Home Blog Page 149

Bukit Kerang Kawal Darat: Jejak Manusia Purba di Pulau Bintan

Pulau Bintan tidak hanya menyuguhkan keindahan panorama bentang pantai yang memukau. Tidak diduga di pulau ini juga beru saja ditemukan jejak budaya manusia purba Nusantara berupa sampah dapur-kerang yang menggunung (Kjökkenmöddinger). Gundukan tanah berupa kerang (moluska) itu adalah dari sisa makanan manusia purba yang hidup sekira 3.000 tahun – 5.000 tahun Sebelum Masehi. Lokasinya berada di Kawal Darat, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Pulau Bintan di Kepulauan Riau.

Bukit Kerang Kawal Darat berwujud gundukan setinggi 4 meter tersebut sekilas pandang nyaris tidak berharga sama sekali namun sebenarnya teramat penting sebagai artefak sejarah manusia purba di Nusantara. Luasaan area Bukit Kerang Kawal Darat adalah 100 m2 dengan lebar gundukan 18 x 24 meter. Tempatnya berada di tengah perkebunan kelapa, sekira 5 km dari Pantai Trikora dengan ketinggian 12 m dpl.

Selain sampah dapur manusia purba berupa kerang, di sana ditemukan pula artefak batu pemecah dan sendok atau pencungkil terbuat dari tulang iga rusa purba, serta pecahan gerabah. Diperkirakan umur artefak tersebut dari masa Mesolitikum atau Zaman Batu Menengah yang merupakan periode peralihan dari kebudayaan berburu ke Zaman Perunggu dengan budaya pertanian yang menetap. Keberadaan Kjökkenmöddinger di Nusantara menurut arkeolog H.R. van Heekeren dan R, Sukmono, diperkirakan sisa peninggalan kebudayaan Bacson-Hoabin, salah satu kebudayaan penting dari zaman Mesolitikum di Indonesia yang berkembang sejak 3.000 tahun Sebelum Masehi.

img_1790

Bukit Kerang Kawal Darat oleh penduduk sekitar disebut juga dengan nama lain situs Kota Batak atau Benteng Batak, terkadang dipanggil Benteng Lanun (Benteng Bajak Laut). Kosa kata ‘batak’ tidak ada kaitannya dengan etnis Batak di Sumatera Utara. Istilah “batak” terdapat pada kosa kata bahasa Melayu lama yang maknanya sama dengan istilah pembatak yang dipergunakan dalam cerita tradisonal “Makyong” di Mantang Arang dan Kampung Keke Kijang, Bintan. Pembantak dalam cerita teater tradisonal itu diartikan sebagai orang jahat dan menurut masyarakat itu dibangun oleh nenek moyang mereka ratusan tahun yang lalu untuk berlindung dari serangan ‘pembatak’ atau orang jahat yang selalu menjarah penduduk di pantai utara Pulau Bintan.

Situs Bukit Kerang di Kawal, Bintan merupakan bagian dari mata rantai sebaran situs Bukit Kerang di pesisir Timur Pulau Sumatera. Di Indonesia, sisa kebuadayaan Mesolitikum ini pertama kali diketahui di sekitar Pantai Timur Sumatera. Membentang di antara Sumatera Timur hingga daerah Langsa di Nanggro Aceh Darussalam. Laporan pertama keberadaan situs prasejarah Bukit Kerang di Pantai Timur Sumatera dipublikasikan tahun 1907, menyusul penemuan situs pertama di daerah Sungai Tamiang dekat Seruai. Pada 1924, ditemukan situs serupa di daerah Batu Kenong, Aceh oleh JH Neuman. Selanjutnya, pada 1927 LC Heyting melaporkan pula temuan lainnya di daerah Serdang Hilir Pantai Timur Sumatera.

Para peneliti dari Balai Arkeologi (BALAR) Medan pada 2009 meneliti Bukit Kerang Kawal Darat dan mereka pula menemukan tiga bukit kerang yang mirip di tiga lokasi. Selain di Sungai Kawal juga ditemukan sebuah bukit kerang lebih kecil terletak di kebun penduduk berhampiran kebun sawit milik swasta, juga situs ketiga yang lebih kecil lagi terletak di areal kebun milik penduduk yang lokasinya berhampiran dengan lokasi situs kedua. Sayangnya karena ketidaktahuan dua situs terakhir sudah rusak karena alih fungsi lahan untuk perkebunan.

