Home Blog Page 19

Inilah Pemenang Anugerah Pesona Indonesia 2019

Provinsi Jambi meraih predikat juara umum sementara Mangroove Forest Park, Kota Langsa, Aceh, sebagai juara favorit dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019.

Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Multikultural, Guntur Sakti, dalam acara puncak penghargaan API 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenparekraf, Jumat (22/11), mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan.

“Penghargaan ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan pariwisata di masing-masing daerah,” kata Guntur Sakti.

Guntur mengatakan, proses penilaian dalam penghargaan API 2019 dilakukan melalui voting secara online. Sehingga diharapkan jangan sampai terjadi distorsi terlalu jauh antara popularitas di media sosial dengan kenyataan di lapangan.

“Untuk menjaga agar jangan sampai terjadi distorsi terlalu jauh harus dilakukukan pengawasan langsung oleh masing-masing dinas pariwisata,” kata Guntur Sakti.

API 2019 merupakan gelaran ajang pariwisata populer Indonesia yang diadakan setiap tahun oleh PT Ayo Jalan Jalan dan mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Ketua Panitia API 2019 Muhammad Syafaat mengatakan, penyelenggaan API setiap tahunnya diharapkan dapat mendorong peran serta berbagai pihak, terutama pemerintah daerah (Pemda) untuk lebih berupaya dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing.

“Melalui ajang API kami ingin mengangkat dan mempopulerkan seluruh potensi pariwisata Indonesia dari perkotaan hingga yang ada di pelosok desa,” kata Muhammad Syafaat.

Ajang API juga sebagai sarana untuk mempromosikan obyek dan tujuan wisata terpopuler yang ada Indonesia antara lain destinasi wisata budaya, alam, wisata buatan, wisata halal, wisata sejarah, kuliner, hingga hingga atraksi petualangan, festival pariwisata, belanja, seni & kreativitas, dan promosi digital.

Berikut daftar peraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019:

1. MAKANAN TRADISIONAL TERPOPULER (Most Popular Traditional Dishes)

Juara I : Pelleng – Kabupaten Pakpak Bharat

Juara II : Kue Talam Durian – Kota Pekanbaru

Juara III : Gulai Itam – Kabupaten Tebo

2. MINUMAN TRADISIONAL TERPOPULER (Most Popular Traditional Drink)

Juara I : Sirup Pedada – Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Juara II : Kawa Daun – Kabupaten Tanah Datar

