Suara adzan Maghrib berkumandang dari balik tembok kokoh Masjid Baiturrahman. Kubah-kubahnya memayungi para jemaah yang khusuk bersembahyang. Mereka tidak hanya terdiri warga sekitar namun juga wisatawan yang berasal dari daerah lain, bahkan dari seluruh penjuru negeri yang terkesima aristektur dari masjid yang indah ini. Ukiran yang menarik, halaman yang luas dan kolam pancuran air yang artistik adalah pesonanya yang tak diragukan lagi. Belum lagi, peristiwa demi peristiwa menatanya menjadi masjid yang penuh sejarah. Masjid ini seakan sakral dan kekal saat tsunami 2004 tidak meluluhlantahkan bangunan utama, padahal lingkungan di sekeliling masjid telah hancur.
Masjid Baiturrahman terletak di Kota Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang dikenal selama berabad-abad dengan julukan Serambi Mekkah, suatu gelar yang mengentalkan nuansa keagamaan, keimanan dan ketakwaan. Nilai sejarah akan Islami yang tinggi membuat provinsi ini menjadi tujuan wisata religi di Indonesia yang tidak tertandingi oleh daerah manapun.
Buktikan hal tersebut dengan mengunjungi beragam destinasi dan atraksi wisata religi yang membentang di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Masjid Indrapuri Masjid ini menjadi saksi sejarah sejumlah peristiwa penting masa Kerajaan Aceh Darussalam. Bentuknya khas, persegi empat sama sisi mirip dengan candi. Masjid Indrapuri terletak di Kabupaten Aceh Besar, sekira 16 km dari Banda Aceh. Masjid ini dibangun sekira abad 12 masehi dan dahulu merupakan lokasi Kerajaan Hindu.
Masjid Baitul Musyahadah Lanjutkan perjalanan Anda dengan mengunjungi masjid dengan atap kubah yang unik ini. Masjid Baitul Musyahadah terletak di Kota Banda Aceh dan terkenal memiliki atap berbentuk kupiah meukeutop, yakni topi khas Aceh. Karena bentuknya yang unik orang-orang kerap menyebutnya dengan Masjid Meukeutop.
Perayaan Maulid Nabi Masyarakat Aceh mengenang dan meneladani Rasulullah melalui peringatan Maulid Nabi yang sering diisi dengan bacaan Dalailul Khairat, Barzanji, shalawat, wirid dan zikir. Masyarakat Aceh juga merayakannya dengan tradisi Kenduri Maulod yang sangat spesial selama tiga bulan berturut-turut dari mulai Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal.
Ramadhan di Aceh Mengunjungi Aceh saat bulan Ramadhan akan membuat Anda semakin merasakan kentalnya nuansa bulan suci tersebut. Dalam menyambut bulan Ramadhan, masyarakat Aceh akan melaksanakan tradisi meugang atau makmeugang yaitu menyembelih kurban berupa kambing atau sapi. Tradisi ini merupakan simbol mensyukuri datangnya hari istimewa tersebut, juga mengadung nilai-nilai positif seperti sedekah, kebersamaan dan kekeluargaan.
Kuliner Kuliner Aceh terkenal dengan racikan bumbu dan rempah khas selera timur, mulai dari makanan ringan hingga sajian utamanya. Sebagai daerah dengan mayoritas Muslim, makanan halal dan lezat sangat mudah dijumpai di negeri ini. Salah satu kuliner khas Aceh adalah sie reuboh, yakni potongan daging sapi direbus bersama rempah-rempah dan cuka aceh. Citarasa makanan ini tahan berminggu-minggu walaupun tanpa pengawet karena adanya kandungan lemak sapi dalam sie reuboh.
Pendidikan Islam di Aceh Aceh menawarkan banyak sekolah Islam terpadu berasrama dengan fasilitas modern atau yang disebut dengan Dayah. Selain mempelajari pendidikan reguler, siswa juga akan mengemban pendidikan Islam. Beberapa Dayah juga mempelajari keterampilan dan keahilan teknis seperti pertanian skala kecil dan bengkel kerja.
Majlis Zikir Wisatawan yang datang ke Aceh untuk tujuan keagamaan dapat bergabung di Majlis Zikir atau upacara keagamaan khusus dan prosesi yang diadakan di masjid-masjid. Majlis Zikir ini diadakan untuk mengingatkan umat akan nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta. Bergabug dalam doa-doa khusus dan prosesi akan menciptakan kedamaian dan ketenangan pikiran.
Inilah salah satu pesona keindahan alam Indonesia yang luar biasa dan telah memukau banyak wisatawan dari berbagai negara. Di sinilah dapat Anda lihat danau kawah luas yang menakjubkan bersama api berwarna biru dari belerang kuning saat malam hari. Kawah ijen juga merupakan tempat penambangan belerang tradisional dimana Anda akan melihat hilir-mudik warga penambang belerang di arena bekas letusan kawah yang sebenarnya masih aktif.
Gunung Ijen sendiri berada di kawasan Wisata Kawah Ijen dan Cagar Alam Taman Wisata Ijen di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso. Gunung ini berada 2.368 meter di atas permukaan laut dimana puncaknya merupakan rentetan gunung api di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru dan Merapi. Kawah Ijen merupakan tempat penambangan belerang terbesar di Jawa Timur yang masih menggunakan cara tradisional. Ijen memiliki sumber sublimat belerang yang seakan tidak pernah habis dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri kimia dan penjernih gula.
Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia dengan dinding kaldera setinggi 300-500 meter dan luas kawahnya mencapai 5.466 hektar. Kawah di tengah kaldera tersebut merupakan yang terluas di Pulau Jawa dengan ukuran 20 km. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter. Kawah tersebut terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera.
Pemandangan Kawah Ijen begitu menakjubkan ketika disinari Matahari pagi dengan memancarkan kemilau hijau toska. Sinaran yang juga menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen jangan sampai Anda lewatkan untuk diabadikan oleh kamera. Air kawahnya tenang berwarna hijau kebiruan namun Anda tidak diperkenankan menuruninya karena air kawah bervolume sekira 200 juta meter kubik itu panasnya mencapai 200 derajat celcius. Derajat keasaman kawah tersebut sangat tinggi mendekati nol sehingga bisa melarutkan pakaian bahkan tubuh manusia dengan cepat.
Dini hari pukul 01.00, saat Matahari belum membiaskan pijarnya menguak keindahan danau kawah ini ada keajaiban lain yang dihadirkan Ijen. Di bawah kawahnya berpijar api biru (blue fire) dari cairan belerang yang mengalir tanpa henti untuk dikeringkan oleh angin kemudian menjadi batu dan dicacah para penambang. Bongkahan belerang tersebut kemudian ditempatkan pada dua keranjang kayu dan dipakul menuruni gunung sejauh 3 km. Bukan beban yang ringan sebab berat keranjang pikul tersebut bisa mencapai 100 kg.
Di tenggara kawah terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen. Di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait. Lapangan solfatara Gunung Kawah Ijen selalu melepaskan gas vulkanik dengan konsentrasi sulfur yang tinggi dan bau gas yang kadang menyengat. Dam Kawah Ijen merupakan bagian dari objek wisata menarik tetapi tidak selalu dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan jalan untuk menuju ke sana cukup sulit dan sering rusak karena longsor. Dam Kawah Ijen adalah bangunan beton yang dibangun sejak zaman Belanda dan dimaksudkan untuk mengatur level air danau agar tidak menyebabkan banjir air asam. Tetapi bendungan ini sekarang tidak berfungsi karena air tidak pernah mencapai pintu air akibat terjadinya rembesan air danau di bawah dam.
Untuk melihat foto-foto dramatis dari Kawah Ijen, klik link ini.
Kegiatan
Saat pagi hari, ketika Matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan indah dapat Anda nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan berpendar oleh cahaya Matahari yang berwarna keemasan memantul di bawah kawah. Saat yang paling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen pada dini hari antara pukul 02.00 hingga 04.00. Saat itu Anda dapat menyaksikan bagaimana pijaran api biru (blue fire) dari bawah kawah.
Apabila Anda ingin turun ke bawah kawah untuk melihat api biru maka wajib disertai pemandu. Kenakan masker dan kaca mata pelindung itu karena selain bau belerang yang sangat menyegat, asap belerang dari aktivitas para penambang akan dengan mudah menyerang dan membaut pedih mata.
Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, ini jelas akan menambah sensasi tersendiri bagi Anda. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti bunga edelweis dan cemara gunung.
Jalan tanah menanjak dengan ketinggian 2.700 di atas permukaan laut akan Anda lalui dengan berjalan kaki. Perjalanan menuju ke Kawah Ijen akan membuat Anda menghargai kehidupan ini. Para penambang belerang dengan tekun mengangkut belerang dengan beban luar biasa berat apalagi kalau harus diangkut melalui dinding kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 km. Berkenalanlah dengan mereka, sapa dan
Menyaksikan Penambang Belerang
Salah satu yang akan Anda saksikan langsung di Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Penambang belerang tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia yaitu di Welirang dan Ijen. Tempat pengambilan belerang terdapat di dasar kawah sejajar dengan permukaan danau. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar Kawah Ijen sejauh 3 km. Di tempat tersebut asap cukup tebal namun mereka dengan peralatan penutup hidung sekadarnya tetap mencari lelehan belerang. Sebuah pertaruhan nyawa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Lelehan belerang diperoleh dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang tersebut akan membeku berwarna kuning. Bekuan belerang inilah yang akan diambil oleh pekerja tambang. Sebelumnya belerang dipotong dengan linggis kemudian langsung diangkut menggunakan keranjang. Setelah belerang dipotong, penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer. Dalam sehari mereka hanya dibolehkan 2 kali naik-turun kawah. Semua penambang akan berkumpul di bangunan bundar kuno peninggalan Belanda yang dikenal dengan “Pengairan Kawah Ijen” yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar. Di sini penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang berat muatan dan nilainya.
Di pos pengumpulan belerang Anda dapat melihat dan merasakan ritual harian penambang belerang. Beberapa dari mereka rehat di keteduhan meregang otot, beberapa yang punya karung mengemas bongkah-bongkah hasil tambangannya. Truk terakhir datang membawa serta pengurus koperasi. Pengurus mengabsen penambang satu per satu yang dipanggil maju mengangkat pikulannya ke atas penimbang. Angka yang ditunjuk oleh penimbang lalu diubah ke dalam Rupiah yang dibayar sore itu juga. Penghasilan yang diterima seorang penambang belerang dalam sehari tidak sebanding dengan ancaman yang dekat dengan nyawa mereka. Satu orang penambang biasanya hanya mampu membawa satu kali angkut setiap harinya mengingat beratnya pekerjaan dan jalan yang dilalui.
Jangan sungkan, baurkan diri Anda bersama penambang belerang di Kawah Ijen. Meski hidup terasa berat dan keras, mereka tetap ramah dan bercanda, bahkan akan memberi jawaban atas setiap keingintahuan Anda
Transportasi
Anda dapat mencapai Kawah Ijen melalui dua alternatif rute berikut ini.
Pertama, rute dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 km yang dapat dilewati dengan kendaraan bermotor roda dua atau empat selama sekitar 30 menit. Rute ini lebih sulit dilalui karena kondisi jalan yang rusak. Biasanya digunakan oleh para pendaki untuk rute pendakian Gunung Ijen. Rute ditempuh dari Banyuwangi lalu menuju Kecamatan Licin. Dari Licin menuju Paltuding yang berjarak sekitar 18 km perjalanan dapat diteruskan dengan kendaraan bermotor terutama jenis jeep double gardan karena sekitar 6 km sebelum sampai di Paltuding melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erekyaitu berupa belokan berbentuk S dan sekaligus menanjak, perjalanan memerlukan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun dilewati truk pengangkut Belerang setiap hari. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 3 kilometer menuju dasar Kawah Ijen. Total jarak tempuh melewati rute ini adalah 38 kilometer.
