. Jend. Sudirman No 2

Telp. (0711) 350518

Timbul Jaya

Jl. Letkol Iskandar

Telp. (0711) 350177

Kencana

Jl. Sukarjo Harjowardoyo 7 ulu

Telp. (0711) 511454

Sriwijaya

Jl. Let Iskandar No. 31

Telp. (0711)355555-354656

Permata

Jl. Jend. Sudirman No. 792

Telp. (0711) 369250-354565

Al Fath Melia

Jl. KS. Tabun No. 19

Telp. (0711) 317174

Sintera

Jl. Jend.Sudirman No. 38

Telp. (0711)354619-354801

Pondok Indah

Jl. Sukarela

Telp. (0711) 414365

Harmoni

Jl. Kol. Atmo No. 442/443

Telp. (0711) 320608-322618

Kenanga

Jl. KH A. Dahlan

Telp. (0711) 358166

Surya I

Jl. S.H Wardoyo No. 1

Telp. (0711) 512657

Surya II

Jl. Yani No.3

Telp. (0711) 512541

Ratu Agung

Jl. A. Yani No.5

Telp. (0711) 510644

Wisma Olga

Jl.Sumatera II No. 6

Telp. (0711) 311265

Ramayana

Jl. Kil. H. Burlian

Telp. (0711) 411695

Mataram

Jl. A. Yani No. 5

Telp. (0711) 510644

Dian

Jl. Perindustrian

Telp. (0711) 412436

Mentari

Jl. Sukarela No. 637

Telp. (0711) 413857

Rumah Hijau

Jl. Jend. Sudirman No.300 Km.5

Telp.(0711) 411681; 08567891093

Wisma Raflesia

Jl. Syakhiakirti No. 65

Telp. (0711) 310834

 

 

Kuliner

Kuliner yang wajib Anda coba selama di Palembang tentunya pempek Palembang. Temukan tempatnya di Pempek Dempo: Jl. Dempo Dalam, Pempek Noni: Jl. Kolonel Haji Burlian, atau di Pempek Pak Raden.

Martabak Har yang terbuat dari telur, terigu, dicampur beberapa bumbu adalah makanan lezat yang patut dicoba. Martabak ini disajikan dengan saus atau kuah yang terbuat dari kentang, air dan bumbu-bumbu. Temukan tempatnya di Martabak Haji Abdul Rosak di Jl. Jenderal Sudirman.

Tempat makan khusus yang kami rekomendasikan untuk Anda di Palembang adalah berikut ini.

Malian Restaurant

Jl. Angkatan 45 Palembang Square 88-90, Lorok Pakjo, Ilir Barat I Palembang

Telp (62-711) 368686

 

Restoran Raja Sari Laut

Jl. Kirongo Wiro Santiko No. 2472 (Samping Masjid Taqwa) Palembang

Telp (62-711) 310229

Hoki Restaurant

Jl. Kinol 474 RT 006/04, 18 ILir, Ilir Timur I Palembang

Telp (62-711) 366558

 

 

Belanja

Ada beberapa tempat niaga di Palembang yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda mendapatkan oleh-oleh khas Palembang. Tempat tersebut adalah Palembang Square Mall, PTC Mall, Palembang Indah Mall, dan Pasar 16 Ilir.

 

Transportasi

Untuk menuju Bukit Siguntang, Anda bisa menggunakan angkutan kota atau bus kota jurusan Bukit Besar dengan ongkos Rp2.000,- sekali jalan. Berhentilah di Taman Bukit Siguntang dimana lokasinya tidak sulit ditemukan.

Budaya, Sumatera Selatan

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya: Situs yang Terlupakan  

Sekilas

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terletak di tepian Sungai Musi. Anda dapat menemukannya di kota Palembang, tepatnya di Karanganyar, Kecamatan Ilir Barat II.

Situs Karanganyar merupakan bukti keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang pernah merajai hegemoni di Nusantara. Kawasan ini telah diteliti arkeolog sejak tahun 1984 hingga 1993. Menariknya diperoleh informasi dari foto udara bahwa di wilayah Karanganyar pernah ada kolam-kolam besar, pulau-pulau buatan, dan kanal-kanal buatan yang berhubungan dengan Sungai Musi. Diduga kanal-kanal tersebut dibuat pada masa Sriwijaya untuk jalur transportasi, mengatur banjir, atau sebagai benteng.

Kawasan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya merupakan situs arkeologi sekaligus memiliki panorama asri yang hijau dengan suasana tenang. Beberapa bangunan yang terdapat di situs ini adalah menara pandang dan gedung untuk menyimpan benda bersejarah.

Situs Karanganyar diubah menjadi Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) saat diresmikan Presiden Soeharto tahun 1994. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dikembangkan menjadi tempat wisata budaya sekaligus terlestarikannya sisa-sisa peninggalan masa Sriwijaya.

 

 

Kegiatan

Di Kampung Kedukan Bukit, beberapa ratus meter dari Situs Karanganyar dapat Anda lihat prasasti Kedukan Bukit yang berangka tahun 682 Masehi dan merupakan tonggak lahirnya Kerajaan Sriwijaya. Isinya tentang keberhasilan Dapunta Hyang yaitu penguasa Sriwijaya yang menaklukkan negeri jajahan.

Di lokasi ini pernah ditemukan juga benda arkeologis berupa tembikar dan  keramik Cina dari abad ke-8 hingga 10 Masehi. Sisa reruntuhan bangunan yang terbuat dari bata juga masih ada di sini yang pernah ada saat abad ke VI hingga abad ke XIII M.

 

 

Berkeliling

Teruskan rangkaian perjalanan menelusuri sejarah Sriwijaya dengan mengunjungi Bukit Siguntang  yang dulunya pada masa Sriwijaya merupakan bukit sakral. Di bukit ini dapat Anda temukan sisa-sisa peninggalan pengaruh Buddha.