Juara III : Sirup Aren – Kabupaten Lebak

3. PROMOSI PARIWISATA DIGITAL TERPOPULER (Most Popular Digital Tourism Promotion)

Juara I : palembang-tourism.com – Kota Palembang

Juara II : IG@jambi_tourism – Provinsi Jambi

Juara III : Aplikasi Malang Menyapa – Kota Malang

4. WISATA HALAL TERPOPULER (Most Popular Halal Tourism)

Juara I : Masjid Al Islam Muh. Cheng Ho – Kota Palembang

Juara II : Masjid Terapung Usman Al Khoir – Kabupaten Kayong Utara

Juara III : Pulau Penyengat – Kota Tanjungpinang

5. DESTINASI BELANJA TERPOPULER (Most Popular Shopping Destination)

Juara I : Pasar Induk Kebun Sayur – Kota Balikpapan

Juara II : Pasar Hamadi – Kota Jayapura

Juara III : Kampung Boneka Cikampek – Kabupaten Karawang

6. CENDERA MATA TERPOPULER (Most Popular Souvenir)

Juara I : Industri Kuningan Juwana – Kabupaten Pati

Juara II : Songket Unggan – Kabupaten Sijunjung

Juara III : Sebelik Sumpah – Kabupaten Sarolangun

7. WISATA OLAHRAGA & PETUALANGAN TERPOPULER (Most Popular Sport & Adventure Tourism)

Juara I : Panjat Tebing Gunung Mendelem – Kabupaten Pemalang

Juara II : Lari Tual Sagu – Kabupaten Kepulauan Meranti

Juara III : Parangtritis Sandboarding – Kabupaten Bantul

8. WISATA AIR TERPOPULER (Most Popular Water Tourism)

Juara I : Cikadongdong River Tubing – Kabupaten Majalengka

Juara II : Cave Tubing Kalisuci – Kabupaten Gunung Kidul

Juara III : Sekonyer River Houseboat – Kabupaten Kotawaringin Barat

9. EKOWISATA TERPOPULER (Most Popular Ecotourism)

Juara I : Mangroove Forest Park – Kota Langsa

Juara II : Pulau Lusi – Kabupaten Sidoarjo

Juara III : Kampung Flory – Kabupaten Sleman

10. DATARAN TINGGI TERPOPULER (Most Popular Highland)

Juara I : Suligi Hill – Kabupaten Rokan Hulu

Juara II : Kawasan Wisata Baturraden – Kabupaten Banyumas

Juara III : Gunung Kerbau – Kabupaten Maluku Barat Daya

11. ATRAKSI BUDAYA TERPOPULER (Most Popular Cultural Attraction)

Juara I : Tari Rentak Kudo – Kota Sungai Penuh

Juara II : Dayung Belang – Kabupaten Maluku Tenggara

Juara III : Sampan Lemper – Kabupaten Indragiri Hilir

12. SITUS SEJARAH TERPOPULER (Most Popular Historical Site)

Juara I : Istana Raja Sisingamangaraja – Kabupaten Humbang Hasundutan

Juara II : Candi Plaosan – Kabupaten Klaten

Juara III : Rumah Bung Karno – Kabupaten Bangka Barat

13. KAMPUNG ADAT TERPOPULER (Most Popular Traditional Village)

Juara I : Jagoi Babang – Kabupaten Bengkayang

Juara II : Padang Ranah-Tanah Bato – Kabupaten Sijunjung

Juara III : Kampung Mancong – Kabupaten Kutai Barat

14. FESTIVAL PARIWISATA TERPOPULER (Most Popular Tourism Festival)

Juara I : Festival Karang Lintang – Kabupaten Bangka

Juara II : Festival Tapa Malenggang – Kabupaten Batanghari

Juara III : Malang Flower Carnival – Kota Malang

15. DESTINASI KREATIF TERPOPULER (Most Popular Creative Destination)

Juara I : Rumah Alam Adventure – Kota Menado

Juara II : Pantai Tongaci – Kabupaten Bangka

Juara III : Pasar Van Der Capellen – Kabupaten Tanah Datar

16. DESTINASI UNIK TERPOPULER (Most Popular Unique Destination)

Juara I : Kilometer Nol Indonesia – Kota Sabang

Juara II : Gua Mabala – Kabupaten Sabu Raijua

Juara III : Danau Kaolin – Kabupaten Bangka Tengah

17. DESTINASI BARU TERPOPULER (Most Popular New Destination)

Juara I : Pule Payung – Kabupaten Kulon Progo

Juara II : Danau Love – Kabupaten Jayapura

Juara III : Tepian Bandar Sungai Jantan – Kabupaten Siak

18. SURGA TERSEMBUNYI TERPOPULER (Most Popular Hidden Paradise)

Juara I : Tansaran Bidin – Kabupaten Bener Meriah

Juara II : Pulau Mursala – Kabupaten Tapanuli Tengah

Juara III : Gulamo – Kabupaten Kampar

19. Pemenang Juara Favorit API 2019: Mangrove Forest Park dari Langsa

20. Pemenang Juara Umum API 2019: Provinsi Jambi

Kapal Pesiar Aqua Blu Hadir di Taman Nasional Komodo

Wisatawan yang ingin berlibur di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo menggunakan kapal pesiar, memiliki pilihan baru. Sebab, Selasa 19 November 2019, kapal pesiar Aqua Blu resmi diluncurkan di Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aqua Blu menjadi kapal eksplorasi Indonesia pertama dengan lambung baja yang menawarkan wisata bahari di Labuan Bajo.

“Kehadiran Aqua Blu memberikan pilihan baru untuk aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo dan Flores. Nantinya perjalanan wisata bahari ini akan dikombinasikan dengan beragam atraksi di daratan. Hal itu akan menjaga pariwisata berkelanjutan, khususnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” ungkap Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina.

Aqua Blu akan dioperasikan oleh 25 kru lokal. Mereka sudah mendapatkan pelatihan khusus sesuai standard keselamatan dan keramahan. Aqua Blu juga sudaj menyiapkan rute menarik, yaitu Bali, Labuan Bajo, Maumere, Banda Neira, Ambon, Sorong, dan Waisai.

Kehadiran Aqua Blu dipercaya bisa menghidupkan perekonomian pada tiap destinasi yang disinggahi. Aliran ekonomi diberikan melalui beragam pembiayaan pelabuhan dan permintaan jasa lainnya. Untuk pemintaan jasa diantaranya, penyimpanan, persediaan makanan, transportasi lokal, dan penyediaan lain.

Shana menambahkan, kehadiran Aqua Blu membuat industri berdenyut cepat dan merata.

“Industri pariwisata di lintasan Aqua Blu akan berdenyut cepat. Ada value ekonomi besar yang bisa dinikmati langsung masyarakat. Sebarannya juga merata di banyak destinasi yang disinggahi Aqua Blu. Sebab, Aqua Blu membuat perjalanan melalui laut semakin kompetitif,” lanjut Shana.