Kedua,rute jalan utara dari Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) melalui Wonosari kemudian dilanjutkan ke Paltuding yang dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Rute ini lebih mudah dilalui karena kondisi jalan yang bagus dan relatif mulus. Rute ini dapat ditempuh dari Bondowoso, lalu menuju Wonosari, lalu ke Sempol dan akhirnya ke Patulding. Jarak Situbondo sampai Paltuding adalah 93 km dan kondisi jalan sampai Paltuding boleh dikatakan sangat bagus sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Dari Patulding Anda tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak dan tebing kaldera sejauh 2 kilometer menuju Kawah Ijen. Jarak tempuh melewati rute ini adalah 70 kilometer dengan pemandangan pohon kopi dan hutan pinus yang memesona.
Rute dari Bondowoso ini melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi dengan tiga pintu gerbang yang berbeda. Di setiap pintu gerbang Anda diminta untuk mengisi buku tamu dan tujuan perjalanan. Pemandangan di rute ini sangat bagus dengan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, hutan pinus Perhutani dan hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang lebat. Kunjungan singkat satu hari dapat dilakukan namun bermalam di perkebunan kopi atau Paltuding adalah pilihan yang tepat. Tersedia paket agrowisata mengunjungi kebun kopi dan unit pemrosesan biji kopi yang patut Anda pertimbangkan.
Anda dapat menuju Bondowoso maupun Banyuwangi dengan transportasi umum dari Surabaya. Jarak dari Surabaya ke Bondowoso maupun Banyuwangi sekira 200 kilometer.
Untuk menuju ke kawah ijen, perjalanan akan melintasi keindahan hutan lindung. Di sepanjang perjalanan menuju ke Kawah Ijen, terlihat para pekerja tambang belerang dalam kendaraan truk pengangkut menuju ke kawah ijen, perjalanan sangat menantang dan tentunya menguras tenaga. Setibanya di kawasan Paltuding maka ini adalah titik awal menuju ke Kawah Ijen dimana Anda harus berjalan mendaki sekitar 1,5 jam. Paltuding adalah lokasi kaki gunung dengan ketinggian 1.800 m dpl, jadi pastikan Anda membawa baju hangat yang mencukupi.
Akomodasi
Apabila Anda khusus datang untuk manaiki kawah pagi-pagi sekali maka penginapan di Paltuding tersedia 2 wisma milik Departemen Kehutanan yang dapat disewa untuk umum mulai dari harga Rp100.000,00 hingga Rp300.000,00 per malamnya. Perbedaan di antara keduanya hanyalah ada dan tidaknya kamar mandi di dalam kamar. Paltuding merupakan camping groundsehingga pengunjung diizinkan mendirikan tenda. Jadi, berkemah di sini pun bila Anda berminat maka mengapa tidak.
Di Paltuding ada 2 warung yang biasanya tutup setelah tengah hari. 1 warung letaknya tidak jauh dari dapur pengolahan belerang. Warung ini sebenarnya untuk melayani para penambang namun kadangkala pengunjung pun makan di sana. Pemiliknya adalah Bapak Im dan beliau sekaligus sebagai seorang pemandu berpengalaman. Di warung ini ada cenderamata yang dapat Anda beli yaitu kaos bergambar Kawah Ijen atau yang istimewa belilah keranjang belerang mini yang terbuat dari bambu diisi dengan serpihan kecil belerang kuning. Benar-benar mirip aslinya. Hiasan dari cetakan khusus berbahan belerang juga tersedia di warung serta Pos Bundar.
Apabila Anda memilih penginapan yang ada Banyuwangi maka ada banyak pilihannya. Lokasi hotel ini berdekatan dengan Pelabuhan Katapang Banyuwangi atau di tengah kota.
Apabila Anda mengunjungi Kawah Ijen dari Banyuwangi maka di Banyuwangi ada Rujak Soto yang dapat Anda cicipi. Kebanyakan dijual di warung-warung. Warung di depan Stadion Diponegoro Banyuwangi adalah salah satu yang terkenal. Rujak Soto, merupakan paduan Rujak Cingur dan Soto Babat tapi rujaknya berbeda dengan Rujak Cingur Surabaya. Selain tidak memakai cingur perbedaan lain terletak dari petis yang digunakan. Petisnya terasa keset dan lebih nikmat dibandingkan petis biasa. Untuk sotonya, mirip soto Madura tapi hanya menggunakan daging babat saja. Rujak soto ini tak jauh ubahnya seperti rujak yang disiram soto namun diitambah taburan kerupuk mlinjo dan kerupuk udang sehingga menjadikannya makanan nan gurih.
Berikut ini beberapa referensi tempat Anda mencicipi makanan khas Banyuwangi.
Warung Mbok Ida, Jl. Jaksa Agung Suprapto (depan Stadion Diponegoro) Banyuwangi
Depot Prima Putra, Jl. KH Agus Salim Banyuwangi
Warung Mbok Yayah, Jl. Musi Banyuwangi
Depot Prima Rasa, Jl. KH Asyari Banyuwangi
Warung Mbok Mus, Jl. Musi Banyuwangi
Rujak Soto bukan satu-satunya kuliner khas Banyuwangi, karena masih ada hidangan campur-campur khas Banyuwangi lainnya yang patut Anda cicipi, yaitu: pecel rawon, pecel kare, dan rujak bakso.
Sego tempong atau nasi tempong adalah salah satu makanan khas Banyuwangi. Nasi dengan sambal khas disantap dengan lauk pada umumnya, seperti ikan laut segar goreng, tempe dan tahu goreng, bisa juga ayam goreng dan empal. Citarasa yang paling khusus adalah sambalnya karena diracik khusus. Mulai bahan tomat, serta terasi yang digunakan. Bahkan saking pedasnya, orang yang habis menyatap Nasi Sambal ini seperti ditempongatau ditampar. Dari sinilah muncul istilah nasi tempongyang membuat penyuka makanan pedas menjadi ketagihan. Nasi ini sangat nikmat di sajikan malam hari sambil melirik keindahan kota Banyuwangi. Warung Nasi kepunyaan Mbak Sum yang berada di Selatan Roxi sangat ramai mulai sore hingga malam hari, tak pelak jika sering pelanggannya kehabisan menu hidangan jika datang saat malam hari.
Nah penasaran dengan sego tempong atau Anda ingin merasakan tamparan sego tempong maka datanglah ke Banyuwangi. Setiap sore hingga tengah malam, di sudut-sudut kota Banyuwangi banyak bertebaran penjual Nasi Tempong.
Apabila Anda melalui Bondowoso menuju Kawah Ijen maka di Bondowoso ada satu wisata kuliner yang paling dikenal dari kota Bondowoso yaitu Tape. Makanan khas daerah yang terbuat dari ketela pohon ini memiliki cita rasa tinggi juga baik untuk kesehatan. Selain Tape, terdapat pula makanan khas kota Bondowoso berbahan ketela pohon seperti prol tape, brownies tape, ketan tape, dodol tape, tape bakar, dan suwar-suwir. Beberapa toko penjual tape yang sangat dikenal dengan produk-produknya dan mulai tersebar di beberapa tempat. Harganya variatif dan terjangkau serta kualitas rasa yang akan menggugah selera.
Tips
Untuk menuju bawah Kawah Ijen demi melihat api biru maka wajib menyewa seorang pemandu setempat yang berpengalaman. Mereka hapal pijakan batu yang aman dan waktu serta lokasi terbaik untuk foto.
Selain peralatan treking yang ringan dan bekal air minum, jangan lupa membawa sapu tangan basah atau masker penutup hidung yang sangat diperlukan di sini karena seringkali arah angin membawa asap menuju ke jalur penurunan. Tanpa masker, di sekitar lokasi penambangan maka Anda akan selalu dipaksa memunggungi kawah.
Apabila mata Anda terkena asap belerang dan terasa pedih maka usahakan tidak menggosoknya karena dapat membuat iritasi meski tidak berbahaya. Cukup biarkan tahan saja beberapa saat sembari menghindar ke balik bebatuan.
Demi alasan keamanan, pendakian dari Paltuding ditutup selepas pukul 14.00 karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Idealnya pendakian dilakukan pagi hari sebelum belerang naik. Jika mendaki di atas pukul 10.00 maka kecil kemungkinan bisa melihat kawah secara utuh. Barang sebentar asap membekap sebelum akhirnya terusir angin dan sebagian kawah tersingkap. Begitulah hal tersebut berulang terjadi.
Apabila Anda berniat berpetualang lebih jauh maka dapat mengelilingi kaldera di kawasan ini tetapi persiapkan fisik dan perlengkapan trekking yang lengkap karena perjalanan memakan waktu mencapai 8 hingga 10 jam berjalan kaki.
Taatilah rambu-rambu demi keselamatan Anda, terutama untuk tidak turun ke pinggiran kawah karena keselamatan menjadi tanggung jawab Anda sendiri.
Apabila Anda ingin memfoto para penambang belereng di sekitar kawah atau saat pendakian maka jangan mengarahkan kamera langsung ke wajah. Kalaupun ingin mengambil foto close upmaka sebaiknya lakukan dari jarak jauh dengan lensa tele. Tidak ada salahnya Anda menyediakan sebungkus rokok atau kembang gula untuk media pergaulan saat berbaur dengan penambang tersebut.
Lupakan sejenak berbelanja di pertokoan mewah atau menikmati makanan enak di restoran ternama. Ini saatnya Anda mencicipi ketegangan yang memuaskan di Sungai Pekalen. Ketika melintasi jeram, berteriaklah dengan keras sepuasnya karena itu adalah sah-sah saja. Hal ini bisa jadi kegiatan paling tepat untuk melepaskan diri dari semua masalah yang membebani pikiran. Adrenalin Anda akan dipacu dan berpadu pada keindahan alam Probolinggo yang memukau.
Sungai Pekalen terletak di Desa Ranu Gedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dinamakan Desa Ranu Gedang, karena di desa ini banyak terdapat pohon pisang yang dalam bahasa Jawa pisang disebut gedang. Di tempat inilah Anda dapat menjajal ketegangan arung jeram membelah arus air, pepohonan, hingga air terjunnya yang menawan
Keindahan Probolinggo menurut cerita rakyat setempat telah melenakan Raja Majapahit Hayam Wuruk dan Maha Patih Gajah Mada. Keduanya terpesona keindahan alam Probolinggo dan betah berlama-lama di tempat ini. Bisa jadi istilah ‘probolinggo’ berasal dari kata ‘prabu linggih’ yang kemudian lambat laun mengalami perubahan lafal menjadi ‘probolinggo’.
Olahraga arung jeram sendiri populer di Indonesia sejak tahun 90-an. Sebelumnya lebih banyak dilakukan para pencinta alam sehingga menampilkan kesan bahwa arung jeram hanya bisa dilakukan orang yang sudah ahli atau berpengalaman. Akan tetapi, pada dasarnya olahraga arung jeram bisa dilakukan siapa saja, tentunya dengan persyaratan keselamatan.
Kegiatan Arung jeram sangat menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar, tetapi sangat memuaskan. Seperti pada kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi pengalaman yang sangat memuaskan. Perlu Anda ketahui bahwa seorang pemandu arung jeram (skipper) atau kadang disebut capten sangat berpengalaman untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Saat beratraksi maka Anda akan selalu mengenakan pelampung (life jacket) dengan daya apung tinggi. Pelampung ini akan tetap menjaga Anda berada di atas permukaan air, bahkan pada saat anda terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai. Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable raft yang memang diperuntukkan melewati jeram dengan aman karena berisi udara yang dapat meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram.
