Home Blog Page 16

Gunung Dua Sudara: Udangan Pendakian ke Gunung Kembar nan Cantik

Saat Anda tiba di Kota Bitung, Sulawesi Utara, sambutan hangat langsung diberikan oleh sebuah gunung cantik yang memiliki puncak kembar. Gunung Dua Sudara sebutannya, ini merupakan gunung non aktif  di sebelah timur Gunung Klabat. Letaknya di Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, sekira 12 kilometer dari pusat Kota Bitung dan bertatapan langsung dengan Cagar Alam Tangkoko Batuangus.

Dua puncak Gunung Dua Sudara menciptakan lansekap yang khas saat diabadikan ke dalam kamera, keduanya terlihat jelas dari pesisir Selat Lembeh. Meskipun rupanya sangat mengesankan, masih jarang pendaki yang ingin menaklukan gunung setinggi 1.351 m dpl ini. 

Lereng kaki Gunung Dua Sudara dipenuhi oleh pohon enau yang sengaja ditanam oleh Pemerintah Kota Bitung. Ini dilakukan dengan tujuan kelestarian lingkungan karena menurut Teori Wallace, Tangkoko dan Gunung Dua Sudara merupakan wilayah yang dilewati hembusan angin panas dari selatan ke utara. Jika tidak ada pembebanan, angin akan menghantam langsung Kutub Utara sehingga es akan mencair.

Selain itu, komoditi hasil perkebunan warga seperti jagung, ubi, kelapa dan pisang juga menghiasi kaki gunung ini. Selebihnya adalah kepungan pohon rotan, beringin, hutan jati dan ilalang yang ditinggali oleh hewan endemik Sulawesi seperti kuskus, tarsius dan burung maleo.

Kegiatan

Nama Gunung Dua Sudara memang tak begitu tersohor namun keberadaannya merupakan primadona bagi pendaki lokal. Satu-satunya rute yang memungkinkan adalah dari sisi Kota Bitung. Biasanya butuh waktu lebih dari empat jam untuk sampai ke puncak dengan medan penuh lumpur.

Tidak ada izin khusus untuk mendaki namun Anda harus membayar biaya masuk dan biaya pemandu sebesar Rp85 ribu untuk wisatawan mancanegara dan Rp75 ribu untuk wisatawan lokal. Pembayaran dilakukan di pos 1 yang bertempat di Cagar Alam Tangkoko-Dua Sudara, Desa Batu Putih.

Dalam perjalanan, Anda akan menemukan hutan lumut  yang menandakan bahwa puncak sudah dekat. Setibanya di puncak, bersiaplah menemukan bivak eks tempat latihan TNI AD.

Tips

Penting untuk membawa alat navigasi seperti kompas dan peta karena gunung tidak memiliki jalur pendakian yang tetap. Juga perlu diingat bahwa Gunung Dua Sudara tidak memiliki sumber air sehingga Anda harus membawa persiapan air yang cukup.

Saat bermalam di tenda, disarankan untuk tidak terlalu banyak membuka pintu tenda karena banyak sekali serangga yang akan masuk.

Transportasi

Jarak dari Manado, ibukota Sulawesi Utara ke Bitung sekira 44 kilometer. Apabila tidak menggunakan kendaraan pribadi maka Anda bisa menaiki bus umum dengan rute Manado-Bitung dari Terminal Paal Dua atau Terminal Karombasan.

Alternatif lain bisa menggunakan taksi dengan tarif Rp200 ribu. Adapun taksi yang bisa Anda hubungi dan pesan adalah: Blue Bird  (0431-86 1234), Trust Taxi ( 0431-824000) dan Celebrity Taxi(0431-851010).

Dari Kota Bitung ke Desa Batu Putih, Anda bisa naik mikrolet dengan jurusan Terminal Girian, tarfinya Rp2.500 dengan lama perjalanan 10 menit. Apabila menyewa ojek, tarifnya Rp5 ribu.

Pulau Mantehage: Panorama Memesona di Tengah Laut

Ketika Anda melihat Pulau Mantehage dari kapal motor, nampak sebuah pulau berwarna hijau dengan ukuran yang tidak begitu luas berada di tengah laut. Pulau ini nampak cantik beratapkan langit biru dengan bentangan awan putih yang kontras. Setibanya kaki Anda menyentuh pasir pantainya dan memandang panoramanya maka Anda akan menyaksikansendiri keindahan yang begitu memesona. Pulau Mantehage merupakan sebuah pulau indah yang kaya biota laut dan daratannya didominasi hutan mangrove dengan pantai indah berpasir putih.

Pulau Mantehage yang didominasi hutan bakau merupakan salah satu deretan pulau cantik yang membentuk Taman Laut Nasional Bunaken-Manado. Pulau Mantehage secara administratif masuk wilayah Kecamatan Wori, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Di pulau ini hanya terdapat empat desa yaitu Desa Tangkasi, Desa Buhias, Desa Tinongko, dan Desa Bongo. Balai Pengelola Taman laut Nasional Bunaken-Manadon menetapkan Pulau Mantehage sebagai salah satu tujuan wisata bahari.

Walaupun pulau ini berada di tengah laut, uniknya mayoritas penduduknya yang tersebar di empat desa tersebut bermata pencaharian sebagai petani bukan nelayan. Dimungkinan hal ini karena peraturan yang dibuat oleh Balai Pengelola Taman laut Nasional Bunaken-Manadon hanya memperbolehkan penduduk Pulau Mantehage menangkap ikan dengan batas tertentu. 

Taman laut di Pulau Mantehage sangat indah dengan biota laut beraneka ragam, bentuk dan warna. Dari 390 spesies terumbu karang dan 91 jenis ikan yang berada di Taman Laut Nasional Bunaken-Manado diantaranya adalah ikan kuda gusimi lokal (Hippocampus), koi putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Spilotocepsep hinephelus dan Hypselosoma Pseudanthias) dan nila gasi (Scolopsis bilineatus). Beberapa jenis ganggang juga dapat Anda temui di sini. Keberadaan berbagai jenis ikan di perairan Pulau Mantehage karena perairan pulau ini merupakan kawasan pusat ikan dan biota laut lainnya mencari makan. 

Jarak pandang di dalam laut berkisar antara 20 meter sampai 35 meter dengan temperature udara 26 derajat celcius hingga 31 derajat celcius. Ombak di pulau ini tidak kuat dan terbilang tenang dengan arus sedang sehingga hal ini memugkinkan Anda dapat melihat taman laut seperti terumbu karang dan ikan warna-warni hanya dengan jarak 5 meter saja. 

Kegiatan 

Menyelam di Pulau Mantehage merupakan aktivitas yang paling menarik. Menyaksikan pemandangan dunia bawah laut menjadi sensasi dan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Ada beberapa titik penyelaman di perairan Pulau Mantehage mulai dari penyelaman di lokasi landai yang kaya terumbu karang dan beberapa jenis ikan dengan warna-warni menarik berenang kesana kemari.

Apabila Anda menyelam di kedalaman lebih dari 18 meter maka Anda dapat merasakan pengalaman menyelam yang berbeda. Berbagai biota laut langka dengan bentuk aneh dan unik akan Anda temui di sini, seperti ikan kakap, kerapu, barakuda, napoleon, angel fish, blow fish, blue ribbon eels, lobster, serta hiu di habitat aslinya. 

Siapkan kamera water case untuk mengabadikan pemadangan dan momen-momen indah yang Anda saksikan perairan Pulau Mantehage. Menyelam di Perairan pulau ini mungkin bisa menjadi pelampiasan rasa ingin tahu Anda mengenai kehidupan bawah laut yang menakjubkan.

Kegiatan di air lainya yang bisa Anda lakukan adalah snorkeling. Kegiatan ini cocok bagi Anda yang bukan penyelam profesional atau belum mempunyai pengalaman menyelam sama sekali. Berenang juga bisa menjadi alternatif lain, karena ombak dan arus di pulau ini tidaklah besar. 

Hamparan pasir putih yang terlihat seperti permadani berwarna putih akan memberikan sensai tersendiri ketika Anda berjalan di atasnya. Setelah letih menyelam dan snorkeling,Anda bisa menggelar kain pantai atau langsung merebahkan tubuh di atas pasir untuk melepaskan rasa letih sambil menyaksikan birunya langit yang menaungi Pulau Mantehage. 

Akomodasi 

Tidak ada hotel dan homestay di pulau ini namun bagi Anda yang ingin bermalam di sini dapat menginap di rumah penduduk setempat. Anda bisa menginap di Pulau Siladen karena selain Pulau Bunaken, pulau ini merupakan pulau dengan akomodasi memadai. Jarak Pulau Mantehage ke Pulau Siladen hanya satu jam. Berikut beberapa informasi resort dan homestay di Pulau Siladen.  

Siladen Resort and Spa

Pulau Siladen 95011, Taman Nasional Bunaken Marine Park, Manado, Sulawesi Utara Tel. +62 8114300641

E-mail: info@siladen.com

Website: www.siladen.com

Tante Martha Homestay merupakan homestay yang paling terkenal dengan 4 bungalow nyaman dan dekat dengan nuansa alam.