Kunjungi juga  Situs Kambang Unglen, Ladang Sirap, Padang Kapas, dan Talang Kikim. Dari Situs Kambang Unglen diperoleh pecahan keramik Cina masa Dinasti Tang (abad ke-8-10 M) dan Song (abad ke-11-13 M), manik-manik dan sisa-sisa pengerjaannya, serta lantai bangunan bata. Keramik dari masa yang sama ditemukan pula di Situs Ladang Sirap, Talang Kikim, dan Padang Kapas.

 

 

Akomodasi

Ada beragam jenis akomodasi dapat Anda temukan di kota Palembang. Anda hanya perlu menyesuaikannya saja dengan objek wisata tujuan atau harganya. Berikut beberapa refernsinya dari Indonesia Travel.

Hotel Duta

Ilir Barat Permai B

Telp. 0711-372800

King Hotel

Kol. Atmo Street 623

Telp. (0711) 310937

Lembang Hotel

Kol. Atmo Street 16

Telp. (0711) 365555

Wisata Hotel & Restaurant

Letkol. Iskandar Street 105-107

Telp. (0711) 352681

Arjuna Hotel

  1. Kapt. A. Rivai Street 219

Telp. (0711) 358505; (0711) 358505

Jakarta

Sayangan Street 769

Telp. (0711) 351737

Le Paradise Hotel

Kapt. A. Rivai Street 58

Telp. (0711) 226707

Puri Indah Hotel

Merdeka Street 38-40

Telp. (0711) 26912

 

 

Kuliner

Kali ini cobalah petualangan kuliner Anda di Palembang dengan mengunjungi kawasan Cinde. Di sini tersedia kuliner khas Palembang seperti pempek, kue 8 jam, maksuba, lapis legit, kerupuk kemplang, tempoyak, dan pindang ikan patin. Ragam makanan ini juga dapat menjadi oleh-oleh saat pulang.

Untuk mencari tempat kuliner lain di Palembang maka ada banyak tersedia di berbagai sudut kota dengan harga yang terjangkau.

 

Belanja

Ada pusat cenderamata dan kerajinan songket di Tanggo Buntung serta beraneka pempek dan kerupuk dipusat jajanan oleh-oleh khas Palembang. Jadi pastikan Anda mengunjunginya.

 

 

Transportasi

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya berlokasi di Karanganyar, Kecamatan Ilir Barat II, Kotamadya Palembang. Palembang sendiri merupakan kota yang cukup rapi kendati dengan jalanan yang tidak terlalu lebar. Moda transportasi yang dapat Anda gunakan di Palembang ada dua macam yaitu transportasi darat dan air yakni angkutan sungai.

 

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya berada tepat di pinggir Sungai Musi, tepatnya di kawasan Gandus. Anda dapat menggunakan angkot warna merah atau Transmusi yang berada dikawasan Km 5. Angkot (angkutan kota) di Palembang jauh dekat ongkosnya Rp2.500,-, bus kota di Palembang jauh dekat  Rp2.500,-, dan  Transmusi  semua rute ongkosnya Rp3.000,-.

 

 

Tips

  • Menuju lokasi situs ini tidak ada marka petunjunk Situs Karanganyar, jadi Anda sebaiknya bertanya pada penduduk sekitar.

Alam, Sumatera Selatan

Gunung Dempo: Sensasi Pendakian yang Menantang

Sekilas

Berdiri 3195 meter di atas permukaan laut, Gunung Dempo adalah gunung tertinggi di Sumatera Selatan. Bersama dengan Gunung Marapi di pulau Sumatra, Gunung Dempo adalah puncak tertinggi di pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang pulau Sumatera. Setelah menyeruput secangkir teh manis hangat di pagi hari, mendengarkan kicauan burung di pohon-pohon dan menyaksikan matahari perlahan terbit di cakrawala, adalah pagi dan awal yang sempurna untuk mendaki ke puncak Gunung Dempo.

Terletak di perbatasan antara propinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu di pantai barat Sumatra, Gunung Dempo terletak di Kabupaten Pagar Alam. Seperti namanya Pagar Alam yang berarti pagar alam, nyatanya seluruhnya tempat ini dikelilingi perbukitan dan pegunungan. Butuh sekitar 7 jam mengemudi untuk mencapai Pagar Alam dari Palembang dan 15 kilometer dari pusat kota Pagar Alam ke Gunung Dempo. Perjalanan menuju gunung ini tidak akan membosankan, karena Anda akan dimanjakan dengan pemandangan tebing dan lembah yang fantastis dalam nuansa udara yang sejuk. Sebuah perkebunan teh luas akan menyapa Anda ketika Gunung Dempo tepat di depan mata.

Setelah logistik Anda dimuat, tenda dan kantong tidur siap, hal berikutnya yang Anda lakukan adalah menempuh jalan menantang. Dengan ransel yang berat akan mengantar langkah pertama Anda melalui perkebunan teh yang luas. Berjalanlah terus ke depan tanaman teh yang hijau akan digantikan oleh semak-semak liar dan jalan mulai mendaki. Di antara para pendaki gunung, Gunung Dempo dikenal memiliki jalur menantang dengan lereng berliku-liku telah membuat Gunung Dempo menjadi favorit di antara para pendaki. Menegak segarnya air gunung, mendengar kicau burung dan suara hewan lainnya. Berhentilah sejenak untuk mengistirahatkan kaki dan pungung Anda sambil menikmati suasanya alam dan udara yang segar merupakan pengalaman yang tidak terlupakan.

Tidak ada yang bisa menandingi sensasi nikmatnya keberhasilan mencapai puncak gunung. Pendakian yang melelahkan akan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa indahnya ditemani luasnya cakrawala di kejauhan. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang tidak bisa dibayar dengan sejumlah uang. Anda akan menyaksikan kawah Gunung Dempo yang masih mengepul dan masih aktif. Suasana pemadangan yang Anda abadikan di kamera Anda merupakan piala atas keberhasilan Anda mencapai puncak.