Apabila Anda tidak bisa berenang maka tidak perlu khawatir. Karena banyak orang yang tidak dapat berenang justru mengikuti kegiatan arung jeram dan mereka sangat menikmatinya. Penting diketahui bahwa Anda tidak panik saat terlempar dari perahu dan tercebur ke sungai.
Sungai Pekalen, terletak 25 km dari kota Probolinggo tepatnya terbentang di antara tiga kecamatan yaitu kecamatan Tiris, Maron, dan Gading. Jalur sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3 area. Sungai Pekalen bersumber dari mata air Gunung Argopuro dan Gunung Lamongan dengan lebar sungai rata-rata 5-20 meter, memiliki tingkat kesulitan (grade atau class) 2 hingga 3+ dan kedalaman air kurang lebih 1-3 meter. Jarak pengarungan dari start hingga finish untuk jalur Sungai Pekalen Bawah sepanjang 9 km, dan 12 kilometer untuk jalur Sungai Pekalen Atas dengan jumlah jeram masing-masing sekitar 50 buah.
Sungai Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan Sungai Pekalen Bawah berjarak 10 km. Sebagai awal, Anda dapat mulai pada sungai dengan tingkat kesulitan class 2 atau class 3. Jika merasa yakin dengan kemampuan yang Anda miliki, sehat dan haus tantangan maka mengapa tidak mencoba sungai dengan tingkat kesulitan class 4, meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya. Hal itu karena pemandu akan melatih Anda terlebih dahulu dan menjelaskan bagaimana cara penyelamatan di sungai serta teknik mendayungnya. Sedangkan untuk sungai dengan class 5, Anda harus memiliki pengalaman pengarungan sungai dengan tingkat kesulitan class 4 sebelumnya.
Kegiatan
Berarung jeram di Sungai Pekalen begitu menyenangkan. Dijamin rasa penat Anda pun akan hilang begitu melihat keindahan dan merasakan serunya berarung jeram. Berarung jeram dapat meningkatkan kapasitas jantung dan paru-paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta fleksibilitas sendi bahu dan pinggang. Seperti olah raga aktif lainnya, dengan arung jeram maka tubuh Anda bisa merasa lebih bugar dan adrenalin benar-benar terpuaskan dalam suasana kekompakan tim yang menyenangkan sekaligus menegangkan.
Sebelum kegiatan dimulai maka Anda dan tim akan dipandu pimpinan perjalanan atau trip leader untuk menaiki kendaraan yang telah disiapkan menuju titik start pengarungan. Saat menuju ke lokasi start, trip leader akan menjelaskan beberapa informasi penting selama 20 menit tentang keselamatan saat berarung jeram. Selanjutnya Anda akan menuju perahu yang memuat 6-8 orang dan seorang pemandu arung jeram (skipper). Pemandu yang menyertai tersebut akan memberikan instruksi lanjutan tentang cara memegang dayung dan menggunakannya saat pengarungan, juga bagaimana mengikuti perintah yang diberikan. Selanjutnya nikmatilah petualangan yang menegangkan sekaligus menyenangkan dari titik start sampai titik finish-nya.
Jarak pengarungan dari start hingga finish sekitar 12 km selama 3,5 jam dengan tingkat kesulitan arung jeram grade atau class 2 sampai 3+. Jumlah jeram sekitar 50 buah seperti Welcome, Batu Jenggot, Pandawa, Rajawali, Xtravaganza, KPLA, Tripple Ace, The Fly Matador, Hiu, Cucak Rowo, Long Rapid, Good Bye. Ada yang unik yaitu “Jeram Inul”, dimana untuk melewati jeram itu, Anda harus bergoyang bak Inul. Di sinilah Anda akan merasakan petualangan yang menegangkan sekaligus memuaskan. Karakteristik sungai Pekalen berbelok dan bertebing, memiliki panorama alam yang indah, puluhan jeram yang menantang, kemegahan air terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar. Bahkan masih ditemuinya beberapa satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak, linsang, dan tupai.
Dalam kegiatan arung jeram selalu menggunakan dayung. Ini artinya Anda akan memegang dayung dan melakukan pendayungan saat berada di atas perahu. Mendayung dapat menyebabkan kelelahan, tetapi pemandu akan memberikan instruksi pada anda teknik mendayung. Sehingga tidak selamanya saat Anda berada di atas perahu akan melakukan pendayungan.
Apabila Anda terlempar dari perahu maka tetaplah tenang. Percaya atau tidak, banyak orang yang menyukai saat terlempar keluar dari perahu! Ini sangat mengasyikkan. Pada awalnya memang dapat menyebabkan sedikit kewalahan dengan perubahan arah. Beberapa orang hanya berenang pada pengarungan pertama mereka karena tidak mampu naik kembali keatas perahu atau karena tertinggal jauh dari perahu yang melemparkannya. Ini adalah bagian dari sebuah kegiatan arung jeram.
Selama perjalanan mengarungi sungai Anda akan disuguhi keindahan 7 air terjun dan goa-goa kelelawar yang sesekali memekik beterbangan. Amatilah bagaimana struktur batuan alami dan airnya masih begitu jernih dan segar. Trip leader akan memberhentikan perjalanan tepat di bawah derasnya guyuran air terjun. Dijamin Anda akan langsung dapat merasakan segar dan derasnya guyuran airnya. Terdapat pula tempat untuk terjun bebas dari ketinggian sekitar 5 meter. Tempat yang pas untuk melepaskan ketegangan. Bagaimana beranikah Anda?
Untuk kembali ke basecamp Anda akan menyusuri jalan setapak dan dinaikkan lagi ke mobil pengantar. Sesampainya di basecamp Anda dapat segera membersihkan badan dan berganti pakaian. Sesudah itu semua, sajian yang menggoda selera tersedia seperti tempe, tahu, ikan penyet, urap-urapan, dan lodeh siap mengenyangkan perut Anda setelah energinya terkuras selama berarung jeram.
Paket arung jeram reguler di Pekalen Atas sejauh 12 km berkisar Rp219.000,00 untuk minimal 5 orang. Fasilitas yang termasuk di dalamnya adalah asuransi, welcome drink, peralatan standart rafting, air mineral bekal pengarungan, transportasi, guide dan rescue team, snack dan beverage, dan makan siang.
Paket arung jeram reguler di Pekalen bawah sejauh 10 km berkisar Rp. 189.000 min 5 org
Fasilitas yang termasuk di dalamnya adalah welcome drink, peralatan standart, air mineral bekal pengarungan, transportasi local, guide dan rescue team, snack dan kelapa muda, makan siang, dan asuransi.
Beberapa operator arung jeram di Pekalen menawarkan paket arung jeram keluarga, dimana anda dapat membawa serta Anak Anda walau masih berumur 6 tahun. Setiap sungai yang dikelola secara komersil oleh operator arung jeram memiliki paket-paket dengan batas minimal umur peserta kegiatan, seperti 6 tahun, 10 tahun atau 14 tahun. Pihak operator arung jeram yang menawarkan paket keluarga tersebut dapat Anda konfirmasi tentang umur minimal peserta yang boleh mengikuti kegiatan tersebut.
Selain arung jeram Anda juga dapat mencoba kegiatan outbound training untuk meningkatkan motivasi, keberanian, percaya diri, berfikir kreatif, memiliki rasa kebersamaan, tanggung jawab, kooperatif, rasa saling percaya, dan lain-lain.
Akomodasi
Penginapan Cottage Kamboja Songa dapat menjadi pilihan Anda seharga Rp50.000,00/orang dengan fasilitas penginapan berbentuk gazebo serta menyediakan makan pagi.
Beberapa hotel di Probolinggo yang dapat Anda jadikan referensi.
• Hotel Bromo View
Jl Bromo Km 5
PROBOLINGGO
(0335) 427222
• Hotel Ratna
Jl Raya Panglima Sudirman 16
PROBOLINGGO
(0335) 427886
• Hotel Paramita
Jl Siaman 7
PROBOLINGGO
(0335) 421535
• Hotel Bromo Permai
Jl Raya Panglima Sudirman 237
PROBOLINGGO
(0335) 427451
• Hotel Tampiarto
Jl Suroyo 15
PROBOLINGGO
(0335) 421288
• Hotel Tentrem
Jl Raya Panglima Sudirman 15
PROBOLINGGO
(0335) 421049
Berbelanja
Tas mode produk perajin Kota Probolinggo sangat cantik dan cocok untuk dipakai dalam segala acara. Harganya pun terjangkau bagi remaja putri dan ibu-ibu yang ingin tampil beda. Tas cantik ini dapat Anda pesan sesuai dengan selera di Handycraft Incoming Collection di Jalan Lumajang Gg. Melati 69 Probolinggo (0335-423852; 0335-7608023)
Bagi anda pecinta keramik dan ingin memiliki ragam yang berbeda dapat ditemui di kedai keramik lingkungan Kanigaran dan Mayangan. Desain keramik yang apik dan unik mempunyai ciri khas tersendiri dengan mengusung motif nuansa alam yang dibentuk gaya kontemporer membuat produk keramik ini berbeda. Anda dapt berkujung ke Keramik Kinasih di Jalan Cangkring Probolinggo (085850227961) juga di Jawa Keramik, Jalan Raden Intan Probolinggo (085230029926).
Di tangan pengolah hasil laut asal Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, hasil tangkapan ikan diolah menjadi beraneka produk olahan khas. Ikan kering, kerupuk jenggelek, kerupuk ikan tengiri dan kerupuk rajungan menjadi camilan yang nikmat sebagai teman makan dan santai. Limbah kulit dan tulang ikan punti dapat diolah oleh tangan-tangan terampil pengrajin menjadi rambak ikan punti danrempeyek tulang ikan yang tak kalah lezatnya sebagai makanan khas Probolinggo. Anda dapat menemukannya di Krupuk Tengiri Jl. KH. Mansyur Probolinggo (0335-7603535) dan di Camilan Tonali Jl. Bengawan Solo (081358 970 254).
Kuliner
Selepas berarung jeram pengelola atraksi menyediakan makanan lalapan seperti tempe, tahu dan ikan penyet, urap-urap dan lodeh pun siap mengenyangkan perut Anda yang energinya terkuras setelah berarung jeram.
Bila anda berkunjung Probolinggo, tidak lengkap rasanya bila tidak mencicipi kuliner sego mbledos. Sego mbeldos merupakan makanan yang ada hanya ada di Probolinggo dan bentuknya unik menyerupai Gunung Bromo. Sambalnya di bikin lumer dan berwarna merah meyerupai lava pijar yang keluar dari gunung. Dikatakan mbeledos karena bila nasi ini dimakan di dalam nasi yang bentuknya kerucut ini akan keluar berbagai macam lauk pauk seperti sambal goreng ikan teri goreng dan urap urap.
Apabila Anda ingin mencicipi makanan di Probolinggo mengapa tidak mengunjungi salah satu tempat berikut ini.