Dari penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi (BALAR) menyimpulkan bahwa di Pulau Bintan pernah hidup manusia zaman prasejarah yang mirip di Sumatera. Manusia prasejarah inilah yang menghasilkan bukit kerang karena mereka tinggal di sekitar pantai dan muara sungai pada rumah-rumah bertonggak (rumah panggung). Hidup mereka berkelompok dengan mengumpulkan bahan makanan berupa kerang (moluska) dalam berbagai jenis yang mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka. Sisa-sisa kulit kerang yang mereka buang selama bertahun-tahun dan bahkan ribuan tahun itulah yang akhirnya menumpuk dan lambat laun menjadi sebuah bukit yang tingginya sekira empat meter.

Keberadaan Situs Bukit Kerang dilindungi Undang-undang Benda Cagar Budaya dan berada di bawah pengawasan Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bintan. Selain dilakukan penelitian, Bukit Kerang Kawal Darat juga akan dijadikan tujuan wisata di Pulau Bintan yang dirangkai dengan wisata hutan bakau di Bintan. Namun demikian, untuk kepentingan penelitian, keberadaan situs ini dijaga mengingat pentingnya sebagai bukti sejarah peninggalan manusia pendukung budaya Bacsonian yang berkembang dari Semenanjung Asia, Utara Sumatera, dan Pulau Bintan. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka adalah nenek moyang ras melayu lama.

Untuk menuju situs Bukit Kerang Kawal Darat di Gunung Kijang, Bintan, Anda perlu menyewa kendaraan dari Tanjung Pinang. Tidak ada transportasi umum ke sana karena letaknya di tengah perkebunan kelapa sawit atau sekira 40 km dari pusat kota Tanjung Pinang. Dari jalan utama, Anda masih perlu melanjutkan dengan menyusuri jalanan berupa tanah merah khas di perkebunan. Lokasinya ada di tengah perkebunan kelapa, sekira 5 km dari pantai.

Air Adventures Flying Club: Melihat Keindahan Bintan dari Udara

air-adventures-flying-club-melihat-keindahan-bintan-dari-udara_img_0747
Air Adventures Flying Club (Photo credit: Him)

Ada banyak cara menikmati keindahan kepulauan tropis dan bahari di negeri kita. Memulainya dengan menyusuri pasir putih landai, berenang di pinggir pantai berwarna tosca kebiruan, memancing ikan di tengah laut, menunggang ombak dengan surfing, sailing dengan kapal layar, snorkling dan diving, serta ragam olahraga air seru lainnya. Akan tetapi, dari sekian banyak aktivitas yang lazim dilakukan banyak orang di pulau tropis mungkin ini yang belum Anda coba, yaitu terbang dari udara dengan pesawat amfibi (ultralight).

Bukan pesawat besar yang akan mengangkut Anda namun hanya berkursi dua orang saja. Jenisnya adalah Challenger Ultralight XL65. Pesawat ampibi berwarna kuning itu uniknya terbang dan mendarat di sebuah danau di Lagoi Bay, Pulau Bintan. Air Adventures Flying Club Bintan nama operatornya yang menjalankan sebuah pesawat amfibi untuk atraksi wisata pertama di Asia Tenggara. Air Adventures Flying Club Bintan sendiri telah beroperasi sejak 2013.

Stuart Perkins adalah managing director dan chief pilot berpengalaman yang siap mengajak Anda mengelilingi Pulau Bintan dengan pesawatnya yang tangguh. Stuart sudah belajar terbang sejak usia remaja dan mendapatkan lisensi khususnya tahun1993. Dengan pengalaman terbang lebih dari 20 tahun, pria asal Amerika Serikat ini sangat detail memerhatikan keamanan penumpangnya sebelum terbang. Termasuk dalam hal ini Anda akan dimintai data diri untuk asuransi dan sertifikat setelah selesai penerbangan. Sebelum terbang Anda akan diwawancarai dan mengisi data diri. Anda perlu menyampaikan secara jujur segala yang mungkin menjadi kekhawatiran saat terbang nanti.

