Home Blog Page 23

Rantepao: Gerbang untuk Memasuki Kemegahan Budaya Toraja

Rantepao, inilah sebuah kota kecil di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang memiliki segudang pesona alam dan budaya. Kota ini terus menggeliat menjadi pusat budaya suku Toraja sekaligus pintu gerbang saat Anda menyambangi keindahan dan kemegahan budayanya. Bersiaplah untuk memulai petualangan dan wisata yang mengesankan di kota yangdikelilingi perbukitan dan puncaknya senantiasa ditutupi kabut itu.

Rantepao, ibu kota Kabupaten Toraja Utara, telah dikenal sejak dulu sebagai gerbang bagi wisatawan yang hendak menikmati suguhan wisata alam, budaya, dan sejarah dari Torajayang eksotis. Rantepao berjarak sekira 300 km dari Makasar, ibu kota Sulawesi Selatan. Kota ini mudah diakses dengan berbagai pilihan alternatif kendaraan baik darat maupun udara.

Rantepao terkenal sebagai kota yang cantik dan memiliki suhu yang sejuk. Kota ini menunjukan pesonanya yang masih bernuansa tradisional kental dan itu semakin menarik dengan lansekap alam yang hijau. Kota Rantepao dikelilingi perbukitan yang puncaknya senantiasa ditutupi kabut. Sepanjang tahun hujan mengguyur kota ini, bahkan di musim kemarau sekalipun. Tak heran, Rantepao disebut sebagai kota hujan.Selain itu, Rantepao dilalui oleh Sungai Sa’dan dimana telah menjadi sumber air bagi pertanian dan peternakan di wilayah sekitarnya.

Sebagai pusat pariwisata dan perdagangan di Toraja, Rantepao memiliki sarana akomodasi dan fasilitas umum yang terbilang lengkap. Oleh karena itu, meski Rantepao hanyalah kota kecil namun aktivitas kota ini cukuplah ramai. Di Rantepao, segala kebutuhan wisatawan baik lokal dan asing lengkap tersedia.  Ada beragam pilihan hotel, agen wisata, homestay, money changer, toko, pasar tradisional, mini market, bank, perwakilan perusahaan otobus, ATM, warnet, dan warung makan dapat dengan mudah Anda temukan di kota ini. Keunikan lain dari Rantepao adalah bentuk bangunan-bangunan dari fasilitas umum, seperti bank dan kantor dibangun dengan mengadopsi bentuk rumah adat (tongkonan).

Rantepao adalah ibu kota Kabupaten Toraja Utara yang baru terbentuk tahun 2008 sesuai dengan UU No. 28 Tahun 2008 dimana Kabupaten Tana Toraja dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten. Pada 26 November 2008, Kabupaten Tana Toraja resmi dibagi menjadi Kabupaten Tana Toraja (dengan ibukota Makale) dan Toraja Utara (dengan  ibu kota Rantepao). 

Lokasi kota Rantepao yang strategis dan dekat dengan beberapa kawasan tujuan wisata terkenal di Toraja menjadi nilai tambah tersendiri. Rantepao berjarak sekira 4 kilometer dari salah satu desa tujuan wisata yang paling terkenal di Toraja, yaitu Kete Kesu. Mengunjungi Londa(makam gua kapur kuno) maka jarak yang harus Anda tempuh sekira 7 kilometer. Rantepao─Lemoberjarak sekira 10 kilometer, di sebelah Selatan Rantepao. Lemo adalah juga area pemakaman tua bagi para leluhur masyarakat Toraja. Sedangkan untuk menuju Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja, jarak yang harus ditempuh adalah sekira 18 km dari sebelah utara. Sementara, jarak Rantepao─Kambiraadalah 20 kilometer. Di Kambira terdapat pohon Tarra berumur sekitar 300 tahun dan sekaligus kuburan bagi puluhan jenazah bayi berusia 0─7 bulan. Batutumonga─Rantepao dapat ditempuh dalam jarak 22 km; terdapat 56 menhir di desa ini. Untuk menuju Tilangga’(obyek wisata pemandian alam), jaraknya sekira 12 km dari selatan Rantepao.

Berpetualanglah dengan melebur ke dalam riuh ramai pasar tradisional di Rantepao. Itu karena pasar tradisional di kota ini berupa pasar keliling yang hanya ramai setiap 6 hari sekali. Ada jenis 2 pasar di kota ini, yaitu pasar kebutuhan barang pokok dan pasar hewan. Pasar hewan merupakan pasar yang hanya diadakan pada waktu tertentu dan hanya menjual hewan seperti kerbau, babi, dan anjing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan atau objek wisata apa saja yang dapat dikunjungi di sekitar Rantepao, Anda dapat melanjutkan membacanya di bagian “Kegiatan”.

Kegiatan

Sebagai gerbang wisata Tana Toraja, memang tak banyak objek wisata yang dapat ditawarkan di Rantepao. Akan tetapi, mengingat letaknya cukup strategis maka Rantepao adalah kota penting sebagai basis bagi wisatawan untuk mengekplorasi objek wisata yang terletak di sekitar kota hujan ini. 

Hotel, jasa penyewaan kendaraan, kendaraan umum, dan fasilitas lainnya dapat dengan mudah Anda temukan di sini. Fasilitas dan akomodasi yang ditawarkan tentu sangat menunjang kegiatan berwisata Anda. 

Beberapa lokasi wisata berikut dapat menjadi alternatif pilihan Anda dalam menikmati keunikan budaya dan keindahan Tana Toraja.

Rantepao memiliki pasar tradisional yang hanya ada sekali dalam seminggu, yaitu Pasar Bolu. Pasar ini terletak sekira 2 kilometer di timur laut Rantepao. Pasar tersebut adalah salah satu tempat di Rantepao yang menarik untuk dikunjungi dimana banyak dijual kerbau dan babi untuk memenuhi kebutuhan upacara pemakaman secara adat (Rambu Solo). Temukan juga oleh-oleh berupa kopi khas Toraja berjenis robusta dan arabika yang juga dijual di pasar ini. Selain itu, produk hasil bumi seperti rempah-rempah, sayur, buah-buahan juga banyak dijual di pasar ini. Kabarnya, omset pasar tradisional ini pada hari pasar dapat mencapai kisaran milyaran rupiah. Pasar ini merupakan pusat perdagangan dua kabupaten besar di Toraja, Tana Toraja (Makale) dan Toraja Utara (Rantepao). 

Lokasi wisata terdekat dan salah satu yang populer di Toraja, cagar budaya Kete Kesu, hanya berjarak sekira 5 kilometer dari Rantepao. Di desa ini, terdapat deretan rumah adat (tongkonan) yang usianya mencapai ratusan tahun. Rumah adat itu berjajar rapi, berhadap-hadapan dengan lumbung padi (Alang Sura). Pemandangan alam di sini juga tak kalah menarik: bentang alam dan hamparan sawah hijau berlatar pegunungan serta langit biru. Tak jauh dari lokasi tongkonan yang arsitekturnya unik ini, terdapat gua-gua makam kuno yang dipahat di dinding-dinding tebing batu kapur (karst). Patung-patung kayu orang yang dikubur disana (tau-tau) jelas terlihat dari balik jeruji besi yang melindunginya dari pencurian. Peti jenazah (erong) yang diukir dengan indah berikut tulang-tulang dan tengkorak manusia tampak berserakan di sekitar wilayah ini. Pada waktu-waktu tertentu, biasanya diadakan upacara pemakaman adat (Rambu Solo) dan upacara syukuran (Rambu Tuka) di kawasan yang juga terkenal akan seni ukir dan pahatnya itu.

Objek wisata Londa(gua makam kuno) berada pada jarak sekira 7 km dari selatan Kota Rantepao. Kawasan makam kuno ini tepatnya ada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi’. Udara lembab dan dingin yang menyambut Anda setibanya dilokasi semakin menambah aura mistis kawasan ini. Gua-gua makam tersebut dipahat di dinding-dinding tebing. Tampak di teras-teras gua, patung kayu (tau-tau) berbaris rapi. Di Londa terdapat sebuah gua makam kuno milik Lengkong dan To’Para’pak, keturunan Tandilino. Konon mereka adalah orang pertama yang membuat peti jenazah (erong) yang terbuat dari kayu dan diukir dengan indah. Anak tangga dengan panjang sekitar 100 meter akan mengantar Anda ke lokasi makam. 

Anda dapat menyewa jasaguideuntuk memasuki gua makam di Londa. Mereka tidak menentukan tarif jasa tetapi Anda perlu mengeluarkan uang sebesar Rp20.000,- untuk menyewa lampu sebagai penerang di dalam gua. Kabarnya usia makam ini mencapai 500 tahun. Di dalamnya Anda akan melihat banyak peti jenazah (erong) dan tulang-tulang yang berserakan sebab petinya telah hancur. 

Berjarak sekira 10 km di sebelah selatan Rantepao, Lemo, situs kuburan batu yang paling populer di Tana Toraja adalah kawasan yang juga menarik untuk dikunjungi. Lemo terletak di Kecamatan Makale Utara dan merupakan situs pemakaman kepala-kepala suku dan pemuka adat di Toraja di masa lampau. Di kawasan ini juga terdapat deretan tau-taudimana merupakan patung bagi jenazah yang dikubur di sana. Situs makam kuno Lemo adalah milik Songgi’ Patalo. Disebut-sebut bahwa Songgi’ Patalo adalah yang pertama kali membuat kuburan dalam batu.

Lemo dapat dicapai dengan kendaraan pribadi dari kota Makale atau kota Rantepao. Untuk biaya masuk atau sebagai biaya perawatan, Anda akan dikenakan tarif Rp5.000,-

Objek wisata Batutumongaterkenal dengan pesona alam pegunungannya yang mengagumkan. Batutumonga  tepatnya berada di Sesean,  Makale. Selain pesona alam, terdapat sekira  56 menhir megalitikum berukuran 2 sampai 3 meter di kawasan ini.  Berada sekira 1300 meter di atas permukaan laut, pemandangan kota Rantepao dan daerah atau lembah sekitarannya yang lebih rendah, sungguh sangat memesona. 

Selain makam-makam batu kuno, obyek wisata lain yang menarik adalah kuburan bayi berusia 0─7 bulan di dalam pohon (Kambira). Objek wisata Kambira berada di Desa Kambira, Kecamatan Sangalla; 20 km dari Kota Rantepao. Bayi memang tidak dikubur di tebing atau di gua-gua batu. Pohon yang dijadikan makam bayi ini adalah pohon Tarra, berusia sekira 300 tahun dengan lingkar batang pohon sekira 3,5 meter. Jenazah bayi akan dimasukkan ke dalam pohon yang telah dilubangi. Lubang ini kemudian ditutup dengan serat pohon atau ijuk dari pohon enau tetapi saat ini bayi tidak lagi dikubur di pohon tersebut.