• Bayuangga Depot
Stand Terminal 20, Gebang, Patrang Probolinggo
• Bromo Indah Depot
Jl Raya Panglima Sudirman 84 Probolinggo
• Bu Ali Warung
Jl KH M Mansyur, Mayangan, Mayangan Probolinggo
• Cairo Rumah Makan
Jl Brigjen Katamso 19 PROBOLINGGO
• Edi Bakso
Jl Soekarno Hatta 158, Pilang, Kademangan Probolinggo
• Empat Lima Depot
Jl Soekarno Hatta 11-A, Sukabumi, Mayangan Probolinggo
• Lumayan Depot
Jl Terminal PROBOLINGGO
• Madina Rumah Makan
Jl Soekarno Hatta 45, Curahginting, Mayangan Probolinggo
• Malang Rumah Makan
Jl Raya Panglima Sudirman 48, Kebonsari Kulon, Mayangan Probolinggo
• Panorama Restaurant
Jl Raya Lemah Kembar Km 6, Sumberasih Probolinggo
• Phonix Depot
Jl Soekarno Hatta 249 PROBOLINGGO
• Probolinggo Depot
Kompl Terminal Bus St 7, Triwing Lor, Kademangan Probolinggo
• Ramayana Depot
Jl Randu Putih 122 Probolinggo
• Sidodadi Restoran
Jl Dr Soetomo 90, Jember Lor, Patrang Probolinggo
• Sopongiro Depot
Jl Raya Dringu 36, Mangil, Kaliwates Probolinggo
• Stasiun Bakso
Jl KH Mas Mansyur, Mayangan, Mayangan Probolinggo
• Sumber Hidup Restoran
Jl Dr Saleh 2, Pengantigan, Banyuwangi Probolinggo
• Sumber Hidup Rumah Makan
Jl Soekarno Hatta 20 Probolinggo
Transportasi
Wisata arung jeram Sungai Pekalen sendiri terletak di Desa Ranu Gedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Untuk menuju Probolinggo yang berada di jalur utama Surabaya-Banyuwangi, Anda dapat menempuh perjalanan dari Surabaya menggunakan bus sekitar 2,5 jam. Kota ini juga terdapat stasiun kereta api lintas timur Surabaya-Jember-Banyuwangi. Kereta api yang singgah di Probolinggo diantaranya adalah Mutiara Timur (Surabaya-Banyuwangi-Denpasar), Cantik Ekspress (Surabaya-Jember), Logawa (Purwokerto-Surabaya-Jemebr), dan Sri Tanjung (Yogyakarta-Surabaya-Banyuwangi).
Untuk menemukan lokasi pengelola arung jeram seperti Songa atau Noars tidaklah begitu sulit karena dari jalan raya Probolinggo Anda tinggal melihat papan petunjuk yang terletak di pinggir jalan. Dari jalan raya ini menempuh jarak sekitar 15 km. Kondisi jalannya tidak begitu bagus tapi layak dan memakan waktu sekitar 1 jam.
Anda dapat juga menyewa sebuah mobil untuk beberapa hari dengan harga yang dapat dinegosiasikan.
Tips
• Anda tentunya harus memiliki kondisi yang sehat dan fit saat mengikuti kegiatan arung jeram. Jika Anda merasa ragu dengan kemampuan mengikuti kegiatan arung jeram atau kesehatan tidak mendukung maka sebaiknya cek kesehatan terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan ini.
• Sebelum memulai pengarungan maka akan diberikan instruksi apa yang harus dilakukan jika Anda terlempar keluar dari perahu dan bagaimana berusaha agar tetap aman. Ikuti semua instruksi pemandu dan jika Anda tetap terlempar keluar perahu maka berenang akan lebih mengasyikan dalam pengarungan Anda!
• Tidak dianjurkan untuk membawa video rekam atau kamera saat pengarungan. Karena akan mudah rusak bila terkena air, kecuali jika Anda memiliki kamera khusus untuk kegiatan outdoor yang anti air. Pengelola arung jeram biasanya menyiapkan tenaga photographer yang akan mengabadikan kegiatan pangarungan Anda, selanjutnya dapat dilihat atau dipesan setelah selesai pengarungan.
• Anda yang tidak dapat berenang tidak dianjurkan mengikuti kegiatan arung jeram pada sungai yang memiliki tingkat kesulitan class 4 atau class 5, cukuplah menikmati jeram dengan mengenakan pelampung pada sungai dengan tingkat kesulitan class 2 dan class 3.
• Untuk Anda yang berkacamata, disarankan untuk memberikan pengait tali pada kacamata agar tidak terlepas.
• Saat Anda menggunakan krim tabir surya (sunscreen) maka jangan gunakan di kening karena saat terkena air akan berbahaya bila terkena mata. Jangan juga menggunakannya pada kaki bagian belakang, hal ini dapat menyebabkan terpeleset.
• Tidak dianjurkan mengenakan sandal karena tidak memberikan proteksi bahkan sedikit menyulitkan bila dipakai berenang. Kenakanlah sepatu olahraga atau sepatu jogging, atau bila Anda memiliki sepatu khusus untuk kegiatan arung jeram akan lebih baik lagi.
• Dianjurkan pula untuk mengenakan pakaian dari bahan synthetic fleece, polypro, capilene atau wool pada bagian dalamnya. Jangan mengenakan pakaian dari bahan katun karena akan membuat Anda kedinginan saat basah.
• Saat cuaca panas dengan suhu air dingin disarankan mengenakan wet suit. Sementara saat cuaca dingin dan suhu air dingin pada sungai class 5 kenakan wet suit dikombinasi dengan jaket khusus. Apabila cuaca hangat dan suhu air yang tidak terlalu dingin sebaiknya kenakan pakaian olahraga dan t-shirt saja.
Informasi
Anda dapat mengunjungi website berikut ini yang merupakan salah satu operator arung jeram setempat.
Dengan ancang-ancang lari yang tidak seberapa jauh, seorang pemuda Nias dengan tangkas berlari kencang lalu menginjak sebongkah batu untuk kemudian melenting ke udara melewati sebuah batu besar setinggi dua meteran menyerupai benteng. Puncak bantu tidak boleh tersentuh dan sebuah pendaratan yang sempurna harus dituntaskan karena apabila tidak maka resikonya akan cedera bahkan patah tulang.
Tradisi lompat batu di Pulau Nias, Sumatera Utara atau disebut sebagai hombo batu atau fahombo telah berlangsung selama berabad-abad. Tradisi ini lestari bersama budaya megalit di pulau seluas 5.625 km² yang dikelilingi Samudera Hindia dan berpenduduk 700.000 jiwa.
Tradisi fahombo diwariskan turun-termurun di setiap keluarga dari ayah kepada anak lelakinya. Akan tetapi, tidak semua pemuda Nias sanggup melakukannya meskipun sudah berlatih sedari kecil. Masyarakat Nias percaya bahwa selain latihan, ada unsur magis dari roh leluhur dimana seseorang dapat berhasil melompati batu dengan sempurna. Batu yang harus dilompati tingginya sekira 2 meter, berlebar 90 cm, dan panjangnya 60 cm.
Sedari 7 tahun anak lelaki di Pulau Nias berlatih melompati tali yang terus meninggi takarannya seiring usia mereka yang bertambah. Bila saatnya tiba maka mereka akan melompati tumpukan batu berbentuk seperti prisma terpotong setinggi 2 meter. Ini juga sekaligus menjadi penakar keberanian dan kedewasaan mereka sebagai keturunan pejuang Nias.
Lompat batu di Pulau Nias awalnya merupakan tradisi yang lahir dari kebiasaan berperang antardesa suku-suku di Pulau Nias. Masyarakat Nias memiliki karakter keras dan kuat diwarisi dari budaya pejuang perang. Dahulu suku-suku di pulau ini sering berperang karena terprovokasi oleh rasa dendam, perbatasan tanah, atau masalah perbudakan. Masing-masing desa kemudian membentengi wilayahnya dengan batu atau bambu setinggi 2 meter. Oleh karena itu, tradisi lompat batu pun lahir dan dilakukan sebagai sebuah persiapan sebelum berperang.
Saat itu, desa-desa di Pulau Nias yang dipimpin para bangsawan dari strata balugu akan menentukan pantas tidaknya seorang pria Nias menjadi prajurit untuk berperang. Selain memilki fisik yang kuat, menguasai bela diri dan ilmu-ilmu hitam, mereka juga harus dapat melompati sebuah batu bersusun setinggi 2 meter tanpa menyentuh permukaannya sedikitpun sebagai tes akhir.
Kini tradisi lompat batu bukan untuk persiapan perang antarsuku atau antardesa tetapi sebagai ritual dan simbol budaya orang Nias. Pemuda Nias yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik sehingga dapat menikah. Kadang orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap menjadi pembela desanya jika terjadi konflik.
Atraksi hombo batu tidak hanya memberikan kebanggaan bagi seorang pemuda Nias tetapi juga untuk keluarga mereka. Keluarga yang anaknya telah berhasil dalam hombo batu maka akan mengadakan pesta dengan menyembelih beberapa ekor ternak.
Anda dapat menikmati atraksi mengagumkan ini di beberapa tempat di Pulau Nias, seperti di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari) atau di Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan. Saat menyambangi Pulau Nias jangan lewatkan juga untuk mengamati kemegahan warisan budayanya berupa arca peninggalan megalit, rumah tradisional, dan tentunya berselancar (surfing) atau menyelam (diving).
Tak terbendung oleh waktu, kisah Ramayana yang ditulis Walmiki sudah dua puluh empat abad menjadi dongeng yang tak pernah membosankan untuk disimak. Kisah ini telah mengilhami para pujangga untuk menyalin serta menyadurnya dalam cerita yang terus memikat sepanjang zaman. Sejarah telah berbicara bahwa kisah Ramayana hingga kini terekam dalam bentuk pewayangan, lukisan, film, hingga pahatan di candi-candi nan megah. Kini saatnya Anda menyaksikan suguhan cerita epos ini dalam bentuk ragam kesenian Jawa yang dipentaskan di Yogyakarta, di Candi Prambanan, atau juga di Surakarta.
Inilah sebuah pementasan cantik dan megah yang menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama, dan musik dalam satu panggung. Menikmati pertunjukannya ibarat diajak pada visualisasi mengagumkan dari epos legendaris “Ramayana” karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta. Menikmati ceritanya dalam rangkaian gerak tari khas Jawa diiringi musik gamelan menjadi sebuah hal yang berkesan. Sendratari Ramayana Prambanan sudah ditonton tokoh nasional maupun internasional dari berbagai negara.
Untuk menikmati pementasan indah ini maka memahami ceritanya akan membawa Anda lebih menikmati penggalan babak demi babaknya. Di dalamnya tidak ada dialog yang terucap dari penarinya, hanya tembang lagu-lagu dalam bahasa Jawa yang terdengar dari sinden untuk menggambarkan jalannya cerita. Selain itu, ada pula atraksi permainan bola api dan kelincahan penari berakrobat dalam beberapa adegan yang menegangkan. Gerak penarinya sangat memukau dengan kelincahan sekaligus gemulai bak penari balet. Tata panggung dan cahaya yang indah juga akan melarutkan Anda pada suasana pementasan sendratari ini. Ceritanya yang menarik dan panjang tersebut dirangkum dalam empat babak, yaitu: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Rahwana, dan pertemuan kembali antara Rama dan Sinta.
Perlu diketahui bahwa kisah Ramayana sendiri terpahat pada Candi Prambanan yang bercorak Hindu mirip dengan cerita aslinya dalam tradisi lisan di India. Ramayana berasal dari kata ‘rama’dan ‘ayana’ yang artinya ‘Perjalanan Rama’, yaitu cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki). Ramayana telah dikenal sebagai cerita Hindu terkenal di dunia selain Mahabharata. Di Nusantara terutama di Pulau Jawa dan Bali, kisah Ramayana mengalami gubahan dalam khazanah sastra Jawa dengan bahasa Jawa Baru. Wiracarita Ramayana telah diangkat ke dalam budaya pewayangan, lukisan, maupun pahatan di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Filipina.