Pada dasarnya terbang dengan amfibi ini cukup stabil hanya beberapa guncangan saja apabila bertemu dengan angin laut. Tubuh Anda akan dipasangi tali pengaman dan alat komunikasi agar dapat berbincang dan mendengarkan penjelasan dari Stuart saat berkeliling dari udara. Di pesawat juga tersedia kamera aktif yang akan merekam penerbangan Anda atau Anda ingin berfoto selfie saat terbang di udara. Ini jelas sebuah pengalaman yang menarik dan wajib diabadikan dengan kemera untuk Anda tunjukan pada keluarga dan rekan sepulangnya.

Selama mengarungi penerbangan lokasi yang akan disambangi di antaranya adalah Lagoi Bay, Ria Bintan Golf, Lagoon Resort, Nirwana Resort, Magrove Bintan, dan gugusan kepulauan di sekitar pesisir utara Bintan. Ada begitu banyak pulau kecil di sekitar Pulau Bintan yang tersebar dengan indahnya, beberapa hanya berupa gundukan tanah dan pasir dan lainnya berupa pulau kecil dengna bebatuan dan pepohonan.

Anda yang terbiasa terbang atau pun belum pernah sama sekali dapat merasakan menaiki pesawat amfibi ini untuk menikmati keindahan Pulau Bintan Resort dari udara dan tentunya Pulau Bintan yang sebagian besar masih sangat alami. Sudah banyak wisatawan dari Singapura utamanya, China, Malaysia, hingga Hongkong dan Taiwan mencicipi keseruan menunggangi burung besi mengudara ini. Jadi, pastikan Anda mencobanya saat berlibur ke Bintan. Pengalaman terbang dengan pesawat amfibi merupakan pilihan yang mengasyikkan dan berbeda dari biasanya.

Air Adventures Flying Club

Wisma Bintan Resorts

Jalan Kota Kapur, Teluk Sebung Lagoi, Bintan Utara

Tanjung Uban 29155, Pulau Bintan, Kepulaan Riau

Email : info@ultralightsupport.com

Website : www.ultralightsupport.com

Telp: +62 770 692410

Atau langsung ke email: stuart@airadventuresasia.com

KARAPAN SAPI PIALA PRESIDEN 2015 DI PULAU MADURA

Event paling ditunggu di Pulau Madura di Provinsi Jawa Timur adalah hadirnya Babak final pada ajang bergengsi Karapan Sapi Piala Presiden. perlombaan yang sekaligus daya tarik wisata ini akan berlangsung   di Stadion R.Soenarto Hadiwidjojo, Kabupaten Pamekasan pada 1 Novmber 2015.

Tim terbaik dari empat kabupaten telah mengikuti kompetisi yang telah dimulai sejak akhir Agustus. Mereka adalah penunggang terbaik dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep yang akan bersaing satu sama lain untuk memperebutkan gelar juara.

Karapan sapi pertama kali dikenalkan  abad ke-13 oleh Raja Katandur, dikenal sebagai Sayyid Ahmad Bidawi, cucu dari Sunan Kudus dari Pulau Sapudi, di lepas pantai Madura. Tiap tahun, Madura mengadakan adu balap sapi untuk melestarikan tradisi yang juga telah menjadi simbol kebangaan. Sapi-sapi yang dilombakan adalah sapi pilihan dengan kualitas terbaik dan telah melalui serangkaian perawatan khusus.

Sebagai event bergengsi di Pulau Madura, Karapan Sapi selalu menarik perhatian banyak pengunjung tidak hanya dari wisatawan lokal namun hingga mancanegara. Selama babak final berlangsung, hotel dan restoran di Pamekasan dan juga di Madura selalu penuh.

Selain Piala Presiden, ada pula Festival Sapi Snok yang diikuti dengan kompetisi foto. Ajang ini dijadwalkan akan diadakan pada 25 Oktober 2015. Festival tersebut beripa rias sapi terbaik seperti kontes kecantikan dimana pesertanya akan memberikan aksesoris, bunga hingga pakaian pada sapi mereka agar terlihat makin cantik.

Royal Tulip Saranam jadi Hotel Bintang Lima Pertama di Bali Tengah

IMG_0466

Bali bagian tengah kini memiliki hotel berkelas bintang lima dengan hadirnya Royal Tulip Saranam Resort & Spa. Hotel yang berlokasi di kawasan Bedugul yang sejuk itu siap menawarkan layanan paling prima untuk wisatawan khusus sekaligus menandai terus menggeliatnya kawasan Bali bagian tengah dan Utara. Saat ini, hotel berkelas telah menumpuk di Bali bagian Selatan, terutama kawasan Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar.