Selain pemadangan gunung yang menantang ini, sisa-sisa budaya prasejarah juga dapat ditemukan di daerah tersebut. Ukiran batu dalam bentuk manusia, hewan dan lainnya tersebar di sepanjang lereng Gunung Dempo. Di dalam Pagar Alam juga terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai barang lokal seperti teh, kopi, buah-buahan, dan lainnya yang layak untuk Anda kunjungi.

Kegiatan

Hiking dan trekking jelas adalah kegiatan utama yang Anda bisa lakukan di Gunung Dempo. Puncak tinggi Gunung Dempo menawarkan trek menantang, jalur berbatu, lereng miring, dan berbagai rintangan lainnya. Dengan kata lain, sebuah petualangan yang hampir sempurna. Ada 2 pos di sepanjang  jalur menuju puncak, sementara beberapa tempat memerlukan sedikit keterampilan mendaki.

Pemandangan menyenangkan dari perkebunan teh juga merupakan daya tarik yang Anda tidak igin lewatkan. Berbaur dengan penduduk setempat dan mencoba sensasi memetik daun teh segar.

Di sekitar Pagar Alam juga terdapat situs pra-sejarah Tangga Batu. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai pahatan batu berbentuk kepala manusia, hewan dan sejenisnya. Sisa-sisa kuno era Megalitikum ini masih tersebar di seluruh daerah.

Air terjun Lematang Indah terletak tidak jauh dari Gunung Dempo dan bisa menjadi tempat alternatif untuk Anda kunjungi. Di sini, Anda dapat memanjakan mata Anda dengan keindahan tak berujung dari air terjun dan sungai yang mengalir di bawah. Sungai ini juga menyediakan arus menantang untuk arung jeram, sebuah kegiatan tambahan yang sempurna setelah menaklukkan puncak Gunung Dempo.

Akomodasi

Ada beberapa akomodasi yang tersedia di sekitar Gunung Dempo dan di sekitar Pagar Alam. Dari hotel, penginapan sederhana dan villa dengan harga yang wajar. Berikut adalah beberapa referensi akomodasi untuk Anda.

Dharma Karya Hotel

Jl.Kapt. Sanap Pagar Alam

Phone: 0730-621247

Villa Basemah Gunung Gare

Gunung Gare – Pagar Alam

Phone: 08127342851

Hotel Mirasa

Jl. Mayor Rusland, Pagar Alam

Phone:0730-621484

Hotel Telaga

Jl. Serma Wanar, Pagar Alam

Phone: 0730-6211081

Bukit Shofa Hotel

Jl. Mesjid Jamik 43, Pagar Alam

Phone: 421-062

Sabrina Hotel

Jl. Diponegoro 73

Phone: 422-424

 

Kuliner

Ada berbagai restoran dan warung makanan yang dapat Anda temukan di sekitar Pagar Alam. Salah satu hidangan khas adalah Ikan sema masak bambu. Tidak menggunakan panci atau wajan penggorengan. Ikan ini ditempatkan di dalam bambu dan kemudian panggang di atas nyala api.

Berikut ini adalah daftar dari beberapa restoran yang dapat Anda coba di Gunung Dempo dan sekitar kawasan Pagar Alam:

Darma Karya Restaurant

Jl. Kap. Sanap No.22 Pagaralam

0730-621297

Mirasa Restaurant

Jl. Kap. Sanap No.62 Pagaralam

0730-62166

Dua Putra Restaurant

Jl. Kap. Sanap No.62 Kel.Beringin Jaya Pagaralam

0730-621232

Sederhana Restaurant

Jl. Kombes H.Umar Pagaralam Selatan

0730-624222

Jaya Abadi Restaurant

Jl. Peltu Manalis Kuningan

Budiman Restaurant

Kuliner

Sebagai daerah yang dikelilingi oleh perkebunan teh, hal pertama yang harus Anda coba jelas adalah teh, bukan teh biasa, tetapi teh hitam khusus. Baunya unik dan teh hitam Gunung Dempo memiliki cita rasa kenikmatan tersendiri. Ada beberapa toko yang menjual teh ini dipaketkan dengan harga Rp6.000,00 sampai Rp8.500,00 per kotak. Teh hitam Gunung Dempo telah menjadi salah satu favorit sejak zaman Kolonial Belanda.

Selain perkebunan teh  juga terdapat banyak perkebunan kopi. Kopi dari Pagar Alam telah terkenal di kalangan penggemar kopi. Kopi Pagar Alam yang unik diolah dengan musang liar menciptakan rasa yang unik, kopi ini dikenal dengan Kopi Luwak dan dianggap menjadi yang terbaik. Anda dapat membawa pulang kopi ini dengan harga sekitar Rp 400.000 per kilogram.

Juga terdapat barang menarik dan unik lainnya yang dapat Anda beli, cobalah untuk menjelajah ke toko-toko lokal dan pasar dan melihat barang menarik apa yang bisa Anda dapatkan dari sana.

Transportasi

Gunung Dempo terletak di distrik Pagar Alam, 310 km Barat Palembang. Untuk sampai ke situs ini, Anda dapat menggunakan mobil sewaan atau bus, dan perjalanan akan membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Titik awal untuk hiking adalah di pabrik pengolahan teh PTPN III. Anda dapat meminta penduduk lokal di sekitar untuk membawa Anda ke desa terdekat di kaki Gunung Dempo, yang disebut Kampung Empat.