Sendratari Ramayana sudah dipentaskan selama 51 tahun sejak 28 Juli 1961. Digagas oleh Letjen TNI (purn) GPH Djati Kusumo dengan mementaskannya di panggung terbuka sebelah selatan Candi Prambanan. Saat itu tujuannya memang untuk menjadi sebuah daya tarik bagi wisatawan dan Presiden Soekarno sendiri sangat ingin membawa Ramayana Prambanan sebagai langkah dari seni budaya Indonesia yang pentas ke dunia. Dari waktu ke waktu pementasan kolosal ini terus diimprovisasi dan diperlengkapi lebih megah. Pada masa Presiden Soeharto, tepatnya tahun 1989 diresmikan panggung utama di Candi Prambanan untuk pementasannya dengan dilatari keindahan candi tercantik di Indonesia tersebut.
Hingga saat ini Sendratari Ramayana Prambanan telah meraih berabgai penghargaan dan terakhir tahun 2012 mendapatkan penghargaan Pacific Asia Travel Association (PATA) Gold Awards mengalahkan 180 konstestan dari 79 negara untuk kategori “Heritage”. Sebelumnya untuk kategori yang sama diperoleh tahun 1994 dan 2011. Hal ini membuktikan bahwa keinginan Presiden Soekarno untuk membawa salah satu budaya Indonesia pada kancah yang lebih tinggi telah terwujud, bahkan menjadi yang terbaik.
Apabila Anda ingin menyaksikan pementasan Sendratari Ramayana maka ada di dua tempat utama saat ini, yaitu di Yogyakartadan di Candi prambanan. Pertama, di Yogyakarta digelar di Purawisata Yogyakarta, di Jalan Brigjen Katamso, sebelah timur Kraton Yogyakarta. Di tempat tersebut sendratari ini telah pentas setiap hari tanpa pernah absen selama 25 tahun. Tempat kedua, tentunya di Candi Prambananyang berdiam cerita Ramayana terpahat pada relief candinya. Anda dapat memperoleh informasi jadwal dan tiket di Candi Prambanan dengan mengunjungi laman: http://www.borobudurpark.com/.
Pilihan lain yang cukup menggembirakan adalah Sendratari Ramayana juga dipentaskan di Kota Solo, tepatnya di Taman Balekambang, Surakarta. Di tempat ini pementasan berlangsung setiap malam bulan purnama dibawakan oleh kelompok Wayang Orang Sriwedari. Hingga artikel ini ditulis, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta menggelar pementasan ini untuk umum dan gratis. Tentunya juga bertujuan untuk menarik minat wisatawan agar datang ke Surakarta.
Kisah epik Ramayana yang ditulis dua puluh empat abad yang lalu itu senantiasa memberikan pesan dan hikmah meski diejawantahkan dalam banyak versi kesenian dan pertunjukan. Nilai pelajaran yang terpenting adalah bentuk keteladanan tokoh utama (Rama, Sita, Maniken dan Satya) yang bisa dijadikan cermin dalam menjalani hidup ini. Tokoh tersebut memberikan gambaran sifat-sifat seorang raja, kesatria, saudara, dan istri yang baik.
Seorang petarung caci berputar-putar dan berjingkrak seperti kuda jantan mengelilingi sekelompok musuhnya. Kulit hitam di bawah sengatan sinar mentari menutupi otot-otot kering yang mencengkeram sebuah pecut kayu berujung kulit kerbau yang suaranya dapat mengoyak suasana riuh rendah. Setelah saling memanaskan besutan adrenalin, seorang paki, penyerang yang memegang pecut, bersiap dengan kuda-kudanya mengayunkan sabetannya ke arah seorang ta’ang, yaitu penangkis yang diam bagai pasak. Ta’ang siap menangkis dengan sebongkah nggiling yaitu tameng kulit kerbau di tangan kiri dan tereng yaitu kayu penangkis di tangan kanan.
Tari tradisional adalah salah satu dari sejumlah kekayaan budaya bangsa Indonesia yang multikultural. Setiap daerah memiliki jenis dan ragam tarian sendiri yang tentunya unik dan menarik bagi wisatawan. Tari caci salah satunya, yaitu atraksi tarian perang khas Manggarai, di Nusa Tenggara Timur yang menyiratkan simbol dan makna kepahlawanan serta keperkasaan. Tarian ini melibatkan dua orang laki-laki yang masing-masing bertindak sebagai penyerang dan sebagai pihak yang bertahan (penangkis serangan). Penari Caci yang saling unjuk kebolehan tersebut biasanya berasal dari dua kelompok, masing-masing terdiri dari delapan orang yang secara bergantian bertukar posisi sebagai kelompok penyerang dan bertahan. Setiap penari akan mendapat kesempatan berhadapan dengan anggota kelompok lawan, baik sebagai penyerang atau penangkis serangan.
Para penari caci semuanya adalah laki-laki tetapi tidak semua lelaki dapat
unjuk kebolehan dan keterampilan di arena caci. Terdapat sejumlah persyaratan
yang harus dipenuhi diantaranya adalah tubuh atletis adalah salah satu
syarat yang harus dimiliki seorang penari caci. Syarat lainnya, penari harus pandai pula
menyerang lawan dan atau bertahan dari serangan lawan, luwes dalam melakukan
gerak tari, serta dapat menyanyikan lagu daerah. Hal-hal tersebut yang akan
mereka lakukan selama pertunjukkan yang diringi musik gendang, gong, dan
nyanyian.
Pakaian penarinya yang khas sudah
menjadi daya tarik sendiri. Penari perang tersebut mengenakan celana panjang
berwarna putih dipadu dengan kain songke
(sejenis songket khas Manggarai) yang dikenakan di sebatas pinggang hingga
lutut. Tubuh bagian atas dibiarkan telanjang sebab tubuh tersebut adalah
sasaran bagi serangan lawan. Pada
bagian kepala, para penari mengenakan topeng (panggal) berbentuk seperti tanduk kerbau dan terbuat dari kulit
kerbau yang keras serta dihiasi kain warna-warni. Panggal akan
menutupi sebagian muka yang sebelumnya sudah dibalut dengan handuk atau destar
sebagai pelindung.
Bersiaplah
mendengar deru suara tandak atau danding menggaung saat pecut menghantam lawan.
Bagai suara senapan menggelegar, tameng beradu dengan ujung pecut terbuat dari
kulit kerbau. Seutas lidi yang dipasang di ujung pecut atau mbete luput dari
tameng ataupun tereng. Luka menggurat mengucurkan darah. Sorak penonton
menggema, memahami makna tetesan darah sebagai persembahan untuk kesuburan dan
lambang kejantanan.
Tak sama seperti beberapa bela diri lain, dalam Caci boleh menyerang bagian tubuh dari perut hingga kepala tetapi tidak bagian perut ke bawah. Acap kali mengenai mata pun sudah menjadi hal lumrah. Sebelum Caci dilangsungkan, sebuah pemanjatan nyanyian bernama kelong dialunkan sebagai panggilan kepada arwah para leluhur. Saat kelong dilantunkan, dan tandak atau danding mengikuti, maka Caci harus dilaksanakan. Tidak ada kelong tanpa Caci dan sebaliknya.
Para penari biasanya juga mengenakan
hiasan mirip ekor kuda terbuat dari bulu ekor kuda (lalong denki). Pada bagian sisi pinggang terpasang sapu tangan warna-warni yang digunakan untuk
menari setelah atau sebelum dipukul lawan. Terdapat pula untaian pada pinggang
belakang yang akan bergemirincing mengikuti gerak penari sekaligus penambah
semarak musik gendang dan gong serta nyanyian (nenggo atau dere)
pengiring tarian.
Para penari tersebut nampak gagah mengenakan pakaian tersebut ditambah lagi
dengan postur tubuh yang atletis. Penampilan mereka sebagai penari perang
semakin meyakinkan dengan atribut senjata. Penari yang berperan sebagai penyerang (paki) dipersenjatai dengan cambuk yang terbuat dari kulit kerbau
atau kulit sapi
yang dikeringkan. Pegangan cambuk juga terbuat dari lilitan kulit kerbau. Pada
bagian ujung cambuk, biasanya dipasang kulit kerbau tipis yang sudah dikeringingkan
(lempa) atau dapat juga menggunakan
lidi enau yang masih hijau (pori).
Sementara itu, penari yang berperan
sebagai penangkis serangan (ta’ang)
dibekali perisai (nggiling) yang juga
terbuat dari kulit kerbau yang dikeringkan dan berbentuk bundar. Selain itu, ia
juga memegang sejenis busur (agang
atau tereng) yang terbuat dari bambu
dan rotan yang berjalin dan dibentuk melengkung serupa busur.
Sebelum tarian seru ini
dimulai, pertunjukan tari caci akan diawali terlebih dahulu dengan pentas tari danding atau tandak manggarai. Tarian ini dibawakan laki-laki dan perempuan
yang memang khusus
dipertunjukkan sebagai atraksi untuk meramaikan tari caci. Selain melakukan gerak tari,
para penari danding juga akan melantunkan lagu dengan lirik untuk membangkitkan semangat para
petarung Caci. Para penari Caci sebelum memasuki arena
yang biasanya di lapangan berumput, akan terlebih dahulu melakukan gerakan pemanasan dengan menggerakkan
badannya serupa gerakan kuda. Saat menantang lawan, biasanya dilakukan sambil
menyanyikan lagu-lagu adat.
Pihak penyerang akan menyerang dan
mencambuk tubuh lawan,
terutama bagian lengan, punggung, dan dada. Tugas pihak lawan adalah menangkis
atau menghindari serangan tersebut dengan perisai dan busur yang ia pegang di
masing-masing tangan. Apabila kurang lincah mengelak maka
dipastikan cambuk
akan menyisakan bekas di tubuh hingga berdarah. Apabila pihak yang bertahan terkena cambuk pada
matanya maka ia dinyatakan kalah (beke)
dan kedua penari harus keluar arena dan digantikan oleh sepasang penari
lainnya.
Pedih terlihat samar di mata seorang ta’ang tapi tak boleh di antara ta’ang dan paki tercipta permusuhan, bahkan amarah sekalipun. Caci adalah sebuah permainan yang menjunjung tinggi sportifitas dan merayakan sebuah rasa kasih sayang dari kakak kepada adik. Sungguh tak lumrah, tapi legenda di balik permainan dan tarian ini akan menjadi sebuah pemahaman.
Bekas luka dari atraksi tari tersebut bagaimana pun juga dianggap sebagai kebanggaan karena merupakan lambang maskulinitas. Kabarnya Caci merupakan medium pembuktian ketangkasan seorang laki-laki Manggarai sekaligus sebagai ajang menempa diri dengan semangat sportivitas. Dalam mempertunjukkan tarian ini, para penari saling menghormati satu sama lain dengan menjaga ucapan, emosi, sportifitas, dan rasa hormat. Selesai pertunjukkan, tidak ada dendam di antara para penari karena inilah salah satu seni kebanggaan masyarakat Manggarai di Flores bagian barat. Sebuah pertunjukkan yang unik dimana uji ketangkasan dipadukan dengan seni berupa gerak tari dan lagu daerah khas Manggarai.
Caci sendiri berasal dari dua kata yaitu ‘ca‘ yang berarti satu
dan ‘ci‘ yang artinya uji. Jadi makna dari caci adalah uji ketangkasan satu lawan satu. Tarian
ini memiliki kisah asal mula, yaitu dahulu kala, dua orang kakak beradik
berjalan melewati hutan padang rumput dengan seekor kerbau yang mereka
pelihara. Si adik diceritakan terjerumus dalam sebuah lubang dalam sehingga
sang kakak panik mencari apapun untuk menarik adiknya. Tak satu pun dapat
membantu upayanya, kecuali ia harus menyembelih kerbaunya dan menggunakan
kulitnya untuk menarik sang adik. Itu pun akhirnya ia lakukan dan si adik
terselamatkan. Untuk merayakannya, mereka menciptakan permainan Caci untuk
memperingati rasa kasih sayang di antara keduanya.