Kehadiran Royal Tulip Saranam di Kabupaten Tabanan juga menandai peran Pulau Bali yang terus diincar berbagai brand akomodasi berkelas dunia. Bahkan, sejak 2014, hotel berklasifikasi bintang lima mendominasi pertumbuhan akomodasi di Bali. Menurut riset Colliers International Indonesia, hingga 2018 mendatang bakal terdapat 31 hotel baru.

IMG_0467Royal Tulip Saranam berada di tengah bentangan sawah dan kebun serta menghadap langsung ke beberapa gunung, yaitu: Gunung Batukaru (2.276 m dpl), Gunung Sanghyang (2.087 m dpl), dan Gunung Pohen (2.089 m dpl). Akomodasinya memiliki 79 kamar dan 10 villa berstandar bintang lima meliputi jenis Hilltop villa, Rice Paddy villa dan Royal villa.

Melengkapi hotel yang berada di lembah pertanian Saranam ini fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) tersedia ruang pertemuan berteknologi dan ballroom multi-tujuan, berkapasitas hingga 1.000 orang. Ada juga Royal Dedari Spa dengan layanan khas Bali oleh therapis berpengalaman internasional.

Hal menarik dari Royal Tulip Saranam juga adalah l’Altitude restoran yang menawarkan berbagai pilihan santapan berbahan organik segar dari petani lokal Bedugul. Bahkan, kawasan sekitar hotel juga ditanami kebun organik oleh pihak manajemen.

IMG_0469Royal Tulip Saranam sendiri merupakan bagian dari jaringan Louvre Hotels Group, yaitu sebuah perusahaan internasional yang mengoperasikan lebih dari 1,100 hotel di lebih dari 40 negara. Di Indonesia, Louvre Hotels Group menguatkan brand-nya dengan menaungi 45 hotel, meliputi 15 hotel di bawah Golden Tulip dan 30 hotel di bawah Kyraid.

Sejak 2016, ada 10 Golden Tulip hotel dibuka di Indonesia, yaitu: Royal Tulip Visesa Ubud, Royal Tulip Gunung Geulis Golf Resort Bogor, Royal Tulip Saranam Bali, Royal Tulip Bandung, Golden Tulip Jimbaran Hotel & Convention, Golden Tulip Mataram Lombok, Golden Tulip Jineng Tamansari, Golden Tulip Pekanbaru, Golden Tulip Essential Tangerang dan Golden Tulip Essentil Bojonegoro.

Royal Tulip Saranam Resort & Spa
Jl Raya Baturiti, Br Pacung Desa Baturiti, Tabanan
info@rtsaranamresort.com
Telp. +62 368 210 38
Reservations: 800 358 0846
http://www.royaltulipsaranam.com/en

Makam Bapak Bahasa Indonesia

 

Bapak Bahasa Melayu Indonesia. Begitulah sapaan untuk Raja Ali Haji, pria kelahiran 1808 itu telah berkontribusi besar melahirkan pedoman tata bahasa Melayu standar. Dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928, bahasa Melayu itulah yang ditetapkan sebagai bahasa nasional, yaitu Bahasa Indonesia.

Pada masanya, nama Raja Ali Haji tidak hanya tersohor di Selat Malaka namun juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Bagi masyarakat lokal Malaysia, khususnya di wilayah Malaka, ia adalah tokoh yang sangat dihormati.

Raja Ali Haji lahir tahun 1808 di Lingga, Pulau Penyengat, Riau. Ia banyak menghasilkan hasil karya sastra dimana ciri khasnya mengakar pada tradisi kesusastraan Islam serta Melayu. Ia juga dikenal kesungguhannya menyajikan sejarah masa lalu disesuaikan dengan tuntutan kondisi di zamannya.

Karyanya yang paling dikenal adalah “Gurindam Dua Belas” pada 1847 yang menjadi karya tak ternilai kesusastraan Nusantara. Buku karya RAH berjudul “Kitab Pengetahuan Bahasa“ ditetapkan dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 sebagai bahasa nasional Indonesia. Atas dasar kontribusi yang sangat penting itulah gelar pahlawan Nasional diberikan kepada RAH Pada tanggal 10 November 2004 oleh Pemerintah RI saat peringatan Hari Pahlawan 10 November di Istana Negara, Jakarta.