Akomodasi

Rantepao adalah pusat pariwisata dan akomodasi wisata di Toraja. Berikut adalah daftar hotel yang bisa Anda pilih saat berkunjung ke Toraja.

Toraja Heritage Hotel

Jl. Kete Kesu, P.O.Box 80 Rantepao, 

Toraja Utara, Sulawesi Selatan
Telp: +62 423 21192
Fax : +62 423 21666
E-mail: info@torajaheritage.com
Website: www.torajaheritage.com

Luta Resort Rantepao

Jl. Dr Ratulangi No 26 Rantepao, 

Toraja Utara, Sulawesi Selatan

Telp: +62 423 21060

Fax: +62 423 21060

E-mail: post@lutaresorttoraja.com

Website: www.torajalutaresort.com

Toraja Misiliana Hotel
www.torajamisiliana.com

Toraja Prince Hotel
www.torajaprince.com

Marante Hotel
www.marantetoraja.com

Selain hotel melati dan hotel berbintang, terdapat pula penginapan berupa cottageatau homestay. Duta College88, di Jl. Sawerigading adalah cottageyang arsitekturnya seperti rumah adat (tongkonan). Taman bunga menjadi halaman bagi tongkonan di cottageini.

Kuliner

Art Center Rantepao, Toraja Utara,  menjadi tempat diadakannya Festival Kuliner Khas Toraja. Tidak hanya menyajikan jajanan dan kuliner khas Toraja, ada pula kegiatan lain seperti Lomba Kreasi StandAtraksi Tarian Toraja, Lomba Menyanyi Solo, Lomba Memasak, dan Fashion Show. 

Restauran atau rumah makan berikut toko-toko kecil dapat Anda temukan dengan mudah di Rantepao.

Adapun kuliner khas Toraja, beberapa di antaranya adalah Pantollo, Pa’Piong, dan Depa Tori. Pantollo adalah daging babi yang dipotong-potong lalu dimasak dengan beraneka bumbu seperti cabe, sereh, jahe, dan kluwek. Sementara Pa’Piongadalah daging babi yang dicampur dengan daun mayana dan aneka macam bumbu, lalu dimasukkan ke dalam ruas bambu dan dimasak dengan cara dibakar. Depa Toriadalah makanan yang dibuat dari beras ketan dicampur gula merah. 

Bagi Anda yang beragama Islam, terdapat beberapa restauran yang menjamin bahwa sajian makanan mereka halal. Restoran atau rumah makan tersebut biasanya mencantumkan tulisan seperti “warung makan muslim” atau semacamnya.

Berbelanja

Sebelum atau setelah menikmati keindahan panorama obyek wisata alam dan budaya di Toraja, Anda dapat mampir di toko-toko suvenir di Kota Rantepao untuk membeli beragam cenderamata. Jenis cenderamata yang dijual di toko-toko tersebut adalah ukiran, topeng, patung kayu, benda tajam atau golok, kain tenun, dan miniatur rumah adat (tongkonan).

Bagi Anda yang gemar minum kopi, jika saat hari pasar maka Anda dapat membeli kopi jenis arabika dan robusta khas Toraja di Pasar Bolu.

Transportasi

Rantepao- Makassar berjarak sekira 300 kilometer dimana dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat, bus, atau pun mobil sewaan. 

Pesawat

Memilih pesawat sebagai alat transportasi dari Bandara Hasanuddin Makassar ke Bandara Pongtiku Tana Toraja memakan waktu sekira 2 jam. Selama perjalanan, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam Sulawesi Selatan yang indah dan hijau. Penerbangan ini dilayani oleh maskapai Dirgantara Air Service (DAS) berkapasitas 24 orang; jenis pesawat yang dioperasikan adalah Casa 212. 

Penerbangan Makasar- Tana Toraja dan sebaliknya tidak dijadwalkan tiap hari. Oleh karena itu, Anda harus memastikan kepastian penerbangannya. Dikhawatirkan, penerbangan dapat dibatalkan secara tiba-tiba dengan alasan kondisi cuaca yang tidak mendukung, maintenance, atau bahkan kurangnya kuota penumpang pesawat yang tidak memenuhi batas minimum. Harga tiket pesawat kurang lebih Rp250.000,- untuk sekali terbang. Tiket dapat di pesan dengan menghubungi nomor telepon berikut:  Toraja Permai, Jl Andi Mappanyukki 10, nomor telepon (0423) 21785; (0423) 22277, 25111, dan (0411) 555774.

Bus atau Mobil Sewaan

Perjalanan Makasar- Tana Toraja menggunakan jalur darat, memakan waktu selama 7─10 jam. Bus dari Makasar ke Rantepao (Terminal Bolu) setiap harinya berangkat pada pukul 9.00 (bus siang) dan berangkat pada pukul 21.00 (bus malam). Harga bus AC berkisar Rp80.000,- hingga Rp100.000,-. Berikut adalah bus yang dapat Anda pilih: Bus Litha & co., Batutumonga, New Liman, Bintang Prima, dan lainnya. 

Terdapat banyak jasa penyewaan mobil di Makasar yang dapat menjadi alternatif pilihan alat transportasi menuju Rantepao dan sebaliknya.  Jalan Mappanyunkki adalah jalan utama di Rantepao dan pusat pemberhentian bus wisata.

Tips

Mengingat Rantepao adalah kota hujan dan bersuhu dingin, pastikan Anda membawa perlengkapan berupa jaket, jas hujan, atau payung dan sepatu yang nyaman. 

Pasar Bolu adalah pasar tradisional yang sangat menarik untuk dikunjungi; sebaiknya Anda menanyakan pada tour guideatau masyarakat lokal tentang jadwal hari pasar yang hanya sekali dalam seminggu.

Tanyakan pula pada tour guideAnda mengenai jadwal upacara adat yang mungkin dilaksanakan di sekitar Rantepao. Kenakan pakaian berwarna hitam atau gelap saat menyaksikan rangkaian upacara pemakaman (Rambu Solo).

Jika Anda berkunjung ke objek wisata makam tua, sebaiknya mengikuti imbauan masyarakat lokal tentang aturan kunjungan. Biasanya Anda wajib meminta izin dengan membawa sirih pinang atau bunga saat datang ke sana. Selain itu, jangan sekali-kali memindahkan apalagi mengambil potongan tulang, tengkorak, dan benda-benda lain yang ada di sekitar situs makam kuno.

Makasar: Pelabuhan Bersejarah untuk Kapal Layar dan Rempah-rempah

Dahulu disebut Ujung Pandang, kota Makasar adalah kota terbesar di Indonesia Timurdan menjadiibu kota Sulawesi Selatan.Makasar berada di wilayah tengahdi kepulauan Indonesia dan saat ini Makasar adalah salah satu pusat penerbangan yang sibuk di Indonesia. Bandaranyamenghubungkan Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan di bagian baratIndonesiasertaSulawesi, Maluku dan Papua di timurIndonesia.

Sejak abad ke-14 Makasar telah dikenal sebagai pelabuhan yang tersibukdimana kapal-kapal pedagang dari Cina, India, dan Kamboja melakukan perdagangan sutra, teh, dan keramik yang ditukar dengan cengkih, pala, dan mutiara dari Maluku jugadengan emas dan hasil hutan dari Makasar dan daerah pedalamannya. Abad ke-16 Eropa menemukan jalur pelayaran ke pulau rempah-rempah yang mereka cari selama ini.Spanyol dan Portugis mennjadikan Makasar pintu gerbang mereka yang penting untuk menyimpan rempah-rempah yang berharga tersebut sebelum di bawa ke Eropa.

Sementara itu, di semenanjung selatan Sulawesi, kelompok etnis Bugis, Makasar, dan Mandar mereka telah terkenalsejak dahulu dengan kemahirannyaberlayar dan keahlian membuat perahu. Mereka juga mengembangkan kerajaan yang berhasil mendorong pedagangan, perikanan, pengolahan lahan pertanian, begitu juga seni dan sastraberkembang dan telah diwariskan hingga sekarang. Puisi epos Bugis “I la Galigo”adalah mahakarya yang telah diakui dalam sastra Bugis.Memiliki tarian yang anggun dimanapenarinya mengenakan kostum sutra berwarna cerah dengan asesoris hiasan gelang emas yang besar, kalung,dan tiara. 

Tahun 1667, melalui perjanjian Bungaya, pedagang Belanda berhasil mengusir Portugis dan Spanyol dari Makasar untuk memonopolipelabuhan inidanmelarang bangsa Eropa lain berdagang di Makasar. Belanda menghancurkan Benteng Ujung Pandang yang dibangun oleh Raja Gowa tahun 1545kemudian menggantikannya denganBenteng Rotterdam yang saat ini masih dapat Anda saksikandi Makasar.Sedangkan Raja Gowa diizinkan tinggal di Benteng Soba Opu.

Banyak bangsawan Makasar menolak patuh kepadaBelandaakibatnya merekameninggalkan kota dan tinggal di Kalimantan, Pulau Riau,Malaysia. Sultan Selangor dan Johoradalah keturunan Bugis dari Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

Terletak di jalur perdagangan yang sibuk di sepanjang Selat Makasar, kota Makasar merupakan kota kosmopolitan yang sibuk tempat bercampurnyaras dan etnik Cina, Eropa, Jawa, Bali, Ambon dan yang lainya.Kapal kargo internasional dari berbagai negara berlabuh di pelabuhan yang sibuk ini. Sedangkan di pelabuhan tradisional Paotere, kapal layar Bugis Pinisi dapat terlihat berjajar di dermaga siap memuat barang-barang dari tempatterdekat dan terjauh pulau,Anda juga akan melihat berbagai  perahu untuk nelayan memancingdanmemuat hasil tangkapan ikan, seperti pantorani, lepa-lepa, dan sandeq.

Makasar juga kini menjadi kota pelajar, para pemuda dari seluruh pulau, terutama dari bagian timur berkumpul di sini untuk menuntut ilmu diperguruantinggi.

Makasar memiliki taman bermain yang besar yang bernama Trans Studio sebagai taman bermain indoor terbesar ketiga di dunia. Untuk informasi lebih lanjut lihat: www.transstudioworld.com. Bandar udara Sultan Hassanudin saat ini adalah bandara termodern di Indonesia. Makasar memiliki jalananterbuka yang indah diPantai Losari, ini adalah satu-satunya tempat di Indonesia dimana Anda dapat menyaksikan terbitnya matahari  yang indah sekaligus terbenamnya matahariyang spektakuler. Di Pantai Losari berderet hotel-hotel mewah dan saatmalam menjelang maka dipenuhi dengan warung-warung makanan. 