Seorang petarung Caci mengenakan pangga, sebuah asesoris kepala dan bukan pelindung wajah. Bentuknya seperti kepala kerbau bertanduk tiga. Di ujung tanduknya dihiasi bulu ekor kuda. Hal ini mengingatkan dua orang kakak beradik dalam legenda. Tubuh petarung tak dilindungi seutas kain pun. Celana putih bersih dikenakan dibalik sarung songket yang terkenal dari Flores atau Sumba. Ekor kuda pun dipasang dibelakang songket yang menjadikan seorang petarung Caci seperti layaknya seekor kuda atau kerbau yang gagah dan berjiwa satria.
Tari
Caci biasanya hanya dipentaskan
pada acara-acara khusus, yaitu hari-hari
besar seperti HUT Kemerdekaan RI atau acara-acara adat diantaranya syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan lahan baru,
upacara menyambut tamu, dan sebagainya. Saat
diadakan pertunjukkan caci, biasanya pesta besar pun dilangsungkan dengan
memotong beberapa ekor kerbau kemudian disajikan sebagai makanan bagi para
peserta dan penonton. Biasanya, dua
kelompok tari caci merupakan kelompok laki-laki dari dua desa atau kampung.
Caci dapat juga Anda saksikan setiap bulan-bulan panen antara Juli dan Oktober di desa-desa sekitar
Manggarai, Flores bagian barat. Salah satu desa dengan Caci yang mengesankan
ialah Wolomboro. Langitnya yang biru bersih di siang hari saat menghadiri Caci
digelar adalah pemandangan dan pengalaman yang tak berbanding.
Jika melancong ke Aceh belum lengkap bila lidah Anda belum mencicipi nikmatnya mie aceh. Kuliner ikonik Tanah Rencong ini kelezatannya sudah tersohor ke berbagai daerah di Indonesia dengan ciri pedas ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.
Perbedaan utama mie aceh dari hidangan mie dari daerah lain terletak pada racikan bumbu yang lebih tajam dan kaya rempah. Komposisi utama dari bumbu halus pada kuliner ini adalah berupa cabai merah, kunyit, jintan, kapulaga, merica dan bawang putih. Selain itu, berbeda dengan umumnya mie goreng atau rebus dari tanah Jawa, mie aceh (jenis yang digoreng) tidak menggunakan telur dan sebagai gantinya bumbu halus ditumis bersama bahan pelengkap sesuai pesanan.
Rasa khas mie aceh didapat dari tekstur mie kuning yang lembut dan kenyal dimana biasanya itu diproduksi sendiri dengan tidak menggunakan bahan pengawet. Mie aceh dilengkapi dengan irisan daging sapi atau kambing atau makanan laut (seafood). Saat selesai diolah, mie aceh biasanya akan diangkat ke atas piring untuk diberikan perasan jeruk nipis sehingga menambahkan rasa asam yang segar. Tidak lupa taburan irisan bawang goreng, acar bawang merah, emping melinjo dan irisan mentimun sebagai pelengkap sajian ini.
Ada beberapa jenis mie aceh, yaitu mie aceh kuah (direbus), mie aceh tumis (mie aceh basah) yang dimasak dengan sedikit kuah, dan mie aceh goreng yang dimasak kering tanpa kuah. Ketiganya sangat enak disantap saat masih hangat dan meski ada di berbagai kota di Tanah Air namun tentu tidak ada salahnya jika menikmati kuliner ini langsung di daerah asalnya.
Bagian terpenting dari mie aceh adalah bumbunya yang terdiri dari bumbu kari, cabai, bawang putih, kemiri yang dominan; kacang, tomat, dan sayuran. Melengkapinya berupa taoge dan kol, serta bahan lainnya yang dicampur air kaldu sapi. Olahan bumbu tersebut menghasilkan rasa gurih dan pedas yang khas.
Tidak ada yang tahu pasti asal usul makanan khas Aceh ini. Ada yang pendapat mie aceh merupakan pengaruh dari Tiongkok yang datang pada abad ke-13 Masehi, sedangkan kuah karinya merupakan pengaruh dari masakan India. Pendapat lain pun mengatakan variasi isi berupa daging sapi atau kambing pengaruh dari masakan Timur Tengah. Sedangkan makanan laut seperti udang, cumi, atau kepiting ada karena pengaruh letak geografis Aceh yang dikelilingi Selat Malaka, Laut Andaman, dan Samudera Hindia.
Dilihat dari asal usul yang beredar, tidak mengherankan makanan ini sangatlah kaya rasa. Sehingga kelezatan mie aceh sangat disukai bahkan dari perantau Aceh yang datang dari jauh. Dahulu mie aceh belum terlalu popular sampai ketika bencana Tsunami terjadi, mie aceh akhirnya dikenal luas karena kalangan pendatang khususnya relawan asing yang datang ke Aceh selepas tragedi Tsunami.
Anda dapat menemukan mie aceh di warung-warung makan yang dalam pengolahannya masih tradisional untuk menjaga cita rasa. Perbedaannya terletak pada olahan bahan dasar mie dan bumbunya. Dengan harga cukup terjangkau Rp15.000,- sampai dengan Rp18.000,- per porsi Anda sudah dapat menikmati sajian lezat mie letza ini. Selepas menikmati mie aceh, jangan lupa memesan segelas es timun serut untuk menjadi teman sepadan meredakan rasa pedas di lidah Anda.
Berikut daftar warung mie aceh yang bisa Anda kunjungi di Banda Aceh.
Warung Mie Razali di Jalan Panglima Polem Banda Aceh.
Warung ini hanya menjual mie aceh dari tahun 1963 dengan berbagai minuman jus dan minuman ringan lainnya. Mie Razali juga membuka cabang di Jalan Soekarno-Hatta, Lampeuneurut, Aceh Besar.
Warung Mie Lhoknga di Desa Lhok Nga, Aceh Besar.
Warung Mie Bireuen di Simpang Tujuh, Ulee Kareng, Banda Aceh.
Pusat jajanan Rex Peunayong di Jalan Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.
Pusat jajanan yang menjual berbagai macam makanan. Selain mie Aceh juga ada nasi goreng, kerang rebus, sate matang, martabak telur, dan aneka minuman.
Warung Mie Kajhu di Jalan Banda Aceh, Krueng Raya, Kajhu Aceh Besar.
Selain menjual mie Aceh, warung ini juga menjual rujak Aceh.
Masih ingatkah Anda catatan sejarah tentang sumbangan masyarakat Aceh untuk perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia? Saat itu masyarakat Aceh menyumbangkan emas kepada pemerintah RI untuk membeli pesawat tahun 1948. Sebagian emasnya masih dapat Anda lihat kini pada tugu Monas (Monumen Nasional). Hal ini bukan satu-satunya bukti kedermawanan rakyat Aceh. 200 tahun lebih sebelumnya, masyarakat Aceh telah mempraktekan salah satu ajaran Islam yaitu, ‘tangan di atas, lebih baik daripada tangan di bawah’.
Abad ke-17 Masehi (1672) dikabarkan Syarif Barakat penguasa Mekkah saat itu tengah berbenah diri membangun kota Mekkah terutama masjid-masjid yang memiliki nilai sejarah Islam. Syarif Barakat berupaya mencari sumbangan untuk pemeliharaan Masjidil Haram mengingat kondisi Arab pada saat itu kekurangan dana.
Masjid Al-Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekkah ternyata terkait dengan sumbangsih Kesultanan Aceh Darussalam yang tak banyak diketahui ceritanya. Ada banyak sekali harta wakaf dari rakyat Aceh berupa barang maupun tanah masih tersimpan di Arab Saudi.
Hingga kini, simbol rasa terima kasih diberikan penguasa Mekkah terhadap keluarga dari Kesultanan Aceh Darussalam dengan pemberian gelar Al Asyi di sana. Ada banyak sekali orang Arab keturunan Aceh mendapat kedudukan di Kerajaan Saudi Arabia. Salah satunya adalah Syech Abdul Ghani Asyi (alm) yaitu mantan Ketua Bulan Sabit Merah Timur Tengah, Dr jalal Asyi mantan Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi (alm), DR Ahmad Asyi mantan Wakil Menteri Haji dan Wakaf.
Tahun 1672 Syarif Barakat mengutus duta besarnya ke kerajaan Moghul di New Delhi untuk mengingatkan lagi tentang pentingnya sumbangan dari kerajaan-kerajaan yang digunakan untuk mempertahankan eksistensi Mekkah dan peradaban Islam lainnya. Namun, saat itu Raja Aurangzeb (1658 – 1707) dari Kerajaan Moghul belum mampu memenuhi permintaan Syarif Barakat. Rombongan duta besar dari Tanah Hijaz ini tersendat di Moghul selama 4 tahun dan bahkan tak belum sempat bertatap muka dengan Sang Raja.
Akan tetapi, dari sini duta Syarif Barakat disarankan untuk mengumpulkan dana pemeliharaan Tanah Hijaz, Mekkah dan Madinah, dengan melanjutkan rute kafilah ke ujung Pulau Sumatera, yaitu menuju Kesultanan Aceh Darussalam. Akhirnya kafilah ini pergi ke Aceh dan bertemu seorang ratu dengan gelar Sri Ratu Zakiatuddin Inayatsyah (1678 – 1688). Saat itu Ratu tersebut sedang mendapat perlawanan dari kaum Wujudiyah yang tidak ingin dipimpin oleh seorang perempuan.
Dengan kefasihannya dalam berbahasa Arab, Sri Ratu Zakiatuddin menerima utusan Syarif Barakat. Mereka dialog dengan bertabirkan kain. Sungguh senang rombongan tersebut dapat berjumpa langsung dengan penguasa Kesultanan Aceh Darussalam dimana tidak mereka dapatkan selama 4 tahun Kerajaan Moghul.
Setelah beberapa lama tinggal di Aceh, rombongan ini akhirnya mendapat dukungan penuh dari Sri Ratu Zakiatuddin. Mereka pulang ke Mekkah dengan membawa berbagai tanda mata sebagai simbol dukungan, yaitu: tiga kinthar emas murni, tiga rathal kamper (camphor), kayu cendana, dan juga binatang pencari kopi terbaik yaitu musang atau luwak (civet). Selain itu dibawa pula hadiah berupa tiga gulyun emas, yaitu alat penghisap tembakau, tiga lampu kaki dari emas (panyot dong) , lima lampu gantung dari emas untuk Masjidil Haram, dan lampu kaki serta kandil emas untuk disimpan di Masjid Nabawi.
Pada bulan September 1683, rombongan ini sampai kembali di tanah asal mereka, Mekkah. Sementara itu di Aceh selepas kepergian duta Arab terjadi pergantian kekuasaan dimana Sri Ratu Zakiatuddin yang meninggal dan digantikan oleh adiknya Sri Ratu Kamalatsyah yang bergelar Potroe Punti. Berikutnya Putroe Punti diganti suaminya yang merupakan anggota rombongan duta besar Arab yang berkunjung, yaitu Syarif Hasyim.
Sementara di Mekkah juga terjadi perdebatan mengenai cenderamata yang dibawa rombongan duta besar dari Aceh tersebut. Syarif Barakat ternyata telah meninggal dunia dan digantikan putranya, Syarif Said Barakat.