Bbagi Anda yang ingin bermalam di Kota Manado, berikut beberapa referensi hotel yang dapat dipilih. 

Ahlan Hotel

Jl. Jendral Sudirman 103
Telepon : 0431 863454

Angkasa Raya Indah Hotel

Jl. Kol Sugiono 12-A Komo Luar Wenang
Telepon : 0431 862039

Arison Hotel

Jl. Dr Sam Ratulangi 2 Tanjungbatu Sario
Telepon : 0431 864739

Aston Manado City Hotel

Jl. Jendral Sudirman 128
Telepon : 0431 862645,0431 862663,0431 863016

Bersehati Hotel

Kel Lawangirung Lingk I 1 Lawangirung Wenang
Telepon : 0431 878655

Biteya City Hotel

Jl. WR Supratman 11 Lawangirung Wenang
Telepon : 0431 866598

Kuliner

Kuliner

Biasanya warung-warung makan di Pulau Mantehage menyediakan Bubur Manado. Bubur Manado merupakan makanan khas Manado dengan campuran labu kuning, singkong rebus, irisan jagung, sayuran bayam, daun suraung, dan bumbu penyedap lainnya. Bubur ini biasanya dihidangkan bersama nikei, yaitu sejenis peyek yang terbuat dari gerusan ikan teri kecil-kecil dan sambal cakalang.

Tidak hanya itu saja, di Pulau Mantehage Anda juga bisa mencicipi paniki. Makanan ini terbuat dari kelelawar (yang dalam bahasa Manado disebut Paniki), kemudian dicampurbumbu dari bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe hijau, garam, dan gula pasir. Jika Anda penasaran silakan mencobanya. 

Transportasi 

Garuda Indonesia, Lion Air, Batavia Air, serta beberapa maskapai penerbangan domestik lainnya terbang setiap harinya dari Jakarta dan Makassar ke Manado, serta dari Surabayadan Bali. Perjalanan untuk sampai di Pulau Mantehage memakan waktu sekira satu jam dengan menggunakan Kapal Cepat Atau Speed Boat Dari Manado. 

Pulau Siladen: Keindahan dan Ketenangan di Taman Nasional Bunaken-Manado

Siladen adalah salah satu pulau yang membentuk Taman Nasional Bunaken-Manado, di Provinsi Sulawesi Utara. Pulau yang luasnya hanya sekitar 31,25 ha ini begitu indah dikelilingi pantai berpasir putih, ditumbuhi pepohonan palem, sagu, woka, silar, dan kelapa. Pulau Siladen berada di sebelah timur Pulau Bunaken atau berjarak 3 km dan 8 mil dari pusat kota Manado dan dapat ditempuh dengan kapal motor sekira 45 menit. 

Bagi Anda yang mendamba suasana alami dengan ketenangan maka pulau ini menyuguhkan harmonisasi pemandangan alam, suasana keindahan alam bawah laut, suara kicauan burung, hembusan angin laut yang segar, dan sinar Matahari khas pantai siap menjadi teman Anda untuk beberapa hari. Di pulau ini terdapat katamaran (perahu kaca), diving center, cottage, dan warung makan sehingga Anda dapat memilih atraksi wisata yang sesuai selera.

Nama Siladen berarti kandas, berasal dari cerita tentang sebuah kapal yang dipergunakan orang Sangier saat sedang berlayar kemudian mengalami kecelakaan di tengah laut dan tenggelam. Lokasi tempat kapal tersebut tenggelam kemudian diberi nama Siladen.

Kehidupan bawah laut pulau ini begitu menakjubkan dengan terumbu karang yang beranekan ragam dan biota laut lainnya yang berwarna warni. Di pulau ini ada dua lokasi menyelam paling potensial yaitu Siladen dan Siladen Utara dengan kedalaman dasarnya berkisar antara 20 meter sampai 50 meter. Dinding karang di dasar laut pulau ini terlihat seperti rak buku dan di setiap rak terdapat berbagai jenis ikan yang berbeda. Berbagai jeni ikan yang menjadikan perairan Pulau Siladen ini sebagai rumah mereka antara lain ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain. Sedangkan jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dan tunikates/ascidian. Sementara itu, ada juga beragam terumbu karang yang ada di perairan pulau ini antara lain jenis Pocilopora sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp, Fungia sp, Herpolitha sp, Holomitra sp, Galaxea sp, Pectinia sp, Lobophyllia sp, Echinopora sp danTubastrea sp.

Di atas darat pulau ini berdiam beberapa jenis satwa seperti kera hitam (Macaca nigra nigra), rusa (Cervus timorensis russa), dan kuskus (Ailurops ursinus ursinus). Ada juga burung camar yang kicauannya sangat merdu bagaikan musik yang mengalun mendedangkan indahnya Pulau Siladen. 

Kegiatan 

Pulau Siladen adalah lokasi wisata air dan wisata bahari. Di sini Anda dapat menikmati taman laut dengan cara berkeliling naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling, diving, foto bawah laut; atau bermain dan berjemur badan di pantai.

Pulau Siladen merupakan salah satu pulau yang perairannya memiliki keanekaragaman hayati melimpah. Pulau ini sangat cocok untuk kegiatan menyelam, menyaksikan berbagai macam biota laut dengan berbagai bentuk, warna dan karateristik. Menyelam di Perairan pulau ini mungkin bisa menjadi pelampiasan rasa ingin tahu Anda mengenai kehidupan bawah laut yang menakjubkan. 

Bagi Anda yang bukan penyelam profesional atau belum mempunyai pengalaman menyelam sama sekali maka tidak perlu kawatir. Itu karena kegiatan snorkeling akan menyajikan pengalaman yang tak kalah cantiknya berupa indahnya bentuk dan warna warni terumbu karang. Tidak hanya itu, Anda pun bisa menyaksikan terumbu karang dari atas kapal dengan naik perahu berkaca (katamaran). Ombak di pulau ini tidaklah terlalu besar sehingga aman jadi sempatkan diri Anda untuk berenang. 

Hamparan pasir putih yang bercahaya bermandikan sinar Matahari terhampar di dataran pulau tersebut menjadi pemandangan tersendiri dari kejauhan. Setelah melakukan kegiatan menyelam dan snorkeling, gelar kain pantai Anda di atas pasir dan rebahkan tubuh untuk merasakan sinar matahari menyapu kulit Anda sambil bersantai membaca buku kesukaan. Untuk pilihan lain Anda bisa berkeliling pulau mencari pemadangan menarik dan baru. 

Jika Anda memiliki waktu yang lama untuk tinggal di Pulau Siladen, disarankan untuk berkunjung ke pulau-pulau tetangganya seprti Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Mantehage, dan Pulau Naen. 

Akomodasi 

Pulau Siladen merupakan salah satu pulau di Taman Nasional Bunaken-Manado yang memiliki akomodasi lengkap. Berikut ini dua di antara resort dan homestay yang popular. 

Siladen Resort and Spa

Pulau Siladen 95011, Taman Nasional Bunaken Marine Park, Manado, Sulawesi Utara Tel. +62 8114300641

E-mail: info@siladen.com

Website: www.siladen.com

Tante Martha Homestay merupakan homestay yang paling terkenal dengan 4 bungalownyaman dan dekat dengan nuansa alam.

Kuliner 

Bubur Manado merupakan makanan khas Manado yang lezat. Bubur ini dicampurkan dengan labu kuning, singkong rebus, irisan jagung, sayuran bayam, daun suraung, dan bumbu penyedap lainnya. Bubur ini lebih nikmat jika dihidangkan bersama nikei, yaitusejenis peyek yang terbuat dari gerusan ikan teri kecil-kecil dan sambal cakalang.

Satu lagi hidangan lezat yang tidak boleh Anda lewatkan, yaitu ayam rica-rica. Hidangan satu ini terkenal memiliki rasa pedas dan kaya rasa. Anda bisa memesan makanan tersebut di resort dan homestay tempat menginap. 

Transportasi

Garuda Indonesia, Lion Air, Batavia Air, serta beberapa maskapai penerbangan domestik lainnya terbang setiap harinya dari Jakarta dan Makassar ke Manado, serta dari Surabaya dan Bali. Dari Kota Manado perjalanan menuju Pulau Siladen terbilang singkat hanya sekira satu jam menggunakan kapal motor.

Tips 

  • Waktu terbaik berkunjung ke pulau ini adalah mulai bulan Juli dan Agustus. Saat masa musim kunjungan, biasanya operator selam akan sibuk jadi lakukan pemesanan lebih awal.
  • Waktu terbaik untuk menyelam adalah pada bulan Augustus dan September. Jika Anda bukan penyelam profesional, lebih baik Anda melukan kegiatan snorkeling.
  • Mohon untuk tidak membuang sampah sembarangan demi keberlangsungan pariwisata Pulau Siladen.