Makasar adalah gerbang pintu masuk ke Indonesia Timursekaligusmenjadipintu masuk menuju tur petualangan ke dataran tinggi TanahToraja.Sebuah tempat denganpemandangan gunung yang menakjubkan dan ritual unik masyarakat Toraja menunggu untuk Anda dijelajahi.

Kegiatan

Di Makasar Anda dapat menemukan sisa-sisa sejarah awal KolonialBelanda di pulau-pulau di Indonesia. Abad ke-16 dan 17, Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda bersaing satu sama lian jugadengan kerajaan-kerajaan lokal untukmemperebutkan jalur perdagangan rempah-rempah yang berpusat di pulau rempah-rempah, yaitu Maluku.

Makasar adalah pulau yang indah untuk berenangdansnorklingyangtidak jauh dari kota terdapat air terjun dan gua-gua prasejarah.  Anda dapat mencicipiseafooddengan saus yang pedas atau berbelanja dan asesoris emas dan kalung mutiara.

Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam berada di dekat pantai di sepanjang Pantai Losari, tempat  yang tidak boleh Anda lewatkan. Awalnya benteng ini adalah Benteng Ujung Pandangyangdibangun oleh Raja Gowa ke-9, Imanurung Bonto Karaeng Lakiung pada tahun 1545. Namun, setelah kekalahan Gowa yang diikuti oleh penandatanganan perjanjian Bungaya tahun 1667, Benteng Ujung Pandang ini kemudian diserahkan kepada Belanda.Laksamana Speelman membangun kembali dan mengokohkan benten tersebutdandiberi nama Benteng Rotterdam, sesuai dengan nama tempat kelahirannya sendiri. 

Benteng Rotterdam berbentuk seperti penyu yang siap meluncur menuju laut.Sebuah simbol hewan bahwa KerajaanGowa yang berada di darat namun berkuasa di lautan juga. Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta yang memberontak melawan Belanda dalamPerang Jawa tahun 1825-1830 dipenjarakan bawah tanah Benteng Rotterdam.Ia tertangkap dengan cara licik kemudian diasingkanterlebih dahulu ke Manado lalu ke Makasar, tempat terakhir menghembuskan nafas tahun 1855. Kuburan Pangeran Diponegoro berada di Makasar. Saat ini, Benteng Rotterdam merupakan museum La Galigoyangdipersembahkanuntuk sejarah Sulawesi Sletan dan Makasar.   

   
Pantai Losari dan Pelabuhan Paotere

Pantai Losari membanggakan dirinya sebagai tempat untuk Anda berkelilingpantai di jalananterbukadanterpanjang di Indonesia. Di sini terdapat hotel-hotel berbintang yang menawarkan pemandangan menghadap ke laut yang menakjubkan, pulau-pulau yang menghadap ke Makasar, dan sunsetmengagumkanyang terkenal dari Pantai Losari. 

Melewati ujung paling timur jalanan,Pantai Losari adalah pelabuhan Paotere untuk kapal-kapal tradisional dan perahu nelayan.Di sini Andadapat melihat kapal layar Bugis Pinisi dan perahu lokal pantorani, lepa-lepa,sertaperahu sandeq milik masyarakat Mandar yang diikat di tanggul sepanjang dermaga. Ke arah Utara ada pelabuhan Soekarno-Hatta dimana kapal-kapal besar mengangkut dan menurunkan muatannya. 

Di kawasan penduduk Cina Anda dapat menemukan 4 klenteng tua dan yang paling penting adalah klenteng Tian Hou Gong atau klenteng Ratu Surga, dibangun awal abad ke-18 terletak di Jl. Sulawesi dan Jl. Serui. Di Jl. Sulawesi juga terdapat klenteng Long Sian Gong atau Klenteng Siluman Naga yang dibangun tahun 1868. Sedangkan di ujung Selatan jalanan Pantai Losari adalah kawasan Tanjung Bunga, lokasi Trans Studio.

Menjelang malam hari, banyak pasangan yang datang ke sini untuk menikmati suasana romantis melihat matahari terbenam dilaut.Bermunculan tenda-tenda makanan yangberderet sepanjang kurang lebih 1 km sehingga layak dijuluki “meja makan terpanjang di dunia” (yahootravel).      


Taman Bermain Trans Studio

Inilah kebanggaan baru warga Makasar yaituTrans Studio, seluas 20.000 m² dan 20 m tingginya.Taman bermain inidiresmikan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 September 2009. Trans Studio sendiri merupakan bagian dari proyek Trans Studio World, yang akan meliputi Trans Walk dan Rodeo Drive, Trans Studio dan Trans hotel. Proyek ini juga akan meliputi shopping mall, supermarket, hotel, kantor, pantai rekreasi, dan pemukiman. Taman Bermain Trans Studio memiliki 22 fitur dan wahana termasuk Studio Utama, Lost City, Magic Corner, Tsunami Island, dan Cartoon City. Banyak wahana yang diadopsi dari acara di Trans TV dan Trans 7 seperti Dunia Lain, Si Bolang, Jelajah, Ayun Ombak, dan Angin Beliung; sebgaian lainnya diadopsi dari Universal Studio dan Disneyland di Amerika Serikat. Di sini juga terdapat wahana program simulasi beberapa stasiun televise seperti Trans TV dan Trans 7,jugaacara TV lain di Indonesia. Salah satu wahana yang cukup unik adalah “Dunia Lain”, yaitu wahana rumah hantu yang berisi kuntilanak dan jailangkung. 

Masjid Al-Markas Al-Islam

Masjid ini adalah salah satu masjid termegah di Indonesia dan terbesar di bagian tenggara Indonesia. Terletak di pusat kota, masjid ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektar.Bangunan arsitekturnya adalah perpaduanIslam, kebudayaan lokal, dan desain modernyang  merefleksikan kebanggaan dan identitas penduduk Makasar saat ini.

Pulau-pulau

Pulau-pulau indah yang menghadap ke kota Makasar ada 13 pulau yang semuanya dapatdiakses perahu. Yang paling sering dikunjungi adalah pulau Kayangan, Pulau Gusung, dan Pulau Samalona. Lautanyang mengitari pulau-pulau ini adalah habitat bagi kehidupan laut yang beragam, jugamenjadi tempat yang sempurna untuk olahraga bawah laut seperti snorkelingatau diving. Informasi lebih lanjut dapat Anda temukan di Menyelam di pulau-pulau di Makasar.

Benteng Somba Opu Gowa

Terletak 7 km selatan kota Makasar tepatnya di muara sungai Jeneberang.Reruntuhan Benteng Somba Opu dulunya merupakan pertahanan kerajaan Gowa. Di sebelah reruntuhan terdapat taman dimana terdapat berbagai macam gaya rumah etnik Sulawesi Selatan. Festival tahunan Kebudayaan Sulawesi Selatan biasanya diadakan bulan Oktober di daerah ini. 

Bantimurung: air terjun dan kupu-kupu

Cobalah Anda berjalan-jalanlah ke utara kota Makasar hinggatiba di AirTerjun Banimurung sekaligus merupakan taman arkeologi Leang-leang. Di sini terdapat gua-gua yang dihunimanusia prasejarah 8.000 sampai 3.000 tahun SM. Di dalam gua ini Anda dapat menemukan gambar prasejarah babirusa yang dulu dering diburu manusia prasejarah. Air terjun Bantimurung yang berjarak 45 km dari Makasar adalah air terjun besar yang mengagumkan, airnyajernih mengalir ke bawah sepanjang 12 m melalui tebing batu yang besar sampai kolam yang dalam di bawahnya. Pada akhir pekan, air terjun ini dipenuhi penduduksetempat, karenanyawaktu terbaik untuk mengnjunginya adalah saathari-hari biasa. 

Di sisi air terjun terdapat tangga yang terbuat dari besi yang membawa Anda ke sungai di atasnyadandapat diarungi selama musim kemarau.  Di sini juga merupakan rumah bagi berbagai jenis kupu-kupu. Ahli binatang dan tumbuhandari Inggris yaitu Alfred Wallace menemukan Papilio androcles, salah satu species kupu-kupulangkaberukuran besardanberekor wallet.

Akomodasi

Di Makasartersediabanyak dan beragam hotel, untuk informasi lebih lanjut Klik: Cari Hotel

Kuliner

Seafoodyang baru ditangkap dari laut diolah dalamberagam jenis masakandi sini.Tersedia masakan Cinadanmasakan Sulawesi bagi setiap wisatawan. Restoran Surya Super Crab di Jalan Nusakambangan 16 adalah restoran terkenal menawarkan Andakelezatan kepiting dan cumi-cuminya.Pengunjung dari berbagai kota seperti Jakartaberduyun-duyun membawa kepiting sebagai oleh-olehdari sini. 

Restoran seafood terkenal yang lain adalah Bahari, Ratu Gurih, Turi, Imperial Star. Sedangkan untuk menikmati seafood bergaya Makasar cobalah Lae-lae. Ada banyak restoran kecil yang menyediakan barbeque special Makasar, seafood yang dikukus atau digoreng dan coto makasar. 

Berbelanja

Untuk mendapatkan oleh-oleh dan berbelanjamaka Anda dapatpergike Jalan Soma Opu. Di sini Anda dapat menemukan semua jenis kerajinan tangan seperti sutra, barang perhiasan dari benang emas dan perak yang sangat halus yang disebut Kendari perak dari Sulawesi, ukiran kayu dan souvenir dari Bali, mutiara dari Ambon dan Papua,sertamanik-manikdari Kalimantan. 

Berkeliling

Sebagai kota cosmopolitan yang besar, Makasar memiliki sejumlah taksi bagus yang tersediadi berbagai hotel-hotel dan pusat perbelanjaan. Alat transportasi lain seperti bemodan becak cocok untuk Andaberkeliling santai.

Transportasi

Sebagai jalur penerbangan yang penting, Makassar dilayani oleh banyak maskapai penerbangan Indonesia yang terbang dari kota-kota sibuk seperti Jakarta, Surabaya,dan Bali. Makasar telah menjaditujuan akhir atau bandara transit. Kebanyakan maskapai penerbangan terus ke Manado, Maluku,atau menujuke Papua dibandara di Biak, Jayapura, Manokwari, Sorong,dan Merauke.