Tips

Bagi anda yang berencana untuk mendaki ke puncak Gunung Dempo, harap patuhi etika petualang alam di bawah ini:

  • Tidak boleh mengambil apapun kecuali mengambil foto
  • Tidak boleh membunuh apapun kecuali membunuh waktu
  • Tidak boleh meninggalkan apapun kecuali meninggalkan jejak

Budaya, Sumatera Selatan

Candi Bumi Ayu: Menemukan Warisan Hindu di Sumatera Selatan

Sekilas

Menyambangi Sumatera Selatan tidaklah lengkap rasanya apabila belum berkunjung ke Candi Bumi Ayu. Selesai berkunjung ke beberapa tempat-tempat menawan di Palembang seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera,Wisata Benteng Kuto Besak, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin maka lanjutkan petualangan Anda dengan berwisata ke situs candi purbakala warisan Hindu (Siwaisme) yang mengesankan ini.

Candi Bumi Ayu terletak di pesisir Sungai Lematang, di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Lokasinya berjarak sekitar 85 km dari Kota Muara Enim sekitar 85 km ditempuh dengan kendaraan darat.

Sampai saat ini sudah diketemukan 11 buah candi yang tersebar sekitar perkebunan karet yang dikelilingi oleh anak Sungai Musi. Empat di antara candi yang ada telah dipugar yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3, dan Candi 8, sementara sisanya masih dalam proses pemugaran. Sejarah Candi Bumi Ayu yang diketahui saat ini adalah ditemukan oleh EP. Tombrink pada tahun 1864, di pesisir Sungai Lematang, Muara Enim. Masyarakat sekitar meyakini, lokasi candi Bumiayu adalah bekas istana sebuah kerajaan Gedebong Undang.

Karena nilai sejarahnya yang penting, Pemerintah Kabupaten Muara Enim memulai upaya pelestarian sejak tahun 1990 dan terus berlangsung hingga sekarang. Pelestarian kompleks candi ini didukung dengan pembangunan jalan, pembebasan tanah, dan pembangunan Gedung Museum Lapangan.

Karena masih dalam proses pengkajian dan pemugaran sehingga sampai saat ini belum banyak informasi yang dapat diketahui.  Informasi tertulis dari Candi tersebut juga masih dalam proses oleh Tim Pengkajian Peninggalan Purbakala Propinsi Sumatera Selatan. Akan tetapi, misteri yang masih belum terkuak tersebut justru akan membawa Anda menerawang kilauan sejarah Nusantara yang membanggakan.

Percandian Bumiayu yang berada di lahan seluas 75,56 hektar dan merupakan merupakan situs peninggalan Hindu. Pada sekitar abad ke-16 karena terdesaknya kekuatan politik Islam maka candi-candi di Bumi Ayu ditinggalkan.

Penduduk Bumiayu tidak mengenal kata ‘candi’ sebelum kegiatan penelitian dan pemeliharaan situs tersebut. Kata ‘candi’ diambil dari bahasa Jawa untuk menggantikan kata ‘kuil’ dari agama Hindu atau Buddha.

Menurut catatan sejarah, tahun 1864 seorang arkeologi Belanda E.P Tombrink menemukan kembali situs ini dalam kondisi terkubur tanah dan rusak. Menurut catatan arkeolog A.J. Knaap tahun 1902, menyatakan bahwa candi di Bumi Ayu adalah bekas istana sebuah kerajaan yang disebut Gedebong Undang dimana wilayahnya sampai di Modong dan Babat.

Diperkirakan para ahli bahwa candi-candi ini merupakan tiruan Candi Prambanan di Jawa Tengah. Candi Bumi Ayu diperkirakan dibangun pada 819 Saka atau 897 Masehi dan merupakan candi Hindu terbesar di luar Pulau Jawa.

 

Kegiatan

Dengan berkunjung ke situs bersejarah ini maka merupakan kesempatan yang berharga karena Anda bisa menyaksikan peninggalan sejarah agama Hindu di Pulau Sumatera. Percandian Bumiayu meliputi lahan seluas 75,56 Ha, dengan batas terluar berupa 7 (tujuh) buah sungai parit yang sebagian sudah mengalami pendangkalan.

Lengkapi pengetahuan Anda sehingga kunjungan menjadi lebih bermakna terutama melihat langsung beragam arca seperti Siwa Mahaguru, Nandi, Agastya dan Narawahana. Di sini Anda dapat juga melihat peti peripih dan hiasan candi yang kental dengan simbol agama Hindu.

Di candi 1 Anda akan menemukan 5 buah arca yaitu Agastya, Gajasimha, Siwa Mahadewa, Nandi, serta dua buah arca tanpa atribut kedewaan. Arca seperti Siwa Mahadewa, Nandi dan Agastya, simbol Hindu menunjukan hiasan yang dinamakan buah keber.

Tangga naik ke candi ini terletak di sisi timur dan di kedua sisinya terdapat hiasan berupa kereta yang ditarik oleh seekor singa. Di depan tangganya terdapat sisa-sisa bangunan yang disebut sebagai regol (paviliun). Simbol Hindu juga terlihat pada komponen bangunan atapnya yang dinamai ratna.

Di Candi 3 Anda terdapat sejumlah fragmen seperti kepala arca yang berwajah raksasa (ugra), arca perempuan sedang memegang ular, serta arca perempuan yang mengenakan kalung dari untaian tengkorak serta arca-arca binatang.

 

Akomodasi

Jika Anda berkunjung ke situs ini dan memutuskan untuk bermalam maka dapat menginap di beberapa hotel yang kami referensikan di bawah ini.

Hotel Serasan Sekundang

Jl.Sultan Mahmud Badaruddin II

Telp: 62-734-422439

Fax.423240

Hotel Rene

Jl. Jend Sudirman No.107 Miuara enim

Telp: 0734 – 421086.

