Home Blog Page 14

Strategi Hadapi Perubahan Tren Wisata Usai Pandemi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para pelaku dan penyelenggara kegiatan (event) mempersiapkan strategi untuk menghadapi perubahan tren baru dalam berwisata sekaligus bersiap menghadapi proyeksi lonjakan kinerja pariwisata pascapandemi COVID-19.

Deputi Bidang Pemasaran (Kemenparekraf) Nia Niscaya saat diskusi virtual Indonesia Professional Organizer Society (IPOS) BAKUSAPA B2B Virtual Forum, Rabu (29/4/2020) menjelaskan, pascapandemi COVID-19 diperkirakan akan terjadi paradigma dan tren berwisata baru yang lebih mengarah pada kesehatan dan kenyamanan pada berbagai sektor mulai dari atraksi, akomodasi, preferensi produk, transportasi, hingga label higienis.

“Seperti dari sisi atraksi, wisatawan akan lebih memilih dan fokus pada atraksi wisata yang memperhatikan physical distancing atau social distancing serta memperhatikan kapasitas daya tampung, di Italia sudah melakukan bagaimana penerapan social distancing di area pantai,” kata Nia Niscaya.

Kemudian dari sisi transportasi, umumnya sebelum wabah terjadi wisatawan tidak terlalu memperhatikan jumlah, lama transit, harga penerbangan, hingga harga penyeberangan menggunakan ferry. Namun pascapandemi diprediksi terdapat perubahan, wisatawan akan lebih memperhatikan waktu lama transit dan jika perlu penerbangan langsung.

“Contoh lain di Batam dan Bintan, kenyamanan, sanitasi, dan higenitas di kapal ferry juga menjadi perhatian. Terlebih ferry menjadi salah satu moda transportasi untuk bisa membawa wisatawan Singapura. Contoh lainnya maskapai Emirates yang melakukan rapid test kepada seluruh calon penumpangnya,” katanya.

Untuk preferensi produk, lanjut Nia, sebelumnya wisatawan mencari atraksi yang sedang ramai dan viral, serta posisinya dekat atau bahkan di perkotaan. Namun nantinya tren itu berubah ke arah kesehatan, aktivitas outdoor yang memiliki udara sejuk, self-driving, dan private tour. Tren baru juga akan tampak di sisi akomodasi, dulu wisatawan memikiran harga. Nantinya harga sudah tidak lagi terlalu diperhatikan yang jadi perhatian adalah higienitas, sanitasi, dan keamanan.

“Untuk tipe akomodasinya seperti villa, resort, atau bahkan yang dekat dengan bandara/ferry terminal, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan mudah diakses. Dan yang terakhir adalah label higienitas. Hal ini sudah kami koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan dan ini menjadi pekerjaan rumah Kemenparekraf untuk memberikan panduan sebagai pedoman yang dapat disosialisasikan,” kata Nia Niscaya.

Nia juga menjelaskan, di tengah fase tanggap darurat pihaknya telah melakukan serangkaian strategi komunikasi baik ke dalam maupun luar negeri. Untuk dalam negeri, Kemenparekraf telah melakukan edukasi terkait bahaya COVID-19 dan kampanye #TundaMudikDulu di media sosial. Lalu kampanye #kreatifdirumah dan #jelajahdarirumah untuk menginspirasi masyarakat agar tetap kreatif serta menginspirasi perjalanan wisata setelah wabah usai.

“Di sektor ekonomi kreatif, kami juga memiliki kampanye #BeliKreatifLokal untuk 500 UMKM subsektor fesyen, kuliner, dan kriya dengan tujuan untuk membantu promosi atau dengan melakukan festival digital bersama partners e-commerce secara online,” katanya.

Untuk komunikasi ke luar negeri, Kemenparekraf juga telah melakukan kampanye #StayatHome #TravelTomorrow. Hal itu lantaran penduduk dunia sangat sensitif saat ini, maka promosi luar negeri juga akan lebih menyuarakan tentang #StayatHome, namun tetap kreatif di rumah sambil terus menginspirasi untuk #TravelTomorrow.

“Tidak hanya itu, update info tentang COVID-19 di Indonesia juga dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata dunia agar orang merasa aman untuk melakukan traveling ke Indonesia setelah wabah berakhir,” ujar Nia Niscaya.

Tren Baru Dunia Kreatif di Tengah Pandemi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi mulai banyak terciptanya kreasi hingga tren baru dari para insan kreatif tanah air yang memilih untuk tetap berkarya dan bahkan menciptakan peluang serta tren baru di tengah pandemi COVID-19.

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Joshua Simandjuntak di acara “Collabonation”, Selasa (28/4/2020) sore mengatakan, semua subsektor ekonomi kreatif terkena dampak yang besar dari COVID-19. Bahkan ia menyebut jika saat ini sudah tidak hanya masuk dalam tanggap darurat kesehatan, tapi tanggap darurat ekonomi.

Untuk itu ia sangat mengapresiasi langkah insan-insan kreatif yang mampu beradaptasi dan bahkan menciptakan tren dan peluang baru.

“Dalam situasi saat ini kita memang harus tetap produktif meski dalam keterbatasan masing-masing. Dan sekarang kita memang harus beradaptasi,” kata Joshua.

Ia mencontohkan langkah yang dimotori fotografer Heret Frasthio yang mengusung pola #ShootFromHome sehingga fotografer-fotografer masih dapat berkarya dan bekerja. Bahkan pola itu kemudian diadopsi ke bidang-bidang kreatif lain seperti videografi dan menjadi kolaborasi bersama.

“Dari kreativitas ini tentu menjadi hal yang positif, menjadi solusi bagaimana insan kreatif tetap produktif,” kata Joshua.