Maskapai penerbangan yang melayani jalur penerbangan ke Makassar meliputi: Garuda Indonesia, Air Asia, Batavia Air, Lion Air, Mandala Airlines, Merpatidan Sriwijaya Air.
Maskapai kecil lainnya seperti Express Air melayani penerbangan antara Makassar dan Ternate, dan Jayapura.


Untuk informasi lebih lanjut dan rincian penerbangan klik: www.hasanuddin-airport.com

Lemo: Pekuburan Batu di Dinding Bukit Khas Toraja

Ditampilkan dengan luar biasa! Pekuburan melekat di dinding tebing bukit tinggi dan dipahat dengan sabarnya selama berbulan-bulan. Di sinilah Anda dapat merasakan langsung aura kematian dibingkai adat budaya berharmoni dengan alam. Tentunya tidak perlu dipertanyakan lagi kewajiban untuk pelancong menyambangi tempat ini!

Lemo diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 dan menjadi makam kepala Suku Toraja. Sebuah kubur batu menjadi pemandangan luar biasa menyatu bersama hamparan sawah yang menghijau. Anda dapat menyambanginya di Desa Pangden, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. 

Lemo merupakan kuburan yang dibentuk di dinding bukit dan awalnya khusus diperuntukan bagi bangsawan suku Toraja. Ada lebih dari 70 buah lubang batu kuno menempel di dindingnya dan padanya disimpan patung kayu (tao-tao) sebagai representasi dari mereka yang sudah meninggal. Tidak semua orang Toraja bisa dibuatkan tau-tau, hanya kalangan bangsawan saja yang berhak dibuatkan tao-taodan itu pun setelah memenuhi persyaratan adat. 

Di lubang kuburan berukuran 3 x 5 meter itu nyatanya satu lubang berisikan satu keluarga. Di beberapa tempat nampak peti-peti mati ditumpuk atau diatur sedemikian rupa sesuai garis keturunan atau keluarganya. Bagian depan lubang berfungsi untuk memasukkan jenazah, beberapa ada yang ditutupi pintu kayu berukir atau hanya penutup dari bambu.

Nama lemo sendiri berarti jeruk, itu dimaksudkan pada gua batu terbesarnya yang berbentuk bundar menyerupai buah jeruk, lubang-lubang kuburannya seakan membentuk pori-pori buah jeruk. Menurut penuturan masyarakat setempat, kuburan tertua di tempat ini adalah seorang tetua adat bernama Songgi Patalo. 

Keberadaaan Lemo telah menjadi daya tarik penting di Toraja. Tempat ini merupakan tujuan wajib yang perlu disambangi para pelancong dan penikmat budaya. Susuri satu persatu lubang-lubang di tebingnya. Beberapa lubang bahkan tidak berpintu dan mempertontonkan tulang-belulang memutih yang dilumuti.

Pastikan Anda ditemani pemandu dari masyarakat setempat atau pramuwisata berpengalaman. Dapatkan cerita menarik yang bukan hanya bisa diperoleh dari internet. Resapi budaya mereka hingga Anda sadar betapa kayanya Indonesia.

Perhatikan patung kayu (tao-tao) yang dipahat dengan detail. Ada filosofi di baliknya yaitu tangan kanan menghadap ke atas sedangkan tangan kiri menghadap ke bawah. Hal itu memiliki arti meminta dan memberkati, posisi tangan tersebut mencerminkan posisi antara yang hidup dan yang mati. Manusia yang telah meninggal membutuhkan bantuan keturunanya yang masih hidup untuk mencapai surga (puya) melalui upacara adat, sedangkan yangg hidup mengharapkan berkah dari yang mati untuk tetap menyertai kehidupan anak cucu mereka.

Lihat juga rumah adatTongkonandi bagian depan loket masuk. Ada beberapa rumah adat yang atapnya sudah ditumbuhi tanaman liar dan lumut hijau. Akan tetapi, itu justru mempercantik tampilanya. Berfotolah di depannya dan peroleh pengalaman dan bukti yang dapat dibanggakan.

Saat Anda selesai menyusuri lemo maka akan berlajan melalui pematang sawah juga melihat buah pangi yang ranum kecoklatan. Buah pangi biasa menjadi olahan makanan khas suku Toraja yang disebutpantollo pamarrasan.

Berkeliling

Untuk berkeliling Anda dapat memanfaatkan bemo yang merupakan alat transportasi setempat. Pilihan lain Anda dapat menyewa kendaraan dengan atau tanpa supir untuk untuk menikmati perjalanan berkeliling Toraja. Beberapa tempat yang dapat dituju adalah Kete Kesu, Londa, dan Batutumonga.

Akomodasi

Kota Rantepao adalah gerbang wisata di Tana Toraja dan menyediakan beragam penginapan. Akomodasi yang lain dapat ditemui di Kota Makale dan Ge’tengan. 

Lokasi penginapan berupa homestay yang dapat Anda sewa dan lokasi terdekat dengan Lemo adalah lemo Homestay. Lokasinya  ada di Jalan Objek Wisata Lemo, Tana Toraja. Emiliknya adalah Bapak Yonathan Rantepadang, Anda dapat menghubungi beliau di nomor 085711113781.

Berikut adalah daftar hotel yang bisa Anda pilih saat berkunjung ke Toraja.

Toraja Misiliana Hotel

www.torajamisiliana.com

Marante Hotel

www.marantetoraja.com

Toraja Prince Hotel

www.torajaprince.com

Toraja Heritage Hotel

Jl. Kete Kesu, P.O.Box 80 Rantepao, Toraja Utara

Telp: +62 423 21192

Fax : +62 423 21666

E-mail: info@torajaheritage.com

Website: www.torajaheritage.com

Luta Resort Rantepao

Jl. Dr Ratulangi No 26 Rantepao, Toraja Utara

Telp: +62 423 21060

Fax: +62 423 21060

E-mail: post@lutaresorttoraja.com

Website: www.torajalutaresort.com

Hotel Marannu 

Jalan Pongtiku 116-118, Makale, Tanah Toraja

Hotel Indra Toraja 

Jalan Landrorundun 63, Rantepao.

Kuliner

Sekitar Kota Makele dan Rantepaoada banyak restoran dan warung makan. Malam hari di dua kota tersebut tersedia banyak warung makan di pinggir jalan. Untuk Anda yang Muslim dapat bertanya terlebih dahulu apakah itu olahan babi atau bukan. 

Salah satu tempat makan yang dapat menjadi referensi adalah Aras Cafe di pusat Kota Rantepao. Cafe tersebut cukup nyaman dan terkenal, dikelola Bapak Aras (0811422141) yang juga menjabat ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia untuk wilayah Toraja.

Sebagai panduan menu khas makanan Toraja  yang dapat Anda cicipi adalah pakpiong ayam, sayur  daun ubi yang di tumbuk, sate keong, puding labu, dan olahan makanan lain yang menggunakan media alas daun pisang. Jangan lupa cicipi kopi toraja yang telah terkenal di kalangan pecinta kopi. 

Belanja

Sebelum Anda memasuki komplek pekuburan di Lemo, akan Anda dapati toko cenderamata berjejer. Mereka menjual beragam souvenir khas toraja seperti kain kain tenun, ukiran, baju bertuliskan Toraja, perhiasan, kerajinan tangan, hingga miniatur tau-tau. 

Harga cenderamata yang dijual beragam mulai dari puluhan ribu utnuk kerajinan dan perhiasan hingga jutaan untuk sebuah kain tenun. Keluarkan kemampuan tawar-menawar dengan berbincang-bincang bersama penjualnya, mereka pun sangat ramah dan siap membantu Anda mendapatkan informasi berwisata di Toraja. 

Transportasi

Untuk mencapai Lemo jaraknya sekira 11 km di selatan Rantepao dan 7 km di utara Makale. Dari pusat Kota Rantepao dapat ditempuh sekira 15 menit dengan akses jalan desa berupa aspal berbatu hingga berhenti diujung jalan. Tersedia lahan parkir cukup 5 mobil di depan toko penjual cenderamata.

Tips

Pastikan kehadiran Anda di tempat ini tidak melanggar aturan adat seperti memindahkan tulang belulang apalagi mengambilnya.Apabila ada peti mati yang jatuh dari tebing tempatnya semula diletakkan, maka tulang, tengkorak, ataupun dan yang lainnya tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan adat dan serangkaian upacara adat Toraja. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jangan sampai menginjak tulang dan tengkorak tersebut, apalagi memindahkannya.

Waktu terbaik berkunjung ke Toraja adalah saat penyelenggaraan acara Lovely December yang digelar Pemkab Toraja Utara antara November hingga puncak acara pada 26 Desember. Pada masa tersebut biasanya ada diskon penginapan hingga 50 %.

Desa Kete Kesu: Potret Lengkap Kehidupan Tana Toraja yang Wajib Disambangi

Berkunjung ke Tana Torajayang dijuluki “The Land of Heavenly Kings”, tidaklah lengkap rasanya apabila belum menginjakkan kaki di DesaKete Kesu. Untuk menuju tempat ini Anda hanya perlu melanjutkan perjalanan sekira 5 kilometer dari pusat Kota Rantepao atau 14 kilometer dari sebelah utara Kota Makale. Kawasan Kete Kesu tepatnya berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Kete Kesu adalah tempat yang tepat bagi Anda untuk menyaksikan potret lengkap kehidupan masyarakat Tana Toraja yang masih menjunjung tinggi adat dan istiadat warisan leluhur mereka. Wisata alam, budaya, dan sejarah adalah beberapa suguhan yang dapat Anda temukan di tempat ini. Kete Kesu juga terkenal dengan seni ukiran bambu, seni pahat, dan kerajinan tradisionalnya. Selain itu, daya tarik lain dari Kete Kesu adalah terdapatnya Tongkonan asli dan hanya ada di sini; Tongkonan ini memiliki pintu yang dibuka ke atas. 

Disebut-sebut bahwa Kete Kesu adalah potret kebudayaan megalitik yang paling lengkap di Tana Toraja. Keindahan alamnya dikepung pegunungan, hamparan sawah yang luas terbentang, serta barisan rumah adat yang usianya mencapai lebih dari 300 tahun. Setiap rumah adat di sini berhadap-hadapan dengan lumbung padi yang berukuran lebih kecil. Ada juga makam-makam tua yang menyimpan pesona mistis tersendiri, menilik berbagai kerajinan pahatan yang unik dan rumit tapi indah. Nikmati juga serangkaian ritual dan upacara adat yang masih dipertahankan sebagai pesona wisata di Kete Kesu. 