Aqua Blu dikonsep sebagai Luxurious Yacht. Kapal mewah ini dilengkapi dengan sun deck, lounge dan bar, jacuzzi, hingga fasilitas spa. Aktivitas wisata airnya juga lengkap. Ada perlengkapan penyelaman, snorkling, kayak, juga stand-up paddleboards.

“Fasilitas yang dimiliki Aqua Blu sangat lengkap. Semuanya serba yang terbaik. Bagaimanapun, Aqua Blu ini dikonsep oleh pakar perancang yacht terkemuka. Story kapal ini sendiri sebenarnya sangat unik, apalagi konsepnya sekarang,” jelas Shana lagi.

Konseptor Aqua Blu adalah Perancang Yacht Dunia Cor D Rover. Aqua Blu sendiri sejatinya eks kapal perang Inggris HMS Beagle. Di tangan Rover dan tim, karakter penjelajah HMS Beagle diubah menjadi Ocean-Sea Expedition Yacht pada 2006. Kapal ini lalu didesain ulang pada 2019 hingga menjadi Aqua Blu.

“Kami menyambut gembira kehadiran Aqua Blu. Kapal ini menaikan pergerakan wisatawan di Labuan Bajo dan destinasi lainnya. Kami yakin, pergerakan wisatawan pada poros lintas Aqua Blu akan terus naik. Apalagi, pergerakan wisatawan di Labuan Bajo positif pada 3 tahun terakhir,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani.

Pergerakan wisatawan di Labuan Bajo dalam 3 tahun terakhir terkoreksi naik. Mengacu data Disparbud Manggarai Barat, pergerakan wisman sepanjang 2018 berjumlah 80.683 orang. Jumlah tersebut pun naik 17,45% dari tahun sebelumnya. Arus wisman pada 2017 sendiri berjumlah 66.601 orang. Angka tersebut naik 18,42% dari 2016. Sepanjang 2016, pergerakan wismannya sekitar 54.335 nama.

“Wisatawan di destinasi Labuan Bajo akan semakin positif di masa depan. Aqua Blu akan memberikan pengaruh besar dalam memobilisasi wisatawan. Lalu, bagi wisatawan yang ingin menikmati experience wisata bahari dan darat sekaligus silahkan bergabung bersama Aqua Blu. Segera pesan tiketnya. Harganya ditawarkan kompetitif,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.

Pemerintah Kembangkan Wisata Kesehatan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepakat mengembangkan wisata kesehatan sebagai salah satu segmen pariwisata yang potensial mendatangkan wisatawan berkualitas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (19/11/2019) menjelaskan, saat ini tujuan orang berwisata beragam. Dan kunci untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia adalah keunikan yang ditawarkan itu sendiri.

“Tujuan orang _traveling_ saat ini beragam, salah satunya adalah wisata kesehatan dan kebugaran. Pemikiran semacam ini harus kita kembangkan, misalnya dengan menawarkan treatment tradisional yang kita kemas dengan baik. Dan yang paling penting adalah _uniqueness_. Sehingga tidak bisa dirasakan di tempat lain,” kata Menparekraf Wishnutama.

Ia juga menjelaskan, kerja sama antara dua Kementerian ini merupakan tindak lanjut dan menjadi sasaran prioritas dalam program kerja Kabinet Indonesia Maju pada periode 2019-2024. Sebelumnya telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2018 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan.

“Oleh karena itu tindak lanjut dan kerja sama mengenai Wellness Tourism, baik untuk pencegahan serta perbaikan bisa kita kembangkan untuk meningkatkan kualitas wisatawan. Sehingga mempunyai pengalaman yang nantinya bisa diceritakan kemana-mana. Baik pengalaman positif atau negatif,” katanya.

Peluncuruan Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran ini merupakan upaya perubahan konsep dan strategi pariwisata Indonesia ke depan dari pariwisata berbasis kuantitas menuju pariwisata berdasarkan kualitas.

“Sehingga hal itulah yang benar-benar membawa devisa ke negeri ini. Dan memberi dampak yang lebih bagi negara, wisatawan juga akan lebih _care_ untuk menjaga alam budaya di tempat yang mereka datangi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan kerja sama dua kementerian ini harus menghasilkan inovasi yang bisa diterima wisatawan, baik mancanegara atau nusantara. Dirinya juga meyakini, kerja sama ini menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.

Konsep pengembangan wisata ini, kata Terawan terbagi dalam empat klaster. Yang pertama yaitu wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan klaster keempat, wisata ilmiah kesehatan.

Ia juga menjelaskan yang bisa dilakukan terkait konsep pariwisata kesehatan di Indonesia yakni pertama harus ada inovasi di wisata kesehatan yakni paket-paket yang ditawarkan berbeda dengan negara lain. Kedua, pemerintah harus memikirkan cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia agar tidak lagi berwisata kesehatan ke luar negeri.