Turut hadir dalam diskusi tersebut Raesaka (director), Anton Yudhistira (Creative Director), Nicholas (Founder Kreatif Hub), dan Fahroni Arifin (Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo).

Kemenparekraf/Baparekraf sendiri, kata Joshua, mendorong agar hal yang sama bisa dilakukan subsektor ekonomi kreatif lainnya dan pemerintah siap memfasilitasi.

“Tidak hanya terobosan ini yang harus bisa disebarluaskan, tapi bagaimana mentalitas untuk ini dijaga untuk dapat terus mencari solusi kreatif. Kami terus ada, membantu jadi fasilitator, mempertemukan dengan berbagai pihak agar solusi yang teman-teman dapatkan bisa terseminasi dan berkembang di sektor lain,” kata Joshua.

Menparekraf Dorong G20 Siapkan Standar Baru Sikapi ‘New Normal’ di Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak menteri-menteri pariwisata negara anggota G20 untuk terus bekerja sama dan menyiapkan standar baru dalam menyikapi dinamika perubahan global (new normal) akibat pandemi COVID-19 di sektor pariwisata.

Wishnutama Kusubandio saat berbicara dalam forum virtual bertajuk “The Extraordinary G20 Tourism Ministers Virtual Meeting” yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Al-Khatib selaku Ketua Forum G20 Tahun 2020, Jumat (24/4/2020) malam, mengatakan sektor pariwisata saat ini menghadapi tantangan berat imbas dari COVID-19.

Di Indonesia lebih dari 2.000 hotel tutup, hampir semua tujuan wisata, objek, dan fasilitas pariwisata terhenti dan berimbas pada para pekerja di dalamnya.

“Untuk itu Kemenparekraf RI telah dan akan terus memastikan berbagai stimulus yang dibutuhkan pekerja maupun industri pariwisata bisa terpenuhi selama masa tanggap darurat maupun pemulihan COVID-19. Bahwa tindakan cepat dan tepat harus diambil selama periode ini,” kata Wishnutama.

Salah satunya melalui dukungan penyediaan sarana hotel dan transportasi bagi tenaga kesehatan. Dimana hal tersebut juga sebagai bentuk dukungan terhadap bisnis hotel dan transportasi agar tetap mempekerjakan pegawainya.

Indonesia juga telah mengambil berbagai langkah di bawah kebijakan stimulus ekonomi bernilai lebih dari 24 miliar dolar AS untuk membantu komunitas bertahan dari pandemi ini.

Wishnutama mengatakan, situasi saat ini mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah guna mencegah penyebaran COVID-19. Namun harus diakui meskipun secara fisik masyarakat tertahan di rumah, pandemi ini telah menghubungkan masyarakat secara digital dengan lebih intensif dari sebelumnya.

Menparekraf yakin fenomena ini akan terus berkembang menjadi “new normal” yang berdampak positif bagi sektor kepariwisataan.

Untuk itu ia mendorong seluruh negara terus bekerja sama dalam menyiapkan standar baru dalam menyikapi dinamika perubahan global akibat pandemi COVID-19 di sektor kepariwisataan.

“Indonesia yakin jika seluruh negara G20 bekerja keras saling bahu-membahu dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, sektor kepariwisataan akan kembali membuktikan kemampuannya yang ‘resilient’ menghadapi berbagai tekanan bencana serta masalah,” kata Wishnutama.

“Kita harus dapat menetapkan norma-norma baru dalam menanggapi pandemi ini. Kita harus memperkuat kolaborasi untuk merumuskan dan mereformasi standar internasional, sehingga kita dapat bekerja sama dan saling membantu di semua sektor yang terkena dampak, terutama sektor pariwisata yang paling terpukul,” kata Wishnutama.

Forum G20 beranggotakan 20 negara perekonomian terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Khusus dalam the Extraordinary G20 Tourism Ministers Virtual Meeting kali ini beberapa negara tamu seperti Spanyol, Singapura, Swiss, dan Yordania, serta Pimpinan the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), the United Nations World Tourism Organization (UNWTO) dan the World Travel & Tourism Council (WTTC) turut diundang untuk menyampaikan informasi serta langkah-langkah yang telah dilakukan masing-masing dalam menghadapi pandemi COVID-19 di bidang kepariwisataan.

Pertemuan ini bertujuan untuk memfasilitasi kerja sama dalam melindungi bisnis pariwisata, lapangan pekerjaan, dan mendukung wisatawan melalui tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Dibutuhkan kerja sama yang kuat untuk mendorong dunia dalam mitigasi dan pemulihan situasi. Baik selama pandemi dan pascapandemi. Indonesia siap untuk membantu, dalam merumuskan kebijakan global dan menerapkan norma dan standar baru,” kata Wishnutama.

Perubahan Tren Usai COVID-19 Diperkirakan Berdampak Positif bagi Sektor Pariwisata

Pandemi COVID-19 yang melanda hampir 200 negara termasuk Indonesia telah membawa perubahan dunia termasuk di sektor pariwisata yang diprediksi usai pandemi berakhir akan mengalami perubahan tren berwisata.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani saat diskusi virtual dengan tema Industry Roundtable Tourism and Hospitality Industry Perspective, Jumat (24/4/2020) mejelaskan, pihaknya terus mempersiapkan perubahan tren baru berwisata usai pandemi COVID-19.

“Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi itu disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk didalamnya soal kesehatan, dan keamanan,” kata Giri.

Ni Wayan Giri Adnyani juga menjelaskan, pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan COVID-19 yakni masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi. Pemerintah juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19.

“Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan masa tanggap darurat untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di forum ini juga kami meminta untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi saat ini,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Pada kesempatan yang sama, berbicara pula sebagai narasumber Founder & Chairman MarkPlus, Inc, Hermawan Kartajaya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, serta Ketua GIPI Bali Ida Bagus Okanentru Agung Partha.