Hotel Ambarsari
Jl. Duta No. 77, Tanjung Enim
Telp: 0734-51248

Hotel Ardian
Jl. Lingga Raya Km. 1, Tanjung Enim
Telp: 0734-5245

Hotel Indah Raflesia
Jl. Lingga Raya 30, Tanjung Enim
Telp: 0734-51079

Hotel Permana
Jl. Talang Ubi No. 03, Pendopo
Telp: 0734-21096

Hotel Rafflesia

Jl. Saringan Utama No. 464
Telp: 0734-51038

Hotel Rino
Jl. Jend. Sudirman No. 280
Telp: 0734-21280

Kuliner

Di Muara enim Anda bisa menikmati rendang kering dengan sayuran dan pindang patin. Salah satu restoran yang sering di kunjungi oleh wisatwan dan masyarakat setempat adalah restoran Rendang Datuk di Jalan Pasar Kota, Muara Enim.

Transportasi

Lokasi Candi Muara Enim terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Untuk menuju lokasi candi Anda bisa menggunakan mobil pribadi atau sewaan. Jaraknya dari Kabupaten Muara Enim sekitar 85 Km.

Budaya, Sumatera Selatan

Benteng Kuto Besak: Keindahan dan Warisan Sejarah di Tepian Sungai Musi

Sekilas

Benteng Kuto Besak berdiri kokoh di ketinggian 10 meter dimana dari sini Anda dapat menyaksikan kapal-kapal berlalu-lalang di Sungai Musi. Benteng ini adalah kebanggaan masyarakat Palembang karena merupakan benteng terbesar dan satu-satunya yang terbuat dari batu sebagai saksi perlawanan terhadap penjajah asing.

Dibangun pada abad ke 17, Kuto Besak merupakan warisan Kesultanan Palembang Darussalam yang memerintah pada 1550-1823. Benteng ini memiliki panjang 288,75 m, lebar 183,75 m, tinggi 9,99 m dan tebal 1,99 m, berfungsi sebagai pos pertahanan. Lokasi Benteng ini baik secara politik dan geografis sangat strategis karena membentuk pulau sendiri, berbatasan dengan sungai musi di sebelah selatan, sungai sekanank di sebelah barat, sungai kapuran di sebelah utara dan sungai tengkuruk di sebelah timur.

Berdasarkan catatan sejarah di Balai Arkeologi Kota Palembang, benteng ini pendiriannya memakan waktu 17 tahun (1780-1797). Pembangunan Benteng Kuto Besak diprakarsai Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah 1724-1758. Konstruksinya dimulai pada 1780 selama era Sultan Mahmud Badaruddin. Benteng ini dimaksudkan sebagai sebuah istana yang dibangun untuk menggantikan Keraton Kuto Lamo Tua atau Benteng Kuto Lamo yang luasnya tidak cukup besar. Saat ini, Benteng Kuto Lamo digunakan sebagai Museum Sultan Mahmud Badarudin II. Benteng Kuto Besak akhirnya digunakan secara resmi sebagai pusat pemerintahan Kesultanan dari 21 Februari 1797.

Tahun 1821 benteng ini diserbu oleh tentara kolonial Belanda. Benteng Kuto Besak dirampas dan Sultan Mahmud Badaruddin II dibuang ke Maluku. Kejadian ini menandai akhir dari era Kesultanan Palembang. Tanda pendudukan Belanda terukir di Benteng Kuto Besak dengan ukir gaya kolonial.

Benteng Kuto Besak adalah refleksi dari masyarakat multi-etnis dari era Kesultanan Palembang Darussalam. Pengawasan konstruksi dipercayakan kepada seorang supervisor Cina, sementara para buruh bangunan asli Palembang dan Cina yang bekerja bergandengan tangan dalam keharmonisan. Keharmonisan ini juga salah satu warisan yang diturunkan sampai hari ini seperti digambarkan dalam banyak acara-acara di Kota Palembang seperti di Cap Go Meh dan Imlek (Tahun Baru Cina).

Setiap sudut benteng diperkuat dengan bastion. Bastion di sudut barat  lebih besar dan mirip dengan benteng-benteng lain di Indonesia sementara bastion lainnya bentuknya arsitekturnya unik dan tidak mungkin ditemukan di tempat lain. Gerbang utama, yang disebut Lawang Kuto, terletak di selatan menghadap ke Sungai Musi, sedangkan gerbang lainnya yang disebut Lawang borotan terletak di sebelah barat dan timur, meskipun gerbang barat saat ini satu-satunya yang masih berdiri.

 

Kegiatan

Sayangnya saat ini Benteng Kuto Besak tertutup untuk umum karena digunakan sebagai pangkalan militer. Namun, benteng indah ini tetap merupakan daya tarik. Saat matahari terbenam di sore hari, lampu cahaya di sekitar benteng, menciptakan kilauan yang menyoroti dinding-dinding benteng. Sebagai salah satu landmark sejarah, perjalanan ke Palembang tidak akan lengkap tanpa kunjungan ke Benteng Kuto Besak.

Di luar benteng Anda bisa menyaksikan berbagai kegiatan yang sesekali diadakan komunitas atau brand produk serta kegiatan pemerintah Kota Palembang.

 

Akomodasi

Benteng kuto besak terletak di pusat kota Palembang sehingga sangat mudah untuk menemukan akomodasi mulai dari hotel berbintang hingga penginapan sederhana. Berikut ini beberapa referensi hotel yang bisa Anda sambangi ketika berkunjung ke Palembang.