Raja Ali Haji meninggal pada 1837 dan dimakamkan di Pulau Penyengat Indera Sakti, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berjarak sekira 6 km di seberang Kota Tanjung Pinang, ibukota Provinsi Kabupaten Riau.

Makam sederhana tersebut berlokasi di bukit kecil. Ketika menjumpainya, Anda akan menemukan beberapa bangunan yang mirip beserta sebuah masjid kecil berwarna kuning dan hijau dilengkapi kaca di sekelilingnya. Makamnya sendiri dibangun sederhana di bawah pepohonan rindang di antaranya ada buah masjid mini bermihrab.

Makam RAH berada di komplek pemakaman Engku Putri Raja Hamidah. Persisnya, terletak di luar bangunan utama Makam Engku Putri. Karya sastra Gurindam Dua Belas diabadikan di sepanjang dinding bangunan makamnya agar pengunjung yang datang dapat membaca serta mencatat karya maha agung tersebut.

Bangunan utama di komplek pemakaman tersebut diselimuti cat warna kuning mendominasi bergariskan warna hijau selaras. Di dalamnya terdapat makam para raja seperti Raja Kesultanan Riau Lingga, Raja Ahamad Syah, Raja Abdullah, dan makam kekerabatan kerajaan. Usai mengunjungi makam RAH, Anda bisa melanjutnya perjalanan ke situs-situs bersejarah lainnya, yaitu: seperti Masjid Sultan Riau, Balai Adat Melayu Indera Perkasa, Benteng Bukit Kursi, Istana Kantor, Makam Habib Syeikh Bin Habib Alwi Aassegaf, Makam Raja Abdur Rahman, Makam Raja Ahji Fisabilillah, Makam Raja Ali Haji, Makam Raja Hamidah, Makam Raja Jafar dan Raja Ali, Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat, atau berkeliling di sekitar Pelabuhan Pulau Penyengat.

Jarak Pulau Penyengat dari Tanjung Pinang tidak begitu jauh dan dapat diakses menggunakan klotok dengan biaya Rp10.000,- per orang. Anda bisa juga menyewa klotok untuk beberapa orang dengan kisaran biaya Rp80.000,-. Untuk berkeliling Pulau Penyegat, Anda bisa menyewa becak motor nyaman dengan tarif Rp30 ribu.

Jogja International Heritage Walk 2016

Pada hari pertama Anda akan berjalan berkeliling Candi Prambanan menikmati pemandangan dan merasakan keramahan oleh warga lokal yang bertemu berpapasan di jalan. Sebagai Informasi, Candi Prambanan adalah Candi Hindu terbesar di Asia Tenggara dengan keunikannya yaitu arca dan patung. Selain itu pada tahun 1991 Candi Prambanan dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Di hari kedua Anda akan berjalan mengelilingi Desa Imogiri dimana Anda dapat menemukan keunikan dari penduduknya yang masih menjaga budaya tradisional. Anda dapat berinteraksi langsung dengan kegiatan sehari-hari mereka seperti bertani di sawah atau mengajar di sekolah.

Jogja International Heritage merupakan event tahunan berskala Internasional yang diadakan oleh Jogja Walking Association yang mendukung penuh kegiatan berjalan kaki. Jogja Walking Association juga akan membawa nuansa baru dengan motto : “Walk for Green and Community.” Selama kegiatan berlangsung peserta diharapkan dapat menikmati keindahan dan keeksotisan pemandangan serta berinteraksi langsung dengan penduduk lokal.

Melalui kegiatan ini, Jogja Walking Association mengundang seluruh orang di seluruh  dunia untuk datang dan mengikuti kegiatan berjalan kaki bersama sekaligus dapat berinteraksi dengan berdiskusi atau sharing tentang budaya asal mereka yang akan memberikan suasana nyaman  dan menyenangkan dengan motto andalan “Let’s Walk Together”.

Informasi selengkapnya kunjungi http://jogjaheritagewalk.com/

Pata Travel Mart 2016 Di Indonesia Convention Exhibition

Pameran dagang pariwisata ke-39 ini akan diselenggarakan selama 3 hari, yaitu 7-9 September 2016 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang Selatan, Banten. Pemilihan lokasi tersebut sangatlah tepat mengingat provinsi Banten juga sebagai salah satu pintu gerbang masuk Indonesia, memiliki Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, tersedianya hotel-hotel, serta sarana wisata yang memadai.