Selat Lembeh: Surga Pecinta Fotografi Makro

Apabila dilihat dari peta, segaris perairan tampak memisahkan daratan Sulawesi Utara dengan Pulau Lembeh. Begitu sempit selat itu dan tidak terlihat istimewa. Akan tetapi, apabila Anda lihat nyatanya langsung maka bersiaplah terkejut ketika mendapati Selat Lembeh adalah rumah dengan sejuta rahasia alam bawah laut. 

Selat Lembeh merupakan bagian dari wilayah Pulau Lembeh, Kota Bitung, di Provinsi Sulawesi Utara. Perairan sepanjang 16 kilometer dan lebar 1-2 kilometer tersebut setidaknya memiliki 88 lokasi titik selam. Meskipun tidak seterkenal Taman Nasional Bunaken (TNB) namun keanekaragaman hayati Selat Lembeh patut diperhitungkan.

Ini merupakan situs selam yang memiliki kedalaman 15-25 meter. Umumnya tidak ada arus, diselimuti suhu yang bervariasi sepanjang tahun, yakni 24-30 derajat celcius. Visibilitas umumnya tidak baik, berkisar dari 4 meter sampai 20 meter jika Anda beruntung.

Perairan ini menghidupi ikan-ikan raksasa yang sulit ditemui di wilayah manapun di dunia. Masyarakat Indonesia pun boleh berbangga hati, karena Selat Lembeh dinilai sebagai situs muck diving terbaik di dunia. Muck diving adalah penyelaman di lokasi dengan dasar laut berpasir.

Ekosistem yang unik tersebut merupakan rumah bagi para nudibranch, flamboyant sotong, mimic octopus hingga ikan frog berbulu. Detail kecantikan mereka yang luar biasa merupakan obyek mahal bagi para pecinta fotografi bawah air. Dari sinilah julukan “The Mecca of Macro Photography” melekat pada Selat Lembeh.

Selain itu, perairan Selat Lembeh mempunyai peran multifungsi seperti pelabuhanan, transportasi laut lokal, perikanan dan kelautan, kegiatan industri, perkapalan, pariwisata, basis keamanan laut, serta laboratorium alami.

Di tepian Pulau Lembeh terdapat Monumen Tri Komando Rakyat (Trikora) yang bersebelahan dengan Pesawat DC-3 TNI-AU. Monumen dibangun akhir tahun 1980-an untuk mengenang peristiwa bersejarah perebutan kembali Irian Barat dari tangan Belanda. Ketika itu, Pelabuhan Bitung merupakan lokasi pendaratan awal untuk menjalankan misi tersebut. Suasana Selat Lembeh dapat dipotret dari sini.

Kegiatan

Selat Lembeh dipastikan sanggup memanjakan mata para penyelam yang mengarungi keindahan bawah lautnya. Namun demikian, apa yang tersaji di atas permukaannya pun lebih dari cukup kecantikannya. 

Sebagian besar resort yang tersedia di pinggir Selat Lembeh menawarkan panorama pesisir yang menakjubkan dikala Matahari terbit maupun tenggelam. Anda juga dapat menyentuh kebudayaan warga lokal yang mayoritas adalah nelayan tradisional. Ada pula aktivitas para pembuat perahu tradisional berbagai ukuran yang mudah dijumpai di sepanjang Pantai Selat Lembeh. 

Anda yang memang berniat menjelajahi bawah laut Selat Lembeh maka perlu diketahui setidaknya ada lebih dari 80 titik selam di kawasan ini. Mayoritas di antaranya didominasi area berpasir, berlumpur dan terumbu karang kecil. Saat menyelam di sini, jangan lewatkan menjelajah spot-spot berikut ini.

Police Pier

Meskipun memiliki kemiringan dan dipenuhi puing-puing. Tetaplah berenang hingga Anda menemukan tempat persembunyian bermacam makhluk eksotis seperti kuda laut, waspfish, belut ular, dan cumi-cumi. Tempat ini juga bagus untuk menyelam pada malam hari.

Teluk Kembahu dan Hairball

Temukan gurita di Teluk Kembahu, beberapa penyelam pernah menemukan hewan ini sedang beraksi mencari mangsa dengan tentakelnya. Bila ingin berjumpa dengan ikan frog atau ikan kalajengking Ambon, Anda harus mencapai lokasi yang disebut Hairball. Bersabarlah karena mereka terbiasa berkamuflase di bawah gulungan pasir hitam dasar laut.

Bangkai kapal 

Sebuah kapal kargo sepanjang 46 meter yang dijuluki Beautiful Ship terdampar dan menjadi lokasi menyelam yang menakjubkan di dasar laut. Kapal diselimuti jajaran karang spons dan kawanan nudibranch. Ada juga bangkai kapal kargo Jepang yang tampak di permukaan laut. Peninggalan Perang Dunia II ini tidak jauh dari daratan Bitung dan disebut sebagai Bimoli.

California Dreaming

Ini adalah lokasi menyelam yang baik untuk dijadikan tempat istirahat. Terdapat taman karang besar dan kumpulan gorgonian merah yang sangat indah.

Transportasi

Anda perlu terbang ke Bandara Sam Ratulangi di Manado, berikutnya menuju ke Kota Bitung yang dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor atau menaiki bus umum jurusan Manado-Bitung dengan tarifnya Rp7500 untuk bus non-AC dan Rp8500 untuk bus AC. 

Alternatif lain bisa menggunakan taksi dengan tarif Rp200 ribu. Adapun taksi yang bisa Anda hubungi dan pesan adalah: Blue Bird  (0431-86 1234), Trust Taxi ( 0431-824000), dan Celebrity Taxi(0431-851010).

Di Manado juga banyak terdapat penyewaan mobil menuju Bitung. Tarifnya bervariasi, sekira Rp300 ribu. Berikut ini beberapa penyedia rental mobil di Manado.

Sesampainya di Bitung, Anda harus meraih Dermaga Ruko Pateten di Kecamatan Lembeh dan menyebrang menggunakan perahu selama kurang lebih 15 menit. Biaya sekira Rp7500 per orang. Penyebrangan ini relatif sangat aman karena laut terhalang oleh Pulau Lembeh.

Di sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan kapal berbagai ukuran. Ada perahu nelayan tradisional dan ada juga kapal-kapal perang milik TNI-AL.

Akomodasi

Pulau Lembeh sudah mendunia dan tidak asing untuk penyelam yang sudah profesional. Hotel dan resor begitu berkembang di sini, mayoritas sudah dilengkapi dengan fasilitas diving bersetifikat PADI. Berikut ini beberapa diantaranya.

Eco Divers Lembeh

Desa Ranowangko, Dusun VII, Kec. Tombariri, Kab. Minahasa

No.tlp (0431) 828340.

Lembeh Resort

(0438) 5503139

Froggies Divers Resort

Jalan Kol. Sugiono no 31, Manado

No.tlp 0811430800

NAD Lembeh Resort

Teluk Rarandam Kecil, Pulau Lembeh, Kota Bitung

No.tlp 08124756661

Two Fish Lembeh Resort

Pantai Pangulisang, Bunaken

No.tlp 0811432805

Bila menginginkan suasana berbeda, Anda bisa tinggal di rumah warga di Kecamatan Lembeh. Mereka masih berada di bawah garis Suku Sangir yang ketika malam hari gemar melakukan tarian Ampa Wayer.

Berkeliling

Anda bisa menyewa perahu nelayan untuk berkeliling Pulau Lembeh, tarifnya sekira Rp300 ribu untuk perjalanan selama 3-4 jam.

Mintalah untuk diajak berkeliling sekitar selat, Anda akan menemukan lansekap Gunung Dua Saudara, resor-resor mewah, kapal-kapal yang menambat, dan tentunya ikan yang sedang bermain-main di bawah laut.

Sebagian besar pantai berada di kawasan resor dan biasanya dinikmati oleh tamu saja. Akan tetapi Anda bisa juga beristirahat di Pantai Pasir Putih Langi. Hanya pantai inilah yang boleh disinggahi umum.

Taman Nasional Bunaken: Surga Bawah Laut Indonesia

Pernahkah Anda  membayangkan menjadi putri duyung? Berenang bersama penghuni laut, bergerak mengikuti irama ombak? Di Taman Nasional Bunaken  Anda akan menemukan “putri duyung” yang sebenarnya sekaligus melihat kekayaan laut Indonesia.  

Bunaken merupakan taman laut pertama di Indonesia. Lokasinya berada di Teluk Manado, tepatnya di utara Pulau Sulawesi dan secara administratif  bagian dari Kota Manado. Resmi didirikan pada 1991, Taman dengan laut sekira 8,08 km² ini adalah bagian dari Taman Nasional termasuk laut sekitar Pulau Manado Tua yaitu Siladen dan Mantehage.

Bagi Anda yang menyukai diving maka tempat ini merupakan tempat yang menakjubkan karena di sana dapat melihat berbagai kehidupan laut yang menakjubkan penuh warna-warni. Terdapat sekitar 20 titik penyelaman, dimana Anda akan mendapat kesempatan berenang di bawah laut dengan beragam biota laut yang menakjubkan.