Barang hadiah dari Kesultanan Aceh Darussalam sempat disimpan lama di rumah Syarif Muhammad Al Harits. Berikutnya dibagikan kepada para Syarif yang berhak atas tiga perempat dari hadiah dan sedekah diberikan kepada kaum fakir miskin. Sisanya diserahkan kepada Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Peninggalan Aceh di Mekkah bukan hanya sumbangan emas dan barang hadiah lainnya tetapi harta wakaf yang masih wujud sampai saat ini yaitu tanah. Salah satunya adalah wakaf Habib Bugak Asyi di hadapan Hakim Mahkmah Syariyah Mekkah pada 18 Rabiul Akhir tahun 1224 H. Habib Bugak Asyi menyatakan keinginannya untuk mewakafkan sepetak tanah dengan sebuah rumah dua tingkat di atasnya dengan syarat untuk dijadikan tempat tinggal jemaah haji asal Aceh yang datang ke Mekkah.
Ada banyak tanah wakaf orang-orang Aceh di Mekkah yang saat itu menjadi tradisi sumbang menyumbang di Tanah Hijaz. Semua harta wakaf dari masyarakat Aceh masih tercatat rapi di Mahkamah Syariah Saudi Arabia. Berikut ini di antaranya: wakaf Syeikh Muhammad Saleh Asyi dan isterinya Syaikhah Asiah di Qassasyiah; wakaf Muhammad Saleh Asyi di Jumrah ula di Mina; rumah wakaf di kawasan Baladi di Jeddah; wakaf Sulaiman bin Abdullah Asyi di Suqullail (Pasar Seng), wakaf Muhammad Abid Asyi; wakaf Abdul Aziz bin Marzuki Asyi; wakaf Datuk Muhammad Abid Panyang Asyi di Mina; wakaf Aceh di jalan Suq Al Arab di Mina; rumah Wakaf di Taif; rumah Wakaf di kawasan Hayyi al-Hijrah Mekkah; rumah Wakaf di kawasan Hayyi Al-Raudhah; Mekkah; rumah Wakaf di kawasan Al Aziziyah, Mekkah; wakaf Aceh di Suqullail, Zugag Al Jabal, dikawasan Gazzah (belum diketahui pewakafnya); Abdurrahim bin Abdullah bin Muhammad Asyi di Syamiah dan Chadijah binti Muhammad bin Abdullah Asyi di Syamiah; rumah wakaf Syech Abdurrahim bin Jamaluddin Bawaris Asyi (Tgk Syik di Awe Geutah, Peusangan) di Syamiah Mekkah; Syech Abdussalam bin Jamaluddin Bawaris Asyi (Tgk di Meurah, Samalanga) di Syamiah.
75 % tanah di sekitar Mesjidil Haram adalah tanah wakaf apakah itu wakaf khusus atau wakaf umum. Sebagiannya adalah milik rakyat Aceh dengan tradisi wakaf di sana. Hal tersebut sekaligus membuktikan bagimana kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam yang pernah masuk dalam 5 besar negeri Islam di dunia bersama Turki, Morroko, Iran, dan Mughal India.
Kedermawanan Kesultanan Aceh Darussalam membuat para petinggi di Mekkah terpesona. Saat itu disebutkan bahwa Aceh merupakan bagian penting dari Mekkah hingga dipopulerkan sebutan ‘Aceh Serambi Mekkah’. Hal ini pulalah yang membuat nama Aceh selalu dihormati dan dipandang sebagai bagian dari peradaban dunia.
Meneguk nikmat dan harumnya secangkir kopi panas khas Aceh adalah suatu keharusan yang tidak boleh dilewatkan ketika Anda berkunjung ke sana. Kopi Aceh sangat spesial rasanya karena Anda tidak akan menemukan kopi senikmat ini di daerah manapun di Indonesia. Para barista di sini tidak pernah pergi ke pelatihan khusus untuk belajar cara menyajikan secangkir kopi yang tidak saja nikmat melain juga lebih harum dengan efek rasa yang begitu kuatnya. Anda harus mencobanya langsung di sana!
Minum kopi merupakan tradisi dan kebiasaan sehari-hari yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam kehidupan masyarakat Aceh. Aceh telah digenapi sebagai rumahnya kopi di Indonesia, coba tengok dari Takengon di Aceh Tengah telah dihiasi oleh perkebunan dan pabrik kopi, sementara dari Lamno di Aceh Barat menjadi produsen kopi terbaik di Indonesia. Dari Takengon dan Lamno yang menjadi hulu kopi kemudian di-hilirisasi ke meja di banyak kedai kopi di berbagai sudut Kota Banda Aceh.
Terkenal dengan biji kopi Arabikanya, Aceh memberikan kontribusi sebesar 40% dari produksi kopi Indonesia. Teknik membuat secangkir kopi di kedai kopi di Aceh tidak ada duanya. Cara penyajian kopi di Aceh diseduh melalui beberapa penyaringan sampai pada kekentalan yang diinginkan sehingga membuat kopi lebih harum, nikmat dan memiliki efek rasa yang kuat.
Saat ini di Aceh banyak warung kopi tersebar di Banda Aceh dan di kota lainnya, seperti Lhokseumawe dan Takengon. Bahkan banyak yang menyebut Aceh sebagai Negeri Seribu Warung Kopi. Kebiasaan minum kopi di Banda Aceh dan sekitarnya sudah mengakar di kalangan masyarakat sejak masa Kesultanan Aceh.
Warung kopi tradisional di Aceh membuat minuman kopi yang direbus lalu menggunakan saringan saat hendak disajikan. Fasilitasnya tak lebih dari meja dan kursi. Warung kopi tradisional digolongkan sebagai generasi pertama. Generasi kedua adalah warung kopi yang dikembangkan dengan waralaba. Generasi ketiga adalah warung kopi yang memberi fasilitas tak hanya minuman dan makanan, tetapi juga musik, televisi satelit, dan akses internet.
Di Banda Aceh banyak bertebaran warung kopi bahkan banyak yang menyebut Aceh sebagai Negeri Seribu Warung Kopi. Kebiasaan minum kopi di Banda Aceh dan sekitarnya sudah mengakar di masyarakat terutama dari fakta sejarah mengenai komunikasi yang intens antara Kesultanan Aceh dan Kesultanan Ottoman di Turki.
Warung kopi tradisional di Aceh awalnya adalah minuman kopi yang direbus lalu menggunakan saringan saat hendak disajikan. Fasilitasnya tak lebih dari meja dan kursi. Warung kopi tradisional digolongkan sebagai generasi pertama. Generasi kedua adalah warung kopi yang dikembangkan dengan waralaba. Generasi ketiga adalah warung kopi yang memberi fasilitas tak hanya minuman dan makanan, tetapi juga musik, televisi satelit, dan akses internet.
Berikut ini beberapa tempat untuk Anda mencicipi kenikmatan kopi Tanah Rencong yang telah banyak dikunjungi masyarakat Banda Aceh atau dari kota lain di Indonesia, bahkan juga dari luar negeri.
Dhapu Kupi di Simpang Surabaya, Banda Aceh tidak jauh dari Mesjid Baiturrahman dan Bandara Iskandar Muda. Pemandangan kota Banda Aceh yang semakin rapih dan cantik dari lantai atasnya sungguh spektakuler.
Warkop Solong di Ulee Kareng, Lampenurut, dan di beberapa tempat lainnya di Banda Aceh karena cabagnnya yang semakin menyebar. Warung Kopi ini memiliki konsumen yang menyukai kopi yang sedikit lebih kuat aromanya dari kopi biasa.
Ring Road Coffee di stasiun bus Banda Aceh yang paling meriah dari semua yang ada karena di sini para pemuda sering duduk minum kopi sambil melihat pertandingan sepak bola.
Tower Kopi di depan Taman Sari Banda Aceh dan hanya 100 meter dari Mesjid Baiturrahman adalah tempat berkumpulnya masyarakat kota untuk duduk di luar ruang dan menghadap meja dengan kehangatan kopi kuat Aceh yang harum.
Coffee Bay yang terletak di Ule Lheue kea rah pelabuhan sangat populer bagi para pelancong yang menginginkan rasa kopi Aceh sebelum menyebrang ke Pulau Weh.
Sejak abad pertama Masehi, kepulauan Banda telah menjadi produsen tunggal rempah-rempah terutama pala dan fuli. Kepulauan ini ramai dikunjungi kapal dagang dari Tiongkok, India, dan Arab. Rempah-rempah sangat berharga dan dijual dengan keuntungan yang sangat besar di pasar dunia kala itu. Warga Kepulauan Banda begitu bertumpu pada rempah-rempah hingga kestabilan perniagaan di jantung Nusantara itu akhirnya terkoyak setelah datangnya pedagang Inggris dan Belanda yang begitu rakus ingin memonopolinya.
Meskipun memiliki reputasi besar, Pulau Banda nyatanya hanya sekumpulan pulau kecil yang terdiri dari tiga pulau besar dan tujuh pulau kecil. Kepulauan tersebut bertengger di tepi jurang bawah laut terdalam Indonesia yaitu Laut Banda. Perairan di sini dapat mencapai kedalaman lebih dari 6.500 meter yang mana hingga sekarang masih menyimpan banyak misteri.
Dua pulau terbesar yaitu Banda Besar dan Naira, ditumbuhi banyak pohon pala. Pulau ketiga, yaitu Gunung Api atau ‘puncak api’ merupakan gunung api aktif. Di perairan sekitar pulau-pulau ini Anda akan menemukan beberapa taman bawah laut paling spektakuler. Anda dapat menikmati keindahan karang dan ikan berwarna-warni, berenang di air sebening kristal, menyelam, snorkeling, atau bahkan sekadar tamasya saja sudah cukup memuaskan hasrat berwisata bahari Anda.
Terletak 132 km tenggara Ambon, kepulauan ini merupakan daerah terpencil namun sangat indah. Dengan terumbu karang berwarna warni, perairan laut hangat, dan kehidupan laut yang eksotis. Banda adalah surga bagi para penyelam dari seluruh dunia untuk menjelajahi sebuah tempat menyelam yang paling terpencil dan sangat alami di dunia.
Saat ini, Banda telah menyihir para penyelam, pelaut, dan kapal pesiar dari seluruh dunia dengan keindahan alamnya. Baik di atas maupun di bawah laut, keindahan Banda dapat disejajarkan dengan keindahan Raja Ampat di Papua, sebuah surga wisata bahari lain di Indonesia Timur.
Kepulauan Banda merupakan salah satu tujuan wisata Indonesia yang paling populer bagi para penyelam. Baik penyelam ahli maupun pemula. Semua dapat menyelam dari laguna dangkal di antara Bandaneira dan Gunung Api hingga ke dinding vertikal di Pulau Hatta.
Scuba diving bukan hal baru di sini dimana penyelam yang sudah ahli tidak harus bekerja keras untuk menemukan keindahannya. Bawah laut sekitar Ambon dan pulau terdekat Saparua memiliki beberapa tempat menyelam dengan reputasi mendunia. Ketika Anda jelajahi permukaan bawah laut maka Anda akan melihat segalanya mulai dari hiu, kura-kura besar, ikan napoleon wrasse, ikan kerapu raksasa, tuna, sinar mobula, cepluk redtooth, berbagai spesies ikan paus, lumba-lumba pemintal, dan kerabat dekat lobster besar, hingga ikan karang yang jinak atau ikan endemik lepu ambon.
Datanglah ke Pulau Banda dan kunjungi rahasia yang tersimpan di Indonesia Timur ini. Meski penerbangan ke sini tidaklah sering namun penantian Anda akan terbayar dengan keindahan surga tropis yang ideal ini. Kemanapun Anda pergi berkeliling di sini, maka akan menemukan pemandangan tropis yang menakjubkan, sejarah yang luar biasa, penduduk yang ramah, dan beragam terumbu karang yang masih alami.