Dalam kesempatan ini, para pelaku wisata tentunya sudah bersiap diri mendapatkan kesempatan untuk bertemu klien baru, memperluas jaringan, serta membangun dan mempertahankan hubungan kerjasama bisnis. Ledakan transaksi secara besar-besaran pun diperkirakan akan terjadi selama berlangsungnya acara. Karena dalam wacananya, PATA Travel Mart 2016 telah menargetkan 1.000 delegasi lebih dari 60 negara di dunia dan akan diliput oleh sekira 100 media internasional di bidang pariwisata.

Delegasi yang terlibat akan menawarkan beraneka pilihan jasa wisata secara ekstensif selama 1-4 hari meliputikunjungan ke destinasi wisata tertentu juga menyoroti atraksi wisata, termasuk fasilitas akomodasinya. Perjalanan ini akan dikoordinasikan dan diatur oleh operator tur lokal, serta melibatkan anggota maupun non-anggota PATA.

Selain itu, melalui PATA Travel Mart 2016 ini tentunya menjadi momentum untuk mempromosikan branding Wonderful Indonesia ke mancanegara, khususnya negara-negara yang menjadi fokus pasar di kawasan Asia Pasifik. Tidak ketinggalan, juga diselenggarakan PATA Youth Symposium dalam bentuk forum setengah hari yang ditawarkan kepada pelajar maupun profesional muda. Dalam kegiatannya, peserta dapat saling berdiskusi tentang pelbagai topik yang sesuai dengan tujuan pariwisata.Melalui kegiatan forum ini juga diharapkan menimbulkan kesadaran perguruan tinggi untuk terlibat dengan PATA sebagai asosiasi industri terkemuka.

Selama acara berlangsung juga akan diadakan PATA Gold Awards, untuk memberikan penghargaan bagi organisasi yang berkontribusi besar mempromosikan industri perjalanan wisata se-Asia Pasifik.

Untuk informasi lengkap dan pendaftaran PATA Travel Mart 2016 dapat mengunjungi laman berikut.

Sumber:

pata.org

pikiran-rakyat.com

Foto: http://www.pataindonesia.org/

Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2016

Acaranya akan diselenggarakan pada 23-25 Agustus 2016 yang akan menyoroti industri lepas pantai, galangan kapal dan industri maritim di Indonesia dimana mengedepankan teknologi untuk mengikuti tren pasar yang dinamis.

IMOX 2016 menyajikan pemasaran, pendidikan dan kesempatan memperluas jaringan. Acara ini menawarkan platform ideal untuk menjelajahi industri maritim baru, peluang lepas pantai, dan pembuatan galangan kapal di Indonesia yang dapat menembus pasar negara berkembang di Batam.

Saat ini terdapat lebih dari 70 galangan kapal yang berlokasi di Batam dan lebih dari 500 industri yang mendukung sektor ini. Beberapa galangan kapal ternama akan hadir di sini, termasuk MacDermott, Nippon Steel, PT ASL, PT Palindo Kelautan Industry, PT Batamec dan PT Drydocks World.

Asosiasi pemilik kapal-kapal Indonesia yaitu The Indonesian National Shipowners Association (INSA), memprediksi bahwa akan terjadi pertumbuhan sekitar 20% pada sektor industri pelayaran di negara ini. Kementrian Perindustrian Indonesia sendiri telah menyiapkan peta jalan untuk mengembangkan industri galangan kapal Indonesia di 2012-2025. Industri ini diharapkan dapat memproduksi dan memperbaiki semua jenis kapal dari ukuran kecil hingga besar. Target pada tahun 2020, klaster industri galangan kapal nasional adalah mampu menghasilkan kapal dengan bobot bersih sekira 200 ribu ton.

Untuk mencapai itu, Pemerintah akan meningkatkan kemampuan desain kapal dan rekayasa yang mendukung melalui pengembangan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN). Bahan baku industri dan komponen lokal, serta pengembangan keterampilan suber daya tambahan juga terus ditingkatkan.