Perairan Laut Bunaken memungkinkan orang dapat dengan jelas melihat berbagai biota laut. Ada 390 spesies terumbu karang yang didominasi oleh bebatuan laut, juga bermacam spesies alga seperti Caulaerpa, Halimeda, Padina, serta rumput laut antara lain Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides dan Thalassaodendron ciliatum. Pemandangan yang paling menarik adalah terumbu karang terjal vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.

Taman Nasional Bunaken juga memiliki berbagai jenis ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska dan mangrove. Di daratan terdapat sagu, woka, silar dan kelapa. Penduduk di sekitar wilayah ini berjumlah kurang lebih 35.000 jiwa, kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan atau petani kelapa, ubi jalar, pisang, dan rumput laut untuk diekspor. Sementara lainnya bekerja di cottage dan nahkoda kapal.

Manjakan mata Anda dengan 91 jenis ikan yang ada di Taman Nasional Bunaken, diantaranya merupakan ikan kuda gusimi lokal (Hippocampus), koi putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Spilotocepsep hinephelus dan Hypselosoma pseudanthias), nila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lainnya. Anda juga bisa menemukan moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), ikan kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus (Nautilus pompillius), dan tunikates atau askidian.

Kegiatan

Menyelam merupakan cara terbaik bila Anda ingin secara utuh dan jelas menikmati keindahan panorama bawah laut Bunaken. Tersedia 23 tempat snorkeling atau penyelaman. Tak usah repot-repot membawa alat menyelam sendiri karena di sana disewakan alat-alat dengan harga berkisar Rp100 ribu per hari. 

Tidak hanya melihat barisan ikan bermacam rupa dan padang rumput laut, Anda juga bisa melihat kurang lebih 390 spesies terumbu karang yang memancarkan pesona menakjubkan. Bentuknya berlekak-lekuk unik, celah-celah hingga gua atau terowongan mungil bawah laut yang mungkin mustahil ditemukan di tempat lain. Di bawah hamparan laut seluas 890,65 km2 di kawasan Teluk Manado, kita akan menemukan pesona keindahan ciptaan Sang Maha Kuasa dengan menikmati terumbu karang berwarna warni.

Ada lebih dari 200 jenis spesies ikan serta beragam biota laut lainnya. Anda akan merasakan sensasi menyelam dengan sajian pemandangan bawah laut yang memesona pada taman yang terletak 75 mil laut dari Pantai Manado. Lokasi menyelam ini dapat dicapai dengan perjalanan 35 menit menggunakan perahu motor.

Taman Laut Bunaken memiliki 29 titik selam (dive spot), 12 titik selam diantaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Lokasi penyelaman terbaik banyak berada di dekat Bunaken dan Manado Tua. Berikut ini adalah tempat-tempat yang mewakili lokasi penyelaman tersebut. 

Tembok Lekuan (I, II, III)

Tembok Lekuan (I, II, III) adalah tembok panjang di Bunaken yang dibagi menjadi tiga yaitu Lekuan I, II, dan III. Ketiganya memiliki taman laut  yang terbaik dengan dinding curam dan celah yang dalam, serta kipas angin laut dan spons raksasa. Tempat yang dangkal dipenuhi dengan ikan. Dindingnya, sering dilindungi dari arus kuat dan sering dikunjungi oleh rombongan ikan kakak tua besar dan Penyu.

Setiap penyelam akan memiliki tembok favorit mereka sendiri di sini, namun yang banyak disukai oleh penyelam adalah Lekuan II. Anda akan bertemu dengan kepiting-kepiting yang sering dihinggapi oleh setangkai karang lunak. Jelajahi terus dinding laut ini sehingga Anda juga akan bertemu lobster merah muda di antara spons-spons. Nikmati juga pemandangan makro dari biota berukuran kecil serta ikan napoleon, ikan parrot hingga kura-kura.

Dinding Lekuan II berada 2-5 meter yang di bawah permukaan laut dan memiliki panjang hingga 70 meter ke dasar laut. Anda dapat mengubah kedalaman untuk pengalaman menyelam yang lebih menakjubkan. Tentu saja Bunaken tidak akan membuat Anda bosan.

Mandolin 

Mandolin adalah taman laut yang memiliki puncak karang dan dinding yang dihuni ribuan ikan seperti gerombolan ikan penembak, surgeonfish, unicornfish, dan bannerfish. Mereka terbiasa berenang dan mudah didekati.

Bunaken Timor

Memiliki arus yang kuat dengan banyak ikan. Terumbunya mungkin tidak se-spektakuler yang lainya tetapi di sinilah Anda dapat melihat penyu, hiu, pari elang, dan ikan besar berenang kian kemari. Ada juga rumput laut yang berjuntai dan gua-gua kecil yang menandai dindingnya.

Tanjung Kopi 

Tanjung kopi adalah tembok kecil yang di huni oleh segerombolan ikan barakuda dan banyak ikan sweetlip. Jarak pandang di air dangkal tidak terlalu baik tetapi jumlah ikan membuatnya menarik untuk Anda amati. Ikan Nudi branch dan Ikan api gobi akan dengan mudah terlihat di sini.

Siladen 

Siladen memiliki dinding karang halus yang indah yang akan hidup ketika arus datang. Laut dangkalnya terlihat indah dengan ikan-ikan dan schooling snappers.Muka Gereja

Muka gereja adalah tempat yang indah dengan ribuan ikan di perairan dangkal dan palung yang menuju ke dinding laut.

Puncak Barakuda 

Puncak Barakuda di barat laut adalah salah satu tempet terjauh. Segerombolan Barakuda raksasa di antara ikan jack dan tuna.

Reruntuhan  kapal di Manado Kapal panjang berukuran 60 m (200 kaki di bawah laut) ini milik pedagang Jerman yang tenggelam di dekat Pantai Molas tahun 1942. Kapal ini tenggelam tegak di kedalaman 23 m (78 kaki di bawah laut). Terbelah di bagian tengah kapal dan memperlihatkan ruang kemudi dan pegangan kargo. Penyelaman berakhir di dekat karang dangkal dengan jarak pandang 10-15 m (30-50 kaki di bawah laut).

Pesona Bunaken tak hanya pada taman lautnya saja namun di permukaan pun kita bisa menikmati keindahan dan eksotisme lima pulau yang melingkupi kawasan Taman Nasional tersebut. Lima pulau itu yakni pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Nain dan Mantehage. Di pulau terakhir terdapat suku Bajo dengan budayanya yang unik.

Selain penggemar diving, pencinta burung dan pengamat burung bisa mengunjungi cagar alam Tangkoko Dua Sudara Nature.

Kuliner

Cobalah makanan khas Manado yaitu makanan laut, pisang goreng sambal, ikan woku belanga, ikan rica-rica, mie cakalang, bubur manado, nasi kuning seroja, dan makanan yang terbuat dari kelapa. Di sekitar Bunaken terdapat banyak pilihan kafe dan restoran, Anda pun akan dimanjakan oleh beragam kuliner yang disediakan oleh hotel-hotel tempat Anda menginap.

Tapi bagi yang ingin memburu kuliner lebih jauh, ada baiknya kita berjalan ke kota Manado. Kita bisa mencoba Rumah Makan Raja Oci, Raja Sate Restaurant Manado, Rumah Makan Green Garden, serta makan roti dan cake di Hari Hari Cake & Bakery.

Berbelanja

Beragam kerajinan laut seperti hiasan yang terbuat dari kulit kerang, terumbu karang, dan lain-lain dapat Anda beli untuk oleh-oleh. Kota Manado juga memiliki banyak tempat untuk berbelanja makanan, kaos, kain, kerajinan tangan, dan hiasan-hiasan kecil yang unik dan indah.

Apabila Anda ingin membawa pulang kuliner khas, di Manado terdapat banyak pilihan seperti kacang goyang, klapertaart, kue lampu-lampu, kue balapis manado, dodol manado, cakalang fufu dan halua kenari.

Akomodasi

Di Pulau Bunaken dan sekitarnya Anda bisa memilih penginapan dengan harga mulai dari Rp100,000,- per orang per hari hingga hotel bintang lima dengan tarif jutaan rupiah per malam. Beberapa operator selam di Bunaken menawarkan akomodasi lebih mahal tentunya dengan fasilitas memadai. Jika Anda ingin menginap di Pulau Bunaken kita bisa memilih cottage atau rumah tinggal yang banyak tersedia di sepanjang pantai. Semakin dekat dengan laut maka semakin mahal harga sewanya. Beberapa penginapan juga menawarkan harga paket termasuk makan tiga kali sehari.

Berikut ini adalah beberapa penginapan yang dapat menjadi pilihan.