Menyelam adalah daya tarik utama di sini. Dikelilingi oleh air sebening kristal dan kehidupan laut yang eksotis, Kepulauan Banda merupakan tempat yang ideal untuk berwisata bahari. Gerombolan ikan berwarna-warni dan makhluk laut lainnya hidup di perairan ini yang bahkan penyelam paling berpengalaman akan terkagum-kagum. Kepulauan ini memiliki lebih dari 25 situs menyelam, karena itulah Anda tidak akan merasa bosan. Beberapa tempat yang paling populer adalah Pulau Ai sebuah tempat yang sangat indah namun Anda patut berhati-hati dengan permukaan lautnya yang kasar, ada juga Batu Kapal, Hatta Reef (Karang Hatta), Pulau Keraka, dan Nusa Laut.
Berlayar adalah kegiatan tepat bagi Anda yang ingin menaklukkan batas laut. Sail Banda merupakan salah satu kegiatan paling menarik karena ratusan wisatawan datang ke perairan ini. Sail Banda [sailbanda.com]adalah acara yang pasti tidak ingin Anda lewatkan. Acara ini menarik minat para pelaut paling berani dari seluruh dunia yang akan datang ke Banda untuk menaklukkan kondisi lingkungan yang menantang dan berangin.
Bandaneira adalah kota sepi yang menawan dengan pohon berbaris di tepi jalan. Di sini Anda dapat berjalan-jalan dan melihat sisa-sisa reruntuhan dari masa kolonial. Benteng yang direnovasi yaitu Belgica Fort adalah sebuah benteng dari abad ke 17. Anda bisa masuk ke dalam dan merasakan kembali ke periode ketika perdagangan rempah-rempah mendominasi pulau ini. Jika Anda bersabar untuk menunggu pencahayaan terbaik maka Anda akan dapat menangkap objek fotografi yang memuaskan.
Dapatkan juga pemandangan menakjubkan saat matahari terbit di Pulau Gunung dengan sebelumnya mendaki puncak Gunung Api. Pendakian selama 90 menit ini merupakan kegiatan yang menantang dan tersedia pemandu untuk Anda.
Bersantai sambil berenang di pantai selatan Banda Besar atau di pulau Nailaka yang kecil. Salurkan naluri petualang Anda dengan hikingdengan mengunjungi berbagai tempat seperti desa tradisional dan hutan pala berumur empat abad. Ada banyak tempat lain untuk Anda lihat dan jelajahi di pulau yang seolah terahasiakan ini.
Berikut ini tempat-tempat menyelam terbesar di kepulauan Banda.
Sonegat: merupakan tempat terdekat untuk menyelam, hanya lima menit dengan perahu dari hotel sekitar. Letaknya di lengah Laut Sonegat antara Banda Neira dan Gunung Api. Cobalah Anda turun menyelam di antara dinding curam dan memanjang 25 meter di gunung yang berbatu. Ada banyak ikan tuna berukuran besar di sini, juga beberapa ikan Girdled birudan ikanangelfish.
Pulau Keraka:Pulau Keraka atau Pulau Kepiting hanya berjarak beberapa menit dari pintu masuk utara Neira-Gunung Api. Hamparan pasir di pesisir utara pantai sangat cocok untuk piknik. Di pantai selatan, 18 meter ke bawah, Anda akan menemukan dinding kecil ditutupi ratusan tunicatesbesar yang berwarna biru dan kuning. Di timur pantai, ada bermacam-macam ikan karang dan barracuda sepanjang setengah meter.
Pulau Sjahrir Batu Kapal: dulunya dikenal sebagai pulau Pisang dan Batu Kapal, berjarak 20 menit dengan perahu dari Bandaneira. Kedua tempat ini merupakan kombinasi yang baik untuk menyelam di pagi hari, piknik di pantai, atau menyelam sore hari.
Pulau Lontar: berada di tepi luar Pulau Lontar merupakan bagian dari tepi kaldera cekung yang menawarkan Anda beberapa situs menyelam yang menakjubkan.
Batu Belanda:Di tempat ini, Anda akan menemukan banyak barel, tabung busa, gua-gua kecil, dan celah batu. Ikan di sini bervariasi, termasuk snappers, ikan kaisar besar dan ikan Girdled angelfish biru, keling, ikanbersirip besar, dan ikan bannerfish.
Pulau Ai: Bersama dengan Pulau Hatta, pulau ini menawarkan tempat terbaik di Banda untuk menyelam. Pantai utara dan barat daya Ai dikelilingi tembok karang yang sempurna, penuh dengan gua-gua dan, merupakan habitat dari ikan harborsfish.
Pulau Hatta: berjarak sekitar 25 km dari laut dari Banda Neira. Atol Skaru, merupakan sebuah karang yang hampir tenggelam beberapa ratus meter dari titik selatan pulau Hatta. Di antara koral-koral Anda dapat menyaksikan berlalunya gerombolan ikan Unicornfish, Fusiliers, ikan jackdan rainbow runners, whitetip sharksyang berukuran hampir 2 meter, napoleon wrasse, dogtoothedtuna, dan kura-kura sisik.
Akomodasi
Tinggal di kapal laut adalah cara yang ideal untuk menjelajahi Banda. Anda juga dapat memilih tinggal di kapal pesiar selama 7-14 hari. Tinggal di kapal lebih murah dan tidak memakan waktu, terutama jika Anda ingin menjelajahi tempat menyelam sebanyak mungkin. Periksa ke agen perjalanan untuk mendapatkan paket terbaik.
Tidak terlalu banyak hotel di sekitar Kepulauan Banda. Hotel terbesar terletak tepat di bibir pantai yang berpasir putih. Anda dapat tinggal di hotel kecil atau penginapan dengan harga terjangkau sekaligus pelayanan terbaik. Ini juga merupakan alasan yang tepat untuk Anda tinggal lebih lama di Banda.
Hotel Maulana merupakan hotel termewah di Kepulauan Banda. Putri Diana, Mick Jagger, dan Jacques Cousteau pernah mengginap di hotel ini kamar nomor 40. Tersedia jugakamar mandi en-suite yang menghadap pabrik mutiara. Silahkan hubungi +62 911 210 24.
Mutiara Guesthouse memiliki kamar ber-AC dengan halaman yang luas untuk Anda bersantai.Harganya mulai sekitar Rp 70.000 hingga Rp 125.000. Silahkan hubungi +62 813 303 4337 7
Vita Guesthouse merupakan tempat tepat bila Anda mengharapkan informasi rinci tentang tujuan wisata khusus di Banda. Wisma ini memiliki dermaga pribadi yang menghadap Gunung Api. Anda dapat menyewa perahu dan alat menyelam. Silahkan hubungi +62 819 450 9011 0.
Kuliner
Makanan laut segar yang didatangkan langsung dari laut adalah menu terbaik di Banda. Pegawai penginapan akan menyajikan makanan seafood bagi Anda. Cicipilah ikan panggang khas Banda. Selain itu ada juga beberapa restoran kecil yang menyajikan beragam makanan Indonesia.
Selama Anda berada di pulau rempah-rempah ini, jangan lewatkan untuk mencoba selai buah pala. Pala juga tersedia dalam bentuk makanan yang diawetkan berupa manisan pala dan irisan buah yang dikeringkan. Hidangan lokal lainnya termasuk terung isi dengan pasta almond dan ikan saus buah pala. Jika Anda bepergian bulan Desember cobalah buah angur yang terlihat seperti buah zaitun tetapi rasanya manis. Banyak penginapan menyediakan menu makanan lengkap atau makan malam yang diatur.
Anda dapat berbelanja cendera mata lokal di sini, makanan tradisional, atau makanan ringan. Hampir sebagian besar makanan di Banda merupakan makanan tradisional. Di sini tersedia cendera mata lokal yang terbuat dari sisa makanan laut. Cendera mata tersebut bisa sangat menarikmeski berukuran besar. Mutiara dari Banda adalah souvenir yang indah untuk Anda bawa pulang.
Di Bandaneira, kebanyakan orang berkeliling untuk berwisata dengan berjalan kaki. Atau dengan ojek dan becak untuk perjalanan yang sedikit lebih jauh.
Untuk menyebrang dari satu pulau ke pulau lain Anda perlu menyewa perahu. Harganya dapat bervariasi tergantung jarak tetapi biasanya berkisar antara Rp120.000,00 hingga Rp500.000,00.
Transportasi
Cara termudah untuk pergi ke Banda adalah mengawalinya ke Ambon. Ambon adalah ibu kota Pulau Ambon, terletak 132 km sebelah utara Banda. Untuk mencapai Ambon Anda bisa terbang secara langsung dari Denpasar-Bali yang transit di Ujung Pandang.
Garuda Indonesia terbang dari Jakarta yang transit di bandara Hasanuddin-Makassar, atau Denpasar-Bali yang transit di Makassar lalu ke Bandara Pattimura di Ambon (AMQ).
Penerbangan lainnya adalah dari Langur-Maluku Tengah (LUV), Juanda-Surabaya (SUB), dan Jeffman-Sorong, Papua (SOQ).
Dari Ambon, Anda bisa menuju Kepulauan Banda dengan pesawat kecil carteran atau menggunakan Merpati Airlines yang terbang ke Banda Neira. Tidak tersedia penerbangan pulang-pergi. Penerbangan kembali harus melalui Banda Neira. Penerbangan beroperasi seminggu sekali atau setiap dua minggu. Oleh karena itu, tempat ini merupakan objek wisata indah yang sunyi namun sangat ideal.
Alternatif lain Anda dapat menyeberangi Laut Banda dengan feri. Pelni menyediakan kapal feri dua kali seminggu dengan kapal KM Ciremai dari Ambon ke Bandaneira. Pastikan Anda dua kali memeriksa jadwal untuk perubahan yang tak terduga.
Tips
Diving dimungkinkan sepanjang tahun tetapi selama musim hujan (Juli- September), Anda dibatasi untuk memilih tempat menyelam.Informasi lebih lanjut tersedia di situs web resmi pemerintah daerah Maluku (www.malukuprov.go.id) Telepon 62 911 352 62 180 atau 611 911341.
Kantor Informasi Wisatawan Jl. Raya Pattimura 1, Ambon Telepon 62 911 5247 1 atau 62 911 9712 6
• Tidak ada ATM di sekitar Kepulauan Banda termasuk di Bandaneira jadi siapkan uang tunai sebelum mengunjungi pulau ini. Sangat disarankan untuk menyimpan uang Anda di tempat yang aman, terutama saat berada di sekitar pelabuhan.
• Telekomunikasi terbatas untuk providerTelkomsel dan XL. Anda dapat mengisi pulsa di Bandaneira. Kedalaman satu tempat menyelam berkisar antara 5 meter hingga lebih dari 40 meter dengan suhu 26-29 derajat Celcius jadi pastikan Anda memiliki kondisi tubuh yang fit.
• Penyelam pemula dianjurkan lebih berhati-hati untuk keselamatan karena arus laut bisa kuat di beberapa tempat.
• Diving biasanya nyaman dengan jarak pandang sekitar 15-30 meter dalam kondisi air yang tenang, namun beberapa tempat menyelam hanya cocok untuk penyelam yang berpengalaman. Jadi penting untuk meminta saran pembimbingan menyelam Anda.
• Cobalah untuk menyewa peralatan menyelam dan snorkelingdari perusahaan ternama untuk jaminan keamanan. Tanggung jawab untuk memeriksa peralatan tetap ada pada Anda. Bawalah baju renang dan pakaian lebih banyak.