Hemawan mengatakan, sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak pandemi dan memiliki imbas kepada sektor lain.

“Sekarang semua sadar ketika pariwisata stop, ekonomi juga stop. Semua baru sadar bahwa pariwisata adalah tulang punggung ekonomi. COVID-19 ini menarik, karena pariwisata tak akan pernah sama lagi,” kata Hermawan.

Ia juga menilai, walau diterpa COVID-19, Bali menjadi contoh bagus dalam mengkombinasikan “God, people, nature” dalam sektor pariwisata. Karena ia memprediksi bahwa setelah COVID-19 akan semakin banyak wisatawan yang menuntut pariwisata tidak hanya dari segi harga, tetapi juga keberlangsungan lingkungan di destinasi tujuan. Mereka menginginkan destinasi berkualitas dengan alam dan keamanan lebih baik, sistem mitigasi, di mana bisa terjadi dengan menggabungkan ketiga unsur tersebut.

“Kalau bicara bertahan atau surviving itu sudah pasti. Sekarang tinggal bicara preparing atau mempersiapkan ketika wisatawan kembali setelah COVID-19. Bali jadi contoh dan punya ketahanan. Nusa Tenggara Barat juga sekarang sedang preparing karena melihat potensi di masa depan. Seperti yang sudah saya katakan, daerah-daerah tersebut sadar bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi,” kata Hermawan.

Jadilah Penikmat Kopi dengan Mengetahui Penyajiannya

Menikmati kopi tanpa tahu cara penyajian adalah kurang sedap karena itu justru membedakan sifat dan kenikmatan kala mereguknya. Dengan mengetahui ragam penyajian kopi maka saatnya Anda bukan sekadar menjadi peminum kopi tetapi juga menjadi seorang penikmat kopi!

Sebuah panduan instan perlu Anda dapatkan tentang jenis penyajian kopi. Itu karena minum kopi saat ini begitu membudaya di negeri ini. Lihat saja kedai kopi atau café hadir di mana-mana dengan beragam konsep yang siap memanjakan penikmatnya. Mulai dari warung kopi hingga café berkelas tersedia di banyak kota di negeri ini. 

Ketika Anda hendak ngopi di sebuah café jangan sampai terjadi memesan sebuah kopi yang tidak disukai hanya karena namanya terkenal atau sebab mengetahui yang itu-itu saja. Padahal, jenis kopi itu beragam dan begitu pula cara penyajiannya. Bila perlu, berikutnya setelah membaca artikel ini Anda pesan dan cicipi satu-persatu hingga menemukan mana yang paling digemari dan cocok sesuai selera.

Espresso, bisa jadi ini sajian kopi paling popular di dunia, berasal dari Italia yang oleh warganya dinamai normale. Inilah sebutan untuk kopi murni yang diseduh menggunakan air panas tanpa tambahan apa pun (bahkan itu krim, gula, atau susu). Di Indonesia sendiri jenis sajian kopi ini dikenal sebagai kopi tubruk atau kopi tanpa ampas. Penyajiannya espresso adalah dengan mencampur kopi dari jenis yang berbeda sebagai dasar pembuatannya. Kopi ini disajikan kental sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil (gelas belimbing) dan diminum tanpa gula. Kopi espresso dapat digolongkan mulai dari dark (paling kuat) hingga yang tanpa kafein. 

Perlu diketahui bahwa kandungan kafein dalam espresso lebih tinggi dibandingkan sajian kopi lainnya sehingga dihidangkan dalam porsi kecil, sekira 30 ml. Anda yang tidak suka sajian kopi yang kuat dan pekat maka sebaiknya tidak memesan jenis ini. Kopi jenis espresso sekarang lebih banyak disajikan sebagai dasar bagi penyajian jenis kopi lainnya, seperti latte, cappuccino, macchiato, americano, mocha, atau marachino

Untuk membuat jenis kopi espresso ada yang menggunakan mesin manual ataupun mesin otomatis. Mesin pembuat sajian kopi espresso yang lengkap cukup mahal harganya antara 80 juta hingga 200 juta lebih. Akan tetapi, saat ini mesin kecil praktis untuk rumahan atau kantor sudah banyak dijual. Cara pembuatan dan penyajian kopi ini adalah biji kopi digiling terpisah berikutnya air panas di dalam mesin diinjeksi ke kopi bubuk sehingga menghasilkan air kopi beraroma. 

Macchiato, kadang disebut juga espresso macchiato karena memang turunan dari espresso. Kopi jenis ini disajikan dengan tambahan sedikit susu atau busa panas. Kopi jenis ini disajikan sepertiga atau kurang dari setengah cangkir kecil dan bila cangkirnya lebih besar namanya menjadi sajian cappuccino. Macchiato sendiri artinya ‘ditandai’ atau ‘dinodai’ maksudnya bahwa peminum jenis kopi ini keluar dari lazimnya penikmat kopi di Italia yang tidak menambahkan susu atau gula. Sajian kopi jenis ini popular juga di Portugal dan disebut cafe pingado atau dimaknai sebagai kopi dengan tetesan susu.

Saat ini lazimnya ada dua jenis macchiato yang sering disajikan, yaitu: espresso macchiato dan latte macchiato. Caffe macchiato adalah minuman yang dibuat dari espresso yang “dinodai” sedikit susu di atasnya. Sebaliknya, latte macchiatodibuat dari segelas susu panas yang “dinodai” oleh satu atau dua sloki espresso. Untuk membedakan perbandingan sajian keduanya bahwa susu dan kopi dalam espresso macchiato ini adalah 1:4.