Kete Kesu telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya dan merupakan pusat dari berbagai perayaan atau upacara adat Toraja. Beberapa upacara tersebut diantaranya adalah pemakaman secara adat yang dirayakan secara besar-besaran dan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual atau atraksi yang menyertai kedua upacara tersebut. 

Untuk memasuki kawasan cagar budaya Kete Kesu, Anda hanya perlu membayar biaya sebesar Rp5000,- (wisatawan lokal) dan Rp10.000,- (wisatawan asing). Harga yang sangat murah untuk sebuah perjalan wisata lintas budaya dan masa. 

Kegiatan

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman wisata budaya secara lengkap, bulan Juni hingga Desember adalah saat yang tepat mengunjungi Kete Kesu. Pada bulan-bulan tersebut, biasanya diadakan upacara Rambu Solo, yaitu upacara pemakaman adat yang meriah dan merupakan salah satu upacara paling penting bagi masyarakat Toraja.  

Puluhan hingga ratusan kerbau disembelih pada upacara Rambu Solo. Masyarakat Toraja percaya bahwa roh binatang dapat menjadi kendaraan bagi jenazah untuk mencapai nirwana. Kerbau juga menjadi simbol status (kekayaan dan kekuatan) bagi masyarakat Toraja. Jumlah kerbau yang harus dipenuhi dalam upacara Rambu Solo berkisar 24 hingga 100 ekor bagi keluarga bangsawan. Sedangkan bagi golongan menengah, cukup 8 kerbau ditambah 50 ekor babi. Sebelum jumlah itu mencukupi maka biasanya jenazah disimpan di rumah adat dan tidak boleh dikuburkan di bukit atau di tempat tinggi. 

Pelaksanaan upacara Rambu Solo sejak meninggalnya kerabat dapat tertunda atau ditunda selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun demi memenuhi aturan dan persiapan upacara yang mahal tersebut. Selama belum diadakan upacara Rambu Solo maka jenazah dianggap belum mencapai tempat yang seharusnya di kehidupan lain (nirwana).

Waktu perayaan dapat memakan waktu hingga 3 sampai 7 hari. Upacara tersebut memang terlalu mahal untuk memakamkan jenazah tetapi mungkin inilah bentuk usaha terakhir masyarakat Toraja untuk menghormati dan mengantar kerabatnya yang meninggal. 

Apabila Anda kurang beruntung dan tidak dapat menyaksikan upacara tersebut, Kete Kesu tetaplah kompleks cagar budaya yang menarik untuk dikunjungi dan terbilang lengkap menawarkan beragam wisata meliputi alam, budaya, dan sejarah. 

Begitu menjejakkan kaki di Kete Kesu, deretan rumah adat (Tongkonan) tampak berbaris rapi berhadap-hadapan dengan lumbung beras (alang).Alangini mirip dengan Tongkonan, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil. Bentuk Tongkonan sangat khas mengingat bangunan ini memiliki atap yang besar dan tinggi menjulang, berbentuk seperti tanduk kerbau atau perahu. Atap-atapnya terbuat dari bambu belah yang disusun bertumpuk mengadopsi konsep lego. Akan tetapi, beberapa Tongkonan juga beratapkan seng. Ukiran indah khas Toraja menghiasi dinding Tongkonan berpadu bersama tumpukan tanduk kerbau yang menjadi penanda status pemilik rumah. 

Hamparan sawah dan langit biru menjadi latar yang sempurna bagi Tongkonan dimana konon ada yang sudah berusia ratusan tahun. Beberapa Tongkonan yang berusia tua bahkan sudah ditutupi lumut dan tanaman liar. Tumbuhan atau lumut tersebut tidak dihilangkan karena dianggap dapat membantu meredam rembesan air hujan sehingga bisa mencegah kebocoran. 

Salah satu Tongkonan di tempa ini sudah dialihfungsikan menjadi museum. Di dalamnya Anda dapat melihat-lihat benda adat kuno berusia puluhan hingga ratusan tahun. Benda-benda tersebut berupa senjata tajam berupa keris atau parang, keramik Cina, patung, benda-benda ukiran, kain dari Cina, bahkan ada bendera Merah Putih yang konon pertama kali dikibarkan di Toraja. Di museum ini juga diadakanworkshopmembuat kerajinan dari bambu yang dapat Anda ikuti.

Sembari menyaksikan kemegahan Tongkonan, jangan lupa untuk mampir ke penjual suvenir di sekitarannya. Di tempat ini Anda bahkan dapat langsung menyaksikan proses kreatif pengrajin ukiran yang polanya bersifat abstrak atau geometris. Kabarnya ornamen ukiran Toraja dipelajari dalam ethnomatematika untuk mengulik struktur matematika ukiran tersebut. Padahal para pengrajin membuat ukiran tanpa perhitungan matematis.

Tak jauh di belakang Tongkonan, terdapat area pemakaman di gua-gua yang sangat terkenal. Tulang-tulang dan tengkorak yang berserakan akan dengan mudah Anda temukan pada gua-gua yang dipahat di dinding batu kapur (karst). Gua-gua tersebut dipahat khusus oleh ahli pembuat gua; menghabiskan biaya belasan juta dan waktu berbulan-bulan. Bersiap-siaplah menikmati situs bersejarah dan pengalaman wisata dengan nuansa mistis atau spookysaat Anda melintasi kompleks pemakaman kuno yang usianya diperkirakan mencapai 700 tahun. 

Beberapa gua makam tampak ditutup dengan jeruji besi; hal ini dimaksudkan untuk mencegah pencurian  patung jenazah (tau-tau) yang dikubur di sana. Jenazah akan terlihat jelas dari luar bersama harta yang turut dikuburkan bersamanya. Di areal ini, dapat pula Anda temukan peti mati (erong) dalam berbagai bentuk seperti perahu, kerbau, dan babi yang digantungkan di dinding-dinding bukit. Peti-peti tersebut dipahat atau diukir dengan sangat teliti dan indah.

Akomodasi

Untuk memenuhi kebutuhan akomodasi Anda dan fasilitas penunjang lainnya maka sebaiknya Anda memilih Rantepao yang sudah terkenal sebagai sentra pariwisata Toraja. Jangan khawatir, perjalanan dari dan ke Rantepao-Kete Kesu dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit menggunakan angkutan umum atau ojek. Jaraknya sendiri sekira 4 kilometer dari Selatan Rantepao. Hotel dan akomodasi di Tana Toraja memang terpusat di Rantepao, Toraja Utara. Sementara akomodasi yang lain dapat ditemui di Kota Makale dan Ge’tengan, Toraja Selatan. 

Berikut adalah daftar hotel yang bisa Anda pilih saat berkunjung ke Toraja.

Toraja Heritage Hotel

Jl. Kete Kesu, P.O.Box 80 Rantepao, Toraja Utara
Telp: +62 423 21192
Fax : +62 423 21666
E-mail: info@torajaheritage.com
Website: www.torajaheritage.com

Luta Resort Rantepao

Jl. Dr Ratulangi No 26 Rantepao, Toraja Utara

Telp: +62 423 21060

Fax: +62 423 21060

E-mail: post@lutaresorttoraja.com

Website: www.torajalutaresort.com

Toraja Misiliana Hotel
www.torajamisiliana.com

Marante Hotel
www.marantetoraja.com

Toraja Prince Hotel
www.torajaprince.com

Kuliner

Pastikan Anda membekali diri dengan makanan dan minuman yang cukup saat mengunjungi Kete Kesu sebab tidak ada restoran di sana. Restoran atau rumah makan berikut toko-toko kecil dapat Anda temukan dengan mudah di Rantepao.

Bagi Anda yang beragama Islam, terdapat beberapa restauran yang menjamin bahwa sajiannya halal. Temukan di Jalan Ahmad Yani, yaitu jalan utama di Rantepao.

Berbelanja

Kete Kesu terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis. Kemampuan memahat dan mengukir tersebut sepertinya diajarkan secara turun-temurun. Salin itu, budaya Toraja memang membutuhkan kemampuan tersebut untuk membuat patung orang yang sudah meninggal (tau-tau) atau untuk menghias peti mati, rumah adat, dan barang-barang kerajian tradisional lainnya. 

Di sekitar Tongkonan, Anda dapat dengan mudah menemukan toko-toko yang menjual aneka macam produk kerajinan tangan. Bahkan Anda dapat secara langsung menyaksikan proses kreatif para pemahat yang memang melakukan kegiatannya di toko-toko tersebut. 

Beberapa cendramata atau suvenir yang dijual di toko-toko kecil berupa tatakan gelas, nampan, gelang dan kalung cantik, patung, hiasan dinding, dan lukisan. Hampir semua benda kerajinan tersebut bermotif hiasan hasil lukisan atau ukiran khas masyarakat Kete Kesu sendiri. Kisaran harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp1.000,- untuk tatakan gelas,  Rp20.000hingga Rp25.000,- untuk nampan, hingga jutaan rupiah untuk lukisan yang diukir. 

Masyarakat Kete Kesu menjual suvenir kerajinan tangan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sebab sebagai masyarakat agraris, sumber penghasilan utama mereka adalah tetap dari sektor pertanian. 

Berkeliling

Kete Kesu adalah desa wisata atau kompleks cagar budaya dimana Anda hanya perlu berjalan kaki untuk melihat secara dekat potret kehidupan dan budaya masyarakat tradisional Toraja yang masih dilestarikan dengan baik. 

Pemandangan alam yang indah, udara yang sejuk, sebab dikepung tatar pegunungan adalah daya tarik yang lain yang ditawarkan Kete Kesu. 

Transportasi

Akses menuju Kete Kesu terbilang mudah. Letaknya dekat dengan Rantepao, kota basis pariwisata di Tana Toraja, bahkan memungkinkan Anda mencapai lokasi ini dengan berjalan kaki. Pilihan lain adalah menggunakan angkutan lokal Toraja, yaitu bemo atau ojek. Jasa penyewaan mobil atau motor juga dapat jadi alternatif pilihan Anda. Perjalanan menggunakan kendaraan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 30 menit.

Tips

  • Jadwalkan kunjungan Anda pada bulan Juni hingga Desember agar dapat menyaksikan upacara Rambu Solo. Siapkan pakaian berwarna hitam atau gelap saat mengikuti rangkaian ritual Rambu Solo.
  • Selain pesona wisata budaya, keindahan alam Toraja yang terletak di kawasan pegunungan juga menawarkan objek wisata lain, misalnya hikingatau trekking. Hubungi tour guideAnda untuk info lebih lanjut.
  • Selain di Kete Kesu, terdapat pula gua-gua makam di tempat lain yang tidak jauh dari Kete Kesu atau menhir megalitikum di Bori. Sempatkan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Anda dapat menyewa jasa tour guideuntuk menjelajahi keunikan dan keindahan lain di Toraja.
  • Masyarakat Kete Kesu masih memegang teguh adat istidat serta budayanya. Oleh karena itu, mereka mempunyai seperangkat peraturan yang harus dipatuhi sebagai bentuk rasa hormat dan untuk menghindari kualat (tulah). Sebagai wisatawan atau pendatang, sebaiknya Anda mematuhi aturan yang diimbau masyarakat lokal. 