“Bagaimana caranya kita merebut kepercayaan orang Indonesia agar jangan berobat ke luar negeri. Kita harus menawarkan paket yang bertanggung jawab, rasional, dan berinovasi,” kata Terawan.

Cara ketiga yang juga dipercaya Menkes bisa menarik wisatawan adalah membuat paket wisata yang bisa dinikmati berhari-hari. Dan keempat adalah mempermudah pembayaran sistem paket wisata kesehatan.

“Intinya dalam paket wisata kesehatan ini harus mengacu pada kemajuan teknologi, jadi jangan ada masalah di bidang pembayaran,” ujarnya.

Festival Taliwang 2019 di Sumbawa Barat

Sumbawa Barat memperkenalkan kekayaan budaya yang dimilikinya melalui Festival Taliwang 2019, 13-24 November 2019, festival berisi kuliner, live music, lomba, parade budaya, sarasehan, hingga tarian. Festival Taliwang 2019 diawali dengan beragam kegiatan. Ada Bazar Kuliner Etnis Ontar Telu yang digelar 13-19 November 2019, lalu Lomba Fotografi dengan durasi 13-20 November. Pada waktu bersamaan ada juga Parade Lomba Budaya untuk kalangan pelajar. Kontennya berupa pentas atau Lomba Seni Budaya.

Kepala Disbudpar Sumbawa Barat IGB Sumbawanto mengungkapkan, festival kental dengan budaya. Sajian kuliner tersebut ada dalam Kuliner Etnis Ontar Telu. Makanan yang dihadirkan antara lain Gecok, Ayam Bakar Taliwang, Sepat, Singang dan Uta Palamara, Mangge Mada, dan Bubur Palopo. Ada juga Tumi Sepi, Rusa Bakar, hingga Uta Londe Puru.

“Festival Taliwang 2019 memang sangat kental dengan kegiatan budaya. Semua kekayaan budaya yang ada di Sumbawa Barat ditampilkan di sini. Festival juga menyajikan kuliner khas Sumbawa Barat,” ungkap Sumbawanto.

“Sejauh ini respons wisatawan baik. Mereka antusias dengan beragam acara yang kami sajikan. Kami pun optimistis, pergerakan wsiatawan akan semakin positif beberapa hari ke depan. Sebab, kami masih memiliki banyak konten unik dan menarik,” kata Sumbawanto lagi.

Festival Taliwang 2019 akan menggelar Pawai Teknologi Budaya, Senin (18/11). Sehari berikutnya ada Sarasehan Budaya Berampok Ano Rawi. Event lainnya adalah Konser Musik Garap Baru, Tarian Benteng Berinas, Tarian Barapan Kebo, dan Barapan Kebo. Ada juga Iring Kebo Lumpur Seni, Tarian Kolong, dan Sakeco di Atas Kerbau.

Untuk Konser Musik Garap Baru menjadi perpaduan unsuk musik etnik di Sumbawa Barat. Aransemen musiknya unik, menjadi elaborasi unsur bunyi, tempo, dan vokal. Alat musik yang dimainkan terdiri dari Sakeco, Serunai, Kendang Bambu, Pelantunan Tembang, hingga Rampak Gong Gendang.

Tariannya unik melalui gerakan ‘Pembawa Kolong’. Tari Pembawa Kolong ini akan dibawakan 50 penari wanita. Filosofi pesan yang disampaikannya, konsep konservasi air sebagai sumber kehidupan. Yang unik, tarian ini akan dibawakan di panggung lumpur.

“Festival Taliwang 2019 menjadi konten yang menarik. Konser musiknya digarap secara etnik. Mereka menampilkan beragam tarian dengan lumpur sebagai panggungnya. Dengan komposisi unik yang ditawarkan, wajar bila festival ini masuk CoE 2020,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani.

Festival Taliwang juga menggelar Barapan Kebo, Minggu (24/11). Barapan Kebo ini jadi tradisi turun menurun di Sumbawa. Mereka bahkan memiliki event reguler Saka Buffalo Race Series World Championship. Barapan Kebo didasarkan kepada kecepatan hingga akurasi demi point maksimal. Untuk akurasi, parameternya adalah Karing di antara 2 kerbau yang menambrak Saka.

Bila Karing bisa menabrak Saka secara akurat, maka point yang diraih 100. Untuk tim tercepat mendapat angka 160. Dan secara khusus, Saka menjadi konseptual hubungan vertikal manusia. Sebab, para joki dituntut untuk membuat alur laju kerbau lurus hingga menabrak Saka. Lebih lanjut, Barapan Kebo pun kental dengan nuansa mistis.