Americano merupakan sajian kopi mirip sekaligus turunan espresso namun dibuat dengan menambahkan air panas. Kekuatan rasa kopi jenis ini bervariasi dimana bergantung pada jumlah porsi espresso dan air yang ditambahkan di dalamnya. Hal yang mendasari kopi orang Amerika ini adalah citarasa masyarakatnya yang menyukai kadar kopi lebih ringan dibandingkan orang Eropa. Jenis kopi ini sendiri lahir saat tentara Amerika yang bertugas dalam Perang Dunia II di Eropa sering menuangkan air panas ke dalam sloki espresso sehingga lahirlah varian kopi americano.

Secangkir kopi americano adalah paduan dari satu atau dua buah sloki espresso ke cangkir besar (mug) yang tambahkan air panas (hingga 4 ons). Itu adalah takaran umum varian ini. Jadi, kopi americano adalah 1/3 espresso dan 2/3 air panas. Terkadar jenis ini sering pula oleh pecintanya  ditambahkan susu atau krim di atasnya. 

Marachino adalah sajian kopi khas Maroko namun uniknya cukup banyak digemari di Kota Milan, Italia. Jenis kopi ini merupakan turunan dari espresso namun ditambah busa susu panas dan taburan cokelat di atasnya. Penyajiannya pada sebuah cangkir kecil namun kenikmatannya sudah lebih dari mencukupi tentunya.

Latte, merupakan jenis espresso dengan memadukan kopi hitam encer ditambahi dua atau tiga takaran susu sapi atau susu kedelai yang direbus dari cangkir besar sehingga memiliki rasa dan aroma antara susu dan kopi seimbang. Dalam bahasa Italia sendiri latte adalah kependekan dari caffellatte yang artinya ‘kopi’ (dan) ‘susu’. Varian latte bisa beragam dan menjadi bahan lanjutan kopi jenis lain, yakni masala chai, mate, atau matcha.

Mocha, penyajian jenis kopi ini berasal dari Yaman dengan ciri ditambahkan kacang mocha. Rasanya manis lebih dari yang ada pada cappuccino atau latte. Saat ini jenis penyajian mocha lebih banyak terpengaruh varian latte dari Italia, yaitu mencampurkan espresso dan susu panas lalu ditambahi cokelat bubuk kokoa, sirup cokelat, atau terkadang ditambahi cokelat susu.

Frappe merupakan versi dingin dari sajian kopi espresso. Jenis kopi ini dibuat dari campuran kopi instan, gula, luluhan es, krim, dan air dan disajikan dalam keadaan dingin. Sajian kopi ini popular dan berasal dari Yunani. Varian jenis ini populer setelah diusung oleh perusahaan franschice café terkenal, yaitu Stacbucks.

Cappuccino, jenis penyajian kopi turunan espresso ini ditambahkan susu berbusa di atasnya. Capuccino merupakan campuran dari espresso, susu panas, dan buih susu. Cappuccino sendiri berasal dari kata ‘capuchin’ yang berarti tudung kecil. Hal itu diarahkan pada susu yang ditambahkan di atasnya bentuknya mirip pakaian yang dikenakan anggota Ordo Capuchin (1525) di Italia. 

Awalnya minuman kopi klasik warga Italia ini adalah teman sarapan dan kombinasi antara sepertiga espresso, sepertiga susu panas dan sepertiga busa susu yang pekat. Penyajiannya setakaran cangkir lebih besar dan diminum tanpa menggunakan gula. Apabila Anda ingin citarasa lebih manis maka bisa ditambahi gula pasir atau gula cair yang biasanya sudah disediakan biasanya. 

Penyajian Kopi Berdasarkan Alatnya

Salah satu keunikan meramu sajian kopi adalah kita memerlukan pemahaman akan sifat dan teknis penyajiannya. Secara teknis karena memang dibutuhkan alat khusus untuk sajian kopi yang beragam dan sekarang alat tersebut sudah dijual umum, Anda tinggal mempelajari caranya saja. Mengetahui cara penyajian kopi akan membedakan apakah Anda seorang peminum kopi ataukah penikmat kopi.

Beberapa teknis membuat sajian kopi dengan alat ini memerlukan tahapan dan tentunya bukan dengan bahan kopi bungkusan (instant coffee). Kopi instan sendiri beragam, mulai dari jenis kopi bubuk plain yang tanpa tambahan dan lebih banyak lagi jenis lain di pasaran yang sudah diberi variasi tambahan berupa susu, krim, mocca, dan lainnya. 

Nah, berikut ini beberapa jenis sajian kopi dengan menggunakan alat khusus.

Espresso selain menjadi nama sebuah sajian kopi juga sekaligus nama sajian pembuatannya. Mesin espresso ada yang manual dan otomatis. Saat ini mesin kopi espresso sederhana banyak dijual dan mungkin tersedia di rumah Anda. Pabrikan pembuat mesin espresso saat ini terus melengkapi kecanggihannya, seperti pengaturan suhu dan lainnya. Salah satu yang terbaru adalah bermerk Steampunk.

Syphon atau disebut juga vacuum merupakan teknik membuat sajian kopi yang unik meski terbilang bertahap. Cara pembuatannya adalah air dipanaskan mendidih di teko gelas yang diletakkan bejana gelas berisi kopi bubuk. Air panas akan naik ke bejana gelas berisi kopi bubuk. Berikutnya aduk satu menit. Di bejana gelas ini kopi telah siap disajikan namun masih terdapat ampas kopi. Saat suhu teko gelas di bagian bawah mendingin, air kopi di bejana gelas akan turun ke bawah dan ampas kopi akan tetap tertinggal di penyaring. Kopi pun siap disajikan.

Cold water method atau cold brew coffee (kopi dingin) adalah cara membuat sajian kopi yang perlu kesabaran. Bayangkan, kopi ini harus didiamkan sekira 12 jam sebelum siap diminum. Kopi ini disajikan dengan es batu atau campuran bahan lainnya seperti cokelat. Kopi dingin ini ramah untuk Anda yang sensitif dengan tingkat keasaman kopi. Rasa kopinya sendiri akan bergantung dari kreativitas sang barista namun demikian kopi ini pun sebenarnya bisa disajikan panas.