Batutumongga: Menyaksikan Keindahan Bentang Alam Toraja dari Ketinggian

Batutumongga dapat menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam selagi Anda mengunjungi Tana TorajadiSulawesi Selatan. Batutumonga terletak di lereng Gunung Sesean yang merupakan gunung tertinggi di Toraja. Gunung inidinobatkan sebagai tempat terbaik untuk menyaksikan keindahan Tana Toraja dari ketinggiantermasuk panorama Kota Rantepao. 

Berada di Batutumongga, Anda dapat menghirup segarnya udara pegunungan sambil menikmati panorama alam yang membentang di bawahnya. Batu-batu makam yang tersebar dan rumah-rumah tradisional serta sawah yang menghampar menjadi pemandangan yang spektakuler dipandangi dari Batutumongga. Di kejauhan, tampak pula bentang Kota Rantepao, ibukota kabupaten Toraja Utara yang juga merupakan pintu masuk ke negeri yang subur dan makmur ini. Rantepao berjarak sekira 20 km atau sekira 1–1,5 jam perjalanan berkendara. Bahkan tanpa bermaksud melebih-lebihkan, saat pagi hari di Batutumongga, kabut dan sekumpulan awan putih bersih yang membalut langit Tana Toraja akan menghadirkan kesan seolah Anda sedang berada di negeri awan. 

Semua pesona pemandangan tersebut dapat Anda nikmati sambil menyesap kopi toraja yang hangat atau mengudap makanan ringan di coffee shopyang seolah tahu pasti dari sudut mana pemandangan terindah dapat dipandangi. Beberapa home stayjuga tersedia di Batutumongga, siap menyambut Anda yang ingin bermalam di keheningan alam pegunungan yang indah dan menenangkan. Suara jangkrik mungkin akan menjadi satu-satunya nyanyian yang Anda dengar saat malam hari di Batutumongga. 

Kegiatan

Berada di antara perbukitan, jalan menuju Batutumongga tidaklah dapat dikatakan mulus. Jalur yang mendaki dan berkelok adalah tantangan tersendiri yang harus Anda hadapi sebelum dapat menikmati keindahan alam Rantepaodari ketinggian Gunung Sesean. 

Sepanjang perjalanan, pemandangan tropis yang indah permai akan menyejukkan mata Anda. Setibanya di Batutumongga, pemandangan alam berupa bentang persawahan yang hijau dapat dinikmati di bulan Maret dan April. Apabila tidak ingin melewatkan hamparan sawah dengan padi yang mulai menguningmakadatanglah ke Batutumongga di bulan Juli atau Agustus. 

Nikmati keindahan yang spektakuler tersebut di kedai-kedai kopi yang terdapat di Batutumongga. Beberapa kedai kopi memiliki titik strategis untuk membuat Anda bersyukur dan beruntung dapat menikmati eksotisme alam tropis Toraja dari atas.

Batutumongga berada sekira 2 km atau 30 menit berjalan kaki dari Lokomata. Di Lokomata, selain dapat menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat pedesaan Toraja, kubur-kubur di batu-batu raksasa juga terlihat di beberapa titik di tepi jalan. Batu-batu raksasa yang dilubangi untuk menyimpan jenazah kerabat tersebut bahkan terletak di pinggir jalan raya, menyuguhkan pemandangan berbeda dari kuburan di tebing batu serupa Londadan Lemo. 

Masih di kawasan Gunung Sesean, dapat pula Anda mengunjungi Bori. Rante (sebutan bagi tempat upacara pemakaman) adalah objek wisata andalan dan utama di Bori. Di Rante, terdapat batu menhir atau megalit berjumlah sekira 102 dengan ukuran yang bervariasi; 24 menhir berukuran besar, 24 sedang dan 54 menhir lainnya berukuran relatif kecil.

Keberadaan batu menhir di lokasi ini adalah untuk menghormati pemuka masyarakat yang meninggal dunia. Tapi tidak sembarang orang dapat dibuatkan menhir atau biasa disebut simbuang batu ini. Simbuang batu hanya dibuat bagi mereka yang memenuhi tingkat Rapasan Sapurandanan, yaitu keadaan dimana kerbau yang dipotong pada upacara penguburannya minimal 24 ekor.

Tradisi membuat simbuang batu ini telah dipraktekkan sejak ratusan tahun lalu. Berdasarkan catatan, Bori pertama kali dijadikan lokasi upacara pada 1657. Saatitu kabarnya sekira 100 ekor kerbau dikorbankan dan dua simbuang batu didirikan dalam upacara pemakaman Ne’Ramba’. Di tahun 1807, sekira 200 ekor kerbau dikorbankan dan 5 buah simbuang batu didirikan pada acara pemakaman Tonapa Ne’Padda’. Menhir terbesar dan tertinggi di kawasan ini konon didirikan tahun 1935 pada upacara pemakaman Lai Datu (Ne’ Kase’). Menhir terakhir yang didirikan di Bori tercatat di tahun 1962 pada upacara pemakaman Sa’pang (Ne’Lai). 

Akomodasi

Meski berada jauh di ketinggian dan tidak mudah diakses, Batutumongga yang populer sebagai tempat yang indah ini telah memiliki sejumlah penginapan dan kedai kopi bagi kenyamanan wisatawan. 

Homestay Mentirotiku dan juga sekaligus restoran dapat menjadi pilihan sarana penginapan dan akomodasi bagi Anda yang ingin bermalam di Batutumongga. Lokasi restoran yang menghadap keindahan alam Toraja menawarkan makanan yang murah dan bersih. Kamar-kamar yang disewakan juga terbilang bersih meski sederhana dan berupa rumah tongkonan. Tarif kamar mulai dari Rp100.000,- dan sudah termasuk sarapan.

Homestay Mama Siska memiliki 2 kamar dari bambu. Untuk menghubungi Mama Siska, silakan hubungi+62 81342532534.

Homestay Mama Rina menyediakan 2 kamar di sebuah rumah berbentuk tongkonan dengan suguhan pemandangan lembah yang menawan.  Hubungi Mama Rina di nomor +62 85255925540.

Homestay Betania adalah penginapan berbentuk rumah tongkonan dilengkapi dengan pemandangan menawan Kota Rantepaodi kejauhan. 

Tinimbayo Coffee Shop disebut-sebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan bentang keindahan alam Toraja dari ketinggian. Dari sini, hamparan sawah dan deretan rumah tongkonanyang dikelilingi hutan bambu adalah pemandangan yang indah. 

Transportasi

Untuk menuju Batutumongga, ada dua pilihan cara transportasi. Pertama, menumpang minibus atau bemo yang dapat dijumpai di Pasar Bolu. Kedua, menyewa mobil yang akan membawa Anda ke lokasi. 

Jalur perjalanan menuju Batutumongga terbilang tidak mudah dengan kondisi kontur jalan menanjak dan berkelok. Namun begitu, pemandangan di atas layak diperjuangkan dengan menempuh perjalanan menanjak sekira 1-1,5 jam berkendara. 

Tips

Meski terbilang sejuk karena berada di atas pegunungan, sengatan matahari pada tengah hari di Batutumongga cukuplah terik. 

Batutumongga adalah kawasan yang terbilang sepi dan lengang aktifitas. Tak banyak yang dapat Anda lakukan selain menikmati keindahan alam dan mencari ketenangan.

Perhatikan kondisi ban kendaraan Anda dan kemampuan mesin melalui tanjakan.

Air Terjun Moramo

Pulau Sulawesi cukup terkenal dengan keindahan pantainya namun tidak banyak yang mengetahui tentang keindahan dan keunikan air terjun yang dimilikinya. Selain Air Terjun Bantimurung di Sulawesi Selatan dan Air Terjun Saluopa di Sulawesi Tengah, ada Air Terjun Moramo yang tidak kalah indahnya. 

Kemiripan dari ketiga air terjun tersebut adalah bentuknya yang berundak-undak. Pemukaan batuannya tidak licin sehingga relatif aman untuk ditapaki saat Anda menjelajahi tingkatannya. Air terjun Moramo juga memiliki banyak kolam kecil tempat Anda bisa berendam dan bermain air. 

Air terjun cantik ini dapat dilihat setelah Anda berjalan kaki sejauh 1 km. Tenang saja, perjalanan tersebut mudah dilakukan karena sudah ada jalan setapak. Suasana hutan yang rimbun pun menambahkan kesegaran udara yang dihirup dan melindungi Anda dari teriknya Matahari di Sulawesi Tenggara. 

Beberapa jembatan kayu, pijakan batu buatan, dan anak tangga yang Anda lalui akan membuat perjalanan terasa dinamis. Mungkin Anda akan sedikit lelah tetapi semua itu akan terbayar dengan sejuknya air sungai. Anda pun bisa berendam di sana. Suara gemericik air dan kicauan burung akan menemani sampai air terjun utama. 

Air Terjun Moramo masuk dalam Kawasan Suaka Margasatwa Tanjug Peropa. Kawasannya melindungi beberapa hewan khusus, terutama yang endemik seperti anoa, babirusa, dan rangkong. Kehadiran burung rangkong masih cukup sering terlihat. Sedangkan anoa yang dulu sering terlihat merumput bersama sapi ternak milik masyarakat. Akan tetapi, kini sudah sangat jarang ditemukan dan berstatus terancam punah. Babirusa juga sangat jarang ditemukan dengan status rentan.   

Hal unik lain dari air terjun ini adalah Anda dapat menyaksikan proses perubahan alam. Bentuk Air Terjun Moramo tidak lagi menyerupai gambar sebelumnya. Beberapa batu undakan telah retak akibat gempa tahun 2011 sehingga kini air jatuh di dalam celah-celah tersebut, bukan melewati permukaan luar batuan. Permukaan beberapa batuan tampak kering karena tidak lagi dilewati air. Retaknya batuan kokoh tersebut merupakan proses kecil dari proses perubahan permukaan bumi. 

Transportasi

Air terjun Moramo berada sekira 45 km arah selatan dari Kota Kendari atau 1,5 jam perjalanan. Satu-satunya cara untuk mencapai lokasi ini adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil yang tinggi atau motor karena keadaan jalan relatif rusak. 