Bastianos Bunaken Diving Resort

Pantai Liang, Pulau Bunaken, Sulawesi Utara

Tlp. (0431) 864025

MC Beach Resort Bunaken

Pantai Pangalisang, Pulau Bunaken

Tlp. 082192515055

Bunaken Kuskus Resort

Pantai Pangalisang, Pulau Bunaken

www.bunakenkuskusresort.com

Bunaken Beach Resort

Pantai Pangalisang, Pulau Bunaken

Tlp. 081340017575

Tanta Moon Luxury Villas

Pulau Siladen, Bunaken

Tlp. 08561428470

Anda juga dapat memilih tinggal di hotel di kota Manado dan kemudian memesan paket harian ke Bunaken. Biasanya berangkat pagi hari dan kembali di sore hari.

Tips

Tanda masuk dan tiket dapat dibeli melalui operator wisata bahari di Manado dan di Taman Nasional Bunaken. Anda juga dapat membeli di salah satu dari tiga counter tiket di Bunaken dan desa-desa Liang di pulau Bunaken dan Siladen. 

Pastikan Anda megunjungi Bunaken selama waktu terbaiknya yaitu antara bulan Mei hingga Agustus. Di bulan inilah Anda bisa menjelajahi keseluruhan taman laut yang indah ini. Namun, Anda harus menyadari bahwa selama musim pengunjung antara  Juli dan Agustus biasanya akan sangat ramai. Banyak resor dan operator selam tidak akan dapat menerima wisatawan masuk pada waktu itu karena sudah penuh dipesan. Oleh karena itu, lebih baik melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Perlu diingat juga bahwa arus air di Bunaken terkadang begitu kencang dan sukar diprediksi, jadi kurang cocok bagi penyelam pemula namun menantang bagi scuba divers.

Cobalah untuk menyewa peralatan dari perusahaan besar yang dapat diandalkan  tapi ingat bahwa tanggung jawab untuk memeriksa perlatan tetap ada pada diri Anda sendiri.



Taman Nasional Bunaken

Kantor: Jl. Raya Molas, Kotak Pos 1202
Manado 95242, Sulawesi Utara
Telp./Fax.: (0431) 859022
E-mail : tnb@manado.wasantara.net.id

Berkeliling

Taman Nasional Bunaken dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara meliputi lima pulau, dan daerah pesisir antara Molas hingga Tiwoho yang disebut Pesisir Molas-Wori. Bagian selatan seluruhnya terdiri daerah pesisir antara Desa Poopoh dan Desa Popareng yang disebut Pesisir Arakan-Wawontulap. Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35 ribu jiwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan serta 25%-nya bekerja pada bidang pariwisata.

Anda bisa menjelajahi pulau dengan berjalan kaki atau mengunakan kapal untuk berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainya. Bahkan hanya dengan berjalan mengelilingi pantai saja sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Jadi, menyelam memang bukan pilihan satu-satunya. Cara lainnya adalah menggunakan kapal semi selam yang disewakan di lepas pantai Pulau Bunaken. Kapal ini menyediakan dinding-dinding kaca untuk bisa menikmati keindahan dan eksotisme dasar laut Bunaken. Ada pula kapal selam Blue Banter yang hanya akan beroperasi saat air laut pasang. Pemandangan yang didapatkan tentu saja lebih maksimal meski tarifnya jauh lebih mahal dari kapal semi selam berdinding kaca.

Transportasi

Di Bunaken seakan surga bawah laut terletak, di bawah teluk Manado dengan keindahan flora dan fauna yang ada.  Untuk mencapai Manado, ada pilihan maskapai penerbangan yang melayani rute tersebut. Batik Air menguhubungkan Manado dengan Jakarta dan Makassar. Garuda Indonesia menghubungkan Manado dengan Surabaya, Balikpapan, Denpasar, Jakarta, Makassar dan Ternate. Lion Air terbang ke dan dari Balikpapan, Denpasar, Jakarta, Makassar serta Surabaya. Silk Air menghubungkan Manado dengan Singapura, Sriwijaya terbang ke dan dari Tarnate. Selain itu terdapat Xpress Air dan Wings Air yang melayani rute ke kota-kota kecil seperti Melangguane, Tahuna dan Tobelo. Wings Air juga terbang ke Gorontalo.

Batik Air menguhubungkan Manado dengan Jakarta dan Makassar. Garuda Indonesia menghubungkan Manado dengan Surabaya, Balikpapan, Denpasar, Jakarta, Makassar dan Ternate. Lion Air terbang ke dan dari Balikpapan, Denpasar, Jakarta, Makassar serta Surabaya. Silk Air menghubungkan Manado dengan Singapura, Sriwijaya terbang ke dan dari Tarnate. Selain itu terdapat Xpress Air dan Wings Air yang melayani rute ke kota-kota kecil seperti Melangguane, Tahuna dan Tobelo. Wings Air juga terbang ke Gorontalo.

Ada beberapa alternatif menuju Pulau Bunaken dari Kota Manado, yakni melalui Pelabuhan Manado dengan kapal Marina Blue Banter dan Marina Nusantara Diving Centre (NDC). Dari pelabuhan memakan waktu kurang lebih 30 menit, apabila ingin langsung menuju titik selam maka membutuhkan waktu 20 menit. 

Anda juga bisa menyewa kapal dengan tarif sekira Rp300-800 ribu tergantung titik keberangkatan. Apabila ingin harga yang lebih terjangkau maka Anda bisa menggunakan kapal tradisional dengan tarif Rp50 ribu per orang.

Harga tiket masuk ke Taman Nasional Bunaken adalah Rp50 ribu per orang per hari untuk wisatawan mancanegara, sementara untuk wisatawan nusantara adalah Rp2500 per orang per hari.

Taman Nasional Tangkoko: Mengamati Primata Terkecil di Dunia

Taman Nasional Tangkoko-Batuangus di Kota Bitung terletak di utara Pelabuhan Samudera Bitung tepatnya di kaki Gunung Dua Saudara. Di kawasan seluas 8.718 hektar ini Anda dapat menemukan monyet terkecil di dunia yaitu tangkasi atau tarsius (Tarsius spectrum) yang merupakan hewan endemik Sulawesi. 

Tarsius memiliki kepala yang bisa diputar 180 derajat. Selain itu setelah diteliti tim dari Australia ternyata diketahui darah tarsius berjenis O seperti pada manusia.

Primata mungil ini hanya memiliki panjang sekitar 10-15 cm dengan berat sekitar 80 gram. Tangkasi dapat melompat sejauh 3 meter atau hampir 10 kaki dari satu pohon ke pohon lainnya lalu menghilang dari pandangan Anda. 

Sifatnya pemalu, berwarna coklat muda, kelima jarinya yang panjang memungkinkan menempel erat pada cabang-cabang pohon. Apabila Anda perhatikan jari-jari tersebut memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar. Tarsius memiliki ekor panjang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. 

Ukuran matanya besar dan mungkin ukuran mata tarsius ini lebih besar daripada ukuran otaknya. Matanya yang besar sangat bermanfaat untuk aktifitas malam hari. Jadi, memang hewan ini cenderung dapat ditemui sore hingga malam hari sedangkan siang hari lebih banyak dihabiskan untuk tidur. Mangsa mereka adalah serangga seperti kecoa, jangkrik, kadang juga reptil kecil, burung, dan kelelawar.

Tarsius tidur dan melahirkan dengan terus bergantung pada batang pohon. Hewan ini tidak dapat berjalan di atas tanah, mereka langsung melompat ketika berada di tanah. Selain itu bintang langka dan unik ini sulit untuk dikembangbiakan di luar habitatnya karena jika ditempatkan dalam kurungan maka tarsius akan stres lalu melukai dirinya sendiri hingga mati.

Keunikan tangkasi telah membuat hewan ini diburu ilmuan dan wisatawan untuk diteliti atau diamati. Hingga kini jumlah tangkasi atau tarsius (Tarsius spectrum) terus berkurang dan termasuk hewan  langka yang dilindungi. 

Ada 9 jenis tarsius di dunia, 2 di Filipina dan 7 sisanya terdapat di Sulawesi. Dua jenis yang paling terkenal terdapat di Indonesia yaitu kera hantu (Tarsius tarsier) dan tarsius kerdil atau krabuku kecil (Tarsius pumilus atau Pygmy tarsier). Tarsius pumilus merupakan jenis tarsius terkecil dengan panjang tubuh antara 93-98 milimeter dan berat 57 gram. Panjang ekornya antara 197-205 milimeter.

Masyarakat Manado, Sulawesi Utara membanggakannya hewan kecil tarsius seperti juga mereka membanggakan Bunaken dengan kekayaan bawah lautnya yang menawan.

Bukan hanya karena keberadaan tarsius saja tetapi Taman Nasional Tangkoko juga telah menarik ilmuan dari berbagai belahan dunia sejak dahulu. Alfred Russle Wallace pada tahun 1850 meneliti tempat ini untuk melihat langsung hewan unik maleo dan babi rusa. Karena penelitiannya sekarang kita mengenal batas imajiner Garis Wallace yang telah membagi dua kelompok satwa antara Bali dan Kalimantan terus ke Selatan. Garis ini juga menjadi batas perpaduan zoogeografi dua wilayah yaitu Asia dan Australia.