Batam merupakan daerah yang dianggap Kementerian Perindustrian memiliki masa depan cerah dalam industri maritim. Dalam jumlah utilisasi galangan kapal, Batam menyumbangkan 70% produksi di Indonesia. Puluhan perusahaan galangan kapal yang berdiri di sepanjang bibir Pulau Batam bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, bersanding dengan karakteristik Kota Batam lainnya sebagai kota industri elektronik dan kawasan wisata belanja.

Peserta IMOX 2016 dibatasi untuk kalangan profesional dan industri saja. Informasi selanjutnya mengenai pendaftaran dapat diperoleh di website www.batam-marine.com.

Ketika Backpacker Berevolusi jadi Flashpacker

Flashpacker (Photo credit: Him)
Flashpacker (Photo credit: Him)


Berwisata, jalan-jalan, atau traveling dewasa ini berkembang lebih dari sekedar kegiatan pengisi waktu liburan. Beragam pilihan destinasi dengan dukungan akomodasi dantransportasi akhirnya turut menjadikan kegiatan berwisata menjadi lebih bervariasi juga.

Sebagian orang mengutamakan kenyamanan dan kemewahan saat berplesir dengan penerbangan kelas utama, hotel berbintang, dan jasa travel agent ekslusif. Akan tetapi, ada juga yang rela naik bus umum, tinggal di penginapan sederhana, atau blusukan demi tiba ke destinasi terpencil. Nah, jenis yang terakhir inilah yang kerap terlihat berkeliaran di berbagai tujuan wisata dengan berbekal ransel (backpack). Mereka dijuluki sebagai backpacker.

Backpacker dapat diartikan sebagai penikmat liburan dengan mengandalkan anggaran minimalis demi mendapatkan pengalaman liburan maksimal. Biasanya mereka merupakan independent travelers (berwisata secara individu) yang tidak hanya mengandalkan perburuan tiket murah tetapi juga menekan biaya dengan menggunakan transportasi umum. Bahkan, mereka juga akan memilih untuk menginap di hostel atau bahkan rumah penduduk bersama dengan backpacker lainnya.

Backpacker rupanya kini berevolusi seiring perkembangan zaman menjadi apa yang disebut sebagai flashpacker. Inilah yang mengisi celah antara tipe backpacker dan poshpacker (wisatawan umum). Flashpacker adalah mereka yang tetap mempertahankan semangat petualang backpacker tetapi memiliki anggaran lebih besar dan kelonggaran memilih akomodasi dan transportasi. Dengan kata lain, walaupun bepergian dengan ransel besar, mereka tidak berkeberatan untuk menginap di hotel yang mungkin sedikit lebih mahal apabila tidak ada pilihan lain.

Apabila backpacker berorientasi kepada anggaran (budget oriented) maka flashpacker mencintai kebebasan waktu yanglebih berorientasi pada pengalaman (experience oriented). Oleh karenanya, flashpacker  lebih menghargai kemudahan dan kenyamanan (convenience & comfort) sehingga cenderung fleksibel dan moderat mengatur anggaran.

Perbedaan paling kentara antara backpacker dan flashpacker adalah perlengkapan yang dibawa. Sorang flashpacker hampir dipastikan selalu membawa sejumlah gadget bersama merekaterutama laptop, kamera, dan smartphone karena memang mereka ini adalah orang-orang yang melek teknologi.

Terkait teknologi dan penggunaan gadget pula yang menyebabkan flashpacker ini juga disebut sebagai techno travellers. Bahkan kata flashpacker disebut-sebut berasal dari kata flash drive/flash diskyang tidak pernah absen menyertai perjalanan petualang jenis baru ini. Kenapa media penyimpanan digital seperti flash disk menjadi sangat penting? Itu dikarenakan dengan berbagai gadget yang dibawa maka media penyimpanan data menjadi penting untuk menyimpan foto, jurnal, e-book,  ataupun untuk kemudahan berbagi data dengan flashpacker lain.

Dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, smartphone telah menjadi alat penting bagi para flaspacker. Beragam aplikasi travel yang tersedia telah mempermudah kegiatan traveling  mereka. Sebut saja aplikasi penanda lokasi (location-based services) semakin memanjakan flaspacker.  