Untuk menancapkan Saka, bahkan diperlukan ritual khusus. Ritualnya adalah Pasuk Sakaocu. Yang menancapkan Saka pun harus seorang Sandro. Dia adalah seorang ahli spiritual dengan kemampuan metafisika lebih. Melalui doanya, Sandro harus melindungi seluruh peserta dari potensi negatif yang merugikan. Sebab, ilmu hitam konon masih kental dalam setiap gelaran perlombaan ini.

“Ada banyak ornamen khas yang unik di Festival Taliwang 2019. Nuansa budayanya otentik sekali dan ini jadi identitas di sana. Meski konsepnya menarik di tahun ini, kami harap ada pembaruan kemasan di tahun depan. Mereka harus menampilkan kualitasnya secara menyeluruh karena sudah berstatus CoE 2020,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.

Citilink Buka Dua Rute Baru: Kuala Lumpur- Denpasar dan Perth-Denpasar

Pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia dan Australia akan meningkat menyusul dibukanya penerbangan langsung maskapai Citilink rute Kuala Lumpur- Denpasar dan Perth-Denpasar (vv).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani, Minggu (10/11/2019) mengatakan, Malaysia dan Australia merupakan dua pasar utama penyumbang wisman ke Indonesia sehingga dibukanya penerbangan langsung maskapai Citilink rute Kuala Lumpur-Denpasar (vv) dan Perth-Denpasar (vv) akan memberi kontribusi positif dalam kunjungan wisatawan mancanegara.

“Dengan kehadiran Citilink, pasar wisman di Denpasar akan tumbuh bagus pada semua lini. Destinasi Bali akan semakin menjadi favorit wisatawan,” kata Rizki Handayani.

Penerbangan perdana rute baru ini dilakukan pada Jumat (8/11) di Denpasar, Bali. Penyambutan penerbangan Kuala Lumpur-Denpasar dihadiri Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenparekraf Fahmizal. Hadir juga Country Manager Garuda di Malaysia Fredrik Kaisiepo dan Branch Manager Citilink di Malaysia Moch Dikdik Mulyana.

Turut hadir pula Senior Deputy Director International Promotion Division Tourism Malaysia Azilina Azni Zainal Abidin, Senior Manager, Business Intelligence, & Strategy Airline Marketing Malaysia Airport Sarjanisham Darus.

Rizki mengungkapkan, sepanjang Januari hingga September 2019 pergerakan wisatawan asal Malaysia sangat positif yang mencapai 2,34 Juta. Terbesar dari seluruh negara wisatawan ke Indonesia.

Adapun arus wisatawan asal Australia berjumlah 1,02 juta orang dan berada di posisi ke-4 terbesar.

“Dengan Citilink, kini pergerakan wisatawan dari dua negara itu akan semakin bagus,” kata Rizki.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenparekraf Fahmizal menambahkan, kehadiran penerbangan Citilink di dua rute itu juga akan meningkatkan arus wisatawan dari kalangan milenial yang potensinya sangat tinggi.

“Destinasi ini bagus juga bagi milenialnya. Kami sangat menyambut baik kebijakan Citilink yang membuka dua rute baru mancanegara. Kami tentu akan memberikan support penuh. Harapannya, agar poros baru ini cepat berkembang. Akselerasinya itu tentu akan memberi impact positif bagi pariwisata,” jelas Fahmizal.

Direktur Utama Citilink, Juliandra mengatakan, dua rute baru mancanegara dari Kuala Lumpur dan Perth menuju Denpasar memang sangat potensial dari aspek bisnis.

“Dua rute mancanegara ini sangat strategis. Potensi bisnisnya sangat besar dan menjanjikan. Kehadiran Citilink di sana akan semakin menggairahkan destinasi Bali. Kami yakin pergerakan wisman di sana, khususnya para milenialnya akan sangat tinggi,” ungkap Juliandra.

Rute Kuala Lumpur-Denpasar akan diterbangi Citilink dengan nomor penerbangan QG 527 pukul 18.35 waktu setempat setiap harinya. Untuk flight Denpasar-Kuala Lumpur diterbangi dengan pesawat nomor QG 525 pukul 14.45 WITA. Rute ini akan dilayani dengan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.

Adapun rute Perth-Denpasar dengan nomor penerbangan QG 543 pukul 09.40 waktu setempat setiap hari. Untuk flight Denpasar-Perth dilayani oleh QG 542 setiap pukul 01.00 WITA. Rute ini juga dilayani dengan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang.

Pengembangan Destinasi Akan Selaras dengan Penciptaan SDM Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio akan berupaya memenuhi keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata tanah air yang ditargetkan mencapai 13 juta orang pada 2020.