King’s
Jl. Kol. Atmo Nomor 623 Plg
Telp. (0711) 363633-362323

Lembang
Jl. Kol. Atmo No. 623 Plg
Telp. (0711) 363333

Princess
Jl. Letkol Iskandar Komplek Ilir Barat Permai Palembang
Telp. (0711)313137-312801
Lee Paradise

Jl. Kapt. A. Rivai No.257
Telp. (0711) 356707

Arjuna
Jl. Kapt. A. Rivai No. 219
Telp. 356719-358505

Wisata
Jl. Letkol Iskandar No. 105
Telp. 434889

Puri Indah
Jl. Merdeka No. 38-40 Plg
Telp. (0711) 355785

Sehati
Jl. Dr. Wahidin 1 Palembang
Telp. 351537

Sintera
Jl. May. Ruslan No. 667 Palembang
Telp. (0711)354618-354619

Crossandra
Jl. Dwikora I No. 1711
Telp. (0711) 313667

Kenanga Inn
Jl. Bukit Kecil No. 76 Palembang
Telp. (0711) 358166

Wisma Olga
Jl. Sumatera 1-7
Telp. (0711) 311265

Sriwijaya
Jl. Letkol Iskandar No.31 Palembang
Telp. (0711) 354193

Surya I
Jl. Sukarjo Seb-Ulu 1 Palembang
Telp. (0711) 512657

Timbul Jaya
Jl. Letkol Iskandar No. 15 Palembang
Telp. (0711) 350177

Pondok Indah
Jl. Kol. H. Burlian Km.9 Palembang
Telp. (0711) 414369

Darma Agung
Jl. Kol. H. Burlian Km.7
Telp. 410558-411964

Cendana
Jl. Jend. Sudirman No. 22 Km.3
Telp. 410558-411964

Kuliner

Ada banyak pilihan kuliner di kota ini untuk Anda nikmati sambil merasakan nuansa dan menyaksikan keindahan Benteng Kuto Besak dari Sungai Musi dan melihat pemandangan Jembatan Ampera yang megah dikala malam hari.

Riverside Restaurant di Komplek Benteng Kuto Besak menggunakan perahu tongkang yang disulap menjadi sebuah restoran dua lantai. Anda dapat menikmati hilir mudik perahu nelayan yang menghiasi pemandangan sekitar dan menambah santai saat makan siang. Tersedia beragam seperti ikan gurame bakar, sapo tahu, kangkung hotplate, dan banyak lagi. Menu unggulannya adalah udang bakar cabai saus boombaru. Udangnya benar-benar manis dagingnya berukuran sedang dan berdaging empuk. Dipadukan saus cabai yang pedas dan sedikit asam membuat cita rasa udang bakar boombaru ini sangat lezat. Restoran ini berlokasi di tepian Sungai Musi kebanggaan masyarakat Palembang.

 

Transportasi

Cara untuk sampai ke Benteng Kuto Besak tidak menyulitkan. Anda bisa menggunakan taksi dan transportasi umum atau angkot yang melewati benteng tersebut. Bus juga melewati kompleks bersejarah ini begitu juga dengan Trans Musi.

Modern, Sumatera Selatan

Jembatan Ampera: Ikon dan Kebanggaan Palembang

Sekilas

Dahulu, Jembatan Ampera bisa dibuka dan ditutup. Sekarang tidak lagi, karena tidak ada lagi kapal besar yang harus melewati bagian bawah jembatan“.

Kalimat di atas tertulis pada beberapa buku yang menceritakan sejarah Jembatan Ampera. Rasanya generasi tua di Kota Palembang masih menyimpan memori yang sama. Bagian tengah Jembatan Ampera yang diresmikan tahun 1965 itu tidak lagi dinaik-turunkan seiring meningkatnya debit kendaraan yang melintas.

Puluhan tahun yang lalu, tidak jauh dari masa-masa peresmian, sebesar 944 ton massa jembatan ini bisa diangkat ke atas dan ke bawah dengan kecepatan sekira 10 meter per menit. Kedua menara Jembatan Ampera dilengkapi pendulum dengan berat masing-masing 500 ton. Bila bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan lebar 60 meter dan lebar maksimum 44,50 meter bisa lewat mengarungi Sungai Musi. Kemudian ketika bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi kapal yang bisa lewat di bawah jembatan hanya sembilan meter di atas permukaan air.

Kabel-kabel baja yang melintang di atas menara Jembatan Ampera merupakan ciri khas tipe jembatan gantung. Apabila Anda memperhatikan, setiap ujung kabel penggantung akan berakhir di pinggir sungai, di situlah kabel ini ditanamkan untuk mengkokohkan konstruksi inti. Jembatan gantung mampu menahan beban yang lebih besar dibandingkan dengan jembatan lain. Oleh sebab itu jenis jembatan tersebut mampu dibuat lebih panjang.

Ya, Jembatan Ampera membentang sangat panjang sekira 1.177 meter dengan lebar 22 meter dan tinggi 11,50 di atas permukaan air. Jembatan dibangun dengan dana rampasan perang dari Pemerintah Jepang atas perintah Soekarno. Masyarakat menyebutnya “Ampera” karena pemakaian yang secara resmi baru bergulir di masa Orde Baru, sebelumnya jembatan ini dinamai “Musi” karena jiwanya tidak bisa dilepaskan dari lanskap sungai tersebut.

Kini nama Jembatan Ampera tetap dipertahankan merefleksikan  sejarah pembuatannya. Ampera sendiri sangat dekat dengan akronim yang kerap digaungkan saat Orde Baru yaitu “Jembatan Amanat Pemerintahan Rakyat”.

Jelas sekali betapa megahnya Sungai Musi dari atas menara Jembatan Ampera. Di kawasan Seberang Ilir, terlihat pabrik Pupuk Sriwijaya, Pelabuhan Boom Baru, mal, hotel, Masjid Agung Palembang dan Kantor  Walikota Palembang. Bagian Seberang Ulu memperlihatkan kilang minyak di Plaju dan Sungai Gerong, muara Sungai Komering, Stadion Gelora Sriwijaya, Pabrik Semen Baturaja dan muara Sungai Ogan. Koridor Seberang Ilir berada di utara Jembatan Ampera, sementara Seberang Ulu membentang di selatan jembatan. Penduduk Kota Palembang menyadari bahwa terdapat perbedaan tata kota dan karakteristik masyarakat antara Seberang Ilir dan Seberang Ulu.