Tips

Anda disarankan membawa makanan dan kudapan sendiri karena tidak ada penjual di area utama air terjun Moramo. Sampah bungkus atau sisa makanan harap dibuang di tempat sampah yang tersedia. Bila belum menemukan tempat samlah maka bawalah kantong plastik cadangan yang dapat digunakan sebagai wadah sementara hingga Anda menemukan tempat sampah. Anda dihimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan air terjun Moramo karena air yang mengalir tersebut berfungsi untuk mengairi sawah masyarakat sekitar. 

Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Sulawesi. Ibu kotanya adalah Makassar, dahulu disebut Ujung Pandang. Kapal layar Spanyol dan Portugissertapara pedagang Inggris dan Belanda mengarungi lautan Sulawesi Selatan untuk menguasairempah-rempah. Merekadikawal “prajuritperang” untuk bertahandari serangan bajak laut Bugis dan Makasar. Keduanya terkenal sebagai pelaut ulung danbermata pencaharian di laut.

Luas Wilayah Sulawesi Selatan 46.717,48 km2dengan jumlah penduduk tahun 2012 ¬+ 8.214.779 jiwa dengan kepadatan penduduk 175,84 Jiwa/km2 tersebar di 24 Kabupaten/Kota yaitu 21 kabupaten dan 3 kotamadya, 304 kecamatan, dan 2.953 desa/kelurahan. yang Di Sulawesi Selatan ada 4 suku daerah yaitu suku Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

Orang Makasar dan Bugis adalah masyarakat yang religius, kebanyakan masyarakatnya beragama Muslim taat. Selain itu, masyarakat Bugis adalah salah satu pelaut terbaik di dunia. Pelaut-pelaut Bugis, Bajau, Buto, dan Makasar telah melakukan perdagangan dengan negara-negara tetangga, dan yang paling menonjol dengan masyarakat Aborigin Australia selama ratusan tahun.   

Sejarah 

Sejak awal abad ke-14, di wilayah terdapat beberapa kerajaandanyang paling terkenal adalah kerjaan Luwu, Gowa, Soppeng, Tallo, dan Bone.Pengaruh budaya Eropa telah ada sejakabad ke-16, ketika Portugis tiba di Makasar dan mencari dukungan dari raja Gowa. 

Kerajaan Bone dan Gowa berperang tahun 1562namun kemudian sepakat berdamai. Setelah mengalami pergolakan melawan penjajah Belanda dan pendudukan Jepang, Sulawesi Selatan akhirnya menjadi sebuah provinsi Indonesia tahun 1964.

Transportasi 

Ada banyak penerbangan setiap hari dari Jakarta, Bali, Surabaya, dan Manado. Melalui jalan beraspal dengan tanjakan yang berkelok-kelok, rasakan udara yang segar dan sejuk dengan pemandangan alamnya, menjadikan perjalanan dengan mobil menjadi menyenangkan.

Kuliner 

Sulawesi Selatan merupakan surga bagi pecinta kuliner. Mulai dari seafood, Chinese food atau makanan yang paling terkenal yaitusoto makasar. Sop saudaramirip dengan soto tapi rasanya lebih tawar daripada. Konrojuga salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang terkenal lezat. 

Untuk cemilan, Anda mungkin ingin mencoba jalangkote, sejenis kue keringdengan isi yang lezatdandimakan dengan saus cabai. 

Untuk makanan penutup, cobalah pisang epe,yaitupisang yang disiram saus gula merah, biasanya dicampur nangka atau durian. 

Es palung butu, terbuat dari irisan pisang, es batu, santan, dan sirup merah,rasanyasegar dan lezat. 

Pisang hijau adalah pisang yang dilapisi adonan terigu dan daun pandan, Dipotong lalu disiram sirup cocopandan.

Kantor Dinas Pariwisata

JL. Jend. Sudirman No.23, Makassar 90231
Tlp. (62-411) 878912, 443355, 872336
Fax. (62-411) 872314
Email : disbudpar-sulsel@telkom.net

Website : http://www.phinisiq.com

Jepa dan Bau Tuing-Tuing: Cita Rasa Kuliner Khas Mandar

Berpetualang di sepanjang pantai Sulawesi Barat, Anda akan disuguhi panorama laut nan memesona bersama hilir mudik perahu sandeq milik suku Mandar yang berlabuh di tepi pantainya. Menikmati suasana ini dapat Anda sempurnakan dengan merasakan lezatnya kuliner khas Mandar seperti jepa dan bau tuing-tuing. Kedua kuliner khas Mandar ini sudah menjadi kegemaran masyarakatnya bahkan menjadi maskot kuliner Sulawesi Barat. 

Jepa berbahan dasar singkong dan ubi. Cara membuatnya terbilang mudah, pertama, singkong dan ubi dihaluskan dengan cara diparut kemudian hasil parutan diperas untuk menghilangkan kadar air di dalamnya. Setelah itu, adonan diayak dan dicampurkan dengan adonan parutan kelapa untuk memberikan rasa gurih. Berikutnya adonan kemudian dituangkan ke dalam piring bulat yang terbuat dari tanah liat, masyarakat Mandar menyebutnya“Panjepangang”. Setelah itu, piring diletakkan di atas tungku tanah liat untuk proses pemanggangan. Proses pemanggangan ini sama seperti memanggang surabi di Jawa Barat. 

Singkong dan ubi merupakan sumber karbohidrat tinggi karenanya jepa oleh masyarakat Mandar dijadikan sebagai bahan makanan pokok. Ketika suku Mandar melakukan pelayaran di laut lepas, mereka lebih memilih membawa jepa sebagai pengganti nasi karena lebih mudah disajikan dan dibawa. Tidak hanya itu, karena tidak memiliki kadar air (kering) maka tidak mudah basi. 

Berdasarkan bahannya, Jepa terdiri dari beberapa jenis, yaitu: jepa katong yang terbuat dari katong atau sagu, jepa golla mamea yang dicampur dengan gula merah atau gula aren, serta jepa-jepa yang memiliki ukuran lebih kecil.

Untuk penyajiannya, jepa sangat cocok disajikan dengan bau tuing tuing, yaitu nama lokal untuk ikan terbang (Cypselurus spp)yang diasapi. Ikan jenis ini sangat mudah ditemukan di perairan Pelabuhan Majene. Selain disajikan dengan bau tuing-tuing, jepa juga bisa disajikan dengan cumi cincang yang dimasak dengan saus. 

Bau tuing tuing sangat mudah disajikan. Pertama-tama bersihkan ikan sisik dan bagian dalam ikan terbang lalu bungkus dengan daun kelapa. Berikutnya, panggang di atas tungku api yang terbuat dari tanah liat. Proses pengasapan tidak memakan waktu lama. Setelah ikan berwarna kekuningan, menandakan bahwa ikan sudah matang dan siap disajikan dengan tambahan sambal berkuah. Bau tuing tuing memiliki cita rasa pedas dan gurih. Pastikan Anda mencicipi kuliner nikmat ini saat menyambangi Sulawesi Barat.

Daya Tarik Sunset di Daratan Waigeo, Raja Ampat

Langit membiru, seolah awan telah hilang ditelan Matahari. Pak Anton, dive masterdari Scuba School International(SSI), salah satu organisasi selam ternama dunia, membeberkan pesona fauna dan keindahan alam yang perlu dijelajahi di Raja Ampat selain dunia bawah lautnya. Dua fotografer dan seorang penulis mengukuhkan niatnya untuk hiking, menyusuri pantai-pantai sekitar Waigeo Barat. Tanpa panduan seorang guide bersama mereka, Pak Anton menyebut rencana hikingitu sebagai sesuatu yang ‘a little bit unwise’, sesuatu yang kurang bijak. Dan itu terdengar menjadi sebuah pilihan terbaik dan paling menarik saat itu.

Hutan lebat di kanan dan kiri sepanjang jalan yang baru dibuka jalurnya seolah berteriak dan memekik melihat kehadiran para hiker‘nekat’ini. Suara-suara semacam itu terbayang keluar dari primata-primata yang mengintip di dahan pohon raksasa yang tak terhitung di sepanjang jalan. Tanpa ada kehadiran manusia lain di jalan yang menghubungkan satu desa di pedalaman dengan Kota Waisai, Ibukota Raja Ampat, hikingterasa jauh lebih menantang. Pohon-pohon yang berusia ratusan tahun seperti curi-curi pandangdan berbisik satu sama lain, bahwa ada manusia merangkai langkah dan tawa di tengah rimba Pulau Waigeo. Tapi sesekali langkah harus terhenti oleh kepakan sayap yang jelas terdengar di ubun-ubun kepala, dan ada lengkingan burung hitam nan eksotis meluncur rendah di permukaan tanah. Mungkinkah itu kakatua raja (Probisciger aterrimusi) yang terancam punah?

Semakin jauh penelusuran ke bukit terjal yang menanjak dan menurun, berpayung langit dan matahari, semakin sulit pula memutuskan untuk kembali. Saat fotografer dan penulis perjalanan disatukan, jelas pilihannya adalah terus berjalan ke depan, tak ada jalan kembali dan tak ada rencana menyisakan tenaga untuk pulang. Hingga akhirnya, sebuah ceruk mengarah ke pantai membelokkan trekyang dilalui. Dari pohon kelapa yang tumbuh subur di sela-sela rumput setinggi pundak, menandakan bahwa pantai ada di hadapan.

Tiga atau empat rumah kayu berjajar di pantai yang terlindung pohon pinus, tak nampak dari arah hutan ataupun dari lautan. Meja dari kayu nampak sudah tua, dikelilingi kursi-kursi gelondongan kayu yang disusun rapih, memiliki senderan nyaman, menghadap langsung ke laut yang dangkal di hadapan, dengan air seolah berwarna hijau atau biru muda yang sukar didefinisikan karena bersihnya. Tak seorang pun hadir di perumahan kecil ini, sampai terlihat anak kecil berlari dari arah pantai menuju sebuah hammock,  kasur gantung di antara dua pohon. Dengan serta merta anak kecil itu memanggil ibunya dan ayahnya yang berjalan dari arah laut dangkal menuju pantai. Setelah saling bertukar sapa dan perkenalan, diketahuilah nama tempat itu sebagai Pantai Saleo. Pantai yang tersembunyi, asri, bagai surgawi.