Wishnutama Kusubandio usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara Jakarta, Senin (11/11/2019) mengatakan pengembangan lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkan Presiden serta destinasi lainnya di Indonesia harus selaras dengan penciptaan lapangan kerja sekaligus pemenuhan SDM Pariwisata yang ditargetkan mencapai 13 juta pada 2020 dan meningkat hingga 15 juta di tahun 2024.

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara bahwa SDM menjadi kunci negara kita untuk bisa melompat. Untuk itu kita akan berupaya maksimal untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus SDM pariwisata yang kompeten di bidangnya serta memiliki standar global,” kata Wishnutama.

Pelayanan SDM dalam bidang kepariwisataan meliputi hospitality, daya tarik dan destinasi, event, serta travel dan layanan transportasi.

Dalam upaya menghasilkan SDM pariwisata yang andal, Wishnutama mengatakan akan memaksimalkan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yakni Politeknik Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata yang berada di bawah naungan Kemenparekraf.

Dimana dalam penerapannya UPT tersebut menerapkan kurikulum berstandar global, yakni mengacu pada Tedqual UNWTO atau kurikulum yang tersertifikasi Badan Pariwisata Dunia (UNWTO).

“Selain itu juga dalam kurikulum di setiap UPT dilakukan berbagai program lain seperti kursus kewirausahaan pariwisata yang bekerja sama dengan industri serta membuka kelas internasional,” kata Wishnutama.

Tidak hanya itu, Kemenparekraf juga akan meningkatkan peran industri dan lembaga lain dalam meningkatkan SDM Pariwisata yang tersertifikasi. Ditargetkan hingga akhir tahun 2019 terdapat 500 ribu SDM pariwisata yang tersertifikasi.

“Kami juga akan terus memperkuat pelatihan-pelatihan sebagai bentuk kemitraan usaha masyarakat seperti untuk bidang pemandu wisata, kuliner, dan homestay. Tenaga kerja yang digunakan akan dikembangkan dari daerah atau asal destinasi tersebut,” kata Wishnutama.

Tak lupa pula penekanan terhadap proses kreatif serta teknologi yang nantinya akan memberikan nilai tambah bagi SDM pariwisata dan ekonomi kreatif.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas terkait “Program Cipta Lapangan Kerja” menginstruksikan empat hal, yang salah satunya adalah melakukan reformasi besar-besaran dalam penyiapan SDM.

“Ini akan menjadi kunci negara kita bisa melompat atau tidak bisa melompat,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden mengatakan bahwa pembenahan pendidikan vokasi SMK dan politeknik harus bisa tereksekusi dengan baik di lapangan yang dalam penerapannya juga bisa melibatkan pihak swasta.

“Pelatihan vokasi juga tidak hanya dilakukan oleh BLK (Balai Latihan Kerja), tapi swasta juga dilibatkan, melibatkan BUMN serta lembaga kursus lainnya,” kata Joko Widodo.

Kemenparekraf-Baparekraf Kolaborasikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) bertekad mewujudkan 3 target dari kolaborasi dua sektor yakni pariwisata dan ekonomi kreatif. Tiga target yang dimaksud yakni pariwisata sebagai penghasil devisa nomor satu di tanah air, produk ekonomi kreatif Indonesia menjadi terbaik di kawasan ASEAN, dan menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan atau sustainable source welfare,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabadan Parekraf) Wishnutama Kusubandio dalam acara ‘Ngopi Bareng Mas Tama dan Mbak Angela’ di _Oeang Coffee Roastery, M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa siang (5/11/2019).

Menparekraf Wishnutama dan Wakil Menteri (Wamen) Parekraf/Waka Badan Parekraf Angela Tanoesoedibjo didampingi para pejabat eselon satu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan para deputi Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) pada kesempatan itu menjelaskan, menyatunya kembali pariwisata dan ekonomi kreatif dalam satu kementerian (Kemenparekraf) atau badan (Baparekraf) menjadi kekuatan tersendiri karena kedua bidang tersebut saling mendukung.

“Ke depan pariwisata akan jauh lebih maju manakala didukung bidang kreatif atau sebaliknya,” kata Wishnutama. Ia memberikan contoh Kota Ambon, Maluku, yang ditetapkan sebagai Kota Musik akan sangat maju apabila didukung dengan infrastruktur, ekosistem pariwisata di antaranya dengan menciptakan event-event yang kreatif sehingga mendatangkan banyak wisatawan ke Ambon.

Event pariwisata dan ekonomi kreatif, menurut Wishnutama, keduanya saling mendukung sehingga ke depan di antara banyak event pariwisata yang ada di tanah air akan dipilih, kemudian dipoles dengan kreativitas sehingga menjadi event spektakuler yang akan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Kreativitas dalam mengembangkan pariwisata, kata Wishnutama, akan difokuskan pada 10 destinasi prioritas termasuk di dalamnya 5 destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang.