Secara fungsional Seberang Ilir tumbuh menjadi area komersial dengan nilai ruang yang strategis dan kuat akan pengaruh Belanda, sementara koridor Seberang Ulu tetap berkembang secara vernakular dengan konsistensi pemeliharaan tradisi budaya Kapiten dan Arab. Kondisi kedua lokasi yang berlawanan ini justru secara estetis menjadi keunikan tersendiri, karena dalam kehidupan urban saling berkontribusi memberikan ekspresi nilai strategis kultural.

Kegiatan

Kota Palembang secara utuh dapat dinikmati dari puncak menara jembatan. Lebih dari 200 anak tangga akan mengantar Anda menuju menara yang memiliki dinding-dinding kaca. Di ruang atas disediakan keterangan tentang spesifikasi jembatan yang masih tertulis dalam bahasa Indonesia ejaan lama. Usia jembatan yang tak lagi muda membuat sebagian hurufnya sudah kabur.

Di bawah jembatan pun ditata taman kota yang menjual berbagai jajanan lokal, minuman, hingga barang-barang elektronik. Kawasan ini disebut sebagai Taman Nusa Indah.

Bagian Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang begitu kontras menjadi pilihan atraksi wisata yang luas. Kehidupan tradisional bisa Anda nikmati di wilayah Ulu yang khas akan Kampung Kapiten atau tempat tinggal Tionghoa. Mereka tidak lagi mengkotak-kotakkan etnisnya sendiri melainkan sudah berbaur dengan pribumi. Apabila ingin beralih mencium keseharian yang modern difasilitasi mal, kafe hingga restoran-restoran mewah, wilayah Seberang Ilir memilikinya.

Jembatan Ampera tidak hanya sekadar ikon yang sudah bertubuh dengan Kota Palembang, tapi juga perlambang sejarah dari berbagai era dan peristiwa. Pada 9 Maret 2016 tepatnya saat peristiwa Gerhana Matahari Total terjadi, Jembatan Ampera ditutup pertama kalinya untuk laju kendaraan dan dibuka untuk masyarakat umum yang ingin menikmati gerhana. Saat itu bagian tengah jembatan disulap menjadi restoran terbuka yang menatap langsung detik-detik terjadinya gerhana. Fenomena ini menorehkan sejarah baru bagi Kota Palembang, khususnya Jembatan Ampera, karena belasan ribu penduduk dan wisatawan dari berbagai negara menyebar di sepanjang tubuh jembatan mulai dari pukul 00.00 malam hingga usai terjadinya gerhana pada pukul 09.00.

Kuliner

Berwisata kuliner di sekitar Jembatan Ampera merupakan cara lain menikmati destinasi ini. Ada restoran yang terletak tepat di tepian Sungai Musi menghadap langsung megahnya Jembatan Ampera, sebagian lainnya terletak tidak jauh dari jembatan namun suasana makan yang diciptakan tidak kalah nyaman.

 

Riverside Restaurant

Komplek Benteng Kuto Besak

Jalan Rumah Bari, Palembang

Tlp. (0711) 368222, 8389009

Bukan bangunan seperti rumah yang digunakan, melainkan sejenis kapal besar dengan 3 lantai yang disulap menjadi restoran berkelas. Riverside Restaurant mampu menampung hingga 500 orang. Menu yang ditawarkan beragam mulai dari makanan khas seperti pindag patin, juga bermacam olahan ikan lainnya.

 

Kuto Besak Theatre Restaurant

Jalan Sekanak No.26, Palembang

Arsitektur gaya Eropa klasik membuat restaurant ini memikat mata siapapun yang pertama kali mengunjunginya. Interiornya juga menyempurnakan, dibuat layaknya gedung teater lengkap dengan panggung tunggal dan tirai-tirai besar. Beragam masakan asli Palembang disajikan di dalamnya.

Kampung Kapitan Seafood Restaurant

Jl. KH Azhari-Dermaga 7 Ulu Palembang

Tlp. (0711) 313978

Pemandangan langsung ke Jembatan Ampaera merupakan atraksi utamanya. Sambil menikmati ikon utama Palembang, pengunjung diajak menikmati masakan laut dengan kualitas premium baik bakar, goreng, maupun panggang.

Akomodasi

Dalam jarak kurang dari 2 kilometer dari Jembatan Ampera saja sudah terdapat belasan hotel berbintang yang bisa Anda pilih. Harga hotel-hotel di dekat Jembatan Ampera mulai dari Rp300 ribu hingga di atas Rp1 juta.

Graha Sriwijaya Hotel

Jalan Merdeka No.9, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 373338

Rio City Hotel

Jalan Lingkaran 1 Dempo, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 379696

Emilia Hotel by Amazing

Jalan Letkol Iskandar No.18, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 5630099

Hotel Duta

Jalan Letkol Iskandar, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 372800

Hotel Horison Ultima Palembang

20 Ilir, Ilir Timur, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 388000

Quin Centro Hotel

Kompleks Ilir Barat Permai

Jalan Letkol Iskandar No.1, Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 318989

Royal Asia Hotel

Jalan Veteran No.521, Kepandean Baru, Ilir Tim I, Kota Palembang, Sumatera Selatan

Tlp. (0711) 372372

Transportasi

Jembatan Ampera terletak di Palembang dan mudah diakses dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Jalan Tanjung Api-Api. Bandara ini adalah bandar udara internasional yang dapat diakses dari Malaysia, Singapura, China, dan Thailand. Untuk menuju ke Sungai Musi, Anda dapat naik taksi atau mobil sewaan dari bandara. Jarak antara bandara dan pusat kota sekira 6 km.