Neapolitan flip atau reversible drip pot pembuatannya menggunakan dua cangkir kopi yang saling bertumpuk dimana di antaranya terdapat alat penyaring yang telah diisi kopi bubuk. Cangkir bawah diisi air dan dipanaskan mendidih lalu alat ini dipindahkan dari kompor dan dibalik posisinya. Air akan mengalir melalui saringan dan kopi bubuk lalu menetes ke cangkir kopi di bagian bawah yang semula berada di atasnya.

Drip Method atau kopi tetes sering disebut juga filter method. Cara penyajiannya sederhana dan efisien, yaitu air dituang ke kopi bubuk yang diletakkan di atas kertas saring untuk dibiarkan menuju ke bejana kopi. Menyeduhnya cukup panaskan bejana kopi tersebut dan kopi pun siap disajikan. 

French press atau disebut plunger terkadang juga cafetiere merupakan penyajian kopi dengan mengekstrak lebih banyak cita rasa dari kopi bubuk. Cara ini paling populer terlebih harga alatnya terjangkau dan mudah diperoleh. Pembuatan dan penyajiannya dengan memasukkan kopi bubuk ke wadah french press kemudian tuang air panas dan aduk. Selang beberapa menit air panas akan bercampur dengan bubuk kopi sehingga menghasilkan larutan pekat. Tekan tutup french press untuk menyaring ampas kopinya.

Turkish Coffee atau disebut arab method adalah cara membuat kopi untuk rasa yang kuat dan pekat. Cara pembuatannya kopi digiling secara manual atau menggunakan alat penggiling lalu bubuknya ditaruh pada bejana (ibrik) bersama gula dan air. Setelahnya campuran itu dididihan lalu pindahkan ke sebuah gelas kecil.

Percolator atau penyaring kopi merupakan cara membuat sajian kopi sederhana dengan cita rasa standar. Untuk pembuatannya menggunakan alat penyaring kopi dimana air dialirkan berputar melalui penampung di bagian bawah. Air saringan kemudian akan bergerak naik ke kopi bubuk di atasnya hingga cucuran air yang naik itulah yang siap menjadi kopi dengan aroma harum.

Single serve coffee machine merupakan mesin pembuat sajian kopi yang praktis. Tidak seperti jenis sajian lain yang perlu takaran bubuk kopi maka yang ini memanfaatkan kopi bubuk kemasan yang sudah ditakar sebelumnya.Anda cukup memasukkan kemasan kopi khusus tersebut ke dalam mesin kopi dan didihkan layaknya espresso. Berikutnya tuangkan pada secangkir kopi (coffee pod).

Green Investment di Papua dan Papua Barat

Pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Papua dan Papua Barat harus memperhatikan konsep ramah lingkungan agar tetap menjadikan Bumi Cendrawasih itu sebagai destinasi ekowisata terbaik dunia. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo saat menghadiri “Forum High Level Meeting on Green Investment For Papua and West Papua” di Sorong, Papua Barat, Kamis (27/2/2020) mengatakan, keanekaragaman yang dimiliki Papua dan Papua Barat harus dipelihara dan dimanfaatkan dengan memperhatikan aspek kelestariannya. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah memastikan pengembangannya dilakukan dengan investasi hijau/berkelanjutan.

“Sebagai rumah dari setengah biodiversitas negeri, pengembangan ekowisata di Papua dan Papua Barat dapat membawa dampak positif, diantaranya peningkatan kehidupan masyarakat setempat, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru,” kata Angela.

Lebih lanjut ia mengatakan, kekayaan dan keindahan alam di Papua dan Papua Barat harus sama-sama dijaga oleh semua stakeholder, baik pemerintah pusat, swasta, kelompok adat, kelompok agama, kelompok pemuda hingga masyarakat.

“Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu destinasi ekowisata terbaik dunia. Komitmen dan sinergi dari pemerintah pusat, daerah, beserta sektor swasta dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mewujudkannya,” kata Angela.

Dalam Forum Tingkat Tinggi Investasi Hijau tersebut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal.

Pertemuan ini bertujuan menjajaki potensi investasi hijau yang bisa mencapai USD 200 juta (setara 2,8 triliun rupiah) dan berdampak pada kesejahteraan 60.000 keluarga di Papua dan Papua Barat. Model investasi hijau ini mengikuti prinsip pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Pertemuan ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya solusi inovatif bagi perlindungan hutan dan pengembangan rantai niiai potensiai di Papua dan Papua Barat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan konsep investasi hijau yang akan diterapkan di Papua dan Papua Barat dapat memacu pertumbuhan ekonomi di tanah Papua, namun tetap ramah terhadap lingkungan.

“Jadi dengan masuknya investasi, masyarakat akan memulai kegiatan ekonomi. Perekonomian akan tumbuh dan orang bisa mendapatkan manfaat sosial darinya, namun investasi yang dilakukan haruslah investasi yang ramah lingkungan,” kata Menko Luhut.

Konsep investasi hijau dalam tahap awal rencana realisasinya akan menyasar aktivitas Investasi pada hasil pertanian dan perikanan yang berpotensi untuk dieskspor, serta sektor ekowisata. Adapun beberapa komoditas yang akan dikembangkan antara lain tanaman kopi, pala, dan kakao.

Tidak hanya itu, rencana pengelolaan karbon kredit Indonesia juga menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut yang nantinya akan ditangani langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Inbound Strategi untuk Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

Membawa wisatawan mancanegara ke Indonesia (Inbound) jadi salah satu cara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk meningkatkan indeks daya saing atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) pariwisata Indonesia yang saat ini berada di posisi 40 besar dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio saat rapat terbatas terkait Peningkatan Pariwisata Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, (17/2/2020) menjelaskan ada beberapa strategi untuk meningkatkan daya saing yang ditargetkan Presiden Joko Widodo meningkat ke Rangking 36-38 pada 2021.