Kegiatan

Di Taman Nasional Tangkoko Anda dapat melihat beragam ekosistem, yaitu pantai, hutan,  dan pegunungan. Ada tiga gunung berapi yaitu Gunung Tangkoko dan puncak kembar Dua Saudara. Taman Nasional Tangkoko menyuguhkan pemandangan bukit dan lembah yang mengesankan. 

Taman Nasional Tangkoko merupakan tempat yang ideal untuk mengamati beragam satwa menarik di kawasan seluas 8.718 hektar. Ada sekitar 26 jenis mamalia dan 10 diantaranya adalah endemik Sulawesi, ada juga 180 jenis burung dan 59 diantaranya endemik Sulawesi serta 5 hewannya asli hanya ada di Sulawesi Utara, ada 15 jenis reptil dan amfibi. 

Taman Nasional Tangkoko merupakan ekosistem kera hitam, burung maleo, dan burung enggang,  yaki (Macaca nigra), kuskus (Phalanger ursinus) dan tentunya tangkasi (Tarsius spectrum) yang khas dan unik.

Di sini selain melihat hewan-hewan langka, Anda juga dapat trekking menjelajahi lebatnya hutan belantara. Termasuk juga Anda dapat menaiki gunungnya setinggi 1.109 meter. Persiapkan segelanya untuk mencapai puncaknya dengan hadiah di atas sana adalah pemandangan menakjubkan Laut Maluku dan Pelabuhan Bitung.

Di sini Anda juga dapat berenang di pantainya yang indah sambil mengakrabi masyarakatnya yang ramah dan bersahaja.

Berkeliling

Di pintu gerbang Batuputih Anda dapat melihat pohon yang tinggi menjulang. Ada juga pantai yang indah dan rest area. Di pintu gerbang kedua tersedia shelter bagi peneliti yang umumnya berasal dari mancanegara.

Akomodasi

Di sekitar taman nasional ini tersedia cottage dan restoran kecil. Di Batuputih dapat Anda temukan penginapan atau homestay yang disewakan dengan beragam harga.

Pengiapan Mama Roos lokasinya berhadapan dengan Tersier Information Center. Kondisi penginapannya sederhana meliputi satu kamar dengan 2 ranjang dan 1 kamar mandi, kipas angin, dan  ruangan khusus untuk makan. 

Kuliner

Lebih baik Anda membawa makanan sendiri atau membelinya dari Bitung atau Manado. Ini jelas karena penjelajahan di dalam hutan perlu membawa bekal yang cukup. Anda juga sebaiknya tidak membuang sisa makanan di hutan, membakar ataupun menguburnya.

Belanja

Di sekitar Batuputih Bawah dapat Anda temukan beberapa tempat yang menjual asesoris untuk dijadikan oleh-oleh.

Transportasi

Untuk menuju Taman Nasional Tangkoko maka Anda perlu mengarahkan tujuan ke Bitung yaitu sekitar 70 km dari Manado ibu kota Sulawesi Utara. Perlu waktu 1 jam berkendara dari Manado ke Bitung kemudian 45 menit lagi ke Batuputih sebagai destinasi menarik di Tangkoko. 

Untuk akses menuju taman nasional ini, jalannya sudah diaspal dan dapat dilewati mobil. 

Anda dapat menumpang bus umum selama 1,5 jam dari Paal II Menado ke terminal Tangkoko di Bitung. Berikutnya turunlah di Girian untuk melanjutkan perjalanan 1 jam dengan kendaraan umum bak terbuka.

Tips

  • Persiapkan semua bekal Anda selama trekking, terutama sepatu gunung dan peralatan naik gunung.
  • Waktu untuk melihat tarsius adalah saat menjelang malam terutama sore hari saat mereka keluar untuk mencari makanan dengan berpindah dari satu pohon ke  pohon yang lain.
  • Tarsius termasuk hewan langka yang kecil dan pemalu jadi Anda perlu cermat mengamatinya dan lebih penting apabila Anda meminta seorang pemandu yang mengenal tempat ini untuk menunjukan lokasinya.

Taman Purbakala Waruga Sawangan: Tradisi Megalitik di Minahasa Utara

Dalam banyak budaya di Nusantara diyakini bahwa kematian merupakan daur kehidupan yang paling penting, bahkan lebih berharga daripada mengingat dimana dan bagaimana mereka lahir. Batu-batu nisan yang terdapat di kuburan adalah penanda ketidakhadiran yang dapat menumbuhkan rasa cinta bagi anak cucu yang ditinggalkan. Kematian juga sekaligus mengajarkan hal-hal baru, menghasilkan gagasan, silsilah, hingga sejarah tentang masa kejayaan.

Begitu penting pula peristiwa kematian bagi orang Minahasa sehingga mereka butuh bertahun-tahun lamanya untuk menyiapkan hari sakral tersebut. Bukan dengan tanah ataupun peti, melainkan batu yang dibentuk dan dipahat seindah mungkin untuk menempatkan jenazah. Orang Minahasa menyebutnya dengan nama kuburan waruga. 

Wa adalah peleburan sebutan dari ma, yaitu awalan me yang artinya menjadi. Sementara ruga berarti membubur atau mencair. Atas penamaan ini, orang Minahasa percaya bahwa waruga dianggap sebagai tempat penyimpanan jenazah sampai mencair dan hanya menyisakan tulang-belulang.

Keranda waruga terbagi menjadi dua bagian, satu sebagai ruang bagi jenazah dengan typologi berbentuk bujur sangkar, satu lagi sebagai penutup dengan bentuk pelana kuda seperti halnya atap rumah. Lambang-lambang yang diukir indah di bagian penutup menyimbolkan status dan profesi jenazah saat masih hidup. Terukir lambang manusia, binatang, Matahari, garis-garis lengkungan serta geometris. Seorang pemimpin akan diukirkan dengan wujud pria tegap lengkap dengan pakaian berupa jas dan celana panjang yang menunjukkan wibawa. Begitu pun dengan seorang dokter yang diukir mengenakan jas sneili. Akan tetapi, sebagian waruga masih tampak polos tanpa ukiran, menandakan bahwa waruga ini merupakan yang paling tua di masanya, dibuat sekira tahun 800 Masehi ketika orang Minahasa belum mengenal seni pahat dan seni berpakaian.

Usia sebuah waruga juga bisa dianalisis dari struktur fondasi. Keranda yang dibangun sebelum tahun 1400an tidak memiliki lantai dari batu, seolah-olah ditancapkan langsung di atas tanah namun keranda tipe ini mempercepat proses kerusakan, roboh ataupun terbenam ke dalam tanah. Sementara tipe keranda waruga di atas tahun 1400, sudah memiliki lantai batu sehingga lebih kuat dan tahan lama. 

Seluruh keranda dibuat dari batu, yaitu campuran batu kapur dengan tanah damato yang tidak diolah secara halus, hanya diratakan secara kasar sekadar mendapatkan bentuk yang diinginkan. Keranda dibuat warga Minahasa tidak di rumah mereka, melainkan di kaki Gunung Klabat yang terletak sekira 10 kilometer ke arah timur laut dari Kota Airmadidi, ibukota Kabupaten Minahasa Utara. Sebagian warga mendapat bahan baku di Bukit Lumutan, tebing Sawangan dan Wolohan.

Keranda dibangun dengan ukuran yang berbeda. Kisaran tinggi mulai dari 1-3 meter dan lebar 40-90 sentimeter, ukuran yang paling kecil adalah 40×40 cm. Lantas bagaimana seorang jenazah bisa masuk ke dalam batu dengan ukuran relatif sekecil itu? Ternyata, tidak seperti memakamkan jezanah di dalam liang lahat dengan posisi terlentang, jezanah di dalam waruga dikuburkan dengan posisi jongkok. Dasar pemikiran yang melatarbelakangi cara dan sikap tersebut adalah: sebagaimana posisi seseorang dikandung di dalam rahim, seperti itulah posisinya sewaktu kembali ke alam baka.

Satu buah keranda digunakan untuk menampung beberapa jenazah sekaligus yang masih terjalin dalam ikatan keluarga inti. Anda dapat mengetahui jumlah jenazah dari simbol garis-garis lengkung yang diukirkan pada penutup. Satu garis menandakan satu jenazah, dua garis memberitahu bahwa terdapat dua jenazah di dalamnya, dan seterusnya. Besar kecilnya suatu waruga pun menentukan berapa banyak jenazah di dalamnya. Waruga dengan ukuran kecil biasanya digunakan untuk keluarga yang hanya memiliki anak tunggal. 

Ketika hendak menguburkan keturunan maka atap keranda akan dibuka untuk memasukkan mayat ke dalamnya, setelah itu direkatkan kembali. Sebagai pelengkap prosesi pemakaman, diadakan tradisi upacara yang dipimpin oleh seorang walian (pemimpin agama pada masa Minahasa Purba). Doa dipanjatkan untuk melapangkan perjalanan arwah yang meninggal menuju akhirat.