Dipastikan bahwa jalan masih berujung, atas keterangan dari pasangan tadi. Ada desa yang menjadi tujuan di akhir jalur yang semakin siang semakin panas. Sebuah truk proyek pengerasan jalan berlalu dan itu kesempatan untuk mempercepat jalan menuju tujuan. Di atas bak terbukanya, hutan seolah ikut bergembira dan mengucap syukur, seperti syukur yang dirasakan saat duduk beristirahat di Pantai Saleo. 

Walau hanya setengah jalan, pada akhirnya hikingberhenti sejenak karena jalan sudah habis, menemukan ujungnya, tapi desa yang disebutkan masih belum nampak. Pantai yang sunyi di hadapan pun tidak dapat memberikan keterangan kemana harus melanjutkan langkah. Sehingga dua anak desa, Gawai dan Yauda, muncul dan menunjukkan sebuah jalur di tepi karang sepanjang pantai yang harus dilalui. Darinya terlihatlah kumpulan anak-anak lain tengah menangkap ikan di lepas pantai yang dangkal. Datanglah seorang anak, Yakobus, yang malu-malu membawa hasil tangkapannya dan menunjukkan desa yang disebut-sebut ada di ujung jalan. Desa ini dikenal sebagai Tanjung Miring, atau lebih termahsyur di telinga penduduk lokal sebagai Sarpokreng.

Ada mata air keluar di tepi karang di pantai menuju desa ini. Air laut yang menghempas suhunya terasa hangat di atas mata kaki yang harus terendam di sepanjang jalur pantai berbatu karang. Namun mata air ini memiliki suhu yang sangat dingin, melimpah seperti saluran PDAM yang bocor di tengah jalan kota. Rasanya pun tak seperti asinnya air laut. Rasanya bersih dan segar seperti halnya air minum dalam kemasan botol. Rupanya ini siklus air terpendek yang ada di dunia nyata. Jauhnya perjalanan kaki yang melelahkan dibayar kontan oleh pemandangan alam dan keanehan yang tak terbandingkan oleh apapun.

Beberapa warga nelayan di Sarpokreng, desa nelayan di sebuah teluk di Waigeo Barat,  menyambut dengan senyuman dan sapaan. Terdiri dari 97 kepala keluarga, desa ini masih terhitung sepi, tapi rapih dan bersih. Kegiatan para nelayan selayaknya dilakukan saat itu, seperti membuat perahu dari kayu Nato, merajut jaring yang rusak, memperbaiki mesin motor perahu, dan menikmati kaitan batin antara anak, ibu, dan ayah di bawah pohon nyiur yang rindang di sepanjang bibir pantai. Dua kelompok anak kecil berenang di pantai dan tak ada teguran atau larangan bagi mereka, seolah hal itu sudah sangat biasa.

Disinilah ujung perjalanan dimanasunsetmenjadi sesuatu yang ditunggu sambil berbaring melunglai di bawah lindungan anak pohon kelapa yang bersandingan. Tak ada pekerjaan lain yang lebih memuaskan, lebih rewarding, ketika semua hal yang tak diharapkan atau bahkan diharapkan sekalipun, menjadi sebuah kejutan manis di setiap kesempatannya. Tinggal kesempatan itu yang harus dicari. Akankah kita hanya membaca cerita perjalanan, ataukah menjalaninya seperti perjalanan memburu sunset terindah di Raja Ampat? Karena Pak Ones, salah satu warga yang juga bekerja sebagai pengawas terumbu karang di Coremap Raja Ampat sudah memastikan bahwa warganya sangat terbuka dan bahagia menjamu tamu-tamu.

Akomodasi

Tidak ada penginapan khusus bagi petualang atau wisatawan yang datang di Sarpokreng. Namun Pak Ones mengatakan kalau kantor Coremap bisa menjadi tempat berteduh yang nyaman bila harus bermalam di desanya.

Kuliner

Tidak ada cafeatau restoran khusus dibangun di desa ini. Warung yang tersedia hanya menyediakan makanan ringan dan mie instant yang dapat dipesan dan dimasak langsung oleh ibu-ibu yang menjaga warung. Tempat untuk memakan sajian ini pun dilakukan di ranjang besar yang dibuat di bawah pohon kelapa, menghadap langsung ke laut lepas. Anggaplah ini sebuah café bertema, dan kenikmatan pun tak jauh berbeda dengan duduk di café yang mahal.

Di Waisai, warung makan dan restoran kecil banyak ditemui. Restoran padang dan nasi bungkus seperti ayam goreng Lamongan pun dapat ditemui disana.

Berkeliling

Jika ingin mencari suasana berbeda dari sekedar sebuah desa nelayan, aturlah perjalanan melalui laut ke tempat terdekat seperti Teluk Kabui, dimana sunsetakan lebih dekat terlihat dan matahari jatuh di belakang pulau nun jauh yang dramatis dalam pandangan mata. Pulau-pulau kecil seukuran bis atau bahkan lebih kecil dari itu banyak dijumpai di perjalanan lewat longboat yang disewa dari nelayan setempat. Inilah jawaban mengapa kita memiliki 17,000 pulau lebih di kawasan negara kesatuan. Pulau sekecil itu pun dihitung, dan wajib dihitung, karena bukan pohon tak bernama yang tumbuh di atasnya yang menjadi kekayaan yang tak berbanding, tapi keindahan yang tepat ada di bawah dagu pulau tersebut yang berupa terumbu karang berwarna warni serta ikan-ikan eksotis yang dicari wisatawan pencinta alam bawah laut yang menjadikannya rumah permanen.

Transportasi

Kemanapun anda pergi di kepulauan Raja Ampat, perahu longboat atau speedboat dipastikan akan menjadi kendaraan dominan, selain ojek di daratannya. Harga bahan bakar di Raja Ampat jauh lebih tinggi dibanding tempat lain. Transportasi laut sudah hampir menjadi keniscayaan, sehingga akan lebih baik bila datang ke Raja Ampat, Anda mengajak teman-teman lain agar dapat sharing biaya, sehingga menjadi lebih murah. Di Waisai, ojek dipastikan menjadi sarana trasnportasi umum paling nyaman karena anda akan bebas menentukan arah dan tujuan, tanpa dibebani harga bensin terlalu tinggi.

Tips 

Selalu kenakan krim tabir suryakarena panas matahari bisa membakar kulit Anda. Keramahan masyarakat Raja Ampat cepat dirasakan bila kita bisa berbaur dan juga ramah kepada mereka.  

Mansuar: Genapi Keindahan di Raja Ampat

Mansuar merupakan satu dari sekian banyak pulau-pulau cantik di Raja Ampat. Pantai ini dikelilingi pasir seputih kristal dan sangat halus seperti tepung. Jelas keberadaannya melengkapi keindahan Raja Ampat yang terbentang luas dan tak terbantahkan.

Mansuar terdiri dari Pulau Mansuar Kecil dan Pulau Mansuar Besar yang letaknya berdampingan, serta bertatapan langsung dengan Pulau Gam. Pulau Mansuar Kecil lebih populer dan lebih sering dikunjungi wisatawan, disebut juga dengan Pulau Kri lantaran terdapat Kri Eco Resort di sana.

Nikmatilah suasanya yang benar-benar sunyi di Pulau Kri karena tak satu pun warga lokal yangmembangun tempat tinggalnya. Biota lautnya tak perlu ditanya lagi, sudah menjadi identitas Raja Ampat bahwa karang-karang yang bersembunyi di perairannyamembentuk titik menyelam terbaik di dunia. Kesempurnaan juga dihadirkan dari kawasan perbukitan yang menyimpan beragam jenis tumbuhan tropis dan menjadi rumah bagi anggrek-anggrek alam.

Fasilitas di Pulau Kri sudah tergolong baik karena terdukung oleh adanya penginapan.Suplai air bersih pun mudah didapat sebab kawasan perbukitan mengelilinginya.  Oleh sebab itu, tak heran jika baik turis lokal maupun mancanegara berkeliling ke pulau-pulau lain namun memilih bermalam di sini.

Sepulangnya Anda dari Pulau Kriniscaya akan merindukan nyanyian burung-burung Papua dari pepohonan yang tumbuh rindang menyejukkan udara. Homestay dan resor dibangun dalam bentuk rumah panggung serta terbuatdari kayu-kayuuntuk memperkuat nuansa alam,terlebih sambil mendengar suara ombak berdebur sayu-sayu.

Operator menyelam Papua Diving menyewakan perlatan selam termasuk panduan yang didukung oleh dive master berpengalaman, jangan ragu untuk mengekplorasi kehidupan bawah laut di Pulau Mansuar.

Anda bisa menyewa perahu untuk diarahkan ke titik-titik menyelam yang cantik. Setelahnya bisa mengunjungi desa-desa wisata seperti Desa Airborek, Desa Sawinggrai, atau sekadar melakukan aktivitas birdwatchingdan mengunjungi hutan anggrek.

Anda bisa meraih pulau ini dari Pelabuhan Perikanan yang ada di Kota Sorong. Bisa juga dariWaisai, ibukota Raja Ampatyang membutuhkanwaktu sekira 30 menit menggunakan speedboatmenuju Pulau Mansuar. Anda disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu di tempat menginap untuk nantinya dijemput menggunakan speedboatoleh pihak penginapan.

Pulau MansuarKecil lebih memungkinkan dijadikan tempat bermalam karena Anda akan menemukan banyak pilihan penginapan di sini. Ada Koranu Fyak Bungalows yang masih sangat tradisional dan membawa Anda langsung berhadapan dengan jernihnya laut Mansuar. Setiap pondok dilengkapi ranjang kayu, beralas tilam tipis dan dilengkapi kelambu. Tarifnya sekira Rp250 ribu/malam termasuk 3 kali makan dan tersedia kopi serta teh selama 24 jam.

Pilihan lain adalah Kri Eco Resort yang dibangun di atas air dan dihubungkan oleh jembatan-jembatan antara satu bungalow dengan bungalow lainnya, serta Sorido bay yang juga menawarkan pemandangan spektakuler. Keduanya merupakan penginapan milik Papua Diving. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi situs resmi mereka di www.papua-diving.com.

Perlu diketahui bahwa listrikhanya menyala selama beberapa jam sehingga Anda harus benar-benar menghemat baterai alat elektronik. Selain itu, karena di pulau ini tidak terdapat kios-kios berjualan maka disarankan untuk membawa perbekalan makanan atau camilan secukupnya.

Soal kapan waktu yang tepat mengunjungi Pulau Kri, Anda bisa menghindari kunjungan pada Juni sampai Agustus, karena pada saat-saat tersebut sering terjadi hujan, badai, dan gelombang laut yang tinggi. Waktu terbaik bisa didapat antara Oktober hingga Desember.