Sebagai gambaran Rangking TTCI negara-negara tetangga di ASEAN seperti Singapura berada di posisi 17 dunia, Malaysia peringkat 29 dunia, Vietnam 63 Dunia dan Thailand 31 dunia.

“Ada beberapa hal strategis yang akan kami lakukan segera. Yaitu bagaimana secara grand strateg pariwisata Indonesia yang terkait Kementerian/Lembaga lain adalah memakai inbound strategy untuk mendatangkan devisa,” katanya.

Wisnutama juga menjelaskan sudah berkoordinasi dengan national flag carrier Garuda Indonesia, untuk memperbanyak Inbound promotion ketimbang outbond promotion. Pihaknya juga telah menjajaki dengan 33 maskapai yang beroperasi di Indonesia untuk menambah jumlah penerbangan dan seat capacity ke Indonesia.

“Sehingga mind set dari maskapai dan sebagainya akan diarahkan bagaimana membawa orang luar untuk masuk ke Indonesia bukan orang Indonesia yang ingin kemana,” katanya.

Berbagai upaya juga terus dilakukan Kemenparekaf, salah satunya menggaet wisman dari pasar “longhaul”, hal penting yang menjadi perhatian Kemenparekraf adalah adanya ketersedian kursi pesawat (seat capacity) yang cukup. Untuk ini diharapkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia sebagai “national flag carrier” lebih banyak berperan termasuk dalam melakukan kerja sama (codeshare) dengan maskapai penerbangan dunia dapat upaya memenuhi “seat capacity” tersebut.

Wishnutama juga menjelaskan, untuk meningkatkan indeks daya saing, presiden membentuk tim akselerasi yang di dalam terdapat berbagai K/L seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, BKPM, Kemenaker, Kemendes PDTT dan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden menjelaskan dalam indeks tersebut Indonesia memiliki 5 keunggulan dibandingkan negara lain, yaitu yang berkaitan dengan daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, serta daya tarik budaya dan kunjungan bisnis.

“Kita masih lemah dalam lima pilar lainnya yaitu, di bidang lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, ini yang dalam pembenahan terus, kemudian keamanan, kemudian yang juga masih kurang di kesiapan teknologi informasi. Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas,” ujarnya.

Festival Pesona Bau Nyale turut Promosikan MotoGP

Festival Pesona Bau Nyale yang acara puncaknya digelar di Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (14/2/2020) menjadi cara tersendiri bagi Indonesia untuk mempromosikan perhelatan MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika tahun 2021.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menjelaskan, Festival Pesona Bau Nyale 2020 sedikit berbeda karena ada perpindahan lokasi dari tahun sebelumnya di Pantai Seger yang berdekatan dengan pembangunan Sirkut MotoGP Mandalika, kini digelar di Pantai Tanjung Ann.

“Saat ini kami sedang melakukan akselerasi pembangunan sirkuit di Mandalika. Semoga tahun depan, MotoGP 2021 bukan hanya single event tapi akan diselingi banyak kegiatan seperti ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ari Juliano Gema menjelaskan, event ini menjadi salah satu promosi yang baik untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke NTB, terlebih pada 2021 akan digelar perhelatan internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Festival Bau Nyale jadi cara efektif mempromosikan Indonesia khususnya NTB. Terlebih tahun depan akan ada event internasional yang sangat penting bagi Indonesia yaitu MotoGP,” katanya.

Ari juga menjelaskan, di tengah gejolak wabah virus corona yang sedang berlangsung, event seperti ini bisa menjadi pembuktian jika Indonesia aman untuk dikunjungi oleh wisman.

“Banyak wisatawan asing yang enggan berwisata karena dampak virus corona. Oleh sebab itu, mari sama-sama kita promosikan, kita sebarkan melalui sosial media, jika Indonesia itu aman. Sehingga bisa menggelorakan perekonomian dan pariwisata di Indonesia,” ujarnya.

Malam puncak Festival Pesona Bau Nyale 2020 berlangsung meriah. Banyak wisatawan yang datang memadati tempat acara di Pantai Tanjung Ann yang merupakan salah satu destinasi wisata terfavorit di Lombok Tengah.

Beragam kesenian budaya khas Suku Sasak Lombok juga ditampilkan. Dan yang paling dinanti adalah penampilan dari Setia Band yang digawangi Charly Van Houten. Penampilan mereka sukses mencairkan suasana dengan membawa sejumlah lagu hit mereka.

Sebelumnya, acara yang masuk 100 Calender of Event Nasional itu digelar dengan sejumlah event mulai dari Peresean, Mandalika Fashion Carnaval, kontes foto, hingga acara kuliner. Puncak Festival Bau Nyale dilakukan pada hari Sabtu (15/2/2020) dini hari disepanjang pantai Seger dan sampai saat ini telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Lombok khususnya Suku Sasak.

Benoa Maritime Tourism Hub Integrasikan Pariwisata Bali

Pembangunan proyek Benoa Maritime Tourism Hub yang akan menghadirkan fasilitas dan infrastruktur terintegrasi di Pelabuhan Benoa diharapkan akan semakin memperkuat sektor pariwisata Bali secara keseluruhan.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, pada Rapat Koordinasi Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub yang dilaksanakan di Hotel Inaya Putri Bali pada Jumat (14/02/2020), menegaskan pihaknya akan menggandeng sejumlah stakeholder untuk membangun Benoa Maritime Tourism Hub.