Tahun depan, kata dia, 5 destinasi super prioritas ini diharapkan akan menjadi daya tarik baru sekaligus kebanggaan Indonesia.

Wishnutama menambahkan, sinergitas pariwisata dan ekonomi kreatif juga diwujudkan dalam mengembangkan restoran Indonesia di luar negeri. “Restoran Indonesia di luar negeri tidak sekadar menjual makanan saja, namun menjadikan ‘jendela’ untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Indonesia,” kata Wishnutama.

Senada dalam hal ini Wamenparekraf/Waka Badan Parekraf Angela Tanoesoedibjo menyatakan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia bisa ditempuh dengan memperbanyak restoran Indonesia di mancanegara.

“Kami bisa menerapkannya terlebih dahulu di negara-negara Asia Pasifik seperti Singapura, China, dan Australia,” kata Angela. Restoran Indonesia banyak tersebar di berbagai negara di dunia yang sebagian besar dikelola kaum milenial baik sebagai warga negara Indonesia maupun para diaspora Indonesia di mancanegara.

Festival Fulan Fehan 2019 di Belu, Nusa Tenggara Timur

Tari Likurai yang dibawakan 1.500 penari di acara puncak Festival Fulan Fehan 2019 diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata NTT ke mata dunia, ungkap koreografer nasional Eko ‘Pece’ Supriyanto.

Eko ‘Pece’ yang menjadi koreografer tarian tersebut mengatakan, Tari Likurai menyajikan kemegahan budaya dan pesona masyarakat yang istimewa sehingga diharapkan dapat memperkenalkan NTT ke seluruh pelosok penjuru dunia.

“Ajang ini menjadi ruang ekspresi untuk mengangkat potensi pariwisata dengan ujung tombak budaya dan pesona alam yang harus terus ditingkatkan secara kreatif,” ujar Eko Supriyanto.

Acara puncak Festival Fulan Fehan berlangsung di kaki Gunung Lakaan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (28/10/2019). Dalam acara tersebut juga dihadirkan koreografi tarian yang menjadi cerminan ragam budaya yang ada di Indonesia.

Eko menjelaskan, persiapan pelaksanaan acara puncak Festival Fulan Fehan 2019 sudah dilakukan sejak bulan Februari.

“Semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kepercayaan Bupati, Wakil Bupati, Dinas Pendidikan Belu,” ujar Eko yang juga koreografer opening ceremony Asian Games 2018 itu.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani, menjelaskan Tari Likurai bukanlah tarian biasa. Likurai adalah tarian perang khas dari masyarakat pulau Timor, yang menceritakan perjuangan masyarakat setempat mengusir penjajah saat zaman penjajahan.

“Tarian Likurai merupakan tarian yang tidak ada dimana pun di belahan dunia. Tarian ini tentu saja menjadi tarian khas yang merupakan warisan serta budaya leluhur dari masyarakat di daerah ini,” kata Rizki Handayani.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuty sangat mengapresiasi event ini.

Ke depannya, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu untuk memperbanyak kegiatan di daerah perbatasan. Termasuk kegiatan di Bukit Fulan Fehan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Tidak hanya event budaya tapi juga orkestra modern kita lihat bisa juga dilaksanakan di Bukit Fulan Fehan,” ungkapnya

Festival Pesona Edelweis di Karangasem Bali

Keindahan bunga edelweis atau yang disebut kasna oleh masyarakat Besakih, Karangasem, Bali, yang tampil dalam Festival Pesona Edelweis dijadikan daya tarik untuk memulihkan kepercayaan wisatawan mancanegara pasca-erupsi Gunung Agung beberapa waktu silam.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prof. Dr. I Gde Pitana, Sabtu (26/10/2019) menjelaskan Festival Pesona Edelweis event ini merupakan salah satu rangkaian Program Bali Recovery 2019. “Event ini sebagai salah satu komitmen pemerintah pusat untuk mengembalikan kepercayaan wisman untuk ke Bali khususnya Karangasem,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bunga edelweis dibudidayakan di lahan yang dikelola masyarakat seluas 32 are bekerja sama dengan pengelola Kawasan Hutan Jati Agung. Inovasi ini untuk membangkitkan perekonomian desa sehingga bunga kasna yang ada saat ini ada sejak turun–temurun.

Masyarakat setempat membudidayakan kasna untuk upacara setiap Galungan dan Kuningan sebagai sarana palawa di Bali.

“Apresiasi yang sangat tinggi kepada masyarakat. Saya selalu ingatkan, apapun bisa dijadikan daya tarik wisata, asalkan kita kreatif dan berani mempromosikannya keluar. Dan ini anugerah dari Tuhan, masyarakat harus memanfaatkannya,” kata Pitana.