Waruga ketika itu tidak ditempatkan bersama-sama di satu lahan pemakaman, melainkan di samping ataupun depan rumah warga yang ditinggalkan. Hanya bermodal getah damar dan putih telur, kedua bagian batu direkatkan. Lem alami ini tidak bertahan lama sehingga seringkali bau busuk keluar dari batu, penciuman dan kenyamanan warga pun terganggu, bahkan banyak diantaranya yang terjangkit penyakit kolera hingga menelan korban jiwa. Untuk alasan ini kemudian Pemerintah Koloni Belanda menghentikan penggunaan waruga pada tahun 1800an dan memerintahkan seluruh warga yang meninggal untuk dikubur di dalam tanah.

Saat ini waruga diabadikan sebagai cagar budaya di bawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulutenggo (Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo). Waruga tersebar di 57 titik di seluruh wilayah Minahasa, dan yang terbanyak serta terbesar terdapat di Taman Purbakala Sawangan, Desa Sawangan, Kecamatan Kombi, Sulawesi Utara. Ini adalah cagar budaya waruga yang kerap disinggahi wisatawan dari Indonesia maupun mancanegara. Di sana, Anda akan menemukan 144 waruga yang telah dikosongkan dengan berbagai ukiran dan ukuran, serta melihat langsung barang-barang kesayangan jenazah yang dikuburkan bersamaan di dalam waruga. Barang-barang yang ditemukan berupa perhiasan dan piring-piring porselen Tiongkok. Ini terjadi karena Menurut sejarawan, orang Minahasa dan orang Tiongkok dahulu terikat dalam satu sistem kekerabatan.

Pada waruga yang tersebar di wilayah lain, ditemukan juga barang berharga seperti mata uang, serta alat-alat perang seperti tombak dan keris. Untuk melindungi barang-barang tersebut dari pencurian, dibuatkan penutup dari batu yang sangat berat sehingga satu atau dua orang saja tidak mampu mengangkatnya.

Transportasi

Jarak dari Kota Manado ke Kecamatan Kombi, tempat dimana Taman Purbakala Waruga terletak adalah sekira 53 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 90 menit dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Anda harus mengarahkan kendaraan menuju Jalan Tololui Supit, kemudian menyusuri Jalan Manado-Koka dengan medan yang berkelok dan berbukit. Saat memasuki Jalan Tondano-Kakas, Anda akan melewati Danau Tondano yang dikelilingi oleh bukit-bukit, sekira 20 menit dari danau tersebut maka Anda akan tiba di Desa Waruga.

Disarankan untuk menghindari berkunjung pada musim hujan karena akan terjadi kemacetan. Daerah Tondado dikelilingi sungai-sungai sehingga terdapat beberapa jembatan yang mengubungkan satu jalan dengan jalan lain. Pada saat musim hujan, kendaraan yang lewat harus melambat dan berhati-hati sehingga antrean di jembatan kerap mengular hingga berkilo-kilo.

Kegiatan

Taman Purbakala Waruga di Sawangan disatukan dengan pemakaman umum warga setempat, serta sebuah museum yang menyimpan barang-barang kesayangan jenazah. Tidak jauh dari situ juga ditempatkan rumah seorang juru pelihara yang dapat menjelaskan secara lengkap mengenai waruga kepada wisatawan. 

Pada akhir tahun biasanya diselenggarakan Festival Waruga untuk mempromosikan potensi wisata Taman Purbakala Waruga. Acara juga menampilkan beragam seni tari Minahasa, seperti tari tumatenden, tari maengket, tari kabasaran dan tari kolosal lain. Anda juga dapat melihat prosesi pemanjatan doa untuk pemimpin atau tonaas yang dikuburkan di dalam waruga. Biasanya ritual ini dilaksanakan pada awal Januari dan diawali dengan tradisi bersih-bersih kampung.

Untuk melihat ragam ukiran waruga lain, Anda bisa sekaligus mengunjungi keranda-keranda yang tersebar di kawasan Minahasa Utara, seperti di Kelurahan Rap-Rap, Kelurahan Airmadidi Bawah, terutama di Kelurahan Kokoleh yang menyimpan waruga dengan ukiran yang sangat variatif.

Akomodasi

Pilihan menginap banyak terdapat di Kota Manado, namun Anda juga bisa bermalam di beberapa hotel melati di Tondado ataupun di hotel-hotel berbintang Tomohon untuk suasana yang berbeda dan udara yang lebih sejuk. Berikut ini daftarnya;

Tomohon

Greenlake Retreat Bungalows Linow

Danau Linow, Tondano

Tlp: 0811430744

Jhoanie Hotel

Jalan Lingkar Timur, Kakaskasen III, Tomohon Utara, 95415

Tlp: 0431-354439

Mountain View Resort & Spa

Jala Kali-Kinilow, Lingkungan VI, Tomohon Utara, 95362

Tlp: 0431-3158666

Happy Flower Resort

Jalan Rungku Kakaskasen 2, Desa Kakaskasen, 95416

Tlp: 0431-356888

Gardenia Country Inn

Kakaskasen 2, 95362

Tlp: 0431-351282

Highland Resort and Spa

Jalan Kali-Kinilow, Lingkungan VI, Tomohon, 95362

Tlp: 0431-353333

Tondano

Hotel Tano Paso

Tlp: 0431-321585

Hotel Alam Segar

Tlp: 0431-322041

Hotel Tamaska 

Tlp: 0431-321776

Hotel Tondano

Tlp: 0431-321888

Taman Wisata Tandurusa: Melihat Aneka Hewan Langka Khas Sulawesi

Selama ini, mungkin hanya Tangkoko yang dikenal sebagai rumah bagi tarsius, primata terkecil di dunia. Jika mengeksplor Kota Bitung lebih jauh maka hewan berukuran mini tersebut bisa ditemukan di tempat lain, salah satunya di Taman Margasatwa Tandurusa. Kebun binatang ini terletak di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Lokasinya persis di tepian Selat Lembeh sehingga sering juga dimanfaatkan untuk rekreasi pantai.

Boy Gumolung adalah pendiri tempat ini atas tujuan bisnis sebelum akhirnya dikelola oleh pemerintah. Pengunjungnya hingga kini meliputi wisatawan lokal maupun mancanegara, masyarakat sekitar pun kerap berkunjung bersama keluarga mereka.

Taman Wisata Tandurusa memang tidak terlalu luas namun koleksinya mencakup hewan-hewan langka khas Sulawesi seperti kera hitam, babirusa, tarsius, rangkong sulawesi, kuskus beruang, kakaktua hitam, elang laut, dan beberapa jenis ular dan phyton raksasa. Kepungan berbagai binatang ini membuat kunjungan Anda semakin berwarna. Mulai dari suara burung hingga jeritan monyet terdengar melintasi hutan dan pepohonan.

Semua binatang dikandangi sehingga memungkinkan Anda bertemu tarsius pada siang hari namun bersabarlah karena hewan ini hanya sesekali keluar untuk memanjat pohon. Tandurusa berbeda dengan Taman Nasional Tangkoko yang membiarkan tarsius hidup liar menyelami kehidupan nokturnalnya. Anda pun hanya bisa bertemu pada malam hari.

Tarsius merupakan ikon Sulawesi Utara, ukurannya sangat kecil dengan panjang sekira10-15 sentimeter dan berat kurang lebih 80 gram. Tarsius merupakan hewan yang setia, seumur hidupnya hanya kawin dengan satu pasangan. Ia mampu hidup sendiri dan tidak kawin lagi jika pasangannya mati. 

Kegiatan

Taman Margasatwa Tandurusa ramah dikunjungi anak-anak karena selain memberikan edukasi mengenai hewan langka, tempat ini juga tidak terlalu luas, jarak antara satu kandang dengan kandang lain mudah dijangkau.

Tepian Selat Lembeh yang terletak sekira 200-300 meter dari Tandurusa, cocok dinikmati usai Anda menyaksikan hewan-hewan endemik Sulawesi. Berenanglah di lautan birunya atau sekadar menyaksikan Matahari terbenam di sana.

Transportasi

Dari Manado, ibukota Sulawesi Utara ke Kota Bitung memerlukan waktu 1-2 jam. Jika Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi maka tersedia bus dengan rute Manado-Bitung, tarifnya Rp7.500,-.  Sampai di Terminal Tangkoko Bitung, perjalanan dilanjutkan ke pusat kota dengan angkutan umum C1 atau C2, cukup mengeluarkan kocek Rp 3.000,-. Dari sana,  Anda bisa menyewa ojek ke Taman Margasatwa Tandurusa, biayanya sekira Rp10-15 ribu, atau naik angkutan umum trayek H.

Akomodasi

Penginapan paling dekat dari Taman Margasatwa Tandurusa adalah Kungkungan Bay Resort, Telp. (0438)-30300. Selain itu, ada beberapa hotel lain yang tersebar di Kota Bitung, diantaranya adalah:

Hotel Fatamorgana (0438-21227), Hotel Nalendra (0438-30403), Hotel Melati Krista (0438-32483), Hotel Nice Bambu (0438-31507) atau Hotel Phoenix (0438-30255).