“Kami menggandeng sejumlah pihak seperti Kemenparekraf, Kementerian BUMN, BKPM, Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Pelindo untuk membangun Benoa Maritime Tourism Hub,” kata Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Mengenai ketersediaan infrastruktur, Gubernur Bali menjelaskan bahwa pihaknya telah menggandeng sejumlah pihak untuk mendukung hal tersebut. Sebut saja ketersediaan fasilitas bandara, jalan tol, serta pelabuhan yang tersedia sehingga kegiatan perekonomian terutama pariwisata di Bali berjalan dengan lebih baik.

“Khusus untuk infrastruktur yang terhubung dengan laut, selayaknya Bali memiliki fasilitas pelabuhan yang memungkinkan kapal besar seperti yacht dan cruise untuk bersandar. Hal ini akan terus didorong agar cepat terlaksana sehingga laju pengembangan pariwisata semakin cepat,” jelasnya.

Kondisi pariwisata Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan maka untuk meminimalisasi dampak negatifnya, pengelolaan pariwisata Bali harus terus diperbaiki sehingga meningkat kualitasnya, salah satunya melalui pengelolaan infrastruktur sebagai pendukung utama.

“Daya tarik pariwisata Bali sangat kuat. Saat ini, sumbangan pariwisata terhadap PDB Bali mencapai 55 persen. Selain itu, Bali juga menjadi salah satu pintu utama masuknya wisman ke Indonesia sebanyak 39 persen. Maka, kita perlu mendukungnya dengan ketersediaan infrastruktur yang terbilang mendesak,” tambah Wayan.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian BUMN dan Pelindo mendorong segera terwujudnya Benoa Maritime Tourism Hub. Hal pertama yang dilakukan adalah penataan fasilitas pelabuhan sehingga wisatawan yang datang menggunakan jalur laut pun merasa nyaman.

“Kami bekerja sama dengan Pelindo dalam mengatur tata ruang yang ada di pelabuhan dengan memisahkan lokasi pelabuhan sesuai kebutuhan dan membaginya menjadi lokasi kapal pesiar, lokasi peti kemas, terminal curah cair, dan lain-lain. Selain itu, fasilitas pelabuhan juga terus diperbaiki sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” ujar Menteri BUMN, Erick Tohir.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, Kementerian BUMN dan Pelindo mengajak pihak profesional untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan pelabuhan dengan harapan pembangunannya tetap memperhitungkan keseimbangan alam.

“Kami mendorong agar PKBL perusahaan yang bergerak di bawah Kementerian BUMN memberikan sumbangan terhadap lingkungan sebanyak 5 persen dan sumbangan terhadap pendidikan terhadap 30 persen,” ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, menyatakan bahwa langkah yang ditempuh Pemda Bali dalam membentuk Tourism Hub sangat tepat.

“Inilah saatnya kita meningkatkan daya tarik pariwisata di Bali melalui Benoa Maritime Tourism Hub. Selain itu, kita juga harus melakukan sejumlah strategi agar wisatawan yang datang menghabiskan waktu yang lebih lama sehingga dapat meningkatkan pendapatan devisa melalui pariwisata. Sekarang ini, pariwisata kita dorong baik secara kuantitas jumlah kunjungan dan perjalanan, maupun secara kualitas berupa jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap wisatawan yang berkunjung,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pembangunan infrastuktur juga harus terus dilakukan di daerah yang memiliki potensi kedatangan wisatawan sehingga promosi yang dilakukan bisa berjalan optimal. Sebagai contoh, promosi pariwisata Thailand yang dilakukan melalui kuliner. Hal tersebut dinyatakan berhasil karena kuliner terbukti membawa pariwisata Thailand semakin populer di dunia.

Mengenai pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub, Menparekraf berharap keberadaannya juga mendorong sektor ekonomi kreatif semakin berkembang di Bali.

Sementara itu Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada sejumlah BUMN dan kementerian/lembaga yang turut mendukung rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, melalui perjanjian kerja sama yang telah disepakati.

“Dari data, disebutkan bahwa rata-rata wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar hanya menghabiskan waktu 6-8 jam untuk bersandar dan melakukan aktivitas pariwisata. Dengan pembangunan Benoa Maritime Tourism Hub ini, diharapkan lama kunjungan wisatawan pun dapat meningkat,” kata Doso.

Selain pembangunan fasilitas kapal, Pelindo juga menggandeng sejumlah UKM unggulan untuk membuka toko di sekitar pelabuhan sehingga laju perekonomian pun semakin bertumbuh.

Doso melanjutkan, target pengerjaan Benoa Maritime Tourism Hub akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan dan rencananya akan selesai pada 2023.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung langkah yang dilakukan Pemda Bali untuk memajukan daerahnya terutama dalam hal pariwisata.

“Kami terbuka untuk bekerja sama mewujudkan pariwisata yang semakin berkembang terutama dalam hal pembangunan Benoa Maritim Tourism Hub,” kata Sofyan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri BUMN, Erick Tohir ; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio ; Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil ; Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia ; Staf khusus (stafsus) Menteri BUMN bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga menyaksikan penandatanganan MoU yang salah satunya tentang penataan BUMN di lingkungan Benoa Exsisting antara Pertamina, Indonesia Power, Perikanan Nusantara, Perum Damri, PNM, WIKA yang dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo III bersama Direktur Utama Pertamina, Indonesia Power, Perinus, Damri dan PNM.

Dikesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, beserta Menteri BUMN, Erick Tohir, dan rombongan berkesempatan meninjau langsung lokasi Pelabuhan Benoa. Rombongan berkeliling dan menyaksikan langsung penataan dan pengelolaan fasilitas di Pelabuhan Benoa, Bali.