Kecenderungan perubahan gaya berwisata ini rupanya dipahami pihak penyedia akomodasi. Mereka pun tidak ketinggalan memenuhi kebutuhan para pelancong jenis ini denganmenyediakan layanan WIFI atau setidaknya kabel LAN untuk bisa terkoneksi dengan internet. 
    

Festival Layang – Layang Bali 2016

Festival ini merupakan salah satu event besar yang sangat menarik karena memiliki keunikan budaya yang sama seperti Festival Kesenian Bali. Festival ini memiliki beragam tanggal pelaksanaan dan untuk acara utamanya diaksanakan di sepanjang pantai timur Padanggalak, bagian utara Sanur.

Biasanya pengumuman kepastian tanggal pelaksanaan event utama Festival Layang-Layang dilaksanakan pada akhir Juni melihat kondisi cuaca saat itu. Sehingga kepastian waktu pelaksanaan belum dapat diumumkan secara pasti. Sementara ini dijadwalkan Fesival Layang – Layang Bali jatuh pada tanggal 3 hingga 5 Juli di Pantai Padanggalak, Sanur dan Festival Layang Layang Internasional Bali pada 23 sampai 25 Oktober 2015 di Pantai Padanggalak, Sanur.

Ribuan pecinta layang-layang akan datang dan berkumpul dari seluruh Pulau Bali untuk mulai menerbangkan layang-layang tradisional mereka dan bersaing dengan pecinta layang-layang yang berasal dari luar negeri dengan model yang lebih modern serta memilki bentuk dan ukuran yang bermacam – macam.

Pada Festival Layang – Layang ini ditampilkan bentuk layang – layang yang beragam misalnya bentuk 3D dan desain tertentu misalnya bentuk Dewa Hindu, kendaraan seperti mobil dan motor, maskot serta sponsor. Selama event berlangsung terdapat iringan gamelan untuk menambah semangat festival terutama saat layang – layang dinaikkan dan saat turun.

Layang – layang tradisional Bali memilikiukuran raksasa dan telah berkembang selama bertahun – tahun, luasnya sekitar 4 meter dan panjangnya 10 meter. Salah satu jenis layang – layang yaitu ‘janggan’ memiliki ekor pita yang mengagumkan dan memiliki panjang mencapai 100 meter atau lebih. Selain ukuran yang tidak biasa layang-layang di Bali juga dilengkapi dengan instrumen suara berbentuk getaran pada tali busurnya yang disebut ‘Guwang’ yang akan menghasilkan dengungan suara yang dapat didengar dari kejauhan.

Asosiasi Layang – Layang Bali atau disebut Pelangi (Persatuan Layang-Layang Bali) telah mengumunkan tanggal pelaksanaan Festival Layang – Layang. Namun tanggal yang telah diumumkan dapat berubah karena pengaruh kondisi cuaca nanti. Berikut ini daftar pelaksanaan kompetisi dan festival layang – layang di Bali:

  1. Festival Layang – Layang Bali : 03-05 Juli, Pantai Padanggalak, Sanur
  2. Kompetisi Layang – Layang Gianyar: 31 Juli-2 Agustus (tentatif 8-9 Agustus), Pantai Padanggalak, Sanur
  3. Kompetisi Layang – Layang Denpasar: 07-09 Agustus, Pantai Padanggalak, Sanur
  4. Kompetisi Layang – Layang Biaung: 14-15 Agustus, Pantai Padanggalak, Sanur
  5. Kompetisi Layang – Layang Tanjung: 21-23 Agustus, Pantai Mertasari, Sanur
  6. Kompetisi dan Festival Layang – Layang Sanur Village: 28-30 Agustus, Pantai Mertasari, Sanur
  7. Kompetisi Layang – Layang Penatih: 4-6 September, Penatih, Denpasar
  8. Kompetisi Layang – Layang Ungasan: 11-13 September, Ungasan, Bukit Peninsula
  9. Kompetisi Layang – Layang Tabanan: 18-20 September, Tabanan
  10. Kompetisi Layang – Layang Belega: 18-20 September, Belega, Gianyar
  11. Kompetisi Layang – Layang bekul: 2-4 Oktober, Pantai Padanggalak, Sanur
  12. Kompetisi Layang – Layang Kukuh: 16-18 Oktober, Marga, Tabanan
  13. Festival Layang – Layang Internasional Bali: 23-25 Oktober, Pantai Padanggalak, Sanur

Sumber :

disparda.baliprov.go.id