Informasi lengkapnya, silahkan kunjungi situs www.bitung.go.id.

Kuliner

Manado dan sekitarnya terkenal dengan suguhan kuliner unik, tidak terkecuali Kota Bitung. Anda bisa singgah di Pasar Tua yang berlokasi di Kelurahan Bitung Tengah, untuk menyicipi makanan lokal seperti ikan woku belanga. Makanan ini berbahan dasar ikan kerapu yang diracik dengan rempah-rempah seperti tumis bawang merah, daun kemangi, daun pandan, cabe rawit merah, kunyit, jahe dan kemiri.

Tahun 2013 lalu, Walikota Bitung juga sempat meresmikan Dapoer Sagerat sebagai restoran terbesar di kota ini. Letaknya di Jalan Sagerat-Tanjung Merah, berdiri di atas lahan lebih dari 2 hektar, menyajikan menu utama sea food dan ikan bakar.

Berbelanja

Hasil tangkapan laut adalah primadona dari Kota Bitung yang bisa Anda bawa pulang, seperti tuna sambal goreng atau tuna saus woku kalengan. Ada juga kornet ikan oles dan kornet tuna iris. Buah tangan ini dipatok dengan harga Rp7.000,- sampai Rp9.000,- per kalengnya.

Mampirlah ke Kelurahan Girian, Anda akan melihat warga sibuk mengolah ikan cakalang menjadi makanan siap konsumsi yang disebut cakalang fufu. Ikan tersebut dibersihkan, dikeluarkan isi perutnya dan dibelah menjadi dua, kemudian ditusuk dengan bambu di bagian tengahnya. Cakalang diasapi agar awet dan bakteri di dalamnya hilang.

Sulawesi Utara

Sulawesi Utara merupakan sebuah provinsi yang terletak di paling utara pulau Sulawesi dengan ibukotanya Manado. Lokasinya yang strategis telah diaskses ke dunia luar sejak dulu. Wilayahnya berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudera Pasifik di sebelah timur, Laut Maluku dan Teluk Tomini di sebelah selatan, Laut Sulawesi dan provinsi Gorontalo di sebelah barat, dan provinsi Davao del Sur (Filipina) di sebelah utara. Kelompok Pulau Sangir Talaud menjadi jembatan ke negara tetangga Filipina. Oleh karena itu, budaya penduduknya di tempat ini dan Filipina sedikitnya sama. Awalnya kedua wilayah ini dipengaruhi keras oleh kekuasaan Belanda. Masih banyak orang tua yang masih bisa berbahasa Belanda.

Provinsi Sulawesi Utara mempunyai 15 Kabupaten kota yakni Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Kota Manado dan Kota Tomohon.

Ada begitu banyak daya tarik yang dapat dinikmati di Sulawesi Utara, mulai dari keindahan pulau Pulau Bunakan yang sudah terkenal hingga yang kini sedang bergeliat membangun pariwisata seperti Pulau Siladen, Bukit Kasih Kanonang, Bukit Doa Tomohon, taman nasional tangkoko, pantai di pulau lihaga yang begitu indah dengan pasir putih, waruga, Kelenteng Ban Hin Kiong, Batu Pinabetengan, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Gunung berapi bawah laut yang terdapat di pulau mahangetang kepulauan sangihe.

Beberapa acara pariwisata berskala internasional pernah dihelat di Provinsi Sulawesi Utara seperti WOC (Wordl Ocean Conference), Sail Bunaken, Tomohon Flowers Festival (pameran bungan yang dilaksanakan hampir setiap tahun di Kota Tomohon). Selain itu ada beberapa festival yang menarik yang sayang untuk dilewatkan diantaranya adalah Festival Figura dan Tapikong.

Sejarah 

Beberapa kerajaan berkuasa di masa lalu, seperti Manado, Tabukan, Siau, Kolongan, Tahuna, Kendahe dan Manganitu. Portugis pertama kali tiba abad ke-16 untuk berdagang dan menyebarkan agama kristen. Ketika Portugis pergi, Spanyol datang menyebarkan agama Katolik. Pertengahan abad ke-17, pengaruh Belanda menetap sampai Jepang datang dan mengambil alih tempat ini untuk beberapa waktu. Karena tidak puas, setelah kekalahan Belanda pada Perang Dunia II, Belanda mencoba menjajah tempat ini kembali dan bahkan menciptakan negara boneka namun penduduk setempat tidak setuju. Tahun 1950 Sulawesi menjadi bagian Indonesia dan menjadi provinsi terpisah tahun 1964.

Transportasi 

Merpati melayani penerbangan dari dan ke Manado. Lion Air terbang seminggu sekali dari dan ke Gorontalo juga Makassar. Sriwijaya Air juga menyediakan penerbangan ke Makassar.

Sulawesi Utara juga bisa di jangkau dengan bus dari Palu.

Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk yang mendominasi adalah Minahasa dan Sangir, etnik kecil lainya juga bisa ditemukan di tempat ini.

Kuliner

Pedas dan unik, itulah kata untuk menggambarkan cita rasa makanan di tempat ini. Rica-rica adalah nama bumbu atau saus yang dapat di gunakan untuk memasak apa saja, bisa dengan ayam, ikan, babi, dan bahkan anjing (disebut r.w atau air weh). 

Bubur Tinotuan atau bubur Manado terbuat dari beras, jagung dan sayur-sayuran sangat enak dimakan dengan sambal. Kelelawar juga di makan di sini.

Kantor Pariwisata 

Jalan Diponegoro 111, Manado 95112,Sulawesi Utara, Indonesia

Phone:  +62 431 851723, 851835

Fax:  +62 431 852730

Website Dinas pariwisata sulawesi utara: http://www.north-sulawesi.org/

Bakera: Spa Tradisional dari Minahasa

Apabila Anda adalah wanita yang rutin melakukan perawatan tubuh dengan cara spa maka perlu mengetahui salah satu bentuk kearifan lokal nenek moyang kita. Bakera adalah spa tradisional asal Minahasa yang memiliki keunggulan tidak kalah dari produk spa modern dari luar. Utamanya bakera akan sangat bermanfaat untuk wanita yang baru melahirkan.

Bakera diarahkan secara khusus untuk membuat  kencang organ intim wanita. Orang Minahasa menyebutnya bakancingyang diartikan organ intim dan reproduksi wanita yang kendor setelah hamil dan melahirkan akan dikembalikan menjadi elastis. 

Dampak yang dirasakan dari spa bakera ini adalah: mengeluarkan sisa darah sehingga lancar keluar berupa haid, bau amis dari vagina dan organ reproduksi lainnya setelah melahirkan akan hilang, otot yang kaku dan kendor selama masa hamil dirangsang ke bentuk semula, dan ibu dapat merawat bayi dalam keadaan sehat. Selain itu, bakera juga dapat membuat raut wajah menjadi segar kemerahan tidak pucat.

Ada 20 tanaman ideal yang digunakan dalam terapi bakera, terdiri dari 40 persen tanaman obat, yaitu meliputi: daun cengkeh, dukung anak, daun pisang, daun balacai, daun sesewanua, daun tawaang, daun mangga, daun beluntas, serta daun sirih. Jenis tumbuhan tersebut mempunyai efek kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit dan menciptakan ketenangan, serta sebagai zat pembunuh kuman.

Selain itu, ada lebih dari 30% tanaman beraroma yang biasa dijadikan bumbu dapur, yakni daun pandan, daun sereh, daun jeruk, jahe untuk menghangatkan tubuh, daun kayu manis, bawang putih, dan daun pala. Ditambahkan pula sekira 20% persen buah-buahan, terutamanya lemong suangi untuk memanaskan badan,  daun sirsak, serta daun jambu muda.

Proses terapi bakera dilakukan dengan mengolah semua tanaman (buah, kembang, daun, batang, dan akar) direbus hingga mendidih. Berikutnya saat bersamaan batu kali yang sudah disiapkan dibakar hingga memerah.

Wanita yang akan melakukan bakera duduk dalam keadaan tanpa busana dan ditutup kain mulai kepala sampai kaki. Berikutnya panci rebusan diletakan di bawah tempat duduk dimana batu diletakan di depan kursi dan mulai disiram air rebusan hingga mengeluarkan asap dan aroma panas. 

Tutup panci dibuka sedikit demi sedikit untuk mengeluarkan uap panas. Proses ini kurang lebih 30 menit. Air rebusan dalam keadaan hangat dibuat air mandi dan keramas. Asap perlu dihirup dan ditelan sebanyak tiga kali.

Bakera biasa dilakukan wanita Minahasa setelah dua minggu melahirkan. Untuk prosesnya dibantu orangtua atau suaminya pada pagi hari jam 06.00-07.00 WIB. Bakera dapat dilaksanakan dua kali dalam tenggang waktu hingga 40 hari, setelah 40 hari maka biang kampong (tukang pijat) akan mengurut seluruh badan terutama organ reproduksi wanita.