Bali Spirit Festival 2020

Bali Spirit Festival kembali digelar dimana tahun ini melibatkan lebih dari 140 instruktur yoga, tari, dan musik negara-negara di benua Asia, Eropa, Australia dan Amerika. Kegiatan ini akan berlangsung pada 29 Maret hingga 5 April 2020 di Yayasan Bali Purnati, Sukawati, Gianyar. Bali Spirit Festival akan diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Yoga Workshop, Seni Tradisional Bali, Bhakti Music, Capoeira, dan Kirtan. Ada juga Meditasi, Sound Healing, hingga Tarian Ekstatik. Selain itu juga akan ada kelas kesehatan dan nutrisi, pengembangan kepribadian, ayurveda, hingga Astrologi Weda.

Bali Spirit Festival 2020 menggabungkan konsep yoga, tari dan musik dalam kegiatan yang diisi mentor profesional di bidangnya dari empat benua. Mereka akan memberikan inspirasi yang mencerahkan kepada seluruh peserta festival. Mereka akan memberikan inspirasi yang mencerahkan kepada seluruh peserta festival.

Bali Spirit Festival 2020 selalu menawarkan beragam sisi positif. Selain warna dunia, kearifan lokal Bali dan Gianyar tetap ditonjolkan. Sama seperti sebelumnya, Bali Spirit Festival selalu dinanti kehadirannya oleh wisatawan dari seluruh dunia.

Peserta nantinya juga bisa mengikuti kelas Yoga yang terbuka untuk semua level, termasuk pemula. Mereka bisa mengikuti Vinyasa Flow, Kundalini, Hatha, Jivamukti, Astanga, Yoga Tawa, Aliran Afro, dan Yoga Anak-Anak.

Khusus sajian musik, program akan digelar setiap malam selama event berlangsung. Bertajuk World Music Nights, wisatawan akan dihibur melalui aksi 16 musisi dan seniman dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Komposisi musik lokal diisi oleh Mekar Bhuana Gamelan dan Cacao Ceremony.

Panggung World Music Nights bakal menyajikan musik yang dikemas sebagai konstelasi seremonialis dan soul healers. Efeknya menghadirkan sensasi suara hutan, voices of angels, suara akar dalam bumi, hingga komposisi aneka ancient wisdom. Kekuatannya dikembangkan sebagai spiritual yang berasal dari filosofi empat sudut suci di bumi.

Semua elemen konten festival dikemas bisa menghadirkan energi positif bagi semua yang hadir di sana. Semua yang bergabung dijamin mendapatkan kesegaran yang luar biasa. Fisik dan pikiran kembali fresh hingga bisa menghasilkan beragam karya produktif melalui aktivitas kesehariannya.

Rangkaian Bali Spirit Festival 2020 akan ditutup dengan acara Community Day, Minggu (5/4). Diberi label Dharma Fair, ada lima konten yang ditampilkan, seperti Coco Love Stage, Community Pavilion, Healing Huts, Kids Zone, hingga Market. Secara umum, Community Pavilion tetap menyajikan kelas yoga, seminar, juga diskusi. Di sini pengunjung bisa memilih sesi khusus dengan mentor.

Coco Love Stage akan menghadirkan pengalaman mencoba permainan lokal dan internasional. Untuk zona Market, wisatawan bisa mengeksplorasi beragam kuliner sehat organik. Ada juga vegan food ala restoran terkemuka Bali. Bagi penikmat wisata belanja, spot ini menyediakan beragam kerajinan tangan, busana, hingga perhiasan.

Cap Go Meh Singkawang: All Tatungs in Singkawang Join a Parade

Once a year Singkawang becomes the center of the Universe. All the Spirits, Gods and Demons of Taoism (and not only them) gather here, to spread their blessing upon this special place. The Tatung are the shamans, the vehicles through which the spirits manifest themselves, possessing and guiding them through other states of consciousness, thanks to which they can perform the most extreme corporal mortifications without shedding a drop of blood and without no scar remaining on their faces or bodies.

Singkawang, a small city located in West Kalimantan, is home to thousands of Dayaknese and Chinese descents. Located about 145 km north of the capital city Pontianak, Singkawang or San Khew Jong in Hakka means a town in hills nearby where the sea and the river meets. Singkawang is nicknamed the “city of a thousand temples” and really has a thousand temples, large, small and microscopic. The majority of its citizens are of Chinese descents, and the culture and tradition here is a mix of Chinese and Dayaknese culture.

Singkawang and Pontianak, the provincial capital, are known as Indonesia’s Chinatowns since the majority of their population is made up of ethnic Chinese, followed by Dayak, Malays and migrant groups from Java, Madura and Sumatera (Sumatra).

One of the Chinese rituals that has been assimilated with local culture is called Tatung. On the fifteenth day, the Tatung, as they are called in Indonesia, are possessed by the spirits. Once a year, all Tatungs in Singkawang will join a parade on Cap Go Meh day, at the end of the Chinese New Year’s festivity. The festive parade is usually held two weeks (15 days) after the Chinese New Year or locally known as Imlek.

Falling into a trance, they sit on sharp blades and pierce their faces with various tools. The ritual involves subjecting one’s body to pain and torture, hence, it is not suitable for the squeamish and little children to watch. Being a Tatung is not a choice because it runs in their blood or hereditary. Although, in some cases, a person can be a Tatung if possessed by the Lauya.

All Tatungs will not get hurt if they follow the rules. They are required to have a vegetarian diet every first and 15th day of the Chinese calendar. They are also not allowed to engage in any sexual activities, as well as fasting three days prior to the parade.

The term Tatung derives from Hakka language, referring to a person who is believed to be possessed by gods or supernatural spirits called Lauya. As a result, people believed that all Tatungs have a special ability or power. Sometimes people come to them to ask about their future, fortune, love life, or career. Cap Go Meh has attracted international attention, leading to the issuance of an Inventory Note Letter of Communal Intellectual Wealth.