Di pusat kota, ada sembilan angkutan umum dan tujuh bus kota dari berbagai tujuan yang dapat membawa Anda ke Ampera.

Alam, Sumatera Selatan

Air Terjun Lematang Indah: Menikmati Tumpahan Air Menderu dari Ketinggian 40 meter

Sekilas

Palembang tidak hanya kaya dengan budaya dan tradisinya tetapi juga memiliki alam yang indah. Salah satunya adalah Air Terjun Lematang Indah. Air terjun ini terletak di Kota Pagar Alam, Propinsi Sumatera Selatan. Air Terjun Lematang Indah tidak diragukan lagi, meski ketinggianya hanya 40 meter tidak seberapa dibanding Air Terjun Sipiso-Piso namun pemandangan sekitarnya yang hijau sangat memanjakan mata dan menyejukkan jiwa.

Air Terjun Lematang Indah merupakan salah satu objek wisata alam andalan Kota Pagar Alam. Lokasinya strategis di pinggir jalan tepat di tikungan tajam dan jalanan yang menanjak ketika Anda menuju ke Kota Pagar Alam. Untuk dapat mencapai lokasi air terjun, Anda harus menuruni anak tangga. Di saat musim hujan Anda perlu berhati-hati menuruni anak tangga karena licin.

Dibawah air terjun ini juga terdapat aliran sungai yang jenih dihiasi bebatuan besar. Pepohonan di sekitar air terjun senantiasa dihinggapi burung-burung yang berkicau. Suara aliran sungai pun mampu membuai Anda untuk belama-lama menikmati keindahannya. Di lokasi Air Terjun Lematang Indah terdapat fasilitas yang kamar mandi dan juga tempat istirahat. Tiket ke lokasinya ini Rp4.000,- per orang.

Pada hari libur, Air Terjun Lematang Indah ramai dikunjungi wisatawan. Mereka datang dari pagar alam, Palembang, maupun dari luar Palembang. Perjalanan selama menuju Air Terjun Lematang Indah ini pun tidak membosankan karena Anda akan disuguhi gundukan pemandangan yang sangat indah.

 

Kegiatan

Berkunjung  ke air terjun ini merupakan tidak akan mengecewakan anda, terutama jika anda pecinta keindahan alam. Udaranya yang bersih dan sejuk, airnya yang bersih, segar serta aliran sungai dan kicauan burung benar-benar dapat menghipnotis anda. Duduk di bebatuan besar dan membenamkan kaki anda ke dalam air yang sejuk sungguh merupakan kenikmatan tersendiri. Anda juga bisa berenang untuk menikmati dinginya pijatan air di kulit dan tubuh anda.

Selain Air Terjun Lematang Indah masih banyak lagi yang dapat dikunjung, diantaranya adalah air terjun Embun,  air terjun Pancur, Air terjun Tujuh Kenangan, air terjun Mangkok dan air terjun Merak. Air terjun ini terletak dalam satu kawasan di Kecamatan Pagar Alam Utara bisa juga melalui Kecamatan Pagar Alam Selatan. Objek wisata ini bisa ditempuh dengan mudah dari pusat Kota Pagar Alam dengan jarak kurang lebih 8 km. Jalan menuju Objek Wisata ini menanjak dengan pemandangan yang indah.

 

Akomodasi

Karena lokasinya yang tidak jauh dari kota Palembang maka Anda dapat memilih akomodasi di kota Palembang. Berikut beberapa hotel yang bisa menjadi referensi:

Sriwidjaja Hotel 

Jalan Letkol Iskandar 31,24 Ilir, Ilir Barat I Palembang

Telp. 0711 354193

Syailendra Hotel

Jalan Jend Sudirman 619,14 Ili, Ilir Timur I Palembang

Telp. 0711 364850

Basema Dempo Hotel

Jalan Jend A Yani 3,14 Ulu, Seberang Ulu I Palembang

Telp. 0711 512541

Dharma Agung Hotel

Jalan Kol H Burlian Km 7,5/45, Sukarami, Palembang

Telp. 0711 410558

Palapa Prima Hotel

Jalan Musi II 54,Siring Agung, Ilir Barat I Palembang

Telp. 0711 442524

Shofa Marwah Hotel

Jalan Kapt. Anwar Sastro 1297, 20 Ilir III, Ilir Timur I Palembang

Telp. 0711 320932

Al Fath Melia Hotel

Jalan Aipda KS Tubun 19,17 Ilir, Ilir Timur I Palembang

Telp. 0711 317174

Duta Palembang Hotel

Jalan Letkol Iskandar 535,24 Ilir, Ilir Barat I Palembang

Telp. 0711 369177

 

Kuliner

Tidak tersedia restoran di lokasi air jadi disarankan Anda membawa makanan sendiri. Tetapi perhatikan bahwa Anda tidak diperkenankan membuang sisa makanan disekitarnya.

Anda juga bisa berburu kuliner di kota Palembang dan dipastikan \ tidak akan kesulitan untuk menemukan makanan khas Palembang seperti empek-empek kerupuk dengan harga Rp1.500,00 hingga Rp22.200,00 per buah.

Ada juga warung makan Ujuk yang menjual es belimbing. Ujuk merupakan satu-satunya warung yang menjual es belimbing di sini. Di Sungai Musi, ada restoran terapung dimana Anda dapat mencicipi kuliner khas Palembang lainnya.

 

Transportasi

Air Terjun Lematang Indah dapat dijangkau dengan kendaraan baik dari Lahat maupun Pagar Alam. Jalan menuju lokasi air terjun ini kondisinya baik karena merupakan jalan utama kabupaten namun cukup banyak tikungan dan berliku-liku.

Lokasi Air Terjun Lematang Indah terletak sekitar 10 km dari pusat kota Pagar Alam. Jika ditempuh dari kota Palembang akan memakan waktu sekitar 6  jam dengan jarak tempuh sekitar 298 km.