I Gede Pitana juga menerangkan, pasar pariwisata di tingkat Internasional terus tumbuh, berkembang, dan tidak pernah turun. Wisatawan internasional tercatat jumlah pergerakannya mencapai 1,2 miliar jiwa pada 2018.

“Indonesia sendiri memperoleh 17 juta wisman pada 2018. Kita harus menarik wisatawan lebih banyak lagi ke Tanah Air. Untuk wisatawan nusantara sendiri tercatat, 278 juta orang selama setahun. Itu berarti setiap tahun wisatawan berpergian lebih dari dua kali selama satu tahun,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, Festival Pesona Edelweis merupakan Festival yang diselenggarakan guna mengembangkan potensi wisata buatan yang terdapat di kabupaten Karangasem. Tema Festival Pesona Edelweis 2019 adalah harmoni bunga keabadian.

“Dimana artinya edelweis menonjolkan hamparan bunga kasna yang berwarna putih bersih tidak terlihat layu, seperti semangat pemuda di desa besakih pantang menyerah selain itu juga warna putih bersih memberikan kesan kedamaian bagi para pengunjung yang sedang menikmati keindahan bunga kasna atau edelweis,’ ujar Bupati Karangasem.

I Gusti Ayu Mas Sumatri juga menjelaskan sejarah keberadaan bunga kasna yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana upacara. Namun seiring dengan berkembangnya sosial media, banyak wisatawan nusantara yang mengabadikan momen dengan menjadikan bunga kasna sebagai salah satu latar dari pengambilan foto.

“Kita dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, dengan memberikan informasi terkait dengan apa itu bunga kasna, bagaimana cara membudidayakannya, dan apa saja kegunaannya,” ujarnya.

Nantinya wisatawan yang berkunjung tidak hanya memanfaatkan bunga kasna sebagai latar foto yang mereka upload di sosial media, namun juga dapat mengetahui secara keseluruhan dari kasna atau edelweis itu sendiri.

Festival Pesona Edelweis juga diisi berbagai kegiatan seperti pameran potensi ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem, One Day Tour Pesona Edelweis oleh 35 Travel Agent, Edukasi budi daya bunga edelweis bagi siswa SD/SMP, adapula aneka perlombaan, pertunjukan musik, tarian, serta seminar.

Empat Desa Wisata Indonesia Raih Sustainable Destinations Top 100

Empat Desa wisata di Indonesia yaitu Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), dan Desa Pentingsari (Yogyakarta) masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia versi Global Green Destinations Days (GGDD).

Penghargaan Sustainable Destinations Top 100 adalah program tahunan Green Destinations Foundation yang bertujuan memamerkan cerita sukses dan praktik pariwisata berkelanjutan dari destinasi pariwisata di seluruh dunia.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dadang Rizki Ratman di Jakarta, Senin (28/10/2019) menjelaskan, ke-4 destinasi tersebut mampu bersaing di level internasional karena memakai pedoman yang sudah berstandar internasional.

“Konsep Desa Penglipuran misalnya yang masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan dunia, salah satunya karena desa itu dianggap bisa mempertahankan sisi tradisional dan kelestarian lingkungannya,” ujar Dadang.

Menurut Dadang, penataan desa dan bangunan tradisional di Desa Penglipuran masih terjaga utuh. Begitu juga dengan 75 hektare hutan bambu dan 10 hektare vegetasi yang masih terawat. Inilah yang menjadi ciri khas Penglipuran selama ini.

“Meski mayoritas penduduk sudah menganut hidup modern tapi nuansa tradisional khas Bali tidak hilang begitu saja. Kini, Desa Penglipuran jadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia,” katanya.

Demikian juga ketiga desa wisata lainnya yang menjaga keseimbangan dalam mengelola desa wisata dengan mendapatkan manfaat ekonomi dari melestarikan budaya dan alam sekitar desa.

Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif, Valerina Daniel menambahkan, keempat desa wisata tersebut masuk dalam kategori Konservasi Lingkungan, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, dan Sosial-Budaya.

“Nantinya, destinasi yang berada di peringkat teratas pada daftar Sustainable Destinations Top 100 akan diundang untuk menerima ‘Best of Top 100’ di ITB Berlin 2020,” kata Valerina Daniel.

Ketua Dewan Pariwisata Berkelanjutan I Gede Ardika menggaris bawahi peranan stakeholder terutama para pelaku pariwisata di daerah yang berkomitmen dalam penerapan standar destinasi pariwisata berkelanjutan. Sehingga lebih banyak lagi destinasi pariwisata di Indonesia yang berjalan dengan prinsip berkelanjutan.

“Kita perlu kolaborasi dengan pemda dan pelaku pariwisata dan para juara di desa wisata atau destinasi pariwisata tersebut,” kata Ardika.